0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Pusaka dan Identitas Kota Yogyakarta

Diunggah oleh

lw280693
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Pusaka dan Identitas Kota Yogyakarta

Diunggah oleh

lw280693
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pusaka dan Identitas Daerah

[sunting | sunting sumber]

Pusaka Daerah
[sunting | sunting sumber]

Tombak Kyai Wijoyo Mukti


[sunting | sunting sumber]

Tombak Kyai Wijoyo Mukti merupakan pusaka pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri
Sultan Hamengku Buwono X. Tombak ini dibuat tahun 1921 semasa pemerintahan Sri
Sultan Hamengku Buwono VIII. Senjata yang sering dipergunakan para prajurit ini
mempunyai panjang 3 meter. Tombak dengan pamor wos wutah
wengkon dengan dhapur kudhuping gambir ini, landeannya sepanjang 2,5 meter
terbuat dari kayu walikun, yakni jenis kayu yang sudah lazim digunakan untuk gagang
tombak dan sudah teruji kekerasan dan keliatannya.

Sebelumnya tombak ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan


terlebih dahulu dijamasi oleh KRT. Hastono Negoro, di dalem Yudonegaran. Pemberian
nama Wijoyo Mukti baru dilakukan bebarapa hari menjelang upacara penyerahan ke
Pemkot Yogyakarta, pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah Kota
Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000. Upacara penyerahan dilakukan di halaman Balaikota
dan pusaka ini dikawal khusus oleh prajurit Kraton ”Bregodo Prajurit Mantrijero”.

Tombak Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti. Artinya,


kemenangan sejati pada masa depan, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat
merasakan kesenangan lahir batin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang
benar-benar merata.

Identitas Daerah
[sunting | sunting sumber]

City branding Kota Yogyakarta, diluncurkan pada tanggal 28 Oktober


2021. Huruf YK yang mengarah ke atas melambangkan dinamis, akseleratif, menghasilkan karya dan
pelayanan yang baik, serta gotong royong. Warna merah diturunkan dari logo Jogja Istimewa
melambangkan spirit berani dan menjunjung spirit Indonesia Raya.[7]

Sesuai dengan Keputusan Wali Kotamadya Yogyakarta Nomor 2 tahun 1998,


pemerintah kota Yogyakarta menetapkan kelapa gading dan tekukur biasa sebagai flora
dan fauna resmi kota Yogyakarta. Penetapan tersebut dilakukan dalam rangka
menumbuhkan kebanggaan dan maskot daerah.[8]

Kelapa Gading
[sunting | sunting sumber]

Keberadaan pohon kelapa gading begitu melekat pada kehidupan masyarakat kota
Yogyakarta. Kelapa gading dikenal sebagai tanaman raja serta mempunyai nilai filosofis
dan budaya yang sangat tinggi, sebagai kelengkapan pada upacara tradisional/religius,
mempunyai makna simbolis dan berguna sebagai obat tradisional.[8]

Anda mungkin juga menyukai