-1-
Dokumen Pemilihan
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
Metode Tender Pascakualifikasi Satu File, Harga Terendah Sistem Gugur, Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Paraf I Paraf II Paraf III
-2-
DOKUMEN PEMILIHAN
Nomor:
O3/DOK/PembRuangKepSekRTUPrbtSMPMuhammdyahKupangDAU_SG/DISPE
NDIK/VII/2024
Tanggal: 24 Juli 2024
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
Metode Tender, Pascakualifikasi Satu File, Harga Terendah Sistem Gugur, Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Pembangunan Ruang Kepala Sekolah, Ruang Tata Usaha beserta Perabotnya pada SMP
Muhammdyah Kupang (DAU - SG
Kelompok Kerja Pemilihan Pokja_096_24 Pembangunan Ruang Kepala Sekolah, Ruang TU Perabot SMP
Muhammdyah Kupang DAU_SG
Pemerintah Kota Kupang
Tahun Anggaran 2024
Paraf I Paraf II Paraf III
-3-
DAFTAR ISI
BAB I. UMUM -6-
BAB II. PENGUMUMAN PEMILIHAN DENGAN PASCAKUALIFIKASI - 10 -
BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) - 11 -
A. UMUM - 11 -
1. IDENTITAS POKJA PEMILIHAN DAN LINGKUP PEKERJAAN - 11 -
2. SUMBER DANA - 11 -
3. PESERTA TENDER - 11 -
4. PELANGGARAN TERHADAP ATURAN PENGADAAN - 12 -
5. LARANGAN PERTENTANGAN KEPENTINGAN - 13 -
6. PESERTA PEMILIHAN/ PENYEDIA YANG DIKENAKAN SANKSI DAFTAR HITAM - 14 -
7. ALIH PENGALAMAN DAN PENDAYAGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI - 14 -
8. SERTIFIKAT KOMPETENSI KERJA - 15 -
9. SATU PENAWARAN TIAP PESERTA - 15 -
B. DOKUMEN PEMILIHAN - 15 -
10. ISI DOKUMEN PEMILIHAN - 15 -
11. BAHASA DOKUMEN PEMILIHAN - 16 -
12. PEMBERIAN PENJELASAN - 17 -
13. PERUBAHAN DOKUMEN PEMILIHAN - 17 -
14. TAMBAHAN WAKTU PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN - 18 -
C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN DAN KUALIFIKASI - 18 -
15. BIAYA DALAM PENYIAPAN DOKUMEN - 18 -
16. BAHASA DOKUMEN - 18 -
17. DOKUMEN PENAWARAN - 18 -
18. HARGA PENAWARAN - 21 -
19. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN - 22 -
20. MASA BERLAKU PENAWARAN - 22 -
21. PENGISIAN DATA KUALIFIKASI - 23 -
22. PAKTA INTEGRITAS - 23 -
23. JAMINAN PENAWARAN - 23 -
D. PENYAMPAIAN DATA KUALIFIKASI DAN DOKUMEN PENAWARAN - 24 -
24. PERSIAPAN DATA KUALIFIKASI DAN DOKUMEN PENAWARAN - 24 -
25. PENYAMPAIAN DATA KUALIFIKASI DAN DOKUMEN PENAWARAN - 24 -
26. BATAS AKHIR WAKTU PEMASUKAN PENAWARAN - 26 -
E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN DAN KUALIFIKASI - 27 -
27. PEMBUKAAN PENAWARAN - 27 -
28. EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN - 27 -
29. EVALUASI KUALIFIKASI - 37 -
30. PEMBUKTIAN KUALIFIKASI - 39 -
31. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN HARGA - 41 -
F. PENETAPAN PEMENANG - 41 -
32. PENETAPAN PEMENANG - 41 -
33. PENGUMUMAN PEMENANG - 43 -
34. SANGGAH DARI PESERTA TENDER - 43 -
35. SANGGAH BANDING DARI PESERTA TENDER - 44 -
36. PENGADUAN - 45 -
G. TENDER GAGAL DAN TINDAK LANJUT TENDER GAGAL - 45 -
37. TENDER GAGAL - 45 -
38. TINDAK LANJUT TENDER GAGAL - 46 -
H. PENUNJUKAN PEMENANG - 47 -
39. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA - 47 -
Paraf I Paraf II Paraf III
-4-
40. KERAHASIAAN PROSES - 50 -
I. JAMINAN PELAKSANAAN - 50 -
41. JAMINAN PELAKSANAAN - 50 -
J. PENANDATANGANAN KONTRAK - 51 -
42. PENANDA-TANGANAN KONTRAK - 51 -
BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) - 53 -
A. IDENTITAS POKJA PEMILIHAN - 53 -
B. LINGKUP PEKERJAAN - 53 -
C. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN - 53 -
D. SUMBER DANA - 53 -
E. PEMBERIAN PENJELASAN - 53 -
F. PERSYARATAN TEKNIS - 54 -
G. CARA PEMBAYARAN - 56 -
H. JAMINAN PENAWARAN - 56 -
I. SANGGAH BANDING - 56 -
BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) - 57 -
43. PERSYARATAN KUALIFIKASI - 57 -
BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN - 63 -
A. BENTUK PERJANJIAN KERJA SAMA OPERASI (KSO) – . - 63 -
B. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK – - 65 -
C. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI//KONSORSIUM PERUSAHAAN ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN – - 67 -
D. BENTUK JAMINAN SANGGAHAN BANDING DARI BANK - 68 -
E. BENTUK JAMINAN SANGGAHAN BANDING DARI ASURANSI//KONSORSIUM PERUSAHAAN ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN - 70 -
F. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS - 71 -
G. DATA PERALATAN - 72 -
H. DATA PERSONEL MANAJERIAL - 73 -
I. BAGIAN PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKKAN - 75 -
J. BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK) - 76 -
K. BENTUK SURAT PERJANJIAN SEWA PERALATAN - 81 -
L. BENTUK FORMULIR PENYAMPAIAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) - 84 -
M. BENTUK DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR - 85 -
N. ISIAN DATA KUALIFIKASI - 86 -
BAB VII. PETUNJUK PENGISIAN DATA KUALIFIKASI - 91 -
BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI - 93 -
BAB IX. RANCANGAN KONTRAK - 97 -
I. SURAT PERJANJIAN - 97 -
II. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK - 105 -
KETENTUAN UMUM - 105 -
PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK - 113 -
B.1 Pelaksanaan Pekerjaan - 113 -
B.2 Pengendalian Waktu - 117 -
B.3 Penyelesaian Kontrak - 121 -
B.4 Adendum - 123 -
B.5 Keadaan Kahar - 127 -
B.6 Penghentian, Pemutusan, dan Berakhirnya Kontrak - 129 -
HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA - 132 -
HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT PENANDATANGAN KONTRAK - 139 -
TENAGA KERJA KONSTRUKSI DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA - 141 -
PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA - 141 -
PENGAWASAN MUTU - 146 -
PENYELESAIAN PERSELISIHAN - 148 -
III. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK KONTRAK - 150 -
BAB X. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR - 161 -
Paraf I Paraf II Paraf III
-5-
BAB XI DAFTAR KELUARAN DAN HARGA - 164 -
BAB XII. BENTUK DOKUMEN LAIN - 171 -
A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) - 171 -
B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) - 172 -
C. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN - 174 -
Jaminan Pelaksanaan dari Bank - 174 -
Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Konsorsium Asuransi /Perusahaan Penjaminan - 176 -
Jaminan Uang Muka dari Bank - 177 -
Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Konsorsium Asuransi /Perusahaan Penjaminan - 179 -
Jaminan Pemeliharaan dari Bank - 180 -
Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan - 182 -
Paraf I Paraf II Paraf III
-6-
BAB I. UMUM
A. Dokumen Pemilihan ini disusun untuk membantu peserta dalam menyiapkan Dokumen Penawaran
berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tantang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
beserta perubahannya dan aturan turunannya, untuk membantu peserta dalam menyiapkan Dokumen
Penawaran.
B. Pokja Pemilihan dapat menyesuaikan Dokumen Pemilihan ini sesuai dengan kebutuhan sepanjang tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
C. Dalam hal terdapat pertentangan persyaratan yang tertulis pada Dokumen Pemilihan dengan yang
tertulis pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), maka yang digunakan adalah persyaratan
yang tertulis pada Dokumen Pemilihan.
D. Dalam hal terdapat pertentangan ketentuan yang tertulis pada Lembar Data Pemilihan (LDP) atau
Lembar Data Kualifikasi (LDK) dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP), maka yang digunakan adalah
ketentuan pada Lembar data Pemilihan (LDP) atau Lembar Data Kualifikasi (LDK).
E. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah, dan singkatan sebagai berikut:
- Tender : Metode pemilihan untuk mendapatkan Penyedia Pekerjaan
Konstruksi.
- Pekerjaan Konstruksi : Keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pembangunan,
pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan
kembali suatu bangunan.
- Kontrak Lumsum : Kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan jumlah harga yang pasti
dan tetap Dalam batas waktu tertentu, dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia;
b. berorientasi kepada keluaran; dan
c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang
dihasilkan sesuai dengan Kontrak.
- HPS : Harga Perkiraan Sendiri
- Kerja Sama Operasi : yang selanjutnya disingkat KSO adalah kerja sama usaha antar Pelaku
Usaha yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan
tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.
- LDP : Lembar Data Pemilihan.
- LDK : Lembar Data Kualifikasi.
- PA : Pengguna Anggaran.
- KPA : Kuasa Pengguna Anggaran.
- UKPBJ : Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa
Paraf I Paraf II Paraf III
-7-
- Pokja Pemilihan : Kelompok Kerja Pemilihan.
- PPK : Pejabat Pembuat Komitmen.
- Pejabat Penandatangan : Pejabat yang memiliki kewenangan untuk mengikat perjanjian atau
Kontrak menandatangani Kontrak dengan Penyedia, dapat berasal dari PA,
KPA, atau PPK.
- Pelaku Usaha : Badan usaha atau perseorangan yang rnelakukan usaha dan/ettau
kegiatan pada bidang tertentu.
- Pelaku Usaha Orang Asli : yang selanjutnya disebut pelaku usaha Papua adalah calon penyedia
Papua yang merupakan/dimiliki orang asli Papua dan
berdomisili/berkedudukan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
- Peserta : Pelaku Usaha yang mendaftar untuk mengikuti Tender.
- Penyedia : Pelaku Usaha yang menyediakan barang/jasa berdasarkan kontrak.
- Subkontraktor : Penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia
penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan
(subkontrak);
- Penyedia Jasa Spesialis : Penyedia Jasa yang memberikan layanan usaha Pekerjaan Konstruksi
yang bersifat spesialis yang mampu mengerjakan bagian tertentu dari
bangunan konstruksi atau bentuk fisik lain;
- APIP : Aparat Pengawasan Intern Pemerintah;
- SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
- Surat Jaminan : Jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh penerbit penjaminan.
- Daftar Keluaran dan : Daftar keluaran yang telah diisi harga satuan keluaran dan jumlah biaya
Harga keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran.
- Pekerjaan Utama : Jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan
berfungsinya suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan.
- Mata Pembayaran : Mata pembayaran yang pokok dan penting yang nilai bobot
Utama kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh per seratus) dari seluruh nilai
pekerjaan, dihitung mulai dari mata pembayaran yang nilai bobotnya
terbesar.
- Harga Satuan Pekerjaan : yang selanjutnya disingkat HSP adalah harga satu jenis pekerjaan
tertentu per satu satuan tertentu.
- Harga Satuan Dasar : yang selanjutnya disingkat HSD adalah harga satuan komponen dari
harga satuan pekerjaan (HSP) per satu satuan tertentu, misalnya:
a. Upah tenaga kerja (per jam, per hari);
b. Bahan (per m, per m2, per m3, per kg, per ton);
Paraf I Paraf II Paraf III
-8-
c. Peralatan (per jam, per hari).
- Metode Pelaksanaan : Metode yang menggambarkan penguasaan penyelesaian pekerjaan
Pekerjaan yang sistematis dari awal sampai akhir meliputi tahapan/urutan
pekerjaan utama dan uraian/cara kerja dari masing-masing jenis
kegiatan pekerjaan utama yang dapat dipertanggungjawabkan secara
teknis.
- Personel Manajerial : Tenaga ahli atau tenaga teknis yang ditempatkan sesuai penugasan
pada organisasi pelaksanaan pekerjaan.
- Bagian Pekerjaan yang : Bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama atau pekerjaan spesialis
disubkontrakkan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan,
yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia barang/jasa dan
disetujui oleh PPK.
- Masa Pelaksanaan : Jangka waktu untuk melaksanakan pekerjaan dihitung berdasarkan
Pekerjaan (Jangka SPMK sampai dengan serah terima pertama pekerjaan.
Waktu Pelaksanaan
Pekerjaan)
- Keselamatan Konstruksi : Segala kegiatan keteknikan untuk mendukung Pekerjaan Konstruksi
dalam mewujudkan pemenuhan standar keamanan, keselamatan,
kesehatan dan keberlanjutan yang menjamin keselamatan keteknikan
konstruksi, keselamatan dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan
publik dan lingkungan.
- Sistem Manajemen : yang selanjutnya disingkat SMKK adalah bagian dari sistem
Keselamatan Konstruksi manajemen pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dalam rangka
menjamin terwujudnya Keselamatan Konstruksi.
- Rencana Keselamatan : yang selanjutnya disingkat RKK adalah dokumen lengkap rencana
Konstruksi penerapan SMKK dan merupakan satu kesatuan dengan dokumen
kontrak.
- Ahli K3 Konstruksi /Ahli : tenaga ahli yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3
Keselamatan Konstruksi Konstruksi/Keselamatan Konstruksi dalam merencanakan,
melaksanakan dan mengevaluasi SMKK yang dibuktikan dengan
sertifikat pelatihan dan kompetensi yang diterbitkan oleh lembaga
sertifikasi profesi atau instansi yang berwenang yang mengacu
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
- Petugas Keselamatan : orang atau petugas K3 Konstruksi yang memiliki sertifikat yang
Konstruksi diterbitkan oleh unit kerja yang menangani Keselamatan Konstruksi di
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan/atau yang
diterbitkan oleh lembaga atau instansi yang berwenang yang mengacu
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
- Biaya Penerapan SMKK : biaya SMKK yang diperlukan untuk menerapkan SMKK dalam setiap
Pekerjaan Konstruksi.
Paraf I Paraf II Paraf III
-9-
- Harga Terendah : metode evaluasi dalam hal harga menjadi dasar penetapan pemenang
di antara penawaran yang memenuhi persyaratan administrasi, teknis,
dan kualifikasi.
- LPSE : Layanan Pengadaan Secara Elektronik
- SPSE : Perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis
web yang dapat diakses melalui website unit kerja yang melaksanakan
fungsi layanan pengadaan secara elektronik.
- Satu File : Metode penyampaian Dokumen Penawaran yang terdiri atas
persyaratan administrasi, teknis dan penawaran harga yang
dimasukkan dalam 1 (satu) file.
- Isian Elektronik : Tampilan/antarmuka pemakai berbentuk grafis berisi komponen isian
yang dapat diinput atau diunggah (upload) oleh pengguna aplikasi.
- Formulir Isian Elektronik : Formulir isian elektronik pada SPSE yang digunakan peserta untuk
Data Kualifikasi memasukan dan mengirimkan data kualifikasi.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 10 -
BAB II. PENGUMUMAN PEMILIHAN DENGAN PASCAKUALIFIKASI
Pengumuman tercantum pada SPSE dan dapat ditambahkan di situs web Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah, papan pengumuman resmi untuk masyarakat, surat kabar, dan/atau media lainnya
Paraf I Paraf II Paraf III
- 11 -
BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)
A. UMUM
1. Identitas Pokja 1.1. Identitas Pokja Pemilihan sebagaimana tercantum dalam LDP.
Pemilihan dan
Lingkup 1.2. Nama paket, uraian singkat dan ruang lingkup pekerjaan, dan lokasi
Pekerjaan pekerjaan sebagaimana lingkup pekerjaan yang tercantum dalam LDP.
1.3. Peserta yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam LDP,
berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai
spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam kontrak.
2. Sumber Dana Sumber pendanaan, pagu Anggaran, dan HPS untuk pengadaan pekerjaan
konstruksi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.
3. Peserta Tender 3.1. Tender ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk
badan usaha tunggal/atas nama sendiri atau KSO.
3.2. Kualifikasi Penyedia sebagaimana tercantum dalam LDK.
3.3. Dalam hal peserta melakukan KSO, maka KSO dilakukan sebelum
memasukkan Dokumen Penawaran.
3.4. Dalam hal peserta melakukan KSO, maka peserta harus memiliki Perjanjian
Kerja Sama Operasi yang:
a. mencantumkan nama KSO sesuai dengan dokumen isian kualifikasi;
b. mencantumkan nama perusahaan leadfirm KSO dan anggota KSO;
c. mencantumkan pembagian modal (sharing) dari setiap perusahaan;
d. mencantumkan nama individu dari leadfirm KSO sebagai pihak yang
mewakili KSO; dan
e. ditandatangani oleh setiap perusahaan yang tergabung dalam KSO.
3.5. Badan usaha yang mewakili KSO dalam proses pengadaan pekerjaan
konstruksi adalah leadfirm yang telah dicantumkan dalam Perjanjian Kerja
Sama Operasi.
3.6. KSO harus terdiri atas perusahaan nasional.
3.7. KSO dapat dilakukan antar pelaku usaha yang:
a. memiliki Kualifikasi usaha besar dengan Kualifikasi usaha besar;
b. memiliki Kualifikasi usaha menengah dengan Kualifikasi usaha
menengah;
c. memiliki Kualifikasi usaha besar dengan Kualifikasi usaha menengah;
atau
d. Memiliki Kualifikasi usaha menengah dengan Kualifikasi usaha kecil.
3.8. Dalam melaksanakan KSO salah satu badan usaha anggota KSO harus
menjadi pimpinan KSO (leadfirm).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 12 -
3.9. Leadfirm kerjasama operasi harus memiliki kualifikasi setingkat atau lebih
tinggi dari badan usaha anggota KSO.
3.10. Dalam hal paket pekerjaan konstruksi yang diperuntukkan bagi percepatan
pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat,
maka:
a. untuk HPS paling sedikit bernilai diatas Rp2.500.000.000,- (dua miliar
lima ratus juta rupiah) pelaksanaan tender diikuti oleh Pelaku Usaha
dengan kewajiban melakukan pemberdayaan kepada Pelaku Usaha
Papua dalam bentuk KSO dan/atau subkontrak, kecuali apabila peserta
adalah Pelaku Usaha Papua;
b. Pelaku Usaha dilarang melakukan KSO dan/atau subkontrak dengan
Pelaku Usaha Papua yang tidak aktif; dan
c. dalam hal Pelaku Usaha melakukan KSO, maka KSO dipimpin oleh
Pelaku Usaha Papua sepanjang ada Pelaku Usaha Papua yang
memenuhi kualifikasi.
3.11. Jumlah anggota KSO dapat dilakukan dengan batasan paling banyak 3
(tiga) perusahaan dalam 1 (satu) KSO.
3.12. Peserta KSO dilarang untuk mengubah Perjanjian Kerja Sama Operasi
selama proses tender, pelaksanaan sampai dengan pengakhiran Pekerjaan
Konstruksi
3.13. Penyedia jasa yang akan melakukan KSO untuk memenuhi jenis pekerjaan
yang ditenderkan dapat terdiri atas penyedia jasa konstruksi umum
(general), spesialis, mekanikal/ elektrikal, dan/atau keterampilan tertentu.
3.14. Perjanjian KSO yang berakhir sebelum penyelesaian pekerjaan, maka
tanggung jawab penyelesaian pekerjaan dibebankan pada perusahaan
yang menjadi leadfirm KSO atau mengacu pada ketentuan yang tercantum
dalam perjanjian KSO.
4. Pelanggaran 4.1. Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk
terhadap mematuhi aturan pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai
Aturan berikut:
Pengadaan a. menyampaikan dokumen atau keterangan palsu/tidak benar untuk
memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Dokumen Pemilihan;
b. berusaha mempengaruhi Pokja Pemilihan dalam bentuk dan cara
apapun, untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan
dengan Dokumen Pemilihan dan/atau peraturan perundang-
undangan;
c. melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur
harga penawaran;
d. melakukankorupsi, kolusi, dan/atau nepotisme dalam proses
pemilihan; atau
e. mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima oleh
Pokja Pemilihan.
4.2. Peserta yang terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada
angka 4.1 dikenakan sanksi administratif sebagai berikut:
Paraf I Paraf II Paraf III
- 13 -
a. digugurkan dari proses pemilihan atau pembatalan penetapan
pemenang;
b. Jaminan Penawaran dicairkan (jika ada); dan
c. sanksi Daftar Hitam.
4.3. Pengenaan Sanksi dilaporkan oleh Pokja Pemilihan kepada PA/KPA.
4.4. Pengenaan Sanksi Daftar Hitam oleh PA/KPA atas usulan Pokja Pemilihan.
4.5. Peserta dilarang melibatkan pegawai Kementerian/Lembaga/Perangkat
Daerah sebagai pimpinan dan/atau pengurus badan usaha dan/atau tenaga
kerja kecuali cuti diluar tanggungan negara.
5. Larangan 5.1. Para pihak dalam melaksan akan tugas, fungsi dan perannya, menghindari
Pertentangan dan mencegah pertentangan kepentingan para pihak yang terkait, baik
Kepentingan secara langsung maupun tidak langsung.
5.2. Pertentangan kepentingan sebagaimana dimaksud pada angka 5.1 antara
lain meliputi:
a. Direksi, Dewan Komisaris, atau tenaga tetap suatu Badan Usaha
merangkap sebagai Direksi, Dewan Komisaris, atau tenaga tetap pada
Badan Usaha lain yang mengikuti tender yang sama;
b. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan perancang/pengawas/
manajemen konstruksi bertindak sebagai pelaksana Pekerjaan
Konstruksi yang didesain/diawasinya;
c. PPK/Pokja Pemilihan baik langsung maupun tidak langsung
mengendalikan atau menjalankan badan usaha peserta; dan/atau
d. Beberapa badan usaha yang mengikuti Tender yang sama,
dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang
sama, dan/atau kepemilikan sahamnya lebih dari 50% (lima puluh
persen) dikuasai oleh pemegang saham yang sama.
5.3. Pegawai Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah dilarang menjadi
peserta kecuali cuti di luar tanggungan negara.
5.4. Peserta yang terbukti melanggar ketentuan pertentangan kepentingan,
maka digugurkan sebagai peserta.
6. Peserta Sanksi daftar hitam dikenakan kepada peserta pemilihan/Penyedia apabila:
Pemilihan/ a. peserta pemilihan menyampaikan dokumen atau keterangan palsu/tidak
Penyedia Yang benar untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Dokumen
Dikenakan Pemilihan;
Sanksi Daftar b. peserta pemilihan terindikasi melakukan persekongkolan dengan peserta lain
Hitam untuk mengatur harga penawaran;
c. peserta pemilihan terindikasi melakukan Korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme
dalam pemilihan Penyedia;
d. peserta pemilihan yang mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat
diterima Pokja Pemilihan;
e. peserta pemilihan dengan harga penawaran dibawah nilai nominal 80%
(delapan puluh persen) HPS yang tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan
Pelaksanaan menjadi sebesar 5% (lima persen) HPS;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 14 -
f. pemenang Pemilihan mengundurkan diri sebelum penandatanganan Kontrak
dengan alasan yang tidak dapat diterima oleh PPK;
g. Penyedia yang tidak melaksanakan kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan,
atau dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak oleh PPK yang disebabkan
oleh kesalahan Penyedia Barang/Jasa; atau
h. Penyedia tidak melaksanakan kewajiban dalam masa pemeliharaan
sebagaimana mestinya.
7. Alih 7.1. Dalam hal pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi dengan nilai pagu
Pengalaman anggaran di atas Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah),
dan penyedia jasa pelaksana konstruksi diwajibkan memberikan alih
Pendayagunaan pengalaman/ keahlian melalui sistem kerja praktik/magang.
Produksi Dalam
Negeri 7.2. Peserta berkewajiban menyampaikan penawaran yang mengutamakan
material/ bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk
Pekerjaan Konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia.
7.3. Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dimungkinkan menggunakan
bahan baku, tenaga ahli, dan perangkat lunak yang berasal dari luar negeri
(impor) dengan ketentuan:
a. pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar
mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi di
dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor;
b. komponen berupa bahan baku belum diproduksi di dalam negeri
dan/atau spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri
belum memenuhi persyaratan;
c. pekerjaan pemasangan, pabrikasi, pengujian dan lainnya sedapat
mungkin dilakukan di dalam negeri;
d. semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam
negeri, seperti jasa asuransi, angkutan, ekspedisi, perbankan, dan
pemeliharaan;
e. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk
mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di
Indonesia, disusun berdasarkan keperluan yang nyata, dan diusahakan
secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih
pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke tenaga
Indonesia; dan
f. peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor yang
dilengkapi dengan spesifikasi teknis, jumlah dan harga yang
dilampirkan pada Dokumen Penawaran.
7.4. Pengadaan barang/jasa impor dimungkinkan dalam hal:
a. barang/jasa tersebut belum dapat diproduksi/dihasilkan di dalam
negeri;
b. spesifikasi teknis barang yang diproduksi dan/atau kualifikasi teknis
tenaga ahli dalam negeri belum memenuhi persyaratan; dan/atau
c. volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 15 -
8. Sertifikat 8.1. Setiap tenaga ahli, teknisi/analis, dan operator yang akan melaksanakan
Kompetensi pekerjaan wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja.
Kerja
8.2. Sertifikat Kompetensi Kerja untuk personel manajerial yang ditawarkan
dalam dokumen penawaran dibuktikan saat penyerahan lokasi dan
personel.
9. Satu Penawaran 9.1. Setiap peserta, baik tunggal/atas nama sendiri maupun sebagai anggota
Tiap Peserta KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran.
9.2. Data kualifikasi untuk anggota KSO disampaikan oleh peserta yang
mewakili KSO (leadfirm KSO).
9.3. Setiap peserta yang termasuk dalam KSO dilarang menjadi peserta baik
secara sendiri maupun sebagai anggota KSO yang lain pada paket
pekerjaan yang sama.
B. DOKUMEN PEMILIHAN
10. Isi Dokumen 10.1. Dokumen Pemilihan terdiri atas Dokumen Tender dan Dokumen Kualifikasi.
Pemilihan
10.2. Dokumen Tender terdiri atas:
a. Umum;
b. Pengumuman;
c. Instruksi Kepada Peserta;
d. Lembar Data Pemilihan;
e. Bentuk Dokumen Penawaran:
1) Dokumen Administrasi:
a) Surat Penawaran (sesuai SPSE)
b) Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan);
c) Surat perjanjian Kerja Sama Operasi. (apabila peserta berbentuk
KSO).
2) Dokumen Penawaran Teknis:
a) Metode pelaksanaan pekerjaan untuk pekerjaan kualifikasi
usaha besar;
b) Daftar Peralatan Utama;
c) Daftar Personel Manajerial;
d) Daftar Isian Pekerjaan yang disubkontrakkan (apabila
disyaratkan);
e) Formulir Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK); dan
f) Dokumen lain yang disyaratkan (apabila disyaratkan).
3) Dokumen Penawaran Harga:
a) Harga Penawaran Sesuai dengan Surat Penawaran;
b) Daftar Keluaran dan Harga;
c) Formulir Rincian Keluaran dan Harga, Khusus apabila ada
evaluasi kewajaran harga di bawah 80% HPS.
Peserta pemilihan akan memenuhi Dokumen Penawaran Harga
pada huruf c) pada saat klarifikasi kewajaran harga. Rincian
Keluaran dan Harga bukan merupakan bagian dari Dokumen
Kontrak.
f. Rancangan Kontrak (sudah dilengkapi isiannya oleh PPK):
1) Surat Perjanjian;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 16 -
2) Syarat-Syarat Umum Kontrak;
3) Syarat-Syarat Khusus Kontrak.
g. Spesifikasi Teknis dan Gambar;
h. Detailed Engineering Design; dan
i. Contoh Bentuk Dokumen Lain:
1) SPPBJ;
2) SPMK;
3) Jaminan Pelaksanaan;
4) Jaminan Uang Muka (apabila diberikan uang muka);
5) Jaminan Pemeliharaan;
6) Formulir Penyampaian TKDN (apabila diberikan preferensi harga);
7) Formulir Daftar Barang yang diimpor (apabila ada barang yang
diimpor).
10.3. Dokumen Kualifikasi terdiri atas:
a. Lembar Data Kualifikasi;
b. Formulir Isian Kualifikasi (diatur dalam SPSE. Dalam hal KSO, maka
Dokumen Kualifikasi dilengkapi dengan Formulir Isian Kualifikasi
anggota KSO-nya yang disampaikan oleh leadfirm KSO);
c. Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi bagi peserta KSO;
d. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.
10.4. Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pemilihan.
Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran dan Dokumen Kualifikasi
yang tidak memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pemilihan merupakan
risiko peserta.
11. Bahasa Dokumen Pemilihan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam proses pemilihan
Dokumen menggunakan Bahasa Indonesia.
Pemilihan
12. Pemberian 12.1. Pemberian penjelasan dilakukan secara daring melalui SPSE sesuai jadwal
Penjelasan dalam SPSE.
12.2. Peserta yang tidak aktif/membuka SPSE dan/atau tidak bertanya pada saat
pemberian penjelasan, tidak dapat dijadikan dasar untuk
menolak/menggugurkan penawaran.
12.3. Apabila diperlukan, Pokja Pemilihan dapat memberikan informasi yang
dianggap penting terkait dengan Dokumen Pemilihan.
12.4. Apabila diperlukan, Pokja Pemilihan dapat memberikan penjelasan lanjutan
dengan cara melakukan peninjauan lapangan sesuai jadwal yang ditetapkan
dalam LDP. Biaya yang diperlukan peserta dalam rangka peninjauan
lapangan ditanggung oleh masing-masing peserta.
12.5. Pokja Pemilihan menjawab setiap pertanyaan yang masuk, kecuali untuk
substansi pertanyaan yang telah dijawab.
12.6. Apabila diperlukan, Pokja Pemilihan dapat memberikan penjelasan (ulang).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 17 -
12.7. Apabila diperlukan, Pokja Pemilihan pada saat berlangsungnya pemberian
penjelasan dapat menambah waktu batas akhir tahapan tersebut sesuai
dengan kebutuhan.
12.8. Dalam hal waktu tahap penjelasan telah berakhir, peserta tidak dapat
mengajukan pertanyaan namun Pokja Pemilihan masih mempunyai
tambahan waktu untuk menjawab pertanyaan yang masuk pada akhir
jadwal.
12.9. Kumpulan tanya jawab pada saat pemberian penjelasan dalam SPSE
merupakan Berita Acara Pemberian Penjelasan (BAPP).
12.10. Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat dibuat Berita Acara
Pemberian Penjelasan Lanjutan dan diunggah melalui SPSE.
12.11. Berita Acara Pemberian Penjelasan Lapangan menjadi bagian dari Berita
Acara Pemberian Penjelasan (BAPP).
13. Perubahan 13.1. Apabila pada saat pemberian penjelasan terdapat hal-hal/ketentuan baru
Dokumen atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka Pokja Pemilihan
Pemilihan menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pemilihan yang menjadi bagian
tidak terpisahkan dari Dokumen Pemilihan.
13.2. Perubahan rancangan kontrak, spesifikasi teknis, gambar, dan/atau HPS,
harus mendapatkan persetujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum
Dokumen Pemilihan.
13.3. Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan
dalam Adendum Dokumen Pemilihan, maka ketentuan baru atau
perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah
Dokumen Pemilihan awal.
13.4. Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan
penawaran, Pokja Pemilihan dapat menetapkan Adendum Dokumen
Pemilihan, berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi
Dokumen Pemilihan.
13.5. Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Dokumen Pemilihan.
13.6. Pokja Pemilihan mengumumkan Adendum Dokumen Pemilihan dengan
cara mengunggah (upload) Adendum Dokumen Pemilihan melalui SPSE
paling lambat 3 (tiga) hari kalender diakhiri pada hari kerja dan jam kerja
sebelum batas akhir pemasukan penawaran.
13.7. Peserta dapat mengunduh (download) Adendum Dokumen Pemilihan yang
diunggah (upload) Pokja Pemilihan pada SPSE (apabila ada).
14. Tambahan 14.1 Apabila pokja pemilihan akan menerbitkan adendum Dokumen Tender yang
Waktu mengakibatkan kebutuhan penambahan waktu penyiapan kembali
Pemasukan Dokumen Penawaran, Pokja Pemilihan memperpanjang batas akhir
Dokumen penyampaian penawaran.
Penawaran
Paraf I Paraf II Paraf III
- 18 -
14.2 Perpanjangan batas akhir penyampaian penawaran mempertimbangkan
kecukupan waktu bagi peserta untuk menyiapkan dokumen penawaran
dengan batas akhir pemasukan penawaran pada hari kerja dan jam kerja.
C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN DAN KUALIFIKASI
15. Biaya dalam 15.1. Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian
Penyiapan penawaran dan kualifikasi.
Dokumen
15.2. Pokja Pemilihan tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang
dialami oleh peserta.
16. Bahasa 16.1. Semua Dokumen Penawaran dan Kualifikasi harus menggunakan
Dokumen Bahasa Indonesia.
16.2. Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dan
Kualifikasi dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing.
16.3. Dokumen penunjang yang berbahasa Inggris perlu disertai penjelasan
dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka
yang berlaku adalah penjelasan dalam yang berbahasa asing
17. Dokumen 17.1. Dokumen Penawaran paling kurang terdiri atas:
Penawaran a. Penawaran Administrasi;
b. Penawaran Teknis; dan
c. Penawaran Harga.
17.2. Dokumen Penawaran meliputi:
a. Dokumen Penawaran Administrasi terdiri atas:
1) Surat Penawaran (sebagaimana tercantum dalam SPSE);
2) Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan);
3) Surat Perjanjian Kerja Sama Operasi (apabila peserta berbentuk
KSO);
b. Dokumen Penawaran Teknis sesuai persyaratan teknis yang
ditetapkan terdiri atas:
1) Metode pelaksanaan pekerjaan untuk kualifikasi usaha besar;
2) Daftar isian peralatan utama beserta:
a) bukti kepemilikan peralatan yang berupa milik sendiri yaitu
STNK, BPKB, invois, kuitansi, bukti pembelian, surat
perjanjian jual beli, atau bukti kepemilikan lainnya;
b) bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa beli yaitu
surat perjanjian sewa beli, invois uang muka, kuitansi uang
muka, angsuran, atau bukti sewa beli lainnya;
c) bukti peralatan yang berupa sewa yaitu surat perjanjian sewa
beserta bukti kepemilikan/penguasaan peralatan dari
pemberi sewa berupa:
(1) bukti kepemilikan peralatan dari pemberi sewa yaitu
STNK, BPKB, invois, kuitansi, bukti pembelian, surat
perjanjian jual beli, atau bukti kepemilikan lainnya;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 19 -
(2) bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa beli yaitu
surat perjanjian sewa beli, invois uang muka, kuitansi
uang muka, angsuran, atau bukti sewa beli lainnya;
(3) bukti penguasaan peralatan pemberi sewa dapat berupa:
(a) surat pengalihan hak dari pemilik peralatan ke
pemberi sewa;
(b) surat kuasa dari pemilik peralatan ke pemberi sewa;
(c) surat pernyataan penguasaan alat ke pemberi sewa;
atau
(d) bukti pendukung lainnya yang mencantumkan
adanya pemberian kuasa peralatan dari pemilik
peralatan ke pemberi sewa.
3) Daftar isian personel manajerial beserta daftar riwayat
pengalaman kerja atau referensi kerja dari Pemberi Pekerjaan;
4) Daftar Isian Pekerjaan yang disubkontrakkan berupa jenis
pekerjaan yang disubkontrakkan sesuai dengan ketentuan pada
SSKK (apabila disyaratkan);
5) Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang terdiri atas:
a) Elemen SMKK; dan
b) Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi;
6) Dokumen lain yang disyaratkan (apabila ada).
c. Dokumen Penawaran Harga terdiri atas:
1) Penawaran harga, tercantum dalam Surat Penawaran;
2) Daftar Keluaran dan Harga.
d. Dokumen lain:
1) Formulir penyampaian TKDN (apabila memenuhi syarat untuk
diberikan preferensi harga);
2) Daftar barang yang diimpor (apabila ada).
17.3. Pokja Pemilihan menetapkan persyaratan teknis sebagaimana dimaksud
pada ketentuan 17.2.b dalam LDP dengan ketentuan:
a. Metode pelaksanaan pekerjaan utama disyaratkan hanya untuk
kualifikasi usaha besar, harus memperhatikan:
1) Pekerjaan utama yang harus diuraikan metode pelaksanaannya
ditetapkan berdasarkan pekerjaan yang nilai bobot biayanya
tertinggi secara berurutan;
2) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling sedikit
di atas Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah), pekerjaan utama yang ditetapkan paling banyak 3 (tiga)
pekerjaan utama; dan
3) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling sedikit
di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah), pekerjaan
utama yang ditetapkan paling banyak 4 (empat) pekerjaan utama.
b. Peralatan utama:
1) Yang dimaksud dengan peralatan utama adalah peralatan yang
mendukung langsung dan sesuai kebutuhan untuk melaksanakan
pekerjaan utama (major item); dan
2) Kepemilikan peralatan utama adalah milik sendiri, sewa beli,
dan/atau sewa kepada pihak lain dengan perjanjian Sewa bersyarat
(bukan surat dukungan). Asphalt Mixing Plant (AMP) dan/atau
Paraf I Paraf II Paraf III
- 20 -
Batching Plant dapat disewa oleh lebih dari 1 (satu) Peserta pada
saat bersamaan.
3) Persyaratan peralatan utama harus memperhatikan:
a) Jumlah jenis peralatan utama yang disyaratkan:
(1) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling
banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),
disyaratkan paling banyak 6 (enam) jenis peralatan utama
yang dikompetisikan; dan
(2) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS di
atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)
disyaratkan paling banyak 10 (sepuluh) jenis peralatan
utama yang dikompetisikan;
b) Jumlah peralatan utama dari setiap jenis yang disyaratkan:
(1) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling
banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),
disyaratkan paling banyak 3 (tiga) unit peralatan utama; dan
(2) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling
sedikit di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)
disyaratkan paling banyak 3 (tiga) unit peralatan utama.
c. Personel manajerial:
1) Untuk pekerjaan kualifikasi usaha kecil personel manajerial yang
disyaratkan meliputi jabatan Pelaksana dan Petugas Keselamatan
Konstruksi/Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi;
2) Untuk pekerjaan kualifikasi usaha menengah dan besar personel
manajerial yang disyaratkan meliputi jabatan: Manajer
Pelaksanaan/Proyek, Manajer Teknik, Manajer Keuangan, dan Ahli
K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi;
3) Personel manajerial sebagaimana dimaksud pada angka 1) dan
angka 2) di atas hanya disyaratkan 1 (satu) orang untuk masing-
masing jabatan, kecuali :
(a) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling
sedikit di atas Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah),
manajer teknis disyaratkan paling banyak 2 (dua) personel; dan
(b) Untuk tender pekerjaan konstruksi dengan nilai HPS paling
sedikit di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),
manajer teknis disyaratkan paling banyak 3 (tiga) personel;
4) Hanya mensyaratkan 1 (satu) sertifikat kompetensi kerja (SKA/SKT)
untuk setiap personel manajerial yang disyaratkan, kecuali untuk
manajer keuangan tidak mensyaratkan sertifikat kompetensi kerja;
5) Untuk sertifikat Petugas Keselamatan Konstruksi atau sertifikat
Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi, tidak boleh
dibatasi hanya yang diterbitkan oleh salah satu lembaga sertifikasi
profesi atau instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
6) Persyaratan SKA/SKT diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a) kualifikasi Usaha Kecil tidak mensyaratkan SKA, kecuali SKA Ahli
K3 Konstruksi / Ahli Keselamatan Konstruksi; dan
b) kualifikasi Usaha Menengah dan Usaha Besar tidak
mensyaratkan SKT;
7) Untuk pekerjaan yang memiliki tingkat risiko keselamatan
konstruksi kecil, sedang, dan besar diatur dengan ketentuan
sebagai berikut:
Paraf I Paraf II Paraf III
- 21 -
a) Risiko keselamatan konstruksi kecil, mensyaratkan Petugas
Keselamatan Konstruksi tanpa syarat pengalaman;
b) Risiko keselamatan konstruksi sedang, mensyaratkan:
(1) Ahli Muda K3 Konstruksi/Ahli Muda Keselamatan Konstruksi
dengan pengalaman 3 (tiga) tahun; atau
(2) Ahli Madya K3 Konstruksi/Ahli Madya Keselamatan
Konstruksi tanpa syarat pengalaman;
c) Risiko keselamatan konstruksi besar, mensyaratkan:
(1) Ahli Madya K3 Konstruksi/Ahli Madya Keselamatan
Konstruksi dengan pengalaman 3 (tiga) tahun; atau
(2) Ahli Utama K3 Konstruksi/Ahli Utama Keselamatan
Konstruksi tanpa syarat pengalaman; dan
d) Risiko keselamatan konstruksi sebagaimana dimaksud pada
huruf a), huruf b), dan huruf c) berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
8) Persyaratan pengalaman untuk personel manajerial selain Petugas
Keselamatan Konstruksi/Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan
Konstruksi memperhatikan ketentuan:
a) Untuk tender pekerjaan konstruksi kualifikasi usaha kecil
dengan nilai HPS sampai dengan paling banyak
Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah), pengalaman
yang disyaratkan paling lama 2 (dua) tahun.
b) Untuk tender pekerjaan konstruksi kualifikasi usaha menengah
dengan nilai HPS paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima
puluh miliar rupiah), pengalaman yang disyaratkan paling lama
4 (empat) tahun;
c) Untuk tender pekerjaan konstruksi kualifikasi usaha besar
dengan nilai HPS paling sedikit di atas Rp50.000.000.000,00
(lima puluh miliar rupiah) sampai dengan paling banyak
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah), pengalaman
yang disyaratkan paling lama 5 (lima) tahun; dan
d) Untuk tender pekerjaan konstruksi kualifikasi usaha besar
dengan nilai HPS paling sedikit di atas Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah), pengalaman yang disyaratkan paling
lama 8 (delapan) tahun.
d. Daftar Isian Pekerjaan yang disubkontrakkan sesuai dengan LDP
dengan mengacu ketentuan pada SSUK (apabila disyaratkan);
e. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK):
Persyaratan dokumen RKK harus memperhatikan:
1) Menetapkan 1 (satu) uraian pekerjaan dan 1 (satu) identifikasi
bahaya; dan
2) Uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya sebagaimana dimaksud
pada angka 1) didasarkan pada tingkat risiko terbesar dari seluruh
uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya yang telah ditetapkan PPK
dalam rancangan konseptual sistem manajemen keselamatan
konstruksi.
18. Harga 18.1. Peserta menginput nilai penawaran dan mengunggah Daftar Keluaran dan
Penawaran Harga pada SPSE.
18.2. Peserta mencantumkan harga keluaran/output dan harga total untuk
setiap keluaran/output pekerjaan dalam Daftar Keluaran dan Harga.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 22 -
18.3. Biaya tidak langsung dan keuntungan serta biaya langsung termasuk untuk
penyelenggaraan biaya pengawasan dan staf lapangan/tenaga ahli
lapangan, administrasi kantor lapangan, konstruksi dan fasilitas
sementara, transportasi, konsumsi, keamanan, kontrol kualitas dan
pengujian, tenaga kerja, praktik/magang, serta semua pajak, bea, retribusi,
dan pungutan lain yang sah yang harus dibayar oleh penyedia untuk
pelaksanaan paket Pekerjaan Konstruksi ini telah diperhitungkan dalam
total harga penawaran.
18.4. Komponen/Item pekerjaan penerapan SMKK dimasukkan dalam Daftar
Keluaran dan Harga dengan besaran biaya sesuai dengan kebutuhan.
18.5. Perkiraan biaya penerapan SMKK memuat paling sedikit:
a. penyiapan RKK;
b. sosialisasi, promosi, dan pelatihan;
c. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri;
d. asuransi dan perizinan;
e. Personel Keselamatan Konstruksi;
f. fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan;
g. rambu-rambu yang diperlukan;
h. konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi; dan
i. kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian Risiko
Keselamatan Konstruksi.
18.6. Rincian kegiatan sebagaimana dimaksud dalam angka 18.5 huruf c, huruf f,
huruf g, dan huruf i merupakan barang habis pakai.
18.7. Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi sebagaimana
dimaksud pada angka 18.5 huruf h tidak diharuskan bagi Pekerjaan
Konstruksi dengan Risiko Keselamatan Konstruksi kecil.
19. Mata Uang 19.1. Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang Rupiah.
Penawaran dan
Cara 19.2. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara
Pembayaran sebagaimana tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat
Umum Kontrak/Syarat-Syarat Khusus Kontrak.
20. Masa Berlaku 20.1. Masa berlaku penawaran sesuai dengan ketentuan sebagaimana
Penawaran tercantum dalam SPSE.
20.2. Apabila penetapan pemenang telah disampaikan dan tidak ada
sanggah/sanggah banding, tetapi DIPA/DPA belum disahkan, Pokja
Pemilihan meminta secara tertulis kepada pemenang tender untuk
memperpanjang masa berlakunya penawaran dalam jangka waktu
tertentu dan diperhitungkan paling kurang sampai perkiraan tanggal
penandatanganan kontrak.
20.3. Berkaitan dengan 20.2, pemenang tender dapat:
a. menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran; atau
Paraf I Paraf II Paraf III
- 23 -
b. menolak permintaan tersebut dan mengundurkan diri secara tertulis.
Pemenang tender yang menolak dan mengundurkan diri tidak
dikenakan sanksi.
21. Pengisian Data 21.1. Peserta berkewajiban untuk mengisi data kualifikasi melalui form isian
Kualifikasi elektronik data kualifikasi dalam SPSE.
21.2. Jika Form Isian Elektronik Kualifikasi yang tersedia pada SPSE belum
mengakomodir data kualifikasi yang disyaratkan Pokja Pemilihan, maka
data kualifikasi tersebut diunggah (upload) pada fasilitas pengunggahan
lain yang tersedia pada SPSE.
21.3. Peserta tidak perlu mengunggah hasil pemindaian (scan) dokumen
administrasi kualifikasi pada fasilitas unggahan Dokumen Penawaran.
21.4. Dengan mengirimkan data kualifikasi melalui SPSE:
a. dalam hal peserta tunggal/atas nama sendiri, Data Kualifikasi dan
pernyataan yang menjadi bagian kualifikasi dianggap telah
ditandatangani dan disetujui.
b. dalam hal peserta pemilihan ber-KSO, data Kualifikasi dan pernyataan
yang menjadi bagian kualifikasi dianggap telah ditandatangani dan
disetujui oleh pejabat yang menurut perjanjian KSO berhak
mewakili/leadfirm KSO.
22. Pakta Integritas 22.1. Pakta Integritas berisi pernyataan:
a. Tidak akan melakukan praktek korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme.
b. Akan melaporkan kepada PA/KPA/APIP jika mengetahui terjadinya
praktik korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme dalam proses pengadaan
ini;
c. Akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan
profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan; dan
d. Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam huruf a, b, dan/atau
c maka bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
22.2. Dengan mendaftar sebagai peserta tender melalui SPSE, maka peserta
tunggal/atas nama sendiri ataupun peserta ber-KSO (leadfirm dan anggota
KSO), telah menyetujui dan menandatangani Pakta Integritas.
23. Jaminan 23.1. Dalam hal HPS paling sedikit di atas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar
Penawaran rupiah), Jaminan Penawaran disampaikan sebagai bagian dari dokumen
administrasi.
23.2. Besaran nilai nominal, masa berlaku, dan pencairan Jaminan Penawaran
sebagaimana ketentuan jaminan penawaran yang tercantum dalam LDP.
23.3. Ketentuan penyampaian Jaminan Penawaran sebagai berikut:
a. Softcopy Jaminan Penawaran disampaikan sebagai bagian dari
dokumen administrasi;
b. Jaminan Penawaran dapat dikirim dalam bentuk softcopy asli dari
kamera/handphone (HP) atau scan tanpa edit;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 24 -
c. Jaminan Penawaran disampaikan secara langsung atau melalui pos/jasa
pengiriman kepada Pokja Pemilihan paling lambat sebelum batas akhir
penyampaian penawaran yang dibuktikan dengan bukti pengirima;
d. Dalam hal Jaminan Penawaran tidak diterima Pokja Pemilihan sampai
dengan batas waktu yang ditentukan, maka penawaran dinyatakan
gugur apabila berdasarkan klarifikasi ke penerbit jaminan, pencairan
jaminan penawaran memerlukan jaminan penawaran yang asli. Segala
risiko keterlambatan dan kerusakan pengiriman Jaminan Penawaran
menjadi risiko peserta.
23.4. Jaminan Penawaran yang diserahkan kepada PPK, memenuhi ketentuan
sebagai berikut :
a. Diterbitkan oleh:
1) Bank Umum;
2) Perusahaan Penjaminan;
3) Perusahaan Asuransi; atau
4) Lembaga khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang
Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia;
b. Penerbit Jaminan Penawaran telah ditetapkan/ mendapatkan
rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
D. PENYAMPAIAN DATA KUALIFIKASI DAN DOKUMEN PENAWARAN
24. Persiapan Data 24.1. Dokumen Penawaran disampaikan oleh peserta terdiri atas 1 (satu)
Kualifikasi dan Dokumen Penawaran yang telah disandikan/dienkripsi dan terdiri atas:
Dokumen a. Penawaran administrasi;
Penawaran b. Penawaran teknis; dan
c. Penawaran harga.
24.2. Dokumen Penawaran disandikan/dienkripsi dengan sistem pengaman
dokumen.
24.3. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran yang telah
disandikan/dienkripsi sesuai jadwal yang ditetapkan.
24.4. Peserta menyampaikan Data Kualifikasi melalui form isian elektronik Data
Kualifikasi yang tersedia pada SPSE bersamaan dengan penyampaian
Dokumen Penawaran.
25. Penyampaian 25.1. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja Pemilihan,
Data Kualifikasi dengan jadwal sebagaimana tercantum dalam SPSE, dengan ketentuan
dan Dokumen peserta mengunggah Dokumen Penawaran terenkripsi hanya melalui SPSE
Penawaran sesuai jadwal yang ditetapkan.
25.2. Dokumen penawaran yang disampaikan melalui isian kualifikasi atau
fasilitas unggah data kualifikasi lainnya tidak dapat dianggap sebagai
dokumen penawaran.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 25 -
25.3. Peserta menyampaikan Data Kualifikasi melalui SPSE kepada Pokja
Pemilihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada SPSE, dengan
ketentuan:
a. Dalam hal peserta tunggal/atas nama sendiri, disampaikan melalui isian
elektronik kualifikasi yang tersedia pada SPSE;
b. Dalam hal KSO, leadfirm KSO menyampaikan data kualifikasi dengan
dilengkapi formulir isian kualifikasi seluruh anggota KSO-nya.
25.4. Peserta menyampaikan Data Kualifikasi kepada Pokja Pemilihan, dengan
jadwal sebagaimana yang telah ditetapkan pada SPSE, dengan ketentuan:
a. Data Kualifikasi disampaikan melalui formulir isian elektronik kualifikasi
yang tersedia pada SPSE;
b. Peserta dapat mengirimkan data kualifikasi secara berulang sebelum
batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Data kualifikasi
yang dikirimkan terakhir akan menggantikan data kualifikasi yang telah
terkirim sebelumnya;
c. Jika formulir isian elektronik kualifikasi yang tersedia pada SPSE belum
mengakomodir data kualifikasi yang disyaratkan Pokja Pemilihan,
maka data kualifikasi tersebut diunggah (upload) oleh yang
mewakili/leadfirm KSO pada fasilitas pengunggahan lain yang tersedia
pada SPSE;
d. Dengan mengirimkan data kualifikasi secara elektronik, peserta telah
menyetujui pernyataan sebagai berikut:
1) badan usaha yang bersangkutan tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan;
2) badan usaha tidak masuk dalam daftar hitam;
3) perorangan yang bertindak untuk dan atas nama badan usaha tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana;
4) keikutsertaannya tidak menimbulkan pertentangan kepentingan
para pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak
langsung;
5) data kualifikasi yang diisikan benar, dan jika dikemudian hari
ditemukan bahwa data/dokumen yang disampaikan tidak benar dan
ada pemalsuan maka perusahaan/penyedia bersedia dikenakan
sanksi pencantuman dalam daftar hitam, gugatan secara perdata,
dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
6) pimpinan dan pengurus badan usaha bukan sebagai pegawai K/L/PD
atau pimpinan dan pengurus badan usaha sebagai pegawai K/L/PD
yang sedang mengambil cuti diluar negara.
25.5. Dokumen Penawaran administrasi, teknis, dan harga dienkripsi
menggunakan sistem pengaman dokumen.
25.6. Peserta mengunggah (upload) Dokumen Penawaran administrasi, teknis,
dan harga yang telah terenkripsi sesuai jadwal yang ditetapkan.
25.7. Peserta dapat mengunggah Dokumen Penawaran secara berulang
sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Dokumen
Penawaran terakhir akan menggantikan Dokumen Penawaran yang telah
terkirim sebelumnya.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 26 -
25.8. Dengan mengirimkan dokumen penawaran secara elektronik peserta telah
menyatakan:
a. melaksanakan metode pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis yang
disyaratkan; dan
b. melaksanakan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan yang ditentukan dalam LDP.
25.9. Surat Penawaran, Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi, dan/atau
Dokumen lain sebagai bagian dari Dokumen Penawaran yang diunggah
(upload) ke dalam SPSE dianggap sah sebagai dokumen elektronik dan
dianggap telah disetujui dan ditandatangani secara elektronik oleh
pemimpin/direktur perusahaan atau kepala cabang perusahaan yang
diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen autentik
atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama adalah yang berhak
mewakili perusahaan yang bekerja sama atau pihak yang diberi kuasa oleh
pemimpin atau direktur perusahaan yang nama pemberi kuasanya
tercantum dalam akta pendirian/perubahan.
25.10. Peserta tidak perlu mengunggah (upload) hasil pemindaian dokumen asli
yang bertanda tangan basah dan berstempel, kecuali surat lain yang
memerlukan tanda tangan basah dari pihak lain.
25.11. Peserta dapat mengunggah (upload) ulang Dokumen Penawaran untuk
mengganti atau menimpa Dokumen Penawaran sebelumnya, sampai
dengan batas akhir pemasukan penawaran.
25.12. Peserta wajib mengetahui dan melaksanakan ketentuan penggunaan
sistem pengaman dokumen yang melekat pada SPSE.
25.13. Untuk Peserta yang berbentuk KSO, pemasukan penawaran dilakukan
oleh badan usaha yang ditunjuk mewakili KSO/leadfirm KSO .
26. Batas Akhir 26.1. Penawaran harus disampaikan melalui SPSE sesuai jadwal pada SPSE.
Waktu
Pemasukan 26.2. Pokja Pemilihan tidak diperkenankan mengubah waktu batas akhir
Penawaran pemasukan penawaran kecuali:
a. keadaan kahar;
b. terjadi gangguan teknis;
c. perubahan dokumen pemilihan yang mengakibatkan kebutuhan
penambahan waktu penyiapan Dokumen Penawaran; atau
d. tidak ada peserta yang memasukkan penawaran sampai dengan batas
akhir pemasukan penawaran.
26.3. Dalam hal Pokja Pemilihan mengubah waktu batas akhir pemasukan
penawaran maka harus menyampaikan/menginformasikan pada SPSE
alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
26.4. Dalam hal setelah batas akhir pemasukan penawaran tidak ada peserta
yang memasukkan penawaran, Pokja Pemilihan dapat memperpanjang
batas akhir jadwal pemasukan penawaran.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 27 -
26.5. Perpanjangan jangka waktu sebagaimana dimaksud pada angka 26.4
dilakukan pada hari yang sama dengan batas akhir pemasukan penawaran.
E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN DAN KUALIFIKASI
27. Pembukaan 27.1. Jadwal pembukaan penawaran sebagaimana tercantum dalam SPSE.
Penawaran
27.2. Pada tahap pembukaan penawaran, Pokja Pemilihan mengunduh
(download) dan melakukan dekripsi file Dokumen Penawaran dengan
menggunakan sistem pengaman dokumen sesuai waktu yang telah
ditetapkan.
27.3. Terhadap Dokumen Penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi), Pokja
Pemilihan menyampaikan Dokumen Penawaran tersebut kepada LPSE untuk
mendapat keterangan bahwa Dokumen yang bersangkutan tidak dapat
dibuka dan bila dianggap perlu LPSE dapat menyampaikan Dokumen
Penawaran tersebut kepada LKPP.
27.4. Berdasarkan keterangan dari LPSE, apabila Dokumen Penawaran tidak dapat
dibuka/didekripsi maka Pokja Pemilihan dapat menetapkan bahwa Dokumen
Penawaran tersebut tidak memenuhi syarat sebagai penawaran dan peserta
yang mengirimkan Dokumen Penawaran tersebut dianggap tidak
memasukkan penawaran. Apabila dapat dibuka, maka Pokja Pemilihan akan
melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan.
27.5. Dinyatakan sebagai penawaran yang masuk apabila Dokumen Penawaran
sebagaimana dimaksud pada IKP 17.1 terpenuhi. Surat pengunduran diri
(misalnya) tidak termasuk sebagai penawaran.
27.6. Apabila penawaran yang masuk hanya 1 (satu), maka tender dilanjutkan
dengan evaluasi administrasi, teknis, dan kualifikasi serta apabila memenuhi
persyaratan, maka dilanjutkan dengan klarifikasi dan negosiasi teknis dan
harga.
28. Evaluasi 28.1. Evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem harga terendah sistem gugur.
Dokumen
Penawaran 28.2. Pokja melakukan evaluasi Dokumen Penawaran berdasarkan data yang
diunggah (upload) dalam SPSE, dikecualikan untuk evaluasi Jaminan
Penawaran dilakukan berdasarkan dokumen Jaminan Penawaran yang
disampaikan.
28.3. Pokja Pemilihan melakukan evaluasi penawaran yang meliputi:
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis; dan
c. evaluasi harga.
28.4. Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut:
a. Pokja Pemilihan dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau
mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pemilihan ini;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 28 -
b. Pokja Pemilihan dan/atau peserta dilarang menambah, mengurangi,
mengganti, dan/atau mengubah isi Dokumen Penawaran;
c. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai
dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan
dalam Dokumen Pemilihan ini, tanpa ada penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat;
d. Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat
adalah:
1) Penyimpangan Dokumen Penawaran dari Dokumen Pemilihan yang
mempengaruhi lingkup, kualitas atau hasil/kinerja pekerjaan;
dan/atau
2) Penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan diluar
ketentuan dan syarat-syarat yang akan menimbulkan persaingan
usaha tidak sehat dan/atau tidak adil.
e. Pokja Pemilihan dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan:
1) Peserta tidak aktif/tidak membuka SPSE dan/atau tidak bertanya
pada saat pemberian penjelasan;
2) Kesalahan yang tidak substansial, berupa kesalahan-kesalahan yang
tidak mempengaruhi hasil evaluasi;
3) Dokumen metode pelaksanaan peserta tidak menjelaskan peralatan
utama, namun peralatan utama yang ditawarkan oleh peserta sesuai
dengan persyaratan peralatan dalam LDP; dan/atau
4) Metode pelaksanaan peserta tidak mencantumkan
spesifikasi/volume pekerjaan, kecuali terdapat ketidaksesuaian
terhadap penggunaan peralatan atau spesifikasi/volume pekerjaan.
f. Para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada
Pokja Pemilihan selama proses evaluasi;
g. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang
tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (indikasi kolusi/
persekongkolan) antara peserta, Pokja Pemilihan, UKPBJ, PPK dan/atau
pihak lain yang terlibat, dengan tujuan untuk memenangkan salah satu
peserta, maka:
1) peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain
yang terlibat dikenakan sanksi Daftar Hitam;
2) anggota Pokja Pemilihan, PPK dan/atau pihak lain yang terlibat
persekongkolan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
3) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta
lainnya yang tidak terlibat (apabila ada); dan
4) apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka 3),
maka tender dinyatakan gagal.
h. Indikasi persekongkolan antar peserta memenuhi sekurang-kurangnya 2
(dua) indikasi di bawah ini:
1) kesamaan dalam Dokumen Penawaran, antara lain pada metode
kerja, bahan, alat, analisa pendekatan teknis, koefisien, harga satuan
dasar upah, bahan dan alat, harga satuan pekerjaan, dan/atau
dukungan teknis;
2) para peserta yang terindikasi persekongkolan memasukkan
penawaran dengan nilai penawaran mendekati HPS dan/atau hampir
sama;
3) adanya keikutsertaan beberapa Penyedia Barang/Jasa yang berada
dalam 1 (satu) kendali;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 29 -
4) adanya kesamaan/kesalahan isi Dokumen Penawaran, antara lain
kesamaan/kesalahan pengetikan, susunan, dan format penulisan;
dan/atau
5) jaminan penawaran diterbitkan dari penerbit penjaminan yang sama
dan nomornya berurutan.
28.5. Evaluasi Administrasi:
a. evaluasi administrasi meliputi pemeriksaan kelengkapan dokumen
penawaran.
a. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila:
1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen
Pemilihan terpenuhi, yaitu dengan dilampirkannya:
a) Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan);
b) Surat Perjanjian Kerja Sama Operasi (apabila ber-KSO);
c) Dokumen Penawaran Teknis;
d) Dokumen Penawaran Harga.
2) Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan) memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
a) Diterbitkan oleh penerbit jaminan penawaran sesuai ketentuan
pada IKP 23.6.
b) Masa berlaku tidak kurang dari waktu sebagimana tercantum
dalam LDP;
c) Masa berlaku dicantumkan dalam angka dan huruf, dengan
ketentuan:
(1) apabila ada perbedaan penulisan antara angka dan huruf
maka masa berlaku yang diakui adalah tulisan huruf;
(2) apabila yang tertulis dalam angka jelas sedangkan dalam
huruf tidak jelas/tidak bermakna/salah, maka yang diakui
adalah masa berlaku yang tertulis dalam angka; atau
(3) apabila yang tertulis dalam angka dan dalam huruf tidak
jelas/tidak bermakna/salah, maka dinyatakan gugur.
d) Nama yang tercantum dalam surat Jaminan Penawaran sama
dengan nama peserta;
e) Besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal
sebagaimana yang tercantum dalam LDP;
f) Besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan
huruf, dengan ketentuan:
(1) apabila ada perbedaan penulisan antara angka dan huruf
maka nilai yang diakui adalah tulisan huruf;
(2) apabila yang tertulis dalam angka jelas sedangkan dalam
huruf tidak jelas/tidak bermakna/salah, maka yang diakui
adalah nilai yang tertulis dalam angka; atau
(3) apabila yang tertulis dalam angka dan dalam huruf tidak
jelas/tidak bermakna/salah, maka penawaran dinyatakan
gugur.
g) Nama Pokja Pemilihan yang menerima Jaminan Penawaran sama
dengan nama Pokja Pemilihan yang mengadakan Tender;
h) Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan
yang ditenderkan;
i) Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat
14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi
dari Pokja Pemilihan diterima oleh Penerbit Jaminan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 30 -
j) Jaminan Penawaran atas nama KSO harus ditulis atas nama KSO;
dan
k) Substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran telah
dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja Pemilihan
kepada penerbit jaminan apabila kurang jelas dan meragukan.
3) Surat Perjanjian Kerja Sama Operasi memenuhi persyaratan sesuai
ketentuan IKP 3.4.
b. Pokja Pemilihan dapat melakukan klarifikasi/konfirmasi secara tertulis
terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan namun tidak boleh
mengubah substansi;
c. Evaluasi administrasi menghasilkan dua kesimpulan, yaitu memenuhi
syarat administrasi atau tidak memenuhi syarat administrasi;
d. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan
evaluasi teknis;
e. Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah ada yang tidak memenuhi
persyaratan administrasi maka Pokja Pemilihan melakukan evaluasi
administrasi terhadap penawar terendah berikutnya (apabila ada);
f. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan
evaluasi teknis; dan
g. Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi,
maka tender dinyatakan gagal.
28.6. Evaluasi Teknis:
a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan
administrasi;
b. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan:
1) Pokja Pemilihan menilai persyaratan teknis minimal yang harus
dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan teknis
sebagaimana tercantum dalam LDP;
1) Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana
tercantum dalam LDP apabila:
a) Metode pelaksanaan pekerjaan (disyaratkan hanya untuk
kualifikasi usaha besar) memenuhi persyaratan substantif yang
ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan dan diyakini
menggambarkan penguasaan dalam menyelesaikan pekerjaan
utama sesuai yang disyaratkan dalam LDP, meliputi:
(1) Tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir secara
garis besar dan uraian/cara kerja dari masing-masing jenis
pekerjaan utama;
(2) Kesesuaian antara metode kerja dengan peralatan utama
yang ditawarkan/diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan;
(3) Kesesuaian antara metode kerja dengan spesifikasi/volume
pekerjaan yang disyaratkan.
Penilaian metode pelaksanaan tidak mengevaluasi
jobmix/rincian/campuran/ komposisi material dari jenis
pekerjaan.
b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang
ditetapkan dalam LDP, dengan ketentuan:
(1) Evaluasi terhadap peralatan utama yang bersumber dari:
(a) Milik sendiri, dilakukan terhadap bukti kepemilikan
peralatan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 31 -
(b) Sewa Beli, dilakukan terhadap bukti pembayaran Sewa
Beli;
(c) Untuk peralatan sewa, selain menyampaikan surat
perjanjian sewa harus disertai dengan bukti
kepemilikan/penguasaan terhadap peralatan dari
pemberi sewa.
(2) Evaluasi bukti peralatan utama dilakukan dengan
ketentuan:
(a) Dalam hal peserta menyampaikan bukti kepemilikan
peralatan yang berupa milik/sewa beli bukan atas nama
peserta tender, bukti tersebut tidak menjadi hal yang
menggugurkan pada saat evaluasi;
(b) Dalam hal peserta menyampaikan bukti kepemilikan
peralatan yang berupa sewa bukan atas nama pemberi
sewa, bukti tersebut tidak menjadi hal yang
menggugurkan pada saat evaluasi;
(c) Bukti peralatan milik sendiri/sewa beli/sewa yang
disampaikan oleh peserta tidak dilakukan klarifikasi
secara fisik.
(3) Pencantuman merek, tipe, dan lokasi peralatan dalam
daftar isian peralatan tidak menggugurkan;
(4) Jenis, kapasitas, dan jumlah yang disediakan untuk
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang disyaratkan.
(5) Dalam hal jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan
minimal yang ditawarkan berbeda dengan yang tercantum
dalam Dokumen Pemilihan, maka Pokja Pemilihan akan
membandingkan produktivitas alat tersebut berdasarkan
metode pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan.
(6) Apabila perbedaan peralatan menyebabkan metode tidak
dapat dilaksanakan atau produktivitas yang diinginkan
tidak tercapai sesuai dengan target serta waktu yang
dibutuhkan, maka dinyatakan tidak memenuhi persyaratan
dan dapat digugurkan pada tahap evaluasi teknis.
(7) Apabila ada hal-hal yang meragukan dan kurang jelas, Pokja
dapat melakukan klarifikasi kepada pemilik peralatan/
pemilik peralatan sewa terhadap bukti-bukti yang
disampaikan peserta.
(8) Klarifikasi hanya dilakukan terhadap bukti-bukti
kepemilikan peralatan, tidak terhadap fisik peralatan.
c) Personel manajerial yang ditawarkan sesuai dengan yang
ditetapkan dalam LDP, dengan ketentuan:
(1) Dalam hal peserta menawarkan Personel Manajerial atau
Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dengan
pengalaman lebih dari yang disyaratkan, maka tidak
digugurkan.
(2) Dalam hal disyaratkan jabatan petugas keselamatan
konstruksi untuk pekerjaan yang memiliki tingkat risiko
kecil, peserta dapat menawarkan personel dengan jabatan
Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi.
(3) Kompetensi personel manajerial meliputi lama pengalaman
bekerja.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 32 -
(4) Pengalaman kerja dihitung berdasarkan daftar riwayat
pengalaman kerja atau referensi kerja dari pemberi
pekerjaan.
(5) Pengalaman yang disampaikan tanpa melampirkan daftar
riwayat pengalaman kerja atau referensi maka tidak dapat
dihitung sebagai pengalaman.
(6) Pengalaman kerja dihitung per tahun tanpa
memperhatikan lamanya pelaksanaan konstruksi (dihitung
berdasarkan Tahun Anggaran).
(7) Pengalaman kerja yang dinilai adalah pengalaman kerja
setelah personel lulus pendidikan minimal sesuai
persyaratan untuk memperoleh SKA/SKT sesuai yang
disyaratkan dalam LDP.
(8) Penilaian Pengalaman Manajer Pelaksana/Proyek dan
Manajer Teknis serta pelaksana dilakukan terhadap
pengalaman dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.
(9) Penilaian pengalaman Petugas Keselamatan
Konstruksi/Ahli K3 Konstruksi dilakukan terhadap
pengalaman keterampilan/keahlian K3 dalam
melaksanakan pekerjaan konstruksi.
(10) Penilaian pengalaman manajer keuangan dilakukan
terhadap pengalaman mengelola keuangan.
(11) Perhitungan pengalaman personel manajerial ditentukan
berdasarkan:
(a) Daftar riwayat pengalaman kerja; atau
(b) Referensi kerja dari pemberi pekerjaan.
d) Evaluasi pekerjaan yang disubkontrakkan dilakukan dengan
ketentuan:
(1) Memeriksa kesesuaian pekerjaan yang disubkontrakkan
baik untuk pekerjaan utama maupun pekerjaan yang bukan
pekerjaan utama;
(2) Peserta dinyatakan memenuhi unsur pekerjaan yang
disubkontrakkan apabila Daftar Isian Pekerjaan yang
Disubkontrakkan yang disampaikan sesuai dengan jumlah
dan jenis pekerjaan yang dipersyaratkan dalam SSKK;
(3) Dalam hal tender pekerjaan konstruksi yang diperuntukkan
bagi percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi
Papua dan Provinsi Papua Barat dengan nilai pagu anggaran
paling banyak Rp [Link],00 (dua puluh lima miliar
rupiah) Pokja Pemilihan memeriksa bukti identitas dari
subkontraktor yang di disampaikan dalam Daftar Isian
Pekerjaan yang Disubkontrakkan; dan
(4) Dalam hal tender pekerjaan konstruksi yang diperuntukkan
bagi percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi
Papua dan Provinsi Papua Barat dengan nilai pagu anggaran
paling sedikit di atas Rp [Link],00 (dua puluh lima
miliar rupiah), selain memenuhi ketentuan sebagaimana
angka (2), Pokja Pemilihan memeriksa bukti identitas dari
subkontraktor yang di disampaikan dalam Daftar Isian
Pekerjaan yang Disubkontrakkan.
e) Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) memenuhi persyaratan
sebagaimana tercantum dalam LDP, yang memuat:
Paraf I Paraf II Paraf III
- 33 -
(1) Elemen SMKK, meliputi:
(a) Kepemimpinan dan Partisipasi pekerja dalam
keselamatan konstruksi;
(b) Perencanaan Keselamatan Konstruksi:
i. uraian pekerjaan,
ii. manajemen risiko dan rencana tindakan, meliputi:
i) penjelasan manajemen risiko meliputi
mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko,
dan mengendalikan risiko;
ii) penjelasan rencana Tindakan meliputi sasaran
khusus dan program khusus;
(c) Dukungan Keselamatan Konstruksi;
(d) Operasi Keselamatan Konstruksi;
(e) Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi.
(2) Pakta komitmen yang ditandatangani oleh pimpinan
tertinggi perusahaan penyedia jasa.
Evaluasi dokumen RKK dilakukan dengan ketentuan:
(1) Peserta dinyatakan memenuhi elemen Kepemimpinan dan
Partisipasi pekerja dalam keselamatan konstruksi apabila
menyampaikan Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
yang memenuhi ketentuan:
(a) mencantumkan 7 (tujuh) pernyataan Komitmen
Keselamatan Konstruksi; dan
(b) nama paket pekerjaan sesuai dengan nama paket
pekerjaan yang ditenderkan;
(2) Peserta dinyatakan memenuhi elemen Perencanaan
Keselamatan Konstruksi apabila menyampaikan tabel B.1
Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan
Peluang, serta tabel B.2 Rencana tindakan (sasaran khusus
& program khusus) yang memenuhi ketentuan:
(a) Kolom uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya diisi
sesuai yang disyaratkan dalam LDP;
(b) Kolom lain telah diisi kecuali kolom keterangan tidak
wajib diisi (isian tidak dievaluasi);
(3) Peserta dinyatakan memenuhi elemen dukungan
keselamatan konstruksi apabila menyampaikan penjelasan
salah satu sub elemen dari elemen dukungan keselamatan
konstruksi (isian tidak dievaluasi) atau menyampaikan tabel
Jadwal Program Komunikasi yang telah diisi (isian tidak
dievaluasi);
(4) Peserta dinyatakan memenuhi elemen Operasi
Keselamatan Konstruksi apabila menyampaikan penjelasan
salah satu sub elemen dari elemen Operasi Keselamatan
Konstruksi (isian tidak dievaluasi) atau tabel Analisis
Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis) yang telah diisi
(isian tidak dievaluasi); dan
(5) Peserta dinyatakan memenuhi elemen Evaluasi Kinerja
Keselamatan Konstruksi apabila menyampaikan penjelasan
salah satu sub elemen Evaluasi Kinerja Keselamatan
Konstruksi (isian tidak dievaluasi) atau tabel Jadwal
Inspeksi dan Audit yang telah diisi (isian tidak dievaluasi).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 34 -
(6) Pakta komitmen yang belum ditandatangani oleh pimpinan
tertinggi perusahaan penyedia jasa tidak menggugurkan.
(7) Pakta komitmen yang ditandatangani oleh pimpinan
tertinggi perusahaan penyedia jasa sebagaimana dimaksud
huruf e) angka (2) ditunjukkan dalam Rapat Persiapan
Penandatanganan Kontrak dan diserahkan kepada Pejabat
Penandatangan Kontrak.
b) Dokumen lain yang disyaratkan sebagaimana tercantum dalam
LDP, dengan ketentuan:
(1) Kriteria evaluasi diuraikan secara rinci dan terukur;
(2) Persyaratan harus mempertimbangkan persaingan usaha
yang sehat dan jangka waktu pemenuhan persyaratan.
c. Dalam hal terdapat penambahan persyaratan sesuai dengan IKP 28.6
huruf e) yang melingkupi material/barang/bahan, Pokja Pemilihan dapat
melakukan klarifikasi, khususnya kepada
pabrikan/produsen/agen/distributor material/ barang/bahan untuk
menjamin konsistensi jenis material/barang/bahan serta kemampuan
untuk menyediakan material sesuai jadwal yang telah ditetapkan;
d. Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang tidak jelas atau
meragukan, Pokja Pemilihan melakukan klarifikasi dengan peserta/pihak
lain yang berwenang. Dalam klarifikasi, peserta tidak diperkenankan
mengubah substansi penawaran;
e. Dalam hal klarifikasi dilakukan kepada peserta, peserta yang tidak hadir
atau tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifkasi, maka
menggugurkan penawaran.
f. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran.
g. Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan dengan
evaluasi harga;
h. Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah ada yang tidak memenuhi
evaluasi teknis maka Pokja Pemilihan melakukan evaluasi terhadap
penawar terendah berikutnya (apabila ada) dimulai dari evaluasi
administrasi;
i. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi
teknis, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga;
j. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka tender
dinyatakan gagal; dan
k. Pokja Pemilihan memasukkan hasil evaluasi teknis pada SPSE, termasuk
alasan ketidaklulusan peserta dalam evaluasi teknis.
28.7. Evaluasi Harga:
a. unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang pokok atau
penting, dengan ketentuan:
1) Total harga penawaran terkoreksi dibandingkan dengan nilai HPS:
a) apabila total harga penawaran terkoreksi melebihi nilai HPS,
dinyatakan gugur; dan
b) apabila semua harga penawaran terkoreksi di atas nilai HPS,
tender dinyatakan gagal.
2) Apabila terdapat mata pembayaran yang harganya nol atau tidak
ditulis maka dilakukan klarifikasi, kegiatan tersebut harus tetap
dilaksanakan. Harganya dianggap termasuk dalam harga pekerjaan
lainnya.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 35 -
3) Khusus untuk mata pembayaran perkiraan biaya penerapan sistem
manajemen Keselamatan Konstruksi, apabila peserta tidak
menyampaikan atau nilai perkiraan biaya penerapan sistem
manajemen Keselamatan Konstruksi sebesar Rp. 0,- (nol rupiah)
maka dinyatakan gugur.
4) Peserta yang tidak menyampaikan rincian komponen biaya penerapan
SMKK secara lengkap tidak digugurkan; dan
5) Peserta yang memenangkan tender dan tidak menyampaikan rincian
komponen biaya penerapan SMKK secara lengkap, maka pada saat
pelaksanaan pekerjaan harus melaksanakan semua komponen biaya
penerapan SMKK.
b. Dilakukan evaluasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Klarifikasi dalam hal penawaran Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja Pemilihan
(apabila mensyaratkan TKDN);
2) Klarifikasi/evaluasi kewajaran harga apabila harga penawaran
dibawah nilai nominal 80% (delapan puluh persen) HPS dengan
ketentuan:
a) Peserta menyampaikan Rincian Keluaran dan Harga dan bukti
pendukung;
b) Rincian Keluaran dan Harga dan bukti pendukung hanya
digunakan untuk evaluasi kewajaran harga penawaran dan tidak
dapat
digunakan sebagai dasar pengukuran dan pembayaran
pekerjaan;
c) Pokja melakukan klarifikasi terhadap rincian keluaran dan harga
dan bukti pendukung yang disampaikan peserta dengan meneliti
dan menilai kewajaran harga satuan keluaran pekerjaan
berdasarkan harga satuan keluaran pekerjaan kontrak sejenis
sekurang-kurangnya pada setiap mata pembayaran utama;
d) Hasil penelitian digunakan untuk menghitung kewajaran harga
tanpa memperhitungkan keuntungan yang ditawarkan;
e) Harga dalam rincian keluaran pekerjaan yang dinilai wajar dan
dapat dipertanggungjawabkan digunakan untuk menghitung
total harga penawaran;
f) Dalam hal peserta tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan
atas permintaan klarifikasi/evaluasi kewajaran harga atau harga
dinyatakan tidak wajar, maka peserta dinyatakan gugur;
g) Apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang tender,
harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi
5% (lima persen) dari nilai HPS; dan
h) Apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan
nilai Jaminan Pelaksanaan menjadi sebesar 5% (lima persen) HPS,
penawarannya digugurkan serta dikenakan sanksi Daftar Hitam.
c. Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam
negeri (apabila memenuhi persyaratan diberlakukannya preferensi
harga) dengan ketentuan:
1) Nilai TKDN Komponen Barang berdasarkan daftar inventaris
barang/jasa produksi dalam negeri yang diterbitkan oleh
kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang
perindustrian;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 36 -
2) Preferensi Harga diberikan pada tiap kompomembarang yang
memiliki nolai total paling sedikit di atas Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah);
3) Preferensi Harga diberikan terhadap Barang yang memiliki TKDN
paling rendah 25% (dua puluh lima persen). Nilai preferensi yang
diberikan paling tinggi 25% (dua puluh lima persen).
4) Apabila peserta tidak menyampaikan Formulir Penyampaian TKDN
maka peserta dianggap tidak menginginkan diberlakukan
preferensi harga bagi penawarannya dan tidak menggugurkan.
5) Rumus penghitungan harga evaluasi akhir untuk tiap komponen
barang dengan rumus sebagai berikut:
𝐻𝐸𝐴𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 = (1 − 𝐾𝑃)𝑥 𝐻𝑃
HEA komponen barang = Harga Evaluasi Akhir tiap komponen barang.
KP = TKDN x Preferensi Tertinggi.
HP = Harga Penawaran.
6) Pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran
dan hanya digunakan oleh Pokja Pemilihan untuk keperluan
perhitungan HEA komponen barang.
7) Perhitungan HEA komponen barang dalam total penawaran
digunakan untuk menetapkan peringkat pemenang.
d. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar akibat
terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan
bersama (kolusi/persekongkolan) sebagaimana ketentuan peraturan
dan perundang-undangan, maka tender dinyatakan gagal dan peserta
yang terlibat dikenakan sanksi Daftar Hitam;
e. Apabila dalam evaluasi harga terdapat hal-hal yang kurang jelas atau
meragukan, Pokja Pemilihan dapat melakukan klarifikasi dengan
peserta. Dalam klarifikasi, peserta tidak diperkenankan mengubah
substansi penawaran. Hasil verifikasi lapangan dan/atau klarifikasi dapat
menggugurkan penawaran;
f. Apabila dalam evaluasi kewajaran harga (apabila ada) dalam hal
klarifikasi, peserta tidak hadir dan/atau tidak bersedia dilakukan
klarifikasi sehingga tahapan-tahapan Evaluasi Kewajaran Harga tidak
dapat dilaksanakan atau harga dinyatakan tidak wajar, maka peserta
dinyatakan gugur;
g. Undangan klarifikasi evaluasi kewajaran harga (apabila ada)
disampaikan tertulis secara elektronik dan/atau non elektronik kepada
data kontak peserta yang terdapat pada daftar isian kualifikasi;
h. Dalam hal peserta tidak hadir karena tidak dapat mengakses data
kontak (misal akun email atau nomor telepon), tidak dapat
dibuka/dihubungi, tidak sempat mengakses atau alasan teknis apapun
dari sisi peserta, maka risiko sepenuhnya ada pada peserta;
i. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi harga,
maka evaluasi dilanjutkan dengan evaluasi kualifikasi; dan
j. Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi harga maka tender
dinyatakan gagal.
28.8. Pokja Pemilihan menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 37 -
29. Evaluasi 29.1. Pokja Pemilihan melakukan evaluasi kualifikasi terhadap dokumen kualifikasi
Kualifikasi yang disampaikan (diunggah) oleh peserta melalui form elektronik isian
kualifikasi dalam SPSE atau pada fasilitas upload data kualifikasi lainnya.
29.2. Data kualifikasi pada form elektronik isian kualifikasi dalam SPSE atau pada
fasilitas upload data kualifikasi lainnya merupakan bagian yang saling
melengkapi.
29.3. Dalam hal dijumpai perbedaan mengenai isian data kualifikasi dengan data
yang diunggah (upload), maka data yang digunakan adalah data yang sesuai
persyaratan kualifikasi.
29.4. Evaluasi kualifikasi dapat dilakukan bersamaan dengan tahapan Evaluasi
Penawaran.
29.5. Evaluasi kualifikasi menggunakan sistem gugur.
29.6. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan Bab VIII Tata Cara
Evaluasi Kualifikasi.
29.7. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka dilakukan
klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir
isian kualifikasi.
29.8. Dalam hal peserta tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan atas
permintaan klarifikasi, maka menggugurkan penawaran.
29.9. Hasil klarifikasi/konfirmasi dapat menggugurkan peserta.
29.10. Evaluasi kualifikasi dalam proses pascakualifikasi sudah merupakan ajang
kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi setelah batas akhir
pemasukan dokumen.
29.11. Selain ketentuan di atas, Peserta dinyatakan lulus kualifikasi apabila
memenuhi persyaratan kualifikasi yang ditetapkan.
29.12. Pokja Pemilihan menetapkan persyaratan kualifikasi sebagaimana dimaksud
pada ketentuan 30.11 dalam LDK yang terdiri atas:
a. Persyaratan kepemilikan perizinan berusaha di bidang Jasa Konstruksi;
b. Persyaratan kepemilikan Sertifikat Badan Usaha (SBU), dengan
ketentuan:
1) Pekerjaan untuk usaha kualifikasi kecil mensyaratkan paling banyak 1
(satu) SBU;
2) Pekerjaan untuk usaha kualifikasi Menengah atau Besar
mensyaratkan paling banyak 2 (dua) SBU.
c. Persyaratan Kemampuan Dasar, bagi Kualifikasi Usaha Menengah dan
Besar, dengan ketentuan:
1) Pengalaman pekerjaan yang digunakan adalah pengalaman dalam
kurun waktu 15 (lima belas) tahun terakhir;
2) untuk kualifikasi Usaha Menengah, pengalaman pekerjaan sesuai sub
bidang klasifikasi/layanan SBU yang disyaratkan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 38 -
3) untuk kualifikasi Usaha Besar, pengalaman pekerjaan pada sub
bidang klasifikasi/layanan dan lingkup pekerjaan SBU yang
disyaratkan;
4) Dalam hal mensyaratkan lebih dari 1 (satu) SBU:
a) Untuk pekerjaan kualifikasi Usaha Menengah, pengalaman
pekerjaan yang dapat dihitung sebagai KD adalah pengalaman
yang sesuai dengan salah satu sub bidang klasifikasi SBU yang
disyaratkan; atau
b) Untuk pekerjaan kualifikasi Usaha Besar, pengalaman pekerjaan
yang dapat dihitung sebagai KD adalah pengalaman yang sesuai
dengan salah satu lingkup pekerjaan yang disyaratkan.
d. Memiliki Sertifikat Manajemen Mutu, Sertifikat Manajemen Lingkungan,
serta Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja, hanya disyaratkan
untuk Pekerjaan Konstruksi yang bersifat Kompleks/Berisiko Tinggi
dan/atau diperuntukkan bagi Kualifikasi Usaha Besar;
e. Mempunyai status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil
Konfirmasi Status Wajib Pajak;
f. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan
(apabila ada perubahan);
g. Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak menimbulkan
pertentangan kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan
dan/atau yang bertindak untuk dan atas nama Badan Usaha tidak sedang
dalam menjalani sanksi pidana, dan pengurus/pegawai tidak berstatus
Aparatur Sipil Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar
tanggungan negara;
h. Persyaratan kualifikasi teknis untuk Pelaku Usaha berbentuk Badan
Usaha, sebagai berikut:
i. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah
maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak;
j. Untuk kualifikasi Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun:
1) Dalam hal Penyedia belum memiliki pengalaman, dikecualikan dari
ketentuan huruf i untuk pengadaan dengan nilai paket sampai dengan
paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah);
2) Harus mempunyai 1 (satu) pengalaman pada bidang yang sama, untuk
pengadaan dengan nilai paket pekerjaan paling sedikit di atas
Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) sampai dengan
paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).
k. Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP).
SKP = KP – P
KP adalah nilai Kemampuan Paket, dengan ketentuan:
(1) untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan
sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan; dan
(2) untuk usaha non kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan
sebanyak 6 (enam) atau 1,2 (satu koma dua) N.
P adalah jumlah paket yang sedang dikerjakan.
N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani
pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 39 -
30. Pembuktian 30.1. Pembuktian kualifikasi dilakukan terhadap peserta yang memenuhi
Kualifikasi persyaratan penawaran dan persyaratan kualifikasi.
30.2. Pokja pemilihan melaksanakan pembuktian kualifikasi dengan ketentuan:
a. sekurang-kurangnya 3 (tiga) peserta dengan penawaran terendah yang
memenuhi persyaratan penawaran dan persyaratan kualifikasi;
b. dalam hal terdapat peserta pada huruf a yang tidak lulus pembuktian
kualifikasi, maka Pokja Pemilihan mengundang penawar terendah
berikutnya yang memenuhi persyaratan penawaran dan persyaratan
kualifikasi sehingga mendapatkan 3 (tiga) peserta yang lulus pembuktian
(apabila ada);
c. Dalam hal peserta yang memenuhi persyaratan penawaran dan
persyaratan kualifikasi kurang dari 3 (tiga), maka Pokja mengundang
semua peserta yang memenuhi persyaratan penawaran dan persyaratan
kualifikasi.
30.3. Pembuktian kualifikasi dilakukan secara daring atau tatap muka.
30.4. Pokja Pemilihan menyampaikan undangan pembuktian kualifikasi dengan
mencantumkan pemberitahuan mekanisme pelaksanaan pembuktian
kualifikasi.
30.5. Dalam undangan pembuktian kualifikasi sudah menyebutkan dokumen yang
wajib dibawa oleh peserta pada saat pembuktian kualifikasi.
30.6. Pembuktian kualifikasi secara daring dilakukan dengan cara :
a. calon pemenang mengirimkan foto dokumen asli yang diperlukan secara
elektronik kepada akun resmi Pokja Pemilihan.
b. foto dokumen asli merupakan foto langsung dari kamera/telepon
genggam tanpa proses edit.
c. pertemuan pembuktian kualifikasi dilakukan melalui media video call dan
didokumentasikan dalam format video dan/atau foto.
d. Pokja Pemilihan mencocokan data pada Form Isian Elektronik Data
kualifikasi pada SPSE dengan foto dokumen asli pada poin b dan
dokumen asli yang ditunjukan secara langsung saat pertemuan
pembuktian kualifikasi pada poin c.
30.7. Pembuktian kualifikasi dilakukan diluar secara tatap muka dengan
memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk kehadiran penyedia dan
penyiapan dokumen yang akan dibuktikan.
30.8. Pembuktian kualifikasi secara tatap muka dilakukan dengan cara
mengundang dan mencocokan data pada Form Isian Elektronik Data
Kualifikasi pada SPSE dengan dokumen asli dan meminta rekaman
dokumennya.
30.9. Pokja Pemilihan memverifikasi data kualifikasi calon pemenang melalui
Aplikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP).
30.10. Dalam pembuktian kualifikasi, Pokja Pemilihan tidak perlu meminta seluruh
dokumen kualifikasi apabila data kualifikasi peserta dengan peringkat
Paraf I Paraf II Paraf III
- 40 -
terbaik sudah terverifikasi oleh 2 (dua) Pokja Pemilihan dalam Sistem
Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP).
30.11. Dalam hal data kualifikasi belum terdapat dalam SIKaP maka calon
pemenang dapat melengkapi data kualifikasi pada SIKaP tersebut.
30.12. Apabila diperlukan Pokja Pemilihan melakukan verifikasi dan/atau klarifikasi
kepada penerbit dokumen asli, kunjungan lapangan untuk memastikan
kebenaran lokasi (kantor, pabrik, gudang, dan/atau fasilitas lainnya), tenaga
kerja, dan/atau peralatan.
30.13. Apabila peserta tidak dapat menghadiri pembuktian kualifikasi dengan
alasan yang dapat diterima, maka Pokja Pemilihan dapat memperpanjang
waktu pembuktian kualifikasi paling kurang 1 (satu) hari kerja.
30.14. Dalam hal peserta tidak hadir karena tidak dapat mengakses data kontak
(misal akun email atau no telepon), tidak dapat dibuka/dihubungi, tidak
sempat mengakses atau alasan teknis apapun dari sisi peserta, maka risiko
sepenuhnya ada pada peserta.
30.15. Wakil peserta yang hadir pada saat pembuktian kualifikasi adalah:
a. Direksi yang namanya ada dalam akta pendirian/perubahan atau pihak
yang sah menurut akta pendirian/perubahan;
b. Penerima kuasa dari direksi yang nama penerima kuasanya tercantum
dalam akta pendirian/perubahan;
c. Pihak lain yang bukan direksi dapat menghadiri pembuktian kualifikasi
selama berstatus sebagai tenaga kerja tetap (yang dibuktikan dengan
bukti lapor/potong pajak PPh Pasal 21 Form 1721 atau Form 1721-A1) dan
memperoleh kuasa dari Direksi yang namanya ada dalam akta
pendirian/perubahan atau pihak yang sah menurut akta
pendirian/perusahaan;
d. Kepala Cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang
dibuktikan dengan dokumen otentik; atau
e. Pejabat yang menurut Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) berhak
mewakili KSO.
30.16. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan memverifikasi kesesuaian data
pada informasi Formulir elektronik isian kualifikasi pada SPSE atau fasilitas
lain yang disediakan dengan dokumen asli, salinan dokumen yang sudah
dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dan meminta salinan dokumen
tersebut, dan/atau melalui fasilitas elektronik yang disediakan oleh penerbit
dokumen. Pembuktian kualifikasi dapat dilakukan dengan
klarifikasi/verifikasi lapangan apabila dibutuhkan.
30.17. Pembuktian kualifikasi untuk memeriksa/ meneliti keabsahan pengalaman
pekerjaan sejenis, dievaluasi dengan cara melihat dokumen kontrak asli dan
Berita Acara Serah Terima Pekerjaan dari pekerjaan yang telah diselesaikan
sebelumnya.
30.18. Apabila peserta tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi dan/atau telah
diberikan kesempatan sesuai dengan 30.7 namun tetap tidak dapat
menghadiri pembuktian kualifikasi, maka peserta dinyatakan gugur dan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 41 -
Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan) dicairkan ke Kas Negara/Kas
Daerah.
30.19. Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka
peserta digugurkan, dikenakan sanksi Daftar Hitam, Jaminan Penawaran
(apabila disyaratkan) dicairkan ke Kas Negara/Kas Daerah.
30.20. Dalam hal tidak ada peserta yang lulus pembuktian kualifikasi, maka tender
dinyatakan gagal.
31. Klarifikasi dan 31.1. Dalam hal hanya 1 (satu) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi,
Negosiasi teknis, dan kualifikasi, dilakukan:
Teknis dan a. klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga;
Harga b. pada saat acara klarifikasi, peserta menyampaikan metode pelaksanaan
dan rincian harga satuan keluaran.
31.2. Hal yang diklarifikasi adalah metode pelaksanaan pekerjaan yang dapat
mempengaruhi harga untuk dilakukan negosiasi.
31.3. Klarifikasi dan negosiasi harga tidak harus mengakibatkan turunnya harga
penawaran.
31.4. Hasil klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga dituangkan dalam berita acara
klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga.
F. PENETAPAN PEMENANG
32. Penetapan 32.1. Pokja Pemilihan menetapkan pemenang apabila isian yang disampaikan
Pemenang peserta pada formulir isian kualifikasi benar dan masih berlaku/valid.
32.2. Dalam hal terdapat calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama
maka:
a. Untuk segmentasi pemaketan usaha kecil, Pokja Pemilihan memilih
peserta yang mempunyai nilai pengalaman sejenis lebih besar dan hal ini
dicatat dalam Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP);
b. Untuk segmentasi pemaketan usaha menengah dan usaha besar, Pokja
Pemilihan memilih peserta yang mempunyai Kemampuan Dasar (KD)
lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP).
32.3. Dalam hal peserta diketahui mengikuti beberapa paket pekerjaan yang
ditenderkan oleh beberapa Pokja Pemilihan dan telah ditetapkan menjadi
pemenang pada beberapa paket tersebut, dilakukan perhitungan ulang sisa
kemampuan menangani paket (SKP).
32.4. Dalam hal peserta mengikuti tender beberapa paket pekerjaan konstruksi
dalam waktu penetapan pemenang bersamaan dan/atau sedang
melaksanakan pekerjaan konstruksi lain/yang sedang berjalan, maka:
a. Apabila menawarkan peralatan yang sama untuk beberapa tender
yang diikuti dan dalam evaluasi memenuhi persyaratan pada masing-
masing tender, maka hanya dapat ditetapkan sebagai pemenang pada
1 (satu) tender paket pekerjaan setelah dilakukan klarifikasi untuk
Paraf I Paraf II Paraf III
- 42 -
menentukan peralatan tersebut akan ditempatkan, sedangkan untuk
tender lainnya dinyatakan peralatan tidak ada dan dinyatakan gugur;
b. Apabila peserta menawarkan peralatan yang sama pada paket
pekerjaan lain/yang sedang berjalan, maka hanya dapat ditetapkan
sebagai pemenang, apabila setelah dilakukan klarifikasi peralatan
tersebut tidak terikat pada paket lain;
c. Ketentuan hanya dapat ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu)
paket pekerjaan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b,
dikecualikan dengan syarat:
1) waktu penggunaan alat tidak tumpang tindih (overlap);
2) ada peralatan cadangan yang diusulkan dalam Dokumen
Penawaran yang memenuhi syarat;
3) lokasi peralatan yang berdekatan dalam pelaksanaan pekerjaan
sehingga dapat digunakan sesuai dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan; atau
4) kapasitas dan produktivitas peralatan secara teknis dapat
menyelesaikan lebih dari 1 (satu) paket pekerjaan;
d. Apabila menawarkan personel yang sama untuk beberapa tender yang
diikuti dan dalam evaluasi memenuhi persyaratan pada masing-masing
tender, maka hanya dapat ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu)
tender paket pekerjaan setelah dilakukan klarifikasi untuk menentukan
personel tersebut akan ditempatkan, sedangkan untuk tender lainnya
dinyatakan personel tidak ada dan dinyatakan gugur;
e. Apabila peserta menawarkan personel manajerial yang sedang bekerja
pada paket pekerjaan lain/yang sedang berjalan, maka hanya dapat
ditetapkan sebagai pemenang, apabila setelah dilakukan klarifikasi
personel tersebut sudah tidak terikat pada paket lain;
f. Ketentuan hanya dapat ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu)
paket pekerjaan konstruksi sebagaimana dimaksud pada huruf d dan
huruf e, dikecualikan dengan syarat:
1) Personel yang diusulkan penugasannya sebagai Kepala Proyek/
General Superintendent (GS) dengan ketentuan maksimal 3 (tiga)
paket bersamaan;
2) Jadwal penugasan personel tidak tumpang tindih (overlap) dengan
kegiatan lain berdasarkan jadwal pelaksanaan pekerjaan atau
jadwal penugasan; atau
3) Terdapat personel cadangan yang diusulkan dalam Dokumen
Penawaran yang memenuhi syarat.
32.5. Pokja Pemilihan membuat dan menandatangani Berita Acara Hasil Pemilihan
(BAHP) yang paling sedikit memuat:
a. Tanggal dibuatnya Berita Acara Hasil Pemilihan;
b. Nama seluruh peserta;
c. Harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi dari masing-masing
peserta;
d. Metode evaluasi yang digunakan;
e. Kriteria dan Unsur yang dievaluasi;
f. Rumus yang dipergunakan;
g. Hasil evaluasi dan jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus pada setiap
tahapan evaluasi;
h. Berita acara-berita acara yang berkaitan dengan proses pemilihan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 43 -
i. Dokumen penawaran dan data kualifikasi pemenang serta pemenang
cadangan;
j. Keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu hal Ikhwal pelaksanaan
tender, seperti surat sanggah/sanggah banding beserta jawabannya
(apabila ada); dan
k. Pernyataan bahwa tender gagal apabila tidak ada penawaran yang
memenuhi syarat (apabila tender gagal).
32.6. Dalam hal nilai pagu anggaran paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus
miliar rupiah) maka penetapan pemenang dilakukan oleh Pokja Pemilihan.
32.7. Dalam hal nilai pagu anggaran paling sedikit di atas Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah) maka penetapan pemenang dilakukan oleh Pengguna
Anggaran (PA).
32.8. Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan pemenang dan akan
mengakibatkan Surat Penawaran dan/atau Jaminan Penawaran (apabila
disyaratkan) habis masa berlakunya, maka dilakukan konfirmasi secara
tertulis kepada semua peserta yang lulus evaluasi penawaran dan evaluasi
kualifikasi untuk memperpanjang masa berlaku surat penawaran dan/atau
Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan) secara tertulis sampai dengan
perkiraan jadwal penandatanganan kontrak.
32.9. Dalam hal peserta yang lulus evaluasi penawaran dan evaluasi kualifikasi
tidak bersedia memperpanjang surat penawaran dan/atau Jaminan
Penawaran (apabila disyaratkan) dianggap mengundurkan diri dan tidak
dikenakan sanksi.
33. Pengumuman Pokja Pemilihan mengumumkan pemenang, pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
Pemenang ada) melalui SPSE.
34. Sanggah dari 34.1. Sanggahan hanya dari Peserta yang memasukkan penawaran yang namanya
Peserta tertera dalam surat penawaran dan/atau tertera dalam akta pendirian
Tender perusahaan.
34.2. Sanggahan disampaikan secara elektronik melalui SPSE disertai bukti
terjadinya penyimpangan.
34.3. Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur
meliputi:
a. kesalahan dalam melakukan evaluasi;
b. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya dan ketentuan yang
telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
c. persekongkolan sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha
yang sehat; dan/atau
d. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja Pemilihan, kepala UKPBJ, PPK,
PA/KPA, dan/atau kepala daerah.
34.4. Sanggahan disampaikan dalam waktu 5 (lima) hari kalender setelah
pengumuman pemenang, diakhiri pada hari kerja dan jam kerja.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 44 -
34.5. Pokja Pemilihan memberikan jawaban secara elektronik melalui SPSE atas
semua sanggahan paling lambat 3 (tiga) hari kalender setelah akhir masa
sanggah, diakhiri pada hari kerja dan jam kerja
34.6. Apabila sanggahan dinyatakan benar dan secara substansial mempengaruhi
hasil evaluasi, maka Pokja Pemilihan menyatakan tender gagal.
34.7. Sanggahan dianggap sebagai pengaduan, dalam hal:
a. sanggahan disampaikan tidak melalui SPSE, kecuali keadaan kahar atau
gangguan teknis;
b. sanggahan ditujukan bukan kepada Pokja Pemilihan; atau
c. sanggahan disampaikan diluar masa sanggah.
34.8. Sanggahan yang dianggap sebagai pengaduan diproses sebagaimana
penanganan pengaduan.
35. Sanggah 35.1. Peserta dapat mengajukan sanggah banding apabila tidak setuju atas
Banding dari jawaban sanggah.
Peserta
Tender 35.2. Penyanggah menyampaikan sanggah banding secara tertulis kepada KPA
sebagaimana tercantum dalam LDP.
35.3. Sanggah banding disampaikan paling lambat 5 (lima) hari kalender setelah
jawaban sanggah dimuat dalam SPSE.
35.4. Penyanggah banding harus menyerahkan Jaminan Sanggah Banding asli
yang ditujukan kepada Pokja Pemilihan sebagaimana tercantum dalam LDP.
35.5. Nilai nominal jaminan sanggah banding paling kurang sebesar 1% (satu
persen) dari nilai HPS sebagaimana tercantum dalam LDP.
35.6. Masa berlaku Jaminan Sanggah Banding paling kurang 30 (tiga puluh) hari
kalender sejak tanggal pengajuan sanggah banding sebagaimana tercantum
dalam LDP.
35.7. Peserta harus menyampaikan Jaminan Sanggah Banding asli secara
langsung atau melalui pos/jasa pengiriman diterima Pokja Pemilihan sebelum
batas akhir masa sanggah banding.
35.8. Dalam hal Jaminan Sanggah Banding asli tidak diterima Pokja Pemilihan
sampai dengan batas akhir masa sanggah banding, maka sanggah banding
dinyatakan tidak diterima.
35.9. Segala risiko keterlambatan dan kerusakan pengiriman Jaminan Sanggah
Banding asli menjadi risiko peserta.
35.10. Penerbit Jaminan Sanggah Banding oleh:
a. Bank Umum;
b. Perusahaan Penjaminan;
c. Perusahaan Asuransi; atau
Paraf I Paraf II Paraf III
- 45 -
d. Lembaga khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Lembaga
pembiayaan ekspor Indonesia.
Penerbit jaminan Sanggah Banding telah ditetapkan/ mendapatkan
rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
35.11. Pokja pemilihan mengklarifikasi atas kebenaran Jaminan Sanggah Banding
asli kepada penerbit jaminan dan KPA tidak akan menindaklanjuti Sanggah
Banding sebelum mendapatkan hasil klarifikasi Pokja Pemilihan.
35.12. KPA menyampaikan jawaban Sanggah Banding, dengan tembusan kepada
UKPBJ paling lambat 14 (empat belas) hari kalender diakhiri pada hari kerja
dan jam kerja, setelah menerima klarifikasi dari Pokja Pemilihan. Dalam hal
KPA tidak memberikan jawaban Sanggah Banding, maka KPA dianggap
menerima Sanggah Banding.
35.13. Apabila Sanggah Banding dinyatakan benar/diterima, UKPBJ
memerintahkan Pokja Pemilihan menyatakan tender gagal.
35.14. Apabila Sanggah Banding dinyatakan salah/tidak diterima, maka:
a. Pokja Pemilihan melanjutkan proses pemilihan dengan menyampaikan
hasil pemilihan kepada PPK;
b. Pokja Pemilihan atau pihak yang diberika kuasa oleh Pokja Pemilihan
mencairkan Jaminan Sanggah Banding dan disetorkan ke Kas Negara/Kas
Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP.
35.15. Sanggah Banding menghentikan proses Tender.
35.16. Sanggah Banding yang disampaikan bukan kepada KPA, atau disampaikan
diluar masa sanggah banding, dianggap sebagai pengaduan dan diproses
sebagaimana penanganan pengaduan.
36. Pengaduan Peserta yang memasukkan penawaran hanya dapat mengajukan pengaduan dalam
hal jawaban atas sanggah banding telah diterima oleh perserta.
G. TENDER GAGAL DAN TINDAK LANJUT TENDER GAGAL
37. Tender Gagal 37.1 Tender dinyatakan gagal dalam hal:
a. terdapat kesalahan dalam proses evaluasi;
b. tidak ada peserta yang menyampaikan dokumen penawaran setelah ada
pemberian waktu perpanjangan;
c. seluruh penawaran harga pada Tender Pekerjaan Konstruksi di atas HPS;
d. tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran;
e. ditemukan kesalahan dalam Dokumen Pemilihan atau Dokumen
Pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
beserta perubahannya dan aturan turunannya;
f. seluruh peserta terlibat Korupsi, Kolusi, dan/atau Nepotisme;
g. seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat;
h. tidak menjalankan prosedur berdasarkan dokumen pemilihan;
i. Pokja Pemilihan/PPK terlibat Korupsi, Kolusi, dan/atau Nepotisme;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 46 -
j. PA/KPA menyetujui penolakan oleh PPK atas hasil pemilihan dan/atau
k. PA/KPA menolak untuk menetapkan pemenang pemilihan untuk
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dengan nilai Pagu Anggaran paling
sedikit di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) dan
Pengadaan Jasa Konsultansi Konstruksi dengan nilai Pagu Anggaran
paling sedikit diatas Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).
37.2 Tender/Seleksi gagal dalam hal tidak ada peserta yang lulus evaluasi
penawaran sebagaimana dimaksud pada klausul 38.1 huruf c dinyatakan
setelah melewati masa sanggah dan/atau sanggah banding.
37.3 Seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat sebagaimana
dimaksud pada klausul 38.1 huruf g berdasarkan hasil evaluasi penawaran.
37.4 Tender/Seleksi gagal sebagaimana dimaksud pada klausul 38.1 huruf a
sampai dengan huruf h ditetapkan oleh Pokja Pemilihan.
37.5 Tender/Seleksi gagal sebagaimana dimaksud pada klausul 38.1 huruf i
sampai dengan huruf k ditetapkan oleh PA/KPA.
37.6 Setelah tender dinyatakan gagal, diumumkan kepada seluruh peserta
melalui SPSE.
38. Tindak Lanjut 38.1 Setelah pengumuman adanya Tender gagal, Pokja Pemilihan atau Pokja
Tender Gagal Pemilihan pengganti (apabila diganti) meneliti dan menganalisis penyebab
terjadinya tender gagal, menentukan pilihan langkah selanjutnya, yaitu
antara lain melakukan:
a. evaluasi ulang terhadap Dokumen Penawaran yang telah masuk;
b. tender ulang; atau
c. penghentian proses tender.
38.2 PA/KPA, PPK, dan/atau Pokja Pemilihan dilarang memberikan ganti rugi
kepada peserta tender apabila penawarannya ditolak atau tender
dinyatakan gagal.
38.3 Pokja pemilihan melakukan evaluasi ulang apabila:
a. terdapat kesalahan dalam proses evaluasi;
b. PA/KPA menolak untuk menetapkan pemenang pemilihan untuk
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dengan nilai Pagu Anggaran paling
sedikit di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah);
c. PA/KPA menyetujui penolakan oleh PPK atas hasil pemilihan.
38.4 Pokja pemilihan melakukan tender ulang apabila:
a. tidak menjalankan prosedur berdasarkan dokumen pemilihan;
b. tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran;
c. tidak ada peserta yang menyampaikan dokumen penawaran setelah ada
pemberian waktu perpanjangan;
d. seluruh penawaran harga pada Tender Pekerjaan Konstruksi di atas HPS;
e. ditemukan kesalahan dalam Dokumen Pemilihan atau Dokumen
Pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 47 -
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
f. PA/KPA menolak untuk menetapkan pemenang pemilihan untuk
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dengan nilai Pagu Anggaran paling
sedikit di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah);
g. PA/KPA menyetujui penolakan oleh PPK atas hasil pemilihan;
h. Pokja Pemilihan/PPK terlibat Korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme;
i. seluruh peserta terlibat korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme; dan/atau
j. seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat.
38.5 Dalam hal tender ulang yang disebabkan oleh korupsi, kolusi, dan/atau
nepotisme yang melibatkan Pokja Pemilihan/PPK, tender ulang dilakukan
oleh Pokja Pemilihan/PPK yang baru.
38.6 Dalam hal Tender gagal karena tidak ada peserta yang menyampaikan
dokumen penawaran setelah ada pemberian waktu perpanjangan, Tender
ulang dapat diikuti oleh Penyedia jasa Pekerjaan Konstruksi dengan
kualifikasi usaha satu tingkat di atasnya
38.7 Pokja pemilihan melakukan penghentian proses pemilihan apabila
berdasarkan hasil peninjauan dan komunikasi dengan PA/KPA/PPK,
kebutuhan masih dapat ditunda dan tidak cukup waktu lagi untuk
melaksanakan proses pemilihan dan/atau pelaksanaan pekerjaan.
38.8 Dalam hal Tender ulang gagal, Pokja Pemilihan dengan persetujuan PA/KPA
melakukan Penunjukan Langsung dengan kriteria:
a. kebutuhan tidak dapat ditunda; dan
b. tidak cukup waktu untuk melaksanakan Tender.
H. PENUNJUKAN PEMENANG
39. Penunjukan 39.1 Pokja Pemilihan menyampaikan Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP) kepada
Penyedia PPK dengan tembusan kepada Kepala UKPBJ sebagai dasar untuk
Barang/Jasa menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
39.2 Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP) disampaikan dengan ketentuan setelah:
a. masa sanggah berakhir (apabila tidak ada sanggahan);
b. masa sanggah banding telah berakhir (apabila ada sanggahan tetapi
tidak ada sanggahan banding); atau
c. KPA menyatakan sanggah banding salah/tidak diterima (apabila ada
sanggahan banding).
39.3 SPPBJ diterbitkan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah PPK menerima
Berita Acara Hasil Pemilihan (BAHP).
39.4 Dalam hal DIPA/DPA belum terbit, SPPBJ dapat ditunda diterbitkan sampai
batas waktu penerbitan oleh otoritas yang berwenang.
39.5 Dalam SPPBJ dicantumkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan
Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 48 -
39.6 SPPBJ ditembuskan kepada APIP.
39.7 Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat
atas penetapan pemenang, maka:
a. PPK dapat menyampaikan penolakan apabila:
1) dalam Dokumen Pemilihan ditemukan kesalahan atau Dokumen
Pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan
Perundang-undangan terkait Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
2) proses pelaksanaan pemilihan tidak sesuai ketentuan dalam
Dokumen Pemilihan; dan/atau
3) dokumen penawaran dan data kualifikasi pemenang dan/atau
pemenang cadangan tidak memenuhi persyaratan sesuai yang
disyaratkan dalam Dokumen Pemilihan;
b. Penolakan sebagaimana dimaksud pada huruf a angka 1) sampai dengan
3) hanya berdasarkan dokumen BAHP yang diterima (bukan
berdasarkan hasil klarifikasi/verifikasi/pembuktian kepada peserta
dan/atau pihak lain).
c. PPK menyampaikan penolakan tersebut kepada Pokja Pemilihan disertai
alasan dan bukti;
d. PPK melakukan pembahasan bersama Pokja Pemilihan terkait
perbedaan pendapat atas hasil pemilihan penyedia;
e. Dalam hal tidak tercapai kesepakatan, maka pengambilan keputusan
diserahkan kepada PA/KPA paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah
tidak tercapai kesepakatan;
f. PA/KPA dapat memutuskan:
1) menyetujui penolakan PPK, PA/KPA memerintahkan Pokja Pemilihan
untuk melakukan evaluasi ulang, atau tender ulang; atau
2) menyetujui hasil pemilihan penyedia, PA/KPA memerintahkan PPK
untuk menerbitkan SPPBJ paling lambat 5 (lima) hari kerja.
Putusan PA/KPA bersifat final.
Dalam hal PA/KPA yang bertindak sebagai PPK tidak menyetujui hasil
pemilihan penyedia, PA/KPA menyampaikan penolakan tersebut
kepada Pokja Pemilihan disertai alasan dan bukti serta memerintahkan
Pokja Pemilihan untuk melakukan evaluasi ulang, atau tender ulang
paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah menerima laporan hasil
pemilihan penyedia.
39.8 Pejabat Penandatangan Kontrak menerbitkan SPPBJ.
39.9 Pejabat Penandatangan Kontrak menginputkan data SPPBJ dan
mengunggah hasil pemindaian SPPBJ yang telah diterbitkan pada SPSE dan
mengirimkan SPPBJ tersebut melalui SPSE kepada Penyedia yang ditunjuk.
39.10 Penyedia wajib menerima penunjukan tersebut, dengan ketentuan:
a. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dengan alasan yang
dapat diterima secara obyektif oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan
masa penawarannya masih berlaku, maka peserta yang bersangkutan
tidak dikenakan sanksi apapun;
b. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dengan alasan yang tidak
dapat diterima secara obyektif oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan
masa penawarannya masih berlaku, maka peserta dikenakan sanksi
Paraf I Paraf II Paraf III
- 49 -
Daftar Hitam dan Jaminan Penawaran (apabila disyaratkan) dicairkan
dan disetorkan ke Kas Negara/Kas Daerah; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa
penawarannya sudah tidak berlaku, maka peserta yang bersangkutan
tidak dikenakan sanksi apapun.
39.11 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka dilakukan
penunjukan kepada pemenang cadangan (apabila ada).
39.12 Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah
diterbitkannya SPPBJ.
39.13 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia wajib melaksanakan Rapat
Persiapan Penandatanganan Kontrak setelah diterbitkan SPPBJ.
39.14 Dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, paling sedikit dibahas
hal-hal sebagai berikut:
a. finalisasi rancangan Kontrak;
b. perubahan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan melewati
batas tahun anggaran;
c. rencana penandatanganan Kontrak;
d. dokumen Kontrak dan kelengkapan;
e. kelengkapan Rencana Keselamatan Konstruksi;
f. Jaminan pelaksanaan yang paling sedikit terdiri atas ketentuan, bentuk,
isi, dan waktu penyerahan;
g. Asuransi;
h. rencana pemberdayaan tenaga kerja praktik/magang (dalam hal
pekerjaan kompleks);
i. Jaminan uang muka yang paling sedikit terdiri atas ketentuan, bentuk,
isi, dan waktu penyerahan; dan/atau
j. Hal-hal yang telah diklarifikasi dan dikonfirmasi pada saat evaluasi
penawaran.
39.15 Dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, Pejabat Penandatangan
Kontrak dan Penyedia mengisi substansi rancangan kontrak dengan
informasi yang diperoleh dari dokumen penawaran penyedia dan
perubahannya yang dinyatakan dalam berita acara hasil pemilihan dengan
tidak mengubah substansi yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan.
39.16 Dalam Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, Pejabat Penandatangan
Kontrak meminta Penyedia untuk menandatangani Pakta Komitmen
Keselamatan Konstruksi (apabila Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi
belum ditandatangani pimpinan tertinggi perusahaan Penyedia).
39.17 Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak dinyatakan gagal oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak, dalam hal:
a. Penyedia tidak menyepakati dengan alasan yang objektif dan dapat
diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, maka Penyedia tidak
dikenakan sanksi apapun; dan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 50 -
b. Penyedia tidak menyepakati dengan alasan yang tidak objektif dan tidak
dapat diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, maka diberikan
sanksi daftar hitam dan pencairan jaminan penawaran.
39.18 Dalam hal Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak dinyatakan gagal
sebagaimana dimaksud pada 41.16, maka SPPBJ dan penandatanganan
kontrak dibatalkan, selanjutnya Pejabat Penandatangan Kontrak menunjuk
pemenang cadangan (apabila ada).
39.19 Pejabat Penandatangan Kontrak menginputkan data kontrak dan
mengunggah hasil pemindaian dokumen kontrak yang telah ditandatangani
pada SPSE.
40. Kerahasiaan 40.1 Proses evaluasi Dokumen Penawaran bersifat rahasia dan dilaksanakan oleh
Proses Pokja Pemilihan secara independen.
40.2 Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi, klarifikasi,
konfirmasi, dan usulan calon pemenang tidak boleh diberitahukan kepada
peserta, atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai keputusan
pemenang diumumkan.
40.3 Setiap usaha peserta tender mencampuri proses evaluasi Dokumen
Penawaran atau keputusan pemenang akan mengakibatkan ditolaknya
penawaran yang bersangkutan.
40.4 Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Pemilihan
(BAHP) oleh Pokja Pemilihan bersifat rahasia sampai dengan saat
pengumuman pemenang.
I. JAMINAN PELAKSANAAN
41. Jaminan 41.1. Jaminan Pelaksanaan diberikan Penyedia sebelum penandatanganan
Pelaksanaan Kontrak.
41.2. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan kepada Penyedia setelah:
a. penyerahan seluruh pekerjaan;
b. penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari harga
Kontrak; dan/atau
c. pembayaran termin terakhir/bulan terakhir/sekaligus telah dikurangi
uang retensi sebesar 5% (lima persen) dari harga Kontrak (apabila
diperlukan).
41.3. Jaminan Pelaksanaan diserahkan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak,
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Diterbitkan oleh:
1) Bank Umum;
2) Perusahaan Penjaminan;
3) Perusahaan Asuransi; atau
4) Lembaga khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan,
penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang
Lembaga pembiayaan ekspor Indonesia;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 51 -
b. Penerbit jaminan pelaksanaan telah ditetapkan/ mendapatkan
rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
c. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan
Kontrak sampai dengan serah terima pertama pekerjaan berdasarkan
Kontrak (PHO);
d. Nama Penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan
Pelaksanaan;
e. Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari yang disyaratkan;
f. Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf;
g. Nama Pejabat Penandatangan Kontrak yang menerima Jaminan
Pelaksanaan sama dengan nama Pejabat Penandatangan Kontrak yang
menandatangan kontrak;
h. Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang
tercantum dalam SPPBJ;
i. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional)
sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pejabat
Penandatangan Kontrak diterima oleh penerbit Jaminan;
j. Jaminan Pelaksanaan atas nama KSO ditulis atas nama KSO atau masing-
masing anggota KSO (apabila masing-masing mengajukan Jaminan
Pelaksanaan secara terpisah); dan
k. Memuat nama, alamat dan tanda tangan pihak penjamin.
41.4. Pejabat Penandatangan Kontrak mengkonfirmasi dan mengklarifikasi secara
tertulis substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Pelaksanaan kepada
penerbit jaminan apabila ada hal yang meragukan.
41.5. Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan
Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani
Kontrak.
41.6. Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Jaminan Pelaksanaan diatur
dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.
J. PENANDATANGANAN KONTRAK
42. Penanda- 42.1. Penandatanganan Kontrak dilakukan setelah DIPA ditetapkan.
tanganan
Kontrak 42.2. Sebelum penandatanganan kontrak Pejabat Penandatangan Kontrak wajib
memeriksa apakah pernyataan dalam Data Isian Kualifikasi masih berlaku.
Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak terpenuhi, maka
penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan.
42.3. Penandatanganan kontrak dilakukan setelah diterbitkan SPPBJ, dan setelah
penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan, dengan ketentuan:
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran terkoreksi antara 80%
(delapan puluh persen) sampai dengan 100% (seratus persen) nilai HPS
adalah sebesar 5% (lima persen) dari nilai Kontrak; atau
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran
terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh persen) nilai HPS adalah sebesar
5% (lima persen) dari nilai HPS.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 52 -
42.4. Pejabat Penandatangan Kontrak dan penyedia tidak diperkenankan
mengubah substansi Dokumen Pemilihan sampai dengan penandatanganan
Kontrak, kecuali mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan
jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya akan melewati
batas tahun anggaran.
42.5. Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia yang memenuhi ketentuan
Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak mengisi substansi rancangan
kontrak dengan informasi yang diperoleh dari dokumen penawaran
penyedia dan perubahannya yang dinyatakan dalam berita acara hasil
pemilihan dengan tidak mengubah substansi yang ditetapkan dalam
dokumen pemilihan.
42.6. Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia yang memenuhi ketentuan
Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak wajib memeriksa konsep
Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta
membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak.
42.7. Menetapkan urutan hierarki kontrak sebagai berikut:
a. adendum Kontrak (apabila ada);
b. Surat Perjanjian;
c. Surat Penawaran;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. spesifikasi teknis dan gambar; dan
g. Daftar Keluaran dan Harga hasil negosiasi (Daftar Keluaran dan Harga
hasil negosiasi apabila ada negosiasi).
dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu
dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan hierarki hukum.
42.8. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu:
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri atas:
1) kontrak asli pertama untuk Pejabat Penandatangan Kontrak dibubuhi
meterai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan
2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi meterai pada bagian
yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
b. rangkap kontrak lainnya (apabila diperlukan) tanpa dibubuhi meterai.
42.9. Pihak yang berwenang menandatangani kontrak atas nama penyedia adalah
direktur utama/pimpinan perusahaan atau yang namanya tercantum dalam
Akta Pendirian/Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
42.10. Pejabat Penandatangan Kontrak menginputkan data kontrak dan
mengunggah hasil pemindaian dokumen kontrak yang telah ditandatangani
pada SPSE.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 53 -
BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)
HAL NOMOR IKP KETENTUAN DAN INFORMASI SPESIFIK
A. Identitas Pokja 1.1 Identitas Pokja Pemilihan:
Pemilihan a. Pokja Pemilihan : Pokja_096_24 Pembangunan Ruang Kepala
Sekolah, Ruang TU Perabot SMP Muhammdyah Kupang
DAU_SG
b. Alamat Pokja Pemilihan : Kantor Bagian Pengadaan
Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kota Kupang Jl. SK Lerik
Nomor 1 Kupang
c. Website LPSE: [Link]
B. Lingkup 1.2 Lingkup Pekerjaan:
Pekerjaan
a. Nama paket pekerjaan: Pembangunan Ruang Kepala Sekolah,
Ruang Tata Usaha beserta Perabotnya pada SMP
Muhammdyah Kupang (DAU - SG
b. Uraian singkat dan lingkup pekerjaan:
Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah Sekolah Menengah
Pertama Negeri di Kota Kupang yang masih kekurangan fasilitas
ruang kelas yang memadai, layak, sehat, aman dan serasi sesuai
nama SMP pada DPA-OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Kupang TA 2024
c. Lokasi pekerjaan: SMP Muhammdyah Kupang – Kota Kupang
C. Jangka Waktu 1.3 dan 25.8 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan 120 (seratus dua puluh) hari
Pelaksanaan kalender sejak SPMK.
Pekerjaan
D. Sumber Dana 2 1. Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan : Dana Alokasi
Umum - Spesific Grant (DAU-SG) Tahun Anggaran 2024.
2. Pagu Anggaran: Rp. 253.000.000 ( Dua ratus lima puluh Dua
juta rupiah )
3. Harga Perkiraan Sendiri (HPS): Rp. 253.000.000 ( Dua ratus lima
puluh Dua juta rupiah )
E. Pemberian 12.4 Apabila diperlukan, pemberian penjelasan lanjutan melalui
Penjelasan Peninjauan lapangan akan dilaksanakan pada (TIDAK
DIPERLUKAN):
Hari : _______________________
Tanggal : _______________________
Waktu : ___________s.d _________
Tempat : _______________________
[Dalam hal dilakukan Peninjauan Lapangan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 54 -
F. Persyaratan 17.3, Persyaratan teknis:
Teknis 28.6.b.1), 1. Pekerjaan utama yang harus diuraikan dalam metode pelaksanaan
28.6.b.2), pekerjaan:
28.6.b.2).a),
28.6.b.2).b), No. Pekerjaan Utama
28.6.b.2).c), 1. ___________________________
28.6.b.2).d), Dst. ___________________________
dan [diisi pekerjaan utama yang harus diuraikan dalam metode
28.6.b.2).e) pelaksanaan pekerjaan, hanya untuk kualifikasi usaha besar]
2. Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk
pelaksanaan pekerjaan, yaitu:
No Jenis Kapasitas Jumlah
1. Dump Truck 4 m3 min. 1 Unit
2. Concrete Mixer 350 Liter 2 Unit
3. Concrete Vibrator 2 Unit
4. Tandon Air Mini 2200 L min. 1 Unit
5. Genset min. 5000 Watt 1 Unit
6. Peralatan Pertukangan min. 1 Set
[diisi jenis, kapasitas, dan jumlah peralatan yang disyaratkan sesuai
ketentuan pada IKP 17.3.b]
3. Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial untuk
pelaksanaan pekerjaan, yaitu:
a. Untuk pekerjaan kualifikasi Usaha Kecil
Jabatan dalam
N pekerjaan yang Pengalaman Sertifikat
o akan Kerja (tahun) Kompetensi Kerja
dilaksanakan
1 Pelaksana Minimal 2 SKK Pelaksana
Lapangan 1 tahun Bangunan Gedung
(satu) orang Jenjang 4
pendidikan
minimal S1
Teknik Sipil
2 Petugas K3 ---- Sertifikat K3
Konstruksi 1 Konstruksi
orang
pendidikan
minimal D III
Teknik Sipil
b. Untuk pekerjaan kualifikasi Usaha Menengah dan Besar
Sertifikat
Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman
No Kompetensi
yang akan dilaksanakan Kerja (tahun)
Kerja
1 Manajer Pelaksanaan/ ___ SKA___
Proyek
Paraf I Paraf II Paraf III
- 55 -
2 Manajer Teknik ___ SKA___
3 Manajer Keuangan ___ ___
4 Ahli K3 Konstruksi/ ___ SKA___
Ahli Keselamatan
Konstruks
[diisi lama pengalaman kerja dan SKK yang disyaratkan, sesuai
ketentuan pada IKP 17.3.c:]
4. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan:
a. Paket pekerjaan dengan nilai pagu anggaran di atas
Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah) sampai
dengan Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
No. Jenis Pekerjaan yang wajib disubkontrakkan
Pekerjaan Spesialis pada Pekerjaan Utama
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi Spesialis)
1. __________________
2. __________________
Dst
Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi kualifikasi kecil)
1. __________________
2. __________________
Dst
b. Paket pekerjaan dengan nilai pagu anggaran di atas
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
No. Jenis Pekerjaan yang wajib disubkontrakkan
Pekerjaan Spesialis pada Pekerjaan Utama
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi Spesialis)
1. __________________
2. __________________
Dst
Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi kualifikasi kecil dari
Provinsi Setempat)
1. __________________
2. __________________
Dst
[Diisi pekerjaan spesialis pada pekerjaan utama dan pekerjaan
bukan pekerjaan utama yang wajib disubkontrakkan, sesuai
ketentuan pada IKP 17.3.d]
5. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK):
Peserta menyampaikan rencana keselamatan konstruksi sesuai
tabel jenis pekerjaan dan identifikasi bahayanya di bawah ini (diisi
oleh PPK):
No. Uraian Identifikasi
Pekerjaan Bahaya
1. Terlampir Terlampir
Paraf I Paraf II Paraf III
- 56 -
Dst ____________ ____________
[diisi uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya, sesuai ketentuan
pada IKP 17.3.e
G. Cara 19.2 Pembayaran dilakukan dengan cara Termin
Pembayaran [diisi pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas
pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan secara bulanan
(monthly certificate), cara angsuran (termin), atau sekaligus]
H. Jaminan 23.2 Ketentuan Jaminan Penawaran:
Penawaran 28.5.b.2) b) a. Besarnya nilai nominal Jaminan Penawaran ________
dan [diisi sebesar nilai nominal 1-3% dari HPS]
28.5.b.2) e)
b. Masa berlaku Jaminan Penawaran sampai dengan ________
[diisi tanggal, bulan, dan tahun. Memperhitungkan hingga
perkiraan penandatanganan kontrak]
c. Dalam hal Jaminan Penawaran dicairkan, maka dicairkan dan
disetorkan pada ____________
[diisi Kas Negara atau Kas Daerah]
I. Sanggah 35.2 Sanggah Banding disampaikan di luar SPSE ditujukan kepada:
Banding PA Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang
35.4 Jaminan Sanggah Banding ditujukan kepada Pokja_096_24
Pembangunan Ruang Kepala Sekolah, Ruang TU Perabot SMP
Muhammdyah Kupang DAU_SG
35.5 Besarnya nilai nominal Jaminan Sanggah Banding adalah Rp.
2.530.000,00 (Dua Juta Lima Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah)
35.6 Masa berlaku Jaminan Sanggah Banding selama 30 (Tiga Puluh) hari
kalender sejak batas tanggal pengajuan sanggah banding.
35.14.b Dalam hal Jaminan Sanggah Banding dicairkan, maka dicairkan dan
disetorkan pada Kas Daerah
Paraf I Paraf II Paraf III
- 57 -
BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)
HAL NOMOR IKP KETENTUAN DAN INFORMASI SPESIFIK
Persyaratan 29.12 Persyaratan kualifikasi:
Kualifikasi
1. Peserta yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) maka jumlah
anggota KSO dapat dilakukan dengan batasan paling banyak 3 (tiga)
perusahaan dalam 1 (satu) KSO.
2. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan berusaha di
bidang Jasa Konstruksi;
3. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha
Kecil, serta disyaratkan sub bidang klasifikasi/layanan Klasifikasi:
Bangunan Gedung Subklasifikasi : Konstruksi Bangunan Gedung
NIB KBLI 41016 Konstruksi Gedung Pendidikan SBU BG 006
Konstruksi Gedung Pendidikan
4. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) Pekerjaan Konstruksi
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, baik di lingkungan
pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak.
5. Memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan
ketentuan:
SKP = KP – P, dimana
KP adalah nilai Kemampuan Paket, dengan ketentuan:
a. untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan
sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan; dan
b. untuk usaha non kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan
sebanyak 6 (enam) atau 1,2 (satu koma dua) N.
P adalah Paket pekerjaan konstruksi yang sedang dikerjakan.
N adalah jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat
ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun
terakhir.
6. Untuk kualifikasi Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga)
tahun:
a. Dalam hal Penyedia belum memiliki pengalaman, dikecualikan
dari ketentuan angka 4 untuk pengadaan dengan nilai paket
sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah);
b. Harus mempunyai 1 (satu) pengalaman pada bidang yang sama,
untuk pengadaan dengan nilai paket pekerjaan paling sedikit di
atas Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah)
sampai dengan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas
miliar rupiah).
7. Untuk pekerjaan yang diperuntukkan bagi Kualifikasi Usaha
Menengah dan Besar, memiliki Kemampuan Dasar (KD) dengan nilai
Paraf I Paraf II Paraf III
- 58 -
KD sama dengan 3 x NPt (Nilai pengalaman tertinggi dalam 15 tahun
terakhir):
a. untuk kualifikasi Usaha Menengah, pengalaman pekerjaan
sesuai sub bidang klasifikasi/layanan SBU yang disyaratkan, atau
b. untuk kualifikasi Usaha Besar, pengalaman pekerjaan pada sub
bidang klasifikasi/layanan SBU yang disyaratkan dan lingkup
pekerjaan ______________[diisi dengan memilih lingkup
pekerjaan sesuai sub bidang klasifikasi SBU yang disyaratkan].
[diisi sesuai ketentuan IKP 29.12.c]
8. Memiliki Sertifikat Manajemen Mutu, Sertifikat Manajemen
Lingkungan, serta Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
[hanya disyaratkan untuk Pekerjaan Konstruksi yang bersifat
Kompleks/Berisiko Tinggi dan/atau diperuntukkan bagi Kualifikasi
Usaha Besar]
9. Nomor NPWP Tahun 2023 engan status keterangan Wajib Pajak
berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak valid
10. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan
(apabila ada perubahan);
11. Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak
menimbulkan pertentangan kepentingan pihak yang terkait, tidak
dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan dan/atau yang bertindak untuk dan atas nama
Badan Usaha tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana, dan
pengurus/pegawai tidak berstatus Aparatur Sipil Negara, kecuali
yang bersangkutan mengambil cuti diluar tanggungan Negara;
12. Dalam hal peserta melakukan KSO:
a. evaluasi persyaratan pada angka 2, 4, 9, 10, dan 11 dilakukan untuk
setiap perusahaan yang tergabung dalam KSO;
b. evaluasi pada angka 3, dilakukan secara saling melengkapi oleh
anggota KSO dan setiap anggota KSO harus memiliki salah satu
SBU yang disyaratkan;
c. evaluasi pada angka 8, dilakukan secara saling melengkapi oleh
anggota KSO; dan
d. evaluasi pada angka 7 hanya dilakukan kepada leadfirm KSO.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 59 -
BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN
A. BENTUK PERJANJIAN KERJA SAMA OPERASI (KSO) – (apabila ber-KSO)
CONTOH
SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA OPERASI (KSO)
Sehubungan dengan tender pekerjaan ________________ maka kami:
______________________________[nama perusahaan peserta 1]
______________________________[nama perusahaan peserta 2]
______________________________[nama perusahaan peserta 3]
______________________________[dan seterusnya]
bermaksud untuk mengikuti tender dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk Kerja
Sama Operasi (KSO).
Kami menyetujui dan memutuskan bahwa:
1. Secara bersama-sama:
a. Membentuk KSO dengan nama KSO adalah ________________
b. Menunjuk ____________________________[nama perusahaan dari anggota KSO ini] sebagai
perusahaan utama (leadfirm KSO) untuk KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama
atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak.
2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam KSO adalah:
_________ [nama perusahaan peserta 1]sebesar _____ % (___________ persen)
_________ [nama perusahaan peserta 2]sebesar _____ % (___________ persen)
_________[nama perusahaan peserta 3]sebesar _____ % (___________ persen)
_________________________________ [dst.]
3. Masing-masing peserta anggota KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2.
dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari KSO.
4. Pembagian sharing dalam KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang
masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PPK dan persetujuan bersama
secara tertulis dari masing-masing anggota KSO.
5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan diatas, masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan
penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan,
perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-
menyurat, dan lain-lain.
6. Dalam pelaksanaan Tender sebagaimana disebutkan dalam perjanjian ini, kami menyatakan dan
menyetujui pakta integritas:
a. Tidak akan melakukan praktek korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme;
b. Akan melaporkan kepada PA/KPA/APIP jika mengetahui terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan/atau
nepotisme dalam proses pengadaan ini;
c. Akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan
hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 60 -
d. Apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam huruf a, b dan/atau c maka bersedia menerima
sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan
7. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama KSO diberikan kepada
_________________________[nama individu dari perusahaan leadfirm KSO] dalam kedudukannya
sebagai direktur utama/direktur pelaksana _________________________ [nama perusahaan dari
leadfirm KSO] berdasarkan perjanjian ini.
8. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.
9. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila tender tidak dimenangkan oleh
perusahaan KSO.
10. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum
yang sama.
DENGAN KESEPAKATAN INI, semua anggota KSO membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari
__________ tanggal __________ bulan ____________, tahun ________________________
[Peserta 1] [Peserta 2] [Peserta 3]
(_______________) (________________) (________________)
Catatan:
Apabila ditetapkan sebagai pemenang tender maka Surat Perjanjian Kerja Sama Operasi ini harus
dinotariatkan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 61 -
A. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK – (apabila disyaratkan)
CONTOH
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PENAWARAN
No. ______________
Yang bertanda tangan dibawah ini: ___________________________ dalam jabatan selaku
___________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
___________________________ [nama bank] berkedudukan di ___________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama : ___________________________ [Pokja Pemilihan]
Alamat : ___________________________
selanjutnya disebut:
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp ___________________________
(terbilang ___________________________) sebagai Jaminan Penawaran dalam mengajukan penawaran
untuk tender pekerjaan ____________________ dengan bentuk garansi bank, apabila:
Nama : ___________________________ [peserta tender]
Alamat : ___________________________
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya
Garansi Bank ini, tidak memenuhi ketentuan yaitu :
1. terlibat korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme;
2. menarik kembali penawaran selama dilaksanakannya tender;
3. tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal sebagai calon pemenang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya di bawah 80% HPS;
4. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai calon pemenang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau
5. mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Garansi Bank berlaku selama _______________ (_______________) hari kalender, dan efektif mulai
dari tanggal _______________ [diisi sesuai dengan tanggal batas akhir pemasukan penawaran]
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh
tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 62 -
Paraf I Paraf II Paraf III
- 63 -
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima
tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai
jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih
domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri _______________
Dikeluarkan di : _______________
Pada tanggal : _______________
[Bank]
Meterai Rp10.000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank _______________
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi [Nama dan Jabatan]
ini ke ...........[bank]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 64 -
A. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI//KONSORSIUM PERUSAHAAN
ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN – (apabila disyaratkan)
CONTOH
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PENAWARAN
Nomor Jaminan: ______________ Nilai: ______________
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: ______________[nama], ______________[alamat] sebagai Peserta,
selanjutnya disebut TERJAMIN, dan ______________[nama penerbit jaminan], ______________[alamat],
sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat
pada ______________[nama Pokja Pemilihan], ______________ [alamat] sebagai pelaksana tender
pekerjaan ______________, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp
______________(terbilang ______________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah
tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi ketentuan yaitu:
a. terlibat korupsi, kolusi, dan/atau nepotisme.
b. tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal sebagai calon pemenang dan calon
pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya di bawah 80% HPS;
c. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai calon pemenang dan
calon pemenang cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau
d. mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak.
e. terlibat Korupsi Kolusi dan/atau Nepotisme .
3. Surat Jaminan ini berlaku selama _______(_______) hari kalender dan efektif mulai tanggal _______ [diisi
sesuai dengan tanggal batas akhir pemasukan penawaran]
4. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan
penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji/wanprestasi.
5. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan
hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna
dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
6. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-
lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di _______
pada tanggal _______
TERJAMIN PENJAMIN
Meterai Rp10.000,00
(______________) (______________)
Paraf I Paraf II Paraf III
- 65 -
Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke ...........[penerbit
jaminan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 66 -
A. BENTUK JAMINAN SANGGAHAN BANDING DARI BANK
CONTOH
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN SANGGAHAN BANDING
No. ______________
Yang bertanda tangan dibawah ini: ___________________________ dalam jabatan selaku
___________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
___________________________ [nama bank] berkedudukan di ___________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama : ___________________________ [Pokja Pemilihan]
Alamat : ___________________________
selanjutnya disebut:
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp ___________________________
(terbilang ___________________________) sebagai Jaminan Sanggahan Banding dalam mengajukan
sanggahan banding untuk tender pekerjaan ____________________ dengan bentuk garansi bank, apabila:
Nama : ___________________________ [peserta tender]
Alamat : ___________________________
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata Sanggahan Banding yang diajukan tidak benar.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Garansi Bank berlaku selama .................. (........dalam huruf ..........) hari kalender, dari tanggal ..................
s.d. ...................
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan
Sanggahan Banding tidak benar dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender
setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Sanggahan Banding tidak benar dari Penerima Jaminan dan
pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan Yang Dijamin tidak benar.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai
jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 67 -
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih
domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ....................
Dikeluarkan di : _______________
Pada tanggal : _______________
[Bank]
Meterai Rp10.000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank _______________
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi [Nama dan Jabatan]
ini ke ...........[bank]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 68 -
A. BENTUK JAMINAN SANGGAHAN BANDING DARI ASURANSI//KONSORSIUM PERUSAHAAN
ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN
CONTOH
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
JAMINAN SANGGAHAN BANDING
Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama], _____________ [alamat] sebagai
Peserta, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama Pokja Pemilihan],
_________________________ [alamat] sebagai Pelaksana Tender, selanjutnya disebut PENERIMA
JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran
jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar berkaitan dengan sanggahan banding terhadap hasil
tender_____________________yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal
___________ sampai dengan tanggal__________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
Sanggahan Banding yang diajukan TERJAMIN dinyatakan tidak benar.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan
pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan TERJAMIN tidak benar.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan
hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna
dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-
lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Untuk keyakinan, pemegang
Jaminan disarankan untuk Dikeluarkan di _____________
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan] pada tanggal _______________
TERJAMIN PENJAMIN
Meterai Rp10.000,00
__________________ __________________
[Nama &Jabatan] [Nama &Jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 69 -
B. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS
Dokumen Penawaran Teknis
[Cantumkan dan jelaskan sesuai dengan ketentuan dalam IKP dan LDP. Jika diperlukan, keterangan dapat
dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 70 -
A. DATA PERALATAN
CONTOH
Merek dan Kepemilikan
No Jenis Kapasitas Jumlah
Tipe*) /status
1 ___ ___ ___ ___ ___
2 ___ ___ ___ ___ ___
dst ___ ___ ___ ___ ___
*) Merk dan Tipe bukan merupakan bagian yang dievaluasi
Paraf I Paraf II Paraf III
- 71 -
A. DATA PERSONEL MANAJERIAL
CONTOH
a. Untuk pemaketan kualifikasi Usaha Kecil
Riwayat Pendidikan Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman Kerja
No Nama
(tahun lulus) *) yang akan dilaksanakan (Tahun) **) ***)
1 ___ 1. SD, tahun ___ Pelaksana ___
2. SMP, tahun ___
3. SMA, tahun ___
4. dst...
2 ___ 1. SD, tahun ___ Ahli K3 Konstruksi/Ahli ___
2. SMP, tahun ___ Keselamatan
3. SMA, tahun ___ Konstruksi/Petugas
4. dst... Keselamatan Konstruksi
b. Untuk pemaketan kualifikasi Usaha Menengah dan kualifikasi Usaha Besar
Riwayat Pendidikan Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman Kerja
No Nama
(tahun lulus) *) yang akan dilaksanakan (Tahun) **) ***)
1 ___ 1. D3, tahun ___ Manajer ___
2. S1, tahun ___ Pelaksanaan/Proyek
3. dst...
2 ___ 1. D3, tahun ___ Manajer Teknik ___
2. S1, tahun ___
3. dst...
3 ___ 1. D3, tahun ___ Manajer Keuangan ___
2. S1, tahun ___
3. dst...
4 ___ 1. D3, tahun ___ Ahli K3 Konstruksi ___
2. S1, tahun ___
3. dst...
Keterangan:
*) Riwayat pendidikan bukan hal yang menggugurkan.
**) Pengalaman kerja yang dihitung adalah pengalaman sesuai dengan keterampilan/keahlian yang
disyaratkan, bukan berdasarkan jabatan yang disyaratkan.
***) Pengalaman kerja yang dinilai adalah pengalaman kerja setelah personel lulus pendidikan minimal
sesuai persyaratan untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Kerja yang disyaratkan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 72 -
CONTOH
Daftar Riwayat Hidup Personel Manajerial
1. Jabatan dalam pekerjaan yang akan dilaksanakan : __________
2. Nama Perusahaan : __________
3. Nama Personel : __________
4. Tempat/Tanggal Lahir : __________
5. Riwayat Pendidikan (Lembaga pendidikan,
tempat dan tahun tamat belajar) : __________
6. Pengalaman Kerja
1) Tahun ____
a. Nama Kegiatan : __________
b. Lokasi Kegiatan : __________
c. Pemberi Pekerjaan : __________
d. Nama Perusahaan : __________
e. Uraian Tugas : __________
f. Waktu Pelaksanaan : __________
g. Posisi Penugasan : __________
2) Dst..
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat
pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk
digugurkan sebagai personel manajerial atau dikeluarkan jika sudah diperkerjakan.
____________,_____20__
Yang membuat pernyataan,
(__________)
[nama jelas]
Mengetahui:
__________[nama Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi]
(__________)
[nama jelas wakil sah]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 73 -
Paraf I Paraf II Paraf III
- 74 -
A. BAGIAN PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKKAN (APABILA DISYARATKAN)
CONTOH
1. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan (Disyaratkan untuk paket pekerjaan dengan pagu
anggaran di atas Rp25.000.000.000,00 sampai dengan Rp50.000.000.000,00)
No. Jenis Pekerjaan yang disubkontrakkan
Pekerjaan Spesialis pada Pekerjaan Utama
A.
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi Spesialis)
1. ......
2. ......
Dst. Dst.
B. Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi kualifikasi kecil)
1. ......
2. ......
Dst. Dst.
2. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan (Disyaratkan untuk paket pekerjaan di atas
Rp50.000.000.000,00)
No. Jenis Pekerjaan yang disubkontrakkan
A. Pekerjaan Spesialis pada Pekerjaan Utama
1. ......
2. ......
Dst. Dst.
B. Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama
(kepada Penyedia Jasa Pekerjaan Konstruksi kualifikasi kecil dari
Provinsi Setempat)
1. ......
2. ......
Dst. Dst.
3. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan untuk paket pekerjaan di atas Rp2.500.000.000,00
(Disyaratkan dalam hal Peserta bukan Pelaku Usaha Papua mengikuti tender pekerjaan konstruksi
yang diperuntukkan bagi percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi
Papua Barat, apabila Pelaku Usaha tersebut tidak melakukan KSO dengan Pelaku Usaha Papua
maka harus melakukan subkontrak kepada Pelaku Usaha Papua)
Jenis Pekerjaan Nama dan alamat Identitas Pemilik
No. yang subkontraktor Pelaku Subkontraktor
disubkontrakkan Usaha Papua
a. Jenis Identitas
a. Nama (KTP, KK, dan
Subkontraktor: … Surat Kenal/Akta
1. ...... b. Alamat: … Lahir): …
c. Dokumen b. Nomor Identitas:
Pendirian: … …
b. Nama: …
Paraf I Paraf II Paraf III
- 75 -
2. ...... ......
Dst. Dst.
Dst.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 76 -
A. BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
CONTOH
BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
................. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
[Logo & Nama Perusahaan] [digunakan untuk usulan penawaran]
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal:
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
Paraf I Paraf II Paraf III
- 77 -
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1 Komitmen Keselamatan Konstruksi
Penjelasan mengenai isi Komitmen Keselamatan Konstruksi poin (A.2) sesuai dengan format di bawah ini:
[Contoh Pakta Keselamatan Konstruksi Badan Usaha Tanpa KSO]
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya ………… [pilih yang
dan atas nama sesuai dan cantumkan nama]
dalam rangka pengadaan …………… [isi nama paket] pada …………… [isi sesuai dengan
nama Pokja Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya
Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan],
[nama lengkap]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 78 -
[Contoh Pakta Keselamatan Konstruksi Badan Usaha Dengan KSO]
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya …………… [pilih yang sesuai dan cantumkan
nama]
2. Nama : ............. [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : ……………
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya …………… [pilih
yang sesuai dan cantumkan nama]
3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota KSO]
dalam rangka pengadaan …………… [isi nama paket] pada …………… [isi sesuai dengan
nama Pokja Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya
Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia] [Nama Penyedia] [Nama Penyedia]
[tanda tangan], [tanda tangan], [tanda tangan],
[nama lengkap] [nama lengkap] [nama lengkap]
[cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota KSO]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 79 -
A. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
Tabel Contoh Format Tabel IBPRP*
Keterangan:
1. PPK mengisi kolom 1, 2 dan 3.
2. PPK mengisi kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” berdasarkan tahapan pekerjaan.
3. Kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” yang diisi oleh PPK berdasarkan tahapan pekerjaan,
dimana penyedia jasa dapat menambahkan uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya dari yang sudah
dicantumkan oleh PPK berdasarkan analisis Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau
Petugas Keselamatan Konstruksi.
4. Kolom 12, 13, 14, 15, dan 16, diisi berdasarkan kondisi pengendalian di lapangan atas dasar penilaian Ahli K3
Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi, apabila dinilai tidak ada
yang diisikan, maka dapat ditulis "tidak ada" atau "n/a".
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
Tabel Contoh Format Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus
Pengendalia Sasaran Program
n Risiko
No (Sesuai Tolok Sumbe Jadwal Bentuk
Uraia Uraian Indikator Penanggun
. Kolom ukur r Daya Pelaksanaa Monitorin
n Kegiatan Pencapaian g Jawab
Tabel 6 n g
IBPRP)
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Tabel. Contoh Jadwal Program Komunikasi
NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan
1 Induksi Keselamatan Konstruksi
(Safety Induction)
2 Pertemuan pagi hari
(safety morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja
(toolbox meeting)
4 Rapat Keselamatan Konstruksi
(construction safety meeting)
Paraf I Paraf II Paraf III
- 80 -
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
Tabel Contoh Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
Nama Pekerja : [Isi nama pekerja]
Nama Paket Pekerjaan : …….
Tanggal Pekerjaan : …..s/d……
Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan:
1 Helm/Safety Helmet √ 4. Rompi Keselamatan/Safety Vest √
2 Sepatu/Safety Shoes √ 5. Masker Pernafasan/Respiratory √
3 Sarung Tangan/Safety Gloves √ 6. …. Dst.
Urutan Langkah Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab
Pekerjaan
E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan Evaluasi
Tabel Contoh Jadwal Inspeksi dan Audit
Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Inspeksi Keselamatan
Konstruksi
2 Patroli Keselamatan
Konstruksi
3 Audit internal
Paraf I Paraf II Paraf III
- 81 -
A. BENTUK SURAT PERJANJIAN SEWA PERALATAN
CONTOH
[ Kop Perusahaan Lessor/ penyedia peralatan ]
SURAT PERJANJIAN SEWA PERALATAN
No. ……………………….
ANTARA
PT. ……… [diisi nama perusahaan Lessor/ penyedia peralatan]
DAN
PT. ……… [diisi nama perusahaan Lessee/ penerima peralatan]
Pada hari ini …… tanggal ... bulan….. tahun ….., yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ………………………
Jabatan : ………………………
Alamat : ………………………
Bertindak untuk dan atas nama PT. ……… [diisi nama perusahaan Lessor/ penyedia peralatan],
selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.
Nama : ………………………
Jabatan : ………………………
Alamat : ………………………
Bertindak untuk dan atas nama PT. ……… [diisi nama perusahaan Lessee/ penerima peralatan],
selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.
Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Sewa berupa:
Tahun
No Peralatan Merk Tipe Spesifikasi
Pembuatan
1.
2.
dst..
Untuk selanjutnya disebut sebagai PERALATAN. Perjanjian Sewa antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK
KEDUA ini dilangsungkan dan diterima berdasarkan kesepakatan yang termuat secara tertulis dalam
pasal- pasal berikut:
Pasal 1
Paraf I Paraf II Paraf III
- 82 -
PENERIMAAN PERALATAN
PIHAK KEDUA akan menerima hak guna dari apa yang disewanya dari PIHAK PERTAMA dalam kondisi
baik.
Pasal 2
NEGOSIASI HARGA SEWA PERALATAN
Harga Sewa Peralatan tersebut di atas akan diperoleh dari hasil negosiasi antara kedua belah pihak
yang akan disepakati bersama setelah PIHAK KEDUA dinyatakan sebagai Pemenang dalam Paket
Pekerjaan ……………[diisi nama paket]
Pasal 3
JANGKA WAKTU SEWA PERALATAN
Jangka waktu sewa antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA adalah selama berjalannya Paket
Pekerjaan ……[diisi nama paket] terhitung setelah PIHAK KEDUA dinyatakan sebagai pemenang dan
telah keluar Surat Perintah Kerja dari Pemberi Tugas.
Pasal 4
TANDA TERIMA PEMBAYARAN
1) Setiap kali PIHAK KEDUA melakukan pembayaran biaya sewa, akan diberikan kepadanya kuitansi
tanda terima dari PIHAK PERTAMA.
2) Kuitansi tanda terima sebagai bukti pembayaran yang sah adalah kuitansi yang dikeluarkan oleh
PIHAK PERTAMA
Pasal 5
PEMBATALAN
1) Dengan tidak dilakukannya pembayaran biaya sewa oleh PIHAK KEDUA berturut- turut sesuai
dengan pasal dalam surat perjanjian ini maka tanpa memerlukan teguran terlebih dahulu dari
PIHAK PERTAMA, telah cukup bukti bahwa PIHAK KEDUA dalam keadaan lalai atau wanprestasi.
2) Keadaan lalai atau wanprestasi tersebut mengakibatkan perjanjian sewa ini batal dengan
sendirinya tanpa diperlukan putusan dari pengadilan negeri yang berarti kedua belah pihak telah
menyetujui untuk melepaskan segala ketentuan yang telah termuat dalam pasal 1266 Kitab
Undang- Undang Hukum Perdata.
3) Selanjutnya PIHAK KEDUA memberi kuasa penuh kepada PIHAK PERTAMA yang atas kuasanya
dengan hak substitusi untuk mengambil PERALATAN milik PIHAK PERTAMA, baik yang berada di
tempat PIHAK KEDUA atau tempat pihak lain yang mendapati hak daripadanya.
4) Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi apabila PIHAK KEDUA tidak
memenangkan tender Paket Pekerjaan ……………[diisi nama paket].
Pasal 6
TANGGUNG JAWAB PIHAK PERTAMA
Paraf I Paraf II Paraf III
- 83 -
1) PIHAK PERTAMA bersedia menyiapkan alat yang disewa dalam keadaan siap operasi dan akan
memobilisasi ke Lokasi Pekerjaan sesuai petunjuk dari PIHAK KEDUA.
2) PIHAK PERTAMA bersedia menyiapkan operator yang berpengalaman, helper dan mekanik sesuai
dengan kebutuhan.
3) PIHAK PERTAMA tanpa persetujuan tertulis dari PIHAK KEDUA tidak dibenarkan memindahkan
atau mengoperasikan PERALATAN tersebut di tempat lain, selain dari yang tertulis dalam surat
perjanjian ini kecuali dalam keadaan kahar seperti: kebakaran, gempa bumi, dan lainnya.
Pasal 7
TANGGUNG JAWAB PIHAK KEDUA
1) PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas keamanan alat yang disewanya.
2) PIHAK KEDUA tidak dibenarkan memindahkan atau mengalihkan tanggung jawab terhadap
PERALATAN kepada pihak lain dalam bentuk dan cara apapun, baik sebagian maupun seluruhnya.
Pasal 8
LAIN-LAIN
Hal- hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk
mufakat oleh kedua belah pihak.
Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materi secukupnya yang berkekuatan
hukum yang sama dan mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua pihak
PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
PT. ……… [diisi nama perusahaan PT. ……… [diisi nama perusahaan
Lessor/ penyedia peralatan] Lessee/ penerima peralatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 84 -
A. BENTUK FORMULIR PENYAMPAIAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) [apabila
diberikan preferensi harga]
FORMULIR PENYAMPAIAN
TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN)
Nama Penyedia :
Nama Pekerjaan :
Harga Harga Harga
TKDN
No Uraian Kuantitas Satuan Total setelah
(%)*
(Rp) (Rp) preferensi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Pekerjaan I
a Komponen
Barang a
b Komponen
Barang b
c Komponen
Barang c
Sub Total
Pekerjaan 1
2 Pekerjaan I
a Komponen
Barang a
b Komponen
Barang b
c Komponen
Barang c
Sub Total
Pekerjaan 1
Total Nilai
Penawaran
*) Nilai TKDN Komponen Barang berdasarkan daftar inventarisasi barang/jasa
produksi dalam negeri yang diterbitkan oleh kementerian yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang perindustrian.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 85 -
B. BENTUK DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR
DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR1
NO NAMA SPESIFIKASI SATUAN JUMLAH HARGA NEGARA
BARANG/URAIAN ASAL
TOTAL HARGA
1
Diisi dan dilampirkan dalam penawaran apabila ada barang yang diimpor
Paraf I Paraf II Paraf III
- 86 -
C. ISIAN DATA KUALIFIKASI
Isian Data Kualifikasi bagi Peserta tunggal/atas nama sendiri atau Peserta sebagai Leadfirm KSO
berbentuk Isian Elektronik Data Kualifikasi yang tersedia pada SPSE
Isian Data Kualifikasi bagi anggota KSO disampaikan dalam formulir isian kualifikasi untuk anggota KSO
Paraf I Paraf II Paraf III
- 87 -
FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI UNTUK ANGGOTA KSO
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ___________________[nama wakil sah badan usaha anggota KSO atau nama
individu leadfirm sesuai surat perjanjian KSO]
Jabatan : _____________[diisi sesuai jabatan dalam akta notaris atau surat perjanjian KSO]
Bertindak : PT/CV/Firma _______________________
untuk [pilih yang sesuai dan cantumkan nama badan usaha]
dan atas nama
Alamat : ___________________________________
Telepon/Fax : ___________________________________
Email : ___________________________________
menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:
1. saya secara hukum bertindak untuk dan atas nama badan usaha berdasarkan_______________ [akta
pendirian/anggaran dasar/surat kuasa/Perjanjian Kerja Sama Operasi, disebutkan secara jelas nomor da n
tanggal akta pendirian/anggaran dasar/surat kuasa/Perjanjian Kerja Sama Operasi] ;
1. saya bukan sebagai pegawai K/L/PD [bagi pegawai K/L/PD yang sedang cuti diluar tanggungan negara
ditulis sebagai berikut : “Saya merupakan pegawai K/L/PD yang sedang cuti diluar tanggungan negara”];
2. saya tidak sedang menjalani sanksi pidana;
3. saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan dengan para pihak yang terkait,
langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini;
4. badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam, tidak dalam pengawasan pengadilan,
tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
5. data-data badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut:
Paraf I Paraf II Paraf III
- 88 -
A. Data Administrasi
1. Nama Badan Usaha : _____________________
2. Status : Pusat Cabang
Alamat Kantor Pusat : _____________________
_____________________
3. No. Telepon : _____________________
No. Fax : _____________________
E-Mail : _____________________
Alamat Kantor Cabang : _____________________
_____________________
4. No. Telepon : _____________________
No. Fax : _____________________
E-Mail : _____________________
B. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha
1. Akta Pendirian Perusahaan/Anggaran Dasar
a. Nomor : _______________
b. Tanggal : _______________
c. Nama Notaris : _______________
d. Nomor Pengesahan : _______________
Kementerian Hukum dan
HAM (untuk yang
berbentuk PT)
2. Akta/Anggaran Dasar
Perubahan Terakhir
a. Nomor : _______________
b. Tanggal : _______________
c. Nama Notaris : _______________
C. Pengurus Badan Usaha
No. Nama No. Identitas Jabatan dalam Badan Usaha
D. Izin Usaha
1. Surat Izin Berusaha di bidang Jasa : a. Nomor.……………
Konstruksi b. Tanggal ……………
1. Masa berlaku Izin Berusaha di
: …………
bidang Jasa Konstruksi
2. Instansi penerbit : …………
Paraf I Paraf II Paraf III
- 89 -
E. Sertifikat Badan Usaha
1. Sertifikat Badan Usaha : a. Nomor …………
b. Tanggal …………
1. Masa berlaku : …………
2. Instansi penerbit : …………
3. Kualifikasi : …………
4. Klasifikasi : …………
5. Sub bidang klasifikasi/layanan : …………
F. Sertifikat Lainnya (apabila disyaratkan)
1. Sertifikat ............ : a. Nomor …………
b. Tanggal …………
2. Masa berlaku : …………
3. Instansi penerbit : …………
G. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Persero (untuk CV/Firma)
No. Nama No. Identitas Alamat Persentase
2. Pajak
Nomor Pokok Wajib Pajak : _______________
H. Data Pengalaman Perusahaan
(nilai paket tertinggi pengalaman sesuai yang disyaratkan dalam kurun waktu 15 tahun terakhir)
Tanggal Selesai
Pemberi
Kontrak Pekerjaan/PHO
Sub Pekerjaan
Nama Ringkasa Berdasarkan
Klasifikasi Lokas
No. Paket n Lingkup BA
Pekerjaa i Alamat/ No /
Pekerjaan Pekerjaan Nam Kontra Serah
n Telepo Tangga Nilai
a k Terim
n l
a
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
I. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4 Tahun Terakhir
(untuk perusahaan yang telah berdiri 3 tahun atau lebih. Untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari
3 tahun tidak wajib mengisi tabel ini)
Paraf I Paraf II Paraf III
- 90 -
Ringkas Tanggal Selesai
Nama an Pemberi Pekerjaan Kontrak Pekerjaan/PHO
No Lokas Berdasarkan
Paket Lingkup
. i
Pekerjaan Pekerjaa Alamat/ No / Kontra BA Serah
n Nama Nilai
Telepon Tanggal k Terima
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Paraf I Paraf II Paraf III
- 91 -
J. Data Pekerjaan yang Sedang Dilaksanakan (Wajib diisi untuk menghitung SKP)
Pemberi Tugas
Kontrak Total Progres
Nama Klasifikasi/S / PPK
N Paket ub Loka Alamat
No /
o. Pekerja Klasifikasi si Nam / No /
Tangg Nilai Total Nilai
an Pekerjaan a Telepo Tanggal
al
n
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Demikian Formulir Isian Kualifikasi ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan/atau ada pemalsuan,
maka badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif, sanksi
pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak
berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
__________[tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]
PT/CV/Firma
__________[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
[meterai Rp10.000,00
dan tanda tangan]
(nama lengkap wakil sah badan usaha anggota KSO atau nama individu leadfirm)
[jabatan pada badan usaha]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 92 -
BAB VII. PETUNJUK PENGISIAN DATA KUALIFIKASI
I. Petunjuk Pengisian Untuk Peserta tunggal/atas nama sendiri dan leadfirm KSO mengikuti petunjuk dan
penggunaan SPSE (User Guide)
II. KSO (apabila ber-KSO)
Untuk peserta yang berbentuk KSO masing – masing anggota KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi
untuk masing – masing kualifikasi badan usahanya dan disampaikan oleh leadfirm KSO melalui fasilitas
unggahan persyaratan kualifikasi lainnya pada SPSE.
Petunjuk pengisian formulir isian kualifikasi untuk anggota KSO adalah sebagai berikut:
A. Data Administrasi
1. Diisi dengan nama badan usaha peserta.
2. Pilih status badan usaha (Pusat/Cabang).
3. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email kantor pusat yang dapat dihubungi.
4. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax, dan email kantor cabang yang dapat dihubungi,
apabila peserta berstatus kantor cabang.
B. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha
1. Diiisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit Akta Pendirian perusahaan/Anggaran
Dasar, serta untuk badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas diisi nomor pengesahan dari
Kementerian Hukum dan HAM.
2. Diiisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta perubahan terakhir badan usaha,
apabila ada. Khusus untuk Perseroan Terbatas, jika terdapat perubahan nama anggota Direksi
dan/atau Dewan Komisaris, pada Pembuktian Kualifikasi peserta diminta menunjukkan asli dan
memberikan salinan Bukti Pemberitahuan dari Notaris selaku Kuasa Direksi yang telah diajukan
melalui Sisminbakum atas Akta Perubahan Terakhir.
C. Pengurus Badan Usaha
Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, dan jabatan dalam badan usaha.
D. Izin Usaha
Tabel izin usaha :
1. Diisi dengan jenis surat izin usaha, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku surat izin usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin usaha.
E. Sertifikat Badan Usaha
Tabel Sertifikat Badan usaha :
1. Diisi dengan jenis Sertifikat Badan usaha, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku Sertifikat Badan usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit Sertifikat Badan usaha.
4. Diisi dengan kualifikasi usaha.
5. Diisi dengan klasifikasi usaha.
6. Diisi dengan sub bidang klasifikasi/layanan.
F. Sertifikat Lainnya [apabila disyaratkan]
1. Diisi dengan jenis sertifikat, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku sertifikat.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit sertifikat.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 93 -
G. Data Keuangan
Diisi NPWP badan usaha
H. Data Pengalaman Perusahaan
Diisi dengan nama paket pekerjaan, subklasifikasi pekerjaan yang disyaratkan, ringkasan lingkup
pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/PPK,
nomor/tanggal dan nilai kontrak, tanggal selesai paket pekerjaan/PHO berdasarkan kontrak, dan
tanggal berita acara serah terima, untuk masing-masing paket pekerjaan selama 15 (lima belas) tahun
terakhir. Data ini digunakan untuk menghitung Kemampuan Dasar (KD) (untuk segmentasi pemaketan
usaha Menengah atau usaha Besar).
I. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4 Tahun Terakhir
Diisi dengan nama paket pekerjaan, ringkasan lingkup pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan
pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/PPK, nomor/tanggal dan nilai kontrak, tanggal
selesai paket pekerjaan/PHO berdasarkan kontrak, dan tanggal berita acara serah terima, untuk
perusahaan yang telah berdiri 3 tahun atau lebih. Untuk usaha kecil yang baru berdiri kurang dari 3
tahun tidak wajib mengisi tabel ini.
J. Data Pekerjaan yang sedang Dilaksanakan
Diisi dengan nama paket pekerjaan, klasifikasi/subklasifikasi pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan
pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/PPK, nomor/tanggal dan nilai kontrak, serta
persentase progres menurut kontrak, dan prestasi kerja terakhir. Data ini digunakan untuk menghitung
Sisa Kemampuan Paket (SKP).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 94 -
BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI
A. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sesuai yang tercantum dalam
Lembar Data Kualifikasi.
B. Tata cara penilaian untuk setiap persyaratan kualifikasi:
1. Pokja Pemilihan melihat kesesuaian antara persyaratan pada LDK dengan Formulir Isian Kualifikasi
yang telah diisi oleh peserta pada SPSE.
2. Persyaratan Izin berusaha di bidang Jasa Konstruksi, Sertifikat Badan Usaha (SBU), Sertifikat
lainnya (apabila disyaratkan) dengan ketentuan:
a. Pokja memeriksa masa berlaku izin/sertifikat dengan ketentuan:
1) Izin/sertifikat yang habis masa berlakunya sebelum batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran tidak dapat diterima dan penyedia dinyatakan gugur;
2) Dalam hal masa berlaku izin/sertifikat habis setelah batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran, maka Peserta harus menyampaikan izin/sertifikat yang sudah diperpanjang
kepada Pejabat Penandatangan Kontrak saat penyerahan lokasi kerja dan personel;
3) Dalam hal izin berusaha di bidang Jasa Konstruksi diterbitkan oleh lembaga online single
submission (OSS), izin berusaha di bidang Jasa Konstruksi harus sudah berlaku efektif pada
saat rapat persiapan penandatanganan kontrak.
4) Khusus untuk SBU, tidak perlu mengevaluasi registrasi tahunan, melainkan cukup
memperhatikan masa berlaku SBU.
b. Pokja Pemilihan dapat memeriksa kesesuaian izin/sertifikat dengan menghubungi penerbit
dokumen, dan/atau mengecek melalui layanan daring (online) milik penerbit dokumen yang
tersedia.
3. Persyaratan Kemampuan Dasar (KD) (untuk Kualifikasi Usaha Menengah atau Usaha Besar),
dengan ketentuan:
a. Perhitungan Kemampuan Dasar (KD)
KD = 3 NPt
NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada pekerjaan sesuai yang
disyaratkan dalam 15 (lima belas) tahun terakhir.
b. Pengalaman yang dapat dinilai adalah pengalaman pekerjaan yang diserahterimakan dalam 15
(lima belas) tahun terakhir, dihitung berdasarkan tahun anggaran diumumkannya tender
pekerjaan konstruksi (contoh: tender diumumkan 31 Juli tahun 2021, maka pengalaman yang
dapat dinilai adalah pengalaman yang diserahterimakan mulai 01 Januari tahun 2006).
c. Dalam hal mensyaratkan lebih dari 1 (satu) SBU:
1) Untuk pekerjaan kualifikasi Usaha Menengah, pengalaman pekerjaan yang dapat dihitung
sebagai KD adalah pengalaman yang sesuai dengan salah satu sub bidang klasifikasi SBU
yang disyaratkan; atau
2) Untuk pekerjaan kualifikasi Usaha Besar, pengalaman pekerjaan yang dapat dihitung
sebagai KD adalah pengalaman yang sesuai dengan sub bidang klasifikasi/layanan dan
lingkup pekerjaan SBU yang disyaratkan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 95 -
d. Apabila mensyaratkan 2 (dua) SBU, maka penilaian KD peserta cukup memenuhi pengalaman
pekerjaan pada salah satu sub bidang klasifikasi SBU yang disyaratkan.
e. Dalam hal KSO, yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili/leadfirm KSO;
f. KD paling sedikit sama dengan nilai HPS;
g. pengalaman perusahaan dinilai dari pengalaman tertinggi pada pekerjaan sesuai yang
disyaratkan dalam 15 (lima belas) tahun terakhir, nilai kontrak dan status peserta pada saat
menyelesaikan kontrak pekerjaan tersebut:
1) sebagai anggota KSO/leadfirm KSO mendapat bobot nilai sesuai dengan porsi/sharing
kemitraan;
2) sebagai sub penyedia jasa mendapat nilai sebesar nilai pekerjaan yang disubkontrakkan
kepada penyedia jasa tersebut.
h. Dalam hal nilai pengalaman pekerjaan tidak mencukupi, Pokja Pemilihan melakukan konversi
menjadi nilai pekerjaan sekarang (present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:
NPs = Nilai pekerjaan sekarang
Npo = Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada)
saat serah terima pertama
Io = Indeks dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah
terima pertama
Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila
belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan
indeks bulan-bulan sebelumnya)
Untuk usaha jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, Indeks BPS yang
digunakan adalah indeks harga perdagangan besar bahan
bangunan/konstruksi sesuai jenis bangunannya.
4. Persyaratan Sertifikat Manajemen Mutu, Sertifikat Manajemen Lingkungan, serta Sertifikat
Keselamatan dan Kesehatan Kerja; (hanya disyaratkan untuk diperuntukkan bagi Kualifikasi Usaha
Besar).
5. Persyaratan mempunyai status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status
Wajib Pajak dapat dikecualikan untuk peserta yang secara peraturan perpajakan belum diwajibkan
memiliki laporan perpajakan tahun terakhir, misalnya baru berdiri sebelum batas waktu laporan
pajak tahun terakhir.
6. Persyaratan akta pendirian perusahaan disertai dengan akta perubahan perusahaan (apabila ada
perubahan). Akta asli/legalisir wajib dibawa pada saat pembuktian kualifikasi.
7. Khusus untuk pekerjaan konstruksi yang diperuntukkan bagi percepatan pembangunan
kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat:
a. Domisili Pelaku Usaha Papua wajib berada pada Provinsi lokasi pelaksanaan pekerjaan (Provinsi
Papua atau Provinsi Papua Barat);
b. Pembuktian Pelaku Usaha Papua yaitu dengan:
1) jumlah kepemilikan saham Orang Asli Papua (OAP) yaitu lebih besar dari 50% (lima puluh
persen);
2) Direktur Utama dijabat oleh OAP; dan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 96 -
3) jumlah pengurus badan usaha yang dijabat oleh OAP lebih besar dari 50% (lima puluh
persen) apabila berjumlah gasal dan minimal 50% (lima puluh persen) apabila berjumlah
genap
c. Pembuktian OAP dilakukan dengan:
1) Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP);
2) Kartu keluarga yang dilegalisir oleh pejabat/pemerintah kabupaten/kota setempat yang
berwenang; dan
3) surat kenal/akta lahir.
8. Pernyataan Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak menimbulkan pertentangan
kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan
usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau yang bertindak untuk dan atas nama Badan Usaha tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana, dan pengurus/pegawai tidak berstatus Aparatur Sipil
Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar tanggungan Negara, dengan ketentuan:
a. Ketentuan ini berbentuk pernyataan oleh peserta pada SPSE. Tidak perlu dinyatakan dalam
surat pernyataan;
b. Apabila suatu saat ditemukan bukti bahwa peserta mengingkari pernyataan ini/menyampaikan
informasi yang tidak benar terhadap pernyataan ini, maka dapat menjadi dasar untuk
pengenaan sanksi daftar hitam.
9. Persyaratan memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4
(empat) tahun terakhir, dengan ketentuan:
a. Pengalaman diambil dari daftar pengalaman pada isian kualifikasi yang dibuktikan pada saat
pembuktian kualifikasi dengan membawa Kontrak Asli dan Berita Acara Serah Terima;
b. Khusus untuk pengalaman sebagai subkontraktor, maka selain membawa dan memperlihatkan
kontrak subkontrak, juga harus dilengkapi dengan surat referensi dari Pemberi Pekerjaan yang
menyatakan bahwa peserta memang benar adalah subkontrak untuk pekerjaan dimaksud.
10. Persyaratan Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan:
a. Rumusan SKP
SKP = KP – P
KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan.
a. untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP)
ditentukan sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan; dan
b. untuk usaha non kecil, nilai Kemampuan Paket (KP)
ditentukan sebanyak 6 (enam) atau 1,2 (satu koma
dua) N.
P = jumlah paket yang sedang dikerjakan.
N = jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani
pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun
terakhir
c. Peserta wajib mengisi daftar pekerjaan yang sedang dikerjakan;
d. Apabila ditemukan bukti peserta tidak mengisi daftar pekerjaan yang sedang dikerjakan
walaupun sebenarnya ada pekerjaan yang sedang dikerjakan, maka apabila pekerjaan tersebut
menyebabkan SKP peserta tidak memenuhi, maka dinyatakan gugur, dikenakan sanksi daftar
hitam, dan pencairan jaminan penawaran (apabila ada).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 97 -
C. Pokja Pemilihan memeriksa membandingkan/mengevaluasi/ membuktikan antara persyaratan pada
Dokumen Kualifikasi dengan data isian peserta dalam hal:
1. kelengkapan Dokumen Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.
D. dalam hal peserta melakukan KSO :
1) Data kualifikasi untuk peserta yang melakukan Kerja Sama Operasi disampaikan oleh pejabat yang
menurut perjanjian Kerja Sama Operasi berhak mewakili KSO (leadfirm);
2) peserta wajib menyampaikan perjanjian Kerja Sama Operasi sesuai ketentuan;
3) Formulir Isian Kualifikasi untuk KSO yang tidak dibubuhi meterai tidak digugurkan, peserta diminta
untuk melakukan pemeteraian kemudian sesuai UU Bea Meterai.
E. Peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dan persyaratan penawaran dilanjutkan dengan
pembuktian kualifikasi.
F. Pada tahap Pembuktian Kualifikasi:
1. Pokja memeriksa legalitas wakil peserta yang hadir pada saat pembuktian kualifikasi dengan cara:
a. Meminta identitas diri (KTP/SIM/Passport);
b. Membandingkan identitas wakil peserta dengan Akta Pendirian/Perubahan Terakhir untuk
memastikan bahwa wakil peserta adalah Direksi yang namanya tertuang dalam Akta;
c. Apabila Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan tidak memuat nama direksi (Misalnya
perusahaan TBK atau BUMN/BUMD), maka pokja meminta surat pengangkatan sebagai
direksi sesuai ketentuan yang tercantum dalam Akta Pendirian/Perubahan (Misalnya diangkat
oleh RUPS, maka meminta surat keputusan RUPS);
2. Pokja membandingkan kesesuaian antara izin berusaha di bidang Jasa Konstruksi, Sertifikat Badan
Usaha, Sertifikat Lain (Apabila dipersyaratkan), NPWP, Bukti Pajak Tahun Terakhir, Bukti Setor
pajak, dan Akta Pendirian/Perubahan Terakhir, serta laporan keuangan, dengan yang disampaikan
dalam data kualifikasi, dengan ketentuan:
a. Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, maka dinyatakan gugur;
b. Apabila ditemukan pemalsuan berdasarkan hasil klarifikasi kepada penerbit dokumen, maka
peserta selain dinyatakan gugur juga dikenakan sanksi daftar hitam;
3. Pokja memeriksa bukti pengalaman pekerjaan yang disampaikan dalam Formulir Isian Kualifikasi
berdasarkan Kontrak dan Berita Acara Serah terima, dengan ketentuan:
a. Apabila bukti pengalaman pekerjaan lebih banyak dibandingkan dengan yang tercantum pada
Formulir Isian Kualifikasi, maka yang dinilai adalah pengalaman yang tercantum dalam isian
kualifikasi;
b. Apabila bukti pengalaman pekerjaan lebih sedikit dibandingkan dengan yang tercantum pada
Formulir Isian Kualifikasi, maka yang dinilai adalah pengalaman berdasarkan bukti pengalaman
yang disampaikan;
c. Apabila ditemukan pemalsuan berdasarkan hasil klarifikasi kepada penerbit dokumen, maka
peserta selain dinyatakan gugur juga dikenakan sanksi daftar hitam.
G. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja Pemilihan dapat meminta
peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis, termasuk dapat melakukan peninjauan
lapangan pada pihak-pihak/instansi terkait, namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian
kualifikasi.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 98 -
Paraf I Paraf II Paraf III
- 99 -
BAB IX. RANCANGAN KONTRAK
Diupload oleh user KPA/PPK pada SPSE
I. SURAT PERJANJIAN
CONTOH 1 - PENYEDIA TUNGGAL
SURAT PERJANJIAN
Kontrak Lumsum
Paket Pekerjaan Konstruksi
........................ [diisi nama paket pekerjaan]
Nomor : ........................ [diisi nomor Kontrak]
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah Kontrak Kerja Konstruksi Lumsum, yang
selanjutnya disebut “Kontrak” dibuat dan ditandatangani di ........... pada hari .......... tanggal ….... bulan
................. tahun .............. [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf], berdasarkan Surat Penetapan
Pemenang Nomor.…… tanggal ……., Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor …….
tanggal ……., [jika kontrak tahun jamak ditambahkan surat persetujuan pejabat yang berwenang, misal: “dan
Surat Menteri Keuangan (untuk sumber dana APBN) Nomor ..... tanggal..... perihal .....”], antara:
Nama : ………….. [nama PA/KPA/PPK]
NIP : ………….. [NIP]
Jabatan : ........... [sesuai SK Pengangkatan]
Berkedudukan di : ………….. [alamat Satuan Kerja]
yang bertindak untuk dan atas nama ….. [diisi nama Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah] berdasarkan
Surat Keputusan ……. Nomor ……. tanggal ……. tentang ……. [SK pengangkatan PA/KPA/PPK] [jika
ditandatangani oleh PPK ditambahkan surat tugas dari PA/KPA] selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan
Kontrak”, dengan:
Nama : ………….. [nama wakli Penyedia]
Jabatan : ………….. [sesuai akta notaris]
Berkedudukan di : ………….. [alamat Penyedia]
Akta Notaris Nomor : ………….. [sesuai akta notaris]
Tanggal : ………….. [tanggal penerbitan akta]
Notaris : ………….. [nama notaris penerbit akta]
yang bertindak untuk dan atas nama ………….. [nama badan usaha] selanjutnya disebut “Penyedia”.
Dan dengan memperhatikan:
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor
2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
14 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 100 -
5. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk
Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:
(a) telah dilakukan proses pemilihan Penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan;
(b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam Kontrak ini melalui Surat
Penunjukan Penyediaan Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi ............ [diisi
nama paket pekerjaan] sebagaimana diterangkan dalam dokumen Kontrak ini selanjutnya disebut
“Pekerjaan Konstruksi”;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, memiliki keahlian profesional,
tenaga kerja konstruksi, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan
Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;
(e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan
penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua
ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui
untuk membuat perjanjian pelaksanaan paket Pekerjaan Konstruksi ............. [diisi nama paket pekerjaan]
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang
tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini.
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN UTAMA
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
1. ................
2. ................
3. dst.
[Catatan: ruang lingkup pekerjaan utama diisi dengan output dari pekerjaan tersebut sesuai dengan dokumen
identifikasi kebutuhan dalam Renstra]
Pasal 3
HARGA KONTRAK, SUMBER PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN
(1) Harga Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan total harga
penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum dalam Daftar Keluaran dan Harga adalah sebesar Rp.
……….. (……….. ditulis dalam huruf ……..) dengan kode akun kegiatan ……….;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 101 -
(2) Kontrak ini dibiayai dari ……….. [diisi sumber pembiayaannya];
(3) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke Bank ..... rekening nomor : ............. atas nama Penyedia :
............... .
[Catatan : untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan untuk masing-masing Tahun
Anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Kelengkapan dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan
dari Kontrak ini terdiri dari adendum Kontrak (apabila ada), Surat Perjanjian, surat penawaran, Syarat-
Syarat Umum Kontrak, Syarat-Syarat Khusus Kontrak beserta lampiranya berupa lampiran A
(Subkontraktor, personel manajerial, dan peralatan utama), lampiran B (Rencana Keselamatan
Konstruksi), spesifikasi teknis, gambar-gambar, Daftar Keluaran dan Harga, dan dokumen lainnya
seperti: Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, jaminan-jaminan,
Berita Acara Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak.
(2) Jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen
yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan
hierarki sebagai berikut:
a. adendum Kontrak (apabila ada);
b. Surat Perjanjian;
c. Surat Penawaran;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. spesifikasi teknis dan gambar;
g. Daftar Keluaran dan Harga hasil negosiasi (Daftar Keluaran dan Harga hasil negosiasi apabila ada
negosiasi); dan
h. Daftar Keluaran dan Harga (Daftar Keluaran dan Harga).
Pasal 5
MASA KONTRAK
(1) Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatangananan
Kontrak sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan;
(2) Masa Pelaksanaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak, dihitung sejak Tanggal Mulai Kerja
yang tercantum dalam SPMK sampai dengan Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan selama ……….
(… dalam huruf …) hari kalender;
(3) Masa Pemeliharaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak dihitung sejak Tanggal Penyerahan
Pertama Pekerjaan sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan selama ......... (.......dalam
huruf......) hari kalender.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 102 -
Dengan demikian, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani
Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi
dengan meterai, mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain
dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama
Penyedia ............. [diisi nama badan usaha] Pejabat Penandatangan Kontrak ............. [diisi
sesuai SK Pengangkatan]
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk
Pejabat Penandatangan Kontrak maka rekatkan Penyedia maka rekatkan meterai Rp 10.000,00)]
meterai Rp 10.000,00)]
[nama lengkap]
[nama lengkap] NIP. ……………………
[jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 103 -
CONTOH 2 - PENYEDIA KSO
SURAT PERJANJIAN
Kontrak Lumsum
Paket Pekerjaan Konstruksi
........................ [diisi nama paket pekerjaan]
Nomor : ........................ [diisi nomor Kontrak]
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah Kontrak Kerja Konstruksi Lumsum, yang
selanjutnya disebut “Kontrak” dibuat dan ditandatangani di ........... pada hari .......... tanggal ….... bulan
................. tahun .............. [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf], berdasarkan Surat Penetapan
Pemenang Nomor.…… tanggal ……., Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor …….
tanggal ……., [jika kontrak tahun jamak ditambahkan surat persetujuan pejabat yang berwenang, misal: “dan
Surat Menteri Keuangan (untuk sumber dana APBN) Nomor ..... tanggal ..... perihal .....”], antara:
Nama : ………….. [nama PA/KPA/PPK]
NIP : ………….. [NIP]
Jabatan : ........... [sesuai SK Pengangkatan]
Berkedudukan di : ………….. [alamat Satuan Kerja]
yang bertindak untuk dan atas nama ….. [diisi nama Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah] berdasarkan
Surat Keputusan ……. Nomor ……. tanggal ……. tentang ……. [SK pengangkatan PA/KPA/PPK] [jika
ditandatangani oleh PPK ditambahkan surat tugas dari PA/KPA] selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan
Kontrak”, dengan :
Nama : ………….. [nama wakil KSO]
Jabatan : ………….. [sesuai surat perjanjian KSO]
Berkedudukan di : ………….. [alamat wakil KSO]
yang bertindak untuk dan atas nama ..................... [nama badan usaha KSO] sebagai badan usaha Kerja Sama
Operasi (KSO) yang beranggotakan sebagai berikut:
1. ......................[nama Penyedia 1];
2. ......................[nama Penyedia 2];
3. dst.
yang masing-masing anggotanya bertanggungjawab secara tanggung renteng atas semua kewajiban
terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak sebagaimana diatur dalam Kontrak ini berdasarkan surat
Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Nomor ................ tanggal ........... selanjutnya disebut “Penyedia”.
Dan dengan memperhatikan:
1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang Perikatan);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang – Undang Nomor
2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor
14 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang – Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 104 -
4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
5. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk
Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:
(a) telah dilakukan proses pemilihan Penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan;
(b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam Kontrak ini melalui Surat
Penunjukan Penyediaan Barang/ Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan Pekerjaan Konstruksi ............ [diisi
nama paket pekerjaan] sebagaimana diterangkan dalam dokumen Kontrak ini selanjutnya disebut
“Pekerjaan Konstruksi”;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, memiliki keahlian profesional,
tenaga kerja konstruksi, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Pekerjaan
Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;
(e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan
Penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua
ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui
untuk membuat perjanjian pelaksanaan paket Pekerjaan Konstruksi ............. [diisi nama paket pekerjaan]
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang
tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini.
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN UTAMA
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
1. ................
2. ................
3. dst.
[Catatan: ruang lingkup pekerjaan utama diisi dengan output dari pekerjaan tersebut sesuai dengan dokumen
identifikasi kebutuhan dalam Renstra]
Pasal 3
HARGA KONTRAK, SUMBER PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN
Paraf I Paraf II Paraf III
- 105 -
(1) Harga Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan total harga
penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum dalam Daftar Keluaran dan Harga adalah sebesar Rp.
……….. (……….. ditulis dalam huruf ……..) dengan kode akun kegiatan ……….;
(2) Kontrak ini dibiayai dari ……….. [diisi sumber pembiayaannya];
(3) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke Bank ..... rekening nomor : ............. atas nama Penyedia :
............... .
[Catatan: untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan untuk masing-masing Tahun
Anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
1) Kelengkapan dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan
dari Kontrak ini terdiri dari adendum Kontrak (apabila ada), Surat Perjanjian, surat penawaran, Syarat-
Syarat Umum Kontrak, Syarat-Syarat Khusus Kontrak beserta lampiranya berupa lampiran A
(Subkontraktor, personel manajerial, dan peralatan utama), lampiran B (Rencana Keselamatan
Konstruksi), spesifikasi teknis, gambar-gambar, Daftar Keluaran dan Harga, dan dokumen lainnya
seperti: Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan, jaminan-jaminan,
Berita Acara Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak, Berita Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak.
2) Jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen
yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan
hierarki sebagai berikut:
a. adendum Kontrak (apabila ada);
b. Surat Perjanjian;
c. Surat Penawaran;
d. Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
e. Syarat-Syarat Umum Kontrak;
f. spesifikasi teknis dan gambar;
g. Daftar Keluaran dan Harga hasil negosiasi (Daftar Keluaran dan Harga hasil negosiasi apabila ada
negosiasi); dan
h. Daftar Keluaran dan Harga (Daftar Keluaran dan Harga).
Pasal 5
MASA KONTRAK
(1) Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatangananan
Kontrak sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan;
(2) Masa Pelaksanaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khsuus Kontrak, dihitung sejak Tanggal Mulai Kerja
yang tercantum dalam SPMK sampai dengan Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan selama ……….
(… dalam huruf …) hari kalender;
(3) Masa Pemeliharaan ditentukan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak dihitung sejak Tanggal Penyerahan
Pertama Pekerjaan sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan selama ......... (.......dalam
huruf......) hari kalender.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 106 -
Dengan demikian, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani
Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi
dengan meterai, mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain
dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.
Untuk dan atas nama Untuk dan atas nama
Penyedia ............. [diisi nama KSO] Pejabat Penandatangan Kontrak ............. [diisi
sesuai SK Pengangkatan]
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk
Pejabat Penandatangan Kontrak maka rekatkan Penyedia maka rekatkan meterai Rp 10.000,00)]
meterai Rp 10.000,00)]
[nama lengkap]
[nama lengkap] NIP. ……………………
[jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 107 -
I. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
Diupload oleh user KPA/PPK pada SPSE
SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
KETENTUAN UMUM
1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak
selanjutnya disebut SSUK harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang
dimaksudkan sebagai berikut.
1.1 Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang selanjutnya disingkat APIP
adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu,
pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah.
1.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakan adalah bagian pekerjaan
utama atau bagian pekerjaan bukan utama yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan yang
pelaksanaanya diserahkan kepada Penyedia lain (Subkontraktor) dan
disetujui terlebih dahulu oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
1.3 Daftar Keluaran dan Harga adalah daftar keluaran yang telah diisi
harga satuan keluaran dan jumlah biaya keseluruhannya yang
merupakan bagian dari penawaran.
1.4 Direksi Lapangan adalah tenaga/tim pendukung yang
dibentuk/ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak, terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih, untuk
mengelola administrasi Kontrak dan mengendalikan pelaksanaan
pekerjaan.
1.5 Harga Kontrak adalah total harga pelaksanaan pekerjaan yang
tercantum dalam Kontrak.
1.6 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah
perkiraan harga barang/jasa yang ditetapkan olehPPK yang telah
memperhitungkan biaya tidak langsung, keuntungan dan Pajak
Pertambahan Nilai.
1.7 Harga Satuan Pekerjaan yang selanjutnya disingkat HSP adalah harga
satu jenis pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu.
1.8 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah kerangka waktu yang sudah
terinci berdasarkan Masa Pelaksanaan, setelah dilaksanakan
pemeriksaan lapangan bersama dan disepakati dalam rapat
persiapan pelaksanaan Kontrak.
1.9 Keadaan Kahar adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak
para pihak dalam Kontrak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya,
sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak
dapat dipenuhi.
1.10 Kegagalan Bangunan adalah suatu keadaan keruntuhan bangunan
dan/atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil
Jasa Konstruksi.
1.11 Kerja Sama Operasi yang selanjutnya disingkat KSO adalah kerja
sama usaha antar Penyedia yang masing-masing pihak mempunyai
Paraf I Paraf II Paraf III
- 108 -
hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan
perjanjian tertulis.
1.12 Kontrak Kerja Konstruksi selanjutnya disebut Kontrak adalah
keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara
Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak dengan
Penyedia dalam pelaksanaan jasa konsultansi konstruksi atau
pekerjaan konstruksi.
1.13 Kontrak Lumsum adalah kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan
dan jumlah harga yang pasti dan tetap dalam batas waktu tertentu,
dengan semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia,
berorientasi kepada keluaran, dan pembayaran didasarkan pada
tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan Kontrak.
1.14 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBN yang selanjutnya
disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab
Penggunaan Anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang
bersangkutan.
1.15 Kuasa Pengguna Anggaran pada Pelaksanaan APBD yang selanjutnya
disebut KPA, adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan
sebagian kewenangan PA/ Pengguna Anggaran dalam melaksanakan
sebagian tugas dan fungsi perangkat daerah
1.16 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung
sejak tanggal penandatangananan Kontrak sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan.
1.17 Masa Pelaksanaan adalah jangka waktu untuk melaksanakan seluruh
pekerjaan terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan.
1.18 Masa Pemeliharaan adalah jangka waktu untuk melaksanakan
kewajiban pemeliharaan oleh Penyedia, terhitung sejak Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan sampai dengan Tanggal Penyerahan
Akhir Pekerjaan.
1.19 Mata Pembayaran Utama adalah mata pembayaran yang pokok dan
penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh
persen) dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran yang nilai bobotnya terbesar.
1.20 Metode Pelaksanaan Pekerjaan adalah metode yang
menggambarkan penguasaan penyelesaian pekerjaan yang
sistematis dari awal sampai akhir meliputi tahapan/urutan pekerjaan
utama dan uraian/cara kerja dari masing-masing jenis kegiatan
pekerjaan utama yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis.
1.21 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah
pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil
keputusan dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan
pengeluaran anggaran belanja negara.
1.22 Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan
yang meliputi pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan,
pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 109 -
1.23 Pekerjaan Utama adalah rangkaian kegiatan dalam suatu
penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang memiliki pengaruh
terbesar dalam mengakibatkan terjadinya keterlambatan
penyelesaian pekerjaan konstruksi dan secara langsung menunjang
terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai
peruntukannya sebagaimana tercantum dalam rancangan kontrak.
1.24 Pelaku Usaha adalah badan usaha atau perseorangan yang
melakukan usaha dan/atau kegiatan pada bidang tertentu.
1.25 Pengawas Pekerjaan adalah tim pendukung/badan usaha yang
ditunjuk/ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak yang bertugas untuk mengawasi
pelaksanaan pekerjaan.
1.26 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat
pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian
Negara/Lembaga/perangkat daerah.
1.27 Pejabat Penandatangan Kontrak adalah pejabat yang memiliki
kewenangan untuk mengikat perjanjian atau menandatangani
Kontrak dengan Penyedia, dapat berasal dari PA, KPA, atau PPK.
1.28 Penyedia adalah Pelaku Usaha yang menyediakan barang/jasa
berdasarkan Kontrak.
1.29 Personel Manajerial adalah tenaga ahli atau tenaga teknis yang
ditempatkan sesuai penugasan pada organisasi pelaksanaan
pekerjaan.
1.30 Sanksi Daftar Hitam adalah sanksi yang diberikan kepada Peserta
pemilihan/Penyedia berupa larangan mengikuti Pengadaan
Barang/Jasa di seluruh Kementerian/Lembaga dalam jangka waktu
tertentu.
1.31 Subkontraktor adalah Penyedia yang mengadakan perjanjian kerja
tertulis dengan Penyedia penanggung jawab Kontrak, untuk
melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).
1.32 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan adalah jaminan
tertulis yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi/lembaga keuangan khusus yang
menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi
untuk mendorong ekspor Indonesia.
1.33 Surat Perintah Mulai Kerja yang selanjutnya disingkat SPMK adalah
surat yang diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak kepada
Penyedia untuk memulai melaksanakan pekerjaan.
1.34 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal yang dinyatakan pada SPMK yang
diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.
1.35 Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan adalah tanggal serah terima
pertama pekerjaan selesai (Provisional Hand Over/PHO) dinyatakan
dalam Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan yang diterbitkan
oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 110 -
1.36 Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan adalah tanggal serah terima
akhir pekerjaan selesai (Final Hand Over/FHO) dinyatakan dalam
Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan yang diterbitkan oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak.
1.37 Tenaga Kerja Konstruksi adalah tenaga kerja yang bekerja di sektor
konstruksi yang meliputi ahli, teknisi atau analis, dan operator.
2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini
tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam
Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam
Surat Perjanjian.
3. Bahasa dan Hukum 3.1 Bahasa Kontrak harus dalam bahasa Indonesia.
3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia.
4. Korespondensi 4.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau
faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam
SSKK.
4.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan
Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan
dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung
kepada Wakil Sah Para Pihak dalam SSKK, atau jika disampaikan
melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang
tercantum dalam SSKK.
5. Wakil Sah Para Pihak 5.1 Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk
dilakukan, dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan
untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh Wakil
Sah Para Pihak atau pejabat yang disebutkan dalam SSKK kecuali
untuk melakukan perubahan kontrak.
5.2 Kewenangan Wakil Sah Para Pihak diatur dalam Surat Keputusan dari
Para Pihak dan harus disampaikan kepada masing-masing pihak.
5.3 Dalam hal Direksi Lapangan diangkat dan ditunjuk menjadi Wakil Sah
Pejabat Penandatangan Kontrak, maka selain melaksanakan
pengelolaan administrasi kontrak dan pengendalian pelaksanaan
pekerjaan, Direksi Lapangan juga melaksanakan pendelegasian
sesuai dengan pelimpahan dari Pejabat Penandatangan Kontrak.
6. Larangan Korupsi, 6.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para pihak
Kolusi dan/atau dilarang untuk :
Nepotisme, 1) menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau
Penyalahgunaan menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan
Wewenang serta tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui
Penipuan atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini;
2) mendorong terjadinya persaingan tidak sehat; dan/atau
3) membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen
dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan
dan pelaksanaan Kontrak ini.
6.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan termasuk semua
anggota KSO (apabila berbentuk KSO) dan Subkontraktornya (jika
Paraf I Paraf II Paraf III
- 111 -
ada) tidak pernah dan tidak akan melakukan tindakan yang dilarang
pada pasal 6.1 di atas.
6.3 Penyedia yang menurut penilaian Pejabat Penandatangan Kontrak
terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan
sanksi-sanksi administratif oleh Pejabat Penandatangan Kontrak
sebagai berikut:
1) pemutusan Kontrak;
2) Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK;
3) sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau Jaminan Uang
Muka dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam
SSKK; dan
4) pengenaan Sanksi Daftar Hitam.
6.4 Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak kepada PA/KPA.
6.5 Pejabat Penandatangan Kontrak yang terlibat dalam korupsi, kolusi,
dan/atau nepotisme dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Asal Material/Bahan 7.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari
rincian komponen dalam negeri dan komponen impor selama
pelaksanaan pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak.
7.2 Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh,
antara lain tempat material/bahan ditambang, tumbuh, atau
diproduksi.
7.3 Kendaraan yang digunakan untuk pengiriman dan pengangkutan
material/bahan mematuhi peraturan perundangan terkait beban dan
dimensi kendaraan.
8. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat
dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan
standar akuntansi yang berlaku.
9. Perpajakan Penyedia, Subkontraktor (jika ada), dan Tenaga Kerja Konstruksi yang
bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi,
dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas
pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah
termasuk dalam Harga Kontrak.
10. Pengalihan Seluruh 10.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal
Kontrak pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger)
maupun akibat lainnya.
10.2 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan sepihak
oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dikenakan sanksi
sebagaimana diatur dalam pasal 44.2.
11. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu pihak terhadap pelanggaran ketentuan
tertentu Kontrak oleh pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak
menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika
menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian
Paraf I Paraf II Paraf III
- 112 -
hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan
ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.
12. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap
Tenaga Kerja Konstruki dan Subkontraktornya (jika ada) serta pekerjaan
yang dilakukan oleh mereka.
13. KSO KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat
Perjanjian untuk bertindak atas nama KSO dalam pelaksanaan hak dan
kewajiban terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan Kontrak
ini.
14. Pengawasan 14.1 Pejabat Penandatangan Kontrak menetapkan Pengawas Pekerjaan
Pelaksanaan Pekerjaan untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan sesuai Kontrak
ini. Pengawas Pekerjaan dapat berasal dari personel Pejabat
Penandatangan Kontrak (Direksi Teknis) atau Penyedia Jasa
Pengawasan (Konsultan Pengawas).
14.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas Pekerjaan bertindak
profesional. Jika tercantum dalam SSKK, Pengawas Pekerjaan yang
berasal dari Personel Pejabat Penandatangan Kontrak dapat
bertindak sebagai Wakil Sah Pejabat Penandatangan Kontrak.
15. Tugas dan Wewenang 15.1 Semua gambar dan rencana kerja yang digunakan dalam pelaksanaan
Pengawas Pekerjaan pekerjaan sesuai Kontrak, untuk pekerjaan permanen maupun
pekerjaan sementara mendapatkan persetujuan dari Pengawas
Pekerjaan sesuai pelimpahan wewenang dari Pejabat Penandatangan
Kontrak.
15.2 Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu ada
pekerjaan sementara yang tidak tercantum dalam Daftar Keluaran
dan Harga di dalam Kontrak maka Penyedia berkewajiban untuk
menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan pekerjaan sementara
tersebut untuk mendapatkan pernyataan tidak berkeberatan (no
objection) untuk dilaksanakan dari Pengawas Pekerjaan.
Pernyataan tidak berkeberatan atas rencana pekerjaan sementara ini
tidak melepaskan Penyedia dari tanggung jawabnya sesuai Kontrak.
15.3 Pengawas Pekerjaan melaksanakan tugas dan wewenang paling
sedikit meliputi:
1) mengevaluasi dan menyetujui rencana mutu pekerjaan
konstruksi Penyedia Jasa pelaksana konstruksi;
2) memberikan ijin dimulainya setiap tahapan pekerjaan;
3) memeriksa dan menyetujui kemajuan pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
4) memeriksa dan menilai mutu dan keselamatan konstruksi
terhadap hasil akhir pekerjaan;
5) menghentikan setiap pekerjaan yang tidak memenuhi
persyaratan;
6) bertanggungjawab terhadap hasil pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi sesuai tugas dan tanggungjawabnya;
7) memberikan laporan secara periodik kepada Pejabat
Penandatangan Kontrak sesuai dengan ketentuan dalam
Kontrak.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 113 -
15.4 Dalam hal Pengawas Pekerjaan melaksanakan tugas dan wewenang
sebagaimana yang dimaksud pada pasal 15.3 yang akan
mempengaruhi ketentuan atau persyaratan dalam kontrak maka
Pengawas Pekerjaan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari
Pejabat Penandatangan Kontrak.
15.5 Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan perintah Pengawas
Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan
dalam Kontrak ini.
16. Penemuan-penemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak
dan kepada pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang yang
mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang
menurut peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara.
17. Akses ke Lokasi Kerja 17.1 Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses Pejabat
Penandatangan Kontrak, Wakil Sah Pejabat Penandatangan Kontrak,
Pengawas Pekerjaan dan/atau pihak yang mendapat izin dari Pejabat
Penandatangan Kontrak ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana
pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan.
17.2 Penyedia harus dianggap telah menerima kelayakan dan
ketersediaan jalur akses menuju lapangan. Penyedia harus berupaya
menjaga setiap jalan atau jembatan dari kerusakan akibat
penggunaan/lalu lintas Penyedia atau akibat personel Penyedia.
Kecuali ditentukan lain maka:
a. Penyedia harus bertanggung jawab atas pemeliharaan yang
mungkin diperlukan akibat pengunaan jalur akses;
b. Penyedia harus menyediakan rambu atau petunjuk sepanjang
jalur akses, dan mendapatkan perizinan yang mungkin
disyaratkan oleh otoritas terkait untuk penggunaan jalur, rambu,
dan petunjuk;
c. biaya karena ketidak layakan atau tidak tersedianya jalur akses
untuk digunakan oleh Penyedia, harus ditanggung Penyedia; dan
d. Pejabat Penandatangan Kontrak tidak bertanggung jawab atas
klaim yang mungkin timbul akibat penggunaan jalur akses.
17.3 Dalam hal untuk menjamin ketersediaan jalan akses tersebut
membutuhkan biaya yang lebih besar dari biaya umum (overhead)
dalam Penawaran Penyedia, maka Pejabat Penandatangan Kontrak
dapat mengalokasikan biaya untuk penyediaan jalur akses tersebut di
dalam Harga Kontrak.
17.4 Pejabat Penandatangan Kontrak tidak bertanggung jawab atas klaim
yang mungkin timbul selain penggunaan jalur akses tersebut.
PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK
18. Masa Kontrak Kontrak ini berlaku efektif sejak penandatangananan Surat Perjanjian oleh
Para Pihak sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan dan hak dan
kewajiban Para Pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi.
B.1 Pelaksanaan Pekerjaan
19. Penyerahan Lokasi 19.1 Sebelum penyerahan lokasi kerja dilakukan peninjauan lapangan
Kerja dan Personel bersama para pihak.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 114 -
19.2 Pejabat Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan
lokasi kerja sesuai dengan kebutuhan Penyedia yang tercantum
dalam rencana kerja yang telah disepakati oleh para pihak dalam
Rapat Persiapan Penandatangananan Kontrak, untuk melaksanakan
pekerjaan tanpa ada hambatan kepada Penyedia sebelum SPMK
diterbitkan.
19.3 Hasil peninjauan dan penyerahan dituangkan dalam Berita Acara
Penyerahan Lokasi Kerja.
19.4 Jika dalam peninjauan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang
dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan
tersebut harus dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Lokasi
Kerja yang selanjutnya akan dituangkan dalam adendum kontrak.
19.5 Jika Pejabat Penandatangan Kontrak tidak dapat menyerahkan lokasi
kerja sesuai kebutuhan Penyedia untuk mulai bekerja pada Tanggal
Mulai Kerja untuk melaksanakan pekerjaan dan terbukti merupakan
suatu hambatan yang disebabkan oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak, maka kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi.
19.6 Penyedia menyerahkan Personel dengan memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
a. bukti sertifikat kompetensi:
1) personel manajerial pada Pekerjaan Konstruksi; atau
2) personel inti pada Jasa Konsultansi Konstruksi;
b. bukti sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud dalam huruf
b dilaksanakan dengan menghadirkan personel yang
bersangkutan;
c. perubahan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan
jadwal pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya
akan melewati batas tahun anggaran;
d. melakukan sertifikasi bagi operator, teknisi, atau analis yang
belum bersertifikat pada saat pelaksanaan pekerjaan; dan
e. pelaksanaan alih pengalaman/keahlian bidang konstruksi
melalui sistem kerja praktik/magang, membahas paling sedikit
terkait jumlah peserta, durasi pelaksanaan, dan jenis keahlian.
Apabila Penyedia tidak dapat menunjukan bukti sertifikat maka
Pejabat Penandatangan Kontrak meminta Penyedia untuk
mengganti personel yang memenuhi persyaratan yang sudah
ditentukan. Penggantian personel harus dilakukan dalam jangka
waktu mobilisasi dan sesuai dengan kesepakatan.
20. Surat Perintah Mulai 20.1 Pejabat Penandatangan Kontrak menerbitkan SPMK paling lambat 14
Kerja (SPMK) (empat belas) hari kerja sejak tanggal penandatangananan Kontrak
atau 14 (empat belas) hari kerja sejak penyerahan lokasi kerja
pertama kali.
20.2 Dalam SPMK dicantumkan seluruh lingkup pekerjaan dan Tanggal
Mulai Kerja.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 115 -
21. Rencana Mutu 21.1 Penyedia berkewajiban untuk mempresentasikan dan menyerahkan
Pekerjaan Konstruksi RMPK sebagai penjaminan dan pengendalian mutu pelaksanaan
(RMPK) pekerjaan pada rapat persiapan pelaksanaan Kontrak, kemudian
dibahas dan disetujui oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
21.2 RMPK disusun paling sedikit berisi:
a. Rencana Pelaksanaan Pekerjaan (Work Method Statement );
b. Rencana Pemeriksaan dan Pengujian/ Inspection and Test Plan
(ITP);
c. Pengendalian Subkontraktor dan Pemasok.
21.3 Penyedia wajib menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMPK
secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada
pelaksanaan pekerjaan ini.
21.4 RMPK dapat direvisi sesuai dengan kondisi pekerjaan.
21.5 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan RMPK jika terjadi
Adendum Kontrak dan/atau Peristiwa Kompensasi.
21.6 Pemutakhiran RMPK harus menunjukan perkembangan kemajuan
setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa
pekerjaan, termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan.
Pemutakhiran RMPK harus mendapatkan persetujuan Pejabat
Penandatangan Kontrak.
21.7 Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak terhadap RMPK tidak
mengubah kewajiban kontraktual Penyedia.
22. Rencana Keselamatan 22.1 Penyedia berkewajiban untuk mempresentasikan dan menyerahkan
Konstruksi (RKK) RKK pada saat rapat persiapan pelaksanaan Kontrak, kemudian
pelaksanaan RKK dibahas dan disetujui oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak.
22.2 Para Pihak wajib menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RKK
secara konsisten.
22.3 RKK menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.
22.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan RKK sesuai dengan
kondisi pekerjaan, jika terjadi perubahan maka dituangkan dalam
adendum Kontrak.
22.5 Pemutakhiran RKK harus mendapat persetujuan Pejabat
Penandatangan Kontrak.
22.6 Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak terhadap pelaksanaan
RKK tidak mengubah kewajiban kontraktual Penyedia.
23. Rapat Persiapan 23.1 Paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak diterbitkannya SPMK dan
Pelaksanaan Kontrak sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak
bersama dengan Penyedia, unsur perancangan, dan unsur
pengawasan, harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan
pelaksanaan kontrak.
23.2 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak meliputi:
a. Penerapan SMKK;
1) RKK;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 116 -
2) RMPK;
3) Rencana Kerja Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
(RKPPL) (apabila ada); dan
4) Rencana Manajemen Lalu Lintas (RMLL) (apabila ada);
b. Rencana Kerja;
c. organisasi kerja;
d. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan termasuk
permohonan persetujuan memulai pekerjaan;
e. jadwal pelaksanaan pekerjaan, yang diikuti uraian tentang
metode kerja yang memperhatikan Keselamatan Konstruksi;
f. Subkontraktor yang akan melaksanakan bagian pekerjaan
dengan ketentuan berdasarkan daftar pekerjaan yang
disubkontrakkan dan subkontraktor dalam syarat-syarat khusus
kontrak :
1) Untuk pekerjaan utama, maka dilakukan klarifikasi terhadap
kesesuaian pekerjaan yang disubkontrakkan dan kesesuaian
subklasifikasi SBU subpenyedia jasa spesialis yang
dinominasikan; dan/atau
2) Untuk pekerjaan yang bukan pekerjaan utama, maka
dilakukan klarifikasi terhadap kesesuaian pekerjaan yang
disubkontrakkan, kesesuaian kualifikasi usaha, dan
kesesuaian lokasi/domisili usaha subpenyedia jasa usaha
kualifikasi kecil yang dinominasikan.
Dalam hal dalam klarifikasi ditemukan ketidak sesuaian,
Penyedia wajib mengganti subkontraktor dan/atau bagian
pekerjaan yang di subkontrakkan dengan persetujuan Pejabat
Penandatangan Kontrak; dan
g. hal-hal lain yang dianggap perlu.
23.3 Hasil rapat persiapan pelaksanaan Kontrak dituangkan dalam Berita
Acara Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak. Apabila dalam rapat
persiapan pelaksanaan kontrak mengakibatkan perubahan isi
Kontrak, maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak.
23.4 Pada tahapan rapat persiapan pelaksanaan Kontrak, PA/KPA dapat
membentuk Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
24. Mobilisasi 24.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam
waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterbitkan SPMK, atau
sesuai kebutuhan dan Rencana Kerja yang disepakati saat Rapat
Persiapan Pelaksanaan Kontrak.
24.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu :
a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk instalasi alat;
b. mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung
laboratorium, bengkel, gudang, dan sebagainya; dan/atau
c. mendatangkan Tenaga Kerja Konstruksi.
24.3 Mobilisasi peralatan dan kendaraan yang digunakan mematuhi
peraturan perundangan terkait beban dan dimensi kendaraan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 117 -
24.4 Mobilisasi peralatan dan Tenaga Kerja Konstruksi dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.
25. Pengukuran / 25.1 Pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, Pejabat Penandatangan
Pemeriksaan Bersama Kontrak dan Pengawas Pekerjaan bersama-sama dengan Penyedia
melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail terhadap kondisi
lokasi pekerjaan untuk setiap keluaran (output), Tenaga Kerja
Konstruksi, dan Peralatan Utama (Mutual Check 0%).
25.2 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila
dalam pengukuran/pemeriksaan bersama mengakibatkan
perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan dalam adendum
Kontrak.
25.3 Tindak lanjut hasil pemeriksaan bersama Tenaga Kerja Konstruksi
dan/atau Peralatan Utama mengikuti ketentuan pasal 67 dan 68.
26. Penggunaan Produksi 26.1 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Penyedia berkewajiban
Dalam Negeri mengutamakan material/ bahan produksi dalam negeri dan tenaga
kerja Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia
sesuai dengan yang disampaikan pada saat penawaran.
26.2 Dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi, bahan baku, Tenaga Kerja
Konstruksi, dan perangkat lunak yang digunakan mengacu kepada
dokumen:
a. formulir Penyampaian Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN), untuk Penyedia yang mendapat preferensi harga; dan
b. daftar barang yang diimpor, untuk barang yang diimpor.
26.3 Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan ditemukan ketidaksesuaian
dengan dokumen pada pasal 26.2, maka akan dikenakan sanksi sesuai
peraturan perundangan yang berlaku.
B.2 Pengendalian Waktu
27. Masa Pelaksanaan 27.1 Kecuali Kontrak diputuskan untuk dilaksanakan lebih awal, Penyedia
berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal
Mulai Kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan RMPK, serta
menyelesaikan pekerjaan paling lambat selama Masa Pelaksanaan
yang dinyatakan dalam SSKK.
27.2 Apabila Penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan
sesuai Masa Pelaksanaan karena di luar pengendaliannya yang dapat
dibuktikan demikian, dan Penyedia telah melaporkan kejadian
tersebut kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, dengan disertai
bukti-bukti yang dapat disetujui Pejabat Penandatangan Kontrak,
maka Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberlakukan
Peristiwa Kompensasi dan melakukan penjadwalan kembali
pelaksanaan tugas Penyedia dengan membuat adendum Kontrak.
27.3 Jika pekerjaan tidak selesai sesuai Masa Pelaksanaan bukan akibat
Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan
atau kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan denda.
27.4 Apabila diberlakukan serah terima sebagian pekerjaan (secara
parsial), Masa Pelaksanaan dibuat berdasarkan bagian pekerjaan
tersebut sesuai dengan SSKK.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 118 -
27.5 Bagian pekerjaan pada pasal 27.4 adalah bagian pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.
28. Penundaan Oleh Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis Penyedia untuk
Pegawas Pekerjaan menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus
mendapatkan persetujuan dari Pejabat Penandatangan Kontrak.
29. Rapat Pemantauan 29.1 Pengawas Pekerjaan atau Penyedia dapat menyelenggarakan rapat
pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat
tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas
perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan
serta untuk menindaklanjuti peringatan dini.
29.2 Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan
dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada
Pejabat Penandatangan Kontrak dan pihak-pihak yang menghadiri
rapat.
29.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas
Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat
melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri
rapat.
30. Peringatan Dini 30.1 Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin
Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat
mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Harga Kontrak atau
menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat
memerintahkan Penyedia untuk menyampaikan secara tertulis
perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap
Harga Kontrak dan Masa Pelaksanaan. Pernyataan perkiraan ini harus
sesegera mungkin disampaikan oleh Penyedia.
30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas
Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa atau
kondisi tersebut.
31. Keterlambatan 31.1 Apabila Penyedia terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal,
Pelaksanaan Pekerjaan maka Pejabat Penandatangan Kontrak harus memberikan peringatan
dan Kontrak Kritis secara tertulis atau memberlakukan ketentuan kontrak kritis.
31.2 Kontrak dinyatakan kritis apabila:
a. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% - 70% dari Kontrak),
selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan dengan
rencana lebih besar 10%
b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari
Kontrak), selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan
dengan rencana lebih besar 5%;
c. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari
Kontrak), selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan
dengan rencana pelaksanaan kurang dari 5% dan akan melampaui
tahun anggaran berjalan.
31.3 Penanganan kontrak kritis dilakukan dengan rapat pembuktian
(show cause meeting/SCM)
a. Pada saat Kontrak dinyatakan kritis, Pejabat Penandatangan
Kontrak berdasarkan laporan dari Pengawas Pekerjaan
memberikan peringatan secara tertulis kepada Penyedia dan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 119 -
selanjutnya Pejabat Penandatangan Kontrak menyelenggarakan
Rapat Pembuktian (SCM) Tahap I.
b. Dalam SCM Tahap I, Pejabat Penandatangan Kontrak, Pengawas
Pekerjaan dan Penyedia membahas dan menyepakati besaran
kemajuan fisik yang harus dicapai oleh Penyedia dalam periode
waktu tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam Berita
Acara SCM Tahap I.
c. Apabila Penyedia gagal pada uji coba pertama, maka Pejabat
Penandatangan Kontrak menerbitkan Surat Peringatan Kontrak
Kritis I dan harus diselenggarakan SCM Tahap II yang membahas
dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
Penyedia dalam waktu tertentu (uji coba kedua) yang
dituangkan dalam Berita Acara SCM Tahap II.
d. Apabila Penyedia gagal pada uji coba kedua, maka Pejabat
Penandatangan Kontrak menerbitkan Surat Peringatan Kontrak
Kritis II dan harus diselenggarakan SCM Tahap III yang
membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai oleh Penyedia dalam waktu tertentu (uji coba ketiga)
yang dituangkan dalam Berita Acara SCM Tahap III.
e. Apabila Penyedia gagal pada uji coba ketiga, maka Pejabat
Penandatangan Kontrak menerbitkan Surat Peringatan Kontrak
Kritis III dan Pejabat Penandatangan Kontrak dapat melakukan
pemutusan Kontrak secara sepihak dengan mengesampingkan
Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
31.4 Apabila uji coba berhasil, namun pada pelaksanaan pekerjaan
selanjutnya Kontrak dinyatakan kritis lagi maka berlaku ketentuan
SCM dari awal.
32. Pemberian 32.1 Dalam hal diperkirakan Penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan
Kesempatan sampai Masa Pelaksanaan berakhir, namun Pejabat Penandatangan
Kontrak menilai bahwa Penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan,
Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan kesempatan
kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.
32.1 Hasil penilaian menjadi dasar bagi Pejabat Penandatangan Kontrak
untuk:
a. Memberikan kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan
pekerjaannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Pemberian kesempatan kepada Penyedia menyelesaikan
pekerjaan sampai dengan 50 (lima puluh) hari kalender.
2) Dalam hal setelah diberikan kesempatan sebagaimana angka
1 diatas, Penyedia masih belum dapat menyelesaikan
pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat:
a) Memberikan kesempatan kedua untuk penyelesaian sisa
pekerjaan dengan jangka waktu sesuai kebutuhan; atau
b) Melakukan pemutusan Kontrak dalam hal Penyedia dinilai
tidak akan sanggup menyelesaikan pekerjaannya.
3) Pemberian kesempatan kepada Penyedia sebagaimana
dimaksud pada angka 1) dan angka 2) huruf a), dituangkan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 120 -
dalam adendum kontrak yang didalamnya mengatur
pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia dan
perpanjangan masa berlaku Jaminan Pelaksanaan (apabila
ada).
4) Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk
menyelesaikan pekerjaan dapat melampaui tahun anggaran.
b. Tidak memberikan kesempatan kepada Penyedia dan dilanjutkan
dengan pemutusan kontrak serta pengenaan sanksi administratif
dalam hal antara lain:
1) Penyedia dinilai tidak dapat menyelesaikan pekerjaan;
2) Pekerjaan yang harus segera dipenuhi dan tidak dapat
ditunda; atau
3) Penyedia menyatakan tidak sanggup menyelesaikan
pekerjaan.
32.2 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan
pekerjaan dimuat dalam adendum Kontrak yang didalamnya
mengatur:
1) waktu pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan;
2) pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia;
3) perpanjangan masa berlaku Jaminan Pelaksanaan; dan
4) sumber dana untuk membiayai penyelesaian sisa pekerjaan yang
akan dilanjutkan ke Tahun Anggaran berikutnya dari DIPA Tahun
Anggaran berikutnya, apabila pemberian kesempatan
melampaui Tahun Anggaran.
B.3 Penyelesaian Kontrak
33. Serah Terima 33.1 Setelah pekerjaan dan/atau bagian pekerjaan selesai, sesuai dengan
Pekerjaan ketentuan dalam Kontrak, Penyedia mengajukan permintaan secara
tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak untuk serah terima
pertama pekerjaan.
33.2 Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan Pengawas
Pekerjaan untuk melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian
terhadap hasil pekerjaan.
33.3 Pemeriksaan dan/atau pengujian dilakukan terhadap kesesuaian
hasil pekerjaan terhadap kriteria/spesifikasi yang tercantum dalam
Kontrak.
33.4 Hasil pemeriksaan dan/atau pengujian dari Pengawas Pekerjaan
disampaikan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, apabila dalam
pemeriksaan dan/atau pengujian hasil pekerjaan tidak sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam Kontrak dan/atau cacat hasil
pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan
Penyedia untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan
pekerjaan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 121 -
33.5 Apabila dalam pemeriksaan dan/atau pengujian hasil pekerjaan telah
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Kontrak maka
Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menandatangani
Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan.
33.6 Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus)
dari Harga Kontrak, sedangkan yang 5% (lima persen) merupakan
retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan
sebesar 100% (seratus persen) dari Harga Kontrak dan Penyedia
harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima persen)
dari Harga Kontrak.
33.7 Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama Masa
Pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan
pertama pekerjaan.
33.8 Masa Pemeliharaan paling singkat untuk pekerjaan permanen
selama 6 (enam) bulan, sedangkan untuk pekerjaan semi permanen
selama 3 (tiga) bulan dan dapat melampaui Tahun Anggaran.
Lamanya Masa Pemeliharaan ditetapkan dalam SSKK.
33.9 Setelah Masa Pemeliharaan berakhir, Penyedia mengajukan
permintaan secara tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak
untuk penyerahan akhir pekerjaan.
33.10 Pejabat Penandatangan Kontrak setelah menerima pegajuan
sebagaimana pasal 33.9 memerintahkan Pengawas Pekerjaan untuk
melakukan pemeriksaan (dan pengujian apabila diperlukan)
terhadap hasil pekerjaan.
33.11 Apabila dalam pemeriksaan hasil pekerjaan, Penyedia telah
melaksanakan semua kewajibannya selama Masa Pemeliharaan
dengan baik dan telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum
dalam Kontrak maka Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia
menandatangani Berita Acara Serah Terima Akhir Pekerjaan.
33.12 Pejabat Penandatangan Kontrak wajib melakukan pembayaran sisa
Harga Kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan
Pemeliharaan.
33.13 Apabila Penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan
sebagaimana mestinya, maka Kontrak dapat diputuskan sepihak
oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dikenakan sanksi
sebagaimana diatur dalam pasal 44.3.
33.14 Setelah penandatangananan Berita Acara Serah Terima Akhir
Pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak menyerahkan hasil
pekerjaan kepada PA/KPA.
33.15 Serah terima pekerjaan dapat dilakukan perbagian pekerjaan (secara
parsial) yang ketentuannya ditetapkan dalam SSKK.
33.16 Bagian pekerjaan yang dapat dilakukan serah terima pekerjaan
sebagian atau secara parsial yaitu:
a. bagian pekerjaan yang tidak tergantung satu sama lain; dan
b. bagian pekerjaan yang fungsinya tidak terkait satu sama lain
dalam pencapaian kinerja pekerjaan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 122 -
33.17 Dalam hal dilakukan serah terima pekerjaan secara parsial, maka cara
pembayaran, ketentuan denda dan kewajiban pemeliharaan
tersebut di atas disesuaikan.
33.18 Kewajiban pemeliharaan diperhitungkan setelah serah terima
pertama pekerjaan untuk bagian pekerjaan (PHO parsial) tersebut
dilaksanakan sampai Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan tersebut
berakhir sebagaimana yang tercantum dalam SSKK.
33.19 Serah terima pertama pekerjaan untuk bagian pekerjaan (PHO
parsial) dituangkan dalam Berita Acara.
34. Pengambilalihan Pejabat Penandatangan Kontrak akan mengambil alih lokasi dan hasil
pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat
keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan.
35. Gambar As-built dan 35.1 Penyedia diwajibkan menyerahkan kepada Pejabat Penandatangan
Pedoman Kontrak Gambar As-built dan pedoman pengoperasian dan
Pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan sesuai dengan SSKK.
Perawatan / 35.2 Apabila Penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan
Pemeliharaan
perawatan/pemeliharaan, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak
menahan uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan.
B.4 Adendum
36. Perubahan Kontrak 36.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum Kontrak.
36.2 Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila disetujui oleh para
pihak, yang diakibatkan beberapa hal berikut meliputi:
1) perubahan pekerjaan;
2) perubahan Harga Kontrak;
3) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan/atau Masa
Pelaksanaan;
4) perubahan personel manajerial dan/atau peralatan utama;
dan/atau
5) perubahan Kontrak yang disebabkan masalah administrasi.
36.3 Untuk kepentingan perubahan Kontrak, Pejabat Penandatangan
Kontrak dapat meminta pertimbangan dari Pengawas Pekerjaan dan
Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
36.4 Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak meneliti kelayakan
perubahan kontrak.
37. Perubahan Pekerjaan 37.1 Dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat
pelaksanaan dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis yang
ditentukan dalam dokumen Kontrak, Pejabat Penandatangan
Kontrak bersama Penyedia dapat melakukan perubahan pekerjaan,
yang meliputi:
a. menambah dan/atau mengurangi jenis/jumlah keluaran;
b. mengubah spesifikasi teknis dan/atau gambar pekerjaan;
dan/atau
c. mengubah jadwal pelaksanaan pekerjaan.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 123 -
37.2 Dalam hal tidak terjadi perubahan kondisi lapangan seperti yang
dimaksud pada pasal 37.1 namun ada perintah perubahan dari
Pejabat Penandatangan Kontrak, Pejabat Penandatangan Kontrak
bersama Penyedia dapat menyepakati perubahan pekerjaan,
sebagaimana pasal 37.1 huruf a , b dan c
37.3 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak secara tertulis kepada Penyedia kemudian dilanjutkan
dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada
ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal.
37.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar
penyusunan adendum Kontrak.
37.5 Dalam hal perubahan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada pasal
37.1 dan 37.2 mengakibatkan penambahan Harga Kontrak,
perubahan Kontrak dilaksanakan dengan ketentuan penambahan
Harga Kontrak akhir tidak melebihi 10% (sepuluh persen) dari harga
yang tercantum dalam Kontrak awal dan tersedianya anggaran.
38. Perubahan Harga 38.1 Perubahan Harga Kontrak dapat diakibatkan oleh perubahan
pekerjaan dan/atau Peristiwa Kompensasi.
38.2 Apabila terdapat perubahan pekerjaan, maka penentuan harga baru
dilakukan dengan negosiasi
38.3 Ketentuan ganti rugi akibat Peristiwa Kompensasi mengacu pada
pasal Peristiwa Kompensasi.
39. Perubahan Jadwal 39.1 Perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dapat diakibatkan oleh:
Pelaksanaan Pekerjaan 1) perubahan pekerjaan;
dan/atau Masa 2) perpanjangan Masa Pelaksanaan; dan/atau
Pelaksanaan
3) Peristiwa Kompensasi.
39.2 Perpanjangan Masa Pelaksanaan dapat diberikan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak atas pertimbangan yang layak dan wajar
untuk hal-hal sebagai berikut:
a. perubahan pekerjaan;
b. Peristiwa Kompensasi; dan/atau
c. Keadaan Kahar.
39.3 Masa Pelaksanaan dapat diperpanjang paling kurang sama dengan
waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar atau waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan akibat dari ketentuan
pada pasal 39.2 huruf a atau b
39.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menyetujui perpanjangan
Masa Pelaksanaan atas Kontrak setelah melakukan penelitian
terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh Penyedia dalam jangka
waktu sesuai pertimbangan yang wajar setelah Penyedia meminta
perpanjangan. Jika Penyedia lalai untuk memberikan peringatan dini
atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah
keterlambatan sesegera mungkin, maka keterlambatan seperti ini
tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Masa
Pelaksanaan.
39.5 Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan pertimbangan
Pengawas Pekerjaan dan Pejabat/Panitia Peneliti Pelaksanaan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 124 -
Kontrak harus telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan
untuk berapa lama,
39.6 Persetujuan perubahan jadwal pelaksanaan dan/atau perpanjangan
Masa Pelaksanaan dituangkan dalam Adendum Kontrak.
39.7 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan
akan melampaui Masa Pelaksanaan maka Penyedia berhak untuk
meminta perpanjangan Masa Pelaksanaan berdasarkan data
penunjang. Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Masa
Pelaksanaan secara tertulis. Perpanjangan Masa Pelaksanaan harus
dilakukan melalui adendum Kontrak.
40. Perubahan personel 40.1 Jika Pejabat Penandatangan Kontrak menilai bahwa Personel
manajerial dan/atau Manajerial :
peralatan utama a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik;
b. tidak menerapkan prosedur SMKK; dan/atau
c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya;
maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan
menjamin Personel Manajerial tersebut meninggalkan lokasi kerja
dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak diminta oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak
40.1 Jika Pejabat Penandatangan Kontrak menilai bahwa Peralatan Utama
:
a. tidak dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi peralatan;
dan/atau
Paraf I Paraf II Paraf III
- 125 -
b. tidak sesuai peraturan perundangan terkait beban dan dimensi
kendaraan.
maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan
menjamin peralatan utama tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam
waktu 7 (tujuh) hari kalender sejak diminta oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak
40.2 Dalam hal penggantian Personel Manajerial dan/atau Peralatan Utama
perlu dilakukan, maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan
pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari tenaga
kerja konstruksi dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya
tambahan apapun.
40.3 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menyetujui
penempatan/penggantian Personel Manajerial dan/atau Peralatan
Utama menurut kualifikasi yang dibutuhkan setelah mendapat
rekomendasi dari Pengawas Pekerjaan.
40.4 Perubahan Personel Manajerial dan/atau Peralatan Utama harus
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Pejabat Penandatangan
Kontrak dan dituangkan dalam adendum kontrak.
40.5 Biaya mobilisasi/demobilisasi yang timbul akibat perubahan Personel
Manajerial dan/atau Peralatan Utama menjadi tanggung jawab
Penyedia.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 126 -
B.5 Keadaan Kahar
41. Keadaan Kahar 41.1 Contoh Keadaan Kahar tidak terbatas pada: bencana alam, bencana
non alam, bencana sosial, pemogokan, kebakaran, kondisi cuaca
ekstrim, dan gangguan industri lainnya.
41.2 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan yang
disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak.
41.3 Dalam hal terjadi keadaan kahar, Pejabat Penandatangan Kontrak
atau Penyedia memberitahukan tentang terjadinya Keadaan Kahar
kepada salah satu pihak secara tertulis dengan ketentuan:
a. dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak
menyadari atau seharusnya menyadari atas kejadian atau
terjadinya Keadaan Kahar;
b. menyertakan bukti keadaan kahar; dan
c. menyerahkan hasil identifikasi kewajiban dan kinerja
pelaksanaan yang terhambat dan/atau akan terhambat akibat
Keadaan Kahar tersebut.
41.4 Bukti Keadaan Kahar dapat berupa :
1) pernyataan yang diterbitkan oleh pihak/instansi yang
berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
dan/atau
2) foto/video dokumentasi Keadaan Kahar yang telah diverifikasi
kebenarannya.
41.5 Hasil identifikasi kewajiban dan kinerja pelaksanaan dapat berupa:
a. Foto/video dokumentasi pekerjaan yang terdampak;
a. Kurva S pekerjaan; dan
b. Dokumen pendukung lainnya (apabila ada).
41.6 Pejabat Penandatangan Kontrak meminta Pengawas Pekerjaan
untuk melakukan penelitian terhadap penyampaian
pemberitahuan Keadaan Kahar dan bukti serta hasil identifikasi
sebagaimana dimaksud pada pasal 41.4 dan 41.5.
41.7 Dalam hal Keadaan Kahar terbukti, kegagalan salah satu Pihak
untuk memenuhi kewajibannya yang ditentukan dalam Kontrak
bukan merupakan cidera janji atau wanprestasi apabila telah
dilakukan sesuai pada pasal 41.3. Kewajiban yang dimaksud adalah
hanya kewajiban dan kinerja pelaksanaan terhadap
pekerjaan/bagian pekerjaan yang terdampak dan/atau akan
terdampak akibat dari Keadaan Kahar.
41.8 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, pelaksanaan pekerjaan dapat
dihentikan. Penghentian pekerjaan karena Keadaan Kahar dapat
bersifat
a. sementara hingga Keadaan Kahar berakhir apabila akibat
Keadaan Kahar masih memungkinkan dilanjutkan/
diselesaikannya pekerjaan;
b. permanen apabila akibat Keadaan Kahar tidak memungkinkan
dilanjutkan/ diselesaikannya pekerjaan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 127 -
c. sebagian apabila Keadaan Kahar hanya berdampak pada
bagian Pekerjaan; dan/ atau
d. seluruhnya apabila Keadaan Kahar berdampak terhadap
keseluruhan Pekerjaan.
41.9 Penghentian Pekerjaan akibat keadaan kahar sesuai pasal 41.8
dilakukan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak
dengan disertai alasan penghentian pekerjaan dan dituangkan
dalam perubahan Rencana Kerja Penyedia.
41.10 Dalam hal penghentian pekerjaan mencakup seluruh pekerjaan
(baik sementara ataupun permanen) karena Keadaan Kahar, maka:
a. Kontrak dihentikan sementara hingga keadaan kahar berakhir;
atau
a. Kontrak dihentikan permanen apabila akibat Keadaan Kahar
tidak memungkinkan dilanjutkan/ diselesaikannya pekerjaan.
41.11 Penghentian kontrak sebagaimana pasal 41.10 dilakukan melalui
perintah tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dengan
disertai alasan penghentian kontrak dan dituangkan dalam
adendum kontrak
41.12 Dalam hal pelaksanaan Kontrak dilanjutkan, para pihak dapat
melakukan perubahan Kontrak. Masa Pelaksanaan dapat
diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu
terhentinya Kontrak akibat Keadan Kahar. Perpanjangan Masa
Pelaksanaan dapat melewati Tahun Anggaran.
41.13 Selama masa Keadaan Kahar, jika Pejabat Penandatangan Kontrak
memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk sedapat
mungkin meneruskan pekerjaan, maka Penyedia berhak untuk
menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak
dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan kondisi
yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam Keadaan Kahar.
Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak.
41.14 Dalam hal pelaksanaan Kontrak dihentikan permanen, para pihak
melakukan pengakhiran pekerjaan, pengakhiran Kontrak, dan
menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai Kontrak. Penyedia berhak
untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau
kemajuan hasil pekerjaan yang telah dicapai setelah dilakukan
pengukuran/pemeriksaan bersama atau berdasarkan hasil audit.
B.6 Penghentian, Pemutusan, dan Berakhirnya Kontrak
42. Penghentian Kontrak Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena terjadi Keadaan Kahar
sebagaimana dimaksud pada pasal 41.
43. Pemutusan Kontrak 43.1 Pemutusan Kontrak dapat dilakukan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak atau Penyedia.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 128 -
43.2 Pemutusan kontrak dilakukan dengan terlebih dahulu
memberikan surat peringatan dari salah satu pihak ke pihak yang
lain yang melakukan tindakan wanprestasi kecuali telah ada
putusan pidana.
43.3 Surat peringatan diberikan 3 (tiga) kali kecuali pelanggaran
tersebut berdampak terhadap kerugian atas konstruksi, jiwa
manusia, keselamatan publik, dan lingkungan dan ditindaklanjuti
dengan surat pernyataan wanprestasi dari pihak yang dirugikan
43.4 Pemutusan kontrak dilakukan sekurang-kurangnya 14 (empat
belas) hari kalender setelah Pejabat Penandatangan
Kontrak/Penyedia menyampaikan pemberitahuan rencana
Pemutusan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia/Pejabat
Penandatangan Kontrak.
43.5 Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak oleh salah satu pihak
maka Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada
Penyedia sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan yang
telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dikurangi
denda yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia
menyerahkan semua hasil pelaksanaan kepada Pejabat
Penandatangan Kontrak dan selanjutnya menjadi hak milik
Pejabat Penandatangan Kontrak.
44. Pemutusan Kontrak 44.1 Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang
oleh Pejabat Hukum Perdata, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat melakukan
Penandatangan pemutusan Kontrak apabila:
Kontrak a. Penyedia terbukti melakukan korupsi, kolusi, dan/atau
nepotisme kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses
pengadaan yang diputuskan oleh Instansi yang berwenang;
b. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan korupsi,
kolusi, dan/atau nepotisme dan/atau pelanggaran persaingan
sehat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan
benar oleh Instansi yang berwenang;
c. Penyedia berada dalam keadaan pailit yang diputuskan oleh
pengadilan;
d. Penyedia terbukti dikenakan Sanksi Daftar Hitam sebelum
penandatanganan Kontrak;
e. Penyedia gagal memperbaiki kinerja setelah mendapat Surat
Peringatan Kontrak Kritis berturut-turut sebanyak 3 (tiga) kali;
f. Penyedia tidak mempertahankan berlakunya Jaminan
Pelaksanaan;
g. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya
dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang
telah ditetapkan;
h. berdasarkan penelitian Pejabat Penandatangan Kontrak,
Penyedia tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan
pekerjaan walaupun diberikan kesempatan untuk
menyelesaikan pekerjaan;
i. Penyedia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan setelah
diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 129 -
j. Penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh
delapan) hari kalender dan penghentian ini tidak tercantum
dalam jadwal pelaksanaan pekerjaan serta tanpa persetujuan
pengawas pekerjaan; atau
k. Penyedia mengalihkan seluruh kontrak bukan dikarenakan
pergantian nama Penyedia.
44.2 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan pada Masa Pelaksanaan
karena kesalahan Penyedia, maka:
1) Jaminan Pelaksanaan terlebih dahulu dicairkan sebelum
pemutusan kontrak;
2) sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau Jaminan
Uang Muka terlebih dahulu dicairkan (apabila diberikan);
3) Penyedia membayar denda (apabila ada); dan
4) Penyedia dikenakan Sanksi Daftar Hitam
44.3 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan pada Masa Pemeliharaan
karena kesalahan Penyedia, maka:
1) Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk tidak
mengembalikan retensi atau terlebih dahulu mencairkan
Jaminan Pemeliharaan sebelum pemutusan kontrak untuk
membiayai perbaikan/pemeliharaan; dan
2) Penyedia dikenakan sanksi Daftar Hitam.
44.4 Dalam hal terdapat nilai sisa penggunaan uang retensi atau uang
pencairan Jaminan Pemeliharaan untuk membiayai
pembiayaan/pemeliharaan maka Pejabat Penandatangan Kontrak
wajib menyetorkan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.
44.5 Pencairan Jaminan sebagaimana dimaksud pasal 44.2 dan pasal
44.4 disertai dengan:
a. bukti kesalahan penyedia sesuai dengan ketentuan kontrak; dan
a. dokumen pendukung
44.6 Pencairan jaminan sebagaimana dimaksud pada pasal 44.2 di atas,
dicairkan dan disetorkan sesuai ketentuan dalam SSKK.
45. Pemutusan Kontrak Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum
oleh Penyedia Perdata, Penyedia dapat melakukan pemutusan Kontrak apabila:
1) Pejabat Penandatangan Kontrak menyetujui Pengawas Pekerjaan
untuk memerintahkan Penyedia menunda pelaksanaan pekerjaan
yang bukan disebabkan oleh kesalahan Penyedia, dan perintah
tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari kalender;
2) Pejabat Penandatangan Kontrak tidak menerbitkan Surat Permintaan
Pembayaran (SPP) untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai
dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 130 -
46. Pengakhiran Pekerjaan 46.1 Para pihak dapat menyepakati pengakhiran Pekerjaan dalam hal
terjadi
a. penyimpangan prosedur yang diakibatkan bukan oleh kesalahan
para pihak;
a. pelaksanaan kontrak tidak dapat dilanjutkan akibat keadaan
kahar; atau
b. ruang lingkup kontrak sudah terwujud.
46.2 Pengakhiran pekerjaan sesuai pasal 46.1 dituangkan dalam adendum
final yang berisi perubahan akhir dari kontrak.
47. Berakhirnya Kontrak 47.1. Pengakhiran pelaksanaan Kontrak dilakukan berdasarkan
kesepakatan para pihak
47.2. Kontrak berakhir apabila telah dilakukan pengakhiran pekerjaan dan
hak dan kewajiban para pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah
terpenuhi.
47.3. Terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak sebagaimana dimaksud
pada pasal 47.2 adalah terkait dengan pembayaran yang seharusnya
dilakukan akibat dari pelaksanaan kontrak.
48. Peninggalan Semua bahan, perlengkapan, peralatan, hasil pekerjaan sementara yang
masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian
atau kesalahan Penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak tanpa kewajiban perawatan/pemeliharaan.
Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh Penyedia hanya
dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan Pejabat
Penandatangan Kontrak.
HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA
49. Hak dan Kewajiban Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus
Penyedia dilaksanakan oleh Penyedia dalam melaksanakan Kontrak, meliputi :
a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan harga dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 131 -
b. meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari
Pejabat Penandatangan Kontrak untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada
Pejabat Penandatangan Kontrak;
d. melaksanakan, menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan sesuai
dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam Kontrak;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat
dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan
segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan
untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang
dirinci dalam Kontrak;
f. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Pejabat Penandatangan
Kontrak;
g. mengambil langkah-langkah yang memadai dalam rangka
memberi perlindungan kepada setiap orang yang berada di tempat
kerja maupun masyarakat dan lingkungan sekitar yang
berhubungan dengan pemindahan bahan baku, penggunaan
peralatan kerja konstruksi dan proses produksi;
h. melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai
dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini;
i. hak dan kewajiban lain yang timbul akibat lingkup pekerjaan
ditentukan di SSKK.
50. Penggunaan Dokumen- Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan
Dokumen Kontrak dan dokumen Kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan
Informasi Kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis
dan/atau gambar-gambar, serta informasi lain yang berkaitan dengan
Kontrak, kecuali dengan izin tertulis dari Pejabat Penandatangan
Kontrak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
51. Hak Kekayaan Intelektual Penyedia wajib melindungi Pejabat Penandatangan Kontrak dari segala
tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan
atau atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual oleh Penyedia.
52. Penanggungan Risiko 52.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan
menanggung tanpa batas Pejabat Penandatangan Kontrak
beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung
jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau
tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak beserta
instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut
disebabkan kesalahan atau kelalaian berat Pejabat
Penandatangan Kontrak) sehubungan dengan klaim yang
timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan :
a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda
Penyedia, Subkontraktor (jika ada), dan tenaga kerja
konstruksi;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 132 -
b. cidera tubuh, sakit atau kematian tenaga kerja konstruksi;
c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh,
sakit atau kematian pihak ketiga.
52.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan, semua risiko kehilangan atau
kerusakan hasil pekerjaan ini, bahan dan perlengkapan
merupakan risiko Penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan
tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian Pejabat
Penandatangan Kontrak.
52.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh Penyedia tidak
membatasi kewajiban penanggungan dalam pasal ini. Dalam hal
pertanggungan asuransi tidak mencukupi maka biaya yang
timbul dan/atau selisih biaya tetap ditanggung oleh Penyedia.
52.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap hasil pekerjaan atau bahan
yang menyatu dengan hasil pekerjaan sejak Tanggal Mulai Kerja
sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan harus
diganti atau diperbaiki oleh Penyedia atas tanggungannya
sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat
tindakan atau kelalaian Penyedia.
53. Perlindungan Tenaga 53.1 Penyedia dan Subkontraktor berkewajiban atas biaya sendiri
Kerja untuk mengikutsertakan Tenaga Kerja Konstruksinya pada
program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan serta melunasi kewajiban pembayaran BPJS
tersebut sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-
undangan.
53.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan
Tenaga Kerja Konstruksinya untuk mematuhi peraturan
keselamatan konstruksi. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan,
Penyedia beserta Tenaga Kerja Konstruksinya dianggap telah
membaca dan memahami peraturan keselamatan konstruksi
tersebut.
53.3 Penyedia berkewajiban untuk menyediakan kepada setiap
Tenaga Kerja Konstruksinya (termasuk Tenaga Kerja Konstruksi
Subkontraktor, jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang
sesuai dan memadai.
53.4 Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia untuk melaporkan
kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku, Penyedia wajib
melaporkan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak mengenai
setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan
pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam
setelah kejadian.
54. Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang
memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar
tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak
ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak
ini, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
mengatur mengenai pengelolaan lingkungan hidup.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 133 -
55. Asuransi
55.1 Apabila disyaratkan, Penyedia menyediakan asuransi sejak
SPMK sampai dengan Tanggal Penyerahan Akhir Pekerjaan
untuk pekerjaan/barang/peralatan yang mempunyai risiko
tinggi terhadap:
a. terjadinya kecelakaan konstruksi dalam pelaksanaan
pekerjaan atas:
i. segala risiko terhadap kecelakaan;
i. kerusakan akibat kecelakaan.
a. kehilangan; dan/atau
b. risiko lain yang tidak dapat diduga.
55.2 Penyedia wajib menyediakan asuransi bagi pihak ketiga sebagai
akibat kecelakaan di lokasi kerja.
55.3 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan
termasuk dalam Harga Kontrak.
56. Tindakan Penyedia yang 56.1 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu
Mensyaratkan Persetujuan persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum
Pejabat Penandatangan melakukan tindakan-tindakan berikut:
Kontrak atau Pengawas a. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan dalam Lampiran A
Pekerjaan SSKK;
b. menunjuk Personel Manajerial yang namanya tidak
tercantum dalam Lampiran A SSKK;
c. mengubah atau memutakhirkan RMPK dan SMKK;
d. selain tindakan lain yang diatur dalam SSUK.
56.2 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu
persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan
tindakan-tindakan berikut:
a. melaksanakan setiap tahapan pekerjaan berdasarkan
rencana kerja dan metode kerja;
b. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi;
c. mengubah Personel Manajerial dan/atau Peralatan Utama;
d. tindakan lain yang diatur dalam SSUK.
56.3 Tindakan lain dalam pasal 56.1 huruf d dan 56.2 huruf d
dituangkan dalam SSKK.
57. Laporan Hasil Pekerjaan 57.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak
untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah
dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil
pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan
hasil pekerjaan.
57.2 Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan
pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan
dilokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan
laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi
pekerjaan harian.
57.3 Laporan harian berisi:
a. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 134 -
b. penempatan tenaga kerja konstruksi untuk tiap macam
tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam
lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan;
dan
f. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan
pekerjaan.
57.4 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan
berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu,
serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.
57.5 Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan
berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan,
serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.
57.6 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi,
Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia membuat foto-
foto dokumentasi dan video pelaksanaan pekerjaan di lokasi
pekerjaan sesuai kebutuhan.
57.7 Laporan hasil pekerjaan dibuat oleh Penyedia, diperiksa oleh
Pengawas Pekerjaan, dan disetujui oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak/ pihak Pejabat Penandatangan Kontrak.
58. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan/atau
dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh
Penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik
Pejabat Penandatangan Kontrak. Penyedia paling lambat pada waktu
pemutusan atau penghentian atau akhir Masa Kontrak berkewajiban
untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut
beserta daftar rinciannya kepada Pejabat Penandatangan Kontrak.
Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan
piranti lunak tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan
dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur
dalam SSKK.
59. Kerjasama Antara 59.1 Persyaratan pekerjaan yang disubkontrakkan harus
Penyedia dan memperhatikan:
Subkontraktor a. Dalam hal nilai pagu anggaran di atas
Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar rupiah), jenis
pekerjaan yang wajib disubkontrakkan dicantumkan
dalam dokumen pemilihan berdasarkan penetapan PPK
dalam dokumen persiapan pengadaan; dan
b. Bagian pekerjaan yang wajib disubkontrakkan yaitu:
1) Sebagian pekerjaan utama yang disubkontrakkan
kepada penyedia jasa spesialis, dengan ketentuan:
a) Paling banyak 2 (dua) pekerjaan;
b) Pekerjaan sebagaimana dimaksud pada huruf a)
sesuai dengan subklasifikasi SBU;
Paraf I Paraf II Paraf III
- 135 -
2) Sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama
kepada sub penyedia jasa usaha kualifikasi kecil dengan
ketentuan:
a) Paling banyak 2 (dua) pekerjaan;
b) Pekerjaan sebagaimana dimaksud pada huruf a)
tidak mensyaratkan subklasifikasi SBU.
3) Dalam hal Peserta bukan Pelaku Usaha Papua
mengikuti tender pekerjaan konstruksi yang
diperuntukkan bagi percepatan pembangunan
kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua
Barat, apabila Pelaku Usaha tersebut tidak melakukan
KSO dengan Pelaku Usaha Papua maka harus
melakukan subkontrak kepada Pelaku Usaha Papua;
4) Dalam hal Peserta bukan Pelaku Usaha Papua
mengikuti tender pekerjaan konstruksi yang
diperuntukkan bagi percepatan pembangunan
kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua
Barat dengan nilai pagu anggaran di atas Rp
[Link],00 (dua puluh lima miliar rupiah),
maka peserta selain mengikuti ketentuan pada angka
3) juga wajib mengikuti ketentuan pada angka 1) atau
2).
59.2 Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang
disubkontrakkan tersebut.
59.3 Subkontraktor dilarang mengalihkan atau mensubkontrakkan
pekerjaan.
59.4 Penyedia Usaha Kecil tidak boleh mensubkontrakkan pekerjaan
kepada pihak lain.
59.5 Penyedia Usaha Non Kecil yang melakukan kerjasama dengan
Subkontraktor hanya boleh melaksanakan sesuai dengan daftar
bagian pekerjaan yang disubkontrakkan (apabila ada) yang
dituangkan dalam Lampiran A SSKK.
59.6 Lampiran A SSKK (Daftar Pekerjaan yang Disubkontrakkan dan
Subkontraktor) tidak boleh diubah kecuali atas persetujuan
tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak dan dituangkan
dalam adendum Kontrak.
59.7 Pelaksanaan Kerjasama Antara Penyedia dan Subkontraktor
diawasi oleh Pengawas Pekerjaan dan Penyedia melaporkan
secara periodik kepada Pejabat Penandatangan Kontrak.
59.8 Apabila Penyedia melanggar ketentuan sebagaimana diatur
pada pasal 59.4 atau 59.5 maka akan dikenakan denda senilai
pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut.
60. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi
kerja termasuk jalan akses bersama-sama dengan Penyedia Lain (jika
ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja.
Jika dipandang perlu, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat
memberikan jadwal kerja Penyedia Lain di lokasi kerja.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 136 -
61. Alih Pengalaman/Keahlian Dalam hal pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi dengan nilai pagu
anggaran di atas Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah),
Penyedia memenuhi ketentuan alih pengalaman/keahlian bidang
konstruksi melalui sistem kerja praktek/magang sesuai dengan jumlah
peserta, durasi pelaksanaan, dan jenis keahlian yang disepakati pada
saat Rapat Persiapan Penandatanganan Kontrak.
62. Pembayaran Denda Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa denda
sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-
kewajiban Penyedia dalam Kontrak ini. Pejabat Penandatangan
Kontrak mengenakan denda dengan memotong angsuran pembayaran
prestasi pekerjaan Penyedia. Pembayaran denda tidak mengurangi
tanggung jawab kontraktual Penyedia.
63. Jaminan 63.1 Jaminan yang digunakan dalam pelaksanaan Kontrak ini dapat
berupa bank garansi atau surety bond. Jaminan bersifat tidak
bersyarat, mudah dicairkan, dan harus dicairkan oleh penerbit
jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat
perintah pencairan dari Pejabat Penandatangan Kontrak atau
pihak yang diberi kuasa oleh Pejabat Penandatangan Kontrak
diterima.
63.2 Penerbit jaminan selain Bank Umum harus telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK)
63.3 Penggunaan Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka dan
Jaminan Pemeliharaan sebagai berikut:
a. Diterbitkan oleh:
1) Bank Umum;
2) Perusahaan Penjaminan;
3) Perusahaan Asuransi; atau
4) Lembaga khusus yang menjalankan usaha di bidang
pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk
mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang Lembaga
pembiayaan ekspor Indonesia;
b. Penerbit jaminan pelaksanaan telah ditetapkan/
mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).
63.4 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada Pejabat Penandatangan
Kontrak setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan Penandatanganan
Kontrak dengan besar:
a. 5% (lima persen) dari Harga Kontrak; atau
b. 5% (lima persen) dari nilai HPS untuk harga penawaran atau
penawaran terkoreksi di bawah 80% (delapan puluh persen)
nilai HPS.
63.5 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan paling kurang sejak
tanggal penandatangananan Kontrak sampai dengan Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).
63.6 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan
dinyatakan selesai dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 137 -
atau menahan uang retensi sebesar 5% (lima persen) dari Harga
Kontrak;
63.7 Jaminan Uang Muka diberikan kepada Pejabat
Penandatangan Kontrak dalam rangka pengambilan uang
muka yang besarannya paling kurang sama dengan besarnya
uang muka yang diterima Penyedia.
63.8 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional
sesuai dengan sisa uang muka yang diterima.
63.9 Masa berlakunya Jaminan Uang Muka paling kurang sejak
tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).
63.10 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada Pejabat
Penandatangan Kontrak setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
63.11 Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14
(empat belas) hari kerja setelah Masa Pemeliharaan selesai dan
pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan
Kontrak.
63.12 Masa berlaku Jaminan Pemeliharaan paling kurang sejak
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan sampai dengan Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan (Final Hand Over/FHO).
HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT PENANDATANGAN KONTRAK
64. Hak dan Kewajiban Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
Pejabat Pejabat Penandatangan Kontrak dalam melaksanakan Kontrak, meliputi :
Penandatangan a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
Kontrak b. menerima laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
c. menerima hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan dan
ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kontrak.
d. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak
yang telah ditetapkan kepada Penyedia;
e. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh
Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan
Kontrak; dan
f. menilai kinerja Penyedia.
65. Fasilitas Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan fasilitas berupa sarana
dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK
untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini.
66. Peristiwa 66.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada Penyedia yaitu:
Kompensasi a. Pejabat Penandatangan Kontrak mengubah jadwal pekerjaan yang
dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada Penyedia;
c. Pejabat Penandatangan Kontrak tidak memberikan gambar-
gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang
dibutuhkan;
d. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak;
e. Pejabat Penandatangan Kontrak menginstruksikan kepada pihak
Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah
Paraf I Paraf II Paraf III
- 138 -
dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
f. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan penundaan
pelaksanaan pekerjaan;
g. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan untuk mengatasi
kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan
disebabkan/tidak disebabkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak;
atau
h. ketentuan lain dalam SSKK.
66.2 Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan
dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka Pejabat
Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk membayar ganti rugi
dan/atau memberikan perpanjangan Masa Pelaksanaan.
66.3 Ganti rugi akibat Peristiwa Kompensasi hanya dapat dibayarkan jika
berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, dapat
dibuktikan kerugian nyata.
66.4 Perpanjangan Masa Pelaksanaan hanya dapat diberikan jika
berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, dapat
dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi.
66.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan Masa
Pelaksanaan jika Penyedia gagal atau lalai untuk memberikan
peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa
Kompensasi.
TENAGA KERJA KONSTRUKSI DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA
67. Tenaga Kerja 67.1 Setiap Tenaga Kerja Konstruksi yang bekerja pada pekerjaan ini
Konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja.
67.2 Tenaga Kerja Konstruksi selain Personel Manajerial yang
bekerja/akan bekerja pada pekerjaan ini dan belum memiliki
sertifikat kompetensi kerja, maka Penyedia wajib memastikan
dipenuhinya persyaratan sertifikat kompetensi kerja sepanjang
Masa Pelaksanaan.
68. Personel Manajerial 68.1 Personel Manajerial yang ditempatkan dan dipekerjakan harus
dan/atau Peralatan sesuai dengan yang tercantum dalam Lampiran A SSKK.
Utama 68.2 Peralatan Utama yang ditempatkan dan digunakan untuk
pelaksanaan pekerjaan adalah peralatan yang laik dan harus sesuai
dengan yang tercantum dalam Lampiran A SSKK.
68.3 Personel Manajerial berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan
pekerjaannya. Jika diperlukan oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak, Personel Manajerial dapat sewaktu-waktu disyaratkan
untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah.
PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA
69. Harga Kontrak 69.1 Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia
atas pelaksanaan pekerjaan dalam Kontrak sebesar Harga
Kontrak.
69.2 Harga Kontrak telah memperhitungkan meliputi :
Paraf I Paraf II Paraf III
- 139 -
a. beban pajak;
b. keuntungan dan biaya tidak langsung;
c. biaya pelaksanaan pekerjaan; dan
d. biaya penerapan SMKK.
69.3 Harga Kontrak sesuai dengan Daftar Keluaran dan Harga.
69.4 Besaran Harga Kontrak sesuai dengan penawaran yang
sebagaimana yang telah diubah terakhir kali sesuai dengan
ketentuan dalam Kontrak.
70. Pembayaran 70.1 Uang Muka
a. Uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi
peralatan/tenaga kerja konstruksi, pembayaran uang tanda jadi
kepada pemasok bahan/material dan/atau untuk persiapan
teknis lain.
b. Besaran uang muka untuk Usaha Mikro, Usaha Kecil, serta
Koperasi:
1) nilai pagu anggaran/kontrak paling sedikit di atas
Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai sampai
dengan paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah) diberikan uang muka paling rendah 50% (lima puluh
persen);
2) nilai pagu anggaran/kontrak paling sedikit di
atasRp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) sampai
dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima
ratus juta rupiah) dapat diberikan uang muka paling rendah
30% (tiga puluh persen); dan
3) nilai pagu anggaran/kontrak paling sedikit di atas
Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta
rupiah)sampai dengan paling banyak Rp15.000.000.000,00
(lima belas miliar rupiah) diberikan uang muka paling tinggi
30% (tiga puluh persen).
c. Besaran uang muka untuk nilai pagu anggaran/kontrak lebih
dari Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah) diberikan
uang muka paling tinggi 20% (dua puluh persen).
d. Besaran uang muka untuk Kontrak tahun jamak diberikan Uang
muka paling tinggi 15% (lima belas persen) dari nilai Kontrak.
e. Besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar
setelah Penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka paling
sedikit sebesar uang muka yang diterima.
f. Dalam hal diberikan uang muka, maka Penyedia harus
mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara
tertulis kepada Pejabat yang berwenang untuk
menandatangani Kontrak disertai dengan rencana
penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
Kontrak dan rencana pengembaliannya.
g. Pejabat yang berwenang untuk menandatangani Kontrak
harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
kepada Pejabat Penandatangananan Surat Perintah Membayar
(PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf f, paling
lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka
diterima.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 140 -
h. Pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-
angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi
pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan
mencapai prestasi 100% (seratus persen).
70.2 Prestasi pekerjaan
Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan
oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, dengan ketentuan:
a. Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan
hasil pekerjaan;
b. pembayaran dilakukan tidak boleh melebihi kemajuan hasil
pekerjaan yang telah dicapai dan diterima oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak;
c. pembayaran dilakukan terhadap pekerjaan yang sudah
terpasang;
d. pembayaran dilakukan dengan sistem termin yang ketentuan
lebih lanjut diatur dalam SSKK;
e. pembayaran harus memperhitungkan:
1) angsuran uang muka;
2) denda (apabila ada);
3) pajak; dan/atau
4) uang retensi.
f. untuk Kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan
pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada
seluruh Subkontraktor sesuai dengan prestasi pekerjaan.
Pembayaran kepada Subkontraktor dilakukan sesuai prestasi
pekerjaan yang selesai dilaksanakan oleh Subkontraktor tanpa
harus menunggu pembayaran terlebih dahulu dari Pejabat
Penandatangan Kontrak;
g. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan
selesaidan Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan
ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan
Penyedia;
h. Pejabat Penandatangan Kontrak dalam kurun waktu 7 (tujuh)
hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari
Penyedia diterima harus sudah mengajukan Surat Permintaan
Pembayaran kepada Pejabat Penandatanganan Surat Perintah
Membayar (PPSPM);
i. apabila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran,
tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran.
Pejabat Penandatangan Kontrak dapat meminta Penyedia
untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan
mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan.
70.3 Denda dan Ganti Rugi
a. Denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada
Penyedia, antara lain: denda keterlambatan dalam
penyelesaian pelaksanaan pekerjaan, denda keterlambatan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 141 -
dalam perbaikan Cacat Mutu, denda terkait pelanggaran
ketentuan subkontrak.
b. Ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada
Pejabat Penandatangan Kontrak maupun Penyedia karena
terjadinya cidera janji/wanprestasi. Besarnya sanksi ganti rugi
adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan.
c. Besarnya denda keterlambatan yang dikenakan kepada
Penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah:
1) 1‰ (satu perseribu) dari harga bagian Kontrak yang
tercantum dalam Kontrak (sebelum PPN); atau
2) 1‰ (satu perseribu) dari Harga Kontrak (sebelum PPN);
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK.
d. Besaran denda cacat mutu sebesar 1‰ (satu perseribu) per hari
keterlambatan perbaikan dari nilai biaya perbaikan pekerjaan
yang ditemukan cacat mutu..
e. Besaran denda pelanggaran subkontrak sebesar nilai
pekerjaan subkontrak yang disubkontrakkan tidak sesuai
ketentuan
f. Besarnya ganti rugi sebagai akibat Peristiwa Kompensasi yang
dibayar oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atas
keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai
tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku
bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank
Indonesia, sepanjang telah diputuskan oleh lembaga yang
berwenang;
g. Pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam
pembayaran prestasi pekerjaan.
h. Ganti rugi kepada Penyedia dapat mengubah Harga Kontrak
setelah dituangkan dalam adendum kontrak.
i. Pembayaran ganti rugi dilakukan oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak, apabila Penyedia telah mengajukan tagihan disertai
perhitungan dan data-data.
71. Hari Kerja 71.1 Orang hari standar atau satu hari orang bekerja adalah 8 (delapan)
jam, terdiri atas 7 (tujuh) jam kerja (efektif) dan 1 (satu) jam
istirahat.
71.2 Penyedia tidak diperkenankan melakukan pekerjaan apapun di
lokasi kerja pada waktu yang secara ketentuan peraturan
perundang-undangan dinyatakan sebagai hari libur atau di luar jam
kerja normal, kecuali:
a. dinyatakan lain di dalam Kontrak;
b. Pejabat Penandatangan Kontrak memberikan izin; atau
c. pekerjaan tidak dapat ditunda, atau untuk
keselamatan/perlindungan masyarakat, dimana Penyedia
harus segera memberitahukan urgensi pekerjaan tersebut
kepada Pengawas Pekerjaan dan Pejabat Penandatangan
Kontrak.
71.3 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh
Penyedia. Daftar pembayaran masing-masing pekerja dapat
diperiksa oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 142 -
71.4 Untuk pekerjaan yang dilakukan di luar hari kerja efektif dan jam
kerja normal harus mengikuti ketentuan Menteri yang membidangi
ketenagakerjaan.
71.5 Pelaksanaan pekerjaan di luar hari kerja efektif dan/atau jam kerja
normal harus diawasi oleh Pengawas Pekerjaan.
72. Perhitungan Akhir 72.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan
setelah pekerjaan selesai dan berita acara serah terima pertama
pekerjaan telah ditandatangani oleh kedua pihak.
72.2 Sebelum pembayaran terakhir dilakukan, Penyedia berkewajiban
untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan perhitungan nilai
tagihan terakhir yang jatuh tempo. Pejabat Penandatangan
Kontrak berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas
Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk
pembayaran tagihan angsuran terakhir paling lambat 7 (tujuh) hari
kerja terhitung sejak tagihan dan dokumen penunjang dinyatakan
lengkap dan diterima oleh Pengawas Pekerjaan.
73. Penangguhan 73.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menangguhkan
pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan Penyedia jika
Penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya,
termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu
yang telah ditetapkan.
73.2 Pejabat Penandatangan Kontrak secara tertulis memberitahukan
kepada Penyedia tentang penangguhan hak pembayaran, disertai
alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut.
Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka
waktu tertentu.
73.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan
proporsi kegagalan atau kelalaian Penyedia.
73.4 Jika dipandang perlu oleh Pejabat Penandatangan Kontrak,
penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan
pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda
kepada Penyedia.
PENGAWASAN MUTU
74. Pengawasan dan Pejabat Penandatangan Kontrak berwenang melakukan pengawasan dan
Pemeriksaan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Penyedia. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memerintahkan kepada
pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua
pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia.
75. Penilaian Pekerjaan 75.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dalam Masa Pelaksanaan
Sementara oleh pekerjaan dapat melakukan penilaian sementara atas hasil
Pejabat pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia.
Penandatangan 75.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan
Kontrak kemajuan fisik pekerjaan.
76. Pemeriksaan dan 76.1 Pejabat Penandatangan Kontrak atau Pengawas Pekerjaan akan
Pengujian Cacat Mutu memeriksa setiap hasil pekerjaan dan memberitahukan Penyedia
secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Pejabat
Penandatangan Kontrak atau Pengawas Pekerjaan dapat
Paraf I Paraf II Paraf III
- 143 -
memerintahkan Penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan
Cacat Mutu, serta menguji hasil pekerjaan yang dianggap oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak atau Pengawas Pekerjaan
mengandung Cacat Mutu . Penyedia bertanggung jawab atas
perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak.
76.2 Jika Pejabat Penandatangan Kontrak atau Pengawas Pekerjaan
memerintahkan Penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu
yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan
hasil uji coba menunjukkan adanya cacat mutu maka Penyedia
berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika
tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut
dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi
77. Perbaikan Cacat Mutu 77.1 Pejabat Penandatangan Kontrak atau Pengawas Pekerjaan akan
menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada Penyedia
segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. Penyedia
bertanggung jawab atas Cacat Mutu selama Masa Kontrak.
77.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, Penyedia
berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu
yang ditetapkan dalam pemberitahuan.
77.3 Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu
yang ditentukan maka Pejabat Penandatangan Kontrak,
berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan, berhak untuk
secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan perbaikan tersebut.
Penyedia segera setelah menerima klaim Pejabat Penandatangan
Kontrak secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya
perbaikan tersebut. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat
memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran
atas tagihan Penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang
retensi atau pencairan Jaminan Pemeliharaan atau jika tidak ada
maka biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai utang
Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontrak yang telah jatuh
tempo.
77.4 Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak selama masa pelaksanaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dan Pejabat Penandatangan
Kontrak tidak melakukan pembayaran pekerjaan sebelum cacat
mutu tersebut selesai diperbaiki.
77.5 Dalam hal cacat mutu ditemukan oleh Pejabat Penandatangan
Kontrak selama masa pemeliharaan maka penyedia wajib
memperbaiki cacat mutu tersebut dalam jangka waktu yang
ditentukan dan mengenakan denda keterlambatan untuk setiap
keterlambatan perbaikan Cacat Mutu.
77.6 Penyedia yang tidak melaksanakan perbaikan cacat mutu sewaktu
masa pemeliharaan dapat diputus kontrak dan dikenakan sanksi
daftar hitam.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 144 -
77.7 Jangka waktu perbaikan cacat mutu sesuai dengan perkiraan
waktu yang diperlukan untuk perbaikan dan ditetapkan oleh
Pejabat Penandatangan Kontrak.
77.8 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memperpanjang Masa
Pemeliharaan dalam hal jangka waktu perbaikan cacat mutu akan
melampaui Masa Pemeliharaan.
78. Kegagalan Bangunan 78.1 Kegagalan Bangunan terhitung sejak Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan
78.2 Penyedia bertanggung jawab atas Kegagalan Bangunan selama
Umur Konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih
dari 10 (sepuluh) tahun, dan dalam SSKK agar dicantumkan lama
pertanggungan terhadap Kegagalan Bangunan yang ditetapkan
apabila rencana Umur Konstruksi kurang dari 10 (sepuluh) tahun.
78.3 Pejabat Penandatangan Kontrak bertanggungjawab atas
Kegagalan Bangunan yang terjadi setelah jangka waktu yang
ditetapkan dalam SSKK
78.4 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan
menanggung tanpa batas Pejabat Penandatangan Kontrak beserta
instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab,
kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan
hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan
terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan
kesalahan atau kelalaian Pejabat Penandatangan Kontrak)
sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan harta benda,
dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari
kegagalan bangunan.
78.5 Pejabat Penandatangan Kontrak maupun Penyedia berkewajiban
untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang
digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini selama Umur
Konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun.
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
79. Penyelesaian 79.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh
Perselisihan/Sengketa menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul
dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya
selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini dengan prinsip
dasar musyawarah untuk mencapai kemufakatan.
79.2 Dalam hal musyawarah para pihak sebagaimana dimaksud
pada pasal 79.1 tidak dapat mencapai suatu kemufakatan, maka
penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak
ditempuh melalui tahapan mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 145 -
79.3 Selain ketentuan pada pasal 79.2 penyelesaian
perselisihan/sengketa para pihak dapat dilakukan melalui:
a. layanan penyelesaian sengketa Kontrak;
b. dewan sengketa konstruksi; atau
c. Pengadilan.
Pilihan penyelesaian sengketa tercantum dalam SSKK.
79.4 Dalam hal pilihan yang digunakan dewan sengketa untuk
menggantikan mediasi dan konsiliasi maka nama anggota
dewan sengketa yang dipilih dan ditetapkan oleh para pihak
sebelum penandatanganan kontrak.
80. Itikad Baik 80.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang
disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam Kontrak.
80.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur
tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila
selama Kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan
tersebut.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 146 -
I. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK KONTRAK
Diupload oleh user KPA/PPK pada SPSE
Pasal Ketentuan Data
dalam
SSUK
4.1 & 4.2 Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut:
Satuan Kerja Pejabat Penandatangan Kontrak : ............... [diisi
nama satuan kerja Pejabat Penandatangan Kontrak]
Nama : .......... [diisi nama Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Alamat : .......... [diisi alamat Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Website : .......... [diisi website Pejabat
Penandatangan Kontrak]
E-mail : .......... [diisi email Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Faksimili : .......... [diisi nomor faksimili
Pejabat Penandatangan
Kontrak]
Penyedia : ........................ [diisi nama badan usaha/nama KSO]
Nama : .......... [diisi nama yang ttd surat
perjanjian]
Alamat : .......... [diisi alamat Penyedia]
E-mail : .......... [diisi email Penyedia]
Faksimili : .......... [diisi nomor faksimili
Penyedia]
4.2 & 5.1 Wakil Sah Para Pihak Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:
Untuk Pejabat Penandatangan Kontrak:
Nama : .......... [diisi nama yang ditunjuk
menjadi Wakil Sah Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Berdasarkan Surat Keputusan
Pejabat Penandatangan Kontrak
…… nomor .…. tanggal …….
[diisi nomor dan tanggal SK
pengangkatan Wakil Sah Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Untuk Penyedia:
Nama : .......... [diisi nama yang ditunjuk
menjadi Wakil Sah Penyedia]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 147 -
Berdasarkan Surat Keputusan
…… nomor .…. tanggal …….
[diisi nomor dan tanggal SK
pengangkatan Wakil Sah Penyedia]
6.3.b & Pencairan Jaminan Jaminan dicairkan dan disetorkan pada ..................... [diisi nama
6.3.c kantor Kas Negara]
44.4 &
44.6
27.1 Masa Pelaksanaan Masa Pelaksanaan selama ......... [diisi jumlah hari kalender dalam
angka dan huruf] hari kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
yang tercantum dalam SPMK.
27.4 Masa Pelaksanaan 1. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian
untuk Serah Terima kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama .........
Sebagian Pekerjaan [diisi jumlah hari kalender dalam angka dan huruf] hari kalender
(Bagian Kontrak) terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam
SPMK.
2. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian
kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama .........
[diisi jumlah hari kalender dalam angka dan huruf] hari kalender
terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang tercantum dalam
SPMK.
3. Dst.
Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah terima sebagian
pekerjaan (secara parsial) sesuai dengan yang dicantumkan dalam
dokumen pemilihan (rancangan kontrak)]
33.8 Masa Pemeliharaan Masa Pemeliharaan berlaku selama ......... [diisi jumlah hari kalender
dalam angka dan huruf] hari kalender terhitung sejak Tanggal
Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO).
33.19 Serah Terima Dalam Kontrak ini diberlakukan serah terima pekerjaan sebagian
Sebagian Pekerjaan atau secara parsial untuk bagian kontrak sebagai berikut:
(Bagian Kontrak) 1. ............
2. ............
3. Dst
[diisi bagian pekerjaan yang akan dilakukan serah terima sebagian
pekerjaan (secara parsial)] sesuai dengan yang dicantumkan dalam
dokumen pemilihan (rancangan kontrak)]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 148 -
33.18 Masa Pemeliharaan 1. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian
untuk Serah Terima Kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama .........
Sebagian Pekerjaan [diisi jumlah hari kalender dalam angka dan huruf] hari kalender
(Bagian Kontrak) terhitung sejak tanggal penyerahan pertama bagian pekerjaan
…………… [diisi bagian pekerjaannya].
2. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian
Kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama .........
[diisi jumlah hari kalender dalam angka dan huruf] hari kalender
terhitung sejak tanggal penyerahan pertama bagian pekerjaan
…………… [diisi bagian pekerjaannya].
3. Dst.
Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah terima sebagian
pekerjaan (secara parsial) dan sudah ditetapkan dalam Dokumen
Pemilihan.
35.1 Gambar As Built dan Gambar ”As built” diserahkan paling lambat ..... (...... dalam huruf
Pedoman .........)
Pengoperasian dan
Perawatan/ dan/atau pedoman pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan
Pemeliharaan harus diserahkan paling lambat ..... (...... dalam huruf .........) hari
kalender setelah Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan.
45.b Pembayaran Tagihan Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak untuk pembayaran tagihan angsuran adalah
........... (...... dalam huruf .........) hari kerja terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan
diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.
49.i Hak dan Kewajiban Hak dan kewajiban Penyedia :
Penyedia 1. ……….
2. ……….
3. Dst
[diisi hak dan kewajiban Penyedia yang timbul akibat lingkup
pekerjaan selain yang sudah tercantum dalam SSUK]
56.3 Tindakan Penyedia Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Pejabat
yang Mensyaratkan Penandatangan Kontrak adalah: .................... [diisi selain yang sudah
Persetujuan Pejabat tercantum dalam SSUK, apabila ada]
Penandatangan
Kontrak
56.3 Tindakan Penyedia Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan
yang Mensyaratkan Pengawas Pekerjaan adalah: .................... [diisi selain yang sudah
Persetujuan tercantum dalam SSUK, apabila ada]
Pengawas Pekerjaan
58 Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti
Dokumen lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini dengan
pembatasan sebagai berikut: .................... [diisi batasan/ketentuan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 149 -
yang dibolehkan dalam penggunaannya, misalnya: untuk
penelitian/riset setelah mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat
Penandatangan Kontrak]
65 Fasilitas Pejabat Penandatangan Kontrak akan memberikan fasilitas berupa :
.................... [diisi fasilitas milik Pejabat Penandatangan Kontrak yang
akan diberikan kepada Penyedia untuk kelancaran pelaksanan
pekerjaan ini (apabila ada)]
66.1.h Peristiwa Kompensasi Termasuk Peristiwa Kompensasi yang dapat diberikan kepada
Penyedia adalah ..................... [diisi apabila ada Peristiwa Kompensasi
lain, selain yang telah tertuang dalam SSUK]
70.1.d Besaran Uang Muka Uang muka diberikan paling tinggi sebesar .....% (.....dalam huruf.....)
dari Harga Kontrak.
70.2.d Pembayaran Prestasi Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara Termin,
Pekerjaan dengan ketentuaan tahapan pembayaran sebagai berikut:
No Tahapan Besaran % Keterangan
pembayaran pembayaran dari
(milestone) Harga Kontrak
1 ………… ………… [diisi …………
[diisi dengan dengan ketentuan
satu atau persentase yang
gabungan dibayarkan maksimal
keluaran/sub senilai pekerjaan
keluaran yang sudah
yang akan terpasang]
dibayarkan]
2 ………… …………
3 dst
Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan
pembayaran prestasi pekerjaan :
1. ……….
2. ……….
3. Dst
[diisi dokumen yang disyaratkan]
70.3.c Denda akibat Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari
Keterlambatan keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari ...................
(sebelum PPN) [diisi dengan memilih salah satu dari Harga Kontrak
atau harga bagian Kontrak yang tercantum dalam Kontrak dan belum
diserahterimakan apabila ditetapkan serah terima pekerjaan secara
parsial]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 150 -
78.2 Umur Konstruksi dan a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki Umur Konstruksi selama
Pertanggungan ........ (.........dalam huruf...........) tahun sejak Tanggal Penyerahan
terhadap Kegagalan Akhir Pekerjaan.
Bangunan [diisi sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen perancangan]
b. Pertanggungan terhadap Kegagalan Bangunan ditetapkan
selama ........ (.........dalam huruf...........) tahun sejak Tanggal
Penyerahan Akhir Pekerjaan.
[diisi sesuai dengan umur rencana pada huruf a apabila umur
konstruksinya tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun]
79.3 Penyelesaian Penyelesaian perselisihan/sengketa para pihak dilakukan melalui
Perselisihan/ Sengketa …………..
Paraf I Paraf II Paraf III
- 151 -
LAMPIRAN A SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
DAFTAR PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKKAN DAN SUBKONTRAKTOR
1) Pekerjaan Utama
Bagian Pekerjaan Nama Alamat Kualifikasi
No yang Subkontraktor Subkontraktor Subkontraktor Keterangan
**) **) **) **)
Disubkontrakkan
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran
2) Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama
Bagian Pekerjaan Nama Alamat Kualifikasi
No yang Subkontraktor Subkontraktor Subkontraktor Keterangan
*) **) **) **)
Disubkontrakkan
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran
DAFTAR PERSONEL MANAJERIAL
Nama Jabatan Pengalaman Kerja
Tingkat Sertifikat
N Personel dalam Profesional
Pendidikan/Ijazah Kompetensi Keterangan
o Manajerial Pekerjaa minimal (Tahun)
**) Kerja*)
**) n ini*) *)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**)Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran
DAFTAR PERALATAN UTAMA
Nama Merk
Status
No Peralatan dan Kapasitas**) Jumlah**) Kondisi**) Keterangan
Kepemilikan**)
Utama*) Tipe**)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
Paraf I Paraf II Paraf III
- 152 -
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**)Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran
Paraf I Paraf II Paraf III
- 153 -
LAMPIRAN B SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
................. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
[Logo & Nama Perusahaan] [digunakan untuk usulan penawaran]
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
D.2 Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
Paraf I Paraf II Paraf III
- 154 -
Penjelasan mengenai isi Komitmen Keselamatan Konstruksi poin (A.2) sesuai dengan format di bawah ini:
[Contoh Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi Badan Usaha Tunggal/Atas Nama Sendiri]
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya ………… [pilih yang
dan atas nama sesuai dan cantumkan nama]
dalam rangka pengadaan …………… [isi nama paket] pada …………… [isi sesuai dengan
nama Pokja Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya
Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan],
[nama lengkap]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 155 -
[Contoh Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi Badan Usaha ber-KSO]
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya …………… [pilih yang sesuai dan cantumkan
nama]
2. Nama : ............. [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : ……………
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya …………… [pilih
yang sesuai dan cantumkan nama]
3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota KSO]
dalam rangka pengadaan …………… [isi nama paket] pada …………… [isi sesuai dengan
nama Pokja Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya
Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia] [Nama Penyedia] [Nama Penyedia]
[tanda tangan], [tanda tangan], [tanda tangan],
[nama lengkap] [nama lengkap] [nama lengkap]
[cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota KSO]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 156 -
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
ABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
okasi : ..................
anggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..
CONTOH
Tabel 0-1 Contoh Format Tabel IBPRP*
erangan:
PPK mengisi kolom 1, 2 dan 3.
PPK mengisi kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” berdasarkan tahapan pekerjaan.
Kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” yang diisi oleh PPK berdasarkan tahapan pekerjaan, dimana
penyedia jasa dapat menambahkan uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya dari yang sudah dicantumkan oleh PPK
berdasarkan analisis Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi.
Kolom 12, 13, 14, 15, dan 16, diisi berdasarkan kondisi pengendalian di lapangan atas dasar penilaian Ahli K3
Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi, apabila dinilai tidak ada yang
diisikan, maka dapat ditulis "tidak ada" atau "n/a".
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
Tabel Contoh Format Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : .................. CONTOH
Tanggal dibuat : ..................
Dibuat oleh,
Paraf I Paraf II Paraf III
- 157 -
Kepala Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
Pengendalia Sasaran Program
n Risiko
No (Sesuai Tolok Sumbe Jadwal Bentuk
Uraia Uraian Indikator Penanggun
. Kolom ukur r Daya Pelaksanaa Monitorin
n Kegiatan Pencapaian g Jawab
Tabel 6 n g
IBPRP)
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Tabel. Contoh Jadwal Program Komunikasi
NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan
1 Induksi Keselamatan Konstruksi
(Safety Induction)
2 Pertemuan pagi hari
(safety morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja
(toolbox meeting)
4 Rapat Keselamatan Konstruksi
(construction safety meeting)
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
Tabel Contoh Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
Nama Pekerja : [Isi nama pekerja]
Nama Paket Pekerjaan : …….
Tanggal Pekerjaan : …..s/d……
Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan:
1 Helm/Safety Helmet √ 4. Rompi Keselamatan/Safety Vest √
2 Sepatu/Safety Shoes √ 5. Masker Pernafasan/Respiratory √
3 Sarung Tangan/Safety Gloves √ 6. …. Dst.
Urutan Langkah Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab
Pekerjaan
Paraf I Paraf II Paraf III
- 158 -
E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan Evaluasi
Tabel Contoh Jadwal Inspeksi dan Audit
Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Inspeksi Keselamatan
Konstruksi
2 Patroli Keselamatan
Konstruksi
3 Audit internal
Paraf I Paraf II Paraf III
- 159 -
BAB X. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR
Diupload oleh user KPA/PPK pada SPSE
A. Uraian Spesifikasi Teknis
Uraian spesifikasi teknis disusun berdasarkan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh PPK sesuai jenis
pekerjaan yang akan ditenderkan, dengan ketentuan :
1. Dapat menyebutkan merk dan tipe serta sedapat mungkin menggunakan produksi dalam negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional (SNI);
3. Metode pelaksanaan harus logis, realistis dan dapat dilaksanakan;
4. Jangka waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metode pelaksanaan;
5. Mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan;
6. Mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan;
7. Mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk;
8. Mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan;
9. Mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.
10. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
a. Pokja Pemilihan harus memastikan bahan bangunan konstruksi sesuai hasil yang telah
diidentifikasi oleh PPK.
b. Setiap jenis bahan bangunan konstruksi yang tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun
(B3), seperti cat, thinner, gas acetylene, BBM, BBG, bahan peledak, dll, harus diberi penjelasan
bahayanya, cara pengangkutan, penyimpanan, penggunaan, pengendalian risiko dan cara
pembuangan limbahnya sesuai dengan prosedur dan/atau peraturan perundangan yang berlaku;
c. Informasi tentang penanganan B3 dapat diperoleh dari Lembar Data Keselamatan Bahan
(Material Safety Data Sheet) yang diterbitkan oleh pabrik pembuatnya, atau dari sumber- sumber
yang berkompeten dan/ atau berwenang.
11. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:
a. Pokja Pemilihan harus memastikan setiap jenis alat dan perkakas sesuai hasil yang telah
diidentifikasi oleh PPK .
b. Alat dan perkakas yang digunakan harus dipastikan telah diberi sistem perlindungan atau
kelengkapan pengaman untuk mencegah paparan (expose) bahaya secara langsung terhadap
tubuh pekerja;
c. Informasi tentang jenis, cara penggunaan/pemeliharaan/pengamanannya alat dan perkakas
dapat diperoleh dari manual produk dari pabrik pembuatnya, ataupun dari pedoman/peraturan
pihak yang kompeten.
12. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
a. Pokja Pemilihan (yang bersertifikat Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi/petugas
Keselamatan Konstruksi atau dengan melibatkan Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan
Konstruksi/petugas Keselamatan Konstruksi) harus menilai kesesuaian identifikasi bahaya dari
setiap tahapan kegiatan yang sudah ditetapkan oleh PPK;
b. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja, sistem perlindungan terhadap
pekerja, perlengkapan pengaman, dan rambu-rambu peringatan dan kewajiban pekerja
Paraf I Paraf II Paraf III
- 160 -
menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya pada proses
tersebut;
c. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang berisiko tinggi, atau pekerjaan yang berisiko tinggi
pada keadaan yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis keselamatan pekerjaan (Job
Safety Analysis) dan tindakan pengendaliannya;
d. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur izin kerja lebih dulu dari
penanggung-jawab proses dan Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi;
e. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh tenaga kerja dan/atau operator
yang telah terlatih dan telah mempunyai kompetensi untuk melaksanakan jenis
pekerjaan/tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan prosedur keselamatan konstruksi yang
sesuai pada jenis pekerjaan/tugasnya tersebut.
13. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
a. Analisis Keselamatan Pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan terhadap setiap
metode konstruksi/ metode pelaksanaan pekerjaan, dan persyaratan teknis untuk mencegah
terjadinya kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja;
b. Metode kerja harus disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan dengan menggunakan
peralatan, perkakas, material dan konstruksi sementara, yang sesuai dengan kondisi
lokasi/tanah/cuaca, dan dapat dikerjakan oleh pekerja dan operator yang terlatih;
c. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan menggunakan metode
kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat bantu, perkakas, material dan konstruksi
sementara dengan urutan kerja yang sistematis, guna mempermudah pekerja dan operator
bekerja dan dapat melindungi pekerja, alat dan material dari bahaya dan risiko kegagalan
konstruksi dan kecelakaan kerja;
d. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisis keselamatan
pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA), diuji efektivitas pelaksanaannya dan efisiensi biayanya. Jika
semua faktor kondisi lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan kompetensi
pekerja/operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat menjamin keselamatan,
kesehatan dan keamanan konstruksi dan pekerja/operator, maka metode kerja dapat disetujui,
setelah dilengkapi dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis dan/atau mudah dipahami
oleh pekerja/operator;
e. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai potensi bahaya tinggi harus
dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah mencakup analisis keselamatan
pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA). Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, mutlak harus
digunakan perancah, lantai kerja (platform), papan tepi, tangga kerja, pagar pelindung tepi, serta
alat pelindung diri (APD) yang sesuai antara lain helm dan sabuk keselamatan agar pekerja
terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan saluran galian tanah berpasir yang mudah longsor
dengan kedalaman 1,5 meter atau lebih, mutlak harus menggunakan turap dan tangga akses bagi
pekerja untuk naik/turun;
f. Setiap metode kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang diperlukan berdasarkan data
teknis yang dapat dipertanggung-jawabkan, baik dari standar yang berlaku, atau melalui
penyelidikan teknis dan analisis laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang independen.
14. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
Paraf I Paraf II Paraf III
- 161 -
a. Setiap kegiatan/pekerjaan perancangan, perencanaan, perhitungan dan gambar-gambar
konstruksi, penetapan spesifikasi dan prosedur teknis serta metode pelaksanaan/
konstruksi/kerja harus dilakukan oleh tenaga ahli yang mempunyai kompetensi yang disyaratkan,
baik pekerjaan arsitektur, struktur/sipil, mekanikal, elektrikal, plumbing dan penataan lingkungan
maupun interior dan jenis pekerjaan lain yang terkait;
b. Setiap tenaga ahli tersebut pada butir a. di atas harus mempunyai kemampuan untuk melakukan
proses manajemen risiko (identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko) yang
terkait dengan disiplin ilmu dan pengalaman profesionalnya, dan dapat memastikan bahwa
semua potensi bahaya dan risiko yang terkait pada bentuk rancangan, spesifikasi teknis dan
metode kerja/konstruksi tersebut telah diidentifikasi dan telah dikendalikan pada tingkat yang
dapat diterima sesuai dengan standar teknik dan standar Keselamatan Konstruksi yang berlaku;
c. Setiap kegiatan/pekerjaan pelaksanaan, pemasangan, pembongkaran, pemindahan,
pengangkutan, pengangkatan, penyimpanan, perletakan, pengambilan, pembuangan,
pembongkaran dsb, harus dilakukan oleh tenaga ahli dan tenaga terampil yang berkompeten
berdasarkan gambar gambar, spesifikasi teknis, manual, pedoman dan standar serta rujukan
yang benar dan sah atau telah disetujui oleh tenaga ahli yang terkait;
d. Setiap tenaga ahli dan tenaga terampil dibidang K3 Konstruksi di atas harus melakukan analisis
keselamatan pekerjaan (job safety analysis) setiap sebelum memulai pekerjaannya, untuk
memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi dan diberikan tindakan
pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan/atau penyakit di tempat kerja;
B. Keterangan Gambar
Gambar-gambar untuk pelaksanaan pekerjaan harus ditetapkan oleh PPK secara terinci, lengkap dan
jelas, antara lain :
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
C. Pejabat Penandatangan Kontrak mengacu pada hasil dokumen pekerjaan jasa Konsultansi Konstruksi
perancangan dan/atau berkonsultasi dengan Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dalam
menetapkan uraian pekerjaan, identifikasi bahaya, dan penetapan tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
pada Pekerjaan Konstruksi.
Dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap RKK dan penerapan SMKK, Pejabat
Penandatangan Kontrak dapat dibantu oleh Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau
Petugas Keselamatan Konstruksi.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 162 -
BAB XI DAFTAR KELUARAN DAN HARGA
Diupload oleh user KPA/PPK pada SPSE
Keterangan
1. Daftar Keluaran dan Harga harus sesuai dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum
Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi Teknis dan Gambar.
2. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan keluaran pekerjaan terpasang yang
dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur dan diverifikasi oleh para pihak, serta dinilai sesuai
dengan harga yang tercantum dalam Daftar Keluaran dan Harga, kecuali bagian pekerjaan Material
on-Site (bagian pekerjaan di lapangan).
3. Harga dalam Daftar Keluaran dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan, personel,
pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi tenaga kerja/BPJS, laba, pajak, bea, keuntungan,
overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak.
4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari apakah keluaran
dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka
pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar
Keluaran dan Harga.
5. Semua biaya yang dikenakan/dibebankan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah
termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya
dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 163 -
Daftar 1: Mata Pembayaran Umum
CONTOH
Persentase/ Satuan
Uraian Satuan Harga
No. Ukuran Total Harga
Keluaran/output Keluaran/output
Keluaran/output
Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)
Keterangan:
1. Mata Pembayaran Umum memuat rincian komponen pekerjaan yang bersifat umum.
2. Total harga adalah semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Keluaran dan Harga merupakan
harga sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 164 -
Daftar 2: Mata Pembayaran Perkiraan Biaya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi*)
CONTOH
Uraian Persentase/ Satuan Ukuran
No. Satuan Harga Keluaran/output Total Harga
Keluaran/output Keluaran/output
1 Penerapan SMKK LS Rp....... Rp......
(9 komponen SMKK)
Total Daftar 2
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)
*Sesuai dengan ketentuan SMKK
Paraf I Paraf II Paraf III
- 165 -
Daftar 3: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama: __________
CONTOH
Uraian Persentase/ Satuan Ukuran Satuan Harga
No. Total Harga
Keluaran/output Keluaran/output Keluaran/output
Total Daftar 3
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)
Keterangan:
1. Pada judul Daftar 3 cantumkan Mata Pembayaran Pekerjaan Utama yang menjadi pokok dari paket
Pekerjaan Konstruksi ini di antara bagian-bagian pekerjaan lain.
2. Total Harga adalah Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Keluaran dan Harga merupakan
harga sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 166 -
Daftar 4: Mata Pembayaran ______________________
CONTOH
No. Uraian Persentase/ Satuan Satuan Harga Total Harga
Keluaran/output Ukuran Keluaran/output
Keluaran/output
Total Daftar 4
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)
Keterangan:
1. Pada judul Daftar 4 cantumkan Mata Pembayaran Jenis Pekerjaan selain yang sudah diuraikan dalam
Mata Pembayaran Pekerjaan Utama jika terdapat lebih dari satu jenis pekerjaan.
2. Total Harga adalah Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Keluaran dan Harga merupakan
harga sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
Paraf I Paraf II Paraf III
- 167 -
Daftar 5: Mata Pembayaran Utama
CONTOH
Satuan Harga Satuan/ Total Nilai Bobot
No. Uraian Pekerjaan Kuantitas
Ukuran Keluaran Harga Kumulatif
Keterangan:
Diisi mata pembayaran yang pokok dan penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80% dari seluruh nilai
pekerjaan dihitung mulai dari mata pembayaran dan nilai bobot terbesar.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 168 -
DAFTAR REKAPITULASI
CONTOH
Mata Pembayaran Harga
Daftar No. 1: Mata Pembayaran Umum
Daftar No. 2: Mata Pembayaran Perkiraaan Biaya
Penerapan Sistem Keselamatan
Konstruksi
Daftar No. 3: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama
Daftar No. 4: Mata Pembayaran ...................
—dll.—
TOTAL NILAI
PPN 10%
Total termasuk PPN 10%
Paraf I Paraf II Paraf III
- 169 -
BAB XII. BENTUK DOKUMEN LAIN
A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ)
[kop surat K/L/PD]
Nomor : __________ __________, ____________ 20__
Lampiran : __________
Kepada Yth.
__________
di __________
Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan __________
Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________ tanggal __________ perihal
__________ dengan [nilai penawaran/penawaran terkoreksi] sebesar Rp_____________
(____________________) kami nyatakan diterima/disetujui.
Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk
menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sebesar Rp. ………. (……….. Rupiah) [5% dari nilai kontrak untuk nilai
penawaran/terkoreksi antara 80% sampai dengan 100% HPS atau 5% dari HPS untuk nilai penawaran/terkoreksi
dibawah 80% HPS] dengan masa berlaku selama …. (………………) hari kalender [sekurang-kurangnya sama
dengan jangka waktu pelaksanaan] dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.
Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran
Saudara, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Perundangan terkait tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah beserta petunjuk teknisnya.
Satuan Kerja __________
Pejabat Penandatangan Kontrak
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. __________
Tembusan Yth. :
1. ____________ [PA/KPA K/L/PD]
2. ____________ [APIP K/L/PD]
3. ____________ [Pokja Pemilihan]
......... dst
Paraf I Paraf II Paraf III
- 170 -
B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
[kop surat satuan kerja K/L/PD]
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
Nomor: __________
Paket Pekerjaan: __________
Yang bertanda tangan di bawah ini:
_______________[nama Pejabat Penandatangan Kontrak]
_______________[jabatan Pejabat Penandatangan Kontrak]
_______________[alamat satuan kerja Pejabat Penandatangan Kontrak]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Penandatangan Kontrak;
berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________, bersama ini
memerintahkan:
_______________[nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
_______________[alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________
selanjutnya disebut sebagai Penyedia;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut:
1. Ruang Lingkup pekerjaan: __________;
2. Tanggal mulai kerja: __________;
3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak;
4. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________)[hari kalender/bulan/tahun] dan pekerjaan harus sudah
selesai pada tanggal __________
5. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan Penyedia akan
dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu
dari Nilai Kontrak sebelum PPN sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Syarat-Syarat Khusus
Kontrak.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 171 -
__________, __ __________ 20__
Untuk dan atas nama __________
Pejabat Penandatangan Kontrak
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama __________
[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 172 -
A. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN
Jaminan Pelaksanaan dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ____________________
Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________
[nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama : ___________________[nama Pejabat Penandatangan Kontrak]
Alamat : _______________________________________________
selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _______________________________________________
(terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank
sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) No. ________________ tanggal _________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat : _______________________________________________
selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya
Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa:
a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai
dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________s.d.____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh
tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima
tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Paraf I Paraf II Paraf III
- 173 -
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai
jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 174 -
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih
domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Meterai Rp10.000,00
Untuk keyakinan, pemegang
Garansi Bank disarankan untuk
________________
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank] [Nama dan Jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 175 -
Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Konsorsium Asuransi /Perusahaan Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PELAKSANAAN
Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama], _____________ [alamat] sebagai
Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama Pejabat Penandatangan Kontrak],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA
JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran
jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam
melaksanakan pekerjaan __________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. _______________ tanggal ________________untuk pelaksanaan
tender pekerjaan ______________yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal
___________ sampai dengan tanggal__________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai
dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan
pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan
hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna
dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-
lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN PENJAMIN
Paraf I Paraf II Paraf III
- 176 -
Meterai Rp10.000,00
_____________________ __________________
[Nama dan Jabatan] [Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan, pemegang
Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 177 -
Jaminan Uang Muka dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ____________________
Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________
[nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama : __________________ [nama Pejabat Penandatangan Kontrak]
Alamat : _______________________________________________
selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _____________________________________
(terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank
sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No.
________________ tanggal __________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat : _______________________________________________
selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya
Garansi Bank ini, Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali
kepada Penerima Jaminan atas uang muka yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam Dokumen
Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________s.d.____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh
tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa
Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat
Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai
jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 178 -
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih
domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Meterai Rp10.000,00
Untuk keyakinan, pemegang
Garansi Bank disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank] ________________
[Nama dan Jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 179 -
Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Konsorsium Asuransi /Perusahaan Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN UANG MUKA
Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama], _____________ [alamat] sebagai
Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama Pejabat Penandatangan Kontrak],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA
JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran
jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam
melaksanakan pekerjaan _______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No.
_______________ tanggal_____________________dari PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal
___________ sampai dengan tanggal__________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA
JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau
sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA
JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN
cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan
hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna
dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-
lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN PENJAMIN
Meterai Rp10.000,00
Paraf I Paraf II Paraf III
- 180 -
_____________________ __________________
[Nama dan Jabatan] [Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan, pemegang
Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 181 -
Jaminan Pemeliharaan dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ____________________
Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
______________________[nama bank] berkedudukan di _________________________________________
[alamat]
untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama : ___________________[nama Pejabat Penandatangan Kontrak] Alamat
: _______________________________________________
selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _____________________________________
(terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank
sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No.
_______________ tanggal ________________, apabila:
Nama : _____________________________ [nama penyedia]
Alamat : _______________________________________________
selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya
Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam
Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal
_____________________s.d.____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan
Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh
tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima
tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai
jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.
Paraf I Paraf II Paraf III
- 182 -
Paraf I Paraf II Paraf III
- 183 -
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih
domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Untuk keyakinan, pemegang Meterai Rp10.000,00
Garansi Bank disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi ini ke
_____[bank]
________________
[Nama dan Jabatan]
Paraf I Paraf II Paraf III
- 184 -
Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PEMELIHARAAN
Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________ [nama], _____________ [alamat] sebagai
Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama Pejabat Penandatangan Kontrak],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA
JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran
jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam
melaksanakan pekerjaan _________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No.
_______________ tanggal_____________________ dari PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal
___________ sampai dengan tanggal__________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam
Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam
waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan
pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan
hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna
dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-
lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Untuk keyakinan, pemegang
Jaminan disarankan untuk Dikeluarkan di _____________
mengkonfirmasi Jaminan ini ke
_____[Penerbit Jaminan] pada tanggal _______________
TERJAMIN PENJAMIN
Meterai Rp10.000,00
__________________ __________________
[Nama & Jabatan] [Nama & Jabata
Paraf I Paraf II Paraf III
- 185 -
Paraf I Paraf II Paraf III