0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Manfaat dan Tujuan Team Building

Diunggah oleh

Suci NovitaSari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

Manfaat dan Tujuan Team Building

Diunggah oleh

Suci NovitaSari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd

B.

team Building

1. pengertian

Team building merupakan kegiatan kelompok yang sangat interaktif yang bertujuan untuk
meningkatkan produktivitas karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya melalui serangkaian
kegiatan yang dirancang dengan cermat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Robbins,
2003).

Team building merupakan suatu proses pembelajaran dengan pendekatan berbasis pengalaman yang
bertujuan untuk meningkatkan fungsi dalam suatu kelompok, seperti meningkatkan kolaborasi,
komunikasi, dan mengurangi konflik disfungsional antar anggota organisasi (Kreitner & Kinicki,
2008). Melalui team building (Nurina 2012), anggota tim ditantang untuk melihat, merasakan, dan
memperbaiki apa yang kurang dan memperbaiki apa yang sudah baik. Peserta akan meninjau dan
meningkatkan cara mereka berkolaborasi secara tradisional dalam organisasi mereka,
mengidentifikasi kesenjangan dan kelemahan dalam kerja individu dan kolektif mereka, memberikan
gambaran umum tentang metode kolaborasi yang ideal, dan mempelajari cara berkolaborasi secara
efektif.

Grover (2005), dalam bukunya ``Essentials of Team Building,'' menyatakan bahwa team building
adalah suatu proses di mana sekelompok individu berupaya memecahkan masalah dan tantangan
fisik dan mental. Saat menggunakan proses pemecahan masalah, tim juga belajar untuk berbagi ide
dan saling menyemangati secara fisik dan emosional.

Berdasarkan beberapa teori yang telah dipaparkan, team building adalah proses dimana orang-
orang memecahkan masalah dan meningkatkan produktivitas melalui aktivitas yang dirancang untuk
mencapai tujuan tertentu, dan bagaimana orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama . Dalam proses ini, anggota kelompok tidak hanya menyelesaikan tugasnya, tetapi juga
membangun kepercayaan dan saling mendukung secara fisik dan mental.

2. tujuan

a. Mengkoordinasikan usaha untuk melakukan tugas kompleks.

b. Memanfaatkan keahlian dan pengetahuan pribadi anggota.

c. Memungkinkan seseorang mengatasi tantangan pekerjaan sehari-harinya. Untuk memberikan


dukungan sosial dan emosional yang memberi perbaikan kualitas pada kinerja mereka.

d. Untuk menciptakan saluran komunikasi yang sehat dan terbuka, menghilangkan persaingan, dan
kompetisi yang tidak sehat.

e. Untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan memecahkan masalah melalui proses penemuan
ide dan pemikiran kelompok.

f. Untuk mengembangkan kekuatan dan keterampilan setiap anggota.

g. Untuk mengembangkan dan meningkatkan tingkat pemberian wewenang individu dan kolektif.

3. manfaat

a. Bagi pimpinan tim/kelompok

1) Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif


2) Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya, dengan lebih memperhatikan
kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi

3) Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan
bagian-bagian dalam tim.

4) Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi secara langsung kepada anggota tim
sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.

5) Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya.

6) Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan
yang lebih besar.

b. Bagi individu, anggota tim/kelompok

1). Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi
dan memilikikepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.

2) Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas dan terbuka, yang
selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.

3) Terdapat “ruang“ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi,
bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan
penyelesaian yang diharapkan).

4) Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini mengganjal dapat
dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim.

c. Bagi pelaksanaan kerja tim/kelompok

1) Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.

2) Hasil yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta.

3) Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran, peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi
individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.

4) Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan efektif, walaupun
dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.

5) Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru

6) Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer.

7) Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan kolega dan bekerja sama dalam
mencapai tujuan.

Anda mungkin juga menyukai