0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Diunggah oleh

kornelius kroon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Diunggah oleh

kornelius kroon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL ILMU MANAJEMEN UNIVERSITAS TADULAKO

Vol. 1, No. 1, Januari 2015, 001-006


ISSNONLINE 2443-3578/ISSN PRINTED 2443-1850

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL


DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI
BURSAEFEK INDONESIA (BEI)

ANITA RAHMAWATI
DJAYANI NURDIN
CICI RIYANTI K. BIDIN
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Tadulako
email: [Link]@[Link]

Abstract
The value of the company reflects investor’s perception on the success of a company that are often
associated with stock prices. High stock price influences the value of the company's and will impress
the market of company's current and future performances. The purpose of this study is to determine
the influence of managerial ownership and the size of the company to the value of the company in the
manufacturing industry listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period of 2011-2012.
Population consists of manufacturing industry with managerial ownership whose shares are listed and
actively traded on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in the period 2011-2012. The data in this
research is secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange. Sampling method is
purposive sampling. The number of samples taken based on the criteria is 20 companies. Data
analysis method is multiple linear regression analysis. The test results show that managerial
ownership and firm size simultaneously have significant influence on the value of manufacturing
companies in the Indonesia Stock Exchange. Partially, managerial ownership and the size of the
company significantly have negative influence on the value of companies in the manufacturing
industry in the Indonesia Stock Exchange.
Keywords: corporate values, managerial ownership, firm size.

Abstrak
Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang
sering dikaitkan dengan harga saham, harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga
tinggi, nilai perusahaan yang tinggi akan membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja
perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa depan. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan terhadap nilai
perusahaan pada industrimanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun
2011-2012. Populasi dalam penelitian ini adalah industri manufaktur dengan kepemilikan manajerial
yang sahamnya terdaftar dan aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-
[Link] yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek
Indonesia. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive [Link] sampel
yang diambil yaitu sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan sebanyak 20 perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil pengujian ini menemukan bahwa secara simultan variabel kepemilikan manajerial dan ukuran
perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan industri manufaktur di Bursa Efek
[Link] parsial variabel kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada industri manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Kata Kunci: nilai perusahaan, kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan.

1. PENDAHULUAN
Menghadapi era industrialisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap perusahaan harus
meningkatkan daya saing secara [Link] yang semakin meningkat baik
dipasar domestik maupun dipasar internasional, menuntut perusahaan untuk dapat mempertahankan
atau memperoleh keuntungan kompetitif dengan cara memperhatikan dengan penuh pada kegiatan

1
Rahmawati, A.

operasional dan finansial [Link] upaya yangdilakukan oleh para pemilik dan pemegang
saham adalah dengan memperkerjakan tenaga ahli atau profesional untuk di posisikan sebagai manajer
ataupun komisaris untuk mengelola perusahaan.
Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memakmurkan pemilik perusahaan atau pemegang
saham. Tujuan ini dapat diwujudkan dengan memaksimumkan nilai perusahaan dengan asumsi bahwa
pemilik perusahaan atau pemegang saham akan makmur jika kekayaanya meningkat.
Menurut Hougen dalam Utomo (2000) nilai perusahaan dapat didefinisikan dari harga sahamnya.
Short dan Keasy dalam Utomo (2000) menyatakan bahwa nilai pasar suatu saham dapat dipergunakan
sebagai tolak ukur nilai perusahaan yang sebenarnya. Hal tersebut menurut Himmelberg dalam Utomo
(2000) disebabkan karena harga pasar saham yang mengandung harapan mengenai masa depan suatu
perusahaan. Secara sederhana definisi saham yaitu surat berharga sebagai bukti penyertaan atau
kepemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan. Dimana menurut Short dan Keasy
dalam Utomo (2000) nilai perusahaan ini menggunakan tolak ukur nilai pasar suatu saham.
Kepemilikan manajerial adalah situasi dimana manajer memiliki saham perusahaan atau dengan
kata lain manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham perusahaan (Cristiawan dan Tarigan,
2007). Konflik keagenan bisa dikurangi bila manajer yang memiliki saham perusahaan tertentu akan
berbeda dengan manajer yang murni sebagai manajer. Manajer yang sekaligus pemegang saham akan
berusaha meningkatkan nilai perusahaan, karena dengan meningkatnya nilai perusahaan maka nilai
kekayaannya sebagai pemegang saham akan meningkat pula. Dengan kepemilikan manajerial, seorang
manajer yang sekaligus pemegang saham tidak ingin perusahaan mengalami kebangkrutan.
Kebangkrutan usaha akan merugikan manajer karena kehilangan insentif dan pemegang saham akan
kehilangan returnbahkan dana yang di investasikan.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah kepemilikan manajerial untuk menyamakan
kepentingan principal dan [Link] manajerial (managerial ownership) adalah tingkat
kepemilikan saham pihak manajemen secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan, misalnya
direktur dan komisaris (Wahidahwati, 2002).Kepemilikan manajerial ini diukur dengan porsi saham
yang dimiliki perusahaan pada akhir tahun dan dinyatakan dalam prentase.
Perusahaan besar dapat mengakses pasar [Link] akses terhadap berbagai sumber daya
memungkinkan perusahaan memiliki fleksibilitas dan kemampuan untuk mendapatkan dana. Ukuran
perusahaan dapat diartikan sebagai besar kecilnya perusahaan dilihat dari besarnya nilai equity, nilai
perusahaan, ataupun hasil nilai aktiva dari suatu persahaan (Bambang Riyanto, 2013). Besar kecilnya
ukuran suatu perusahaan akan berpengaruh terhadap struktur modal, semakin besar perusahaan maka
akan semakin besar pula dana yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan investasi. Semakin besar
ukuran suatu perusahaan, maka kecenderungan menggunakan modal asing juga semakin besar. Hal ini
disebabkan karena perusahaan besar membutuhkan dana yang besar pula untuk menunjang
operasionalnya, dan salah satu alternatif pemenuhannya adalah dengan modal asing apabila modal
sendiri tidak mencukupi.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang diangkat adalah:
1. ApakahKepemilikan manajerialdan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh
terhadap nilai perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI)?
2. Apakah Kepemilikan manajerialsecara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada
industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
3. Apakah Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada
industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

2
JURNAL ILMU MANAJEMEN UNIVERSITAS TADULAKO
Vol. 1, No. 1, Januari 2015, 001-006
ISSNONLINE 2443-3578/ISSN PRINTED 2443-1850

2. KAJIAN LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS


Manufaktur merupakan suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu medium
proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk [Link] ini melibatkan semua
proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi komponen-komponen suatu produk,
Manufaktur dapat di definisikan dari dua sisi yaitu Teknologi dan Ekonomi. Dari sisi Teknologi
manufaktur merupakan aplikasi dari proses fisika dan kimia untuk mengubah geometri, property dan
atau tampilan material awal menjadi part atau produk, manufaktur termasuk juga perakitan beberapa
part menjadi produk. Proses manufaktur melibatkan kombinasi dari machinery, tools, power dan
tenaga kerja. Sedangkan Dari sisi Ekonomi, manufaktur merupakan transformasi material menjadi
item yang mempunyai penambahan nilai (value) melalui suatu proses atau [Link] Modal
adalah bauran atau perpaduan dari utang, saham preferen, saham biasa yang dikehendaki perusahaan
dalam struktur modalnya. (Weston dan Brigham, 2005),
Kepemilikan manajerial merupakan suatu keadaan dimana pihak pengelola perusahaan juga
mempunyai bagian kepemilikan perusahaan dalam bentuk saham (Insider Ownersip) . Kepemilikan
manajerial merupakan suatu hal yang menarik jika dikaitkan dengan teori keagenan, dimana principal
merupakan pihak yang memberikan mandate kepada manajer yang bertindak sebagai agen sekaligus
pemegang saham. Kepemilikan manajerial ini merupakan informasi penting bagi pengguna laporan
[Link] karena itu, kepemilikan manajerial ini dimuat dalam laporan keuangan yang
dinyatakan dalam bentuk persentase kepemilikan saham oleh manajer atau Insider Ownership.
Suatu perusahaan bisa saja dikatakan sebagai perusahaan besar, jika kekayaan yang dimilikinya
besar. Demikian pula sebaliknya, perusahaan tersebut dikatakan kecil, jika kekayaan yang dimilikinya
adalah sedikit. Menurut Sujoko dan Soebiantoro (2007) ukuran perusahaan merupakan cerminan besar
kecilnya perusahaan yang nampak dalam nilai total aktiva perusahaan pada neraca akhir tahun. Soliha
dan Taswan (2003) menyatakan bahwa perusahaan besar umumnya memiliki fleksibilitas dan
aksebilitas yang tinggi dalam masalah pendanaan di pasar modal.
Pada penelitian ini akan digunakan total aktiva untuk mengukur ukuran perusahaan karena nilai
aktiva relatif lebih stabil dibandingkan penjualan (Sulistiono, 2010). Ukuran perusahaan menunjukkan
besar kecilnya perusahaan yang dapat dilihat dari besar kecilnya total aktiva yang dimiliki. Jadi salah
satu tolak ukur yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan adalah total aktiva dari perusahaan
tersebut. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang
sering dikaitkan dengan harga saham (Sujoko dan Soebiantoro, 2007, dalam Hardiayanti 2012).Harga
saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi akan membuat
pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di
masa depan.
Menurut Christiawan dan Tarigan (2007), ada beberapa konsep yang menjelaskan nilai perusahaan
yaitu nilai nominal, nilai intrinsik, nilai likuiditas, nilai buku, dan nilai pasar. Nilai nominal adalah
nilai yang tercantum secara formal dalam anggaran dasar [Link] likuiditas adalah nilai jual
seluruh asset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban yang harus [Link] buku adalah
nilai perusahaan yang dihitung dengan dasar konsep akuntansi. Nilai pasar adalah harga yang terjadi
dari proses tawar-menawar di pasar saham sedangkan konsep yang paling representatif untuk
menentukan nilai suatu perusahaan adalah konsep intrinsik. Nilai perusahaan dalam konsep nilai
intrinsik ini bukan sekedar harga dari sekumpulan nilai asset, melainkan nilai perusahaan sebagai
entitas bisnis yang memiliki kemampuan menghasilkan dikemudian hari.
Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian ini sebagai
berikut:

3
Rahmawati, A.

H1 : Kepemilikan manajerialdan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap nilai


perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
H2 : Kepemilikan manajerial secara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada industri
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
H3 : Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada industri
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

3. METODE PENELITIAN
Menjawab permasalahan dan hipotesis penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian uji
hipotesis, yang menguji pengaruh kepemilikan manajerial dan ukuran perusahaan terhadap nilai
perusahaan. Menurut Sekaran (2000:48), penelitian uji hipotesis adalah untuk menguji pengaruh atau
hubungan dua atau variabel dan juga untuk menguji perbedaan dua atau lebih variabel.
Berdasarkan permasalahan dan hipotesis yang akan diuji, maka jenis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah berupa data sekunder yaitu data informasi keuangan yang tersaji dalam bentuk
deskripsi tentang kondisi keuangan suatu perusahaan. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan
oleh lembaga pengumpulan data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data (Kuncoro,
2009:148).Data sekunder yang digunakan adalah informasi keuangan dari Indonesian Capital Market
Directory 2011, dan [Link] merupakan ringkasan data keuangan, pemegang saham, alamat
terbaru, dan perkembangan saham dari seluruh emiten dipasar modal yang diterbitkan oleh ECFIN
(Economic and Finance Institute). Data yang dipergunakan meliputi rasio kepemilikan manajerial,
ukuran perusahaan, dan nilai perusahaan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini
adalah analisis regresi linear berganda.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Pengaruh Kepemilikan Manajerial (X1) terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil pengujian
menunjukkan nilai variabel kepemilikan manajerial diperoleh nilai t hitung sebesar -1.932 dengan
taraf signifikansi 0.061 lebih kecil dari 0.05. Dengan demikian H0 diterima. Hal ini menunjukkan
bahwa secara parsial variabel Kepemilikan Manajerial mempunyai pengaruh negatif terhadap Nilai
Perusahaan, ini terlihat dari hasil koefisien regresi yang bernilai negatif. Hal ini terlihat pada
rendahnya kepemilikan saham oleh manajerial pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia. Rendahnya kepemilikan saham oleh manajerial tersebut disebabkan kurangnya
kepercayaan pasar terhadap manajer. Dimana segala sesuatu yang dilakukan oleh manajer, pasar
akan bereaksi atau belaku negatif terhadap keputusan manajer.
2. Pengaruh Ukuran Perusahaan (X2) Nilai Perusahaan (Y). Hasil pengujian menunjukkan nilai
variabel Ukuran Perusahaan diperoleh nilai t hitung sebesar -5.332 dengan taraf signifikansi 0.5
lebih kecil dari 0.000. Dengan demikian H0 diterima. Hal ini membuktikan bahwa variabel Ukuran
Perusahaan secara negatif mempengaruhi Nilai Perusahaan industri manufaktur di Bursa Efek
Indonesia yang ditunjukkan dengan koefisien regresi yang negatif. Hal ini disebabkan karena pada
industri manufaktur memilki aset yang besar namun aset tersebut merupakan aset yang tidak
produktif, dimana hal tersebut terlihat pada jumlah aset tidak lancar yang besar sehingga ukuran
perusahaan memberikan pengaruh turunnya nilai perusahaan pada sebagian besar industri
manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

5. KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan
Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
Nilai Perusahaan Industri Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.

4
JURNAL ILMU MANAJEMEN UNIVERSITAS TADULAKO
Vol. 1, No. 1, Januari 2015, 001-006
ISSNONLINE 2443-3578/ISSN PRINTED 2443-1850

2. Kepemilikan Manajerial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan Industri
Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
3. Ukuran Perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan Industri
Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Saran
1. Bagi penelitian selanjutnya, dianjurkan sebaiknya menambah variabel-variabel lain selain variabel
yang digunakan dalam penelitian ini yang mungkin berpengaruh terhadap nilai perusahaan, seperti
kebijakan hutang, kebijakan diveden, struktur modal, pertumbuhan perusahaan, profitabilitas,
keputusan pendanaan, keputusan investasi. Serta menambah rentang waktu penelitian karena dalam
penelitian ini hanya mengambil rentang waktu yang cukup singkat.
2. Bagi perusahaan ataupun manajer serta pengelola perusahaan yang akan menetapkan
kebijakankebijakan perusahaan dimasa yang akan datang, sebaiknya mempertimbangkan kebijakan
apa saja yang berkaitan dengan variabel-veriabel dalam meningkatkan nilai perusahaan, sehingga
keputusan yang diambil oleh para manajer atau pun para pengelola adalah keputusan yang terbaik
untuk perusahaan dimasa yang akan datang serta dapat meningkatkan nilai perusahaan tersebut.

6. REFERENSI
Agnes. (2010). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal
Antari, Praidy Prati Ayu Dewa & Dana, Made I. (2011). Pengaruh Struktur Modal, Kepemilikan
Manajerial, dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal
Brigham, Eguene F & Houston, Joel. (2010)., Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Salemba Empat,
Jakarta
Christiawan, Yulius Jogi & Josua Tarigan. (2009). Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang,
Kinerja & Nilai Perusahaan.
Fadli, Warzuqni Arli (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan
Manufaktur Go Public Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007. Skripsi,
Fahmi, Irham. (2013). Pengantar Manajemen Keuangan, Alfabeta, Bandung
Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Edisi Lima.
Semarang: Universitas Diponegoro
Jimmi, Farid. (2008). Pengaruh Hutang dan Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan pada
Perusahaan Manufaktur. Jurnal Akuntansi FE [Link] 3 No.1, 2008.
Keown, K., M. Petty. And Scoutt. (2004). Manajemen Keuangan 1 dan 2. Edisi 9 ( terjemahan).
Jakarta. Indeks
Mahadwarta. (2012). Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Investasi Perusahaan Terhadap Nilai
Perusahaan. Skripsi
Mutiya, Ayu. (2012). Pengaruh Struktur Kepemilikan, Struktur Modal, Dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan LQ-45 Yang Terdaftar di BEI [Link]
Putra, Andhika Surya (2012). Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial,
Terhadap Kinerja Perusahaan Serta Dampaknya Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal
Rachmawati, Andri. Dan Triatmoko Hanung. (2007). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Kualitas Laba dan Nilai [Link]
Riyanto Bambang, 2013. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4, Cetakan Keempat, BPFE.
Yogyakarta
Safrida, Eli. (2010). Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan, Profitabilitas, Dan Ukuran
Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi Riset, Prodi Akuntansi UPI.

5
Rahmawati, A.

Sartono, Agus (2012). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4, Cetakan Keenam
[Link]
Sasurya, Aris & Nadia Asandimitra. (2013). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Keputusan Investasi,
Keputusan Pendanaan, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai [Link] Ilmu
Manajemen. Vol 1 Nomor 2.
Siallagan, Hamonangan dan Mas’ud Mafoedz. (2006). Mekanisme Corporate Governance, Kualitas
Laba, dan Nilai Perusahaan, Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang.
Soliha, ET. (2002). Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan Serta Beberapa Faktor
Yang [Link] Bisnis dan Ekonomi Vol 9, STIE STIKUBANK.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung.
Sulistiono. (2010). “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan
pada Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI. Jurnal
Taswan. (2003). “Analisis Pengaruh Insider Ownership, Kebijakan Hutang, dan Dividen Terhadap
Nilai Perusahaan Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya:.Jurnal Ekonomi dan Bisnis,
Vol, No.2, 162-181
Utomo, M. Muslim. (2002). Praktek Pengungkapan Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Di
Indonesia (Studi Perbandingan Antara Perusahaan High Profile & Low Profile).Simposium
Nasional Akuntansi III, IAI
Wahidahwati. (2002). “Pengaruh Kepemilikan Manajerial Institusional Pada Kebijakan Hutang
Perusahaan: Sebuah Perspektif Theory Agency”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 41-45
Weston, Fred, J dan Thomas, E Copeland. (1997). Manajemen Keuangan Jilid 2. Jakarta: Binarupa
Aksara
Wiyono, Indriana Lany. (2012). Pengaruh Struktur Kepemilikan, Kebijakan Dividen, Dan Ukuran
Perusahaan, Terhadap Nilai Perusahaan Pada Industri Manufaktur Yang Terdaftar DiBursa
Efek Indonesia Periode 2009-2011.

Anda mungkin juga menyukai