No.
Dokumen : ------
Status Revisi : 00
Tanggal Berlaku : 08/01/23
STANDARD OPERATING PROCEDURE 1 dari 2
Halaman :
INSPEKSI K3
1. TUJUAN
Prosedur ini bertujuan untuk Memberikan panduan untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya
yang dapat timbul dari kondisi tempat kerja, mesin dan peralatan, bahan serta tindakan pekerja
teridentifikasi dan melakukan tindakan perbaikan serta pencegahan yang diperlukan untuk
menghindari timbulnya kecelakaan dari bahaya tersebut.
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup kegiatan inspeksi K3 yang dilakukan oleh P2K3 disetiap tempat kerja dalam
lingkungan PT. XYZ.
3. REFERENSI
3.1 PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3 elemen 7
4. DEFINISI
NO
ISTILAH PENJELASAN
.
1. Inspeksi Adalah pemeriksaan secara sistematis dan mendetail terhadap aktivitas
di tempat kerja atau fasilitas lainnya yang bertujuan untuk
mengidentifikasi kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman.
2. Team Inspeksi Team yang ditunjuk untuk melakukan inspeksi ditempat kerja.
(Inspektor) K3
3. Sumber bahaya Adalah segala sesuatu yang mempunyai potensi untuk menimbulkan
kerugian terhadap karyawan, lingkungan dan aset perusahaan.
4. Tindakan Tidak Aman Adalah suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang
(Unsafe Action) memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan.
5. Kondisi Tidak Aman Adalah suatu kondisi fisik atau keadaan yang berbahaya yang mungkin
(Unsafe Condition) dapat langsung mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
5. URAIAN PROSEDUR
5.1 Perencanaan Kegiatan Inspeksi K3 Terencana
1. Sekretaris P2K3 membuat jadwal pelaksanaan inspeksi K3 yang akan dilakukan dan jadwal ini
diinformasikan kepada seluruh team inspeksi.
2. Seluruh team inspeksi akan diberikan pelatihan terkait manajemen resiko untuk memastikan
bahwa seluruh team inspeksi memahami dan mampu mengidentifikasi resiko bahaya.
No. Dokumen : ------
Status Revisi : 00
Tanggal Berlaku : 08/01/23
STANDARD OPERATING PROCEDURE 2 dari 2
Halaman :
INSPEKSI K3
5.2 Persiapan Inspeksi
1. Team inspeksi yang telah ditunjuk melakukan persiapan sebelum melakukan inspeksi yang
meliputi: checklist, alat tulis, alat pelindung diri serta konfirmasi bagian yang akan di inspeksi.
2. Apabila ada anggota tim yang berhalangan sehingga tidak bisa ikut dalam kegiatan inspeksi
maka diberitahukan kepada ketua P2K3 maksimal H-1 beserta alasannya.
5.3 Pelaksanaan Inspeksi
1. Inspeksi dilakukan dengan cara observasi terhadap kondisi lingkungan kerja, peralatan dan
tindakan pekerja dan diperiksa kesesuainnya dengan standar yang ada dalam checklist
inspeksi (jika ada) serta mencari masukan dari tenaga kerja yang melakukan tugas du tempat
yang diperiksa.
2. Apabila ditemukan ketidaksesuaian di lapangan maka dicatat sebagai temuan atau dicatat
pada checklist inspeksi yang ada.
3. Bila inspeksi sudah selesai maka dilakukan pertemuan dengan penanggung jawab area yang
diinspeksi untuk mendapatkan klarifikasi terhadap hasil temuan di lapangan.
4. Pada pertemuan itu juga disampaikan rekomendasi bentuk tindakan perbaikan yang akan
dilakukan, penanggung jawab tindakan serta target waktu penyelesaiannya.
5.4 Pelaporan dan Pemantauan Hasil Inspeksi
1. Team inspeksi kemudian menyerahkan hasil kegiatan inspeksinya beserta rekomendasi
tindakan perbaikannya kepada sekretaris P2K3 untuk dibuat sebagai laporan.
2. Ketua P2K3 menerima hasil inspeksi tersebut dan bertanggung jawab untuk memantau
tindakan perbaikan.
3. Berdasarkan hasil pemantauan tindakan perbaikan jika ternyata belum selesai atau
dilaksanakan oleh karena suatu hal maka ditentukan waktu penyelesaian yang baru.
4. Apabila tindakan perbaikan telah selesai dilakukan maka cantumkan status “Close”.
6. LAMPIRAN
6.1 Formulir Checklist