Representasi Keluarga di Film Ngeri-Ngeri Sedap
Representasi Keluarga di Film Ngeri-Ngeri Sedap
(Studi Kasus pada Peer Group yang Menonton Film Ngeri-Ngeri Sedap)
SKRIPSI
OLEH
43120029
PENDAHULUAN
penting. Hal ini didasari karena komunikasi adalah proses penyampaian pesan
prosesnya agar bisa efektif, yakni komunikator sebagai pengirimm pesan, isi
diinginkan (Nurhadi, 2018: 91). Jadi, komunikasi adalah suatu proses pertukaran
dengan lingkungannya.
tubuh, seperti sentuhan dan lirikan mata. Komunikasi nonverbal biasanya juga
ikut digunakan saat seseorang berkomunikasi secara verbal. Hal ini terjadi karena
1
ketika berkomunikasi, seseorang bukan saja menggunakan kata-kata, tapi juga
Perkembangan teknologi saat ini telah melahirkan bentuk komunikasi yang lebih
informasi kepada masyarakat umum melalui media cetak dan elektronik disebut
penyebaran informasi secara luas Seperti yang diungkapkan oleh Janowitz, media
melibatkan penggunaan alat teknologi seperti film, radio, televisi, koran untuk
diwaktu yang sama. Lebih lanjut, John Bittner yang mengatakan bahwa
komunikasi massa merupakan sebuah informasi atau kabar yang disebarkan pada
orang-orang yang tersebar secara luas melalui media massa, baik media
2
hidup dan gambaran realistis kepada pemirsa. Kemampuan sebuah film untuk
cinematographie yang dimbil dari kata cinema dan tho/phytos bermakna gerak
dan cahaya. Sehingga film secara harafiah diartikan sebagai sebuah gambar yang
(KKBI), film mempunyai arti sebuah teknologi produksi dari seluloid yang
digunakan sebagai media tempat gambar yang akan dipotret (gambar negatif) dan
gambar yang akan ditampilkan di layar bioskop (gambar positif). Film digunakan
Film merupakan salah satu bentuk media yang lebih unggul dibandingkan
bentuk komunikasi lainnya karena mampu menjangkau khalayak yang lebih luas
seta berbagai lapisan masyaraka dan film tersebut bisa berdampak bagi
pengikutnya. Sebuah film yang dibuat harus memperhatikan genre dan makna
yang ingin disampaikan pada penontonnya (Masni, 2020: 197). Film Ngeri-Ngeri
sedap merupakan sebuah film bertema keluarga, film ini mengangkat cerita yang
berlatar belakang suku Batak. Film keluarga garapan Sutradara Bene Dion
Rajaguguk bercerita tentang sebuah keluarga yang tinggal di tepi Danau Toba,
mereka mempunyai 4 (empat) orang anak yang bernama Domu, Sarma, Gabe dan
Sahat. Ketiga putranya merantau seorang putri yang tinggal bersama orantuanya.
Ketiga puteranya tersebut tidak ingin pulang dan memberikan kerinduan yang
3
Peer group merupakan sebuah kelompok yang didasarkan atas kesamaan
umur dan memiliki perasaan kedekataan karena faktor- faktor seperti, lingkungan
yang sama. Peer group adalah bentuk kelompok pertemanan yang memiliki
dorongan batin untuk dapat bekerja sama dan bermain. Umur dalam peer group
memiliki jarak yang tidak terlalu jauh, sehingga masih bisa disebut sebaya atau
sama umur. Selain itu, peer group juga bisa memiliki kesamaan dalam hal
psikologis dan tingkah laku adaptasi lingkungan. Kelompok seperti ini dapat
Pada film Ngeri-Ngeri Sedap juga menemukan bahwa film ini mendapat
perhatian dari generasi muda karena mengandung cerita yang dirasa sesuai dengan
kenyataan yang dialami oleh remaja umumnya. Pesan moral tentang keluarga
dalam film ini membuat kaum muda tertarik menontonnya karena bisa menambah
Penelitian ini mengambil informan dari kelompok peer group penulis yang
bernama Meet Team. Peer group ini adalah teman-teman penulis yang berjumlah
10 orang dengan kisaran usia tidak jauh berbeda, yaitu 20-22 tahun. Meet Team
terbentuk karena faktor kedekatan dalam lingkungan pertemanan, selain itu karena
anggota kelompok ini juga mempunyai hobi dan minta yang sama, salah satunya
kelompok peer group Meet Team yang menonton film Ngeri-Ngeri Sedap pada 27
4
bentuk interaksi penyaluran kasih sayang yang diekspresikan melalui bahasa dan
gestur gerak tubuh. Menurutnya, sebuah keluarga bukan hanya berbicara tentang
cinta kasih, tetapi lebih dari itu keluarga adalah tempat paling nyaman untuk
berbagi suka duka, berkeluh kesah dan menerima pribadi apa adanya.
memaknai keluarga dalam film Ngeri-Ngeri Sedap sebagai kelompok kecil dalam
dalam dalam film tersebut adalah sebuah „comfort zone‟ atau zona nyaman untuk
menggunakan tiga pendekatan dalam teori Stuart Hall. Sesuai pengertiannya, teori
representasi menurut Stuart Hall secara umum membantu menjelaskan makna dan
berbagai media dan praktik komunikasi sosial merupakan inti teori representasi.
persepsi, hubungan sosial dan identitas (Sholichah et al, 2023: 35-36). Teori ini
digunakan untuk melihat representasi keluarga dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dan
group melalui tiga pendekatan representasi menurut Stuart Hall, yaitu reflektif,
5
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang permasalahan di atas terlihat jelas bahwa yang menjadi
film Ngeri-Ngeri Sedap (Studi Kasus pada Peer Group yang Menonton Film
Ngeri-Ngeri Sedap)?”.
film Ngeri-Ngeri Sedap pada peer group yang menonton film Ngeri-Ngeri Sedap.
mereka tonton.
Berikut ini adalah kerangka pikir, asumsi dan hipotesis dari penelitian ini:
6
1.5.1 Kerangka Pemikiran
masalah. Oleh karena itu, penelitian harus memasukkan kerangka kerja. Gagasan
utama yang menentukan perspektif dari mana masalah penelitian akan diteliti
ini berawal dari representasi keluarga yang terdapat dalam film Ngeri-Ngeri
Sedap. Salah satu kelompok penikmat film yang dapat diamati adalah kelompok
peer group. Teman sebaya diartikan sebagai teman, sahabat, atau individu yang
mungkin diajak berkolaborasi. Karena perbedaan usia yang dekat, teman sebaya
juga sering disebut sebagai teman seusia. Anak atau remaja yang berada pada
Salah satu media komunikasi massa adalah film. Film adalah alat
tak terbatas selama proses pendidikan massal. Banyak orang dapat menikmati film
mulai dari generasi muda, dewasa, lanjut usia, dan remaja. Film dengan judul
7
mempunyai arti bagi orang lain disebut representasi. Representasi keluarga dalam
film ini dapat dimaknai oleh kelompok peer group yang dilihat berdasarkan teori
Bagan 1.1
Kerangka Pemikiran
1.5.2 Asumsi
8
asumsi. Sebelum melakukan penelitian ini, adapun asumsi yang dipegang oleh
peneliti, yaitu terdapat representasi keluarga dalam film Ngeri-Ngeri Sedap pada
1.5.3 Hipotesis
adanya representasi keluarga dalam film Ngeri-Ngeri Sedap pada anggota peer
9
BAB II
LANDASAN KONSEPTUAL
ini. Studi ini mengacu pada sejumlah investigasi sebelumnya, khususnya yang
berikut ini:
perbandingan dalam rangka penyusunan penelitian ini. Studi ini mengacu pada
adalah salah satu dari tiga prinsip panduan pendekatan konstruksionis. pada
teori representasi Stuart Hall. Segmen urutan (acts), adegan (adegan), dan
penelitian ini menggunakan teori dari Jhon Fiske. Film ini berkisah tentang
10
persahabatan antara dua orang dari kelas sosial yang berbeda, namun juga
representasi oleh Stuart Hall yang ditinjau dari salah satu dari tiga prinsip
perbedaan dengan penelitian terdahulu yang kedua adalah teori yang digunakan,
yaitu semiotika oleh Jhon Fiske. Jadi, pada penelitian ini penulis akan
Stuart Hall yang ditinjau dari tiga pendekatan, yaitu reflektif, intensional dan
konstruksionis.
2.2 Komunikasi
Komunikasi merupakan Salah satu aspek paling penting dan rumit dari
komunikasi dengan sesamanya, baik yang sudah mereka kenal maupun yang
11
belum mereka kenal. Karena komunikasi sangat penting bagi keberadaan
pada pemahaman dan persepsi komunikan; setiap aktor dalam proses tersebut
yang dilakukan dua orang atau lebih secara langsung (tata muka) dan
dialogis.
berkomunikasi satu sama lain sesuai dengan peran dan norma yang
12
komunikan secara massal, yaitu dalam jumlah besar, hidup berjauhan,
(saluran).
yaitu:
c. Pesan
gambar, gerak tubuh, ekspresi wajah, atau cara lain, dapat dikategorikan
sebagai pesan.
13
d. Saluran/Media
sampai kepada komunikan. Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari
2021: 25):
2.3 Keluarga
terlibat satu sama lain, memainkan peran berbeda dalam membangun dan
14
2.3.2 Peran Keluarga
terlibat atau berperan besar dalam terjadinya suatu hal atau peristiwa. Sebaliknya
gagasan tentang apa yang dapat dicapai seseorang yang penting bagi struktur
kedudukan atau lokasi seseorang dalam masyarakat; Peran dalam pengertian ini
kebutuhan psikososial dan spiritual anak melalui interaksi antar anggotanya. Peran
ini dikenal dengan fungsi keluarga. Setiap aspek kehidupan anak diliputi oleh
tugas dan tanggung jawab keluarga yang sangat rumit, antara lain sebagai berikut:
Pertama dan terpenting, keluarga merupakan wadah utama dalam membina dan
Tuhan Yang Maha Esa. (Rahayu, 2019:27). Kedua peranan keluarga dalam
15
2.4 Peer Group (Teman Sebaya)
Peer group atau kelompok teman sebaya memiliki kisaran umur yang sama
atau tidak terlalu berbeda jauh. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan terjadi
interaksi dan kolaborasi antara seorang siswa dengan teman yang lebih tua.
Teman, sahabat, atau orang yang dapat bekerja atau melakukan sesuatu bersama-
sama dianggap sebagai rekan. Kelompok anak-anak atau remaja yang berada pada
tahap perkembangan yang sama dengan disebut teman sebaya. Peer group
rasa nyama dan aman. Peer group adalah individu yang mirip satu sama lain
dalam hal usia dan status sosial. Cara lain untuk menggambarkan kesamaan peer
tindakannya dari teman sebayanya adalah aspek paling penting dalam hubungan
teman sebaya. Hal ini agar anak dapat menilai apakah perilakunya membaik, tetap
sama, atau menjadi lebih buruk dibandingkan dengan tindakan temannya (Afifah,
2022:17)
16
berbagai macam jenis kelompok peer group, antara lain sebagai berikut:
1) Teman dekat, seorang anak biasanya memiliki dua atau tiga teman dekat
Kelompok ini terdiri dari kelompok peer group berjenis kelamin sama
3) Anggota kelompok besar ini terdiri dari sejumlah kelompok kecil dan
penolakan teman-temannya.
Ada beragam tipe teman sebaya di antara yang tercantum di atas, yang
Kemampuan teman sebaya dalam memberikan umpan balik kepada anak dari
peran mereka yang paling berharga. Oleh karena itu, seorang anak akan
mempertanyakan apakah yang dilakukannya lebih unggul, lebih rendah, atau sama
17
2.5 Film
Pesan dan ideologi yang ingin disampaikan oleh para pembuat film
menjadi dua kategori oleh Garin Nugroho dan Dyna Herlina. Yang pertama
dikenal sebagai panggung seni urban dan berlangsung pada tahun 1900-1930.
Periode kedua, dari tahun 1930 hingga 1950, menyaksikan pertumbuhan film
sebagai bentuk hiburan selama krisis ekonomi global. Ketiga, terjadi ketegangan
berlangsung pada tahun 1970 hingga 1985. Kelima, tahun 1985–1998 disebut
sebagai tahun krisis dalam konteks globalisasi. Keenam, periode yang ditandai
dengan euforia demokrasi pada tahun 1998 hingga 2013 (Ardiyanti, 2017:168).
18
2.6 Teori Representasi Stuart Hall
Kingston Jamaika dan kedua orang tuanya juga adalah orang Jamaika kelas
menengah. Selain itu, Stuart Hall juga dikenal sebagai salah satu tokoh teori
Mereka terkenal dengan pionir ide, konsep, dan cara berpikir dalam sains dan
kajian budaya yang sampai sekarang dikenal dengan istilah kajian budaya
Birmingham.
melalui sesuatu selain dirinya sendiri, biasanya berupa tanda atau simbol. Marcel
konsep, atau pesan secara fisik. Lebih tepatnya representasi adalah proses
bentuk fisik tertentu melalui penggunaan tanda-tanda, seperti suara, gambar, dan
terhadap apa yang dilihat, dibayangkan, atau dirasakannya terhadap objek nyata
19
media dan praktik komunikasi sosial merupakan inti teori representasi. Produsen
dan tanda melalui proses pengkodean (Sholichah et al, 2023: 35- 36).
harus memulai kembali rangkaian kebudayaan dari awal jika politik representasi
penciptaan makna dan pembagian di antara para partisipan. Ini adalah representasi
budaya dan praktik yang menghubungkan bahasa dan makna dengan budaya.
Menurut Stuart Hall 1997 (dalam Hermayanthi, 2021:13), dalam teori Stuart
20
media yang melalui pembicara dalam menyampaikan arti penting segala
21
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
yang digunakan oleh peneliti dengan tujuan mendapatkan data terkait masalah
yang sedang diteliti (Ramdhan, 2021:1). Pada penelitian ini berfokus pada
pendekatan analisis Stuart Hall. Metode tersebut penulis anggap cocok dalam
representasi dengan fokus pada studi kasus. Menurut Kriyantono (2020: 235)
dalam studi kasus, suatu fenomena diperiksa, dijelaskan, dan ditafsirkan dalam
penelitian ini berfokus untuk mengumpulkan data spesifik dan sistematis untuk
yang dijelaskan secara komprehensif oleh baik kata maupun angka. Studi
22
deskriptif tidak dimaksudkan untuk pengujian teori tertentu, melainkan untuk
menjelaskan apa itu gejala, variabel, atau kondisi (ZellaTifanny & Mudjiyanto,
2018: 84).
meneliti objek penelitian. Penelitian ini mengambil studi kasus pada peer group
1. Tahap Persiapan
Ngeri-Ngeri Sedap.
23
2. Tahap Pengumpulan Data
akan diwawancarai, sehingga mendapatkan data dan informasi yang faktual dan
terpercaya.
objek penelitian, peneliti memilih informan dari teman sebaya peneliti yang
dan data secara faktual terkait suatu permasalahan dalam penelitian. Informan
kunci dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang teman sebaya dalam kelompok
pernah menonton film ngeri-ngeri sedap lebih dari dua kali. Informan yang dipilih
24
berusia kisaran 20-22 tahun, karena mereka sudah dapat memberikan pemaknaan
Data primer adalah data yang dihasilkan secara internal melalui observasi
(Siregar, 2022:72). Data primer untuk penelitian ini diperoleh dari hasil
Data sekunder adalah informasi yang berasal dari sumber luar, seperti
publikasi, jurnal, dan sumber lainnya, yang dikumpulkan melalui referensi luar.
Informasi ini diperlukan untuk memperkuat data primer (Siregar, 2022:72). Data
sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen berupa referensi jurnal dan
dengan berada dalam kerangka teoritis landasannya. Realitas hanya ada dalam
25
penelitian ini adalah representasi keluarga dalam film Ngeri-Ngeri Sedap oleh
peer group yang menonton film Ngeri-Ngeri Sedap. Representasi merupakan hasil
pemikiran atau persepsi seseorang terhadap apa yang dilihat, dibayangkan, atau
a. Reflektif
konsep, item media, dan pengalaman sosial langsung. Reflektif dalam penelitian
ini digunakan untuk mengetahui pemaknaan keluarga oleh peer group melalui
b. Intensional
media yang melalui pembicara dalam menyampaikan arti penting segala sesuatu
dan menimbulkan efek khusus. Intensional dalam penelitian ini digunakan untuk
c. Kostruksionis
dalam sebuah karya (objek) atau pesannya. Namun yang meninggalkan makna
26
bukanlah material barang-barang melainkan dibuat dari karya seni dan upaya.
a. Wawancara Mendalam
pertemuan tatap muka yang berulang-ulang antara peneliti dengan subjek Tujuan
dengan cara mewawancarai langsung peer group yang menonton film Ngeri-
b. Observasi
dan merasakan suatu fenomena berdasarkan ide dan pengetahuan yang ditemui
cara mengamati ekspresi kelompok peer group ketika menonton film Ngeri-Ngeri
Sedap.
27
c. Studi Dokumen
Catatan peristiwa masa lalu disebut dokumen. Rekaman dapat berupa karya
seni tertulis, foto, atau kreasi berskala besar yang dibuat oleh seseorang. Pada
studi dokumen, penulis akan mengumpulkan literasi berupa dokumen dan foto
Teknik analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini ada dua
yaitu reduksi data dan penyajian data. Miles dan Hiberman mengembangkan dan
mengadopsi teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. (Bagus,
2018: 118):
a. Reduksi Data
data yang diperoleh akan didiologkan untuk mendapatkan sudut pandangan baru
b. Penyajian Data
dan teknik penyajian data lain yang sejenis. Artinya proses penyajian data
penelitian representasi keluarga dalam film ngeri-ngeri sedap yang diperoleh akan
28
disampaikan dalam bentuk teks naratif dan memungkinkan untuk menarik
Interpretasi data dilakukan selain analisis data. Metode analisis umpan balik
data dari lapangan, dan memberikan informasi tentang fungsi hasil penelitian
dengan data yang dilaporkan oleh peneliti dikenal dengan teknik keabsahan data.
Tidak ada perbedaan data valid antara apa yang dilaporkan peneliti dengan apa
yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian (Winarni, 2018:175). Oleh karena
itu, ada 2 (dua) teknik yang digunakan untuk verifikasi keakuratan data penelitian,
yaitu:
relevan.
diinterpretasikan.
29
BAB IV
Pada bab ini penulis akan membahas mengenai deskripsi lokasi penelitian
yaitu Peer Group Meet Team. Bagian ini juga penulis akan menyajikan hasil
umum Peer Group Meet Team, telaah informan, dan hasil studi dokumen yang
Penelitian ini mengambil kelompok peer group bernama Meet Team yang
terbentuk sejak 19 Desember 2020. Kelompok peer group ini mulai dibentuk
karena para anggotanya pernah bersekolah di tempat yang sama, yaitu Sekolah
Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kota Kupang. Peer Group Meet Team
memiliki 10 anggota yang terdiri dari enam orang laki-laki dan empat orang
perempuan berusia kisaran 20-22 tahun. Para anggota Meet Team berasal dari
mereka membentuk pertemanan ini karena adanya kesamaan dalam hal minat,
Peer Group Meet Team telah menjalin pertemanan selama kurang lebih 4
tahun sejak terbentuk. Sehari-hari, para anggota peer group Meet Team
mempunyai kesibukan yang berbeda, diantaranya ada yang masih berkuliah dan
sudah bekerja, sehingga waktu berkumpul dilakukan pada malam hari pukul 20.00
WITA. Para anggota lebih sering berkumpul dan bermain di rumah salah satu
30
anggota yang berlokasi jalan Pda. Cunha No. 42 Kelurahan Naikoten II, Kota
Kupang.
Team juga pernah menonton film Ngeri-Ngeri Sedap yang digunakan dalam
penelitian ini. Para anggota menonton film ini sejak dirilis di bioskop pada tahun
2022 lalu. Film ini juga masih ditayangkan di aplikasi streaming Netflix, jadi lebih
memudahkan anggota Meet Team untuk menonton ulang film tersebut. Mereka
sehingga menjadi salah satu film bertema keluarga yang sering dibahas dalam
komedi. Film ini disutdarai oleh Bene Dion Rajaguk dan dirilis pada tanggal 02
Domu dan Mak Domu bersama keempat anak mereka yang bernama Domu,
Sarma, Gabe dan Sahat. Keluarga ini sangat memegang teguh tradisi dan budaya
dan Marlina alias Mak Domu. Mereka di karuniai empat orang yang terdiri dari
tiga orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan. Anak-anak tersebut
bernama Domu, Sarma, Gabe, dan Sahat. Suatu hari, Pak Domu dan Mak Domu
31
gelisah karena ke tiga anak laki-lakinya semakin jarang berkunjung ke kampung
ingin cerai dengan sang suami. Pertengkaran itu diatur sedemikian rupa agar
menikah dengan orang sunda akan tetapi sang ayah tidak menyetujui, karena ia
ingin anaknya menikah dengan orang batak. dari sisi Gabe, ia menganggap
bapaknya tidak mengerti akan bakatnya, ia yang merupakan sarjana hukum lebih
tinggal di Yogyakarta bersama ayah asuhnya Pak Pomo karena ingin merawat pak
Anak-anak sepakat bahwa jika masih tidak ada ujung dalam permasalahan
memulai sebuah argumen yang membuat semuanya, termasuk Mak Domu, marah
skenario perceraian itu palsu, dan bahwa Sarma telah mengetahui ini. Sarma
32
Pak Domu curhat pada ibunya bahwa ia cuma mengikuti cara ayahnya,
ibunya mengatakan bahwa tiap keluarga berbeda dan cara memimpinnya juga
harus berbeda. Pak Domu lalu menemui anak-anaknya dan belajar berbagai hal
tentang anak-anaknya. Ia mulai luluh dan memberikan restu kepada calon istri
Domu. Selain itu, ia juga mengunjungi rekan kerja Gabe yang ternyata sangat
berbelas kasih dan pengertian kepada Gabe. Pak Domu juga bertemu langsung
dengan Pak Pomo yang adalah ayah asuh Sahat di Yogyakarta dan memberikan
izin agar Sahat dapat melanjutkan usaha pertaniannya di desa Pak Pomo. Setelah
Gambar 4.1
33
4.3 Telaah Informan
(Studi Kasus pada Peer Group yang menonton Film Ngeri-Ngeri Sedap).”
Informan terdiri atas dua orang laki-laki dan dua orang perempuan teman peneliti
yang pernah menonton film Ngeri-Ngeri sedap lebih dari dua kali.
Tabel 4.3
Data Informan
Penelitian
Ngeri Sedap sejak dirilis di bioskop pada tahun 2022 dan menonton ulang
film ini sebanyak tiga kali lewat aplikasi streaming Netflix dan di bisokop
34
aplikasi Streaming Telegram.
35
3. Aditia kerap disapa Adit adalah laki-laki yang berusia 22 tahun. Ia
1. Reflektif
a) Menurut anda, scene mana dalam film Ngeri-Ngeri Sedap yang berupa
simbol atau gestur tubuh untuk menunjukan adanya bentuk kasih sayang
b) Dalam film Ngeri-Ngeri Sedap, scene mana yang paling sering anda
sesama anggota?
36
c) Scene dalam film Ngeri-Ngeri sedap mana yang menujukkan adanya
konflik?
2. Intensional
3. Konstruksionis
anda?
anda?
berkonflik?
yang dilakukan bersama empat orang informan yang telah ditentukan sebelumnya.
1. Reflektif
item media, dan pengalaman sosial langsung. Berkaitan dengan indikator ini,
penulis akan menanya dua pertanyaan kepada para informan terkait pemaknaan
37
mereka menunjukan adanya bentuk kasih sayang dalam sebuah keluarga pada
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.25
“Pada saat pak domu datang ke lokasi tempat kerja gabe sebagai bintang
tamu dan mengatakan bahwa ia bangga kepada gabe juga meminta maaf. Scene ini
menunjukan lebih baik meminta maaf dari pada tidak sama sekali, dan tidak ada
salahnya jika orang tua yang meminta maaf terlebih dahulu kepada anak. Itu
merupakan salah satu bentuk cinta yang diberikan dari orang tua kepada anak.
Karena tidak semua orang bisa melakukan itu.”
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh Kenny saat diwawancarai
pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.32 WITA juga mengatakan bahwa:
“Saat adegan berpelukan antara opung dan domu ini masuk dalam gestur
pengungkapan kasih sayang dalam keluarga bagaimana opung nya dengan hangat
menyambut cucu nya dari tanah perantauan. Berpelukan juga termasuk salah satu
cara menyampaikan kasih sayang terhadap keluarga.”
Selain itu Aditia saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul
“Pada saat pak Domu dan mak Domu, serta tiga orang anak laki-lakinya
duduk bersama lalu mereka menginginkan kedua orang tua saling memaafkan
dengan mencari jalan keluar dari masalah mereka kemudian mak Domu menangis
karena belum siap membahas masalah tersebut, sehingga ketiga anak laki-laki
memeluknya.”
38
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh aditia, Pram juga
mengatakan saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.55 WITA
mengatakan:
scene dalam film ngeri-ngeri sedap mana yang paling sering mereka gunakan
pada anggota keluarga mengungkapkan rasa kasih sayang antar sesama anggota
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.25
“Pada saat keluarga pak domu makan bersama di meja makan sambil
bercerita. “Hal itu juga terjadi dalam keluarga saya pada saat kami makan bersama
seringkali bercerita tentang berbagai hal terutama masa kecil yang tak terulang
lagi.”
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh Lia, menurut Kenny saat
diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.32 WITA juga mengatakan
bahwa:
“Ketika mak domu sakit dan sarma mengatakan “mak kumasakkin bubur
ya”.“Itu menunjukkan bentuk kasih sayang yang terjadi dalam keluarga dimana
anggota keluarga lain mungkin menunjukkan rasa peduli atau rasa sayang nya
dengan cara merwat anggota keluarga yang sakit. Hal ini pun sama terjadi di
39
dalam keluarga saya, cara kami menunjukkan kasih sayang dan peduli adalah
dengan bagaimana kita mengurus keluarga yang sedang sakit.”
Selain itu Aditia saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh Aditia, Pram juga
mengatakan saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.55 WITA
mengatakan:
“Ada beberapa scene yang yang berhubungan dengan kehidupan saya, seperti
scene jalan-jalan bersama dengan keluarga, makan di meja makan bersama,
berdoa sebelum makan, hal-hal kecil juga seperti menanyakan kabar dan hari
kita.”
Penulis juga mewawancarai para informan berkaitan dengan Scene dalam film
Ngeri-Ngeri sedap mana yang menujukkan adanya konflik
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.25
“Pada saat Pak Domu dan anak-anaknya bertengkar sehingga mak domu pun
ikut kesal dan membela anak-anaknya, lalu kebohongan tentang perceraian suami
istri itu terungkap.”
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh Lia, menurut Kenny saat
diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.32 WITA juga mengatakan
bahwa:
40
menjaga rumah tetapi ia memilih tidak mendapat warisan itu menjadi konflik
karena anak-anaknya satu per satu menentang ayahnya
Selain itu Aditia saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul
“Saat terjadi perdebatan sengit antara Pak Domu dan anak-anaknya, dimana
kedua belah pihak tidak mau mengalah. Hal ini memperparah konflik dan
menciptakan suasana yang penuh tekanan.”
Saat di wawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 20.55 Pram juga
mengatakan:
“pada saat pulang acara, di jalan Gabe tertawa lalu mengatakan ini keluarga
seniman sambil mengulang kata opung yang mengatakan bangga kali sama
keluarga kalian. Disitu terjadi ketegangan antara pak Domu dan anak-anaknya.”
2. Intensional
berbeda pada setiap karyanya. Berkaitan dengan indikator ini, penulis akan
menanyakan dua pertanyaan kepada para informan tentang makna keluarga film
ngeri-ngeri sedap melalui penggunaan bahasa dan makna keluarga yang nampak
dari dialog antar pemeran dalam film ngeri-ngeri sedap oleh peer group
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 21.45
“Pada saat sarma mengatakan “kalau mikirin diriku sendiri, yang mikirin
bapak sama mama siapa?” adegan itu mengatakan bahwa karena lebih besar cinta
nya kepada saudara dan orang tua anak perempuan rela menurunkan egonya dan
mengubur mimpinya untuk saudara dn orang tua.”
41
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh Lia, menurut Kenny saat
diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 21.50 WITA juga mengatakan
bahwa:
“Saat mak Domu sakit, gabe bertanya kepada mak domu, Mak. Mama tak apa-
apa?” itu menunjukkan kekhawatiran terhadap anggota keluarga.”
Selain itu Aditia saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul
“Dialog pada saat pak Domu bercanda kepada gabe “betul rupanya tak
diracuni” jawab gabe” sudah lima sendok kumakan dan sudah kudoakan” itu
merupakan bentuk candaan orang tua kepada anak agar lebih akrab.”
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh Aditia, menurut Pram saat
“Dalam film “Ngeri-Ngeri Sedap” terjadi dalam scene dimana salah satu
karakter menyampaikan ucapan terima kasih atau meminta maaf dengan penuh
kehangatan dan empati kepada anggota keluarga lainnya. Misalnya, saat pak
domu menyatakan cinta akan prestasi anak-anaknya, mau menerima keputusan
mereka sendiri dan meminta maaf kepada istri dan anak nya serta saat pak domu
berhasil membawa pulang anak-anaknya kembali ke kampung halaman.”
untuk penonton secara keseluruhan dalam film ngeri-ngeri sedap bagi kehidupan
keluarga
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 21.45
“Kejujuran dalam satu keluarga itu sangat penting, karena kalau tidak jujur
banyak dampak yang terjadi dalam keluarga salah satunya karena tidak jujur
banyak kepercayaan dalam keluarga yang membuat keluarga jadi renggang dan
42
untuk orang tua tidak selamanya pilihan anak itu salah, seharusnya orang tua
mendukung penuh anak tanpa ada paksaan dan tuntutan.”
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh Lia, menurut Kenny saat
diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 21.50 WITA juga mengatakan
bahwa:
“Memang setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu
juga sebaliknya tetapi ada halnya semuanya itu tidak boleh ditentang langsung,
tapi harus dibicarakan baik-baik orang tua juga harus mengerti apa yang anaknya
inginkan.”
Selain itu Aditia saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul
mengatakan:
3. Konstruksionis
dan penyusunan makna dalam sebuah karya (objek) atau pesannya. Namun yang
karya seni dan upaya. Berkaitan dengan indikator ini, penulis akan menanyakan
dua pertanyaan kepada para informan terkait makna sebuah keluarga menurut
43
kelompok peer group berdasarkan pemahaman dan pengalaman mereka sehari-
hari.
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.10
diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.15 WITA juga mengatakan
bahwa:
“Keluarga ketika saya merasa capek atau lelah, mau jalan sejauh apapun
pasti tempat pulang saya adalah keluarga tempat dimana saya merasa nyaman dan
hanya di keluarga saya merasa seperti diri sendiri, keluarga juga merupakan
tempat dimana saya dapat dimengerti.”
44
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh Aditia, Pram juga
mengatakan saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.35 WITA
bahwa:
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.10
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh lia, menurut Kenny juga
saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.15 WITA juga
mengatakan bahwa:
“Tidak, karena saya merasa tidak dipaksakan dan saya dilahirkan dari
keluarga yang sangat demokrasi jadi tidak semua keputusan diambil oleh kepala
45
keluarga (Bapak) selalui melalui musyawarah, tidak pernah merasa dipaksa dan
selalu mendukung apa yang menjadi pilihan anak-anaknya.”
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh Aditia, Pram juga
mengatakan saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.35 WITA
bahwa:
para informan
Menurut Lia saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.10
saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.15 WITA juga
mengatakan bahwa:
46
“kasih sayang dapat diberikkan melalui apa saja misalkan tindakan,
hadiah, ucapan dan yang terpenting dilakukan dengan tulus.”
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh Aditia, Pram juga
mengatakan saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.35 WITA
bahwa:
Hal yang tidak jauh berbeda juga dikatakan oleh lia, menurut Kenny juga
saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.15 WITA juga
mengatakan bahwa:
“Caranya adalah dengan mau menerima apa yang sudah menjadi jalan
untuk diri masing-masing dan dengan rasa penerimaan itu dapat mengerti keadaan
dan menerima semua yang sudah menjadi jalannya dengan ikhlas. Sehingga
semua ending dari konflik yang ada mendapatkan jalan keluar yang terbaik.
Selain itu Aditia saat diwawancarai pada hari Jumat, 02 Mei 2024 pukul
47
Tidak jauh bebeda seperti yang dikatakan oleh Aditia, Pram juga
mengatakan saat diwawancarai pada Jumat, 02 Mei 2024 pukul 22.35 WITA
bahwa:
Dokumen yang dimaksudkan dalam studi ini adalah film. Penulis akan
oleh Tarekh Afdal Mohamad Yazid pada tahun 2021 berjudul “Representasi
Keluarga pada Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.” Pada penelitian ini
ditemukan bahwa keluarga adalah tempat seluruh anggota keluarga terutama anak
merasa aman, nyaman dan dicintai. Kehangatan dan kasih sayang satu sama lain
menjadi salah satu ciri sebuah keluarga yang harmonis. Dengan perhatian dan
dukungan yang diberikan individu kepada individu lain akan membuat ikatan
batin semakin terjaga. Selain itu, walaupun terjadi konfilk dalam keluarga tetapi
akan tetap tercipta suasanya yang nyaman dan harmonis karena anggota keluarga
mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini yang akan membuat setiap individu
merasa dihargai dan nyaman berada dalam ruang lingkup keluarga. Informan yang
kunci agar keluarga bisa dirasakan sebagai tempat dimana bisa mendapatkan kasih
48
sayang, diterima dengan apa adanya tempat untuk berpulang serta saling
dalam keluarga harus terjalin komunikasi yang baik, sehingga tercipta suasana
Oktavianie pada tahun 2023 dengan judul “Representasi Problematik Anak Akibat
Broken Home dalam Film Susah Sinyal.” Penelitian ini menunjukan bahwa
berkomunikasi, bersosialisasi dan menyalurkan rasa kasih sayang antar satu sama
lain. Dalam penelitian ini ditemukan juga bahwa kurangnya komunikasi dapat
membuat anggota keluarga sulit untuk memahami niat dan kasih sayang yang
ingin disalurkan. Hal ini berdampak pada hubungan orang tua dan anak yang
Film merupakan salah satu sarana hiburan yang mempunyai daya tarik
penonton tersendiri, mulai dari kalangan anak–anak hingga dewasa. Film Ngeri-
Ngeri Sedap merupakan film bergenre drama keluarga yang mengandung banyak
nilai-nilai moral dalam film tersebut. Pada film Ngeri-Ngeri Sedap penulis
menemukan bahwa film ini mendapat perhatian dari generasi muda karena
49
mengandung cerita yang dirasa sesuai dengan kenyataan yang dialami oleh remaja
umumnya. Pesan moral tentang keluarga dalam film ini membuat kaum muda
kedekatan sebuah keluarga. Salah satunya pada kaum muda peer group. Pada
bagian ini penulis melakukan observasi atau pengamatan pada peer group dengan
pada empat informan yakni Lia (21), Kenny (20), Aditia (22), Pram (21). Penulis
Sedap, penulis melihat pada saat menonton scene saat Gabe bercanda dengan Pak
Domu di meja makan. Penulis melihat para informan tersenyum bahkan tertawa.
Setelah itu penulis melihat para informan menonton scene Pak Domu dan Mak
50
Gambar 4.2
Kamera: Tersembunyi
menunjukan ekspresi yang beragam sesuai scene yang ditujukan di dalam film
Ngeri-Ngeri sedap seperti ekspresi serius, tertawa, sedih, dan lain-lain. Penulis
melihat informan sangat serius dan penuh perhatian dalam menonton film
51
BAB V
Dalam bab ini akan dideskripsikan hasil penelitian dengan merujuk maksud
dan tujuan dalam penelitian ini diungkapkan secara operasional yang tampak pada
peneliti baik data primer maupun data sekunder yakni dalam bentuk hasil
kualitatif dengan studi kasus, peneliti akan menganalisis data dengan menyusun
temuan penelitian dengan mengacu pada tujuan dan kegunaan penelitian, sehingga
Film Ngeri-Ngeri Sedap (Studi Kasus pada Peer Group yang Menonton Film
salah satu media massa yang banyak diminati. Selain sebagai audio visual, film
juga kaya akan kualitas artistik. Sebuah film dapat mengajari kita banyak hal, dan
kehidupan kita pada tingkat pribadi dan masyarakat. Untuk menghubungkan suatu
52
Sesuai dengan maksud penelitian yang telah dijelaskan yaitu untuk
Group yang menonton Film Ngeri-Ngeri Sedap sehingga untuk tujuan dimaksud
informan berdasarkan Teori Stuart Hall melalui tiga pendekatan, yaitu reflektif,
5.1.1 Reflektif
keluarga oleh peer group melalui simbol dan tanda keluarga yang digunakan
(21), Kenny (20), Aditia (22) dan Pram (21), makna keluarga secara reflektif
ditemukan pertama pada scene Pak Domu meminta maaf pada Gabe. Menurut
para informan, gestur tubuh ini melambangkan makna keluarga yang saling
suasana keluarga yang nyaman antar satu sama lain. Kedua, makna keluarga
melalui gestur ditemukan pada scene Opung dengan hangat menyambut dan
memeluk para cucunya yang baru pulang dari perantauan juga Hal ini menurut
para informan menujukan keluarga sebagai tempat tujuan kita berpulang sejauh
apapun kita pergi. Ketiga, terlihat pada scene makan bersama di meja makan
sebuah keluarga. Selain itu, juga menunjukan anggota keluarga yang saling peduli
dan menyempatkan diri untuk sekedar bincang bersama saat makan. Keempat,
53
pemaknaan keluarga juga nampak scene pak Domu menyakinkan anak-anaknya
untuk mendapatkan pekerjaan yang layak serta mendapatkan pasangan yang tepat.
Hal ini menurut informan, dimaknai sebagai kasih sayang seorang ayah yang
menginginkan anak-ankanya sukses dan mendapatkan jodoh yang tepat bagi masa
depan mereka juga dalam film terdapat adanya konflik ditemukan pada scene saat
macam hal yang diterima. Hal itu tidak jauh berbeda dengan yang ada pada film
Ngeri-Ngeri sedap, yang terjadi pada scene saat mereka makan di meja makan
bersama keluarga, jalan-jalan bersama keluarga, juga pada saat ada anggota
keluarga yang sakit, anggota yang lain merasa khawatir dan memberikan
yang sama dalam scene yang terdapat pada Film Ngeri-Ngeri Sedap. Konflik yang
terjadi dalam film tentu sering terjadi dalam keluarga yang membuat tekanan itu
ada karena adanya ekspetasi orang tua terhadap anak dan juga kemauan anak yang
Hal ini juga dibuktikan dengan studi dokumen yang dilakukan. Pada kedua
ternyaman untuk saling berbagi dan menyalurkan rasa kasih sayang satu sama
lain.
54
Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan ditemukan bahwa
ditampilkan dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap. Salah satunya pada scene saat
Domu,Gabe dan Sahat lalu disambut dengan pelukan hangat dari Opung pada
scene ini menjukkan makna keluarga yang mengungkapkan rasa kasih sayang.
5.1.2 Intensional
keluarga oleh peer group melalui penggunaan bahasa yang terdapat dalam film
Ngeri-Ngeri Sedap.
Berdasarkan hasil wawancara bersama keempat orang informan yaitu Lia (21),
Kenny (20), Aditia (22) dan Pram (21), makna keluarga secara intensional
ditemukan pertama terdapat scene pada saat Sarma mengatakan, “Kalau mikirin
diriku sendiri, yang mikirin bapak dana mama siapa?” Menurut para informan
dialog Sarma dalam film ini memberikan makna keluarga, khsusnya pada anak
Kedua terdapat pada scene saat Mak Domu sakit, gabe bertanya kepada
ibunya, katanya, “Mak, mama tak apa-apa?” Hal ini menurut para informan
menujukan makna keluarga yang saling peduli dan memperlihatkan kasih sayang
55
Ketiga, terdapat pada scene terlihat Pak Domu dan Gabe yang bercanda saat
akan memberi makan pada Mak Domu yang sedang sakit, pak Domu berkata pada
Gabe, “Betul rupanya tak diracuni.” Lalu, Gabe menjawab katanya, “Sudah lima
sendok kumakan dan sudah kudoakan.” Menurut informan, scene tersebut cukup
ditemukan juga saat sedang bercanda antar anggota keluarga. Candaan antar
candaan, juga sekaligus menghibur yang sedang sakit. Keempat pesan untuk
penonton Film Ngeri-Ngeri Sedap bagi kehidupan keluarga yakni harus adanya
keluarga.
keluarga saat scene anggota keluarga Pak Domu saling mengungkapkan isi hati,
meminta maaf dan berterima kasih satu sama lain. Hal ini, menurut mereka
komunikasi untuk menyalurkan perasaan kasih sayang antar satu sama lain,
karena tanpa komunikasi yang baik hubungan dalam keluarga dapat merenggang.
Hal ini juga terlihat dari hasil studi dokumen. Dari kedua penelitian ditemukan
56
menghargai dan empati. Komunikasi melalui penggunaan bahasa dianggap
menunjukkan ekspresi tertawa pada scene ketika Pak Domu bercanda dengan
sudah lima sendok kumakan dan sudah kudoakan” merupakan candaan yang
5.1.3 Konstruksionis
Lia (21), Kenny (20), Aditia (22) dan Pram (21), ditemukan bahwa informan
pertama dan ketiga mengartikan keluarga sebagai tempat tujuan kita berpulang
dan menjadi sandaran utama saat mengalami masalah hidup. Pemaknaan mereka
ini berdasarkan adegan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap saat Pak Domu mengalami
menceritakan segala keluh kesah hatinya. Selain itu, makna keluarga juga
Keluarga dianggap sebagai sebuah rumah ternyaman, damai, dan juga tempat kita
57
bisa berekspersi secara bebas tanpa khawatir akan persoalan yang sedang
dihadapi.
Kendati demikian, ketiga informan yaitu Lia (21), Kenny (20), Aditia (22)
ditemukan watak pak Domu yang keras dan menginginkan anak-anaknya untuk
mengikuti kepututsannya. Hal ini tidak disetujui oleh para informan, karena orang
tua dari para informan tidak memaksakan kehendak pada anak-anaknya, juga
Para informan juga belajar dari film Ngeri-Ngeri Sedap bagaimana cara
membentuk pesan tentang kasih sayang dengan cara bisa melalui tindakan,
58
Ngeri-Ngeri Sedap saat scene pak Domu pulang ke rumah ibunya karena ia
ditinggalkan oleh anak dan istrinya bahwa menurut para informan tempat
yang menjadi fokus penelitian ini. Hubungan antara konsep dan data
berikut:
A. Reflektif
sebagai makna yang diciptakan oleh manusia melalui konsep, item media, dan
59
mencerminkan makna melalui pengalaman sosial langsung seperti dalam Film
informan memaknai rasa kasih sayang mereka dengan orang tua dengan berbagai
cara salah satu contoh yang ada pada scene ketika jalan dan makan bersama
keluarga hal ini juga sering kali terjadi dalam kehidupan para informan.
beberapa dari scene. film Ngeri-Ngeri Sedap yang relate dengan kejadian dalam
kehidupan mereka dan itu merupakan gesture dari pengalaman sosial langsung
merupakan tempat ternyaman untuk bertukar cerita tentang berbagai hal di situasi
manapun yang membuat dan merasa adanya kasih sayang yang diterima dengan
B. Intensional
kata-kata tertulis dan lisan untuk memberikan makna berbeda pada setiap
yang terdapat makna keluarga dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap yang mengangkat
60
Berdasarkan hasil analisis data penelitian, penulis menemukan bahwa para
informan mengungkapkan adanya makna yang terjadi pada beberapa dialog pada
Film Ngeri-Ngeri Sedap contohnya pada saat pak Domu dan Gabe bercanda di
meja sambil makan bersama. Menurut informan dengan adanya candaan bisa
merasa canggung juga merasa lebih dekat dengan anggota keluarga lainnya.
C. Konstruksionis
pikiran dan tanda bahasa menjadi bagian penting yang digunakan untuk
berpulang dalam kehangatan yang dapat diterima tanpa merasa canggung. Para
informan juga mengatakan bahwa dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap tidak mewakili
didikan dari orang tua terhadap anak juga tuntutan dan cara penyelesain konflik,
dan bahasa yang ada dalam film Ngeri-Ngeri Sedap dalam kehidupan sehari-hari.
61
Hal ini juga berkaitan dengan konsep komunikasi bahwa komunikasi
dan merupakan cara manusia untuk berinteraksi dengan sesama. Dalam hal ini
5.2.2 Kaitan Representasi Keluarga dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap oleh Peer
diciptakan melalui bahasa dan dibagikan di antara anggota kelompok dalam suatu
ide-ide dalam pikiran kita, memungkinkan kita menafsirkan dunia nyata dan dunia
buatan yang berisi objek, orang, dan peristiwa fiksi atau tidak nyata. Selain itu,
persepsi, hubungan sosial dan identitas (Sholichah et al, 2023: 35- 36).
kelompok peer group sebagai tempat ternyaman dan tempat berpulang. Berawal
sebuah keluarga, komunikasi adalah hal yang terpenting yang harus bisa diikuasi
62
oleh anggotanya, karena lewat komunikasilah anggota saling menyalurkan kasih
perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, kurangnya komunikasi yang baik
dan juga kurangnya kepekaan anggota keluarga. Konflik dapat dihindari dengan
berbagai cara yaitu dengan cara salah satu anggota keluarga harus ada yang bisa
telah dibuat serta membangun kepercayaan ini agar konflik dapat dihindari
dengan beberapa hal tersebut jadi, keluarga yang baik adalah keluarga yang dapat
mentransfer perilaku, nilai dan informasi yang baik kepada anak-anaknya dan
63
BAB VI
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi yang telah dilakukan pada bab
sebelumnya, maka pada bab ini berisi kesimpulan terkait penelitian dan saran
yang coba penulis tawarkan bagi untuk menyempurnakan hasil penelitian ini dan
penelitian ini.
6.1 Kesimpulan
Kasus pada Peer Group yang menonton Film Ngeri-Ngeri Sedap) menggunakan
Teori Stuart Hall terdapat pemaknaan dalam film Ngeri-Ngeri Sedap ditinjau dari
tempat ternyaman.
sehari-hari digunakan sebagai pemakanaan karena adanya rasa cinta dan kasih
64
pemaknaan. Keluarga merupakan tempat ternyaman untuk berpulang dan dapat
diterima serta pentingnya belajara menjalin sebuah komunikasi yang baik sesama
untuk memenuhi ekspetasi mereka, seperti dalam hal pekerjaan dan jodoh.
Hal ini dapat menciptakan tekanan dan konflik dalam keluarga juga
komunikasi yang tertutup juga menjadi salah satu aspek yang ditampilkan dalam
film tersebut dan juga mengangkat stigma terhadap pernikahan beda suku dan
pilihan hidup yang tidak sesuai dengan norma. Hal ini mencermikan realitas sosial
perbedaan.
6.2 Saran
ini, yaitu:
1. Bagi Pembaca
mempelajari cara agar komunikasi bisa terjalin antar anggota keluarga sehingga
dapat saling memahami, menerima, dan tidak memaksa kehendak orang lain serta
65
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Film Ngeri-Ngeri Sedap (Studi Kasus pada Peer Group yang menonton Film
Ngeri-Ngeri Sedap) agar dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih baik lagi,
66
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Jurnal:
Menyimpang Siswa Kelas Vii dan Viii Smp Negeri 5 Ngawi. IAIN
Ponorogo.
67
Ardiyanti, H. (2020). Perfilman Indonesia: Perkembangan dan Kebijakan, Sebuah
Damanik, G. R., Kartika, L. A., & Febriana, I. (2023). Analisis Alih Kode dan
Campur Kode dalam Film Ngeri–Ngeri Sedap Karya Bene Dion. Harmoni:
Ghassani, A., & Nugroho, C. (2019). Pemaknaan Rasisme Dalam Film (Analisis
KOMUNIKASI MASSA.
Yogyakarta.
Hudoyo, S., & Mulia, P. B. (2014). Representasi Keluarga Jawa dalam Film
68
Kristianto, K. D. (2015). Representasi Fungsi Keluarga Dalam Film Ekskul.
Lani, O. P., Mastanora, R., Handayani, B., & Maimori, R. (2021). Komunikasi
Verbal dan Nonverbal Pada Film Kartun Shaun The Sheep. Jurnal Ilmu
Maulana, A. H. (2017). Representasi nilai keislaman dalam film Jinn karya Ajmal
akibat broken home dalam film susah sinyal. Jurnal politik, Sosial, hukum
69
Ramadani, U. (2020). Harmonisasi Pola Komunikasi Keluarga dalam Film
Hasanuddin.
Salsa, S. A., & Wahidar, T. I. (2023). Representasi Konflik Orang Tua dan Anak
Agama.
Siregar, Y. S., Darwis, M., Baroroh, R., & Andriyani, W. (2022). Peningkatan
Cinta 7 Wanita. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Serang Raya.
Yazid, Tarekh Afdal Mohammad. (2021). Representasi Keluarga pada film "nanti
70
Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). Tipe Penelitian Deskripsi dalam
Ilmu Komunikasi. Diakom: Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(2), 83- 90.
Internet:
Ngeri-Ngeri Sedap :
[Link]
Fngeri-ngeri-sedap%2F&psig=AOvVaw3LD1UxQcNEknf5tYp8_5--
&ust=1715084083238000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBI
71