0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

"Red Monochrome: Mencari Kebenaran"

Diunggah oleh

alefiakarnita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman

"Red Monochrome: Mencari Kebenaran"

Diunggah oleh

alefiakarnita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sutradara : Alefia Karnita

Penulis Naskah : Alefia Karnita

Produser : Alefia Karnita

Editor : Alefia Karnita

Cameramen : Alefia Karnita

: Rifa'i Rahman

Penata Musik : Alefia Karnita

Translator : Alefia Karnita

Cast :

• Minul sebagai Amelia Ducesyhintia

• Alefia Karnita sebagai Anastasia De Kaiseria

• Angga Saputra sebagai Kevin Gabrielo

• Aldi Kurniawan sebagai Arlo Alger Raphaelo

• Rifa'i Rahman sebagai Ayden De Kaiseria

• Roynaldo sebagai The Mask Man

NASKAH FILM PENDEK

" RED MONOCHROME "

Sinopsis : "Red Monochrome" menceritakan cerita tentang persahabatan Ayden dan Amelia,

para pelajar SMA tahun kedua yang pada awalnya baik-baik saja. Namun, semua

berubah di saat Amelia mendapat kabar jika sahabatnya, Ayden telah meninggal

karena bunuh diri. Merasa ada kejanggalan, Amelia yang mengenal Ayden dengan

baik meragukan jika Ayden menggantung dirinya sendiri dan dia bertekad untuk

mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya.


Scene 1. Ext. Sekolah. (Sore).

Cast : Anastasia.

Anastasia : "Kamu terlambat, Ayden"

(Berucap dengan sorot mata tanpa emosi menatap sosok didepannya sambil memegang buku di
tangan).

Scene 2. Ext. Perpustakaan. (Sore).

Cast : Kevin dan Amelia.

Kevin : "Ugh, kapan Arlo akan datang? Cukup melankolis duduk sendirian di sini..."

(Berucap sembari menghela nafas lelah seraya menggulir layar handphone ke atas dan kebawah)

(Amelia menepuk pundak Kevin dari belakang dengan pelan dan menatap Kevin tanpa ekspresi)

(Kevin mendongak dan menatap ke Amelia, Kevin baru membuka mulut, namun Amelia langsung
pergi)

Scene 3. Ext. Perpustakaan. (Sore).

Cast : Kevin dan Arlo.

(Bersamaan itu, Arlo datang sembari membawa tas sembari menghampiri Kevin.)

Arlo : "Kamu kenapa Kev? Ekspresimu gak biasanya begitu deh"

(Berucap santai sambil meletakan tas ke atas meja

lalu duduk di salah satu kursi depan Kevin).

Kevin : " Eh? Ya?"

(Berucap spontan dan bingung pada Arlo).

Arlo : "Kev? Kamu baik-baik aja kan? Ada yang salah?"

(Bertanya dengan ekspresi khawatir sembari meletakkan punggung tangan kanan ke sisi kanan
dagu sambil siku bertumpu di meja)
Kevin : "i'm fine, okay? Tapi sebelum kamu kemari, kebetulan ada perempuan yang wajahnya itu ga
asing bagiku, maybe hanya perasaanku tapi seingat ku, dia kerap barengan dengan Ayden..."

(Berucap dengan menatap kebawah dan ke mata Arlo dengan jari di dagu).

Arlo : "Ah, sepertinya aku tahu siapa perempuan itu, bukannya dia itu Amelia? Lagipula dulu kan dia
teman sekelas Ayden tapi sebaiknya kamu ga perlu terlalu memikirkannya, toh Amelia juga
kudengar tidak beres karena peristiwa itu, jadi banyak siswa siswi yang mengucilkannya.

(Berucap dengan santai sambil menatap buku).

(Kevin menghela nafas lelah dan mengangguk setuju).

Scene 4. Ext. Sekolah. (Sore).

Cast : Amelia.

Amelia : "Tidak, aku berkata jujur..."

(Berucap sambil meringkuk di sudut ruangan sambil terisak-isak)

Scene 5. Ext. Koridor Sekolah. (Pagi).

Cast : Amelia dan Ayden.

( Amelia duduk di salah satu bangku koridor sekolah, sembari menatap jam tanganya yang masih
menunjukkan pukul 05.55 dini hari)

Amelia : "kayanya hari ini namaku paling atas lagi deh di papan absensi"

(Berucap sambil tersenyum lalu berdiri sembari menatap jam tangan hendak berjalan).

(Suara langkah kaki terdengar dan Amelia menoleh ke belakang).

Ayden : "Oh? Kupikir siapa, ternyata kamu, Lia"

(Berucap santai sembari berjalan ke arah Amelia dengan membawa tas di bahu kanan).

Amelia : "Yah kebetulan sekali ya? Lagipula aku memang selalu datang jam segini kok."

(Berucap dengan tersenyum dan lanjut berjalan bersama dengan santai).


Ayden : "Well, seperti yang selalu diharapkan dari siswi teladan haha"

(Tertawa garing sambil berjalan bersama sambil berbincang-bincang).

(Beberapa hari berikutnya berjalan dengan sama, Amelia dan Ayden menjadi semakin akrab).

(Amelia juga kerap kali melihat Ayden berjalan bersama teman-temannya, Arlo dan Kevin).

Scene 6. Ext. Sekolah. (Pagi) (hujan).

Cast : Amelia.

(Amelia bangun mematikan alarm sembari menggosok matanya lalu pergi ke dapur. Dia memasak
bekal makan siang untuk Ayden).

(Amelia duduk di kelas sambil membawa kotak makan siang)

(Amelia memegang kotak makan sambil berdiri menoleh kesana dan kemari mencari Ayden).

Amelia : "Mungkin Ayden terlambat hari ini?"

(Berucap dengan sedih dan pandangan ke kotak makan di tangan).

Scene 7. Ext. Kelas. (Pagi).

Cast : Amelia

(Amelia duduk di kelas, mengeluarkan ponsel dan mencoba menelpon Ayden, tapi Ayden tidak aktif).

(Menghela nafas, menatap waktu yang terus berjalan).

Amelia : "Mungkin Ayden demam? Karena cuaca kan memang sedang ekstrim..."

(Berucap sambil tangan bertumpu di meja dan mengetuk-ngetuk layar ponsel, sambil menatap ke
luar).

(Notifikasi handphone berbunyi)

(Amelia tersentak, lalu menatap ke ponselnya dengan tatapan tidak yakin)

(Amelia mengklik layar ponselnya)

(Mata Amelia melebar terkejut reflek berdiri dari kursi, tangannya gemetar membuat kotak makan
siang itu jatuh begitu saja).

(Di saat bersamaan sekolah juga mengumumkan hal yang sama).


Amelia : "Ini pasti bohong..."

(Syok, Menutup mulut dengan tangan gemetar hebat dan terduduk karena kehilangan
keseimbangan).

Scene 8. Ext. Lab. (Sore).

Cast : Amelia

(Amelia duduk di ruang lab sendirian menatap ponselnya dengan sedih)

(Dia melihat pesan-pesan dari murid lain)

Murid A : "Ayden bunuh diri karena depresi dan cemas akan nilai-nilai sekolahnya yang menurun "

Murid B : "Ayden sakit hati akibat putus dengan kekasihnya"

Amelia : "Ayden tidak mungkin bunuh diri, dia selalu bercerita apapun masalahnya padaku, namun
dia tidak pernah merasa putus asa..."

(Ucap Amelia menatap ponselnya).

Scene 9. Ext. Perpustakaan. (Sore).

Cast : The Mask Man

(The Mask Man mengotak-atik keyboard lalu mengambil sebuah buku).

Scene 10. Ext. Lab. (Sore).

Cast : Amelia and The Mask Man

(Amelia yang sedang duduk sendirian dengan melipat tangannya diatas meja sembari meletakan
kepalanya di sana)

(The Mask Man menghampirinya dan meletakan buku diary di atas meja)

(Amelia mendongak ke atas terkejut tapi The Mask Man langsung pergi begitu saja).

(Amelia langsung berdiri dan saat itu notifikasi handphone Amelia berbunyi, dia melihat ke
ponselnya).
New Message

Anonim : "Jika kamu ingin tahu maka bacalah, ini adalah diary milik Ayden yang berhasil
kuamankan sebelum dibakar oleh Anastasia, Kebenarannya ada di dalam diary ini"

(Amelia menatap ponselnya dan menoleh kesana kemari, menatap buku itu dan membukanya)

Amelia : "Sulit dipercaya namun semua bukti tulisan ini adalah tulisan tangan Ayden..."

(Menatap diary dengan tatapan sedih).

Amelia : "Lalu Anastasia...Jika kuingat lagi Ayden pernah bilang jika Anastasia adalah kakaknya, lalu
pria itu berkata Anastasia ingin membakar buku diary ini? Tapi kenapa?"

(Berucap sambil mengerutkan kening menatap ponselnya yang ada di atas meja).

(Amelia lalu duduk dan membaca diary itu, sembari membuka lembar demi lembar, ekspresi Amelia
menjadi semakin serius dan marah).

Amelia : "Bagaimana mungkin seorang kakak berbuat seperti ini pada adiknya sendiri? Terlebih
lagi... karena hak waris? Kakak macam apa kau Anastasia..."

(Menatap diary dengan marah dan mengeratkan genggaman tangan).

Scene 11. Story telling theme.

Cast : Ayden dan Anastasia.

Scene 12. Ext. Perpustakaan. (Sore)

Cast : Amelia

(Amelia berhenti di bagian akhir diary, namun menemukan secarik kertas, ia mengambilnya dan
membacanya).

Scene 13. Story telling theme

Cast : Ayden dan Anastasia.


Scene 14. Ext. Lab. (Sore).

Cast : Amelia.

Amelia : "aku tidak bisa diam saja, ini bukti yang penting dan aku harus segera memberitahu semua
orang dan juga pihak polisi"

(Berucap sembari mengambil handphonenya dan pergi dari kafe itu).

Scene 15. Ext. Sekolah. (Pagi).

Cast : Amelia.

Scene 16. Ext. Kelas. (Pagi).

Cast : Anastasia.

(Anastasia tersenyum dan tertawa sambil memandangi foto Amelia di tangannya)

Scene 17. Ext. Sekolah. (Pagi).

Cast : Amelia.

(Amelia berjalan, menatap bangunan sekolahnya, kemudian sorot matanya mengarah kebawah lalu
berbalik pergi).

Scene 18. Ext. Green Cafe. (Sore).

Cast : Amelia.

(Amelia berhenti berjalan dan mengeluarkan ponsel, lalu mengetuk layarnya ,lalu menelpon, dia
menatap ke langit tanpa ekspresi).

Scene 19. Ext. Kelas. (Sore).

Cast Kevin dan Arlo.

(Kevin dan Arlo berbincang sambil berjalan namun tiba-tiba ponsel Kevin berbunyi, dia melihat
ponsel, lalu mereka saling bertatapan).
Scene 20. Ext. Green Cafe. (Sore).

Cast : Amelia, Arlo dan Kevin.

(Amelia tengah duduk menatap ponselnya kemudian melihat ke depan, ada Arlo dan Kevin datang
sambil menoleh ke kiri dan kanan lalu ke depan, ke arah Amelia).

(Amelia melambaikan tangannya pelan ke arah mereka).

Scene 21. Ext. Green Cafe. (Sore).

Cast : Amelia, Arlo dan Kevin.

(Mereka bertiga duduk dengan eskpresi serius sambil berbincang-bincang).

(Arlo berdiri hendak pergi namun Amelia segera mengeluarkan buku diary Ayden).

(Arlo dan Kevin terkejut menatap buku diary itu, lalu menatap Amelia).

(Amelia mengangguk).

(Arlo yang sebelumnya berdiri kini, duduk kembali dan melanjutkan pembahasan).

Scene 22. Ext. Kantor polisi. (Sore).

Cast : Amelia, Arlo dan Kevin.

(Mereka berjalan bersama dan menatap ke arah kantor polisi).

(Amelia memegang erat buku diary itu, kemudian Arlo dan Kevin meletakan tangan mereka ke
pundak Amelia).

(Amelia menatap Arlo dan Arlo mengangguk).

(Amelia menatap Kevin dan Kevin mengangguk).

(Lalu Amelia menatap ke depan, ke kantor polisi).

(Mereka bertiga melangkah bersama).

Scene 23. Ext. Perpustakaan. (Sore)

(Anastasia yang membaca buku, terkejut dengan suara pintu, lalu dia menatap ke belakang dan
memasang wajah tidak senang dan menatap ke tangannya yang telah diborgol).

The End.

Anda mungkin juga menyukai