BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Laptop
Laptop atau komputer jinjing adalah komputer bergerak yang berukuran relatif
kecil dan ringan, tergantung pada ukuran, bahan, dan spesifikasi laptop tersebut.
Laptop terkadang disebut juga dengan komputer notebook atau notebook. Sebagai
komputer pribadi, laptop memiliki fungsi yang sama dengan komputer pada
umumnya. Komponen yang terdapat di dalamnya sama persis dengan komponen
pada komputer, hanya saja ukuran diperkecil, dijadikan lebih ringan, lebih tahan
panas, dan lebih hemat daya.
Komputer merupakan perangkat elektronik dengan sistem yang memanipulasi
data dengan cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan dengan maksud
secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan
menghasilkan output berdasarkan suatu langkah-langkah instruksi program (sistem
operasi) yang tersimpan di dalam penyimpannya (stored program) (Sanderes,
1985).
Desain yang semakin ramping, bobot yang semakin ringan dan kemampuan
menghemat daya menjadi bagian terpenting dalam perkembangan laptop
berikutnya. Laptop yang seperti kita lihat saat ini memiliki desain yang semakin
tipis, bobot yang sangat ringan, resolusi layar yang besar serta kemampuan kinerja
yang super canggih ditambah lagi kemampuan hardisk dalam menyimpan data
dalam jumlah besar. Berbagai varian dan merek pun muncul sebagai pilihan dari
para pengguna komputer portable.
20
2.2 Sistem Rekomendasi
Sistem rekomendasi adalah suatu mekanisme yang dapat memberikan suatu
informasi atau rekomendasi sesuai dengan keinginan user. Sistem rekomendasi
membantu pengguna untuk mengidentifikasi produk yang sesuai dengan
kebutuhan, kesenangan, dan keinginan user. Sistem rekomendasi akan
membimbing user untuk menemukan produk yang relevan dan berguna dari
banyaknya produk yang tersedia (Sarwar, 2001).
Ada banyak penelitian mengenai sistem rekomendasi dilakukan. Sistem
rekomendasi mulai diaplikasikan ke berbagai bidang dengan metode yang berbeda
seperti Content Based dan Collaborative Filtering. Sistem rekomendasi yang
menggunakan metode Content Based menggunakan kesamaan produk untuk
ditawarkan kepada penggguna. Namun, metode Content Based memiliki
kelemahan yaitu ketika fitur konten yang tersedia terbatas, maka akurasi
rekomendasi yang dihasilkan cukup rendah (Yuan et al, 2014). Collaborative
Filtering adalah metode yang paling sering digunakan untuk membangun sistem
rekomendasi. Metode ini bergantung pada riwayat pemilihan atau riwayat penilaian
(Su dan Khoshgoftaar, 2009).
2.3 Fuzzy Multi Criteria Decision Making (MCDM)
Fuzzy multi-criteria decision making adalah salah satu metode yang bisa
membantu pengambil keputusan dalam melakukan pengambilan keputusan
terhadap beberapa alternatif keputusan yang harus diambil dengan beberapa kriteria
yang akan menjadi bahan pertimbangan. Metode ini dikembangkan untuk
membantu pengambil keputusan dalam melakukan pengambilan keputusan
21
terhadap beberapa alternatif keputusan untuk mendapatkan suatu keputusan yang
akurat dan optimal. Dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan dari beberapa
alternatif dengan banyak kriteria, serta informasi yang diberikan bersifat kualitatif
(Kusumadewi, 2005).
Kusumadewi (2005) menyatakan metode Fuzzy Multi Criteria Decision
Making (FMCDM) memiliki langkah penting yang yang terdiri dari representasi
masalah, evaluasi himpunan fuzzy pada setiap alternatif keputusan dan melakukan
seleksi terhadap alternatif yang optimal.
Pada bagian representasi masalah, ada tiga aktivitas yang harus dilakukan,
yaitu:
a. Tujuan keputusan dapat direpresentasikan dengan menggunakan bahasa alami
atau nilai numeris sesuai dengan karakteristik dari masalah tersebut. Jika ada
n alternatif keputusan dari suatu masalah, maka alternatif-alternatif tersebut
dapat ditulis sebagai berikut.
A = {Ai | i = 1,2, . . . , n} …(2.1)
b. Identifikasi kumpulan kriteria. Jika ada k kriteria, maka dapat dituliskan
sebagai berikut.
C = {Ct | t = 1,2, . . . , k} …(2.2)
c. Membangun stuktur hirarki dari masalah tersebut berdasarkan pertimbangan
tertentu.
Pada bagian evaluasi himpunan fuzzy, ada tiga aktivitas yang harus dilakukan,
yaitu:
a. Memilih himpunan rating untuk bobot-bobot kriteria dan derajat kecocokan
setiap alternatif dengan kriterianya; Secara umum, himpunan-himpunan rating
22
terdiri atas 3 elemen, yaitu: variabel linguistik (x) yang merepresentasikan
bobot kriteria dan derajat kecocokan setiap alternatif dengan kriterianya. T(x)
yang merepresentasikan rating dari variabel linguistik dan fungsi keanggotaan
yang berhubungan dengan setiap elemen dari T(x). Misal, rating untuk bobot
pada Variabel Penting untuk suatu kriteria didefinisikan sebagai: T(penting) =
{sangat tidak penting, tidak penting, cukup, penting, sangat tidak penting}.
Fungsi keanggotaan untuk setiap elemen direprentasikan dengan
menggunakan bilangan fuzzy segitiga sebagai berikut.
• Sangat Tidak Penting = STP = (0, 0, 0.25)
• Tidak Penting = TP = (0, 0.25, 0.5)
• Cukup = C = (0.25, 0.5, 0.75)
• Penting = P = (0.5, 0.75, 1)
• Sangat Penting = SP = (0.75, 1, 1)
b. Mengevaluasi bobot-bobot kriteria dan derajat kecocokan setiap alternatif
dengan kriterianya.
c. Mengagregasikan bobot-bobot kriteria dan derajat kecocokan setiap alternatif
dengan kriterianya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk
melakukan agregasi terhadap hasil keputusan para pengambil keputusan, yaitu
mean, median, max, min, dan operator campuran. Dari beberapa metode
tersebut, metode mean yang paling banyak digunakan. Operator ⊗ dan ⊕
adalah operator yang digunakan untuk penjumlahan dan perkalian fuzzy.
Dengan menggunakan operator mean, Ft dirumuskan sebagai berikut.
1
𝐹𝑡 = [(𝑆𝑡1 ⊗ 𝑊1 ) ⊕ (𝑆𝑡2 ⊗ 𝑊2 ) … (𝑆𝑡𝑘 ⊗ 𝑊𝑘 )] …(2.3)
𝑘
Dengan ketentuan :
23
Wt = bobot untuk kriteria Ct
Sti = rating fuzzy untuk derajat kecocokan alternatif keputusan Ai dengan
kriteria Ct.
Ft = indeks kecocokan fuzzy dari alternatif Ai yang merepresentasikan derajat
kecocokan alternatif keputusan dengan kriteria keputusan yang diperoleh dari
hasil agregasi Sit dan Wt.
K = banyaknya kriteria
Dengan cara mensubstitusikan Sti dan Wt dengan bilangan fuzzy segitiga, yaitu
Sti = (oti, pti, qti); dan Wt = (at, bt, ct); maka Ft dapat didekati dengan rumus
sebagai berikut.
𝐹𝑖 ≅ (𝑌𝑖 , 𝑄𝑖 , 𝑍𝑖 ) …(2.4)
Dengan ketentuan :
1
𝑌𝑡 = ∑𝑘𝑡=1(𝑜𝑡 , 𝑎𝑖 ) …(2.5)
𝑘
1
𝑄𝑡 = ∑𝑘𝑡=1(𝑝𝑡 , 𝑏𝑖 ) …(2.6)
𝑘
1
𝑍𝑡 = ∑𝑘𝑡=1(𝑞𝑡 , 𝑐𝑖 ) …(2.7)
𝑘
i = 1, 2, 3, ...n.
Pada bagian seleksi alternatif yang optimal, ada dua aktivitas yang harus
dilakukan, yaitu:
a. Memprioritaskan alternatif keputusan berdasarkan hasil agregasi; Prioritas dari
hasil agregasi dibutuhkan dalam rangka proses perangkingan alternatif
keputusan. Karena hasil agregasi ini direpresentasikan dengan menggunakan
bilangan fuzzy segitiga, maka dibutuhkan metode perangkingan untuk bilangan
fuzzy segitiga. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode nilai
24
total integral. Misalkan F adalah bilangan fuzzy segitiga, F = (a, b, c), maka
nilai total integral dapat dirumuskan sebagai berikut.
𝑎 1
∫𝑇 (𝐹) = (𝑎𝑐 + 𝑏 + (1 − 𝑎) 𝑎) …(2.8)
2
b. Memilih alternatif keputusan dengan prioritas tertinggi sebagai alternatif yang
optimal. Semakin besar nilai Fi berarti kecocokan terbesar dari alternatif
keputusan untuk kriteria keputusan, dan nilai inilah yang akan menjadi
tujuannya.
2.4 Weighted Sum Model (WSM)
Weighted Sum Model merupakan pendekatan yang paling umum digunakan,
khususnya dalam masalah dimensi tunggal. Jika ada m alternatif dan n kriteria
maka, alternatif terbaik adalah yang memenuhi rumus berikut.
𝑛
𝐴∗ 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑊𝑆𝑀 = 𝑚𝑎𝑥 ∑ 𝑎𝑖𝑗 𝑤𝑗 , 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑖 = 1, 2 , 3, . . , 𝑚 …(2.9)
𝑗=1
Dengan ketentuan :
A*Skor WSM = skor WSM dari alternatif terbaik.
n = jumlah kriteria keputusan, (lij adalah nilai aktual dari alternatif ke-i ditinjau dari
kriteria ke-j, dan Wj adalah bobot pentingnya kriteria ke-j.
2.5 Metode Fuzzy WSM
Seperti yang telah dikemukakan pada Subbab 2.4, alternatif terbaik adalah
yang memenuhi persamaan (2.9). Nilai performansi dari alternatif ke-i ditinjau dari
kriteria ke-j adalah bilangan segitiga fuzzy yang dilambangkan sebagai: âij = (aijl,
aijm, aijn) yang dijelaskan pada gambar sebagai berikut.
25
1.2
âij
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
aijl aijm aijn
Gambar 2.8 Fuzzy Triangle Membership Function (TRIMF) (Triantaphyllou,
2000).
26