Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen terhadap Pencegahan Fraud di RSUD Aceh Timur
Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen terhadap Pencegahan Fraud di RSUD Aceh Timur
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengendalian Internal, Komitmen
Organisasi dan Kesesuaian Kompensasi Terhadap Pencegahan Fraud Pada Rumah Sakit Umum
Daerah Aceh Timur. Data dalam penelitian ini merupakan data primer dengan metode
penyebaran kuesioner untuk pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan responden
sebanyak 70 orang yang merupakan karyawan RSUD Aceh Timur. Metode analisis data
menggunakan persamaan regresi linier berganda, uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik,
uji hipotesis (uji t dan uji F) dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian diperolah Y =
7,314 -0,101X1 + 0,409X2 + 0,077 X3 + e konstanta sebesar 7,314 merupakan pencegahan
fraud sebelum dipengaruhi oleh pengendalian internal, komitmen organisasi dan kesesuaian
kompensasi bernilai konstan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengendalian Internal tidak
berpengaruh terhadap Pencegahan Fraud. Komitmen Organisasi berpengaruh positif terhadap
Pencegahan Fraud. Kesesuaian Kompensasi tidak berpengaruh terhadap Pencegahan Fraud.
Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi Dan Kesesuaian Kompensasi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap Pencegahan Fraud pada Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Timur.
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of internal control, organizational commitment and
suitability of compensation for fraud prevention at the East Aceh Regional General Hospital. The
data in this study are primary data using questionnaires for data collection. This study used 70
respondents who were employees of the East Aceh Regional Hospital. The data analysis method
uses multiple linear regression equations, validity and reliability tests, classical assumption tests,
hypothesis testing (t test and F test) and determination coefficient test (R2). The research results
obtained that Y = 7,314 -0,101X1 + 0,409X2 + 0,077 X3 + e, a constant of 7,314 is fraud
prevention before it is influenced by internal control, organizational commitment and the
appropriateness of compensation is constant. The results showed that Internal Control had no
effect on Fraud Prevention. Organizational Commitment has a positive effect on Fraud
Prevention. Compensation Suitability has no effect on Fraud Prevention. Internal Control,
Organizational Commitment and Compensation Suitability have a positive and significant effect
on Fraud Prevention at the East Aceh Regional General Hospital.
Pendahuluan
Aktivitas manusia berlangsung dengan seiring kebutuhan yang semakin beragam
seperti kebutuhan sandang, pangan, papan yang melingkupi juga kebutuhan akan kesehatan.
Sejak pelayanan kesehatan diketahui memiliki peran yang besar dalam meningkatkan derajat
kesehatan hidup masyarakat, semua negara termasuk Indonesia, berupaya menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Seperti rumah sakit yang merupakan salah satu
jaringan pelayanan kesehatan yang penting, sarat dengan tugas, beban, masalah dan harapan
79
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
yang diberikan kepadanya. Kegiatan utama sebuah rumah sakit adalah memberikan
pelayanan kesehatan yang maksimal kepada pasien. Memberikan pelayanan yang baik serta
dimilikinya instrumen organisasi yang handal menjadikan rumah sakit tetap bertahan sebagai
pelayanan publik merupakan tuntutan yang harus dipenuhi. Hal ini merupakan isu yang
penting karena rumah sakit merupakan pusat pertanggungjawaban yang bertanggungjawab
terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan yang diterima
masyarakat dapat terjangkau dan berkualitas (Natasya, 2017).
Rumah sakit sebagai entitas pelayanan umum tetap dituntut untuk tetap bertahan dan
memperlihatkan kinerjanya dengan baik, memberikan dampak pada hampir seluruh sektor
perekonomian, termasuk rumah sakit. Pengelolaan rumah sakit yang baik tentunya akan
memberikan acuan atau gambaran bagaimana rumah sakit terkelola secara transparan,
mandiri, akuntabel, bertanggungjawab dan wajar sehingga kinerja karyawan pada rumah
sakit dapat dicapai sesuai dengan visi dan misi rumah sakit yang telah ditentukan
sebelumnya.
Fraud merupakan konsep pelanggaran yang memiliki sudut pandang yang luas.
Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menyebutkan fraud sebagai perbuatan
melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu (manipulasi atau
memberikan laporan keliru terhadap pihak lain) yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam
atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi ataupun kelompok yang secara
langsung atau tidak langsung merugikan pihak lain (Yudistira, et al. 2017).
Pengendalian internal yang kurang memadai dapat memberikan kesempatan untuk
melakukan kecurangan. Dengan meningkatkan moralitas, integritas, komitmen organisasi,
dan pengendalian internal maka kecurangan dapat dicegah. Dalam teori atribusi, tindakan
seseorang dalam organisasi dipengaruhi oleh atribut penyebab (Waworuntu, 2013). Tindakan
curang yang dilakukan seseorang, disebabkan oleh keinginan untuk memaksimalkan
keuntungan pribadi.
Komitmen sebagai suatu keadaaan dimana seorang individu memihak organisasi
serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaanya dalam
organisasi. Semakin tinggi komitmen pegawai terhadap organisasi, pegawai tersebut
cenderung tidak akan melakukan hal-hal yang bisa saja menghambat tercapainya tujuan
organisasi. Sebaliknya, jika pegawai memiliki komitmen yang rendah terhadap
organisasinya, maka pegawai cenderung akan melakukan hal-hal yang menghambat
tercapainya tujuan organisasi demi tujuan pribadinya sendiri (Widiutami dalam
Najahninggrum, 2013).
Masalah kecurangan muncul akibat terjadinya kelemahan pengendalian internal dan
komitmen organisasi antara pemegang kekuasaan dan pihak lain untuk melakukan tindakan
kecurangan dalam menetapkan anggaran pendapatan belanja daerah, pada kasus tersebut,
ditemukan indikasi kerugian negara. Berkaitan tentang kecurangan, maka diperlukan upaya
yang sistematis dan terintegrasi dalam strategi investigatif dan strategi preventif untuk
mengatasinya (Dewi, 2017).
Pentingnya pengendalian internal dan komitmen organisasi yang merupakan salah
satu cara untuk meminimalisir tindakan fraud. Komitmen organisasi sebagai perasaan
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 80
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
karyawan yang memaksa mereka untuk menjadi bagian dari organisasi mereka dan
mengakui tujuan, nilai, norma dan standar etika di suatu organisasi.
Secara skematis, format klasifikasi yang diambil dari The Association of Certified
Fraud Examiners (ACFE) dalam Widardi (2015) ada tiga bentuk kecurangan yaitu:
a) Penyalahgunaan Aset
Penyalahgunaan aset merupakan kecurangan yang melibatkan pencurian atas aset milik
suatu entitas (Elder, et al., 2008). Ini merupakan bentuk fraud yang paling mudah
dideteksi karena sifatnya tangible atau dapat diukur/dihitung.
b) Kecurangan Laporan Keuangan
Kecurangan dalam laporan keuangan merupakan salah saji atau penghapusan terhadap
jumlah atau pun pengungkapan yang sengaja dilakukan dengan tujuan untuk
mengelabui para penggunanya (Elder, et al., 2008). Dalam hal ini perusahaan dengan
sengaja melebihsajikan ataupun mengurangsajikan pendapatan. Praktik semacam ini
dikenal dengan income smoothing dan earnings management.
c) Korupsi
Korupsi banyak terjadi di negara-negara yang memilki sistem penegakan hukum yang
lemah, serta kurangnya kesadaran tata kelola yang baik sehingga faktor integritasnya
masih dipertanyakan. Jenis fraud ini yang paling sulit dideteksi karena menyangkut
kerja sama dengan pihak lain seperti suap dan korupsi yang memiliki hubungan
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 81
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Pengendalian Internal
Pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk
menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya,
memperbaiki efisiensi dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen (Krismiaji,
2015). Sedangkan menurut Rizky dan Fitri (2017) pengendalian internal merupakan proses
yang dipengaruhi manajemen untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam
pencapaian efektifitas, efisiensi, ketaatan terhadap perundang-undangan yang berlaku dan
keandalan laporan keuangan.
Pengendalian internal yang dilakukan bertujuan untuk terciptanya keandalan dalam
pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku dan terciptanya
efektivitas dan efisiensi operasi (Muna dan Harris, 2018). Salah satu cara untuk mencegah
timbulnya fraud dengan merancang sistem yang dilengkapi dengan internal control yang
cukup memadai sehingga kecurangan sulit dilakukan oleh pihak dalam atau luar perusahaan
(Eliza, 2015). Pengendalian internal yang efektif dapat melindungi dari pencurian,
penggelapan, penyalahgunaan aset pada lokasi yang tidak tepat (Paranoa, Tandungan dan
Sipi, 2018).
Mulyadi (2016) menyatakan bahwa tujuan pengendalian internal akuntansi yaitu:
1. Menjaga kekayaan perusahaan
a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah
ditetapkan.
b. Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan
kekayaan yang sesungguhnya ada.
2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi:
a. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan.
b. Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi.
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 82
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Komitmen Organisasi
Komitmen organisasi adalah dorongan dari dalam individu untuk berbuat sesuatu
agar dapat menunjang keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan dan lebih mengutamakan
kepentingan organisasi (Darlis, 2002 dalam Ika, et al, 2011). Komitmen organisasi
ditunjukkan dalam bentuk sikap penerimaan dan keyakinan yang kuat terhadap nilai nilai
dan tujuan sebuah organisasi, adanya dorongan yang kuat untuk mempertahankan
keanggotaan dalam organisasi demi tercapainya tujuan organisasi (Rahayu, 2015).
Komitmen organisasi yang dimiliki karyawan dibentuk oleh lingkungan kerja dan melalui
proses pengembangan diri yang dilakukan oleh karyawan. Komitmen organisasi merupakan
suatu keadaan yang dirasakan individu untuk terikat dalam organisasi dan mempertahankan
keanggotaannya dalam organisasi sehingga mereka memberikan usaha yang baik untuk
mencapai tujuan organisasi dan tidak mudah untuk mencari pekerjaan di luar dari perusahaan
tempat mereka bekerja.
Menurut Robbins and Judge (2011) dimensi untuk mengukur komitmen organisasi
adalah:
1. Affective commitment
Affecive commitment berkaitan dengan hubungan emosional anggota terhadap
organisasinya, identifikasi dengan organisasi, dan keterlibatan anggota dengan kegiatan
di organisasi. Anggota organisasi dengan affective commitment yang tinggi akan terus
menjadi anggota dalam organisasi karena memang memiliki keinginan untuk itu.
Affective commitment memiliki indikator sebagai berikut :
a. Memahami dan meyakini tujuan perusahaan
b. Menerima norma-norma yang berlaku
c. Mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku
d. Bekerja secara rutin dan full day
e. Mengerjakan tugas yang diberikan
f. Menempatkan prioritas perusahaan diatas kepentingan pribadi
2. Continuance commitment
Continuance commitment berkaitan dengan kesadaran anggota organisasi akan
mengalami kerugian jika meninggalkan organisasi. Anggota organisasi dengan
continuance commitment yang tinggi akan terus menjadi anggota organisasi karena
mereka memiliki kebutuhan untuk menjadi anggota organisasi tersebut. Indikator untuk
continuance commitment adalah sebagai berikut :
a. Melindungi aset-aset perusahaan
b. Merasa merugi jika meninggalkan karena investasi yang telah diberikan kepada
perusahaan
c. Mendapatkan keuntungan lebih jika tetap tinggal dengan perusahaan
3. Normative commitment
Normative commitment menggambarkan perasaan keterikatan untuk terus berada dalam
organisasi. Anggota organisasi dengan normative commitment yang tinggi akan terus
menjadi anggota dalam organisasi karena merasa dirinya harus dalam organisasi tersebut
indikator pada dimensi normative commitment adalah sebagai berikut :
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 83
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual dapat ditunjukkan pada gambar berikut:
Pengendalian Internal (X1)
Pencegahan Fraud
Komitmen Organisasi (X2) (Y)
Metode Penelitian
Ruang Lingkup dan Lokasi Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pengendalian
Internal dan Komitmen Organisasi sebagai variabel independen terhadap Pencegahan Fraud
sebagai variabel dependen. Penelitian ini merupakan studi pada Rumah Sakit Umum Daerah
Aceh Timur.
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 84
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
(orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik),
kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian (Indriantoro dan Supomo, 2011). Data primer
dalam penelitian diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan terhadap karyawan.
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 85
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Uji hipotesis dilakukan untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima
atau ditolak dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik t (parsial), uji statistik F
(simultan) dan Uji koefisien determinasi.
Hasil Uji t
Uji t pada persamaan I dilakukan untuk membuktikan secara parsial apakah terdapat
pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.
Tabel 2 Hasil Uji t
Coefficientsa
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
1Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 7.314 2.269 3.224 .002
pengendalian internal -.101 .071 -.144 -1.426 .159
komitmen organisasi .409 .075 .546 5.452 .000
a. Dependent Variable: pencegahan fraud
Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS, (2020)
Tabel 2 menunjukkan nilai uji t pada pengendalian internal memiliki t hitung sebesar -
1,426 dengan sig.t sebesar 0,159 (lebih besar dari 0,05). Karena nilai sig t < α (0,05) maka
dapat dinyatakan bahwa pengendalian internal terhadap pencegahan fraud berpengaruh
positif tidak signifikan. Pada nilai t komitmen organisasi memiliki t hitung sebesar 5,452
dengan sig.t sebesar 0,000. Karena nilai sig t < α (0,05) maka dapat dinyatakan bahwa
komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan fraud.
Berdasarkan Tabel 2 maka dapat diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 7,314 -0,101X1 + 0,409X2 + e
Uji Statistik F
Uji F untuk menguji signifikansi sejauh mana variabel independen secara simultan
mampu menjelaskan variabel dependen dalam penelitian ini. Hasil uji F dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 86
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Dari tabel 3 nilai F menunjukkan angka 12,703 dengan signifikansi sebesar 0,000
sehingga dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal dan komitmen organisasi secara
simultan berpengaruh terhadap pencegahan fraud karena nilai signifikansi < 0,05.
Data tabel 4 menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,337 yang artinya
hubungan antara pengendalian internal dan komitmen organisasi terhadap pencegahan fraud
sebesar 33,7% variabel pengendalian internal dan komitmen organisasi mampu menjelaskan
variabel pencegahan fraud sisanya sebesar 66,3% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak
dimasukkan dalam pengujian ini.
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 87
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
menyatakan bahwa terjadinya praktik kolusi di suatu instansi dimana individu yang
bertindak bersama-sama dapat melakukan sekaligus menutupi kecurangan sehingga tidak
dapat dideteksi oleh pengendalian internal. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian Coso
(2014), pengendalian internal merupakan sebuah proses dalam organisasi, yang dirancang
untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan yang berkaitan dengan
operasi, pelaporan dan kepatuhan. Pengendalian internal yang efektif mengurangi
pencegahan kecurangan, maka sistem pengendalian yang tidak efektif cenderung akan
membuat seseorang memiliki kesempatan untuk melakukan fraud yang akan merugikan
perusahaan.
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 88
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Berdasarkan hasil analisis data dan simpulan di atas, adapun saran yang dapat
diberikan peneliti adalah sebagai berikut:
1. Penelitian ini hanya menguji pengaruh pengendalian internal, komitmen organisasi dan
kompensasi dalam pencegahan fraud.
2. Untuk penelitian selanjutnya, variabel dapat ditambah dengan variabel lain seperti
budaya etis organisasi.
3. Untuk rumah sakit, saran yang dapat diberikan antara lain:
a. Rumah sakit disarankan untuk tidak melakukan penekanan pada karyawan agar
karyawan dapat lebih tenang dan fokus dalam bekerja sehingga kinerja karyawan
meningkat dan sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan. Dengan demikian,
pengendalian internal dapat berjalan lebih efektif serta diharapkan dapat membantu
mencegah kecurangan (fraud).
b. Rumah sakit disarankan untuk tetap menjaga dan meningkatkan komitmenorganisasi
karyawan seperti tetap menjaga kejujuran dan saling membantu satu sama lain
sebagai bagian organisasi sehingga dapat mencegah terjadinya kecurangan (fraud).
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 89
JURNAL MAHASISWA AKUNTANSI SAMUDRA (JMAS) VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2021
Daftar Pustaka
Agoes, Sukrisno. 2016. Auditing, Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor
Akuntan Publik. 4th ed. Jakarta: Salemba Empat.
Anggit, Purwitasari. 2013. Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi dalam
Pencegahan Fraud Pengadaan Barang. Skripsi. Universitas Widyatama.
Dewi, Chindy Kurnia Rahma. 2017. “Pengaruh Pengendalian Internal, Kesesuaian
Kompensasi, Ketaatan Aturan Akuntansi, serta Perilaku Tidak Etis terhadap
Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Studi Empiris pada SKPD Kabupaten
Bengkalis)”. JOM Fekon Vol. 4, No. 1. tersedia pada media [Link]
(Diakses pada tanggal 10 September 2018)
Elder, Randal J., Beasley, Mark S., Arens, Alvin A. 2008. Jasa Audit dan Assurance.
Jakarta: Salemba Empat.
Eliza, Yulina. 2015. Pengaruh Moralitas Individu dan Pengendalian Internal terhadap
Kecenderungan Kecurangan Akuntansi (Studi Empiris pada SKPD Kota Padang).
Jurnal Akuntansi, Vol. 4, No.1, 86-100.
Karyono. 2013. Forensic Fraud, Edisi [Link]: Andi.
Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi, Edisi ke 4, Cetakan ke 3. Salemba Empat. Jakarta.
Mustikasari, Dhermawati Putri, 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fraud di Sektor
Pemerintahan Kabupaten Batang, Jurnal vol 2 no 3, Universitas Negri Semarang.
Najahningrum, Anik Fatun. 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecenderungan
Kecurangan (Fraud): Persepsi Pegawai Dinas Provinsi DIY. Skripsi. Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Paranoan, Natalia, Edmondus Sadeto Tandungan dan Afian Dezi Sipi. 2018. Efektivitas
Pengendalian Internal, Kepuasan Kerja dan Kecenderungan Kecurangan Akuntansi.
Jurnal Akun Nabelo. Vol. 1, No. 1, 1-13.
Rizky, Muammar, dan Fauziah Alda Fitri. 2017. Pengaruh Keefektivan Pengendalian
Internal, Ketaatan Aturan Akuntansi, Penegakan Hukum, dan Perilaku Tidak Etis
terhadap Kecurangan Akuntansi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi. Vol.
2, No. 2, 10-20.
Robbins, S,P and judge, T, A. 2011. “Organisasi Behavior”, Edisi Empatbelas, person
Education Inc, New Jersey.
Sopiah. 2008. Perilaku organisasi. Jakarta: CV. Andi Offeset
Tuti Meutia : Pengaruh Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi terhadap Pencegahan Freud… 90