UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK LINGKUNGAN
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI
2021
NAMA : WINNI YUNIKA
NIM : 03071181924006
ASISTEN : SILI NUPITA SARI
Pengenalan SIG
1. Pengertian GIS
GIS merupakan singkatan dari Geopraphical Information System dalam bahasa Indonesia
sendiri GIS berarti Sistem informasi Geografis yang sering dikenal dengan SIG adalah suatu sistem
informasi yang dimana khusus untuk mengelola data yang memiliki informasi yang spesial atau yang
bereferensi keuangan dan bisa dibilang sistem komputer yang dapat mengelola data yang
diidentifikasikan menurut lokasinya. SIG sendiri ialah suatu teknlogi dimana mengabungkan dunia
manajemen berbasis data dengan peta digital dan grafik. Definisi dari SIG dapat berubah dan banyak
menurut beberapa ahli dimana SIG merupakan bidang kajian ilmu dan teknologi yang masih terbilang
baru sehingga banyaknya pembaruannya [Link] SIG merupakan sistem yang berbasis data secara
sepasial atau koordinat grafis. Sistem informasi Geografis atau SIG ini sangat dibutuhkan karena untuk
data spasial dimana penyelesaiannyaitu sangat sulit terutama dikarena peta dan suatu data statistik
cepat mengalami kadaluarsa hingga tidak ada pelayanan penyediaan data dan informasi yang diberikan
menjadi tidak akurat atau tidak tepat . Berikut merupakan perbandingan pekerjaan dengan SIG dan
manual dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah.
Peta SIG Pekerja Manual
Penyimpanan Databse digital baku dan Skala dan standar berbeda
terpadu
Pemanggilan Kembali Sistematik Mahal dan memakan waktu
Analisis Overlay Sangat Cepat Memakan Tenaga dan Waktu
Analisis Spasial Mudah Rumit
Penayangan Murah dan Cepat Mahal
Tabel.1 Perbandingan SIG dan Pekerja Manual
Sumber: [Link]
Dengan demikian, SIG ini diupayakan mampu mernberikan kemudahan-kemudahan seperti
yang diinginkan yakni: Pengerjaan data geospasial menjadi lebih baik dalam format baku atau khusus-
ubahan (Revisi) dan pembaharuan data menjadi lebih mudah dan efektif , Data geospasial dan
informasi menjadi lebih mudah dicari, diamati dan direpresentasikan, Menjadi suatu produk yang
mempunyai nilai tambah,Kemampuan menukar data geospasial, Penghematan waktu dan biaya,dan
Keputusan yang diambil menjadi lebih [Link] SIG dapat digunakan untuk mendukung
keputusan dan pembuatan keputusan yang berkaitan dengan problem dunia nyata. Suatu SIG
mengijinkan kita untuk memproduksi suatu model dari keputusan yang akan dibuat mengenai dunia
nyata.
Sebenarnya untuk definisi Sistem Informasi Geografis (SIG) pasti selalu berkembang seiring
berjalannya waktu, semakin maju serta bervariasi. SIG bisa dikatan suatu bidang dengan ilmu
teknologi yang relatif baru dan digunakan oleh berbagai bidang. Geographic Information System (GIS)
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK LINGKUNGAN
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI
2021
atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu untuk membuat
sebuah peta dimana dapat berupa informasi berbantuan komputer yang berkaitan erat dengan suatu
sistem pemetaan dan suatu analisa terhadap segala sesuatu yang terjadi di muka bumi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi di muka bumi. Konsep dasar GIS (dapat dilihat pada Gambar 1) dikelola dalam
suatu layer.
Gambar 1. Konsep Dasar GIS
Sumber : Sukiyah, Emi. 2017. “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS :Konsep dan aplikasinya dalam
analisis geomorfologi kuantitatif”. Bandung : UNPAD Press.
2. Ruang Lingkup SIG
1. Input Data
Pada proses penginputan data berfungsi untuk memasukkan data spasial dan juga data non-spasial.
Data spasial merupakan manifestasi yang nyata pada suatu daerah tertentu di permukaan bumi yang
umumnya penyajian dilakukan dalam bentuk peta maupun gambar digital yang disimpan dalam
suatu vector x,y dengan bentuk raster dengan memiliki nilai tetentu. Data spasial juga dapat berupa
peta analog. Sedangkan dat non spasial meerupakan data yang berbentuk tabel yang mana tabel
tersebut berisi informasi yang dimiliki oleh objek dalam data spasial. Data dapat berupa tabular data
yang terintegrasi dengan data spasial yang ada. Sistem Informasi Geografis haruslah menggunakan
suatu peta digital, dengan tujuan peta analog dapat dikonversi dalam sebuah bentuk peta digital
dengan alat digitizer.
2. Manipulasi Data
Suatu tipe data yang nnati dibutuhkan pada SIG mungkin saja perlu dilakukannya manipulasi data
dengan tujuan agar sesuai dengan system yang nantinya kan digunakan. Oleh karenanya SIG
mampu melkaukan pengeditan baik untuk data spasial ataupun data non-spasial.
3. Manajemen Data
Setelah penginputan data spasial dilakukan, proses yang dilakukan selanjutnya yaitu pengolahan
data non sasialnya. Data ini mencakup penggunaan DBMS agar nantinya bias menyimpan data yang
berukuran besar.
4. Query dan Analisis
Query merupakan proses Analisa ynag dilakukan secara tabular. Umumnya SIG bisa melakukan
dua analisis, yang pertama yaitu analisis Proximity yang merupakan analisis geografi yang berbasis
pada jarak antar layer. SIG menggunakan proses buffering dalam menentukan kedekatan hubungan
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK LINGKUNGAN
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI
2021
antara sifat bagian yang ada. Kedua, yaitu analisis overlay yang merupakan proses penyatuan data
lapisan pada layer yang berbeda. Dalam artian singkat analisis ini merupakan tindakan visual yang
tidak hanya membutuhkan satu layer saja, namun lebih dari itu untuk digabungkan secara fisik.
5. Visualisasi
Hasil akhir dari operasi geografis disajikan dalam benntuk grafik maupun peta, peta sangat efektif
untuk menyimpan serta memberikan informasi geografis.
3. Ciri-Ciri SIG
- Memiliki suatu sistem penginputan data yang dapat menampung dan juga bisa mengolah data spasial
dari berbgai sumber
- Terdiri atas proses transportasi data spasial yang berbeda jenisnya. Sebagai contoh dari suatu peta
kontur menjadi titik ketinggian.
- Memiliki sistem penyimpanan dan juga pemanggilan data yang dapat memungkinkan data spasial
bias di edit dan juga diperbarui.
- Terdapat sisitem maniulasi serta analisi data yang dapat melakukan pengelompokan maupun
pemisahan data, estimasi parameter, hambatan maupun fungsi permodelan.
- Memiliki sistem pelaporan yang dapat digunakan untuk seluruh maupun sebagian dari basis data
yang disajikan dalam bentuk peta, table maupun grafiik tertentu. Suatu software dapat dikatan
sebagai sistem informasi geografis apabila memilikisistem-sistem tersebut.
4. Manfaat SIG
Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem dengan berbasis pada sistem informasi
yang memiliki fungsi dalam memberikan bentuk digital serta analisa terhadap permukaan geografik
bumi. SIG banyak dimanfaat di berbagai sector diantanya yaitu sebagai berikut:
Bidang Geologi, Pertambangan, dan Perminyakan
Dalam dunia tambang, SIG sangat membantu dalam penentuan lokasi yang memiliki
keterdapatan sumber daya alam yang dapat berupa bahan-bahan mineral yang memiliki nilai strategis
bagi pembangunan seperti minyak bumi, batubara, ataupun barang tambang dan bahan galian lainnya
yang dapat dieksloitasi. SIG dapat juga dimanfaatan dalam menganalisa limbah yang awalnya
merupakan hasil buangan dari industri pertambangan.
Bidang Perencanaan Wilayah
Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan sebagai media dalam perencaan pemukiman
maupun transmigrasi serta perencanaan kota. Dalam bidang ini juga penerapannya SIG dapat
dilakukan untuk keperluan membuat potensi dan persebaran penduduk, luas dan persebaran lahan
pertanian, serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan pengembangan suatu jaringan
transportai, pendataan dan pengenmbangan pertumbuhan dan pembangunan.
Bidang Lingkungan
SIG dapat dimanfaatkan sebgai alat dalam melakukan Analisa dan memantau pencemaran
udara, air,sungai, laut maupun tanah. Serta juga dapat memantau pencemaran minyak di laut. Pada
bidang ini SIG juga dapat dimanfaatkan dalam menginventarisasikan sumber daya alam yang dapat
diinventariskan. Beberapa sumber daya alam didistribusikan seperti kualiatas air, baik air di
permukaan maupun air tanah guna membantu warga setempat mendapatkan air yang layak dan bersih.
Bidang Hidrologi dan Kelautan
Dalam hidrologi dan kelautan, SIG dimanfaatkan untuk inventarisasi dan juga manajemen
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK LINGKUNGAN
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI
2021
pengamatan pada kejadian pasang surutnya air laut, hutan bakau dan juga taman laut.
Bidang Transportasi dan Perhubungan
Pemanfaatan pada bidang ini adalah dalam manajemn pemeliharaan, perencaan dan juga
perluasan jaringan jalan tol, jalan raya maupun rel kereta api. Selain itu juga dimanaatkan dalam
penentuan jalur transportasi, menganalisa daerah yang rawan kemacetan dan juga memantau jalur
mudik dan bahaya kecelakaan.
Bidang Pendidikan
Dimanfaatkan dalam menentukn lokasi sekolah, membuat sistem informasi dan juga digunakan
dalam pembelajaran ilmu geografi.
Bidang Utilitas
Dapat dimanfaatkan dalam proses inventarisasi dan manajemen informasi jaringan pipa air
minum, perencanaan jaringan tiang listrik dan juga gardu listrik maupun tower.
Bidang Kesehatan
Pemanfaatannya dapat diaplikasikan untuk menentukan distribusi penderitaan penyakit tertentu
atau pola persebaran pandemic dan untuk menentukan lokasi layanan kesehatan serta tenaga medis
terkait.
Bidang Telekomunikasi
Dapat digunakan pada saat perencanaan, pemeliharaan, maupun analisa perluasan jaringan
telekomunikasi. Selain itu juga dimanfaatkan dalam pembuatan fasilitas umum seperti warnet maupun
telepon umum.
5. Perangkat Lunak SIG
a. ArcInfo
Software yang ada pada SIG yang banyak digunakan ahli di bidang SIG. Perangkat ini sangat
mendukung dalam pembuatan suatu peta yag didasarkan pada prinsip informasi pemetaan. Pada
peta, prinsip informasi terdiri dari informasi keruangan dan juga informasi deskriptip, informasi
keruangan merupakan informasi yang dapat menjelaskan terkait lokasi danjuga bentuk unsur
geografi dengan hubungannya yang disertai unsur lain seperti garis, titk, dan juga luasan.
Sedangkan informasi dekriptip adalah informasi yang nantinya berhubungan dengan unsur
geografi atau biasa dikenla dengan atribut peta.
b. ArcView
Software ini dikembangkan oleh [Link] yang memiliki kemampuan dalam menampilkan,
mengatur, membuat serta memanipulasi data spasial atau geografis. ArcView memiliki konsep
dengan penerapan layering yang mana setiap layer diisi oleh satu tipe layer. Terdapat 3 tipe layer
yang sering digunakan yaitu tipe titik, tipe garis, dan tipe area. Tipe garis berguna dalam
penentuan jalan, sungai atau batas, tipe ini memiliki titik tengan dan Panjang. Tipe titik, digunkan
dalam penentuan lokasi tepat suatu objek yang sifatnya memiliki titik tengah saja. Tipe area,
dimanfaatkan dalam penentuan keadaan daerah, sifatnya memiliki titik tengah, keliling serta
luasan.
c. ArcGIS
Merupakan salah satu software baru dari ESRI yang memiliki kemampuan dalam pengolahan data
dari berbagai format data. Pada ArcGIS ini fungsi desktop maupun jaringan dapat dimanfaatkan.
Yang disajikan dalam ArcGis dapat meliputi konsep SIG, pengenalan dan juga pengoperasian
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK LINGKUNGAN
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI
2021
ArcGIS, pengoperasian Arc Catalog, input data dan juga manajemen data spasial, serta tata leta
peta dengan ArcMap.
d. MapSource
MapSource merupakan software SIG yang diproduksi oleh Garmin Corp. Software ini dapat
digunakan dalam pengolahan data dari alat receiver satelit GPS merk Garmin untuk
diintergrasikan ke perangkat lunak lainnya. MapSource mendukung sebagai media transfer data
sehingga data dari GPS bias diolah lebih lanjut. Data yang diunduh dari GPS diantarnya yaitu
waypoint, track, routes dan map. Fitur-fitur di MapSource diantarnya yaitu back up data dari GPS
Garmin, merencanakan rute dari computer, untuk melihat, membuat, serta mengubah titik arah,
rute dan juga trek. Mentransfer peta yang dipilih dari computer ke perangkat, dapat melihat peta
secara rinci dan detail pada computer.
e. Global Mapper
Merupakan software SIG yang dikembangkan oleh Blue Marble Geographics, software ini.
6. Komponen SIG
a. Komponen Perangkat Keras atau Hardware
Komponen perangkat keras atau hardware dalam Sistem Informasi Geografis dapat
dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing masing , Untuk pemasukan data seperti digitizer,
scanner, keyboard, Global Positioning System (GPS), dan lainnya. Untuk penyimpanan serta
pengolahan data yaitu komputer dan kelengkapannya. Untukmencetak hasil, yaitu printer dan plotter.
b. Komponen Perangkat Lunak atau Software
Pemilihan perangkat lunak atau software akan disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan
serta ditentukan oleh bentuk data dan sumbernya dan kemampuan analisis yang diinginkan. Beberapa
perangkat lunak yang dapat dipakai dalam SIG antara lain ARC/INFO, ArcView, AutoCAD Map,
IDRISI, ER Mapper, GRASS, MapInfo.
c. Organisasi Pengelola dan Pemakai
Organisasi pengelola dan pemakai sulit untuk dapat dipisahkan bentuk dari organisasi
merupakan salah satu darj kunci yang dapat menentukan tingkat keberhasilan suatu proyek dari SIG.
Keahlian yang wajib ada dalam suatu Sistem Informasi Geografis antara lain manajer SIG, pakar
database, kartografer, manajer sistem, progammer, dan teknisi pemasukkan serta pengeluaran data.
Gambar 2. Komponen SIG
Sumber: [Link]
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
LABORATORIUM GEOLOGI TEKNIK LINGKUNGAN
PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI
2021
Daftar Pustaka
Dahlia, Siti. September 2017. “SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DASAR”. Jakarta : Program
Studi Pendidikan Geografi FKIP UHAMKA.
Jusach, Aldino. 2014. “MODUL PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Tingkat
Dasar”. (Online) [Link]
_SISTEM_INFORMASI_GEOGRAFIS_SIG_Tingkat_Dasar. (Diakses pada 24 Januari 2021).
Mahdi,Dyo.2018.”Konsep GIS”. (online)”.[Link] docx.
(Diakses pada tanggal 24 Januari 2021).
Sanjaya, Devi. 2014. “Pengantar Sistem Informasi Geografis”. Bogor: Pusat Pendidikan dan Penelitian
Pembangunan Indonesia.
Sofyan, Mirza. 2017. “Pemanfaatan SIG”. Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Trisasongko, Bambang. 2012. “Manajemen dan Analisis Data Spasial dengan ArcView GIS”. Bogor :
InstitutPertanian Bogor.