0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan9 halaman

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Diunggah oleh

kurikulumsman3medan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan9 halaman

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Diunggah oleh

kurikulumsman3medan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HALAMAN PENGESAHAN

PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)


SMA NEGERI 3 MEDAN
Tahun Pelajaran 2024/2025
Disusun oleh TIM KURIKULUM SMAN 3 MEDAN dan
sebagai pedoman pelaksanaan program literasi sekolah

Dinyatakan sah dan dapat

diberlakukan : Medan, Juli 2024

Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah


SMA Negeri 3 Medan Bidang Kurikulum

MUKHLIS, [Link] Drs. ABDUL HAFIZ, MM


NIP. 19700808 199802 1 001 NIP. 19670525 199802 1 001
Program Gerakan Literasi Sekolah

A. Pendahuluan
Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup
keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk
cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi merupakan keterampilan penting dalam
hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan
kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik
memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan
bermasyarakat. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang
dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah
sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui
pelibatan publik.
Hal yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan
membaca. Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari
berbagai hal lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual
peserta didik. Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan
mengeksplorasi dunia yang bermanfaat bagi [Link] memberikan
pengaruh budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik.
Sayangnya, sampai saat ini prestasi literasi membaca peserta didik di Indonesia
masih rendah, berada di bawah rata-rata skor internasional. Dari laporkan hasil
studi yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain,
diperoleh informasi bahwa kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat
60 dari 61 negara yang disurvei (Jakarta Post, 2021).
Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing
bangsa dalam persaingan global. Hal ini memberikan penguatan bahwa
pembiasaan wajib baca sangat penting diterapkan dalam pendidikan di Indonesia,
karena wajib baca mempunyai tujuan yang sangat luas dan mendasar yakni : a)
membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta membaca; c)
merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah
pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f) meningkatkan
kreativitas; g) meningkatkan kemampuan literasi tinggi.
B. TUJUAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan:
1. Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di
sekolah.
2. Meningkatkan kemampuan literasi siswa khususnya siswa kelas X dan
XI dalam persiapannya menghadapi ANBK yang didasari oleh literasi
dan numerasi.
3. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
4. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan
ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
5. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam
buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

C. PELAKSANAAN GLS DI SMA NEGERI 3 MEDAN


Pelaksanaan GLS di SMA Negeri 3 Medan mempertimbangkan tiga tahap
literasi, yakni (1) pembiasaan (belum ada tagihan), (2) pengembangan (ada
tagihan nonakademik), dan (3) pembelajaran (ada tagihan akademik).

[Link] Pembiasaan (Dimulai Juli 2024)


a) Membaca lima belas menit setiap hari pada jam ke-0 (15 menit sebelum
pembelajaran ke – 1 dimulai)
Kegiatan ini merupakan upaya membiasakan membaca pada peserta didik.
1) Guru memandu peserta didik untuk membaca selama lima belas
menit.
2) Guru dan peserta didik membaca selama lima belas menit.
3) Guru memotivasi peserta didik untuk gemar membaca.

b) Mengelola sudut baca.


Sudut baca ini merupakan upaya mendekatkan peserta didik pada buku.
Berikut ini salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengelola sudut
baca.
1) Wali kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ada peserta didik yang bertugas mengelola administrasi peminjaman
buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.

c) Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan perpustakaan untuk menumbuhkan
kegemaran membaca
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan
kepada setiap kelas.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap kelas yang mendapat giliran berkunjung
ke perpustakaan, diwajibkan seluruh siswa pada kelas itu untuk
mengunjungi perpustakaan dan guru yang mengampu pelajaran di kelas
pada saat itu bisa mendampingi siswa selama di perpustakaan.

2. Tahap Pengembangan (Dimulai Oktober 2024)

a. Mengelola sudut baca


Mengelola sudut baca dapat dilakukan lagi di tahap pengembangan dengan
menambahkan beberapa langkah. Berikut ini salah satu alternatif yang dapat
dilakukan untuk mengelola sudut baca dalam tahap pengembangan.
1) Wali kelas memandu peserta didik untuk membuat sudut baca.
2) Setiap peserta didik menyumbang satu buku untuk sudut baca.
3) Ketua Kelas / Wakil Ketua Kelas bertugas mengelola administrasi
peminjaman buku.
4) Peserta didik wajib meminjam buku untuk dibaca.
5) Peserta didik membuat resume hasil bacaan.
6) Peserta didik mengumpulkan hasil resume kepada guru Bahasa Indonesia
nya masing-masing di setiap akhir bulan.
7) Guru Bahasa Indonesia yang mengampu di kelas tersebut memeriksa
resume sebulan sekali.
8) Peserta didik membuat perayaan hasil membaca, misalnya menceritakan
hasil bacaan di kelas di setiap akhir semester pada saat pembelajaran
Bahasa Indonesia.

b. Membacakan cerita.
Program ini bertujuan memotivasi peserta didik membaca lebih banyak lagi
1) Guru memilih buku/ cerita yang bermanfaat dan menarik untuk
dibacakan di depan peserta didik.
2) Guru membacakan cerita dengan ekspresi dan penghayatan yang
tepat.
3) Tanya jawab dengan peserta didik tentang cerita yang telah dibacakan.
4) Pada tahap berikutnya, peserta didik secara bergiliran diminta
membaca cerita menarik lain di hadapan teman sekelas.
5) Diadadakan lomba membaca cerita bagi peserta didik setiap tahun.

c. Duta Literasi
Duta literasi merupakan peserta didik terpilih yang bertugas untuk
mengembangkan program literasi di sekolah. Beberapa kegiatan duta literasi
dapat dilakukan, antara lain:
1) Wali kelas mengadakan seleksi duta literasi.
2) Wali kelas memilih tiga duta literasi .
3) Duta literasi dilatih dan dibekali keterampilan membaca dan menulis.
4) Duta literasi wajib menjadi teladan membaca dan menulis.
5) Duta literasi bertugas memotivasi peserta didik lainnya agar gemar
membaca.
6) Duta literasi bertugas mengelola sudut baca.
7) Duta literasi bertugas mengelola majalah dinding (mading) kelas.
8) Peserta didik bersama guru menentukan target minimal buku, misalnya
minimal 25 buku
d. Penghargaan Membaca
Penghargaan ini bertujuan meningkatkan motivasi membaca peserta didik.
Kegiatan penghargaan membaca yang dapat dilakukan antara lain:

1) memilih pembaca buku terbanyak dalam tiga bulan,


2) memberikan penghargaan dan hadiah buku pada waktu upacara sekolah.

e. Membaca Berhadiah Buku


Pemberian buku sebagai hadiah dilakukan untuk lebih mendorong peserta didik
gemar membaca. Program ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut

1) Wali Kelas bekerja sama dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk


menyediakan catatan kunjungan peserta didik ke perpustakaan.
2) Wali Kelas mensosialisasikan kepada seluruh peserta didik tentang
program Pembaca Terbaik yang akan dilaksanakan setiap bulan.
3) Peserta didik akan berkompetisi membaca di perpustakaan sebanyak-
banyaknya setiap saat. Kunjungan peserta didik ke perpustakaan sekolah
dapat dilakukan ketika jam istirahat atau waktu senggang.
4) Setiap bulan, sekolah akan memilih pembaca terbaik di sekolah
kemudian diberi hadiah buku dan tercatat di papan Pembaca Terbaik
Bulan Ini.
5) Pembaca terbaik dipilih berdasarkan frekuensi kunjungan peserta didik
ke perpustakaan, jumlah buku yang dipinjam, dan jenis buku-buku yang
dibaca serta dipinjam peserta didik.
6) Jika sudah berjalan satu tahun, guru atau sekolah akan memilih pembaca
terbaik selama satu tahun.
7) Pemilihan Pembaca Terbaik dapat dilakukan pada setiap jenjang.

f. Pos Baca Pos


Baca sekolah merupakan tempat bacaan dan membaca di area sekolah yang
lebih luas, seperti lorong-lorong sekolah, taman sekolah, kantin, dan
sebagainya. Bahan yang dipajang di Pos Baca dapat lebih bervariasi dan
seluruh warga sekolah baik peserta didik, guru, kepala sekolah bisa
berpartisipasi menunjukkan karyanya melalui Pos Baca tersebut. Berikut cara
yang dapat ditempuh untuk mengembangkan Pos Baca.

1) Guru dan peserta didik membuat pos baca di sekolah.


2) Guru memberikan tugas kepada setiap kelas untuk secara bergiliran
menyediakan dan mengganti bahan-bahan bacaan pada pos baca secara
rutin.
3) Pada tahap awal perlu dikondisikan oleh guru atau kepala sekolah untuk
membaca dan memberikan laporan hasil bacaan pada Pos Baca.
4) Peserta didik diminta membaca buku di Pos Baca dan memajang
karyanya di Pos Baca.

3. Tahap Pembelajaran (Dimulai Januari 2025)


a. Membaca Buku Cerita (satu jam, seminggu sekali)
Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk membaca sastra. Kegiatan
membaca buku cerita dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) membaca buku cerita,
2) membuat ringkasan isi cerita,
3) membuat bahan presentasi,
4) menceritakan kembali pada teman atau kelompok.

b. Mading Kelas (terbit seminggu sekali)


Kegiatan ini membiasakan peserta didik untuk menulis, mempublikasi, dan
membaca karya secara berkala. Berikut ini beberapa kegiatan dalam majalah
dinding (mading) kelas.
1) membuat mading kelas,
2) menulis berita,
3) mempublikasikan berita di mading.

c. Diorama Cerita
Kegiatan ini bertujuan membiasakan peserta didik untuk membaca sastra.
Kegiatan dalam diorama cerita, antara lain:
1) peserta didik berkelompok 2–3 peserta didik,
2) membaca buku cerita,
3) mendiskusikannya dalam kelompok,
4) membuat diorama cerita,
5) peserta didik bercerita di depan teman dengan bantuan diorama cerita.

d. Wajib Kunjung Perpustakaan Sekolah


Kegiatan ini sudah dikenalkan pada tahap pembiasaan. Dalam tahap
pembelajaran, ada tambahan langkah terkait dengan tagihan akademik. Berikut
ini alternatif langkah yang dapat dilakukan.
1) Pengelola perpustakaan memberikan jadwal kunjung ke perpustakaan
kepada setiap kelas.
2) Sesuai dengan jadwal, setiap kelas yang mendapat giliran berkunjung ke
perpustakaan, diwajibkan seluruh siswa pada kelas itu untuk
mengunjungi perpustakaan dan guru yang mengampu pelajaran di kelas
pada saat itu bisa mendampingi siswa selama di perpustakaan.
3) Guru Bahasa Indonesia memberikan tugas untuk membaca buku yang
berkaitan topik pembelajaran, membuat resume, dan berdiskusi.

e. Klub Literasi (Jangka panjang)


Peserta didik yang tergabung dalam klub ini melakukan berbagai aktivitas
literasi, di antaranya sebagai berikut.
1) bedah buku,
2) pelatihan menulis,
3) pameran buku,
4) kontes membaca,
5) seminar literasi,
6) lokalatih literasi, dll.
D. Kesimpulan
Gerakan Literasi Sekolah (LGS) adalah sebuah upaya yang dilakukan
secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai
organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan
[Link] yang paling mendasar dalam praktik literasi adalah kegiatan membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk mempelajari berbagai hal
lainnya. Kemampuan ini penting bagi pertumbuhan intelektual peserta didik.
Melalui membaca peserta didik dapat menyerap pengetahuan dan mengeksplorasi
dunia yang bermanfaat bagi [Link] memberikan pengaruh
budaya yang amat kuat terhadap perkembangan literasi peserta didik.
Keberhasilan Program ini sangat tergantung dari komitmen seluruh warga sekolah
dan pihak terkait secara kolaboratif.
Oleh karena itu diharapkan semua pihak terkait dapat ikut secara proaktif
berperan dalam kegiatan ini sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Anda mungkin juga menyukai