0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan13 halaman

Teori dan Indikator Asam Basa

Materi ajar tentang AsamBasa

Diunggah oleh

zzujournal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan13 halaman

Teori dan Indikator Asam Basa

Materi ajar tentang AsamBasa

Diunggah oleh

zzujournal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

ASAM BASA

NAMA :……………………………………
KELAS :……………………………………

SMAN 1 BATU
A. TEORI ASAM BASA
Senyawa asam dan basa sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Berbagai
kebutuhan kalian mulai dari makanan, minuman, obat-obatan serta keperluan
kebersihan semuanya dapat tergolong dalam senyawa asam atau basa. Kalian
mungkin dengan gampang bisa menentukan sifat larutan dari rasa. Secara umum
yang berasa masam tergolong senyawa asam dan yang getir adalah tergolong
senyawa basa. Tetapi tidak semua senyawa kita bisa mencicipi karena sifatnya
yang berbahaya. Berikut ini akan dibahas konsep asam basa menurut beberapa
ahli.
1. Teori Asam Basa Arrhenius
Menurut Arrhenius asam adalah zat yang jika dimasukkan dalam air zat tersebut
dapat menghasilkan ion hydronium (H+). Senyawa asam pada umumnya merupakan
senyawa kovalen polar yang terlarut dalam air. Jika HaX adalah asam, maka
reaksi ionisasi senyawa HaX dalam air adalah sebagai berikut:
HaX (aq) → aH+ (aq) + Xa- (aq)
Keterangan: a : valensi asam atau jumlah ion H+ yang dihasilkan jika 1 molekul
senyawa asam mengalami reaksi ionisasi.
Berikut adalah contoh senyawa yang termasuk asam dan reaksi ionisasinya dalam
air
Tabel 1.1. Beberapa contoh asam dan reaksi ionisasinya

Menurut Arrhenius basa adalah zat yang jika dimasukkan dalam air zat tersebut
dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-). Jika L(OH)b adalah basa, maka reaksi
ionisasi senyawa L(OH)b dalam air adalah sebagai berikut:

L(OH)b (aq) →Lb+ (aq) + bOH- (aq)

Senyawa NH3 merupakan senyawa kovalen polar tetapi bersifat basa karena dalam
air dapat menghasilkan ion hidroksida.
Tabel 1.2. Beberapa contoh basa dan reaksi ionisasinya

2. Teori Asam Basa Bronsted-Lowry


Teori asam basa Arrhenius tidak bisa menjelaskan sifat asam basa pada larutan yang
tidak mengandung air. Kelemahan ini diatasi menggunakan teori asam basa Bronsted-
Lowry. Teori ini bisa menjelaskan sifat asam basa larutan dengan jenis pelarut yang
bermacam-macam. Bronsted-lowry menjelaskan basa adalah spesi (ion atau molekul)
yang dapat memberikan ion H+ (donor proton), sedangkan basa adalah spsesi yang
dapat menerima ion H+(akseptor proton).
Asam = donor H+
Basa = akseptor H+
Berikut adalah contoh teori ini dalam menjelaskan sifat asam dan basa suatu larutan.

Dari peristiwa transfer proton tersebut maka masing-masing larutan dapat dijelaskan
sifat asam dan basanya sebagai berikut:

HCl bersifat asam karena memberikan ion H+ pada molekul H2O, kemudian H2O
bersifat basa karena menerima ion H+ dari HCl. Cl- adalah basa konjugasi dari HCl,
berikut reaksi penjelasannya:

H3O+ adalah asam konjugasi dari H2O, berikut reaksi penjelasannya:

Asam dan basa konjugasi atau basa dan asam konjugasi disebut sebagai pasangan
asam basa konjugasi. Garis hubung berikut menunjukkan pasangan asam basa
konjugasi
3. Teori Asam Basa Lewis
Dalam kesempatan lain, G. N. Lewis mengemukakan teori asam basa yang lebih luas
dibanding kedua teori sebelumnya dengan menekankan pada pasangan elektron yang
berkaitan dengan struktur dan ikatan. Menurut definisi asam basa Lewis, asam adalah
akseptor pasangan elektron, sedangkan basa adalah donor pasangan elektron.
Asam = akseptor pasangan electron
Basa = donor pasangan elektron

Sebagai contoh, reaksi antara BF3 dan NH3 merupakan reaksi asam–basa, BF3 sebagai
asam Lewis dan NH3 sebagai basa Lewis. NH3 memberikan pasangan elektron kepada
BF3 sehingga membentuk ikatan kovalen koordinasi antara keduanya

Kelebihan definisi asam basa Lewis adalah dapat menjelaskan reaksi-reaksi asam–
basa lain dalam fase padat, gas, dan medium pelarut selain air yang tidak melibatkan
transfer proton.

SOAL LATIHAN:
1. Tuliskan contoh 3 senyawa asam dan 3 senyawa basa menurut teori Arrhenius!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

2. Lengkapi reaksi ionisasi berikut


a. CH3COOH(aq)
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
b. H2CO3(aq)
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
c. HNO3(aq)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
d. NH4OH(aq)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
e. Ca(OH)2(aq)
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3. Diberikan 5 reaksi asam basa menurut Bronsted-Lowry sebagai berikut


Tunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya!

4. Berdasarkan reaksi–reaksi berikut, tunjukkan bahwa HSO4– merupakan zat amfoter


(dapat bersifat asam maupun basa)

5. Perhatikan reaksi berikut.


RNH₂ +H₂O — RNH₃⁺ + OH⁻
Berdasarkan reaksi tersebut, H₂O bersifat sebagai.........

6. Manakah spesi berikut yang bersifat amfiprotik (bersifat sebagai asam dan sebagai
basa) menurut teori Bronsted-Lowry?Beri penjelasan!
H₂PO₄- dan NH₄+
………………………………………………………………………………………………………………………………………..
7. Tulislah rumus asam konjugasi dan basa konjugasi dari HSO₄- !
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
8. Jelaskan sifat asam basa dan tentukan pasangan asam basa konyugasinya
a. CH3COOH
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
b. NaOH
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
9. Gunakan teori Lewis untuk menunjukkan bahwa reaksi di bawah ini adalah reaksi
asam basa
a. CO2 (g) + H2O(l)↔ H2CO3(aq)
……………………………………………………………………………………………………………………………………………..
b. BF3 + F- → BF4-
……………………………………………………………………………………………………………………………………………..
c. NH2- + H+ → NH3
……………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Referensi lain
- [Link]
- [Link]
B. INDIKATOR ASAM BASA
Indikator asam basa merupakan zat yang dapat menunjukkan sifat asam, basa, dan
netral pada suatu larutan. Perubahan warna indikator ini didasarkan pada perubahan
struktur molekulnya yang dipengaruhi oleh konsentrasi ion H+ dalam larutan.
1. Fungsi Indikator Asam Basa
Indikator asam basa memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
a. Menentukan sifat asam, basa, atau netral suatu larutan. Indikator akan berubah
warna pada larutan asam, basa, dan netral dengan cara yang berbeda.
b. Membandingkan konsentrasi asam atau basa dalam dua larutan. Warna indikator yang
lebih tua menunjukkan konsentrasi asam atau basa yang lebih tinggi.
c. Menentukan titik akhir titrasi. Indikator akan mengalami perubahan warna yang
berbeda pada titik akhir titrasi asam basa.
2. Jenis Indikator Asam Basa
Indikator asam basa dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
a. Bentuk:
o Indikator universal: Indikator ini terdiri dari campuran beberapa indikator
yang dapat menunjukkan perubahan warna pada berbagai rentang pH.
o Indikator kertas: Indikator kertas ini diuji dengan mencelupkannya ke dalam
larutan.
o Indikator larutan: Indikator ini dilarutkan dalam air dan ditambahkan ke
dalam larutan yang akan diuji.

b. Rentang pH:
o Indikator metil merah (MM): Berubah warna dari merah ke kuning pada
rentang pH 4.5 - 6.3.
o Indikator lakmus: Berubah warna dari merah ke biru pada rentang pH 5.0 -
8.0.
o Indikator fenolftalein (PP): Berubah warna dari tidak berwarna ke merah
muda pada rentang pH 8.0 - 10.0.
c. Jenis indikator asam basa
 Indikator Alami: Diperoleh dari sumber alam seperti tumbuhan atau buah-
buahan.
o Contoh: Lakmus (merah dan biru), kubis ungu (ungu dan kuning), bunga
sepatu (merah dan hijau), kunyit (kuning dan merah muda).
 Indikator Buatan: Disintesis secara kimia untuk tujuan penggunaan spesifik dalam
analisis.
o Contoh: Fenolftalein (tidak berwarna dan merah muda), metil oranye
(merah dan kuning), bromtimol biru (kuning dan biru).
3. Trayek Perubahan Warna Indikator Asam Basa
Trayek indikator asam basa adalah rentang pH di mana indikator mengalami perubahan
warna. Beberapa contoh trayek indikator antara lain:
 Fenolftalein: pH 8-10, dari tidak berwarna menjadi merah muda.
 Metil oranye: pH 3-4, dari merah menjadi kuning.
 Bromtimol biru: pH 6-8, dari kuning menjadi biru.
4. Cara Menentukan pH Larutan dengan Indikator
1. Pilihlah indikator yang sesuai dengan rentang pH larutan yang akan diuji.
2. Siapkan larutan indikator dan larutan yang akan diuji.
3. Celupkan kertas indikator atau tambahkan larutan indikator ke dalam larutan
yang akan diuji.
4. Amati perubahan warna indikator.
5. Bandingkan warna indikator dengan trayek perubahan warna indikator untuk
menentukan pH larutan.

SOAL LATIHAN:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indikator asam basa!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Apa fungsi utama indikator asam basa dalam kimia?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
3. Sebutkan contoh masing-masing indikator alami dan indikator buatan!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
4. Apa yang dimaksud dengan trayek indikator asam basa?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. Berdasarkan trayek perubahan warna, jelaskan bagaimana cara menentukan pH
larutan dengan menggunakan indikator!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
6. Suatu larutan berwarna biru jika ditetesi bromtimol biru (6,0-7,6) dan tidak
berwarna dengan fenolftalein (8.3-10). Berapakah pH larutan tersebut?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
C. KEKUATAN ASAM BASA

1. Pengertian Asam dan Basa


- Asam: Senyawa yang dapat melepaskan ion H+ (proton) dalam larutan air.
- Basa: Senyawa yang dapat melepaskan ion OH- (hidroksida) dalam larutan air.

2. Klasifikasi asam dan basa berdasarkan Kekuatannya


- Asam Kuat: Asam yang melepaskan semua ion H+ dalam air dan menghasilkan
larutan yang sangat asam. Contoh: HCl, HNO3, H2SO4.

Contoh: HCl (aq)  H+(aq) + Cl-(aq)

- Asam Lemah: Asam yang sulit melepaskan ion H+ dalam air dan menghasilkan
larutan yang kurang asam. Contoh: CH3COOH, H2CO3, H3PO4.

Contoh: CH3COOH(aq) ↔ CH3COO-(aq) + H+(aq)

- Basa Kuat: Basa yang mudah melepaskan ion OH- dalam air dan menghasilkan
larutan yang sangat basa. Contoh: NaOH, KOH, Ba(OH)2.
Contoh: NaOH(aq)  Na+(aq) + OH-(aq)

- Basa Lemah: Basa yang sulit melepaskan ion OH- dalam air dan menghasilkan
larutan yang kurang basa. Contoh: NH3, Mg(OH)2, Ca(OH)2.

Contoh: Mg(OH)2(aq) ↔ Mg2+(aq) + 2OH-(aq)

3. Sifat-sifat Asam Kuat dan Asam Lemah


Asam Kuat:
- Memiliki konsentrasi ion H+ yang tinggi.
- Memiliki pH rendah (di bawah 3).
- Bereaksi hebat dengan logam, menghasilkan garam dan gas hidrogen.
- Mampu melarutkan protein dan lemak.
- Memiliki sifat korosif.
Asam Lemah:
- Memiliki konsentrasi ion H+ yang rendah.
- Memiliki pH tinggi (di atas 3).
- Bereaksi lambat dengan logam.
- Tidak mampu melarutkan protein dan lemak.
- Memiliki sifat korosif yang lebih lemah.

4. Sifat-sifat Basa Kuat dan Basa Lemah


Basa Kuat:
- Memiliki konsentrasi ion OH- yang tinggi.
- Memiliki pH tinggi (di atas 11).
- Bereaksi hebat dengan asam, menghasilkan garam dan air.
- Mampu melarutkan protein dan lemak.
- Memiliki sifat korosif.
Basa Lemah:
- Memiliki konsentrasi ion OH- yang rendah.
- Memiliki pH rendah (di bawah 11).
- Bereaksi lambat dengan asam.
- Tidak mampu melarutkan protein dan lemak.
- Memiliki sifat korosif yang lebih lemah.

5. Penerapan Asam Kuat, Asam Lemah, Basa Kuat, dan Basa Lemah
- Asam kuat: Digunakan dalam berbagai industri, seperti industri kimia, industri
tekstil, dan industri pengolahan logam.
- Asam lemah: Digunakan dalam berbagai produk rumah tangga, seperti
pembersih kerak dan cuka.
- Basa kuat: Digunakan dalam berbagai industri, seperti industri sabun, industri
kertas, dan industri pembersih.
- Basa lemah: Digunakan dalam berbagai produk rumah tangga, seperti antasida
dan obat maag.
SOAL LATIHAN
1. Jelaskan perbedaan antara asam kuat dan asam lemah berdasarkan kemampuan
ionisasinya dalam larutan air!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
2. Berikan contoh masing-masing asam kuat dan asam lemah!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
3. Jelaskan mengapa asam kuat memiliki pH yang lebih rendah daripada asam lemah!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Apa yang membedakan basa kuat dari basa lemah dalam konteks kemampuan
mereka untuk menghasilkan ion hidroksida dalam larutan?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
5. Jelaskan mengapa basa kuat memiliki pH yang lebih tinggi daripada basa lemah!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
6. Sebutkan contoh basa kuat dan basa lemah yang umum digunakan, serta jelaskan
mengapa basa kuat bersifat lebih reaktif dalam reaksi netralisasi dibandingkan
basa lemah!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
7. Gambarkan bagaimana ionisasi asam kuat dan asam lemah berbeda dalam hal
proses pembentukan ion hidrogen (H+) dalam larutan!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
8. Jelaskan reaksi kesetimbangan yang terlibat dalam ionisasi basa kuat dan basa
lemah!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………
9. Suatu larutan asam memiliki pH 2. Apakah larutan tersebut termasuk asam kuat,
asam lemah, atau basa? Jelaskan alasannya!
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
10. Suatu larutan basa memiliki konsentrasi ion OH- sebesar 10-3 M. Apakah larutan
tersebut termasuk basa kuat, basa lemah, atau asam? Jelaskan alasannya!
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

D. KEASAMAN LARUTAN
Ukuran keasamaan suatu larutan ditentukan oleh konsentrasi ion hidrogen. Untuk
memudahkan pengukuran, maka konsentrasi ion hidrogen dinyatakan dalam pH
(pangkat hidrogen). Konsep pH pertama kali diajukan oleh seorang ahli biokimia dari
Denmark yaitu S.P. Sorensen pada tahun 1909. Menurut Sorensen pH merupakan
logaritma negatif dari konsentrasi ion hidrogen dan dirumuskan sebagai berikut:

Skala pH diberikan gambar berikut:

Gambar 1.1. Skala pH


Berdasarkan Gambar 1.1 di atas, skala pH (pangkat hidrogen) berkisar dari 0-14 dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Larutan asam memiliki pH < 7
b. Larutan basa memiliki pH > 7
c. Larutan netral memiliki pH = 7
Semakin ke kiri trayek pH semakin kecil yang artinya sifat keasaman akan semakin kuat.
Sedangkan semakin ke kanan trayek pH semakin besar yang artinya sifat kebasaan akan
semakin kuat.
Untuk mengukur derajat kebasaan dari suatu larutan basa dinyatakan dengan pOH yang
dirumuskan sebagai berikut:

Hubungan antara pH dan pOH diturunkan dari persamaan tetapan kesetimbangan air
(Kw) pada temperatur 25 0C yaitu:
[H+][OH-] = Kw
pH + pOH = pKw

Contoh soal
1. Berapakah derajat keasaman air murni?
Jawab :
air murni merupakan larutan netral, konsentrasi ion H + sama dengan konsentrasi ion
OH-
[H+] = 10-7 M
[OH-] = 10-7 M
pH = - log [H+]
pH = - log 10-7
pH = 7

2. Tentukan harga pH dan pOH larutan HCl 0,01 M!


Jawab:
Reaksi ionisasi:
HCl(aq)  H+ (aq) + Cl– (aq)
0,01 M 0,01 M 0,01 M

[H+ ] = [HCl] = 0,01 M


pH = –log [H+ ] = –log 0,01 = 2
pOH = 14 – 2 = 12

3. Tentukan harga pH larutan H2SO4 0,01 M!


Jawab:
Reaksi ionisasi:
H2SO4(aq)  2 H+ (aq) + SO42- (aq)
0,01 M 0,02 M 0,01 M

[H+ ] = 2 x 0,01 M = 0,02 M


pH= –log [H+] = –log 2. 10–2 = 2 – log 2 = 2 – 0,30 = 1,699

4. Tentukan harga pH dan pOH larutan NaOH 0,02 M!


Jawab:
Reaksi ionisasi:
NaOH(aq)  Na+(aq) + OH–(aq)
0,02 M 0,02 M 0,02 M

[OH–] = [NaOH] = 0,02 M


[OH–] = 2. 10–2 M
pOH = –log 2.10–2 = 2 – log 2 = 2 – 0,301 = 1,699

Jadi, pH larutan: pH + pOH = 14


pH = 14 – pOH = 14 – 1,699 = 12,301

Asam lemah dan basa lemah memiliki sifat yang berbeda dengan asam kuat dan basa
kuat karena mereka mengalami kesetimbangan kimia dalam larutan air.

Kesetimbangan pada asam lemah:


Ketika asam lemah (HA) dilarutkan dalam air, terjadi keseimbangan antara asam lemah
dan ion H+ dan ion basa konjugasinya (A-):
HA ⇌ H+ + A-
Keseimbangan ini digambarkan dengan tetapan kesetimbangan (Ka):
Ka =¿ ¿
Nilai Ka yang lebih besar menunjukkan asam yang lebih kuat.

Untuk menghitung pH larutan asam lemah, kita dapat menggunakan rumus:


pH = -log [H+]
[H+] dapat dihitung menggunakan rumus:
[H+] = √ Ka[HA ]
Keterangan:
- pH: Nilai pH larutan
- [H+]: Konsentrasi ion H+ dalam larutan
- Ka: Tetapan kesetimbangan asam lemah
- [HA]: Konsentrasi asam lemah dalam larutan
Contoh:
Hitunglah pH larutan asam asetat (CH3COOH) 0,1 M dengan Ka = 1,8 x 10-5.
Penyelesaian:
[H+] =√ Ka[HA ¿ ]¿
[H+] =√ 1 ,8 x 10−5 .0 ,1
[H+] = 3,2 x 10-4
pH = -log [H+]
pH = -log (3,2 x 10-4)
pH = 4-log 3,2= 3,50
Kesimpulan: pH larutan asam asetat 0,1 M dengan Ka = 1,8 x 10-5 adalah 3,50.

Kesetimbangan pada basa lemah:


Ketika basa lemah (BOH) dilarutkan dalam air, terjadi keseimbangan antara basa lemah
dan ion H+ dan ion basa konjugasinya (OH-):
BOH ⇌ H+ + OH-
Keseimbangan ini digambarkan dengan tetapan kesetimbangan (Kb):
Kb = ¿ ¿
Nilai Kb yang lebih besar menunjukkan basa yang lebih kuat.
Untuk menghitung pH larutan basa lemah, kita dapat menggunakan rumus:
pH = 14 - pOH
pOH = -log [OH-]
[OH-] dapat dihitung menggunakan rumus:
[OH-] = √ Kb[BOH ]
Keterangan:
- pH: Nilai pH larutan
- pOH: Nilai pOH larutan
- [OH-]: Konsentrasi ion OH- dalam larutan
- Kb: Tetapan kesetimbangan basa lemah
- [BOH]: Konsentrasi basa lemah dalam larutan

Contoh:
Hitunglah pH larutan amonia (NH3) 0,1 M dengan Kb = 1,7 x 10-5.
Penyelesaian:
[OH-] = √ Kb[BOH ]
[OH-] = √ 1 ,7 x 10−5 .0 ,1
[OH-] = 3,1 x 10-4
pOH = -log [OH-]
pOH = -log (3,1 x 10-4)
pOH = 3,51
pH = 14 - pOH
pH = 14 - 3,51
pH = 10,49
Kesimpulan: pH larutan amonia 0,1 M dengan Kb = 1,7 x 10-5 adalah 10,49.

LATIHAN SOAL
1. Sebuah larutan mengandung 0,2 M asam asetat (CH3COOH) dengan harga
Ka = 1,8. 10-5. Hitunglah pH larutan tersebut!
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
2. Besarnya pH suatu larutan 0,20 M basa lemah monovalen = 11, berapa harga tetapan
ionisasi (Kb) basa lemah tersebut?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Berapa gram NaOH (Mr=40) yang dilarutkan dalam air sampai 500 mL larutan dengan
pH = 12?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. Berapa [H+] dalam larutan HNO3 yang pHnya 2 ?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
5. Tentukan pH larutan 0,01 M NaOH !
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
6. Berapa [OH–] yang terdapat dalam larutan KOH yang pHnya 13 ?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
7. Berapakah derajat keasaman (pH) dari larutan H2SO4 0,02 M sebanyak 100 ml?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
8. Berapakah konsentrasi ion H+ yang terkandung dalam larutan CH3COOH 0,01 M
dengan harga Ka = 1,8 x 10-5?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
9. Berapa pH dari 10 Liter larutan yang mengandung 0,001 mol KOH?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
10. Berapa derajat keasaman (pH) dari asam etanoat 0,02 M (Ka = 2 x 10-5)?
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Anda mungkin juga menyukai