0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Fungsi dan Karakteristik Sistem Informasi

Diunggah oleh

Rafael Raheal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Fungsi dan Karakteristik Sistem Informasi

Diunggah oleh

Rafael Raheal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSTITUT BISNIS DAN TEKNOLOGI PELITA INDONESIA

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2022/2023

Matakuliah : Sistem Informasi Manajemen


Dosen : Deny Jollyta
Waktu : 120 menit
Sifat Ujian : Close Book
Nama : Fahrul Syam
NIM : 2261101275

SOAL:
1. Menurut saudara, apa saja fungsi utama diterapkannya sistem
infomasi
manajemen dalam suatu organisasi
2. Rancang dan jelaskan 9 karakteristik sistem dari sebuah sistem
informasi
berbasis komputer yang anda tentukan/pilih sendiri.
3. Terdapat prinsip keamanan teknologi informasi yang dikenal
dengan CIA (ISO 17799). Jelaskan prinsip keamanan teknologi
informasi dari sistem informasi yang telah anda tentukan pada soal
nomor 2.
4. Jelaskan tantangan dalam membangun sistem informasi dan
sejauh mana tantangan tersebut dapat mempengaruhi level
pimpinan dalam pengambilan keputusan.
JAWABAN 1:

Fungsi utama diterapkannya sistem informasi manajemen dalam suatu organisasi adalah
untuk:

1. Memudahkan bagian manajemen melakukan perencanaan, pengawasan, serta pengarahan


kerja bagi semua departemen yang dikoordinirnya.
2. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengolahan data, karena data yang ada sistem
informasi suatu manajemen merupakan data telah tersaji secara akurat dan real time
(tepat waktu).
3. Miminimalisir biaya dan meningkatkan produktifitas suatu perusahaan atau organisasi.
4. Sarana peningkatan SDM, kerena dalam pelaksanaannya diperlukan unit kerja yang
sistematis serta terkoordinir berbasis teknologi.

JAWABAN 2 :
Perancangan : Sistem komputerisasi pada perusahaan

1. Komponen-komponen

Komponen sistem atau elemen sistem berupa :

 Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer
terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia (Operator
Komputer).
 Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat
keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka
supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.

2. Boundary (Batas Sistem)


 Batas system merupakan daerah yang membatasi antara satu system dengan system
lainnya / dengan lingkungan luarnya.
 Batas system ini berupa; Aplikasi yang dibatasi hanya pada bagian inventory.
3. Environment (Lingkungan Luar Sistem)
 Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga
bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang mengutungkan merupakan
energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang
lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan
mengganggu kelangsungan hidup dari sistem .
 Lingkungan luar sistem ini adalah Virus yang akan menyerang system yang harus diatasi
dengan anti virus yang bagus.

4. Penghubung (Interface)
 Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan
melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan
subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
 Penghubungnya adalah Perbaikan, pembaharuan sistem

5. Input (Masukan)
 Energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa masukkan perawatan
(maintenance input) dan masukkan sinyal (signal input). Masukkan perawatan adalah
energy yang dimasukkan supaya system dapat beroperasi, sedangkan masukkan sinyal
adalah energy yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam
system komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk
mengoperasikan komputer, dan data adalah signal input untuk diolah menjadi
informasi.
 Input berupa: Data jenis barang, data barang, dan data transaksi.
6. Output (Keluaran)
 Hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan
sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukkan untuk sub system yang lain.
Misalnya untuk system komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak
berguna dan hasil sisa pembuangan sedangkan informasi adalah keluaran yang
dibutuhkan.
 Output berupa: File laporan inventory

7. Pengolah (Process)
 Suatu system dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukkan
menjadi keluaran. Suatu system produksi akan mengolah masukkan berupa bahan baku
dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan
mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan lain yang
dibutuhkan oleh manajemen.
 Proses yang dilakukan: Pengolahan data barang, pengolahan data untuk informasi
bagian inventory.

8. Tujuan/Sasaran (Goals/Purpose)
 Suatu system pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu system tidak
mempunyai sasaran, maka operasi system tidak akan ada gunanya. Sasaran dari system
sangat menentukan sekali masukkan yang dibutuhkan system dan keluaran yang akan
dihasilkan sistem. Suatu system dikatakan berhasil bila mengenai sasaran/tujuannya.
 TUJUAN : Membantu tugas yang dilakukan operator komputer dalam melakukan
pengolahan data, dan dapat menyediakan informasi yang akurat.

9. Constraint (Keluaran)
 Batasan kemampuan sistem
 Salah satu arti constraint dalam bahasa Indonesia adalah batasan, tetapi constraint di
sini lebih ke arah aturan. Misal untuk menggunakan sistem harus mendaftar terlebih
dahulu atau menggesekan kartu id mereka dalam sistem. Tujuannya adalah
agar manajemen datanya lebih teratur. Dengan mendaftar terlebih dahulu kita bisa
melihat siapa yang menggunakan sistem dan bila ada penyalahgunaan kita bisa
mengetahui siapa pelakunya.
 Password yang digunakan untuk membuka system komputerisasi perusahaan.

JAWABAN 3:

ISO/IEC 27002 merupakan suatu standard yang dipublikasikan International


Organization (ISO) dan International Electrotechnical Comission (IEC) sebagai ISO/IEC
17799:2005 yang kemudian dinomor ulang sebagai ISO/IEC 27002:2005 pada Juli 2005.
Standard ini diberi judul Information Technology – Security Techniques – Code of practice
for information security management. Disamping itu, standard ini merupakan revisi dari
versi yang pertama kali dipublikasikan oleh ISO/IEC pada tahun 2000, yang juga merupakan
salinan dari British Standard 7799-1:1999.
ISO/IEC 27002 menyediakan rekomendasi best practice terhadap manajemen
keamanan informasi untuk digunakan oleh mereka yang bertanggung jawab untuk proses
inisiasi, implementasi, dan pemeliharaan Information Security Management Systems
(ISMS) pada suatu organisasi.

Adapun cakupan dari standard ini meliputi 12 domain utama, yaitu:


 Risk Assessment and threatment – analisa resiko keamanan informasi suatu
organisasi
 Security policy
 Organization of information security – tata kelola keamanan informasi
 Asset Management – inventori dan klasifikasi aset informasi
 Human resouces security – aspek keamanan untuk perekrutan, dan pemindahan
karyawan, hingga meninggalkan organisasi
 Physical and enviromental security – proteksi terhadap fasilitas komputer
 Communication and Operation management – manajemen pengendalian keamanan
secara teknis pada level sistem dan jaringan
 Access Control – pembatasan terhadap hak akses ke jaringan, sistem, aplikasi, fungsi
dan data.
 Information systems acquisition, development and maintenance – pembangunan
keamanan kedalam aplikasi
 Information Security incident management – antisipasi dan respon yang
sepantasnya terhadap pelanggaran keamanan sistem informasi
 Business continuity management – perlindungan, pemeliharaan, dan perbaikan
terhadap sistem dan proses bisnis yang kritis
 Compliance – memastikan kecocokan dengan hukum, standard, kebijakan
keamanan informasi dan peraturan lainnya yang berlaku

Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:


1. Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan
bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang
dikirim, diterima dan disimpan.
2. Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang
berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk
menjamin aspek integrity ini.
3. Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan,
memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang
berhubungan bilamana diperlukan).

Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak, yang
dapat berupa kebijakan-kebijakan, praktek-praktek, prosedur-prosedur, struktur-struktur organisasi dan
piranti lunak.
Isi ISO 17799, meliputi :

 10 control clauses (10 pasal pengamatan)

 36 control objectives (36 objek/sasaran pengamanan)

 127 controls securiy (127 pengawasan keamanan)

10 control clouse tersebut, antara lain:

- Security Policy
- System Access Control
- Communication & Operations Management System Development and Maintenance
- Physical and Environmental Security
- Compliance Personnel – Security
- Security Organization (Information Security)
- Asset Classification and Control
- Business Continuity Management (BCM)

Apa itu ISO 17799?

 ISO 17799 merupakan suatu struktur dan rekomendasi pedoman yang diakui
secara internasional untuk keamanan informasi.

 Suatu proses keamanan informasi yang menyeluruh yang dapat diusahakan


atau di implementasikan bagi perusahaan agar memperoleh manfaat
keamanan yang diinginkan.

 Proses evaluasi, implementasi, pemeliharaan dan pengaturan keamanan


informasi yang singkat.

 Upaya penggunaan oleh konsorsium perusahaan untuk memenuhi kebutuhan


industri.

 ISO 17799 merupakan proses yang seimbang antara fisik, keamanan secara
teknikal dan prosedur, serta keamanan pribadi.
Keuntungan utama dari BS7799/ISO17799 berhubungan dengan kepercayaan publik.
Sama seperti ISO 9000 yang mencerminkan jaminan kualitas.

 Standar ini merupakan tanda kepercayaan dalam seluruh keamanan perusahaan.

 Manajemen kebijakan terpusat dan prosedur.

 Menjamin layanan informasi yang tepat guna.

 Mengurangi biaya manajemen,

 Dokumentasi yang lengkap atas segala perubahan/revisi.

 Suatu metoda untuk menentukan target dan mengusulkan peningkatan.

 Basis untuk standard keamanan informasi internal perusahaan

Suatu organisasi yang menerapkan ISO 17799 akan mempunyai suatu alat untuk
mengukur, mengatur dan mengendalikan informasi yang penting bagi operasional
sistem mereka. Pada gilirannya ini dapat mendorong kearah kepercayaan pelanggan,
efisiensi dan efektifitas.
JAWABAN 4:

Tantangan yang dihadapi Manajemen yang timbul dari Sistem Informasi


Tantangan dalam implementasi pengembangan sistem informasi adalah orang-orang
yang terlibat dalam pengembangan sistem informasi yaitu departemen operasional sebagai
end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen sebagai
leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika sistem yang akan di-implementasikan
adalah sistem informasi yang terintegrasi maka tantangannya akan sangat besar karena
meliputi keseluruhan organisasi yang bisa saja melibatkan pihak eksternal.

Masalah yang dihadapi dalam implementasi tersebut biasanya adalah sebagai berikut :

 Pengguna tidak mengetahui kemampuan teknologi yang dapat digunakan untuk


membantu proses bisnis yang dikerjakannya setiap hari - dan pada tahap analisa
developer juga tidak mengetahui benar-benar proses bisnis yang berlangsung atau juga
karena standard dari developer yang kurang dalam membuat program sehingga
program yang dihasilkan adalah program yang baik dari kacamata developer bukan dari
kedua belah pihak. Karena ketidaktahuan pengguna maka masalah ini bisa diabaikan
dimana pengguna juga tidak keberatan dengan program yang diberikan untuk
digunakan.
 Kedua belah pihak tidak memahami asumsi dan ketergantungan yang ada dalam sistem
dan proses bisnis, sehingga pada tahap implementasi jika ada bagian dari proses bisnis
yang belum di cover oleh sistem dan kemudian dibuatkan fungsi baru yang ternyata
menimbulkan masalah, dan penyelesaian masalah menimbulkan masalah baru, seperti
melakukan tambal sulam yang berakibat pada benang kusut akan membuat suatu
aplikasi yang tidak dapat di andalkan. Dan aplikasi hanya dibuat sebagai program untuk
melakukan entry data.
 Dalam implementasi sistem terintegrasi, dimana Pengguna tidak dapat menjadikan
implementasi sebagai prioritas pertama, dimana pengguna yang sudah disibukkan
dengan kegiatan operasional akan berpura-pura menyetujui, menjalankan dan
mengikutinya tetapi pada kenyataannya semuanya tidak berjalan sesuai dengan
harapan.

Alasan mengapa sistem informasi menjadi tantangan manajemen adalah karena keamanan
sistem informasi memerlukan sumber organisasi dan manajemen seperti bermacam teknologi.
Menyusun kerangka yang baik untuk keamanan dan control meminta keahlian dalam
mengimbangi resiko, reward, dan kapabilitas operasional perusahaan.
Ada banyak teknologi alternatif untuk membantu perusahaan mencapai keamanan dan
kontrol, namun dalam disiplin organisasi diminta untuk menggunakan teknologi-teknologi yang
tersedia secara efektif. Yaitu mendesain sistem baik diluar kontrol maupun di bawah control
yang efektif tapi tidak mengecilkan otoritas individu dari menggunakan suatu sistem masih sulit
untuk dirancang.

Bentuk-bentuk tantangan manajemen adalah sebagai berikut:


1. Tantangan investasi sistem informasi - Pentingnya sistem informasi sebagai investasi yang
memproduksi nilai bagi perusahaan. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua perusahaan
menyadari nilai yang kembali (goodreturn) dari investasi sistem informasi tersebut. Ternyata
salah satu tantangan yang paling besar yang dihadapi manajer masa kini adalah jaminan bahwa
perusahaan mereka benar-benar mendapatkan good return dari biaya yang mereka
keluarkan untuk sistem informasi.

2. Tantangan stratejik bisnis- Selain investasi TI yang berat, banyak organisasi tidak menyadari nilai
bisnis yang penting dari sistem mereka, karena mereka kurang atau gagal untuk menghargai
aset komplemenyang diperlukan agar dapat menggunakan aset teknologi mereka untuk
bekerja. Kekuatan dari komputer hardware dan software tumbuh lebih cepat dari kemampua
norganisasi untuk mengaplikasikan dan menggunakan teknologi.- Untuk mendapatkan
keuntungan sepenuhnya dari TI, menyadarai produktivitas yang asli, dan agar berdaya saing
serta efektif, maka organisasi perlu melakukan desain ulang. Mereka harus membuat
perubahan fundamental dan perilaku pengelolaan (manajer), membangun model bisnis,
menghilangkan peraturan kerja yang kadaluwarsa, mengeliminasi proses bisnis dan struktur
organisasi yang modelnya tidak efisien.

3. Tantangan globalisasi - Pertumbuhan yang cepat dalam perdagangan internasional dan


timbulnya ekonomi global memerlukan sistem informasi yang mendukung produksi dan
menjual produk di berbagai negara yang berbeda - Untuk membangun sistem informasi yang
multinasional dan terintegrasi, maka bisnis harus membangun standar global hardware,
software dan komunikasi, menciptakan akuntansi dan struktur laporan yang antar budaya serta
mendesain proses bisnis transnasional.

4. Tantangan infrastruktur teknologi informasi - Banyak perusahaan yang dibebani dengan


program TI yang mahal, sistem informasi yang kompleks dan rapuh, serta tindakan mereka yang
merupakan hambatan bagi strategi dan pelaksanaan bisnisnya. Untuk membangun infrastruktur
TI baru merupakan tugas berat yang khusus, banyak perusahaan yang berjuang
mengintegrasikan pulau teknologi dan sistem informasi mereka.

5. Tantangan tanggung jawab dan pengawasan: etika dan pengawasan - Meskipun sistem
informasi memberikan keuntungan dan efisiensi yang besar, mereka juga menciptakan masalah
dan tantangan sosial dan etis baru, seperti ancaman ke individual privacy dan hak kepemilikan
intelektual, masalah kesehatan yang berhubungan dengan komputer, kejahatan komputer dan
eliminasi pekerjaan. Tantangan besar dari pengelolaan (manajer) adalah membuat keputusan
terinformasi yang sensitif sampai ke konsekuensi negatif dari sistem informasi sampai ke yang
negatif.

Anda mungkin juga menyukai