Metode Ilmiah dalam Rekayasa Perangkat Lunak
Metode Ilmiah dalam Rekayasa Perangkat Lunak
B. Tujuan
Mata pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak bertujuan untuk
membekali peserta didik dengan hard skills dan soft skills dalam:
1. memahami perancangan basis data dan penggunaan SQL
(Structured Query Language);
2. memahami lebih lanjut pemrograman terstruktur,
pemrograman berorientasi objek lanjutan, dasar pemodelan
perangkat lunak, dan pemrograman antar muka grafis;
3. memahami pemrograman web statis dan dinamis; dan
4. memahami penggunaan bahasa pemrograman, IDE
(Integrated Development Environment), framework, basis data
dan API (Application Programming Interface) pada
pengembangan aplikasi perangkat bergerak.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak memiliki elemen
materi seperti basis data, pemrograman berbasis teks, grafis dan
multimedia, pemrograman web, dan pemrograman perangkat
bergerak.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Rekayasa Perangkat
Lunak adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Basis data Meliputi konsep dan implementasi
perancangan basis data (struktur,
hirarki, aturan, komponen, instalasi)
dan penggunaan SQL (Structured
Query Language): Data Definition
Language, Data Manipulation
Language, Data Control Language,
perintah bertingkat, function and
stored procedure, trigger, backup dan
restore pada pengelolaan basis data.
Pemrograman Meliputi perintah eksekusi bahasa
berbasis teks, grafis, pemrograman berbasis teks, grafik,
dan multimedia dan multimedia yang
mengimplementasikan pemrograman
terstruktur, pemrograman berorientasi
objek lanjutan, pemodelan perangkat
lunak, pemrograman antarmuka GUI
(Graphical User Interface), dan
pemanfaatan pustaka (library).
Pemrograman web Meliputi bahasa pemrograman server-
side, framework dan
pendokumentasian pada pembuatan
web statis dan dinamis.
Pemrograman Meliputi penggunaan bahasa
perangkat bergerak pemrograman, IDE (Integrated
Development Environment), framework,
basis data dan API (Application
Programming Interface) pada
Elemen Deskripsi
pengembangan aplikasi perangkat
bergerak dan pendokumentasian
aplikasi perangkat bergerak.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik dapat mengimplementasikan
bahasa pemrograman, basis data dan aplikasi desain untuk
mengembangkan perangkat lunak yang mampu beroperasi dalam
berbagai perangkat atau teknologi terkini.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Basis data Peserta didik mampu menerapkan
perancangan dan pembuatan basis data
serta penggunaan SQL (Structured Query
Language).
Pemrograman Peserta didik mampu menerapkan
berbasis teks, perintah eksekusi bahasa pemrograman
grafis, dan berbasis teks, grafik, dan multimedia
multimedia yang mengimplementasikan
pemrograman terstruktur, pemrograman
berorientasi objek lanjutan, pemodelan
perangkat lunak, pemrograman
antarmuka GUI (Graphical User
Interface), dan pemanfaatan pustaka
(library).
Pemrograman web Peserta didik mampu menerapkan
bahasa pemrograman server-side,
framework, dan pendokumentasian
pada pembuatan web statis dan dinamis
untuk beragam kebutuhan yang
kontekstual.
Pemrograman Peserta didik mampu menerapkan
perangkat bergerak bahasa pemrograman bergerak, IDE
(Integrated Development Environment),
framework, basis data, API (Application
Programming Interface), dan
Elemen Capaian Pembelajaran
pendokumentasian pada aplikasi
perangkat bergerak untuk beragam
kebutuhan yang kontekstual.
B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Kendaraan Ringan bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami proses konversi energi pada kendaraan ringan;
2. memahami proses pelayanan dan manajemen bengkel
sesuai prosedur yang berlaku;
3. memahami prosedur penggunaan kendaraan ringan sesuai
buku petunjuk penggunaan kendaraan;
4. memahami perawatan berkala kendaraan ringan sesuai
dengan buku manual servis;
5. memahami perawatan dan perbaikan sistem engine
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis;
6. memahami perawatan dan perbaikan sistem pemindah
tenaga kendaraan ringan sesuai dengan buku manual
servis;
7. memahami perawatan dan perbaikan sistem sasis
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis;
8. memahami perawatan dan perbaikan sistem elektrikal
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis; dan
9. memahami perawatan sistem pengaman (safety system) dan
sistem kontrol elektronik (electronic control system)
kendaraan ringan sesuai dengan buku manual servis.
C. Karakteristik
Teknik Kendaraan Ringan mempelajari segala sesuatu yang
terkait dengan proses penggunaan, perawatan, dan perbaikan
alat transportasi kendaraan roda empat atau lebih sesuai dengan
perkembangan teknologi. Mata pelajaran ini membekali peserta
didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi
tentang teknik kendaraan ringan.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Kendaraan
Ringan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Konversi energi Meliputi proses konversi energi
kendaraan ringan kendaraan ringan, identifikasi sumber
energi kendaraan ringan, jenis-jenis
sumber energi kendaraan ringan
(gasoline, diesel, listrik, dan hybrid),
serta menentukan daya motor pada
teknik kendaraan ringan.
Proses pelayanan Meliputi alur proses penerimaan
dan manajemen service, pelaksanaan service,
bengkel kendaraan pengelolaan alat dan bahan
ringan (sparepart), proses quality check, tugas
kerja pada security, customer relation
Elemen Deskripsi
officer, sales advisor, mechanic,
toolman, dan cleaning service.
Prosedur Meliputi prosedur pengecekan sebelum
penggunaan dan sesudah berkendara, dan
kendaraan ringan mengoperasikan kendaraan transmisi
manual dan automatic.
Perawatan berkala Meliputi perawatan berkala kendaraan
kendaraan ringan 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km, dan
kelipatannya.
Sistem engine Meliputi komponen utama engine,
kendaraan ringan sistem pelumasan, sistem
pendinginan, sistem bahan bakar
gasoline/diesel (konvensional dan
elektronik), eEngine Management
System (EMS), sistem pemasukan
udara, dan sistem pembuangan dan
kontrol emisi.
Sistem pemindah Meliputi sistem clutch, sistem
tenaga kendaraan transmisi (manual dan otomatis),
ringan poros propeller, differential, dan poros
penggerak roda.
Sistem sasis Meliputi sistem rem (anti lock brake
kendaraan ringan system dan non anti lock brake
system), sistem kemudi (manual
steering, hidrolik power steering, dan
electronic power steering), sistem
suspensi roda dan ban, serta spooring
dan balancing roda.
Sistem elektrikal Meliputi baterai, jaringan kelistrikan,
kendaraan ringan sistem penerangan dan lampu tanda,
sistem wiper dan washer, sistem
power window dan central lock, electric
mirror, sistem starter, sistem
pengisian, sistem pengapian, sistem
Air Conditioning (AC), sistem audio-
video.
Elemen Deskripsi
Sistem pengaman Meliputi sistem keamanan kendaraan
dan sistem kontrol (alarm, keyless, immobilizer, dan
elektronik intelligent automotive safety system),
kendaraan ringan serta sistem kontrol elektronik.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami konversi
energi kendaraan ringan, proses pelayanan dan manajemen
bengkel kendaraan ringan, prosedur penggunaan kendaraan
ringan, perawatan berkala kendaraan ringan, sistem engine
kendaraan ringan, sistem pemindah tenaga kendaraan ringan,
sistem sasis kendaraan ringan, elektrikal kendaraan ringan, serta
sistem pengaman dan sistem kontrol elektronik kendaraan
ringan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Konversi energi Meliputi proses konversi energi kendaraan
kendaraan ringan, identifikasi sumber energi
ringan kendaraan ringan, jenis-jenis sumber
energi kendaraan ringan (gasoline, diesel,
listrik, dan hybrid), serta menentukan
daya motor pada teknik kendaraan
ringan.
Proses pelayanan Meliputi alur proses penerimaan service,
dan manajemen pelaksanaan service, pengelolaan alat dan
bengkel bahan (sparepart), proses quality check,
kendaraan tugas kerja pada security, customer
ringan relation officer, sales advisor, mechanic,
toolman, dan cleaning service.
Prosedur Meliputi prosedur pengecekan sebelum
penggunaan dan sesudah berkendara, dan
kendaraan mengoperasikan kendaraan transmisi
ringan manual dan automatic.
Perawatan Meliputi perawatan berkala kendaraan
berkala 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km, dan
kendaraan kelipatannya.
Elemen Deskripsi
ringan
Sistem engine Meliputi komponen utama engine, sistem
kendaraan pelumasan, sistem pendinginan, sistem
ringan bahan bakar gasoline/diesel
(konvensional dan
elektronik), eEngine Management System
(EMS), sistem pemasukan udara, dan
sistem pembuangan dan kontrol emisi.
Sistem pemindah Meliputi sistem clutch, sistem transmisi
tenaga (manual dan otomatis), poros propeller,
kendaraan differential, dan poros penggerak roda.
ringan
Sistem sasis Meliputi sistem rem (anti lock brake
kendaraan system dan non anti lock brake system),
ringan sistem kemudi (manual steering, hidrolik
power steering, dan electronic power
steering), sistem suspensi roda dan ban,
serta spooring dan balancing roda.
Sistem elektrikal Meliputi baterai, jaringan kelistrikan,
kendaraan sistem penerangan dan lampu tanda,
ringan sistem wiper dan washer, sistem power
window dan central lock, electric mirror,
sistem starter, sistem pengisian, sistem
pengapian, sistem Air Conditioning (AC),
sistem audio-video.
Sistem pengaman Meliputi sistem keamanan kendaraan
dan sistem (alarm, keyless, immobilizer, dan
kontrol intelligent automotive safety system), serta
elektronik sistem kontrol elektronik.
kendaraan
ringan
B. Tujuan
Mata pelajaran Geologi Pertambangan bertujuan untuk
membekali peserta didik dengan hard skills dan soft skills
dengan:
1. memahami batuan dan endapan bahan galian;
2. memahami pemetaan topografi;
3. memahami pemetaan geologi;
4. memahami teknik eksplorasi;
5. memahami pemodelan geologi;
6. memahami geologi teknik; dan
7. memahami teknik penambangan.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Geologi Pertambangan yang mempelajari tentang
bumi sebagai objek kajian dan ilmu pertambangan sebagai ilmu
terapan dalam memanfaatkan potensi-potensi geologi tersebut.
Mata pelajaran ini memiliki berbagai karakteristik yang harus
diperhatikan dalam pengorganisasian pembelajaran, yaitu terkait
dengan perkembangan teknologi; sarat dengan keterampilan;
memiliki berbagai peralatan khusus sehingga menuntut
kemahiran; kecakapan dalam pengambilan data lapangan;
memerlukan kemampuan pengoperasian peralatan praktik, dan
penggambaran hasil simulasi atau pengamatan atau pengukuran
dengan peralatan analog maupun peralatan digital serta
perangkat lunak yang sesuai dengan pekerjaannya; menuntut
ketelitian dalam pengukuran dan kemampuan matematis untuk
perencanaan; memerlukan penguasaan kompetensi
pengorganisasian pada setiap langkah persiapan, pelaksanaan
dan pengujian; memiliki kepatuhan tinggi terhadap standar
berlaku; memiliki tingkat bahaya yang tinggi sehingga diperlukan
kepatuhan terhadap K3LH dan diharapkan mampu
menerapkannya pada praktik kerja lapangan.
Pada pembelajaran, peserta didik dapat dilakukan di dalam kelas,
di luar kelas, di laboratorium atau bengkel, pembelajaran oleh
guru tamu, dan pembelajaran praktik kerja lapangan sehingga
peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan
bervariasi. Pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik
tersebut akan meningkatkan pemahaman konsep-konsep
pengetahuan, meningkatkan keterampilan teknis, dan
menumbuhkan sikap kerja secara optimal.
Struktur elemen pembangun capaian pembelajaran digambarkan
sebagai berikut.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik dapat memahami batuan dan
endapan bahan galian, menerapkan pemetaan topografi,
menerapkan pemetaan geologi, menerapkan teknik eksplorasi,
memahami pemodelan geologi, menerapkan geologi teknik, dan
memahami teknik penambangan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Batuan dan Peserta didik mampu memahami
endapan bahan batuan dan endapan bahan galian
galian yang meliputi identifikasi mineral,
batuan, dan bahan galian.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemetaan topografi Peserta didik mampu menerapkan
pemetaan topografi dari pengoperasian
dan perawatan peralatan
pengukuran, pengukuran dengan alat
ukur analog dan digital, penghitungan
data hasil pengukuran, serta membuat
peta topografi.
Pemetaan geologi Peserta didik mampu menerapkan
pemetaan geologi yang meliputi
geomorfologi, litologi, paleontologi,
stratigrafi, dan struktur geologi.
Teknik eksplorasi Peserta didik mampu menerapkan
teknik eksplorasi dengan bahan galian
yang meliputi konsep eksplorasi,
tahapan, metode, pemboran dengan
konsep eksplorasi, dan metode
sampling.
Pemodelan geologi Peserta didik mampu memahami
pemodelan geologi dengan melakukan
interpretasi geologi bawah permukaan
yang meliputi penampang geologi dua
dimensi, model geologi bawah
permukaan tiga dimensi, dan model
endapan konseptual.
Geologi teknik Peserta didik mampu menerapkan
geologi teknik dengan melaksanakan
rekayasa geoteknik menggunakan
prinsip, mekanika batuan,
menganalisis kestabilan lereng
tambang.
Teknik Peserta didik mampu memahami
penambangan teknik penambangan meliputi metode
penambangan, kegiatan
penambangan/eksploitasi
(penggalian/pemberaian menggunakan
alat gali maupun peledakan,
Elemen Capaian Pembelajaran
pemuatan, dan pengangkutan), dan
pemindahan tanah mekanis.
B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Elektronika Industri bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skill dan soft skill untuk:
1. memahami penerapan rangkaian elektronika;
2. memahami sistem kendali elektronik;
3. memahami pemrograman sistem embedded;
4. memahami antarmuka dan komunikasi data;
5. memahami sistem kendali industri; dan
6. memahami pemeliharaan dan perbaikan peralatan
elektronika industri.
C. Karakteristik
Mata pelajaran ini berpusat pada kompetensi yang harus dimiliki
peserta didik sebagai tenaga operator, teknisi, dan jabatan lain
sesuai dengan standar kualifikasi industri pada bidang teknik
elektronika industri. Mata pelajaran ini membekali peserta didik
untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi tentang
Teknik Elektronika Industri.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Elektronika
Industri adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Penerapan Meliputi penerapan penguat Op-Amp
rangkaian yang diaplikasikan sebagai rangkaian
elektronika elektronika analog dan rangkaian
elektronika digital.
Sistem kendali Meliputi sistem pengendali analog,
elektronik sistem pengendali digital, dan
rangkaian isolasi elektronik.
Pemrograman sistem Meliputi sistem embedded dan
embedded menerapkan bahasa pemrograman
pada sistem embedded.
Antarmuka dan Meliputi antarmuka dan komunikasi
komunikasi data data dengan memanfaatkan software
Object Oriented programming (OOP).
Sistem kendali Meliputi sistem kendali industri
industri dengan menggunakan relay logic, PLC,
dan HMI.
Pemeliharaan dan Meliputi POS pemeliharaan dan
perbaikan peralatan perbaikan peralatan elektronika
elektronika industri industri.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami penerapan
rangkaian elektronika, sistem kendali elektronik, pemrograman
sistem embedded, antarmuka dan komunikasi data, sistem
kendali industri, serta pemeliharaan dan perbaikan peralatan
elektronika industri.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Penerapan Peserta didik mampu menerapkan
rangkaian penguat Op-Amp yang diaplikasikan
elektronika
Elemen Capaian Pembelajaran
sebagai rangkaian elektronika analog
dan rangkaian elektronika digital.
Sistem kendali Peserta didik mampu menerapkan
elektronik sistem pengendali analog, sistem
pengendali digital, dan rangkaian
isolasi elektronik.
Pemrograman sistem Peserta didik mampu memahami
embedded sistem embedded dan menerapkan
bahasa pemrograman pada sistem
embedded.
Antarmuka dan Peserta didik mampu menerapkan
komunikasi data antarmuka dan komunikasi data
dengan memanfaatkan software Object
Oriented programming (OOP).
Sistem kendali Peserta didik mampu menerapkan
industri sistem kendali industri dengan
menggunakan relay logic, PLC, dan
HMI.
Pemeliharaan dan Peserta didik mampu menerapkan
perbaikan peralatan pemeliharaan dan perbaikan peralatan
elektronika industri elektronika.
C. Karakteristik
Pada hakikatnya mata pelajaran ini berfokus pada kompetensi
tingkat menengah dan lanjut (advance) yang harus dimiliki oleh
tenaga operator dan jabatan lain sesuai dengan perkembangan
dunia kerja bidang kimia industri. Mata pelajaran ini membekali
peserta didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan
studi tentang teknik kimia industri.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Kimia
Industri sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Asas teknik kimia Meliputi pemahaman tentang sistem
satuan (CGS, MKS, SI, FPS, British
Engineering, satuan turunan, satuan
panas, satuan molar), konversi satuan,
stoikiometri, neraca massa, neraca
energi, dan termodinamika dasar.
Operasi teknik kimia Meliputi pemahaman tentang konsep
unit operasi teknik kimia dan
peralatan operasi teknik kimia,
aplikasi fluida statis, aliran fluida
(konsep laminer dan turbulen,
kontinuitas aliran fluida), transportasi
fluida (pipes, fittings, valves, pompa,
fans, blowers, dan kompresor),
Elemen Deskripsi
pencampuran fluida, aplikasi transfer
panas (transfer panas konduksi, aliran
panas pada fluida, transfer panas pada
fluida tanpa perubahan fase, transfer
panas pada fluida dengan perubahan
fase, transfer panas radiasi, alat
penukar panas, evaporasi), aplikasi
transfer massa (difusi, absorpsi,
humidifikasi, distilasi, leaching dan
ekstraksi, drying, absorpsi, ion
exchange, membran, kristalisasi),
operasi yang melibatkan padatan
(properti padatan, solid handling, size
reduction), dan pemisahan mekanik
(screening, filtrasi, sedimentasi).
Proses industri Meliputi pemahaman tentang konsep
kimia dan perkembangan industri kimia,
diagram alir proses, utilitas (unit
penyedia air, steam, udara, listrik),
reaktor, dan proses pada industri
edible oils, industri sabun dan
detergen, industri gula, industri cat,
pewarna dan coatings, industri
fermentasi, industri farmasi, industri
agrokimia, industri minyak bumi dan
petrokimia, industri polimer, industri
kaca, industri semen, industri karet,
industri besi dan baja, industri
pengolahan pangan, dan industri pulp
dan kertas.
Kontrol proses Meliputi pemahaman tentang sistem
pengontrolan manual dan otomatis,
open loop dan close loop, alat
instrumentasi (pengukuran level,
tekanan, suhu, dan flow rate),
transmitter, controller, sistem
Elemen Deskripsi
pneumatik dan hidrolik, control valve,
process flow diagram (PFD) dan piping
and instrumentation diagram (P&ID),
dan distributed control system (DCS).
Pengolahan limbah Meliputi pemahaman tentang
pengertian dan klasifikasi limbah (air
limbah, udara emisi, limbah B3 dan
non B3), pencegahan polusi industri,
waste management, dan pengolahan
limbah (fisika, kimia, dan biologi).
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu memahami asas teknik
kimia, operasi teknik kimia, proses industri kimia, kontrol proses,
dan pengolahan limbah.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Asas teknik kimia Peserta didik mampu memahami
sistem satuan, konversi satuan,
stoikiometri, neraca massa, neraca
energi, dan termodinamika dasar.
Operasi teknik kimia Peserta didik mampu memahami
konsep unit operasi teknik kimia dan
menerapkan operasi teknik kimia,
aplikasi fluida statis, aliran fluida,
transportasi fluida, pencampuran
fluida, aplikasi transfer panas, aplikasi
transfer massa, operasi yang
melibatkan padatan, dan pemisahan
mekanik.
Proses industri Peserta didik mampu memahami
kimia konsep dan perkembangan industri
kimia, diagram alir proses, utilitas,
reaktor, dan menerapkan proses pada
industri petrokimia atau produk
turunan minyak bumi, industri bahan
Elemen Capaian Pembelajaran
kimia dasar, industri produk plastik,
industri farmasi, industri cat dan tinta,
industri produk karet, industri sabun
dan deterjen, dan industri lainnya.
Kontrol proses Peserta didik mampu memahami
sistem pengontrolan manual dan
otomatis, open loop dan close loop, alat
instrumentasi, transmitter, controller,
sistem pneumatik dan hidrolik, control
valve, PFD, P&ID, dan DCS.
Pengolahan limbah Peserta didik mampu memahami
pengertian dan klasifikasi limbah,
serta menerapkan pencegahan polusi
industri, waste management, dan
pengolahan limbah.
B. Tujuan
Mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan bertujuan
membekali peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. menerapkan perencanaan topologi, arsitektur jaringan, dan
pengalamatan jaringan;
2. menerapkan instalasi, perawatan dan perbaikan jaringan
kabel (twisted pair cable dan fiber optic), dan jaringan
nirkabel;
3. menerapkan sistem keamanan jaringan;
4. menerapkan konfigurasi perangkat jaringan; dan
5. menerapkan konfigurasi layanan server.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan berisi kompetensi-
kompetensi penguasaan keahlian teknik komputer dan jaringan.
Lingkup materi pada mata pelajaran ini meliputi perencanaan
dan pengalamatan jaringan, teknologi jaringan kabel dan
nirkabel, keamanan jaringan, pemasangan, konfigurasi
perangkat jaringan, dan administrasi sistem jaringan.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Teknik Komputer
dan Jaringan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Perencanaan dan Meliputi perencanaan topologi dan
pengalamatan arsitektur jaringan, pengumpulan
jaringan kebutuhan teknis pengguna jaringan,
pengumpulan data peralatan jaringan
dengan teknologi yang sesuai,
pengalamatan jaringan, subnetting, CIDR,
dan VLSM.
Teknologi Meliputi instalasi, pengujian, perawatan
jaringan kabel dan perbaikan jaringan kabel dan
dan nirkabel nirkabel, standar jaringan nirkabel,
teknologi layanan Voice over IP (VoIP),
jaringan fiber optic, jenis-jenis kabel fiber
optic, fungsi alat kerja fiber optic,
sambungan fiber optic, dan perbaikan
jaringan fiber optic.
Keamanan Meliputi analisis sistem keamanan
jaringan jaringan yang diperlukan, potensi
ancaman dan serangan terhadap
keamanan jaringan, langkah-langkah
penguatan host (host hardening), server
DMZ, pengujian keamanan jaringan, host
dan server, fungsi, cara kerja server
autentikasi, sistem pendeteksi dan
penahan ancaman atau serangan yang
masuk ke jaringan, tata cara pengamanan
komunikasi data menggunakan teknik
kriptografi.
Elemen Deskripsi
Konfigurasi Meliputi pemasangan perangkat jaringan
perangkat ke dalam sistem jaringan, penggantian
jaringan perangkat jaringan sesuai dengan
kebutuhan, konsep VLAN, konfigurasi dan
pengujian VLAN, proses routing, jenis-
jenis routing, konfigurasi, analisis
permasalahan, perbaikan konfigurasi
routing statis, routing dinamis, konfigurasi
NAT, analisis permasalahan internet
gateway, perbaikan konfigurasi NAT,
analisis permasalahan, perbaikan
konfigurasi proxy server, manajemen
bandwidth, dan load balancing.
Administrasi Meliputi instalasi sistem operasi jaringan,
sistem jaringan konsep kerja dan konfigurasi remote
server, DHCP server, DNS server, FTP
server, file server, web server, mail server,
database server, control panel hosting,
share hosting server, dedicated hosting
server, virtual private server, VPN server,
sistem kontrol, dan monitoring.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik merencanakan topologi dan
arsitektur jaringan, melakukan pengalamatan jaringan,
menginstalasi dan melakukan perbaikan jaringan kabel dan
nirkabel, menerapkan keamanan jaringan, mengkonfigurasi,
memasang perangkat jaringan ke dalam sistem jaringan, dan
mengkonfigurasi server untuk memenuhi layanan jaringan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Perencanaan dan Peserta didik dapat menerapkan
pengalamatan perencanaan topologi, arsitektur
jaringan jaringan sesuai kebutuhan serta
menerapkan pengalamatan jaringan
(subnetting, CIDR, dan VLSM).
Elemen Capaian Pembelajaran
Teknologi jaringan Peserta didik dapat menerapkan
kabel dan nirkabel instalasi jaringan kabel (twisted pair
cable dan fiber optic), jaringan
nirkabel, serta menerapkan
konfigurasi layanan VoIP.
Keamanan jaringan Peserta didik dapat menerapkan
sistem keamanan jaringan.
Konfigurasi Peserta didik dapat menerapkan
perangkat jaringan konfigurasi perangkat jaringan.
Administrasi sistem Peserta didik dapat menerapkan
jaringan konfigurasi layanan server.
B. Tujuan
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami pengelolaan administrasi umum;
2. memahami komunikasi di tempat kerja;
3. memahami pengelolaan kearsipan;
4. memahami teknologi perkantoran;
5. memahami pengelolaan rapat/pertemuan;
6. memahami pengelolaan keuangan sederhana;
7. memahami pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM);
8. memahami pengelolaan sarana dan prasarana; dan
9. memahami pengelolaan humas dan keprotokolan.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran pada fase F berfokus
pada pendalaman dan peningkatan penguasaan kompetensi yang
harus dimiliki oleh tenaga administrasi perkantoran atau jabatan
lain sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.
Mata pelajaran Manajemen Perkantoran membutuhkan
kemampuan ketelitian, kecepatan, dan ketepatan sehingga
mampu mengerjakan berbagai tugas perkantoran dengan cepat
dan tepat. Mata pelajaran ini memberikan pemahaman kepada
peserta didik agar mampu melaksanakan operasional
pengelolaan manajemen kantor dan layanan bisnis di tempat
kerja sebagai berikut.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Manajemen
Perkantoran adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pengelolaan Meliputi korespondensi Bahasa
administrasi umum Indonesia dan Bahasa Inggris tingkat
dasar, penanganan surat (mail
handling), dokumen perjalanan dinas,
akomodasi dan transportasi perjalanan
dinas (business travelling
arrangement), serta pengelolaan jadwal
kegiatan pimpinan (daily agenda).
Komunikasi di Meliputi prosedur berkomunikasi lisan
tempat kerja dalam bahasa Indonesia, bahasa
Inggris, dan/atau bahasa asing
lainnya melalui telepon maupun
secara langsung, pelayanan kepada
kolega/pelanggan, serta mengelola
informasi di tempat kerja.
Pengelolaan Meliputi prosedur penyimpanan arsip,
kearsipan penggunaan arsip, pemeliharaan arsip,
penentuan masa retensi arsip,
penyusutan arsip, serta pengelolaan
arsip secara elektronik/digital.
Teknologi Meliputi teknik mengetik cepat
perkantoran (keyboarding), peralatan dan
perlengkapan kantor (office supplies),
mesin-mesin kantor (office machine),
aplikasi perkantoran (office software),
komputasi berbasis online (cloud
computing), serta akses data/informasi
melalui internet.
Pengelolaan Meliputi pengelolaan rapat/pertemuan
rapat/pertemuan secara online maupun offline,
penyiapan materi presentasi, dan
pembuatan notulen rapat.
Pengelolaan Meliputi pengelolaan kas kecil,
keuangan sederhana pembuatan laporan kas kecil,
pelaksanaan transaksi perbankan
Elemen Deskripsi
sederhana, serta pelaksanaan
transaksi kas dan nonkas.
Pengelolaan Sumber Meliputi peraturan ketenagakerjaan,
Daya Manusia prosedur administrasi perencanaan,
(SDM) perekrutan, pengembangan,
penghargaan, hubungan industrial,
penilaian, dan pemberhentian
karyawan.
Pengelolaan sarana Meliputi peraturan sarana dan
dan prasarana prasarana kantor, prosedur
administrasi pengadaan,
penyimpanan, penyaluran,
inventarisasi, pemeliharaan,
penghapusan sarana dan prasarana
kantor, furnitur kantor (office
furniture), interior kantor (office
arrangement), dan tata ruang kantor
(office layout).
Pengelolaan humas Meliputi khalayak humas, etika dan
dan keprotokolan kode etik profesi humas, media
komunikasi humas, kegiatan
kehumasan, peraturan keprotokolan,
dan penanganan berbagai kegiatan
keprotokolan.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan budaya
kerja sesuai tuntutan pekerjaan, memahami konsep diri yang
positif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam
memecahkan masalah, sedangkan pada aspek hard skills,
peserta didik mampu menerapkan pengelolaan administrasi di
bidang manajemen perkantoran, kearsipan, dan berkomunikasi
secara aktif untuk mewujudkan pelayanan prima dengan
menggunakan teknologi perkantoran terkini.
Capaian pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pengelolaan Peserta didik mampu memahami
administrasi umum pengelolaan administrasi umum,
melaksanakan korespondensi Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris,
menerapkan penanganan surat (mail
handling), pengelolaan perjalanan
dinas, serta pengelolaan jadwal
kegiatan pimpinan (daily agenda).
Komunikasi di Peserta didik mampu menerapkan
tempat kerja prosedur berkomunikasi lisan dalam
bahasa Indonesia, bahasa Inggris,
dan/atau bahasa asing lainnya, baik
melalui telepon maupun secara
langsung dalam kaitan pelayanan
kepada kolega/pelanggan, serta
mengelola informasi di tempat kerja.
Pengelolaan Peserta didik mampu menerapkan
kearsipan pengelolaan kearsipan secara manual
dan elektronik/digital.
Teknologi Peserta didik mampu menerapkan
perkantoran teknik mengetik cepat (keyboarding),
pengoperasian peralatan dan
perlengkapan kantor (office supplies),
mesin-mesin kantor (office machine),
aplikasi perkantoran (office software),
pembuatan dan penyimpanan file/data
berbasis online (cloud computing), serta
pengaksesan data/informasi melalui
internet.
Pengelolaan Peserta didik mampu menerapkan
rapat/pertemuan prosedur persiapan kegiatan
rapat/pertemuan secara online
maupun offline, penyiapan
bahan/materi presentasi, dan
pembuatan notulen rapat.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pengelolaan Peserta didik mampu menerapkan
keuangan sederhana pengelolaan kas kecil, pembuatan
laporan kas kecil, transaksi perbankan
sederhana, dan transaksi kas serta
nonkas.
Pengelolaan Sumber Peserta didik mampu memahami
Daya Manusia peraturan ketenagakerjaan dan
(SDM) menerapkan prosedur administrasi
pengelolaan sumber daya manusia
(SDM).
Pengelolaan sarana Peserta didik mampu memahami
dan prasarana peraturan sarana dan prasarana
kantor, furnitur kantor (office
furniture), interior kantor (office
arrangement), serta menerapkan tata
ruang kantor (office layout), dan
menerapkan prosedur administrasi
pengelolaan sarana dan prasarana
kantor.
Pengelolaan humas Peserta didik mampu memahami
dan keprotokolan khalayak humas, etika dan kode etik
profesi humas, pembuatan media
komunikasi humas, dan peraturan
keprotokolan, serta menerapkan
kegiatan kehumasan dan kegiatan
keprotokolan.
B. Tujuan
Mata pelajaran Desain Komunikasi Visual bertujuan membekali
peserta didik dengan hard skills dan soft skills untuk:
1. memahami prinsip dasar desain dan komunikasi;
2. memahami pengoperasian perangkat lunak desain;
3. memahami design brief;
4. memahami karya desain; dan
5. memahami pengetahuan dan mengelola proses produksi
desain.
C. Karakteristik
Pada hakikatnya, mata pelajaran Desain Komunikasi Visual
berfokus pada kompetensi yang bersifat wajib dan harus dimiliki
oleh kreator serta desainer dalam bidang desain komunikasi
visual sesuai dengan perkembangan dunia kerja.
Selain itu, pada mata pelajaran ini peserta didik dapat
menentukan peminatan dalam mempelajari produksi desain
yaitu Print Design, Videografi, Fotografi, Tipografi, Typeface
Design, Storyboarding, Ilustrasi, Sequential Art, Motion Graphic,
UI-UX Design, Concept Art, Motion Graphic Design, Environmental
Graphic Design, dan/atau lingkup lainnya yang terkait.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Desain Komunikasi
Visual adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Prinsip dasar desain Meliputi pengetahuan, keterampilan,
dan komunikasi dan sikap dalam menerapkan prinsip
dasar desain untuk merancang visual,
di antaranya kesatuan (unity),
keseimbangan (balance), komposisi
(composition), proporsi (proportion),
irama (rhythm), penekanan (emphasis),
kesederhanaan (simplicity), kejelasan
(clarity), ruang (space), membangun
kemampuan dalam memahami dan
menerapkan peran komunikator,
komunikan, serta media komunikasi
dalam perancangan komunikasi
visual.
Perangkat lunak Meliputi pengetahuan, keterampilan,
desain dan sikap dalam mengoperasikan
perangkat lunak sesuai kebutuhan
dalam lingkup Desain Komunikasi
Visual. Perangkat lunak yang
digunakan sesuai dengan peminatan
dalam lingkup Desain Komunikasi
Visual.
Menerapkan design Meliputi pengetahuan, keterampilan,
brief dan sikap dalam menerima, membaca,
memahami, dan melaksanakan
perintah melalui panduan tertulis
(brief) untuk suatu projek desain yang
membutuhkan kemampuan
Elemen Deskripsi
menentukan penyelesaian tugas
secara tepat. Secara umum, Design
Brief berisi latar belakang proyek,
tujuan yang ingin dicapai, ruang
lingkup pekerjaan, khalayak sasaran
yang dituju, media yang digunakan,
strategi kreatif dan konsep
perancangan, tenggat waktu
penyelesaian pekerjaan, serta para
pihak yang terlibat dan peranannya
dalam pekerjaan.
Karya desain Meliputi pengetahuan, keterampilan,
dan sikap dalam proses perancangan
visual secara sistematis, mulai dari
pemahaman terhadap permasalahan,
diskusi pencarian ide (brainstorming),
pengembangan alternatif hingga
menjadi karya akhir. Proses tersebut
dapat menggunakan metode design
thinking ataupun metode lainnya.
Karya desain yang dihasilkan sesuai
dengan peminatan dalam lingkup
Desain Komunikasi Visual.
Proses produksi Meliputi pengetahuan, keterampilan,
desain dan sikap dalam penerapan produksi
desain, serta pengelolaan proses
produksi yang dimulai dari
praproduksi, produksi, dan
pascaproduksi karya Desain
Komunikasi Visual. Proses produksi
desain disesuaikan dengan peminatan
dalam lingkup Desain Komunikasi
Visual.
D. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, peserta didik memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan sikap dalam merancang visual suatu proyek
desain komunikasi visual melalui metode perancangan secara
sistematis, serta mengoperasikan aplikasi komputer desain yang
sesuai kebutuhan, meliputi desain cetak (print design),
perancangan identitas (identity design), fotografi dan videografi,
desain grafis lingkungan (environmental graphic design) atau
desain antarmuka (user interface-user experience) website, dan
aplikasi/desain gerak (motion graphic)/seni sekuensial (sequential
art), dan lainnya yang terkait.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Prinsip dasar desain Peserta didik mampu menerapkan
dan komunikasi prinsip-prinsip dalam merancang
visual serta memahami dan
menerapkan peran komunikator,
komunikan (pesan dalam komunikasi),
dan media komunikasi dalam
perancangan komunikasi visual.
Perangkat lunak Peserta didik mampu menerapkan
desain pengoperasian perangkat lunak yang
dibutuhkan dalam lingkup desain
komunikasi visual sesuai POS dan
peminatan dalam lingkup desain
komunikasi visual.
Menerapkan design Peserta didik mampu memahami dan
brief menerapkan perintah melalui panduan
tertulis (brief) untuk merancang visual
secara tepat dalam suatu proyek
desain yang diberikan oleh pemberi
tugas sesuai POS, serta berkolaborasi
dan berkomunikasi dengan tim
maupun pihak terkait.
Karya desain Peserta didik mampu menerapkan
perancangan visual secara sistematis,
mulai dari pemahaman terhadap
Elemen Capaian Pembelajaran
permasalahan, diskusi pencarian ide
(brainstorming), pengembangan
alternatif hingga menjadi karya akhir.
Adapun metode yang digunakan
adalah metode design thinking
ataupun metode lainnya sesuai POS,
berkolaborasi, dan komunikasi dengan
tim maupun pihak terkait sesuai
peminatan dalam lingkup desain
komunikasi visual.
Proses produksi Peserta didik mampu menerapkan dan
desain mengelola proses produksi desain
mulai dari praproduksi, produksi dan
pascaproduksi dalam lingkup desain
komunikasi visual sesuai POS,
berkolaborasi dan komunikasi dengan
tim ataupun pihak terkait sesuai
peminatan dalam lingkup desain
komunikasi visual.