0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Unsur dan Jenis Dongeng untuk Anak

Diunggah oleh

Elsa Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan2 halaman

Unsur dan Jenis Dongeng untuk Anak

Diunggah oleh

Elsa Wulandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RANGKUMAN PEMBELAJARAN BERBICARA BAB 8

Nama : Elsa Wulandari


NIM : 11230130000018
Kelas : 2A/PBSI

E. Unsur-unsur Pembangun Cerita dalam Dongeng


Tokoh adalah pelaku yang terdapat dalam sebuah fiksi, yang merupakan ciptaan pengarang
meskipun dapat juga merupakan gambaran dari orang-orang yang hidup di alam nyata. Alur
(Plot) adalah rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan kausalitas atau pola
pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat, alur dibagi menjadi tiga,
yaitu awal, tengah, dan akhir. Latar (Setting) adalah latar belakang tentang tempat, waktu, dan
sosial, fungsi latar untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalannya
suatu cerita, latar tempat berkaitan dengan masalah geografis, di mana peristiwa terjadi, di desa
atau sebagainya, latar waktu berkaitan dengan masalah waktu, hari, jam, maupun historis, latar
sosial berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Judul merupakan hal pertama yang mudah
dikenal oleh pembaca, judul sering kali mengacu pada tokoh, latar, tema, maupun kombinasi
dari beberapa unsur tersebut. Sudut Pandang adalah posisi pengarang dalam membawakan
cerita, sudut pandang dibedakan lagi menjadi sudut pandang orang pertama sebagai pelaku
utama atau pelaku sampingan dan sudut pandang orang ketiga sebagai serba tahu dan orang
sebagai pengamat. Gaya Bahasa dan Nada merupakan cara pengungkapan seorang yang khas
bagi seorang pengarang, meliputi pemilihan kata, imaji, dan pola kalimat. Nada dalam bercerita
berhubungan dengan pilihan gaya untuk mengekspresikan sikap tertentu. Tema merupakan
makna cerita, di dalamnya terkandung sikap pengarang terhadap suatu subjek atau pokok
cerita.

F. Jenis-jenis Dongeng
1. Berdasarkan waktu kemunculannya
Dongeng klasik termasuk ke dalam sastra tradisional (traditional literature), sedangkan
dongeng modern ke dalam sastra rekaan (composed literature). Dongeng Klasik adalah
cerita dongeng yang telah muncul sejak zaman dahulu yang telah mewarisi secara
turun-temurun lewat tradisi lisan. Dongeng modern adalah cerita dongeng yang sengaja
ditulis untuk maksud bercerita agar tulisannya itu dibaca oleh orang lain dan salah satu
bentuk karya sastra yang ditunjukkan pengarang, penerbit, kota penerbit, dan tahun.
2. Berdasarkan isi cerita
Legenda adalah dongeng yang menceritakan tentang asal mula terjadinya suatu tempat.
Misalnya, gunung, danau, rawa, candi, dan sebagainya. Mite atau yang lebih dikenal
dengan mitos adalah dongeng yang bercerita tentang dunia dewa. Mite juga
berhubungan dengan kepercayaan masyarakat terhadap benda, peristiwa atau alam
gaib. Sage adalah dongeng yang berisi tentang kepahlawanan. Sage juga berhubugan
dengan sejarah, kesaktian, dan keajaiban seseorang. Parabel adalah dongeng yang
ceritanya mengandung nilai-nilai pendidikan. Parabel bertujuan untuk mendidik anak-
anak melalui pesan cerita. Fabel adalah dongeng dengan tokoh hewan. Tokohnya
menggambarkan watak manusia. Tokoh hewan ini bisa berbicara seperti manusia.
Terdapat amanat atau pesan di dalam fabel. Amanat ini yang disampaikan untuk nasihat
anak-anak.
3. Metode dan teknik mendongeng
Yang perlu disiapkan yaitu tempat bercerita, posisi duduk, bahasa cerita, intonasi,
pemunculan tokoh-tokoh, dan penampakan emosi. Fungsi dongeng sebagai hiburan
atau pelipur lara, pendidik, protes sosial, dan mewariskan nilai-nilai. Sedangkan
manfaat dari dongeng adalah untuk mengembangkan imajinasi dan pengalaman,
memuaskan kebutuhan ekspresi diri, mempersiapkan apresiasi sastra, dan
menumbuhkan rasa humor yang sehat.

G. Mendongeng untuk Anak Usia Dini


Bergerak dan berbahasa pun menjadi dua fondasi utama tumbuh kembang anak. Gerak terkait
dengan kesehatan anak, sedangkan bahasa terkait dengan kecerdasan anak. Dari sinilah,
dongeng sebagai dunia bahasa yang imajinatif, jika mampu mengorganisasi gerak, akan
menjadi dunia anak yang menakjubkan. Mendongeng untuk anak usia dini mempunyai banyak
manfaat salah satunya mendongeng dapat merangsang pertumbuhan otak anak yang berasal
dari lingkungan sekitar mereka, selain faktor genetik dan nutrisi. Mendongeng juga
meningkatkan penguasaan bahasa anak dengan berbagai metode mendongeng. Selain itu, dari
pengalaman penulis, mendongeng sangat membantu untuk mengatasi kesenjangan literasi
dengan negara maju. Anak-anak yang terbiasa didongengkan sejak balita, terutama sebelum
tidur akan berdampak kepada kebiasaan membacanya kelak.

Anda mungkin juga menyukai