Kekuatan Magnet dan Bahan Listrik
Kekuatan Magnet dan Bahan Listrik
DISUSUN OLEH:
AHMAD ARBI BAEHAQI
132021094
A
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah material listrik tentang konduktor Adapun makalah material listrik ini tentang
[Link] saya usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan
berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu
saya tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu saya dalam pembuatan makalah ini.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
[Link] saya memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan. saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas
ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk
itu,saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 ISOLATOR
2.2 KONDUKTOR
2.3 SEMI KONDUKTOR
2.4 SUPER KONDUKTOR
2.5 ATOM
2.6 BAHAN MAGNETIK
2.7 ENERGI ALTERNATIF
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Bahan listrik dalam sistem tanaga listrik merupakan salah satu elemen
penting yang akan menentukan kualitas penyaluran energi listrik itu sendiri . Bahan
listrik yang sangat populer selama ini meliputi konduktor, semikonduktor, dan
isolator . Satu lagi yang dikenal dengan super konduktor , namun masih dalam
penelitian intensif para ahli . Ketiga bahan tadi secar integratif dalam sistem
kelistrikan dimanfaatkan secara optimal. Seperti konduktor adalah salah satu
material paling besar yang dipakai dalam penyaluran tenaga listrik baik alumunium
maupun tembaga atau campuran dengan bahan lain.
Fungsi penghantar pada teknik listrik adalah untuk menyalurkan energi listrik
dari satu ke titik lain. Penghantar yang lazim digunakan antara lain : aluminium,
tembaga. Namun demikian, pada bab ini disampaikan pula beberapa bahan yang
masih ada relevansinya. Sifat dan karakteristik bahan penghantar yang dibahas
lebih bersifat umum tidak mengarah lebih spesifik pada ilmu bahan. Hal ini
disesuaikan dengan aplikasi dilapangan yang lebih mengarah pada pada kenaikan
temperatur dan sifat jenis bahan tersebut. Sebagian penghantar dibawah ini yang
akan dibahas :
a. Aluminium
b. Tembaga
c. Baja
d. Wolfram
Suatu bahan dapat berbentuk padat , cair atau gas. Wujud bahan tertentu
juga bisa berubah karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan besdasarkan
wujud tersebut dalam teknik listik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan sebagai
berikut :
1. Bahan penghantar ( Kondukor )
2. Bahan penyekat ( Isolator )
3. Bahan setengah penghantar ( Semi konduktor )
4. Bahan magnetis
5. Bahan Super konduktor
6. Bahan nuklir
7. Bahan khusus ( bahan untuk pembuat kontak-kontak , untuk sekering, dsb )
BAB II
PEMBAHASAAN
2.1 ISOLATOR
Isolator adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan
listrik. Dalam bahan isolator valensi elektronnya terikat kuat pada atom-atomnya.
Bahan ini dipergunakan dalam alat-alat elektronika sebagai isolator, atau
penghambat mengalirnya arus listrik. Isolator adalah material yang tidak dapat
mengantarkan panas atau arus listrik. Secara umum, logam adalah konduktor dan
nonlogam adalah isolator.
[Link] ISOLATOR
Isolator adalah sebuah bahan atau zat yang tidak dapat menghantarkan panas
dan juga listrik. Benda yang memiliki sifat sebagai isolator tentu akan sangat sulit
untuk menghambat aliran panas pada konduktor. Selain itu, isolator juga dapat
memisahkan konduktor tanpa mengeluarkan aliran listrik.
[Link] ISOLATOR
Isolator juga biasa dikenal dengan sebutan sebagai penghambat aliran listrik.
Selain itu, bahan isolator juga bisa dimanfaatkan untuk memisahkan konduktor
tanpa harus mengeluarkan arus listrik dan juga dapat dijadikan
sebagai penopang beban.
C. CONTOH BAHAN ISOLATOR
Bahan isolator yang pertama adalah kaca. Dalam hal ini, bahan isolator
digunakan untuk merubah kaca menjadi fiberglass. Fiberglass atau serat kaca
terbuat dari serat kaca halus.
Bahan ini biasa ditemukan dalam bentuk lembaran tipis dengan tebal 0,005 mm -
0,01 mm seperti kain. Sifatnya yang tahan korosi dan kuat, membuat bahan kaca
digunakan untuk kapal dan badan mobil.
D. MANFAAT ISOLATOR
Manfaat isolator adalah untuk menghambat listrik atau panas karena sifat
isolator adalah tidak dapat menghantarkan listrik atau kalor, benda-benda isolator
sendiri adalah benda non logam seperti kayu,kain,kertas,plastik dan lain sebagainya
dimana isolator ditempatkan untuk menghambat panas atau listrik.
2.2 Konduktor
Bahan konduktor merupakan penghantar listrik yang baik. Penghantar dalam
teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat
padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor.
Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya
logam bersifat konduktif. Emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi berturut-turut
memiliki tahanan jenis semakin besar. Jadi sebagai penghantar emas adalah sangat
baik, tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga dan
alumunium paling banyak [Link] ini mempunyai daya hantar listrik
(Electrical Conductivity) yang besar dan tahanan listrik (Electrical Resistance) kecil.
Bahan penghantar listrik berfungsi untuk mengalirkan arus listrik. Perhatikan fungsi
kabel, kumparan/lilitan pada alat listrik yang anda jumpai. Juga pada saluran
transmisi/distribusi. Dalam teknik listrik, bahan penghantar yang sering dijumpai
adalah tembaga dan alumunium.
B. Karakteristik konduktor
Ada 2 (dua) jenis karakteristik konduktor , yaitu :
1. Karakteristik mekanik, yang menunjukkan keadaan fisik dari konduktor yang
menyatakan kekuatan tarik dari pada konduktor (dari SPLN 41-8:1981, untuk
2. konduktor 70 mm berselubung AAAC-S pada suhu sekitar 30 C, maka
kemampuan maksimal dari konduktor untuk menghantar arus adalah 275 A).
2. Karakteristik listrik, yang menunjukkan kemampuan dari konduktor terhadap arus
listrik yang melewatinya (dari SPLN 41-10 : 1991, untuk konduktor 70 mm2
berselubung AAAC-S pada suhu sekitar 30o C, maka kemampuan maksimum
dari konduktor untuk menghantar arus adalah 275 A).
Konduktivitas listrikØ
Sifat daya hantar listrik material dinyatakan dengan konduktivitas, yaitu
kebalikan dari resistivitas atau tahanan jenis penghantar, dimana tahanan jenis
penghantar tersebut didefinisikan sebagai:
R.A
? = ———-
l
dimana;
A : luas penampang (m2)
l : Panjang penghantar (m) 1
? : tahanan jenis penghantar (ohm.m) a = -------
R : tahanan penghantar (ohm) ?
? : konduktivitas
Menyatakan kemudahan – kemudahan suatu material untuk meneruskan arus
listrik. Satuan konduktivitas adalah (ohm meter). Konduktivitas merupakan sifat
listrik yang diperlukan dalam berbagai pemakaian sebagai penghantar tenaga
listrik dan mempunyai rentang harga yang sangat luas. Logam atau material
yang merupakan penghantar listrik yang baik, memiliki konduktivitas listrik
dengan orde 107 ([Link]) -1 dan sebaliknya material isolator memiliki
konduktivitas yang sangat rendah, yaitu antara 10-10 sampai dengan 10-20
(ohm.m)-1. Diantara kedua sifat ekstrim tersebut, ada material semi konduktor
yang konduktivitasnya berkisar antara 10-6 sampai dengan 10-4 (ohm.m)-1.
Berbeda pada kabel tegangan rendah, pada kabel tegangan menengah untuk
pemenuhan fungsi penghantar dan pengaman terhadap penggunaan, ketiga
jenis atau sifat konduktivitas tersebut diatas digunakan semuanya.
——————————————————————————————
Logam Konduktivitas listrik ohm meter
Perak ( Ag ) ………………………. 6,8 x 107
Tembaga ( Cu ) …………………... 6,0 x 107
Emas ( Au ) …………………….. .. 4,3 x 107
Alumunium ( Ac ) ………………. . 3,8 x 107
Kuningan ( 70% Cu – 30% Zn )… ..1,6 x 107
Besi ( Fe ) ………………………… 1,0 x 107
Baja karbon ( Ffe – C ) …………. ...0,6 x 107
Baja tahan karat ( Ffe – Cr ) …… …0,2 x 107
Konduktivitas logam penghantar sangat dipengaruhi oleh unsur – unsur
pemadu, impurity atau ketidaksempurnaan dalam kristal logam, yang ketiganya
banyak berperan dalam proses pembuatan pembuatan penghantar itu sendiri.
Unsur – unsur pemandu selain mempengaruhi konduktivitas listrik, akan
mempengaruhi sifat – sifat mekanika dan fisika lainnya. Logam murni memiliki
konduktivitas listrik yang lebih baik dari pada yang lebih rendah kemurniannya.
Akan tetapi kekuatan mekanis logam murni adalah rendah.
Penghantar tenaga listrik, selain mensyaratkan konduktivitas yang tinggi juga
membutuhkan sifat mekanis dan fisika tertentu yang disesuaikan dengan
penggunaan penghantar itu sendiri.
Selain masalah teknis, penggunaan logam sebagai penghantar ternyata juga
sangat ditentukan oleh nilai ekonomis logam tersebut dimasyarakat. Sehingga
suatu kompromi antara nilai teknis dan ekonomi logam yang akan digunakan
mutlak diperhatikan. Nilai kompromi termurahlah yang akan menentukan logam
mana yang akan digunakan. Pada saat ini, logam Tembaga dan Aluminium
adalah logam yang terpilih diantara jenis logam penghantar lainnya yang
memenuhi nilai kompromi teknis ekonomis termurah.
Dari jenis–jenis logam penghantar pada tabel 1. diatas, tembaga merupakan
penghantar yang paling lama digunakan dalam bidang kelistrikan. Pada tahun
1913, oleh International Electrochemical Comission (IEC) ditetapkan suatu
standar yang menunjukkan daya hantar kawat tembaga yang kemudian dikenal
sebagai International Annealed Copper Standard (IACS). Standar tersebut
menyebutkan bahwa untuk kawat tembaga yang telah dilunakkan dengan
proses anil (annealing), mempunyai panjang 1m dan luas penampang 1mm2,
serta mempunyai tahanan listrik (resistance) tidak lebih dari 0.017241 ohm
pada suhu 20oC, dinyatakan mempunyai konduktivitas listrik 100% IACS.
Akan tetapi dengan kemajuan teknologi proses pembuatan tembaga yang
dicapai dewasa ini, dimana tingkat kemurnian tembaga pada kawat penghantar
jauh lebih tinggi jika dibandingkan pada tahun 1913, maka konduktivitas listrik
kawat tembaga sekarang ini bisa mencapai diatas 100% IACS.
Untuk kawat Aluminium, konduktivitas listriknya biasa dibandingkan terhadap
standar kawat tembaga. Menurut standar ASTM B 609 untuk kawat aluminium
dari jenis EC grade atau seri AA 1350(*), konduktivitas listriknya berkisar antara
61.0 – 61.8% IACS, tergantung pada kondisi kekerasan atau temper.
Sedangkan untuk kawat penghantar dari paduan aluminium seri AA 6201,
menurut standar ASTM B 3988 persaratan konduktivitas listriknya tidak boleh
kurang dari 52.5% IACS. Kawat penghantar 6201 ini biasanya digunakan untuk
bahan kabel dari jenis All Aluminium Alloy Conductor (AAAC).
Disamping persyaratan sifat listrik seperti konduktivitas listrik diatas, kriteria
mutu lainnya yang juga harus dipenuhi meliputi seluruh atau sebagian dari sifat
– sifat atau kondisi berikut ini, yaitu:
a. komposisi kimia.
b. sifat tarik seperti kekuatan tarik (tensile strength) dan regangan tarik
(elongation).
c. sifat bending. d. diameter dan variasi yang diijinkan.
e. kondisi permukaan kawat harus bebas dari cacat, dan lain-lain.
Kawat penghantar 6201 ini biasanya digunakan untuk bahan kabel dari jenis All
Aluminium Alloy Conductor (AAAC).
Disamping persyaratan sifat listrik seperti konduktivitas listrik diatas, kriteria mutu
lainnya yang juga harus dipenuhi meliputi seluruh atau sebagian dari sifat – sifat
atau kondisi berikut ini, yaitu:
[Link] kimia.
[Link] tarik seperti kekuatan tarik (tensile strength) dan regangan tarik (elongation).
c. sifat bending
d. diameter dan variasi yang diijinkan.
e. kondisi permukaan kawat harus bebas dari cacat, dan lain-lain.
2.3 SEMI KONDUKTOR
A. PENGERTIAN SEMIKONDUKTOR
sejumlah komponen elektronik yang menggunakan sifat-sifat materi semikonduktor,
yaitu silikon, germanium, dan gallium arsenida. Alat-alat semikonduktor zaman
sekarang telah menggantikan alat thermionik (seperti tabung hampa).
B. SIFAT SEMIKONDUKTOR
Berdasarkan jenis dopingnya, bahan semikonduktor terbagi menjadi dua tipe yaitu
tipe P dan tipe N.[3] Suatu semikonduktor bersifat sebagai isolator listrik jika tidak
diberi arus listrik dengan cara dan nilai besaran arus listrik tertentu. Namun pada
temperatur, arus listirk, tata cara dan persyaratan kerja tertentu, semikonduktor
berfungsi sebagai konduktor, misal sebagai penguat arus, penguat tegangan dan
penguat daya. Untuk menggunakan suatu semikonduktor supaya bisa berfungsi
harus tahu spesifikasi dan karakter semikonduktor itu, jika tidak memenuhi syarat
operasinya maka akan tidak berfungsi dan rusak. Semikonduktor sangat berguna
dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan
menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor elektron).
C. CONTOH SEMI KONDUKTOR
Contoh semikonduktor adalah Germanium dengan resistivitas 4,6 x 10^-1 dan
konduktivitas 2,7. Kemudian silikon dengan resistivitas 6,4 x10^2 dan konduktivitas
1,56 x 10^3. Contoh lain semikonduktor adalah Kadmium sulfida, Galium fosfida,
Gallium arsenida, Timbal sulfida, dan Silikon karbida.
D. PERBEDAAN SEMIKONDUKTOR TIPE P DAN TIPE N
2.4 SUPERKONDUKTOR
A. PENGERTIAN SUPERKONDUKTOR
Superkonduktor adalah sebuah fenomena yang terjadi dalam beberapa material
pada suhu rendah, dicirikan dengan ketiadaan hambatan listrik dan "dampin" dari
medan magnetik interior. Superkonduktivitas atau keteradihantaran adalah sebuah
fenomena mekanika-kuantum yang berbeda dari konduktivitas sempurna.
[Link] SUPERKONDUKTOR
Contoh bahan yang termasuk superkonduktor diantaranya, Raksa Hg, Timbal Pb,
Niobium-3-timah,Niobium germanium , Lanthanum barium Tembaga oksida Yttrium
barium tembagaoksida (1-2-3 atau YBCO), Thalium barium kalsium Tembaga
oksida, dan lain-lain.
[Link]
Superkonduktor dikenal manfaatnya untuk MRI, pencitraan resonansi magnetik.
Kumparan magnet superkonduktif mampu menghasilan medan magnetik kuat, yang
tidak akan bisa dicapai dengan material konvensional. Hasil pindaian MRI
memberikan citra sesungguhnya dari jaringan tubuh yang tidak akan bisa
diperoleh dari sinar X.
D. SIFAT UNIK SUPERKONDUKTOR
[Link] resistansi listrik nol pada temperatur di bawah temperatur kritik. Artinya
superkonduktor mampu menghantarkan listrik tanpa hambatan, tanpa pengurangan
energi saat di bawah temperatur kritik. Jika diibaratkan arus listrik yang mengalir
seperti di jalan tol yang tidak mengalami kemacetan.
[Link] tidak adanya hambatan tadi, maka tingkat efisiensi hantaran listriknya
tinggi. Jika diibaratkan lagi seperti naik pesawat terbang yang lebih efisien
dibandingkan naik kapal laut atau kereta api.
[Link] Meissner, yang bisa melayangkan magnet akan teramati.
[Link] medan magnetik eksternal secara sempurna. Berdasarkan sifat
kemagnetannya, superkonduktor termasuk benda diamagnetik.
2.5 ATOM
A. PENGERTIAN ATOM
Konsep tentang atom pertama sekali dicetuskan oleh Demokritus, menurut
Demokritus semua dapat dipecahkan menjadi partikel terkecil, dimana partikel-
partikel tidak bisa lagi dibagi lebih lanjut disebut atom. Atom berasal dari kata
atomos, (a:tidak, tomos: memotong), tidak dapat dipotong atau tidak dapat dibagi
(Petrucci,1996).
B. SEJARAH PERKEMBANGAN ATOM
Pengetahuan tentang atom terus menerus dikembangkan oleh para
ilmuan, sehingga sekarang sudah diketahui bagian dan peranannya masing-
masing. Ilmuan-ilmuan yang sangat berjasa dalam bidang ini adalah:
a. John Dalton (1760-1844)
Jhon Dalton adalah seorang fisikawan Inggris, yang pada awal abad
ke-19 mengemukakan gagasannya tentang atom. Menurutnya atom-atom itu
merupakan partikelpartikel yang tidak dapat dibagi lagi. Atom suatu unsur
sama segala sifatnya, sedangkan atom dari unsur yang berbada maka
berlainan dalam massa dan sifatnya. Setiap atom dapat membentuk molekul
dan senyawa. Selanjutnya beliau juga menegaskan bahwa suatu reaksi kimia
hanya melibatkan penata ulang atom-atom, sehingga tidak ada atom yang
berubah akibat reaksi kimia.( Kartini, 2000)
c. Rutherford (1872-1937)
Rutherford adalah seorang ilmuan fisika yang berkecimpung dalam
masalah atom, ia telah berhasil menemukan bukti bahwa dalam atom
terdapat inti atom yang bermuatan positif yang berukuran jauh lebih kecil dari
ukuran atom, tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa
intinya. Berdasarkan temuannya tersebut, Rutherford menyusun modelatom
dan memperbaiki model atom Thomson. Model atom Rutherford
mengambarkan atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan berada pada
pusat atom, serta elektron bergerak melintasi inti separti halnya planet-planet
mengitari matahari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Meskipun demikian model atom Rutherford mempunyai kelemahan,
diantaranya tidak mampu untuk menerangkan mengapa elektron tidak jauh ke inti
atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. Berdasarkan satu azas
fisika klasik, elektron sebagai partikel bermuatan bila mengitari inti yang muatannya
berlawanan, lintasannya akan berbentuk spiral sehingga akhirnya jauh keinti.
(Unggul, 2007) Berdasarkan uraian di atas maka jelas terlihat beberapa kelemahan
dari teori Rutherford tersebut, diantaranya:
d. Niels Bohr
Kegagalan model atom Rutherford adalah ketidakmampuannya
menerangkan mengapa elektron dapat berputar disekeliling inti tanpa ditarik
oleh inti sehingga bergabung. Baru pada tahun 1913 Niels Bohr menyusun
teori berdasarkan atom Rutherford dan teori kuantum, yaitu:
1) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan disekitarnya
beredar elektronelektron yang bermuatan negatif.
2) Dalam atom, elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit
tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner
yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama atau
bilangan kuantum atau kulit (n).
3) Sepanjang elektron berada dalam lintasan stasioner energi akan
konstan, sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
4) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang
lebih rendah ke yang lebih tinggi jika menyerap energi. Dan
sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang
tinggi ke yang rendah terjadi pembebasan energi.(Michel, 1999).
Elektron-elektron tersebut bergerak mengelilingi inti yang terbagi
atas beberapa kulit.
Nomor kulit dan nama kulit dari suatu atom sering disebut dengan bilangan
kuantum, tiap-tiap kulit dibagi dalam sub kulit seperti yang terlihat pada tabel di atas.
Masing-masing kulit dapat mempunyai elektron maksimum sebesar 2n2 , dimana n
adalah bilangan kuantum, tetapi harus didasari pada azas Pauli. Azas Pauli
mengatakan bahwa tidak mungkin ada dua elektron yang memiliki lintasan-lintasan
dengan bilangan-bilangan kuantum yang tetap sama. Banyaknya elektron yang
diperkenankan dari masing-masing sub adalah: untuk s = 2 elektron, p=6 elektron,
untuk d=10 elektron dan f=14 elektron. Namun walaupun demikian teori Niels Bohr
juga masih memiliki banyak kelemahan, yaitu: Bohr hanya dapat menerangkan
spectrum dari atom yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan
spectrum atom berelektron banyak. Selain itu dia tidak mampu pula menerangkan
atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.
[Link]-JENIS MAGNET
Bagian-Bagian Magnet
a. Kutub Magnet
Bagian magnet yang mempunyai gaya tarik terbesar disebut kutub
magnet. Magnet selalu mempunyai dua kutub. Hal ini dapat diketahui bila
sebuah magnet batang dicelupkan ke dalam serbuk besi. Di bagian
tengah (daerah 7 netral) tidak ada serbuk besi yang melekat, sedangkan
bagian ke ujung makin banyak serbuk besi yang melekat pada magnet.
Bagian yang banyak dilekati serbuk besi merupakan kutub magnet. Hal
ini menandakan, gaya magnet yang paling besar berada di ujun-ujung
magnet. Kutub utara dan kutub selatan magnet setiap magnet, apapun
bentuknya selalu mempunyai kutub utara dan selatan. Dengan mengamati
magnet jarum yang berputar pada porosnya, misalnya kompas. Dalam
keadaan diam, salah satu ujung magnet akan menunjukan ke arah utara,
sedangkan ujung yang lainya menunjuk ke arah selatan.
b. Sumbu Magnet
Sumbu magnet yaitu garis yang menghubungkan antara kedua kutub
magnet.
c. Magnet Elementer
Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri dari magnet-magnet kecil
yang disebut magnet elementer. Magnet elementer adalah magnet yang
paling kecil yang berupa atom. Suatu benda akan bersifat magnet jika
magnet-magnet elementernya mempunyai arah yang cenderung sama/
beraturan dan benda yang tidak mempunyai sifat magnet jika magnet-
magnet elementernya mempunyai arah acak (sembarang).
Pada sebuah magnet, magnet-magnet elementernya tersusun rapi
dan menunjuk arah yang sama, sehingga menimbulkan kutub-kutub
magnet. Antar magnet elementer tersebut terdapat gaya tolak-menolak
dan gaya tarik-menarik. Akan tetapi, di bagian ujung magnet hanya
terdapat gaya tolak-menolak. Itulah sebabnya pada ujung-ujung magnet
terdapat gaya magnet paling kuat sedangkan bagian tengahnya lemah.
Pada benda bukan magnet, magnet-magnet elementernya tersusun
dengan arah yang berlainan atau arah yang acak sehingga tidak
menimbulkan kutub magnet.
[Link] UTAMA
1. Ramah Lingkungan
Apa yang dimaksud sumber energi alternatif seperti energi surya, angin, air, dan
biomassa memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah daripada sumber energi
fosil. Mereka menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih sedikit dan mengurangi
polusi udara serta pencemaran air.
2. Terbarukan
Sumber energi alternatif berasal dari sumber daya alam yang terbarukan, seperti
sinar matahari, angin, dan aliran air. Sumber ectora dapat diperbaharui secara alami
dan tidak terbatas, sehingga tidak akan habis seperti sumber energi fosil yang
terbatas.
3. Kemandirian Energi
Beberapa jenis sumber energi alternatif, seperti panel surya dan turbin angin, dapat
dipasang di skala kecil hingga besar di tempat yang terdekat dengan konsumen. Ini
memungkinkan penyediaan energi yang lebih desentralisasi, mengurangi kerugian
transmisi jarak jauh dan kerentanan pada gangguan ector pusat.
5. Inovasi Teknologi
Pengembangan sumber energi alternatif mendorong inovasi teknologi dan
menciptakan lapangan kerja baru dalam ector energi terbarukan. Perkembangan
teknologi ini juga dapat mengurangi biaya produksi energi alternatif seiring waktu.
6. Stabilitas Harga
7. Dampak Sosial
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang kita dapat dari makalah ini kita dapat banayak belajar
tentang pemahamaan dalam [Link] ini berdampak pada kemampuan kita
dalam mengembangkan inovasi teknologi, menganalisis dan memperbaiki masalah
dalam rangkaian, serta menciptakan solusi yang aman dan andal. Selain itu,
pemahaman elektronika memberikan landasan yang kuat untuk karir di bidang
teknologi elektronik dan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi dan
belajar seumur hidup.