TECHNICAL ANALYSIS
CHART PATTERN
1.0
Komunitas Crypto / Kripto Indonesia
[Link]
CHART PATTERN
Merupakan sebuah pola yang terbentuk
dari konsep konsep dasar trendline,
support & resistance dalam versi yang
lebih kompleks.
Chart pattern dapat dikatakan juga
sebagai sebuah rangkuman dari seluruh
aktivitas perdagangan yang diambil dari
perspektif para pelaku pasar
Terbagi menjadi dua kategori :
- Reversal pattern
- Continuation pattern
2
“THE MARKET ALWAYS
KNOW THE NEWS BEFORE
NEWSPAPER DO”
Key to Chart
Pattern?
What is Chart Pattern?
1. Previous trend / trend awal dari sebuah formasi chart pattern = syarat utama
2. Kenali perbedaan tiap chart pattern yang biasanya akan mulai terlihat di puncak sebuah trend
3. Volume build. Selalu perhatikan volume pada saat pembentukan formasi dan terutama pada saat konfirmasi
sebuah pattern
4. Apabila muncul pattern kedua, maka sinyal total keseluruhan pattern ini dapat diabaikan
5. Pattern confirmation & validation is a must!!!! Selalu double check ke TF besar karena TF kecil rawan false signal
6. Cara menghitung target adalah panjang trend sebelumnya. Best practice dari saya adalah untuk selalu cari cluster
point yang dapat menentukan titik target yang paling valid. Gunakan juga metode classic support or resistance
serta fibonacci
3
Jenis Jenis Chart Pattern
[Link]
4
STEP
Check the Market
1
STEP Wait for
Chart Pattern 2 confirmation
Trading Strategy
STEP
Decide
3
STEP
Story
4
5
- Diawali oleh uptrend - Diawali oleh downtrend
- Terdapat 2 buah puncak yang membentuk huruf M - Terdapat 2 buah bottom yang membentuk huruf W
- Merupakan reversal pattern. Apabila malah terjadi continuation - Merupakan reversal pattern. Apabila malah terjadi continuation
maka ini bukan Double top melainkan Rectangle maka ini bukan Double bottom melainkan Rectangle
- Close candle dibawah neckline merupakan konfirmasi - Close candle diatas neckline merupakan konfirmasi
- Target ditentukan dari puncak ke neckline - Target ditentukan dari bottom ke neckline
- Volume tinggi saat di top 1, dan mengecil di top 2 - Volume tinggi saat di bottom 1, dan mengecil di bottom 2
- Volume tinggi saat breakout neckline - Volume tinggi saat breakout neckline 6
CONTOH POLA DOUBLE TOP & DOUBLE BOTTOM
DOUBLE TOP
DOUBLE BOTTOM
7
- Diawali oleh uptrend - Diawali oleh Downtrend
- Terdapat 3 buah puncak yang dinamakan Head & Shoulder - Terdapat 3 buah puncak yang dinamakan Head & Shoulder
- Garis yang menghubungkan 2 titik terendah disebut neckline - Garis yang menghubungkan 2 titik terendah disebut neckline
- Close candle dibawah neckline merupakan konfirmasi - Close candle diatas neckline merupakan konfirmasi
- Target ditentukan dari puncak head ke neckline - Target ditentukan dari puncak head ke neckline
- Volume paling tinggi ada di left shoulder dan terendah di right - Volume paling tinggi ada di right shoulder dan terendah di left
shoulder shoulder
- Volume tinggi saat breakout neckline - Volume tinggi saat breakout neckline
- Fenomena The Hound of Baskervilles – Gagalnya pola HnS - Pullback lebih sering terjadi pada IHnS
8
CONTOH POLA HnS & IHnS
HEAD & SHOULDER
BTCUSDT
INVERTED HEAD &
SHOULDER ETHUSDT
9
TRIANGLES
- Diawali oleh downtrend - Diawali dari sebuah uptrend
- Terdiri dari 5 titik yang dapat disambungkan dengan 1 garis simetris - Terdiri dari 5 titik yang dapat disambungkan dengan 1 garis
( a,b,c,d,e ) dengan range yang semakin menyempit simetris ( a,b,c,d,e ) dengan range yang semakin menyempit
- Volume semakin mengecil sampai dengan ujung range nya - Volume semakin mengecil sampai dengan ujung range nya
- Volume meningkat saat breakout - Volume meningkat saat breakout
- Cara mengukur target bisa dengan metode channeling atau dengan - Cara mengukur target bisa dengan metode channeling atau
Fibonacci dengan Fibonacci
10
CONTOH POLA SYMETRICAL TRIANGLE
BULLISH SYMETRICAL
TRIANGLE HOTUSDT
BEARISH SYMETRICAL
TRIANGLE XRPUSDT
11
TRIANGLES ( CONT’D )
- Diawali oleh Uptrend - Diawali oleh downtrend
- Terdiri dari 5 titik yang dapat disambungkan dengan 1 garis dengan - Terdiri dari 5 titik yang dapat disambungkan dengan 1 garis dengan
resistance yang mendatar dan garis trendline yang meningkat trendline yang menurun dan garis support yang mendatar (a,b,c,d,e)
(a,b,c,d,e) dengan range yang semakin menyempit dengan range yang semakin menyempit
- Volume semakin mengecil sampai dengan ujung range nya - Volume semakin mengecil sampai dengan ujung range nya
- Volume meningkat saat breakout - Volume meningkat saat breakout
- Cara mengukur target bisa dengan metode channeling atau dengan - Cara mengukur target bisa dengan metode channeling atau dengan
Fibonacci Fibonacci
12
CONTOH POLA DESCENDING & ASCENDING TRIANGLE
ASCENDING TRIANGLE
BTCUSDT
DESCENDING TRIANGLE
BTCUSDT
13
PENNANT
- Diawali oleh uptrend - Diawali oleh downtrend
- Durasi waktu yang lebih pendek dari triangle pattern dan biasanya - Durasi waktu yang lebih pendek dari triangle pattern dan biasanya
diawali dengan pola uptrend dengan kenaikan yang cukup banyak diawali dengan pola downtrend dengan penurunan yang cukup
- Volume besar saat membentuk flagpole, kemudian mengecil saat banyak
mulai membentuk base dan kembali meningkat saat breakout - Volume besar saat membentuk flagpole, kemudian mengecil saat
- Cara mengukur target bisa sama dengan panjang flagpole atau mulai membentuk base dan kembali meningkat saat breakout
dengan Fibonacci projection - Cara mengukur target bisa sama dengan panjang flagpole atau
dengan Fibonacci projection
14
CONTOH POLA PENNANT
BULLISH PENNANT
BEARISH PENNANT
15
FLAG
- Diawali oleh uptrend - Diawali oleh downtrend
- Periode waktu cenderung pendek 1-4 minggu - Periode waktu cenderung pendek 1-4 minggu
- Volume meningkat pada saat mengikuti trend kemudian menipis - Volume meningkat pada saat mengikuti trend kemudian menipis
secara drastis Ketika pembentukan pola flag berlangsung secara drastis Ketika pembentukan pola flag berlangsung
- Volume spike pada saat breakout - Volume spike pada saat breakout
- Target price sama dengan tinggi flagpole - Target price sama dengan tinggi flagpole
16
CONTOH POLA FLAG
BULLISH FLAG
BEARISH FLAG
17
WEDGE
- Diawali oleh downtrend - Diawali oleh uptrend
- Pola slope naik tapi melandai - Pola slope turun tapi melandai
- Volume pada saat trend utama meningkat - Volume pada saat trend utama meningkat
- Pembentukan volume yang makin lama makin mengecil saat - Pembentukan volume yang makin lama makin mengecil saat
membentuk wedge menunjukkan bahwa ini hanya rebound membentuk wedge menunjukkan bahwa ini hanya koreksi
sementara sementara
- Volume kembali meningkat saat break out - Volume kembali meningkat saat break out
- Target dapat diukur dengan metode fibonacci or panjang gerakan - Target dapat diukur dengan metode fibonacci or panjang gerakan
rebound pertama koreksi pertama 18
CONTOH POLA WEDGE
RISING WEDGE
FALLING WEDGE
19
CUP & HANDLE
- Diawali oleh uptrend
- Periode waktu pembentukan cup adalah 6 minggu – 8 bulan ( daily
chart )
- Panjang handle idealnya adalah ½ cup dengan periode waktu 1-4
minggu ( daily chart )
- Volume yang mengecil dari awal cup hingga dasar cup dan
meningkat kembali hingga akhir cup dan kembali mengecil saat
pembentukan handle
Volume spike pada saat breakout
- Target ideal adalah dalam cup
20
CONTOH POLA CUP & HANDLE
21