0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan47 halaman

Metode Ilmiah dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Diunggah oleh

Ahmad Mubarok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan47 halaman

Metode Ilmiah dalam Rekayasa Perangkat Lunak

Diunggah oleh

Ahmad Mubarok
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Elemen Capaian Pembelajaran

penghitungan jumlah minyak


terkoreksi di tangki darat.
Pengendalian mutu Peserta didik mampu menerapkan
bahan bakar minyak pengendalian mutu bahan bakar
minyak sesuai metode uji standar.
Blending produk Peserta didik mampu menerapkan
migas blending produk migas.
Penanganan bahaya Peserta didik mampu menerapkan
gas H2S penanganan bahaya gas H2S dan
perlindungan diri dari bahaya gas H2S.

V.63. CAPAIAN PEMBELAJARAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK


A. Rasional
Mata pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak berisi tentang
beberapa kompetensi terkait penguasaan keahlian
pengembangan perangkat lunak. Mata pelajaran ini dilengkapi
dengan konsep serta implementasi pemrograman pada beragam
perangkat dan pengelolaan basis data. Mata pelajaran ini
berfungsi untuk membekali peserta didik dengan seperangkat
pengetahuan, keterampilan, dan persiapan yang cukup untuk
masuk ke dalam dunia kerja.
Materi dan capaian kompetensi tersebut merujuk pada
Kepmenaker RI nomor 282 Tahun 2016 tentang Penetapan SKKNI
Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok Aktivitas
Pemrograman, Konsultasi Komputer dan Kegiatan YBDI Bidang
Software Development Sub Bidang Pemrograman dengan
mempertimbangkan deskriptor jenjang 2 pada KKNI. Mata
pelajaran ini diharapkan akan memampukan peserta didik untuk
(1) melaksanakan tugas pemrograman dan pengelolaan basis
data dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu
yang terukur di bawah pengawasan, (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang pemrograman
dan pengelolaan basis data, sehingga mampu memilih
penyelesaian yang tersedia terhadap masalah yang lazim timbul,
dan (3) bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat
diberi tanggung jawab membimbing orang lain.
Peserta didik diarahkan untuk memahami dan menerapkan
aspek digital consumer behaviour melalui penemuan berbagai
fakta, pembangunan konsep, dan penemuan nilai-nilai baru
secara mandiri. Pelaksanaan ini berpusat pada peserta didik
(student-centered learning) dengan menerapkan model-model
pembelajaran yang dapat digunakan, antara lain, project-based
learning, teaching factory, discovery-based learning, problem-
based learning, inquiry-based learning, atau metode yang relevan.
Mata pelajaran ini juga berperan untuk membentuk peserta didik
agar memiliki keahlian pada bidang pengembangan perangkat
lunak, meningkatkan kemampuan berpikir komputasional, yaitu
suatu cara berpikir untuk mengenal masalah, dan
menguraikannya menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana,
merumuskan solusi, menyusun langkah-langkah untuk
mengembangkan perangkat lunak, dan memberikan solusi
masalah yang dialami oleh pelanggan. Penguasaan kemampuan
berpikir komputasional tersebut secara tidak langsung dapat
membiasakan peserta didik untuk bernalar kritis dalam
menghadapi permasalahan, bekerja mandiri, kreatif dalam
menemukan solusi permasalahan kehidupan sesuai dengan
dimensi profil pelajar Pancasila.

B. Tujuan
Mata pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak bertujuan untuk
membekali peserta didik dengan hard skills dan soft skills dalam:
1. memahami perancangan basis data dan penggunaan SQL
(Structured Query Language);
2. memahami lebih lanjut pemrograman terstruktur,
pemrograman berorientasi objek lanjutan, dasar pemodelan
perangkat lunak, dan pemrograman antar muka grafis;
3. memahami pemrograman web statis dan dinamis; dan
4. memahami penggunaan bahasa pemrograman, IDE
(Integrated Development Environment), framework, basis data
dan API (Application Programming Interface) pada
pengembangan aplikasi perangkat bergerak.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak memiliki elemen
materi seperti basis data, pemrograman berbasis teks, grafis dan
multimedia, pemrograman web, dan pemrograman perangkat
bergerak.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Rekayasa Perangkat
Lunak adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Basis data Meliputi konsep dan implementasi
perancangan basis data (struktur,
hirarki, aturan, komponen, instalasi)
dan penggunaan SQL (Structured
Query Language): Data Definition
Language, Data Manipulation
Language, Data Control Language,
perintah bertingkat, function and
stored procedure, trigger, backup dan
restore pada pengelolaan basis data.
Pemrograman Meliputi perintah eksekusi bahasa
berbasis teks, grafis, pemrograman berbasis teks, grafik,
dan multimedia dan multimedia yang
mengimplementasikan pemrograman
terstruktur, pemrograman berorientasi
objek lanjutan, pemodelan perangkat
lunak, pemrograman antarmuka GUI
(Graphical User Interface), dan
pemanfaatan pustaka (library).
Pemrograman web Meliputi bahasa pemrograman server-
side, framework dan
pendokumentasian pada pembuatan
web statis dan dinamis.
Pemrograman Meliputi penggunaan bahasa
perangkat bergerak pemrograman, IDE (Integrated
Development Environment), framework,
basis data dan API (Application
Programming Interface) pada
Elemen Deskripsi
pengembangan aplikasi perangkat
bergerak dan pendokumentasian
aplikasi perangkat bergerak.

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik dapat mengimplementasikan
bahasa pemrograman, basis data dan aplikasi desain untuk
mengembangkan perangkat lunak yang mampu beroperasi dalam
berbagai perangkat atau teknologi terkini.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Basis data Peserta didik mampu menerapkan
perancangan dan pembuatan basis data
serta penggunaan SQL (Structured Query
Language).
Pemrograman Peserta didik mampu menerapkan
berbasis teks, perintah eksekusi bahasa pemrograman
grafis, dan berbasis teks, grafik, dan multimedia
multimedia yang mengimplementasikan
pemrograman terstruktur, pemrograman
berorientasi objek lanjutan, pemodelan
perangkat lunak, pemrograman
antarmuka GUI (Graphical User
Interface), dan pemanfaatan pustaka
(library).
Pemrograman web Peserta didik mampu menerapkan
bahasa pemrograman server-side,
framework, dan pendokumentasian
pada pembuatan web statis dan dinamis
untuk beragam kebutuhan yang
kontekstual.
Pemrograman Peserta didik mampu menerapkan
perangkat bergerak bahasa pemrograman bergerak, IDE
(Integrated Development Environment),
framework, basis data, API (Application
Programming Interface), dan
Elemen Capaian Pembelajaran
pendokumentasian pada aplikasi
perangkat bergerak untuk beragam
kebutuhan yang kontekstual.

V.64. CAPAIAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN GIM


A. Rasional
Mata pelajaran Pengembangan Gim berisi tentang beberapa
kompetensi terkait penguasaan keahlian pengembangan gim
yang dilengkapi dengan konsep serta implementasi pemodelan
pada peserta didik dengan seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan sikap agar memiliki persiapan untuk masuk
ke dalam dunia kerja bidang pengembangan gim. Mata pelajaran
ini diharapkan akan memampukan peserta didik untuk (1)
melaksanakan tugas pemrograman dan pengelolaan basis data
dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang
terukur di bawah pengawasan, (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang pemrograman
dan pengelolaan basis data, sehingga mampu memilih
penyelesaian yang tersedia terhadap masalah yang lazim timbul,
dan (3) bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat
diberi tanggung jawab membimbing orang lain.
Mata pelajaran ini mengacu pada Kepmenaker RI Nomor 282
Tahun 2016 tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan
Komunikasi Golongan Pokok Aktivitas Pemograman, Konsultasi
Komputer dan Kegiatan YBDI bidang Software Development Sub
Bidang Pemrograman, Kepmenaker RI Nomor 107 Tahun 2018
tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan Komunikasi
Golongan Pokok Produksi Gambar Bergerak, Video dan Program
Televisi, Perekaman Suara, dan Penerbitan Musik Bidang
Multimedia, Kepmenaker RI Nomor 173 Tahun 2020 tentang
Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan
Pokok Produksi Gambar Bergerak, Video dan Program Televisi,
Perekam Suara dan Penerbitan Musik Bidang Animasi dengan
mempertimbangkan deskriptor jenjang 2 pada KKNI.
Elemen Capaian Pembelajaran
dan pipa kapal penandaan pada pelat secara manual
(manual marking), penandaan dengan
frame marker (paper tape), pemotongan
pelat dan pipa dengan peralatan
mekanis dan pemotongan panas
secara manual, penandaan pipa, serta
pemasangan sistem pipa dan katup.
Pemasangan Peserta didik mampu menerapkan
penggerak kapal pemasangan pondasi pesawat bantu,
pesawat bantu dan motor pokok (main
engine installation), pemasangan dan
pengecoran chockfast pada pondasi
motor pokok, serta pengencangan
holding down bolt pada motor pokok.
Pekerjaan mesin Peserta didik mampu menerapkan
fluida perawatan dan pengoperasian
peralatan pneumatik dan hidrolik.

V.16. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN


A. Rasional
Teknik Kendaraan Ringan terdiri dari berbagai pengetahuan dan
keterampilan meliputi: prosedur penggunaan kendaraan ringan,
perawatan kendaraan ringan, sistem engine, sistem pemindah
tenaga, sistem sasis, sistem elektrikal, beserta perlengkapan
otomotif lain yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi
pada teknik kendaraan ringan, sehingga peserta didik memiliki
kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Mata pelajaran Teknik Kendaraan Ringan ini berada pada fase F
yang merupakan pelajaran lanjutan dari mata pelajaran
sebelumnya, mata pelajaran ini mempelajari berbagai teknologi
dan perkembangan pada kendaraan ringan baik di dunia usaha,
dunia kerja maupun dunia industri sesuai Kepmenaker RI
Nomor 097 Tahun 2018 tentang Penetapan Kepmenaker RI
Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan
Mobil dan Sepeda Motor Golongan Pokok Perdagangan, Reparasi
dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Bidang Otomotif Sub
Bidang Kendaraan Ringan Roda 4 (Empat) dengan
mempertimbangkan deskriptor jenjang kualifikasi 2 pada KKNI.
Mata pelajaran Teknik Kendaraan Ringan diharapkan akan
memampukan peserta didik untuk: (1) melaksanakan tugas
spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu
yang terukur di bawah pengawasan; (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang
spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang lazim timbul; dan (3) bertanggung jawab
pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
membimbing orang lain.
Pelaksanaan pembelajaran Teknik Kendaraan Ringan berpusat
pada peserta didik (student-centered learning) secara interaktif,
aktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi
peserta didik, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian dengan dapat
menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry-based
learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based
learning), pembelajaran berbasis projek (project-based learning),
teaching factory, kunjungan serta praktik langsung di dunia
kerja, atau metode lain yang relevan dalam rangka mewujudkan
profil pelajar Pancasila yang bernalar kritis dalam menghadapi
permasalahan, disiplin dalam bekerja, mandiri, kreatif, dan
inovatif dalam menemukan solusi permasalahan, berkolaborasi
dalam tim, mengkomunikasikan ide dan gagasan, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, serta peduli
terhadap lingkungannya.

B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Kendaraan Ringan bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami proses konversi energi pada kendaraan ringan;
2. memahami proses pelayanan dan manajemen bengkel
sesuai prosedur yang berlaku;
3. memahami prosedur penggunaan kendaraan ringan sesuai
buku petunjuk penggunaan kendaraan;
4. memahami perawatan berkala kendaraan ringan sesuai
dengan buku manual servis;
5. memahami perawatan dan perbaikan sistem engine
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis;
6. memahami perawatan dan perbaikan sistem pemindah
tenaga kendaraan ringan sesuai dengan buku manual
servis;
7. memahami perawatan dan perbaikan sistem sasis
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis;
8. memahami perawatan dan perbaikan sistem elektrikal
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis; dan
9. memahami perawatan sistem pengaman (safety system) dan
sistem kontrol elektronik (electronic control system)
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis.

C. Karakteristik
Teknik Kendaraan Ringan mempelajari segala sesuatu yang
terkait dengan proses penggunaan, perawatan, dan perbaikan
alat transportasi kendaraan roda empat atau lebih sesuai dengan
perkembangan teknologi. Mata pelajaran ini membekali peserta
didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi
tentang teknik kendaraan ringan.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Kendaraan
Ringan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Konversi energi Meliputi proses konversi energi
kendaraan ringan kendaraan ringan, identifikasi sumber
energi kendaraan ringan, jenis-jenis
sumber energi kendaraan ringan
(gasoline, diesel, listrik, dan hybrid),
serta menentukan daya motor pada
teknik kendaraan ringan.
Proses pelayanan Meliputi alur proses penerimaan
dan manajemen service, pelaksanaan service,
bengkel kendaraan pengelolaan alat dan bahan
ringan (sparepart), proses quality check, tugas
kerja pada security, customer relation
Elemen Deskripsi
officer, sales advisor, mechanic,
toolman, dan cleaning service.
Prosedur Meliputi prosedur pengecekan sebelum
penggunaan dan sesudah berkendara, dan
kendaraan ringan mengoperasikan kendaraan transmisi
manual dan automatic.
Perawatan berkala Meliputi perawatan berkala kendaraan
kendaraan ringan 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km, dan
kelipatannya.
Sistem engine Meliputi komponen utama engine,
kendaraan ringan sistem pelumasan, sistem
pendinginan, sistem bahan bakar
gasoline/diesel (konvensional dan
elektronik), eEngine Management
System (EMS), sistem pemasukan
udara, dan sistem pembuangan dan
kontrol emisi.
Sistem pemindah Meliputi sistem clutch, sistem
tenaga kendaraan transmisi (manual dan otomatis),
ringan poros propeller, differential, dan poros
penggerak roda.
Sistem sasis Meliputi sistem rem (anti lock brake
kendaraan ringan system dan non anti lock brake
system), sistem kemudi (manual
steering, hidrolik power steering, dan
electronic power steering), sistem
suspensi roda dan ban, serta spooring
dan balancing roda.
Sistem elektrikal Meliputi baterai, jaringan kelistrikan,
kendaraan ringan sistem penerangan dan lampu tanda,
sistem wiper dan washer, sistem
power window dan central lock, electric
mirror, sistem starter, sistem
pengisian, sistem pengapian, sistem
Air Conditioning (AC), sistem audio-
video.
Elemen Deskripsi
Sistem pengaman Meliputi sistem keamanan kendaraan
dan sistem kontrol (alarm, keyless, immobilizer, dan
elektronik intelligent automotive safety system),
kendaraan ringan serta sistem kontrol elektronik.

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami konversi
energi kendaraan ringan, proses pelayanan dan manajemen
bengkel kendaraan ringan, prosedur penggunaan kendaraan
ringan, perawatan berkala kendaraan ringan, sistem engine
kendaraan ringan, sistem pemindah tenaga kendaraan ringan,
sistem sasis kendaraan ringan, elektrikal kendaraan ringan, serta
sistem pengaman dan sistem kontrol elektronik kendaraan
ringan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Konversi energi Meliputi proses konversi energi kendaraan
kendaraan ringan, identifikasi sumber energi
ringan kendaraan ringan, jenis-jenis sumber
energi kendaraan ringan (gasoline, diesel,
listrik, dan hybrid), serta menentukan
daya motor pada teknik kendaraan
ringan.
Proses pelayanan Meliputi alur proses penerimaan service,
dan manajemen pelaksanaan service, pengelolaan alat dan
bengkel bahan (sparepart), proses quality check,
kendaraan tugas kerja pada security, customer
ringan relation officer, sales advisor, mechanic,
toolman, dan cleaning service.
Prosedur Meliputi prosedur pengecekan sebelum
penggunaan dan sesudah berkendara, dan
kendaraan mengoperasikan kendaraan transmisi
ringan manual dan automatic.
Perawatan Meliputi perawatan berkala kendaraan
berkala 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km, dan
kendaraan kelipatannya.
Elemen Deskripsi
ringan
Sistem engine Meliputi komponen utama engine, sistem
kendaraan pelumasan, sistem pendinginan, sistem
ringan bahan bakar gasoline/diesel
(konvensional dan
elektronik), eEngine Management System
(EMS), sistem pemasukan udara, dan
sistem pembuangan dan kontrol emisi.
Sistem pemindah Meliputi sistem clutch, sistem transmisi
tenaga (manual dan otomatis), poros propeller,
kendaraan differential, dan poros penggerak roda.
ringan
Sistem sasis Meliputi sistem rem (anti lock brake
kendaraan system dan non anti lock brake system),
ringan sistem kemudi (manual steering, hidrolik
power steering, dan electronic power
steering), sistem suspensi roda dan ban,
serta spooring dan balancing roda.
Sistem elektrikal Meliputi baterai, jaringan kelistrikan,
kendaraan sistem penerangan dan lampu tanda,
ringan sistem wiper dan washer, sistem power
window dan central lock, electric mirror,
sistem starter, sistem pengisian, sistem
pengapian, sistem Air Conditioning (AC),
sistem audio-video.
Sistem pengaman Meliputi sistem keamanan kendaraan
dan sistem (alarm, keyless, immobilizer, dan
kontrol intelligent automotive safety system), serta
elektronik sistem kontrol elektronik.
kendaraan
ringan

V.17. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK SEPEDA MOTOR


A. Rasional
Mata pelajaran Teknik Sepeda Motor merupakan ilmu
pengetahuan dan keterampilan untuk membekali peserta didik
Elemen Capaian Pembelajaran
Hidrografi Peserta didik mampu menerapkan
perangkat komputer, pengukuran
kedalaman secara konvensional, dan
pemantauan keselamatan bernavigasi,
orientasi lokasi benchmark/hydro pilar
serta memahami peta.

V.59. CAPAIAN PEMBELAJARAN GEOLOGI PERTAMBANGAN


A. Rasional
Mata pelajaran Geologi Pertambangan merupakan aplikasi ilmu
geologi untuk mendukung operasi pada industri pertambangan.
Mata pelajaran ini berfungsi untuk memberikan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang merupakan lanjutan penguasaan
pengetahuan dan keterampilan pada mata pelajaran Dasar-dasar
Geologi Pertambangan. Mata pelajaran ini diharapkan akan
memampukan peserta didik untuk (1) melaksanakan
serangkaian tugas spesifik dengan menerjemahkan informasi dan
menggunakan alat berdasarkan sejumlah pilihan prosedur kerja,
serta mampu menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas
terukur yang sebagian merupakan hasil kerja sendiri dengan
pengawasan tidak langsung; (2) menguasai pengetahuan
operasional yang lengkap, prinsip-prinsip serta konsep umum
yang terkait dengan fakta bidang keahlian tertentu sehingga
dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan metode yang
sesuai; (3) bekerja sama dan berkomunikasi dalam lingkup
kerjanya; dan (4) bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri
sehingga dapat diberikan tanggung jawab atas kuantitas dan
mutu hasil kerja orang lain.
Materi dan capaian kompetensi pada mata pelajaran ini merujuk
pada Kepmenakertrans RI Nomor KEP. 180/MEN/V/2009
tentang Penetapan SKKNI Sektor Mineral, Batubara, dan Panas
Bumi Sub Sektor Pertambangan Mineral dan Batubara Bidang
Survei Tambang Sub bidang Pemetaan Tambang Terbuka; dan
Kepmenaker RI Nomor 83 Tahun 2021 tentang Penetapan SKKNI
Kategori Pertambangan Dan Penggalian Golongan Pokok
Pertambangan Batubara dan Lignit Bidang Geoteknik Tambang
Sub bidang Melaksanakan Pengelolaan Geoteknik Tambang pada
Tambang Terbuka Mineral dan Batubara; Kepmenaker RI Nomor
90 Tahun 2021 tentang Penetapan SKKNI Kategori Pertambangan
dan Penggalian Golongan Pokok Pertambangan Batubara dan
Lignit Bidang Pelaksanaan Pengoperasian Peralatan
Penambangan; Kepmenaker RI Nomor 96 Tahun 2021 tentang
Penetapan SKKNI Kategori Pertambangan dan Penggalian
Golongan Pokok Pertambangan Batubara dan Lignit Bidang
Eksplorasi Pendahuluan Subbidang Melaksanakan Prospeksi;
Kepmenaker RI Nomor 100 Tahun 2021 tentang Penetapan
SKKNI Kategori Pertambangan dan Penggalian Golongan Pokok
Pertambangan Batubara dan Lignit Bidang Eksplorasi
Pendahuluan Sub bidang Melakukan Pembuatan Model Geologi
Awal; dan Kepmenaker RI Nomor 134 Tahun 2021 tentang
Penetapan SKKNI Kategori Pertambangan dan Penggalian
Golongan Pokok Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam dan
Panas Bumi Bidang Pengeboran Darat dengan
mempertimbangkan deskriptor jenjang kualifikasi 3 pada KKNI
Kompetensi Keahlian Geologi Pertambangan tahun 2018. Mata
pelajaran ini merupakan kompetensi profesional untuk
membekali tamatan menjadi pekerja pada bidang Geologi
Pertambangan, seperti asisten geologist, juru ukur, juru bor,
asisten juru ledak, teknisi geoteknik, laboran geologi
pertambangan, atau sebagai wirausaha sesuai bidangnya. Selain
itu, peserta didik juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan
pendidikan sesuai kejuruannya.
Pelaksanaan pembelajaran ini berpusat pada peserta didik
(student-centered learning) dengan menerapkan model-model
pembelajaran yang dapat digunakan, antara lain, project-based
learning, teaching factory, discovery-based learning, problem-
based learning, inquiry-based learning, atau model lainnya serta
metode yang relevan. Kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan
dalam bentuk teori dan praktik di sekolah, kunjungan industri,
atau melaksanakan projek kerja bersama institusi pasangan
untuk mengembangkan kompetensi secara utuh dan mendalam.
Mata pelajaran Geologi Pertambangan bertujuan untuk
membentuk peserta didik agar memiliki keahlian pada bidang
geologi pertambangan serta membentuk sikap peserta didik yang
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar
kritis dan kreatif.

B. Tujuan
Mata pelajaran Geologi Pertambangan bertujuan untuk
membekali peserta didik dengan hard skills dan soft skills
dengan:
1. memahami batuan dan endapan bahan galian;
2. memahami pemetaan topografi;
3. memahami pemetaan geologi;
4. memahami teknik eksplorasi;
5. memahami pemodelan geologi;
6. memahami geologi teknik; dan
7. memahami teknik penambangan.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Geologi Pertambangan yang mempelajari tentang
bumi sebagai objek kajian dan ilmu pertambangan sebagai ilmu
terapan dalam memanfaatkan potensi-potensi geologi tersebut.
Mata pelajaran ini memiliki berbagai karakteristik yang harus
diperhatikan dalam pengorganisasian pembelajaran, yaitu terkait
dengan perkembangan teknologi; sarat dengan keterampilan;
memiliki berbagai peralatan khusus sehingga menuntut
kemahiran; kecakapan dalam pengambilan data lapangan;
memerlukan kemampuan pengoperasian peralatan praktik, dan
penggambaran hasil simulasi atau pengamatan atau pengukuran
dengan peralatan analog maupun peralatan digital serta
perangkat lunak yang sesuai dengan pekerjaannya; menuntut
ketelitian dalam pengukuran dan kemampuan matematis untuk
perencanaan; memerlukan penguasaan kompetensi
pengorganisasian pada setiap langkah persiapan, pelaksanaan
dan pengujian; memiliki kepatuhan tinggi terhadap standar
berlaku; memiliki tingkat bahaya yang tinggi sehingga diperlukan
kepatuhan terhadap K3LH dan diharapkan mampu
menerapkannya pada praktik kerja lapangan.
Pada pembelajaran, peserta didik dapat dilakukan di dalam kelas,
di luar kelas, di laboratorium atau bengkel, pembelajaran oleh
guru tamu, dan pembelajaran praktik kerja lapangan sehingga
peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan
bervariasi. Pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik
tersebut akan meningkatkan pemahaman konsep-konsep
pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, dan
menumbuhkan sikap kerja secara optimal.
Struktur elemen pembangun capaian pembelajaran digambarkan
sebagai berikut.

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Geologi


Pertambangan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Batuan dan Meliputi identifikasi mineral, batuan,
endapan bahan dan bahan galian.
galian
Pemetaan topografi Meliputi pengoperasian dan perawatan
peralatan pengukuran, pengukuran
dengan alat ukur analog dan digital,
perhitungan data hasil pengukuran
serta pembuatan peta topografi.
Pemetaan geologi Meliputi pemetaan tatanan geologi
yaitu geomorfologi, litologi,
Elemen Deskripsi
paleontologi, stratigrafi, dan struktur
geologi.
Teknik eksplorasi Meliputi eksplorasi bahan galian yaitu
konsep eksplorasi, tahapan eksplorasi,
metode eksplorasi, pemboran
eksplorasi, metode sampling.
Pemodelan geologi Meliputi interpretasi geologi bawah
permukaan, yaitu penampang geologi
dua dimensi, model geologi bawah
permukaan tiga dimensi, model
endapan konseptual.
Geologi teknik Meliputi rekayasa geoteknik yaitu
mekanika tanah dan mekanika batuan
serta kestabilan lereng tambang.
Teknik Meliputi proses penambangan, yaitu
penambangan metode penambangan, penambangan/
eksploitasi (penggalian/pemberaian
menggunakan alat gali maupun
peledakan, pemuatan, pengangkutan),
pemindahan tanah mekanis.

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami batuan dan
endapan bahan galian, menerapkan pemetaan topografi,
menerapkan pemetaan geologi, menerapkan teknik eksplorasi,
memahami pemodelan geologi, menerapkan geologi teknik, dan
memahami teknik penambangan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Batuan dan Peserta didik mampu memahami
endapan bahan batuan dan endapan bahan galian
galian yang meliputi identifikasi mineral,
batuan, dan bahan galian.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemetaan topografi Peserta didik mampu menerapkan
pemetaan topografi dari pengoperasian
dan perawatan peralatan
pengukuran, pengukuran dengan alat
ukur analog dan digital, penghitungan
data hasil pengukuran, serta membuat
peta topografi.
Pemetaan geologi Peserta didik mampu menerapkan
pemetaan geologi yang meliputi
geomorfologi, litologi, paleontologi,
stratigrafi, dan struktur geologi.
Teknik eksplorasi Peserta didik mampu menerapkan
teknik eksplorasi dengan bahan galian
yang meliputi konsep eksplorasi,
tahapan, metode, pemboran dengan
konsep eksplorasi, dan metode
sampling.
Pemodelan geologi Peserta didik mampu memahami
pemodelan geologi dengan melakukan
interpretasi geologi bawah permukaan
yang meliputi penampang geologi dua
dimensi, model geologi bawah
permukaan tiga dimensi, dan model
endapan konseptual.
Geologi teknik Peserta didik mampu menerapkan
geologi teknik dengan melaksanakan
rekayasa geoteknik menggunakan
prinsip, mekanika batuan,
menganalisis kestabilan lereng
tambang.
Teknik Peserta didik mampu memahami
penambangan teknik penambangan meliputi metode
penambangan, kegiatan
penambangan/eksploitasi
(penggalian/pemberaian menggunakan
alat gali maupun peledakan,
Elemen Capaian Pembelajaran
pemuatan, dan pengangkutan), dan
pemindahan tanah mekanis.

V.60. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK PRODUKSI MINYAK DAN GAS


A. Rasional
Mata Pelajaran Teknik Produksi Minyak dan Gas meliputi
kompetensi yang terkait produksi minyak dan gas. Mata
pelajaran ini disusun merujuk pada SKKNI Kepmenakertrans
Nomor 129 Tahun 2015 tentang Penetapan Standarisasi
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pertambangan dan
Penggalian Golongan Pokok Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Alam dan Panas Bumi Bidang Produksi Sub Bidang Operasi
Produksi dengan mempertimbangkan deskriptor jenjang
kualifikasi 2 pada KKNI. Mata pelajaran ini diharapkan akan
memampukan peserta didik untuk (1) melaksanakan tugas
spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu
yang terukur di bawah pengawasan; (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang
spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang lazim timbul; dan (3) bertanggung jawab
pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
membimbing orang lain.
Mata pelajaran Teknik Produksi Migas berfungsi untuk
memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap agar
lulusan dapat bekerja, melanjutkan atau wirausaha. Materinya
merupakan lanjutan dari dasar-dasar teknik perminyakan dan
harus didukung oleh mata pelajaran kelompok umum dan
kejuruan lainnya.
Pelaksanaan pembelajaran ini berpusat pada peserta didik
(student-centered learning) dengan menerapkan model-model
pembelajaran yang dapat digunakan, yakni project-based
learning, teaching factory, discovery-based learning, problem-
based learning, inquiry-based learning, atau model lainnya serta
metode yang relevan. Pembelajaran dapat dilaksanakan dengan
cara teori dan praktik di sekolah serta Praktik Kerja Lapangan
Elemen Capaian Pembelajaran
pneumatik, hidrolik, peralatan pompa,
peralatan transmisi gerak, serta
instalasi peralatan pompa dan
peralatan transmisi gerak.
Perawatan dan Peserta didik mampu menerapkan
perbaikan sistem pembersihan dan pemeriksaan
elektrikal perangkat elektronik pada mesin dan
peralatan, adjustment (penyetelan)
parameter pada peralatan
elektronika/listrik, penggantian
komponen/elemen/modul elektronik
mesin dan peralatan, serta
pemeliharaan sensor.

V.29. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI


A. Rasional
Teknik Elektronika Industri adalah mata pelajaran yang berisi
kompetensi yang harus dimiliki peserta didik sebagai tenaga
operator, teknisi, dan jabatan lain pada bidang teknik elektronika
industri. Mata pelajaran ini diharapkan akan memampukan
peserta didik untuk (1) melaksanakan tugas spesifik dengan
menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim
dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang
terukur di bawah pengawasan; (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang
spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang lazim timbul; dan (3) bertanggung jawab
pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
membimbing orang lain. Mata pelajaran ini juga dapat menjadi
bekal bagi peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi, ataupun berwirausaha sesuai kompetensinya.
Materi dan capaian kompetensi pada mata pelajaran ini merujuk
pada Kepmenaker RI Nomor 44 Tahun 2011 tentang Penetapan
Rancangan SKKNI Bidang Jasa elektronika sub Bidang
Pemeliharaan dan Perbaikan Produk Alat-Alat Listrik Rumah
Tangga menjadi SKKNI, Kepmenaker RI Nomor 211 Tahun 2019
tentang SKKNI Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok
Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik Bidang
Elektronika Prototipe dan Pemrograman, dan Kepmenaker RI
Nomor 631 Tahun 2016 tentang Penetapan SKKNI Kategori
Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Mesin dan
Perlengkapan YTDL Bidang Otomasi Industri dengan
mempertimbangkan deskriptor jenjang kualifikasi 2 pada KKNI.
Pelaksanaan pembelajaran Teknik Elektronika Industri berpusat
pada peserta didik (student-centered learning) dengan dapat
menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry-based
learning), pembelajaran berbasis masalah (problem-based
learning), pembelajaran berbasis projek (project-based learning),
teaching factory, kunjungan, serta praktik langsung di dunia
kerja, atau model pembelajaran lain yang relevan dalam rangka
mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang yang beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis,
kreatif, dan memiliki keterampilan untuk meningkatkan
kompetensinya agar dapat hidup mandiri, dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut sesuai dengan minatnya.

B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Elektronika Industri bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skill dan soft skill untuk:
1. memahami penerapan rangkaian elektronika;
2. memahami sistem kendali elektronik;
3. memahami pemrograman sistem embedded;
4. memahami antarmuka dan komunikasi data;
5. memahami sistem kendali industri; dan
6. memahami pemeliharaan dan perbaikan peralatan
elektronika industri.

C. Karakteristik
Mata pelajaran ini berpusat pada kompetensi yang harus dimiliki
peserta didik sebagai tenaga operator, teknisi, dan jabatan lain
sesuai dengan standar kualifikasi industri pada bidang teknik
elektronika industri. Mata pelajaran ini membekali peserta didik
untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi tentang
Teknik Elektronika Industri.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Elektronika
Industri adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Penerapan Meliputi penerapan penguat Op-Amp
rangkaian yang diaplikasikan sebagai rangkaian
elektronika elektronika analog dan rangkaian
elektronika digital.
Sistem kendali Meliputi sistem pengendali analog,
elektronik sistem pengendali digital, dan
rangkaian isolasi elektronik.
Pemrograman sistem Meliputi sistem embedded dan
embedded menerapkan bahasa pemrograman
pada sistem embedded.
Antarmuka dan Meliputi antarmuka dan komunikasi
komunikasi data data dengan memanfaatkan software
Object Oriented programming (OOP).
Sistem kendali Meliputi sistem kendali industri
industri dengan menggunakan relay logic, PLC,
dan HMI.
Pemeliharaan dan Meliputi POS pemeliharaan dan
perbaikan peralatan perbaikan peralatan elektronika
elektronika industri industri.

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami penerapan
rangkaian elektronika, sistem kendali elektronik, pemrograman
sistem embedded, antarmuka dan komunikasi data, sistem
kendali industri, serta pemeliharaan dan perbaikan peralatan
elektronika industri.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Penerapan Peserta didik mampu menerapkan
rangkaian penguat Op-Amp yang diaplikasikan
elektronika
Elemen Capaian Pembelajaran
sebagai rangkaian elektronika analog
dan rangkaian elektronika digital.
Sistem kendali Peserta didik mampu menerapkan
elektronik sistem pengendali analog, sistem
pengendali digital, dan rangkaian
isolasi elektronik.
Pemrograman sistem Peserta didik mampu memahami
embedded sistem embedded dan menerapkan
bahasa pemrograman pada sistem
embedded.
Antarmuka dan Peserta didik mampu menerapkan
komunikasi data antarmuka dan komunikasi data
dengan memanfaatkan software Object
Oriented programming (OOP).
Sistem kendali Peserta didik mampu menerapkan
industri sistem kendali industri dengan
menggunakan relay logic, PLC, dan
HMI.
Pemeliharaan dan Peserta didik mampu menerapkan
perbaikan peralatan pemeliharaan dan perbaikan peralatan
elektronika industri elektronika.

V.30. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK OTOMASI INDUSTRI


A. Rasional
Teknik Otomasi Industri adalah mata pelajaran yang mempelajari
dan membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi
penguasaan keahlian Teknik Otomasi Industri, yaitu melakukan
tugas spesifik dengan merencanakan, menginstalasi,
commissioning, dan mengoperasikan sistem kontrol otomasi
industri berdasarkan prosedur kerja sesuai dengan bidang
pekerjaan.
Materi dan capaian kompetensi pada mata pelajaran ini merujuk
pada Kepmenaker RI Nomor 631 Tahun 2016 tentang Penetapan
SKKNI Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri
Mesin dan Perlengkapan YTDL Bidang Otomasi Industri dan
Kepmenaker RI Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penetapan SKKNI
Elemen Capaian Pembelajaran
pangan, perhitungan kadar, dan
pelaporan hasil analisis.
Analisis kimia Peserta didik mampu menerapkan
instrumen prinsip dan prosedur analisis kimia
menggunakan instrumen, perhitungan
kadar analit, serta pelaporan hasil
analisis.
Analisis mikrobiologi Peserta didik mampu menerapkan
prinsip dan prosedur pewarnaan
mikroba, analisis jumlah mikroba
metode Total Plate Count (TPC) dan
Most Probable Number (MPN),
pemeriksaan bakteri coliform, E coli
dan Salmonella, perhitungan jumlah
bakteri dalam sampel serta pelaporan
hasil analisis mikrobiologi.

V.43. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK KIMIA INDUSTRI


A. Rasional
Mata pelajaran Teknik Kimia Industri adalah mata pelajaran yang
membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi
penguasaan keahlian Teknik Kimia Industri, yaitu melaksanakan
tugas spesifik dengan menggunakan metode, prosedur, dan
peralatan yang lazim digunakan pada proses produksi di industri
kimia serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
pekerjaan kimia industri. Mata pelajaran ini diharapkan akan
memampukan peserta didik untuk (1) melaksanakan tugas
spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu
yang terukur di bawah pengawasan; (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang
spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang lazim timbul; dan (3) bertanggung jawab
pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
membimbing orang lain.
Mata pelajaran yang berada pada fase F ini merupakan
pendalaman dan tingkat lanjut bagi peserta didik dalam
memahami isu-isu penting terkait dengan teknologi manufaktur
dan rekayasa pada bidang teknik kimia industri. Materi dan
capaian kompetensi pada mata pelajaran ini merujuk pada
Kepmenaker RI Nomor 110 tahun 2018 tentang Penetapan SKKNI
Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan
Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Industri Petrokimia Sub
Bidang Produksi, dan Kepmenaker RI Nomor 165 Tahun 2016
tentang Penetapan SKKNI Kategori Industri Pengolahan Golongan
Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Kimia Bidang
Industri Pengolahan Kimia Berbahan Baku Padat, Cair dan Gas
yang Menghasilkan Produk Cair dengan mempertimbangkan
deskripsi jenjang kualifikasi 2 pada KKNI.
Pembelajaran mata pelajaran Teknik Kimia Industri dapat
disampaikan dengan beberapa metode pembelajaran, antara lain
pembelajaran di kelas, pembelajaran di laboratorium, interaksi
alumni atau praktisi industri, berkunjung pada industri yang
relevan, maupun pembelajaran mandiri melalui literatur-literatur
yang relevan. Pelaksanaan pembelajaran tidak terbatas hanya
menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi,
namun dapat juga dengan observasi, peragaan/demonstrasi,
serta model pembelajaran berbasis projek (project based learning),
discovery learning, pembelajaran berbasis masalah (problem
based learning), inquiry learning, maupun model pembelajaran
lain yang sesuai dengan karakteristik materi. Pembelajaran
Teknik Kimia Industri dapat dilaksanakan secara sistem blok
atau disesuaikan dengan karakteristik elemen yang dipelajari.
Mata pelajaran Teknik Kimia Industri berkontribusi dalam
membentuk kompetensi hard skills, soft skills, dan karakter
peserta didik pada bidang kimia industri sehingga menjadi warga
yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong,
mandiri, bernalar kritis, kreatif, dan inovatif.
B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Kimia Industri bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami penerapan asas teknik kimia di bidang kimia
industri;
2. memahami penerapan operasi teknik kimia di bidang kimia
industri;
3. memahami berbagai macam proses industri;
4. memahami sistem pengendalian proses di industri kimia;
5. memahami penerapan pengolahan limbah di industri kimia;
dan
6. memahami sikap kerja yang sesuai di bidang kimia industri.

C. Karakteristik
Pada hakikatnya mata pelajaran ini berfokus pada kompetensi
tingkat menengah dan lanjut (advance) yang harus dimiliki oleh
tenaga operator dan jabatan lain sesuai dengan perkembangan
dunia kerja bidang kimia industri. Mata pelajaran ini membekali
peserta didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan
studi tentang teknik kimia industri.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Kimia
Industri sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Asas teknik kimia Meliputi pemahaman tentang sistem
satuan (CGS, MKS, SI, FPS, British
Engineering, satuan turunan, satuan
panas, satuan molar), konversi satuan,
stoikiometri, neraca massa, neraca
energi, dan termodinamika dasar.
Operasi teknik kimia Meliputi pemahaman tentang konsep
unit operasi teknik kimia dan
peralatan operasi teknik kimia,
aplikasi fluida statis, aliran fluida
(konsep laminer dan turbulen,
kontinuitas aliran fluida), transportasi
fluida (pipes, fittings, valves, pompa,
fans, blowers, dan kompresor),
Elemen Deskripsi
pencampuran fluida, aplikasi transfer
panas (transfer panas konduksi, aliran
panas pada fluida, transfer panas pada
fluida tanpa perubahan fase, transfer
panas pada fluida dengan perubahan
fase, transfer panas radiasi, alat
penukar panas, evaporasi), aplikasi
transfer massa (difusi, absorpsi,
humidifikasi, distilasi, leaching dan
ekstraksi, drying, absorpsi, ion
exchange, membran, kristalisasi),
operasi yang melibatkan padatan
(properti padatan, solid handling, size
reduction), dan pemisahan mekanik
(screening, filtrasi, sedimentasi).
Proses industri Meliputi pemahaman tentang konsep
kimia dan perkembangan industri kimia,
diagram alir proses, utilitas (unit
penyedia air, steam, udara, listrik),
reaktor, dan proses pada industri
edible oils, industri sabun dan
detergen, industri gula, industri cat,
pewarna dan coatings, industri
fermentasi, industri farmasi, industri
agrokimia, industri minyak bumi dan
petrokimia, industri polimer, industri
kaca, industri semen, industri karet,
industri besi dan baja, industri
pengolahan pangan, dan industri pulp
dan kertas.
Kontrol proses Meliputi pemahaman tentang sistem
pengontrolan manual dan otomatis,
open loop dan close loop, alat
instrumentasi (pengukuran level,
tekanan, suhu, dan flow rate),
transmitter, controller, sistem
Elemen Deskripsi
pneumatik dan hidrolik, control valve,
process flow diagram (PFD) dan piping
and instrumentation diagram (P&ID),
dan distributed control system (DCS).
Pengolahan limbah Meliputi pemahaman tentang
pengertian dan klasifikasi limbah (air
limbah, udara emisi, limbah B3 dan
non B3), pencegahan polusi industri,
waste management, dan pengolahan
limbah (fisika, kimia, dan biologi).

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami asas teknik
kimia, operasi teknik kimia, proses industri kimia, kontrol proses,
dan pengolahan limbah.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Asas teknik kimia Peserta didik mampu memahami
sistem satuan, konversi satuan,
stoikiometri, neraca massa, neraca
energi, dan termodinamika dasar.
Operasi teknik kimia Peserta didik mampu memahami
konsep unit operasi teknik kimia dan
menerapkan operasi teknik kimia,
aplikasi fluida statis, aliran fluida,
transportasi fluida, pencampuran
fluida, aplikasi transfer panas, aplikasi
transfer massa, operasi yang
melibatkan padatan, dan pemisahan
mekanik.
Proses industri Peserta didik mampu memahami
kimia konsep dan perkembangan industri
kimia, diagram alir proses, utilitas,
reaktor, dan menerapkan proses pada
industri petrokimia atau produk
turunan minyak bumi, industri bahan
Elemen Capaian Pembelajaran
kimia dasar, industri produk plastik,
industri farmasi, industri cat dan tinta,
industri produk karet, industri sabun
dan deterjen, dan industri lainnya.
Kontrol proses Peserta didik mampu memahami
sistem pengontrolan manual dan
otomatis, open loop dan close loop, alat
instrumentasi, transmitter, controller,
sistem pneumatik dan hidrolik, control
valve, PFD, P&ID, dan DCS.
Pengolahan limbah Peserta didik mampu memahami
pengertian dan klasifikasi limbah,
serta menerapkan pencegahan polusi
industri, waste management, dan
pengolahan limbah.

V.44. CAPAIAN PEMBELAJARAN KIMIA TEKSTIL


A. Rasional
Mata pelajaran Kimia Tekstil adalah mata pelajaran yang
membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi
penguasaan keahlian Kimia Tekstil. Pada mata pelajaran ini,
peserta didik melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan
alat, mesin, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan
di industri tekstil serta memecahkan masalah sesuai dengan
bidang pekerjaan tekstil. Mata pelajaran ini berkontribusi dalam
membentuk peserta didik agar memiliki keahlian di bidang teknik
tekstil, meningkatkan lebih lanjut kemampuan logika.
Kemampuan logika sebagai suatu cara berpikir yang
memungkinkan untuk menguraikan suatu masalah menjadi
beberapa bagian yang lebih kecil dan sederhana, menemukan
pola masalah, serta menyusun langkah-langkah solusi untuk
mengatasi masalah.
Mata pelajaran ini berada pada fase F, merupakan pendalaman
dan tingkat lanjut bagi peserta didik dalam memahami hal-hal
penting terkait dengan teknologi manufaktur dan rekayasa pada
fase berikutnya. Dalam proses pembelajarannya, mata pelajaran
V.66. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
A. Rasional
Mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan berisi tentang
berbagai kompetensi terkait penguasaan keahlian teknik
komputer dan jaringan. Lingkup materi pada mata pelajaran ini
meliputi perencanaan dan pengalamatan jaringan, teknologi
jaringan kabel dan nirkabel, keamanan jaringan, konfigurasi
perangkat jaringan dan administrasi sistem jaringan. Mata
pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan berfungsi untuk
membekali peserta didik dengan seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan sikap agar memiliki persiapan yang cukup
untuk masuk ke dalam dunia kerja.
Peserta didik juga dibekali kemampuan untuk melakukan
pencarian pengetahuan dengan materi pelajaran melalui berbagai
aktivitas proses saintifik para ilmuwan dalam melakukan
eksperimen ilmiah. Dengan demikian, peserta didik diarahkan
untuk memahami dan menerapkan aspek digital consumer
behaviour melalui proses penemuan berbagai fakta, penemuan
konsep, dan penemuan nilai-nilai baru secara mandiri. Materi
dan capaian kompetensi pada tersebut merujuk pada
Kepmenaker RI Nomor 321 Tahun 2016 tentang Penetapan
SKKNI Kategori Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok
Telekomunikasi Bidang Teknik Komputer dan Jaringan dengan
mempertimbangkan deskriptor jenjang 2 pada KKNI. Mata
pelajaran ini diharapkan akan memampukan peserta didik untuk
(1) melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat,
informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan, serta
menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur di bawah
pengawasan; (2) menguasai pengetahuan operasional dasar dan
pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik, sehingga mampu
memilih penyelesaian yang tersedia terhadap masalah yang lazim
timbul; dan (3) bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan
dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain.
Pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan model
pembelajaran berbasis projek (project-based learning), discovery
learning, pembelajaran berbasis masalah (problem-based
learning), atau inquiry learning dan metode pembelajaran lainnya
antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, observasi,
demonstrasi yang dipilih berdasarkan karakteristik materi dan
tujuan pembelajaran. Penilaian tersebut meliputi aspek
pengetahuan melalui tes dan non-tes, sikap melalui observasi,
catatan kejadian menonjol (anecdotal record), penilaian
antarteman, penilaian diri, serta aspek keterampilan melalui
penilaian proses, produk, portofolio, dan studi kasus.
Pembelajaran Teknik Komputer dan Jaringan dilakukan dengan
sistem blok yang disesuaikan pada karakteristik materi yang
dipelajari.
Mata pelajaran ini berperan untuk membentuk peserta didik agar
memiliki keahlian pada bidang Teknik Komputer dan Jaringan,
peningkatan kemampuan berpikir komputasional, yaitu suatu
cara berpikir untuk menguraikan suatu masalah menjadi
beberapa bagian yang lebih sederhana, menemukan pola
masalah, serta menyusun beberapa langkah untuk memberikan
solusi masalah yang dialami oleh pelanggan. Penguasaan
kemampuan berpikir komputasional tersebut secara tidak
langsung dapat membiasakan peserta didik untuk bernalar kritis
dalam menghadapi permasalahan, bekerja mandiri, kreatif dalam
menemukan solusi masalah kehidupan sesuai dimensi profil
pelajar Pancasila.

B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan bertujuan
membekali peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. menerapkan perencanaan topologi, arsitektur jaringan, dan
pengalamatan jaringan;
2. menerapkan instalasi, perawatan dan perbaikan jaringan
kabel (twisted pair cable dan fiber optic), dan jaringan
nirkabel;
3. menerapkan sistem keamanan jaringan;
4. menerapkan konfigurasi perangkat jaringan; dan
5. menerapkan konfigurasi layanan server.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan berisi kompetensi-
kompetensi penguasaan keahlian teknik komputer dan jaringan.
Lingkup materi pada mata pelajaran ini meliputi perencanaan
dan pengalamatan jaringan, teknologi jaringan kabel dan
nirkabel, keamanan jaringan, pemasangan, konfigurasi
perangkat jaringan, dan administrasi sistem jaringan.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Komputer
dan Jaringan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Perencanaan dan Meliputi perencanaan topologi dan
pengalamatan arsitektur jaringan, pengumpulan
jaringan kebutuhan teknis pengguna jaringan,
pengumpulan data peralatan jaringan
dengan teknologi yang sesuai,
pengalamatan jaringan, subnetting, CIDR,
dan VLSM.
Teknologi Meliputi instalasi, pengujian, perawatan
jaringan kabel dan perbaikan jaringan kabel dan
dan nirkabel nirkabel, standar jaringan nirkabel,
teknologi layanan Voice over IP (VoIP),
jaringan fiber optic, jenis-jenis kabel fiber
optic, fungsi alat kerja fiber optic,
sambungan fiber optic, dan perbaikan
jaringan fiber optic.
Keamanan Meliputi analisis sistem keamanan
jaringan jaringan yang diperlukan, potensi
ancaman dan serangan terhadap
keamanan jaringan, langkah-langkah
penguatan host (host hardening), server
DMZ, pengujian keamanan jaringan, host
dan server, fungsi, cara kerja server
autentikasi, sistem pendeteksi dan
penahan ancaman atau serangan yang
masuk ke jaringan, tata cara pengamanan
komunikasi data menggunakan teknik
kriptografi.
Elemen Deskripsi
Konfigurasi Meliputi pemasangan perangkat jaringan
perangkat ke dalam sistem jaringan, penggantian
jaringan perangkat jaringan sesuai dengan
kebutuhan, konsep VLAN, konfigurasi dan
pengujian VLAN, proses routing, jenis-
jenis routing, konfigurasi, analisis
permasalahan, perbaikan konfigurasi
routing statis, routing dinamis, konfigurasi
NAT, analisis permasalahan internet
gateway, perbaikan konfigurasi NAT,
analisis permasalahan, perbaikan
konfigurasi proxy server, manajemen
bandwidth, dan load balancing.
Administrasi Meliputi instalasi sistem operasi jaringan,
sistem jaringan konsep kerja dan konfigurasi remote
server, DHCP server, DNS server, FTP
server, file server, web server, mail server,
database server, control panel hosting,
share hosting server, dedicated hosting
server, virtual private server, VPN server,
sistem kontrol, dan monitoring.

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik merencanakan topologi dan
arsitektur jaringan, melakukan pengalamatan jaringan,
menginstalasi dan melakukan perbaikan jaringan kabel dan
nirkabel, menerapkan keamanan jaringan, mengkonfigurasi,
memasang perangkat jaringan ke dalam sistem jaringan, dan
mengkonfigurasi server untuk memenuhi layanan jaringan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Perencanaan dan Peserta didik dapat menerapkan
pengalamatan perencanaan topologi, arsitektur
jaringan jaringan sesuai kebutuhan serta
menerapkan pengalamatan jaringan
(subnetting, CIDR, dan VLSM).
Elemen Capaian Pembelajaran
Teknologi jaringan Peserta didik dapat menerapkan
kabel dan nirkabel instalasi jaringan kabel (twisted pair
cable dan fiber optic), jaringan
nirkabel, serta menerapkan
konfigurasi layanan VoIP.
Keamanan jaringan Peserta didik dapat menerapkan
sistem keamanan jaringan.
Konfigurasi Peserta didik dapat menerapkan
perangkat jaringan konfigurasi perangkat jaringan.
Administrasi sistem Peserta didik dapat menerapkan
jaringan konfigurasi layanan server.

V.67. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK JARINGAN AKSES


TELEKOMUNIKASI
A. Rasional
Mata pelajaran Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi
merupakan kelanjutan dari mata pelajaran Dasar-dasar Teknik
Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Materi dan capaian
kompetensi tersebut merujuk pada Kepmenakertrans RI Nomor
165 Tahun 2014 tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi
dan Komunikasi Golongan Pokok Telekomunikasi bidang
Perekayasa dan Perencanaan Jaringan Selular, Kepmenaker RI
Nomor 101 Tahun 2018 tentang Penetapan SKKNI Kategori
Informasi dan Komunikasi Golongan Pokok Telekomunikasi
Bidang Instalasi Fiber Optik, Kepmenaker RI Nomor 140 Tahun
2019 tentang Penetapan SKKNI Kategori Informasi dan
Komunikasi Golongan Pokok Telekomunikasi Bidang
Telekomunikasi Satelit dengan mempertimbangkan deskriptor
jenjang kualifikasi 2 pada KKNI.
Mata pelajaran ini diharapkan akan memampukan peserta didik
untuk (1) melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan
alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan, serta
menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur di bawah
pengawasan; (2) menguasai pengetahuan operasional dasar dan
pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik, sehingga mampu
Elemen Capaian Pembelajaran
menerapkan pengoperasian alat ukur,
proses transaksi menggunakan kartu
(debit, kredit) atau dengan aplikasi
digital payment, pengoperasian alat
bantu verifikasi, packing barang
belanjaan pelanggan, input data sales,
rekapitulasi laporan transaksi
penjualan, dan pengelolaan proses
aplikasi kredit.

V.98. CAPAIAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN PERKANTORAN


A. Rasional
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran adalah mata pelajaran
kejuruan yang berisi sekumpulan kompetensi guna mencapai
penguasaan keahlian kerja di bidang manajemen perkantoran.
Mata pelajaran ini merupakan kelanjutan dari mata pelajaran
Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis pada
fase E sehingga dalam proses pelaksanaan pembelajarannya
akan lebih meningkatkan kompetensi yang telah dicapai sesuai
dengan tuntutan, tantangan, dan kebutuhan dunia kerja.
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran diberikan kepada
peserta didik pada fase F yang berfungsi untuk lebih memperkuat
dan menumbuhkembangkan profesionalisme dan kebanggaan
peserta didik terhadap keahlian (keprofesian) manajemen
perkantoran melalui pemahaman dan penerapan tentang
pengelolaan administrasi umum, komunikasi di tempat kerja,
pengelolaan kearsipan, teknologi perkantoran, pengelolaan
rapat/pertemuan, pengelolaan keuangan sederhana, serta
penatalaksanaan administrasi pada bidang spesifik (sumber daya
manusia/kepegawaian, sarana prasarana, humas dan
keprotokolan, dan lainnya) sesuai tuntutan dan kebutuhan
bidang manajemen perkantoran di dunia kerja. Berbekal
pengetahuan, keterampilan, dan sikap di bidang manajemen
perkantoran, peserta didik akan mampu berwirausaha secara
mandiri dan/atau melanjutkan pendidikan sesuai dengan
kejuruannya. Mata pelajaran ini juga diharapkan dapat
membekali peserta didik untuk: (1) melaksanakan tugas spesifik
dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang
terukur di bawah pengawasan; (2) menguasai pengetahuan
operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang
spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia
terhadap masalah yang lazim timbul; dan (3) bertanggung jawab
pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab
membimbing orang lain.
Rujukan penyusunan capaian pembelajaran pada mata pelajaran
ini, antara lain berdasarkan Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI serta Kepmenaker
RI Nomor 183 Tahun 2016 tentang Penetapan SKKNI Kategori
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi,
Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan Golongan Pokok Aktivitas
Administrasi Kantor, Aktivitas Penunjang Kantor, Aktivitas
Penunjang Kantor dan Aktivitas Usaha Lainnya Bidang
Administrasi Profesional dengan mempertimbangkan deskripsi
jenjang kualifikasi 2 pada KKNI.
Pembelajaran mata pelajaran Manajemen Perkantoran dapat
menggunakan berbagai pendekatan, strategi, model, serta
metode yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang
dipelajari untuk dapat menciptakan pembelajaran yang
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, renjana, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat
digunakan, antara lain project-based learning, problem-based
learning, discovery and inquiry learning, teaching factory, serta
model-model lainnya yang relevan.
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran berkontribusi untuk
membentuk peserta didik memiliki kompetensi sebagai staf
administrasi kantor, resepsionis, asisten arsiparis, asisten
sekretaris, layanan pelanggan (customer service), operator
komputer junior di bidang perkantoran, dan jabatan lainnya yang
berakhlak mulia, mampu berkomunikasi, bernegosiasi, mampu
bekerja dalam tim, mampu mengelola informasi/gagasan, serta
menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan
adaptif dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Selain itu,
dalam tuntutan bekerja sebagai karyawan atau pegawai, mata
pelajaran ini diharapkan dapat membekali peserta didik untuk
berwirausaha atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi.

B. Tujuan
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami pengelolaan administrasi umum;
2. memahami komunikasi di tempat kerja;
3. memahami pengelolaan kearsipan;
4. memahami teknologi perkantoran;
5. memahami pengelolaan rapat/pertemuan;
6. memahami pengelolaan keuangan sederhana;
7. memahami pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM);
8. memahami pengelolaan sarana dan prasarana; dan
9. memahami pengelolaan humas dan keprotokolan.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran pada fase F berfokus
pada pendalaman dan peningkatan penguasaan kompetensi yang
harus dimiliki oleh tenaga administrasi perkantoran atau jabatan
lain sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran membutuhkan
kemampuan ketelitian, kecepatan, dan ketepatan sehingga
mampu mengerjakan berbagai tugas perkantoran dengan cepat
dan tepat. Mata pelajaran ini memberikan pemahaman kepada
peserta didik agar mampu melaksanakan operasional
pengelolaan manajemen kantor dan layanan bisnis di tempat
kerja sebagai berikut.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Manajemen
Perkantoran adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pengelolaan Meliputi korespondensi Bahasa
administrasi umum Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat
dasar, penanganan surat (mail
handling), dokumen perjalanan dinas,
akomodasi dan transportasi perjalanan
dinas (business travelling
arrangement), serta pengelolaan jadwal
kegiatan pimpinan (daily agenda).
Komunikasi di Meliputi prosedur berkomunikasi lisan
tempat kerja dalam bahasa Indonesia, bahasa
Inggris, dan/atau bahasa asing
lainnya melalui telepon maupun
secara langsung, pelayanan kepada
kolega/pelanggan, serta mengelola
informasi di tempat kerja.
Pengelolaan Meliputi prosedur penyimpanan arsip,
kearsipan penggunaan arsip, pemeliharaan arsip,
penentuan masa retensi arsip,
penyusutan arsip, serta pengelolaan
arsip secara elektronik/digital.
Teknologi Meliputi teknik mengetik cepat
perkantoran (keyboarding), peralatan dan
perlengkapan kantor (office supplies),
mesin-mesin kantor (office machine),
aplikasi perkantoran (office software),
komputasi berbasis online (cloud
computing), serta akses data/informasi
melalui internet.
Pengelolaan Meliputi pengelolaan rapat/pertemuan
rapat/pertemuan secara online maupun offline,
penyiapan materi presentasi, dan
pembuatan notulen rapat.
Pengelolaan Meliputi pengelolaan kas kecil,
keuangan sederhana pembuatan laporan kas kecil,
pelaksanaan transaksi perbankan
Elemen Deskripsi
sederhana, serta pelaksanaan
transaksi kas dan nonkas.
Pengelolaan Sumber Meliputi peraturan ketenagakerjaan,
Daya Manusia prosedur administrasi perencanaan,
(SDM) perekrutan, pengembangan,
penghargaan, hubungan industrial,
penilaian, dan pemberhentian
karyawan.
Pengelolaan sarana Meliputi peraturan sarana dan
dan prasarana prasarana kantor, prosedur
administrasi pengadaan,
penyimpanan, penyaluran,
inventarisasi, pemeliharaan,
penghapusan sarana dan prasarana
kantor, furnitur kantor (office
furniture), interior kantor (office
arrangement), dan tata ruang kantor
(office layout).
Pengelolaan humas Meliputi khalayak humas, etika dan
dan keprotokolan kode etik profesi humas, media
komunikasi humas, kegiatan
kehumasan, peraturan keprotokolan,
dan penanganan berbagai kegiatan
keprotokolan.

D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan budaya
kerja sesuai tuntutan pekerjaan, memahami konsep diri yang
positif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam
memecahkan masalah, sedangkan pada aspek hard skills,
peserta didik mampu menerapkan pengelolaan administrasi di
bidang manajemen perkantoran, kearsipan, dan berkomunikasi
secara aktif untuk mewujudkan pelayanan prima dengan
menggunakan teknologi perkantoran terkini.
Capaian pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pengelolaan Peserta didik mampu memahami
administrasi umum pengelolaan administrasi umum,
melaksanakan korespondensi Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris,
menerapkan penanganan surat (mail
handling), pengelolaan perjalanan
dinas, serta pengelolaan jadwal
kegiatan pimpinan (daily agenda).
Komunikasi di Peserta didik mampu menerapkan
tempat kerja prosedur berkomunikasi lisan dalam
bahasa Indonesia, bahasa Inggris,
dan/atau bahasa asing lainnya, baik
melalui telepon maupun secara
langsung dalam kaitan pelayanan
kepada kolega/pelanggan, serta
mengelola informasi di tempat kerja.
Pengelolaan Peserta didik mampu menerapkan
kearsipan pengelolaan kearsipan secara manual
dan elektronik/digital.
Teknologi Peserta didik mampu menerapkan
perkantoran teknik mengetik cepat (keyboarding),
pengoperasian peralatan dan
perlengkapan kantor (office supplies),
mesin-mesin kantor (office machine),
aplikasi perkantoran (office software),
pembuatan dan penyimpanan file/data
berbasis online (cloud computing), serta
pengaksesan data/informasi melalui
internet.
Pengelolaan Peserta didik mampu menerapkan
rapat/pertemuan prosedur persiapan kegiatan
rapat/pertemuan secara online
maupun offline, penyiapan
bahan/materi presentasi, dan
pembuatan notulen rapat.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pengelolaan Peserta didik mampu menerapkan
keuangan sederhana pengelolaan kas kecil, pembuatan
laporan kas kecil, transaksi perbankan
sederhana, dan transaksi kas serta
nonkas.
Pengelolaan Sumber Peserta didik mampu memahami
Daya Manusia peraturan ketenagakerjaan dan
(SDM) menerapkan prosedur administrasi
pengelolaan sumber daya manusia
(SDM).
Pengelolaan sarana Peserta didik mampu memahami
dan prasarana peraturan sarana dan prasarana
kantor, furnitur kantor (office
furniture), interior kantor (office
arrangement), serta menerapkan tata
ruang kantor (office layout), dan
menerapkan prosedur administrasi
pengelolaan sarana dan prasarana
kantor.
Pengelolaan humas Peserta didik mampu memahami
dan keprotokolan khalayak humas, etika dan kode etik
profesi humas, pembuatan media
komunikasi humas, dan peraturan
keprotokolan, serta menerapkan
kegiatan kehumasan dan kegiatan
keprotokolan.

V.99. CAPAIAN PEMBELAJARAN MANAJEMEN LOGISTIK


A. Rasional
Mata pelajaran Manajemen Logistik merupakan mata pelajaran
yang mempelajari dasar-dasar manajemen rantai pasok (supply
chain management) yang menangani arus barang, arus informasi,
dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement),
penyimpanan (warehousing), transportasi (transportation),
distribusi (distribution), dan layanan pengantaran (delivery
Elemen Capaian Pembelajaran
penyiapan alat dan bahan, pembuatan
cetakan, pengecoran, finishing, dan
pengemasan.

V.111. CAPAIAN PEMBELAJARAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL


A. Rasional
Mata pelajaran Desain Komunikasi Visual adalah mata pelajaran
yang membangun kompetensi perancangan solusi komunikasi
visual melalui program identitas, informasi, dan persuasi dengan
menggunakan media (berbasis cetak), layar (screen), analog atau
digital, dua atau tiga dimensi, nyata atau maya (virtual), statis
atau interaktif, dan media berbasis waktu (time based media).
Merujuk pada Kepmenaker RI Nomor 301 Tahun 2016 tentang
Penetapan SKKNI Kategori Aktivitas Profesional, Ilmiah dan
Teknis Golongan Pokok Aktivitas Profesional Ilmiah dan Teknis
Lainnya Bidang Desain Grafis dan Desain Komunikasi Visual
menjelaskan bahwa Desain Grafis atau Desain Komunikasi
Visual adalah pekerjaan dalam bidang komunikasi visual yang
berhubungan dengan grafika (cetakan) dan/atau pada bidang
dua dimensi, dan statis (tidak bergerak dan bukan time-based
image) dengan mempertimbangkan deskripsi jenjang kualifikasi
2 pada KKNI.
Program identitas terkait dengan perancangan visual produk,
seperti identitas merek (brand), identitas corporate, dan lain lain.
Program informasi terkait dengan perancangan media visual
beserta fungsinya dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi.
Desain publikasi, baik cetak maupun digital, rambu petunjuk
(signage), penunjuk arah (wayfinding) infografis, dan lain lain.
Program persuasi terkait dengan perancangan media visual
terkait dengan perancangan media visual dengan fungsi
membujuk, seperti desain periklanan, desain materi promosi
pemasaran, desain permukaan kemasan (surface packaging
design), dan lain-lain. Fungsi identitas, informasi, dan persuasi
tersebut dapat berjalan sendiri sendiri ataupun secara terpadu.
Mata pelajaran Desain Komunikasi Visual berfungsi untuk
membangun kompetensi peserta didik yang mencakup
pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan solusi
atas permasalahan komunikasi visual dengan menggunakan
kreativitas, seni, dan pemanfaatan teknologi. Semua bidang
industri, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lainnya
membutuhkan dukungan dari Desain Komunikasi Visual dalam
mengomunikasikan visi, misi, produk, dan program kepada
khalayak sasarannya. Kondisi ini menjadikan Desain Komunikasi
Visual sangat dibutuhkan sehingga membuka kesempatan kerja
yang luas bagi orang orang yang memiliki keahlian di bidang ini.
Keunggulan lainnya, Desain Komunikasi Visual memiliki klaster
yang beragam dari yang paling konvensional berbasis cetak
sampai teknologi terkini berbasis online, Artificial Intellegence (AI),
dan lain sebagainya.
Mata pelajaran Desain Komunikasi Visual ini juga berfungsi
untuk menumbuhkembangkan keprofesionalan dan kebanggaan
peserta didik terhadap desain komunikasi visual melalui profil
wirausaha, peluang usaha dan pekerjaan/ profesi, proses bisnis
di dunia industri, serta perkembangan teknologi di industri dan
dunia kerja serta isu isu global. Mata pelajaran ini juga
diharapkan akan memampukan peserta didik untuk (1)
melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat,
informasi, prosedur kerja yang lazim dilakukan, dan
menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur di bawah
pengawasan; (2) menguasai pengetahuan operasional dasar dan
pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik sehingga mampu
memilih penyelesaian yang tersedia terhadap masalah yang lazim
timbul; serta (3) bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan
dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain.
Kurikulum Merdeka membebaskan sekolah dalam
mengembangkan konten pendidikannya sesuai dengan
infrastruktur maupun sumber daya manusia yang dimilikinya.
Dari sisi peserta didik akan memberikan kesempatan untuk
memilih keahlian yang sesuai dengan minat, hasrat, dan
kemampuannya. Hal tersebut akan meningkatkan rasio
keberhasilan peserta didik untuk meraih cita-citanya. Kurikulum
Merdeka mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang
kondusif untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang
desain komunikasi visual.
Perencanaan, pelaksanaan, dan penelitian pembelajaran
dilakukan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan tujuan
yang dicapai. Pembelajarannya menggunakan berbagai variasi
model pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif, dan
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
kemandirian sesuai bakat, minat, serta perkembangan fisik dan
psikologis peserta didik. Model pembelajaran yang dapat
digunakan, antara lain project-based learning, problem based
learning, teaching factory, discovery-based learning, inquiry-based
learning, atau metode dan model lain yang relevan.
Mata pelajaran Desain Komunikasi Visual berkontribusi
menjadikan peserta didik memiliki kompetensi sebagai kreator
dan desainer dalam bidang desain komunikasi visual yang
memegang teguh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, bergotong royong, bernalar kritis, mandiri,
kreatif, komunikatif, dan adaptif terhadap lingkungan sebagai
bagian dari profil pelajar Pancasila.

B. Tujuan
Mata pelajaran Desain Komunikasi Visual bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami prinsip dasar desain dan komunikasi;
2. memahami pengoperasian perangkat lunak desain;
3. memahami design brief;
4. memahami karya desain; dan
5. memahami pengetahuan dan mengelola proses produksi
desain.

C. Karakteristik
Pada hakikatnya, mata pelajaran Desain Komunikasi Visual
berfokus pada kompetensi yang bersifat wajib dan harus dimiliki
oleh kreator serta desainer dalam bidang desain komunikasi
visual sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Selain itu, pada mata pelajaran ini peserta didik dapat
menentukan peminatan dalam mempelajari produksi desain
yaitu Print Design, Videografi, Fotografi, Tipografi, Typeface
Design, Storyboarding, Ilustrasi, Sequential Art, Motion Graphic,
UI-UX Design, Concept Art, Motion Graphic Design, Environmental
Graphic Design, dan/atau lingkup lainnya yang terkait.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Desain Komunikasi
Visual adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Prinsip dasar desain Meliputi pengetahuan, keterampilan,
dan komunikasi dan sikap dalam menerapkan prinsip
dasar desain untuk merancang visual,
di antaranya kesatuan (unity),
keseimbangan (balance), komposisi
(composition), proporsi (proportion),
irama (rhythm), penekanan (emphasis),
kesederhanaan (simplicity), kejelasan
(clarity), ruang (space), membangun
kemampuan dalam memahami dan
menerapkan peran komunikator,
komunikan, serta media komunikasi
dalam perancangan komunikasi
visual.
Perangkat lunak Meliputi pengetahuan, keterampilan,
desain dan sikap dalam mengoperasikan
perangkat lunak sesuai kebutuhan
dalam lingkup Desain Komunikasi
Visual. Perangkat lunak yang
digunakan sesuai dengan peminatan
dalam lingkup Desain Komunikasi
Visual.
Menerapkan design Meliputi pengetahuan, keterampilan,
brief dan sikap dalam menerima, membaca,
memahami, dan melaksanakan
perintah melalui panduan tertulis
(brief) untuk suatu projek desain yang
membutuhkan kemampuan
Elemen Deskripsi
menentukan penyelesaian tugas
secara tepat. Secara umum, Design
Brief berisi latar belakang proyek,
tujuan yang ingin dicapai, ruang
lingkup pekerjaan, khalayak sasaran
yang dituju, media yang digunakan,
strategi kreatif dan konsep
perancangan, tenggat waktu
penyelesaian pekerjaan, serta para
pihak yang terlibat dan peranannya
dalam pekerjaan.
Karya desain Meliputi pengetahuan, keterampilan,
dan sikap dalam proses perancangan
visual secara sistematis, mulai dari
pemahaman terhadap permasalahan,
diskusi pencarian ide (brainstorming),
pengembangan alternatif hingga
menjadi karya akhir. Proses tersebut
dapat menggunakan metode design
thinking ataupun metode lainnya.
Karya desain yang dihasilkan sesuai
dengan peminatan dalam lingkup
Desain Komunikasi Visual.
Proses produksi Meliputi pengetahuan, keterampilan,
desain dan sikap dalam penerapan produksi
desain, serta pengelolaan proses
produksi yang dimulai dari
praproduksi, produksi, dan
pascaproduksi karya Desain
Komunikasi Visual. Proses produksi
desain disesuaikan dengan peminatan
dalam lingkup Desain Komunikasi
Visual.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan sikap dalam merancang visual suatu proyek
desain komunikasi visual melalui metode perancangan secara
sistematis, serta mengoperasikan aplikasi komputer desain yang
sesuai kebutuhan, meliputi desain cetak (print design),
perancangan identitas (identity design), fotografi dan videografi,
desain grafis lingkungan (environmental graphic design) atau
desain antarmuka (user interface-user experience) website, dan
aplikasi/desain gerak (motion graphic)/seni sekuensial (sequential
art), dan lainnya yang terkait.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Prinsip dasar desain Peserta didik mampu menerapkan
dan komunikasi prinsip-prinsip dalam merancang
visual serta memahami dan
menerapkan peran komunikator,
komunikan (pesan dalam komunikasi),
dan media komunikasi dalam
perancangan komunikasi visual.
Perangkat lunak Peserta didik mampu menerapkan
desain pengoperasian perangkat lunak yang
dibutuhkan dalam lingkup desain
komunikasi visual sesuai POS dan
peminatan dalam lingkup desain
komunikasi visual.
Menerapkan design Peserta didik mampu memahami dan
brief menerapkan perintah melalui panduan
tertulis (brief) untuk merancang visual
secara tepat dalam suatu proyek
desain yang diberikan oleh pemberi
tugas sesuai POS, serta berkolaborasi
dan berkomunikasi dengan tim
maupun pihak terkait.
Karya desain Peserta didik mampu menerapkan
perancangan visual secara sistematis,
mulai dari pemahaman terhadap
Elemen Capaian Pembelajaran
permasalahan, diskusi pencarian ide
(brainstorming), pengembangan
alternatif hingga menjadi karya akhir.
Adapun metode yang digunakan
adalah metode design thinking
ataupun metode lainnya sesuai POS,
berkolaborasi, dan komunikasi dengan
tim maupun pihak terkait sesuai
peminatan dalam lingkup desain
komunikasi visual.
Proses produksi Peserta didik mampu menerapkan dan
desain mengelola proses produksi desain
mulai dari praproduksi, produksi dan
pascaproduksi dalam lingkup desain
komunikasi visual sesuai POS,
berkolaborasi dan komunikasi dengan
tim ataupun pihak terkait sesuai
peminatan dalam lingkup desain
komunikasi visual.

V.112. CAPAIAN PEMBELAJARAN TEKNIK GRAFIKA


A. Rasional
Mata pelajaran Teknik Grafika merupakan mata pelajaran
kejuruan berisi kompetensi-kompetensi yang mendasari
penguasaan keahlian pekerjaan desain grafika, penyiapan acuan
cetak, perhitungan biaya cetak, teknik dan proses cetak, serta
purna cetak dan converting (purna cetak produk
packaging/kemasan). Hal ini merujuk pada Kepmenaker RI
Nomor 275 Tahun 2020 tentang Penetapan SKKNI Kategori
Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Pencetakan dan
Reproduksi Media Rekam Bidang Desain Grafika dan Produk
Grafika, dengan mempertimbangkan deskriptor jenjang
kualifikasi 2 pada KKNI.
Mata pelajaran Teknik Grafika berfungsi menumbuhkembangkan
profesionalisme dan kebanggaan peserta didik terhadap
pengetahuan dan keterampilan teknik grafika melalui

Anda mungkin juga menyukai