KATA PENGANTAR
Dalam kebijakan dan program Manajemen Talenta Nasional (MTN) dan Desain Besar Olahraga
Nasional (DBON), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek)
menjadi bagian dari melaksanakan tugas pengembangan talenta bidang olahraga. Dalam hal ini,
peran yang dilaksanakan oleh Kemdikbudristek adalah menyiapkan bibit-bibit talenta olahraga yang
bersumber dari peserta didik yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga.
Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) kemudian bertugas melakukan identifikasi,
pengembangan, dan aktualisasi untuk menghasilkan peserta didik berprestasi di bidang olahraga.
Salah satu yang dilakukan adalah memprogramkan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
(O2SN) setiap tahun pada semua jenjang pendidikan.
Menandai semangat Merdeka Belajar, Merdeka Berprestasi, untuk pulih sepenuhnya dari
keterpurukan karena pandemi, setelah adaptasi terobosan pelaksanaan O2SN di masa pandemi, pada
tahun ini BPTI kembali akan melakukan ajang talenta O2SN dalam berbagai cabang, untuk
jenjang SMA/MA atau yang sederajat, secara luring bertahap dan secara hibrid. Pelaksanaan melalui
mekanisme luring secara bertahap diharapkan dapat menjadi berita baik untuk anak-anak Indonesia
yang sudah merindukan untuk dapat berinteraksi dan berekspresi seutuhnya, sekaligus menjalin
persahabatan antar talenta emas bangsa.
O2SN-SMA dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota,
provinsi hingga tingkat nasional. Cabang olahraga yang dilombakan/dipertandingan meliputi : 1.
Atletik; 2. Renang; 3. Bulutangkis; 4. Pencak Silat, dan 5. Karate. O2SN bagian integral dalam
membangun generasi emas Indonesia
O2SN-SMA dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota,
provinsi hingga tingkat nasional. Cabang olahraga yang dilombakan/dipertandingan meliputi : 1.
Atletik; 2. Renang; 3. Bulutangkis; 4. Pencak Silat, dan 5. Karate. O2SN bagian integral dalam
membangun generasi emas Indonesia.
Pedoman ini disusun untuk memberikan gambaran kepada para peserta, pendamping, pembina, juri,
dan panitia dalam melaksanakan tugas dan koordinasi serta pengambilan kebijakan lebih lanjut, baik
yang bersifat teknis maupun administratif. Dengan demikian, diharapkan semua pihak yang terkait
dalam penyelenggaraan O2SN dapat memahaminya sehingga ajang ini dapat terselenggara dengan
lancar dan baik
Kepada semua pihak yang berpartisipasi dan berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan ini,
kamimengucapkan terima kasih. Dikutip dari PEDOMAN olimpiade olahraga siswa nasional (o2sn)
jenjang sma/ma tahun 2023
Bukittinggi, November 2023
Pembina
Vohalen Akbar [Link]
NIP.198701232023211021
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan
adanya pendidikan diharapkan manusia dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan
kreativitasnya. Keberhasilan dibidang pendidikan sangat ditentukan dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara manusia yaitu orang yang
mengajar disebut guru dan orang yang belajar disebut siswa. Dalam proses pembelajaran, guru
menghadapi siswa yang mempunyai karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Selama proses
pembelajaran guru tidak akan pernah terlepas dari hasil belajar siswa, karena hasil belajar merupakan
salah satu ukuran dari hasil kemampuan siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Melaksanakan
pembelajaran yang menyenangkan dan tercapainya tujuan yang diharapkan bukanlah hal yang
mudah, sebab seorang guru harus dapat menciptakan keadaan tersebut dengan mengkondisikan kelas
sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman.
Dalam sistem pendidikan nasional, salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan adalah
pendidikan jasmani. Menurut Aip Sarifudin (dalam Nurhadi Santoso, 2009 : 3) Pendidikan jasmani
adalah suatu proses melalui aktivitas jasmani yang dirancang dan disusun secara sistematik untuk
merangsang pertumbuhan dan perkembangan, menigkatkan kemampuan dan keterampilan jasmani,
kecerdasan dan pembentukan watak, serta nilai dan positif bagi setiap warga negara dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dari pendidikan jasmani bukan sekedar pencapaian yang bersifat
fisik semata, akan tetapi juga melibatkan aktivitas psikis. Oleh karena itu, 2 penyelenggaraan
pendidikan jasmani harus dikembangkan lebih optimal sehingga peserta didik menjadi lebih inovatif,
terampil dan kreatif. Persoalan yang muncul adalah bagaimana guru pendidikan jasmani dapat
menciptakan, mendorong dan mengelola situasi pembelajaran dengan segenap kemampuannya agar
tujuan dari pembelajaran pendidikan jasmani tersebut dapat tercapai.
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa tidak terlepas dari kegiatan belajar siswa di sekolah.
Kegiatan belajar siswa di sekolah terdiri dari 3 jenis kegiatan yaitu kegiatan intrakurikuler,
ekstrakurikuler dan kokurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 5 Bukittinggi ini
ditetapkan oleh Kepala Sekolah dan di jalankan oleh Guru Mapel yang bersangkutan dengan
mendatangkan pelatih atau narasumber yang berkompeten dalam bidangnya dari berbagai instansi
serta organisasi yang terdaftar (Legal) Berdasarkan bakat dan minat siswa. Beberapa contoh kegiatan
ekstrakurikuler di SMA Negeri 5 Bukittinggi ini yaitu , kesenian (tari, karawitan, teater dan musik),
olahraga (bola voli, bola basket, pencak silat, sepakbola dan futsal) dan kegiatan pengabdian pada
masyarakat (IPM/OSIS, Pramuka, PMR, UKS dan kerohanian). Kegiatan ekstrakurikuler olahraga di
SMA Negeri 5 Bukittinggi ditetapkan berdasarkan kurikulum pendidikan olahraga dan kesehatan
(penjasorkes), yaitu sebagai materi olahraga pilihan. Namun demikian, sekolah memiliki kewenangan
untuk menetapkan kegiatan ekstrakurikuler yang didasarkan pada bakat dan minat siswa. Salah satu
cabang yang sangat diminati adalah futsal.
Futsal merupakan permainan sepakbola ruangan (indoor) dan memiliki ukuran lapangan yang
lebih kecil dari pada ukuran lapangan sepakbola. Futsal berasal dari bahasa spanyol, yaitu futbol
(sepakbola) dan sala (ruangan), yang jika digabungkan artinya menjadi “sepakbola dalam ruangan”.
Sama halnya dengan sepakbola, futsal merupakan permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,
namun perbedaanya futsal masing-masing beranggotakan lima orang serta mempunyai peraturan
permainan yang berbeda dengan sepakbola. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan
memiliki pemain cadangan. Tidak 3 seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan
futsal dibatasi garis, bukan net atau papan. Menurut Asmar Jaya (2008: 2) futsal masuk ke Indonesia
pada tahun 2002 setelah Indonesia di tunjuk oleh AFC (Asian Football Confederation) futsal menjadi
tuan rumah turnamen “Futsal Asian Championship”. Pada saat itu turnamen disiarkan langsung oleh
salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia sehingga masyarakat Indonesia dapat menonton serta
mengenal olahraga futsal. Mulai dari turnamen itulah sedikit demi sedikit masyarakat mulai
menerima dan banyak pengusaha kerap mengadakan turnamen futsal di lingkungan karyawannya.
Untuk dapat tercapainya prestasi futsal yang optimal perlu adanya pembinaan. Pembinaan harus
dimulai sejak dini, usia muda sangat menentukan menuju tercapainya mutu prestasi optimal dalam
cabang olahraga futsal. Atlet muda yang berbakat perlu pengolahan dengan proses kepelatihan secara
ilmiah, barulah muncul prestasi atlet semaksimal mungkin pada umur-umur tertentu. Selain
pembinaan, untuk meningkatkan prestasi bermain futsal, banyak faktor yang perlu diperhatikan
seperti sarana prasarana, kemampuan teknis, dan proses latihan. Menurut Justinus Lhaksana (2012:
29) faktor yang penting dalam pencapaian prestasi futsal seseorang adalah penguasaan keterampilan
permainan dasar futsal yang dimiliki oleh pemain itu [Link] keterampilan bermain futsal
seperti; teknik dasar mengumpan (passing), teknik dasar menahan bola (control), teknik dasar
lambung (chipping), teknik dasar menggiring bola (dribbling) dan teknik dasar menembak bola
(shooting).Untuk dapat menguasai keterampilan dasar bermain futsal yang baik dibutuhkan latihan
yang rutin dan disiplin. Latihan dapat dilakukan dimana saja di luar sekolah dengan memanfaatkan
lapangan-lapangan yang ada. Perkembangan futsal di Indonesia tidak lepas dari perkembangan
olahraga di kalangan pelajar. Hal ini seiring dengan banyaknya kejuaraan futsal 4 yang digelar di
berbagai tempat. Dari kejuaraan-kejuaraan pelajar inilah banyak bermunculan pemain futsal
berbakat. Selain menyehatkan badan, olahraga futsal juga merupakan sarana rekreasi dan penghilang
kejenuhan aktivitas sehari-hari.
B. BENTUK KEGIATAN
Adapun bentuk kegiatan dari pada ektsrakulikuler Futsal ini berbentuk olah raga dan
kerohanian dengan materi sebagai berikut:
1. Persaudaraan
2. Olah Raga
3. Kebugaran
4. Kerohanian
C. TUJUAN KEGIATAN
Dengan diadakannya kegiatan ekstrakulikuler Futsal di lingkungan sekolah ini diharapkan
akan tercapai satu tujuan antara lain:
1. Meningkatkan kebugaran jasmani siswa.
2. Membentuk, mendidik serta membimbing kader-kader bangsa agar tidak ceroboh memiliki
sikap kesatria, disiplin yang tinggi serta kekuatan lahir dan batin.
3. Memberikan wadah bagi siswa yang mempunyai hobi olah raga khususnya futsal untuk
menyalurkan bakat dan minatnya sehingga dapat mencegah perkelahian atau tawuran antar
pelajar yang akhir-akhir ini disorot oleh masyarakat.
4. Membentuk/mendidik para siswa agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan
penggunaan obat terlarang, Narkoba.
5. Menjadi sarana silaturahim dan persaudaraan sesama siswa baik di lingkungan sekolah
manapun di luar sekolah.
6. Memberikan warna baru di lingkungan sekolah ini.
7. Memberikan peluang prestasi bagi siswa – siswi yang berbakat didalam cabang Olahraga
futsal itu sendiri dengan mengikuti kejuaran – kejuaraan.
D. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
1. Hari : Jum at
2. Pukul : 15.00 – 18.00 WIB
3. Tempat : Halaman , Lapangan atau Gedung Olahraga Sekolah
E. PESERTA
Peserta latihan dari kegiatan ekstrakulikuler Pencak Silat ini adalah siswa – siswi SMA N 5
Bukittinggi yang berminat dan sifatnya tidak mengikat terdiri dari siswa – siswi kelas X dan XI..
F. PROGRAM KEGIATAN LATIHAN
1. Latihan dilaksanakan oleh pelatih.
2. Seragam latihan dibebankan kepada setiap siswa terdiri dari (celana baju, bedge/lambang,
sepatu, dll)
3. Program Latihan Ekstrakulikuler Futsal Sistematika pelaksanaan dalam setiap latihan, adalah :
a. Latihan pendahuluan / pemanasan.
b. Latihan inti :
1. Pembentukan kondisi fisik
2. Pembentukan teknik
3. Latihan gabungan fisik dan teknik
4. Pembinaan mental dan kerohanian
5. Evaluasi / Koreksi
c. Latihan akhir penenangan atau pendinginan.
4. Mekanisne Latihan Per Waktu
a. Latihan pendahuluan/pemanasan selama 20 menit.
b. Latihan inti dilakukan menurut waktu yang tersedia minimal 80 menit.
c. Waktu istirahat selama 20 menit.
d. Pembinaan mental kerohanian dapat dilakukan pada waktu sebelum mulai latihan,
pada waktu istirahat dan akhir latihan.
e. Setiap mulai dan mengakhiri latihan dilakukan doa bersama.
5. Materi latihan terdiri dari :
1. Materi latihan fisik.
2. Materi latihan teknik.
3. Materi gabungan fisik dan teknik.
4. strategi dalam pertandingan
5. Materi latihan pengetahuan umum mental kerohanian
BAB II
PENGORGANISASIAN
A. KEPENGURUSAN
Untuk memperlancar kegiatan ini dibentuklah kepengurusan Ekstrakurikuler Pencak Silat ini
diantaranya adalah :
1. Penanggung Jawab : Netty Herlita, [Link], [Link]
2. Koordinator : Afriwal, [Link]
3. Pembina : Vohalen Akbar [Link]
4. Pelatih : Dede Saputra [Link]
B. JADWAL KEGIATAN
1. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan SMAN 5 Bukittinggi
2. Kegiatan ini dilaksanakan 1 kali dalam satu Minggu (disesuaikan) Pukul 15.00 s/d 18.00
WIB.
3. Kegiatan ini dilaksanakan pada semester genap periode Januari – Juni 2024, sebanyak 40
jam.
C. PESERTA KEGIATAN
Siswa dan siswi SMAN 5 Bukittinggi kelas X dan XI
BAB III
RENCANA ANGGARAN BIAYA
A. Sumber Anggaran
Sumber anggaran untuk kegiatan ini menggunakan dana Komite dan dana BOS Tahun 2017
1. Rencana Anggaran Biaya Kegiatan Latihan
1. DANA BOS
VOLUME
NO. URAIAN KEGIATAN Jumlah Jumlah Banyak Nominal JUMLAH
Orang Jam Kegiatan
1 Honor Pelatih 1 36 Rp 100.000 Rp 3.600.000
JUMLAH Rp 3.600.000
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya kegiatan
ekstrakurikuler Futsal jadi semua potensi, bakat dan minat yang dimiliki oleh beberapa siswa di
bidang Futsal ini dapat tergali dan tersalurkan. Sehingga dari kegiatan tersebut betul-betul akan
menghasilkan kemampuan dicabang Olahraga ini yang dapat diandalkan dalam berbagai kegiatan,
baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler Futsal ini juga merupakan langkah
awal dalam persiapan atlet futsal yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan POPDA, O2SN,
KEJURDA pelajar yang biasa dilaksanakan setahun sekali. Mudah-mudahan dengan adanya
persiapan yang matang kegiatan atau perlombaan yang akan diikuti berjalan lancar sesaui dengan apa
yang diharapkan.
B. SARAN
Demi menunjang keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler Futsal ini dan agar dapat terlaksana
sesuai dengan apa yang kita harapkan, perlu adanya dukungan moril dari pihak sekolah yang secara
tidak lansung dapat memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi siswa – siswi yang
mengikutinya.
Bukittinggi, November 2023
Koordinator Pembina Guru Mapel
Waka Kesiswaan PJOK
SMA Negeri 5 Bukittinggi
AFFRIWAL, [Link] VOHALEN AKBAR, [Link]
197104212005011005 198701232023011021
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 5
Bukittinggi
NETTY HERLITA,[Link] [Link]
196802121998032004