0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan44 halaman

Laporan Keuangan PT Ramayana 2020

Diunggah oleh

kristianruslin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan44 halaman

Laporan Keuangan PT Ramayana 2020

Diunggah oleh

kristianruslin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

Laporan Keuangan

Pada Tanggal 30 Juni 2020 (tidak diaudit) dan


31 Desember 2019 (diaudit)
Serta Periode Enam Bulan yang Berakhir
30 Juni 2020 dan 30 Juni 2019
(tidak diaudit)
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2020

Daftar Isi

Halaman

Laporan Posisi Keuangan………………………………………………………………………………………. 1

Laporan Laba Rugi Komprehensif .…………………………………………………………………………… 2

Laporan Perubahan Ekuitas …………………………………………………………………………………… 3

Laporan Arus Kas ………………………………………………………………………………………………. 4

Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………………………………………………... 5-41

**************************
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Ta ngga l 30 Juni 2020
(Disa jika n da la m Juta a n Rupia h, Ke cua li Dinya ta ka n La in)

ASET LIABILITAS DAN EKUITAS


30 Juni 31 De se mbe r 30 Juni 31 De se mbe r
Ca ta ta n 2020 2019 Ca ta ta n 2020 2019
ASET LANCAR LIABILITAS JANGKA PENDEK
Kas dan setara kas 2,4,24,26 2.243.339 2.208.119 Utang - pihak ketiga 2,26
Deposito berjangka 2,5,24,26 398.557 714.600 Usaha 12 689.375 970.449
Piutang 26 Lain-lain 2,26 64.584 79.595
Usaha Utang pajak 2,3,14 9.852 30.748
Pihak ketiga 2,6,24,26 1.940 12.523 Beban akrual 25,26 18.981 54.846
Lain-lain Liabilitas sewa - bagian jangka pendek 2,13 68.650 -
Pihak berelasi 2,26 8.986 1.961
Pihak ketiga 2,6,24 34.235 21.003 Tota l Lia bilita s Ja ngka Pe nde k 851.442 1.135.638
Investasi jangka pendek 2,7,24,26 103.933 110.093
Persediaan - neto 2,3,8 838.952 791.194
Biaya dibayar di muka - neto 2 6.066 6.647
Uang muka 2 2.150 62.497
Pajak dibayar di muka 12 17.579 - LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian lancar sewa jangka panjang Liabilitas imbalan kerja karyawan 2,3 343.709 345.255
dibayar di muka - neto 2,11,19 - 89.022 Liabilitas sewa - bagian jangka panjang 2,13 100.545 -
Tota l Ase t La nca r 3.655.737 4.017.659 Tota l Lia bilita s 23 1.295.696 1.480.893

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp50
per saham (Rupiah penuh)
Modal dasar - [Link] saham
ASET TIDAK LANCAR Modal ditempatkan dan disetor penuh -
Aset tetap - neto 2,3,9,20 1.056.680 1.107.325 [Link] saham 15 354.800 354.800
Aset hak guna - neto 2,10 620.523 - Tambahan modal disetor - neto 2 149.662 149.662
Sewa jangka panjang dibayar dimuka - Saham treasuri - 360.515.600 saham
setelah dikurangi bagian lancar per 30 Juni 2020 dan 353.181.100 saham
dan penurunan nilai - neto 2,11,19 - 393.709 per 31 Desember 2019 2,15 (325.967) (321.647)
Uang jaminan 2,26 32.171 32.990 Saldo laba:
Aset pajak tangguhan - neto 2,3,14 77.284 75.472 Telah ditentukan penggunaannya 16 70.000 70.000
Aset takberwujud - neto 2,3 9.224 10.312 Belum ditentukan penggunaannya 3.975.918 3.970.557
Aset tidak lancar lainnya 26 13.179 12.356 Rugi komprehensif lainnya - neto 7 (55.311) (54.442)
`
Tota l Ase t Tida k La nca r 1.809.061 1.632.164 Tota l Ekuita s 4.169.102 4.168.930
TOTAL ASET 5.464.798 5.649.823 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 5.464.798 5.649.823

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

1
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
LAPORAN LABA RUGI
DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Periode Ena m Bulan yang Berakhir pada Ta ngga l 30 Juni 2020
(Disajikan dalam Jutaa n Rupia h, Kecuali Dinyataka n Lain)

30 Juni 30 Juni
Catatan 2020 2019
PENDAPATAN
Penjualan barang beli putus 2,17,23 1.226.144 2.861.744
Komisi penjualan konsinyasi 17 247.664 627.141
Tota l Penda pata n 17 1.473.808 3.488.885
BEBAN POKOK PENJUALAN
BARANG BELI PUTUS 2,18,23 (860.077) (1.919.457)
LABA BRUTO 613.731 1.569.428
Beban penjualan 2,19 (117.054) (200.730)
Beban umum dan administrasi 2,20 (553.248) (770.791)
Beban keuangan 13 (2.698) -
Pendapatan lainnya 2,21,23 5.666 29.068
Beban lainnya 2,21,23 - (4.159)
LABA (RUGI) USAHA 23 (53.603) 622.816
Pendapatan keuangan 23 70.452 91.001
Pajak atas pendapatan keuangan 23 (13.011) (17.123)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 23 3.838 696.694
Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto 2,3,14,23 1.523 (106.862)
LABA TAHUN BERJALAN 23 5.361 589.832

RUGI KOMPREHENSIF LAIN


Perubahan nilai wajar aset keuangan tersedia
untuk dijual - neto 2 (1.159) (3.857)
Pajak penghasilan terkait 290 964
RUGI KOMPREHENSIF LAIN
TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK (869) (2.893)
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 4.492 586.939
LABA PER SAHAM (Rupiah penuh) 2,22 0,80 87,52

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

2
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo Laba Laba (rugi) komprehensif Lainnya


Modal Saham Perubahan nilai Pengukuran kembali
Ditempatkan Tambahan Telah Belum wajar - aset kerugian atas
dan Disetor Modal Disetor - Saham Ditentukan Ditentukan keuangan tersedia liabilitas imbalan
Catatan Penuh neto Treasuri Penggunaannya Pengunaannya untuk dijual - neto kerja - neto Total Ekuitas
Saldo tanggal 31 Desember 2018 354.800 132.494 (339.861) 70.000 3.659.800 (11.034) (38.734) 3.827.465
Penjualan saham treasuri 15 - - 18.214 - - - - 18.214
Total laba komprehensif tahun berjalan - - - - 589.832 (2.893) - 586.939
Pembagian dividen kas 14 - - - - (337.141) - - (337.141)

Saldo tanggal 30 Juni 2019 354.800 132.494 (321.647) 70.000 3.912.491 (13.927) (38.734) 4.095.477
Saldo tanggal 31 Desember 2019 354.800 149.662 (321.647) 70.000 3.970.557 (15.481) (38.961) 4.168.930
Perolehan saham treasuri 15 - - (4.320) - - - - (4.320)
Total laba komprehensif tahun berjalan - - - - 5.361 (869) - 4.492
Pembagian dividen kas 14 - - - - - - - -

Saldo tanggal 30 Juni 2020 354.800 149.662 (325.967) 70.000 3.975.918 (16.350) (38.961) 4.169.102

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

3
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30 Juni 30 Juni
Catatan 2020 2019
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari penjualan 2.188.638 5.260.794
Pembayaran kas kepada pemasok (2.086.726) (3.297.790)
Pembayaran kas untuk gaji dan
tunjangan karyawan (256.402) (348.478)
Pembayaran pajak penghasilan (18.907) (91.940)
Penerimaan (pembayaran) kas dari :
Pendapatan keuangan - neto 56.593 71.904
Kegiatan usaha lainnya (31.501) 54.466
Kas Neto yang Diperoleh (digunakan) untuk
Aktivitas Operasi (148.305) 1.648.956
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pencairan (penempatan) deposito berjangka - neto 316.043 (741.644)
Hasil penjualan investasi jangka pendek 7 5.050 -
Pengembalian (penambahan) uang jaminan 819 (1.758)
Hasil penjualan aset tetap 9 - 1.086
Penambahan sewa jangka panjang 11 - (58.891)
Penambahan aset takberwujud (7.268) -
Penambahan aset tetap 9 (36.632) (65.206)
Penambahan aset hak guna 10 (90.167) -
Kas Neto yang Diperoleh (digunakan) untuk
Aktivitas Investasi 187.845 (866.413)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen kas - (337.141)
Hasil penjualan (perolehan) saham treasuri 15 (4.320) 35.377
Kas Neto yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (4.320) (301.764)

KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS 35.220 480.779


KAS DAN SETARA KAS AW AL PERIODE 4 2.208.119 1.950.775
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4 2.243.339 2.431.554

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

4
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 14 Desember 1983
berdasarkan Akta Notaris R. Muh. Hendarmawan, S.H., No. 60 pada tanggal yang sama. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
[Link].85 tanggal 17 September 1985 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 9 Tambahan
No. 589 tanggal 3 Oktober 1985. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir sehubungan dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sebagaimana disebutkan dalam Akta
Notaris Rianto, S.H., No. 5 tanggal 16 September 2015. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
[Link].01.11 Tahun 2016 tanggal 25 Februari 2016.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1983. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah perdagangan umum yang menjual berbagai macam
barang seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik dan produk-produk kebutuhan sehari-hari melalui
gerai serba ada (Department Store dan Supermarket) milik Perusahaan. Pada tahun 2020, Perusahaan
menghentikan operasi satu (1) gerai. Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, jumlah gerai
yang dioperasikan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2020 31 Desember 2019

Ramayana 111 112


Robinson 3 3
Cahaya 2 2

Pada tanggal 30 September 2018, Perusahaan telah menghentikan perjanjian kerjasama dengan SPAR.
Seluruh gerai yang dioperasikan Perusahaan berlokasi di Jakarta, Jawa (Jawa Barat, Jawa Timur dan
Jawa Tengah), Sumatera, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua. Kantor pusat
Perusahaan berdomisili di Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 220 A-B, Jakarta 10250.

PT Ramayana Makmursentosa adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan dengan persentase
kepemilikan sebesar 58,80%.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 26 Juni 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”) dalam suratnya No. 1038/PM/1996 untuk
melakukan penawaran umum perdana sebanyak 80 juta saham dengan nilai nominal Rp500 (Rupiah
penuh) per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar
Rp3.200 (Rupiah penuh) per saham. Selanjutnya Perusahaan telah melaksanakan transaksi-transaksi
permodalan sebagai berikut:

1. Pada tanggal 15 September 1997, Perusahaan menerbitkan saham bonus dimana setiap pemegang
satu saham lama menerima satu saham baru. Jumlah saham yang beredar menjadi sebesar
700.000.000 saham.
2. Pada tanggal 8 Juni 2000, Perusahaan mengubah nilai nominal dari Rp500 (Rupiah penuh) per saham
menjadi Rp250 (Rupiah penuh) per saham. Jumlah saham yang beredar menjadi sebesar
[Link] saham.

5
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan (lanjutan)
Selanjutnya Perusahaan telah melaksanakan transaksi-transaksi permodalan sebagai berikut: (lanjutan)
3. Pada tanggal 18 Juni 2004, Perusahaan kembali mengubah nilai nominal dari Rp250 (Rupiah penuh)
per saham menjadi Rp50 (Rupiah penuh) per saham. Jumlah saham yang beredar menjadi sebesar
[Link] saham.

4. Pada tanggal 4 Juli 2005, Perusahaan telah menerbitkan saham baru sejumlah 32.000.000 saham
sehubungan dengan pelaksanaan hak opsi oleh karyawan (ESOP).Jumlah saham yang beredar
menjadi sebesar [Link] saham.

5. Pada tanggal 2 Oktober 2006, Perusahaan telah menerbitkan saham baru sejumlah 32.000.000
saham sehubungan dengan pelaksanaan hak opsi oleh karyawan (ESOP). Jumlah saham yang
beredar menjadi sebesar [Link] saham.
6. Pada tanggal 28 Juli 2010, Perusahaan telah menerbitkan saham baru sejumlah 32.000.000 saham
sehubungan dengan pelaksanaan hak opsi oleh karyawan (ESOP). Jumlah saham yang beredar
menjadi sebesar [Link] saham.

7. Mulai tanggal 25 Agustus 2015 sampai dengan 31 Desember 2015, Perusahaan telah melakukan
pembelian saham treasuri sejumlah 208.332.000 saham. Jumlah saham yang beredar menjadi
sebesar [Link] saham.

8. Selama tahun 2016, Perusahaan telah melakukan pembelian saham treasuri sejumlah 164.849.100
saham. Jumlah saham yang beredar menjadi sebesar [Link] saham.

9. Pada tanggal 15 Februari 2019, Perusahaan telah melakukan penjualan saham treasuri sejumlah
20.000.000 saham. Jumlah saham yang beredar menjadi sebesar [Link] saham.

10. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2020, Perusahaan telah melakukan pembelian saham treasuri
sejumlah 7.334.500 saham. Jumlah saham yang beredar menjadi sebesar [Link] saham
(Catatan 15).

Seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan


Pada tanggal 30 Juni 2020, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris Dewan Direksi


Paulus Tumewu - Komisaris Utama Agus Makmur - Direktur Utama
Jane Melinda Tumewu - Komisaris Suryanto - Direktur
Mohammad Iqbal - Komisaris Gantang Nitipranatio - Direktur
Kismanto - Komisaris Muhamad Yani - Direktur
Koh Boon Kim - Komisaris Independen Halomoan Hutabarat - Direktur Independen
Selamat - Komisaris Independen

Pada tanggal 31 Desember 2019, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris Dewan Direksi
Paulus Tumewu - Komisaris Utama Agus Makmur - Direktur Utama
Jane Melinda Tumewu - Komisaris Suryanto - Direktur
Mohammad Iqbal - Komisaris Gantang Nitipranatio - Direktur
Kismanto - Komisaris Muhamad Yani - Direktur
Koh Boon Kim - Komisaris Independen Halomoan Hutabarat - Direktur
Selamat - Komisaris Independen

6
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

1. UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Auditdan Karyawan (lanjutan)

Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:

Ketua: - Selamat
Anggota: - Ruddy Hermawan Wongso
- Andreas Lesmana

Pembentukan komite audit Perusahaan telah sesuai dengan Peraturan OJK No. IX.I.5.
Manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang
mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia dan Peraturan-Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan yang diterbitkan oleh OJK.

Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) 1,
“Penyajian Laporan Keuangan”.

Laporan keuangan telah disusun berdasarkan konsep akrual dan menggunakan konsep biaya historis
kecuali diungkapkan lain dalam catatan terkait di sini.

Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, dengan aktivitas operasi disajikan dengan
menggunakan metode langsung.

Tahun buku Perusahaan adalah 1 Januari - 31 Desember.

Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan Perusahaan diukur menggunakan mata uang dari
lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan disajikan
dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

Seluruh angka dalam laporan keuangan ini dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali
dinyatakan lain.

b. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas meliputi kas dan bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga (3) bulan atau
kurang sejak tanggal penempatan, tidak dijadikan jaminan pinjaman dan tidak dibatasi penggunaannya.

Untuk keperluan laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank dan deposito berjangka
sebagaimana yang didefinisikan di atas, setelah dikurangi dengan cerukan yang belum dilunasi, jika ada.

c. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana didefinisikan pada


PSAK 7.

Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

7
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

c. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)

Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan.

d. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (the
lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata- rata bergerak
(moving-average method) yang meliputi seluruh biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh persediaan
tersebut sampai ke lokasi dan kondisi saat ini. Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual yang wajar
setelah dikurangi dengan estimasi beban untuk menyelesaikan dan beban lainnya yang diperlukan hingga
persediaan dapat dijual.

Perusahaan menetapkan cadangan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan
hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.

e. Aset Tetap

Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-
biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen.

Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai.

Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya
dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomis
sebagai berikut:

Tahun
Bangunan 10 - 20
Renovasi dan prasarana bangunan 4-8
Perlengkapan gerai 4-8
Alat-alat pengangkutan 4
Perlengkapan kantor 4-8

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

Pada setiap akhir tahun, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan direviu, dan jika diperlukan
disesuaikan secara prospektif.

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan
(“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas
perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui sebagai
bagian dari akun “Beban Ditangguhkan” pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana
yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.

8
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

e. Aset Tetap (lanjutan)

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran
dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila besar
kemungkinan bagi Perusahaan manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja
awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait.

Aset dalam Penyelesaian

Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset
yang bersangkutan telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak
disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.

f. Aset Takberwujud

Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur pada pengakuan awal sebesar biaya perolehan.
Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi
amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.

Aset takberwujud adalah berupa pengembangan aplikasi, pengembangan sistem dan perangkat lunak,
termasuk seluruh biaya langsung terkait persiapan untuk tujuan penggunaan, diamortisasi dengan metode
garis lurus selama empat (4) tahun.

Pada setiap akhir periode pelaporan, umur manfaat dan metode amortisasi direviu oleh manajemen
Perusahaan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

g. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan

Perusahaan mengevaluasi pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa suatu aset
mungkin mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi, Perusahaan mengestimasi nilai terpulihkan dari
aset tersebut. Jika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.

Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan untuk melihat apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah
menurun. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya dibalik hanya jika terdapat
perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Jika rugi penurunan nilai kemudian dibalik, nilai tercatat aset bertambah
menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Jumlah pertambahannya tidak dapat melebihi nilai tercatat setelah
dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun sebelumnya. Pembalikan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.

h. Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa

Pada tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan menerapkan PSAK 73: Sewa, diadopsi dari IFRS 16, yang
efektif sejak tanggal tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan telah dibuat seperti yang
disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan
standar dan interpretasi yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan
akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun
keuangan saat ini atau sebelumnya.

9
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

h. Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa (lanjutan)

Perusahaan menilai kembali apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa pada permulaan
kontrak. Penilaian ini melibatkan pelaksanaan penilaian apakah tergantung pada aset yang ditentukan,
apakah Perusahaan memperoleh secara substansial semua manfaat ekonomi dari penggunaan aset, dan
apakah Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset. Perusahaan mengakui aset hak
guna dan liabilitas sewa pada tanggal sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek 12 bulan atau kurang yang
dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan dasar garis lurus selama
masa sewa.

Liabilitas sewa adalah nilai sekarang dari pembayaran sewa, didiskontokan menggunakan tingkat bunga
implisit dalam leasing. Jika kurs ini tidak dapat ditentukan dengan mudah, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman tambahan. Pembayaran sewa dapat mencakup pembayaran tetap; variabel pembayaran
yang tergantung pada tanggal yang diketahui pada tanggal dimulainya; dan opsi pembayaran ekstensi atau
opsi pembelian, jika Perusahaan cukup yakin untuk pelaksanaannya. Liabilitas sewa diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif dan pemulihan (dengan penyesuaian yang sesuai dengan aset
hak guna) ketika ada perubahan indeks atau kurs atau dalam hal penilaian kembali opsi.

Pada awalnya, aset hak guna terdiri dari kewajiban sewa awal, biaya langsung awal dan kewajiban untuk
memperbarui aset, dikurangi insentif yang diberikan oleh lessor. Aset hak guna disusutkan selama periode
sewa yang lebih pendek atau masa manfaat dari aset yang mendasarinya. Aset hak guna tunduk pada
pengujian penurunan nilai jika ada indikator penurunan nilai, seperti untuk aset yang dimiliki.

i. Sewa

Perusahaan menerapkan PSAK 30, “Sewa”, apabila sewa mengandung elemen tanah dan bangunan
sekaligus, entitas harus menelaah klasifikasi untuk setiap elemen secara terpisah apakah sebagai sewa
pembiayaan atau sewa operasi.

Perusahaan mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset sewa pembiayaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi
daripada bentuk kontraknya.

Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansi
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan. Sewa tersebut dikapitalisasi
sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih
rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan
beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga
menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan
dibebankan langsung ke operasi tahun berjalan.

Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa
sewa, aset sewaan disusutkan selama estimasi masa manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian
tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara umur manfaat aset
sewaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa-balik kembali
ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa sewa.

Sewa Operasi – sebagai Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansi seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui
sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

10
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

i. Sewa (lanjutan)

Sewa Operasi – sebagai Lessor

Sewa di mana Perusahaan tidak mengalihkan secara substansi seluruh risiko dan manfaat yang terkait
dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

j. Biaya Dibayar dimuka

Biaya sewa dibayar di muka diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
selama jangka waktu sewa. Bagian sewa yang akan dibebankan pada usaha dalam satu (1) tahun
disajikan dalam akun “Bagian Lancar Sewa Jangka Panjang Dibayar dimuka - Neto” pada laporan posisi
keuangan.

Sedangkan, bagian jangka panjang dari sewa dibayar di muka disajikan dalam akun “Sewa Jangka
Panjang Dibayar dimuka - Setelah Dikurangi Bagian Lancar dan Penurunan Nilai - Neto” dalam laporan
posisi keuangan.

k. Instrumen Keuangan

Aset Keuangan

Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha, piutang lain-
lain, uang jaminan dan aset tidak lancer lainnya, yang diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang, dan
investasi jangka pendek, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual. Aset keuangan
pada awalnya diakui pada nilai wajar.

Pinjaman dan piutang

Pinjaman dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan
yang tidak tercatat di pasar aktif. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersebut selanjutnya diukur
pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi
penurunan nilai, jika ada. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.

Aset keuangan tersedia untuk dijual (Available-for-sale (“AFS”))

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau
yang tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, pinjaman dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo. Setelah
pengukuran awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang
belum terealisasi diakui dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan sampai investasi tersebut dihentikan
pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas
harus direklasifikasi kelaba atau rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Penurunan nilai dari aset keuangan

Perusahaan menilai pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset
keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset
keuangan dianggap telah terjadi penurunan jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai
penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset
(“peristiwa yang merugikan”) dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas
masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

11
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

k. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Aset Keuangan (lanjutan)

Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)

Piutang usaha disajikan sebesar nilai faktur asli dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai, jika ada.
Estimasi cadangan kerugian penurunan nilai dibuat bila ada bukti yang obyektif (seperti kemungkinan
kebangkrutan atau kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur) bahwa Perusahaan tidak akan mampu
menagih piutang berdasarkan persyaratan awal tagihan dan ditetapkan melalui provisi yang dibebankan ke
pendapatan. Sisa saldo piutang usaha tersebut dihentikan pengakuannya dan dihapuskan melalui
cadangan kerugian penurunan nilai ketika dinilai tidak dapat tertagih.

Jika terdapat bukti yang obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut
diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang (tidak
termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang
didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut.

Perusahaan terlebih dahulu menentukan apakah terdapat bukti yang obyektif penurunan nilai secara
individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan
yang tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti yang obyektif
mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas dari signifikan atau
tidak, termasuk aset dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis
dan secara kolektif dinilai untuk penurunan nilai. Aset yang dinilai secara individual untuk penurunan nilai
dan untuk itu kerugian penurunan nilai, atau terus menjadi, diakui tidak termasuk dalam penilaian
penurunan nilai secara kolektif.

Liabilitas Keuangan

Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual dan pada awalnya
diakui pada nilai wajar, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Pinjaman dan utang

Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses
amortisasi metode suku bunga efektif.

Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskon atau premi pada saat
akuisisi dan tarif atau biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi suku
bunga efektif termasuk dalam biaya pendanaan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain.

Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

Aset Keuangan

Sebuah aset keuangan dihentikan pengakuannya pada saat (i) hak untuk menerima arus kas dari aset
berakhir, atau (ii) Perusahaan mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah menanggung
kewajiban untuk membayar penuh arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak
ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan, atau (iii) Perusahaan telah mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas aset namun telah mengalihkan pengendalian atas aset tersebut.

12
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

k. Instrumen Keuangan (lanjutan)

Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)

Liabilitas Keuangan

Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dibayar atau dibatalkan
atau kadaluwarsa.

Ketika sebuah liabilitas keuangan yang masih ada ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas
keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat
sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan
selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.

Saling Hapus Instrumen Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

l. Imbalan Kerja

Beban atas pemberian imbalan dalam program imbalan manfaat pasti ditentukan dengan metode Projected
Unit Credit.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri dari:
i. Keuntungan dan kerugian aktuarial;
ii. Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga netoatas liabilitas
(aset) imbalan pasti neto; dan
iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui sebagai penghasilan komprehensif
lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada
tanggal yang lebih awal antara:
i. Tanggal amandemen atau kurtailmen program; dan
ii. Tanggal pada saat Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi terkait.

Bunga neto ditentukan dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat diskonto.
Perusahaan mengakui perubahan atas liabilitas imbalan kerja karyawan berikut pada “Beban Umum dan
Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
i. Biaya jasa yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan dan kerugian atas
kurtailmen; dan
ii. Beban atau pendapatan bunga neto.

Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti diakui ketika
kurtailmen atau penyelesaian terjadi.

Kurtailmen terjadi apabila salah satu dari kondisi berikut terpenuhi:


i. Menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh
program; atau

13
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

l. Imbalan Kerja (lanjutan)

Kurtailmen terjadi apabila salah satu dari kondisi berikut terpenuhi: (lanjutan)
ii. Mengubah ketentuan dalam program imbalan pasti yang menyebabkan bagian yang signifikan dari
jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah.

Penyelesaian program terjadi ketika Perusahaan melakukan transaksi yang menghapuskan semua
kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program imbalan pasti.

m. Tambahan Modal Disetor - Neto

Tambahan modal disetor - neto merupakan selisih antara harga penawaran dengan nilai nominal saham,
setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham tersebut
dan penambahan modal disetor lain sehubungan dengan program pengampunan pajak.

n. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing


.
Perusahaan mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang
fungsionalnya, jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas, manajemen
menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan
pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
ke dalam Rupiah berdasarkan rata-rata kurs tukar transaksi yang terakhir yang diterbitkan oleh Bank
Indonesia pada tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019. Laba atau rugi kurs yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut
(Rupiah penuh):

30 Juni2020 31 Desember 2019

Dolar Amerika Serikat 14.302 13.901


Dolar Singapura 10.265 10.321

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan
jumlahnya dapat diukur secara andal. Penjualan barang dagangan diakui pada saat penyerahan barang
dagangan kepada pelanggan setelah dikurangi retur dan potongan penjualan. Pendapatan dari jasa diakui
pada saat jasa tersebut diberikan kepada pelanggan. Pendapatan neto adalah pendapatan yang diperoleh
dari penjualan produk termasuk amortisasi atas pendapatan tangguhan dari kontrak atas kegiatan promosi,
setelah dikurangi retur dan potongan [Link] dari penjualan barang beli putus dan
konsinyasi diakui pada saat penjualan terjadi di kounter penjualan. Komisi penjualan konsinyasi diakui
sebesar jumlah penjualan konsinyasi kepada pelanggan dikurangi beban terkait yang diakui sebesar
jumlah yang terhutang kepada pemilik (consignor).

Beban diakui pada saat terjadinya.

14
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

p. Perpajakan

Pajak Final

Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

Mengacu pada revisi PSAK 46 yang disebutkan di atas, pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup
yang diatur oleh PSAK 46.

Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan perbedaan
temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset tertentu seperti
tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi.

Pajak Kini

Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif
pajak yang berlaku.

Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak
Penghasilan - tahun berjalan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan
juga menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari “Beban Pajak Penghasilan - tahunberjalan”.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan
keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.

Pajak Tangguhan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak pada
masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak
tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa depan.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan
apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset
pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak
tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui
apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.

q. Pelaporan Segmen

Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk (segmen
usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang
memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada
segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perusahaan dieliminasi.

15
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

r. Laba per Saham (“LPS”)

Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun yang
bersangkutan.

Total rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun 30 Juni 2020 dan 30 Juni 2019 masing-masing
berjumlah [Link] saham dan [Link] saham.

s. Saham Treasuri

Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham treasuri) diakui pada harga perolehan kembali
dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan
kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Perusahaan. Selisih antara jumlah tercatat
dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.

t. Provisi

Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan total kewajiban tersebut
dapat diestimasi secara andal.

Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi,
maka provisi dibatalkan.

u. Standar Akuntansi yang telah Disahkan namun belum Berlaku Efektif

Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan (“DSAK”) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum
berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2019:

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2020

i. PSAK 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9, berlaku efektif 1 Januari 2020 dengan
penerapan dini diperkenankan.

PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus
kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai
yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan
keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik
dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.

ii. PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang diadopsi dari IFRS 15, berlaku efektif 1
Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan.

PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari joint project
yang sukses antara International Accounting Standards Board dan Financial Accounting Standards
Board, mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas
diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.

16
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

u. Standar Akuntansi yang telah Disahkan namun belum Berlaku Efektif (lanjutan)

Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan (“DSAK”) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum
berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2019: (lanjutan)

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2020 (lanjutan)

iii. PSAK 73: Sewa, yang diadopsi dari IFRS 16, berlaku efektif 1 Januari 2020 dengan penerapan dini
diperkenankan untuk entitas yang juga telah menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan
Pelanggan.

PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa
dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-
guna (right-of-useassets) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 pengecualian opsional dalam pengakuan aset
dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya
(underlyingassets) bernilai-rendah.

iv. Amandemen PSAK 71: Instrumen Keuangan: Fitur Pembayaran di Muka dengan Kompensasi Negatif.

Amandemen ini mengklarifikasi bahwa aset keuangan melewati kriteria 'semata-mata pembayaran
pokok dan bunga atas jumlah pokok terhutang' terlepas dan peristiwa atau keadaan yang
menyebabkan pemutusan awal kontrak dan terlepas dari pihak mana membayar atau menerima
kompensasi yang wajar untuk awal pemutusan kontrak.

v. ISAK 35: Penyajian Laporan Keuangan, berlaku efektif 1 Januari 2020.

Interpretasi ini mengatur penyajian laporan keuangan untuk entitas yang tidak berorientasi laba.

vi. Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Bahan berlaku efektif 1 Januari 2020.

Amandemen ini mengklarifikasi definisi materi dengan tujuan menyelaraskan definisi yang digunakan
dalam kerangka kerja konseptual dan beberapa PSAK terkait. Selain itu, juga memberikan panduan
yang lebih jelas mengenai definisi material dalam konteks pengurangan pengungkapan yang
berlebihan karena perubahan ambang batas definisi material.

Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2021

i. Amandemen PSAK 22: Definisi Bisnis, berlaku efektif 1 Januari 2021.

Amandemen ini dikeluarkan untuk membantu entitas menentukan apakah serangkaian kegiatan dan
aset yang diperoleh adalah bisnis atau tidak. Mereka mengklarifikasi persyaratan minimum untuk
bisnis, menghapus penilaian apakah pelaku pasar mampu mengganti elemen yang hilang, menambah
panduan untuk membantu entitas menilai apakah proses yang diperoleh adalah substantif,
mempersempit definisi bisnis dan output, dan memperkenalkan uji konsentrasi nilai wajar opsional.
Contoh ilustratif baru diberikan bersama dengan amandemen.

Pada saat penerbitan laporan keuangan, Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul
dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan Perusahaan.

17
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,


estimasi dan asumsi yang mempengaruhi total yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan
estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam
periode pelaporan berikutnya.

Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
yang memiliki pengaruh paling signifikan atas total yang diakui dalam laporan keuangan Perusahaan:

Sewa

Perusahaan mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Perusahaan bertindak sebagai lessee untuk
beberapa sewa tanah dan ruangan lokasi gerai dan gudang. Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat risiko
dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK 30, “Sewa”, yang mensyaratkan
Perusahaan untuk membuat pertimbangan dengan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan
kepemilikan aset. Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Perusahaan atas perjanjian sewa yang ada
saat ini, maka transaksi sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Perusahaan mengadakan perjanjian dimana Perusahaan bertindak sebagai lessor untuk menyewakan ruangan
lokasi gerai. Perusahaan telah menentukan, berdasarkan evaluasi atas syarat dan kondisi dari perjanjian,
bahwa semua risiko signifikan dan manfaat kepemilikan atas ruangan lokasi gerai yang disewakan tersebut
tidak dialihkan, sehingga, Perusahaan mengakui transaksi sewa sebagai sewa operasi.
Penentuan Mata Uang Fungsional

Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Perusahaan
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari produk
yang diberikan.

Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 55 dipenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan
pada Catatan 2k.

Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha

Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak
dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan
fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan
pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang
telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah
piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai
piutang usaha.

Cadangan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
mempengaruhi jumlah cadangan atas kerugian penurunan nilai piutang usaha. Pada tanggal 30 Juni 2020 dan
31 Desember 2019, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat tertagih
sehingga tidak perlu dilakukan cadangan kerugian penurunan nilai. Penjelasan lebih rinci dijelaskan dalam
Catatan 6.

18
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

Estimasi dan Asumsi

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang
tersedia pada saat laporan keuangan Perusahaan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa
depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Penurunan Nilai Aset Non-keuangan

Penurunan nilai terjadi pada saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi jumlah terpulihkannya, yaitu yang lebih
tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual didasarkan pada data yang tersedia dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam
transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan
yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan
neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan
penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai
wajar yang tersedia. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas
diproyeksikan untuk sepuluh tahun ke depan dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada
perikatannya atau investasi signifikan di masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji.
Jumlah terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang
didiskontokan seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan
yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan potensial atas nilai aset non-keuangan
pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019.

Imbalan Kerja

Pengukuran kewajiban dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui secara langsung pada laporan
posisi keuanganmelalui penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya.

Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi
secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.

Penyusutan Aset Tetap dan Amortisasi Aset Takberwujud

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara empat (4) sampai
dengan dua puluh (20) tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana
Perusahaan menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 9.

Biaya perolehan aset takberwujud diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomis aset takberwujud yaitu empat (4) tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri di mana Perusahaan menjalankan bisnisnya.

19
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

Pajak Penghasilan

Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat
tambahan pajak penghasilan badan. Nilai tercatat bersih liabilitas pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih
rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Aset Pajak Tangguhan

Perusahaan melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode
pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sampai sebesar kemungkinan aset tersebut tidak dapat direalisasikan,
dimana penghasilan kena pajak yang tersedia memungkinkan untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari
aset pajak tangguhan tersebut.

Penelaahan Perusahaan atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena pajak yang ditaksirkan untuk periode
pelaporan berikutnya. Taksiran ini berdasarkan hasil pencapaian Perusahaan di masa lalu dan ekspektasi di
masa depan terhadap pendapatan dan beban, sebagaimana juga dengan strategi perpajakan di masa depan.
Tetapi tidak terdapat kepastian bahwa Perusahaan dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup
untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh bagian dari aset pajak tangguhan tersebut.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Cadangan Keusangan dan Penurunan Nilai Persediaan

Cadangan keusangan dan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan keadaan yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar dan
estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Cadangan dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat
tambahan informasi yang mempengaruhi total yang diestimasi. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 8.

Ketidakpastian Kewajiban Perpajakan

Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
saat ini atau masa depan karena kemungkinan adanya pemeriksaan dari otoritas perpajakan. Ketidakpastian
timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waktu dari
penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas
pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam
menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan
Aset Kontinjensi”. Perusahaan menganalisa semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk
menentukan liabilitas pajak untuk beban yang belum diakui yang harus diakui.

Instrumen Keuangan

Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan
estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan dalam pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan
bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan
menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut
dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan.

20
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

4. KAS DAN SETARA KAS


Kas dan setara kas terdiri dari:
30 Juni 31 Desember
2020 2019
Kas 47.457 24.644
Bank - pihak ketiga:
Rupiah
Citibank N.A., Indonesia Branch 59.675 43.913
PT Bank Central Asia Tbk 44.448 81.717
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 25.206 193.928
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.632 20.580
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5.604 9.190
PT Bank CIMB Niaga Tbk 4.199 11.699
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.001 12.952
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2.683 5.005
Standard Chartered Bank Indonesia 2.354 68.143
PT Bank DKI 719 3.447
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk
($AS214.049 pada 30 Juni 2020 dan
$AS214.074 pada 31 Desember 2019) 3.061 2.976
Sub-total 160.582 453.550

Setara kas (deposito berjangka dan on call ) - pihak ketiga:


Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 434.200 26.000
PT Bank Central Asia Tbk 404.400 47.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 370.600 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 355.000 594.400
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 242.600 374.900
PT Bank UOB Indonesia 125.400 220.000
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 50.000 250.600
PT Bank DKI 30.000 30.000
PT Bank CIMB Niaga Tbk 15.000 15.000
Citibank N.A., Indonesia Branch 8.100 -
Dolar Amerika Serikat
Credit Suisse AG, Singapore Branch
($AS7.901.093 pada 31 Desember 2019) - 109.833
UBS AG, Singapore Branch
($AS4.473.934 pada 31 Desember 2019) - 62.192
Sub-total 2.035.300 1.729.925
Total 2.243.339 2.208.119

Suku bunga tahunan atas deposito berjangka dan on call adalah sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Rupiah 0.75% - 6,15% 1,50% - 8,25%
Dolar Amerika Serikat 1,95% - 2,09% 1,58% - 2,41%

Tidak terdapat saldo kas dan setara kas kepada pihak berelasi.

21
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

5. DEPOSITO BERJANGKA
Akun ini merupakan deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat yang ditempatkan pada bank
pihak ketiga, dengan rincian sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Rupiah
PT Bank UOB Indonesia 142.500 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 43.000 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 35.000 147.200
PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 264.000
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 178.100
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 125.300
Dolar Amerika Serikat
UBS AG, Singapore Branch
($AS4.510.973 pada 30 Juni 2020) 64.516 -
Credit Suisse AG, Singapura Branch
($AS7.938.839 pada 30 Juni 2020) 113.541 -
Total 398.557 714.600

Deposito berjangka tersebut jatuh tempo dalam jangka waktu tiga (3) bulan sampai dengan enam (6) bulan sejak tanggal
penempatan dan tidak dijaminkan. Suku bunga tahunan atas deposito berjangka adalah sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Rupiah 5,58% - 6,75% 3,50% - 8,00%
Dolar Amerika Serikat 2,08% - 2,11% 1,58% - 2,38%

Tidak terdapat saldo deposito berjangka kepada pihak berelasi.

6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA


Akun piutang usaha - pihak ketiga merupakan piutang dalam mata uang Rupiah atas pembayaran pembelian yang dilakukan
oleh pelanggan menggunakan kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik dengan perincian sebagai berikut :
30 Juni 31 Desember
2020 2019
PT Bank Central Asia Tbk 848 3.803
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 271 1.488
PT Espay Debit Indonesia Koe 168 4.494
PT Bank CIMB Niaga Tbk 162 730
PT Oriente Mas Sejahtera 126 63
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 109 854
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 104 671
PT AirPay International Indonesia 63 -
PT Bank DKI 62 84
PT Aplikasi Karya Anak Bangsa 15 16
PT Visionet Internasional 12 311
PT Fintek Karya Nusantara - 9
Total 1.940 12.523

22
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)


Akun piutang lain-lain - pihak ketiga merupakan piutang dari penghasilan sewa, penggantian promosi dan rabat. Seluruh piutang
tersebut dalam mata uang Rupiah.
Seluruh piutang tersebut masuk dalam kategori lancar dan tidak mengalami penurunan nilai. Berdasarkan nilai penelaahan terhadap
adanya penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2020, manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan atas penurunan nilai
piutang di atas untuk menutup kemungkinan kerugian atas penurunan nilai piutang tersebut.

7. INVESTASI JANGKA PENDEK


Akun ini merupakan investasi dalam efek hutang dan efek saham yang diklasifikasikan sebagai efek tersedia untuk dijual dalam mata
uang Rupiah, dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2020 2019
Efek hutang - pihak ketiga:
Rupiah
Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga
Tahap I Tahun 2019 Seri B 40.020 40.000
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia
Tahap I Tahun 2018 Seri A 29.880 29.505
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia
Tahap II Tahun 2016 25.730 25.483
Obligasi Berkelanjutan I Antam Tahun 2011
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank UOB Indonesia
Tahap II Tahun 2017 7.236 7.379
Sukuk Ijarah II TPS Food Tahun 2016 502 2.162
Obligasi Sukuk Mudharabah Subordinasi I
Bank BRI Syariah Tahun 2016 - 4.999
Saham - pihak ketiga
PT Berlian Laju Tanker Tbk 565 565
Total 103.933 110.093

Pada tanggal 30 Juni 2020 Nilai nominal efek hutang dalam mata uang Rupiah adalah sebesar Rp112.000 pada tanggal 31
Desember 2019 sebesar Rp117.000.

Suku bunga tahunan atas efek hutang adalah sebagai berikut:


30 Juni 31 Desember
2020 2019
Rupiah 7,55% - 9,63% 7,55% - 9,63%

Saldo perubahan nilai wajar dari aset keuangan tersedia untuk dijual, setelah pengaruh pajak tangguhan, menghasilkan rugi yang
belum direalisasikan masing-masing sebesar Rp16.350 dan Rp15.481 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember
2019, disajikan dalam akun "Rugi Komprehensif Lainnya - Neto" pada bagian ekuitas di laporan posisi keuangan.

23
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

8. PERSEDIAAN - NETO
Akun ini merupakan persediaan barang dagangan milik Perusahaan yang terdapat di daerah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2020 2019
Jakarta 240.620 192.638
Jawa Barat 211.522 262.394
Sumatera 141.738 134.037
Kalimantan 69.666 62.145
Jawa Timur 57.646 65.457
Jawa Tengah 55.004 40.609
Bali & NTT 41.069 37.456
Sulawesi 31.056 23.707
Papua 25.357 25.380
Sub-Total 873.678 843.823
Penyisihan penurunan nilai persediaan (34.726) (52.629)
Total 838.952 791.194

Manajemen telah mengasuransikan persediaan diatas terhadap risiko kebakaran, kerusakan, bencana alam, kerusuhan (huru-
hara) dan risiko lainnya.

Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, tidak terdapat persediaan yang dijaminkan.

9. ASET TETAP - NETO


Aset tetap terdiri dari:

Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020

30 Juni 2020 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir


Biaya Perolehan
Tanah 366.503 - - - 366.503
Bangunan 885.708 - - - 885.708
Renovasi dan prasarana bangunan 1.280.366 5.058 - 13.774 1.299.198
Perlengkapan gerai 898.892 8.364 - 2.005 909.261
Alat-alat pengangkutan 54.289 1.744 - - 56.033
Perlengkapan kantor 94.958 2.116 1.013 - 96.061
Sub-total 3.580.716 17.282 1.013 15.779 3.612.764

Aset dalam penyelesaian


Renovasi dan prasarana bangunan 58.603 17.689 - (13.774) 62.518
Perlengkapan gerai dan kantor 22.263 1.661 - (2.005) 21.919
Sub-total 80.866 19.350 - (15.779) 84.437
Total Biaya Perolehan 3.661.582 36.632 1.013 - 3.697.201

24
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

9. ASET TETAP - NETO (lanjutan)


Aset tetap terdiri dari: (lanjutan)

Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020


30 Juni 2020 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 564.870 21.646 - - 586.516
Renovasi dan prasarana bangunan 1.066.820 37.663 - - 1.104.483
Perlengkapan gerai 792.299 22.557 - - 814.856
Alat-alat pengangkutan 48.156 1.905 - - 50.061
Perlengkapan kantor 82.112 2.767 274 - 84.605

Total Akumulasi Penyusutan 2.554.257 86.538 274 - 2.640.521


Nilai Buku 1.107.325 1.056.680

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019


31 Desember 2019 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Tanah 367.723 - - (1.220) 366.503
Bangunan 885.708 - - - 885.708
Renovasi dan prasarana bangunan 1.213.461 21.508 - 45.397 1.280.366
Perlengkapan gerai 861.600 25.068 - 12.224 898.892
Alat-alat pengangkutan 54.921 4.513 5.145 - 54.289
Perlengkapan kantor 89.196 5.714 - 48 94.958
Sub-total 3.472.609 56.803 5.145 56.449 3.580.716

Aset dalam penyelesaian


Renovasi dan prasarana bangunan 51.320 55.901 3.221 (45.397) 58.603
Perlengkapan gerai dan kantor 18.892 20.572 4.929 (12.272) 22.263
Sub-total 70.212 76.473 8.150 (57.669) 80.866
Total Biaya Perolehan 3.542.821 133.276 13.295 (1.220) 3.661.582

Akumulasi Penyusutan
Bangunan 518.337 46.533 - - 564.870
Renovasi dan prasarana bangunan 987.874 78.946 - - 1.066.820
Perlengkapan gerai 747.896 44.403 - - 792.299
Alat-alat pengangkutan 48.538 4.552 4.934 - 48.156
Perlengkapan kantor 75.951 6.161 - - 82.112
Total Akumulasi Penyusutan 2.378.596 180.595 4.934 - 2.554.257

Nilai Buku 1.164.225 1.107.325

25
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

9. ASET TETAP - NETO (lanjutan)

Aset tetap, tidak termasuk tanah dan aset dalam penyelesaian, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kerusakan,
bencana alam, kerusuhan (huru-hara) dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan berjumlah Rp2.539.983 pada tanggal 31
Maret 2020. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari
risiko-risiko tersebut.

Pada tanggal 31 Maret 2020 dan 31 Desember 2019, manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak ada situasi atau keadaan
lain yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset tetap.
Pada tanggal 31 Maret 2020 dan 31 Desember 2019, tidak terdapat aset tetap yang dijaminkan.

10. ASET HAK GUNA - NETO


Aset hak guna terdiri dari:

Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020

Reklasifikasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Penerapan PSAK 73 Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan - 90.167 - 1.818.965 1.909.132
Total Biaya Perolehan - 90.167 - 1.818.965 1.909.132

Akumulasi Penyusutan
Bangunan - 111.995 - 1.176.614 1.288.609
Total Akumulasi Penyusutan - 111.995 - 1.176.614 1.288.609
Nilai Buku - 620.523

Beban penyusutan dari aset hak guna dialokasikan sebagai beban penjualan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain (Catatan 19).

Pada tanggal 30 Juni 2020, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa tidak terdapat situasi atau keadaan yang memberikan
indikasi terjadinya penurunan nilai hak guna.

26
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

11. SEWA JANGKA PANJANG


Rincian sewa jangka panjang pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2020 2019
Nilai kontrak
PT Jakarta Intiland, pihak berelasi - 258.997
Pihak ketiga - 516.503
Total - 775.500
Dikurangi akumulasi amortisasi - (283.769)
Bagian yang belum diamortisasi - 491.731
Dikurangi:
Penurunan nilai - (9.000)
Bagian lancar - (89.022)
Bagian jangka panjang - 393.709

Pada tanggal 31 Desember 2019 amortisasi sewa yang dibebankan pada usaha berjumlah Rp121.224.

12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA


Akun ini merupakan liabilitas kepada para pemasok atas pembelian barang dagangan. Jangka waktu pembayaran kepada
para pemasok berkisar antara 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) bulan sejak saat pembelian.

13. LIABILITAS SEWA


Perusahaan mengadakan beberapa perjanjian sewa ruangan jangka panjang untuk gerai dan gudang yang pada umumnya
berlaku selama lima (5) tahun. Perusahaan juga telah mengadakan beberapa perjanjian sewa tanah jangka panjang
digunakan untuk pembangunan gerai yang pada umumnya berlaku selama dua puluh lima (25) tahun.
Liabilitas sewa terdiri dari:
30 Juni 31 Desember
2020 2019
Jangka Pendek 68.650 -
Jangka Panjang 100.545 -
Total 169.195 -

Pada tanggal 30 Juni 2020, rekonsiliasi liabilitas sewa berdasarkan perjanjian sewa pembiayaan adalah sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Nilai Kontrak
Jangka Pendek 63.057 -
Jangka Panjang 108.836 -
Total 171.893 -
Dikurangi beban bunga yang belum jatuh tempo (2.698) -
Total 169.195 -

27
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

13. LIABILITAS SEWA (lanjutan)


Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 2019, beban yang diakui dalam laporan laba rugi:

30 Juni 30 Juni
2020 2019

Penyusutan aset hak guna 111.995 -


Bunga atas liabilitas sewa 2.698 -
Beban sewa aset bernilai rendah atau jangka pendek 1.686 151.304
Amortisasi sewa - 41.070
Total 116.379 192.374

14. PERPAJAKAN
Utang pajak terdiri dari:
30 Juni 31 Desember
2020 2019
Pajak Penghasilan
Pasal 21 640 1.335
Pasal 23 2.429 252
Pasal 4 (2) 797 4.351
Pasal 29 - 1.329
Pajak Pertambahan Nilai - neto 5.986 23.481
Total 9.852 30.748

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan
penghasilan kena pajak pada tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan komprehensif 3.838 733.161
Beda temporer:
Penyusutan aset tetap 10.050 13.873
Amortisasi biaya dibayar dimuka 581 231
Penyisihan penurunan nilai persediaan - 52.629
Provisi imbalan kerja karyawan (1.548) 22.466
Amortisasi sewa jangka panjang (2.991) 1.061
Beda tetap:
Denda pajak 3.657 11
Sumbangan dan jamuan 3.402 6.104
Kesejahteraan karyawan 2.548 1.408
Penyusutan aset tetap 405 4.477
Perjalanan dinas 314 3.310
Lain-lain 1.059 448
Penghasilan yang telah dipotong pajak final:
Laba rugi investasi (42) -
Sewa (41.900) (152.157)
Bunga (56.393) (147.884)
Beban kompensasi atas penerbitan opsi saham 0
0 -514
Penghasilan kena pajak (Rugi fiskal) (77.020) 539.138

28
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

14. PERPAJAKAN (lanjutan)


Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan
penghasilan kena pajak pada tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut: (lanjutan)

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Beban pajak penghasilan - tahun berjalan
Beban pajak penghasilan - tahun berjalan - 107.828
Total beban pajak penghasilan - tahun berjalan - 107.828

Beban (manfaat) pajak penghasilan - tangguhan


Amortisasi sewa jangka panjang dibayar di muka 747 (265)
Provisi imbalan kerja karyawan 387 (5.617)
Cadangan penurunan nilai persediaan - (13.157)
Amortisasi biaya dibayar di muka (145) (58)
Penyusutan aset tetap (2.512) (3.468)
Beban pajak penghasilan - tangguhan - neto (1.523) (22.565)
Beban (manfaat) pajak penghasilan - neto (1.523) 85.263

Perhitungan utang pajak penghasilan - Pasal 29 adalah sebagai berikut:


30 Juni 31 Desember
2020 2019
Beban pajak penghasilan - tahun berjalan - 107.828
Pajak penghasilan dibayar dimuka:
Pasal 22 1 1
Pasal 23 74 2.914
Pasal 25 17.504 103.584
Total pajak penghasilan dibayar dimuka 17.579 106.499
Utang pajak penghasilan - pasal 29
(taksiran tagihan pajak penghasilan) (17.579) 1.329

Aset dan liabilitas pajak tangguhan pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember
2020 2019
Aset pajak tangguhan atas:
Liabilitas imbalan kerja karyawan 85.927 86.314
Penyisihan penurunan nilai persediaan 13.157 13.157
Rugi yang belum direalisasi dari
aset keuangan tersedia untuk dijual 5.450 5.161
Total 104.534 104.632
Liabilitas pajak tangguhan atas:
Biaya dibayar di muka (1.517) (1.662)
Aset tetap (12.782) (15.294)
Sewa jangka panjang (12.951) (12.204)
Total (27.250) (29.160)
Aset pajak tangguhan - neto 77.284 75.472

29
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

15. MODAL SAHAM DAN SAHAM TREASURI


Modal Saham
Pemegang saham dan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2020:

30 Juni 2020
Modal Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Total

PT Ramayana Makmursentosa [Link] 58,87% 198.250


Paulus Tumewu (Komisaris Utama) 260.000.000 3,86% 13.000
Agus Makmur (Direktur Utama) 240.076.600 3,56% 12.004
Masyarakat (masing-masing dengan
kepemilikan kurang dari 5%) [Link] 33,71% 113.520
Jumlah saham yang beredar [Link] 100,00% 336.774

Saham treasuri 360.515.600 18.026


[Link] 354.800

Pemegang saham dan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2019:

31 Desember 2019
Modal Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Total

PT Ramayana Makmursentosa [Link] 58,80% 198.250


Paulus Tumewu (Komisaris Utama) 260.000.000 3,86% 13.000
Agus Makmur (Direktur Utama) 240.076.600 3,56% 12.004
Masyarakat (masing-masing dengan
kepemilikan kurang dari 5%) [Link] 33,78% 113.887
Jumlah saham yang beredar [Link] 100,00% 337.141

Saham treasuri 353.181.100 17.659


[Link] 354.800

Saham Treasuri

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, para pemegang saham menyetujui rencana manajemen untuk
melaksanakan pembelian kembali saham yang beredar Perusahaan dengan pembelian maksimum sejumlah Rp400.000 termasuk
biaya transaksi, biaya pedagang perantara dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham Perusahaan tersebut
atau sebanyak-banyaknya 567.680.000 saham atau 8% dari seluruh saham Perusahaan yang ditempatkan dan disetor penuh, secara
bertahap sampai dengan tanggal 15 Maret 2017.
Sampai dengan berakhirnya periode pembelian kembali saham yang beredar, Perusahaan telah melakukan pembelian saham
treasuri sebanyak 373.181.100 saham dengan harga perolehan sebesar Rp339.861, yang disajikan sebagai akun "Saham Treasuri"
yang dicatat sebagai pengurang ekuitas pada laporan posisi keuangan.

30
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

15. MODAL SAHAM DAN SAHAM TREASURI (lanjutan)


Saham Treasuri (lanjutan)
Pada tanggal 15 Februari 2019, Perusahaan telah melakukan penjualan 20.000.000 saham treasuri dengan harga jual Rp1.775
(Rupiah penuh) sehingga jumlah saham treasuri menjadi 353.181.100 saham.
Selama tahun 2020, Perusahaan telah melakukan pembelian saham treasuri sejumlah 7.334.500 saham sehingga jumlah saham
treasuri per 30 Juni 2020 menjadi 360.515.600 saham.

16. SALDO LABA

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 24 Mei 2019 yang telah diaktakan dengan
Akta Notaris Rianto, S.H., No.10, para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar Rp50 (Rupiah penuh)
per saham atau seluruhnya sejumlah Rp337.141 Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tersebut diatas juga menyetujui
tidak ada penambahan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2018 yang telah diaktakan dengan
Akta Notaris Rianto, S.H., No.6, para pemegang saham menyetujui untuk membagikan dividen kas sebesar Rp40 (Rupiah penuh)
per saham atau seluruhnya sejumlah Rp268.913.

17. PENDAPATAN
Rincian pendapatan adalah sebagai berikut:
30 Juni 30 Juni
2020 2019
Penjualan barang beli putus 1.226.144 2.861.744
Penjualan konsinyasi 969.405 2.404.333
Beban penjualan konsinyasi (721.741) (1.777.192)
Komisi penjualan konsinyasi 247.664 627.141
Total Pendapatan 1.473.808 3.488.885

Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan pada periode 30 Juni 2020 dan 30
Juni 2019.

18. BEBAN POKOK PENJUALAN BARANG BELI PUTUS


Rincian beban pokok penjualan barang beli putus adalah sebagai berikut:
30 Juni 30 Juni
2020 2019
Persediaan awal tahun 791.194 859.767
Pembelian neto 907.835 1.722.767
Persediaan tersedia untuk dijual 1.699.029 2.582.534
Persediaan akhir periode (838.952) (663.077)
Beban pokok penjualan barang beli putus 860.077 1.919.457

Tidak terdapat pembelian persediaan dari setiap pemasok Perusahaan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan pada periode 30
Juni 2020 dan 30 Juni 2019.

31
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

19. BEBAN PENJUALAN


Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
30 Juni 30 Juni
2020 2019
Penyusutan aset hak guna 111.995 -
Promosi 30.387 53.040
Pengangkutan 9.627 26.194
Kantong Plastik 7.071 9.849
Biaya Kartu Kredit 3.000 6.938
Sewa 1.686 192.374
Pendapatan sewa (47.835) (89.475)
Lain-lain 1.123 1.810
Total 117.054 200.730

20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI


Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 30 Juni
2020 2019
Gaji dan tunjangan lainnya 254.031 366.741
Penyusutan aset tetap 86.293 87.283
Listrik dan energi 66.904 122.402
Perbaikan dan pemeliharaan 64.822 96.855
Jamsostek 14.921 16.341
Asuransi 14.893 13.244
Pajak dan perijinan 9.924 7.814
Perlengkapan 7.569 14.010
Alat Tulis dan cetakan 6.489 12.371
Keamanan 4.772 6.752
Iuran dan retribusi 4.352 5.064
Perjalanan dinas 4.115 8.755
Beban bank 3.977 3.351
Sumbangan dan jamuan 3.402 3.332
Jasa tenaga ahli 3.227 572
Komunikasi 1.178 3.283
Lain-lain 2.379 2.621
Total 553.248 770.791

21. PENDAPATAN DAN BEBAN LAINNYA


Rincian pendapatan lainnya adalah sebagai berikut:
30 Juni 30 Juni
2020 2019
Laba selisih kurs - neto 5.002 -
Laba atas penjualan saham treasuri - 17.168
Laba atas penggantian asuransi - kebakaran dan huru hara - 8.871
Lain-lain - neto 664 3.029
Total 5.666 29.068

Rincian beban lainnya adalah sebagai berikut:


30 Juni 30 Juni
2020 2019
Rugi selisih kurs - neto - 4.159
Total - 4.159

32
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

22. LABA PER SAHAM ("LPS")


Perhitungan laba per saham dasar untuk 30 Juni 2020 dan 30 Juni 2019 adalah sebagai berikut:
30 Juni 30 Juni
2020
6 2019
Laba tahun berjalan 5.361 589.832
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar setelah dikurangi
saham yang diperoleh kembali perseroan (360.515.600 lembar
saham per 30 Juni 2020 dan 353.181.100 lembar
saham per 30 Juni 2019) [Link] [Link]
Laba per saham (Rupiah penuh) 0,80 87,52

23. SEGMEN OPERASI


Informasi segmen berikut ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap
segmen dan menentukan alokasi sumber daya.

Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2020


Jawa, Bali dan Sulawesi dan
Sumatera Nusa Tenggara Kalimantan Papua Total Segmen
219755
Total pendapatan 244.727 1.003.258 117.402 108.421 1.473.808
Hasil
Hasil segmen 77.268 247.598 42.019 48.558 415.443

Beban usaha yang tidak


dapat dialokasikan (469.046)
Rugi usaha (53.603)
Pendapatan keuangan 70.452
Pajak terkait pendapatan keuangan (13.011)
Laba sebelum pajak penghasilan 3.838
Manfaat pajak penghasilan - neto 1.523
Laba tahun berjalan 5.361

Aset segmen 364.985 1.851.458 167.528 164.354 2.548.325


Aset yang tidak dapat
dialokasikan 2.916.473
Total aset 5.464.798

Liabilitas segmen 2.959 169.426 567 23 172.975


Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 1.122.721
Total liabilitas 1.295.696

Pengeluaran barang modal 7.694 25.703 1.122 2.113 36.632


Penyusutan dan amortisasi 23.745 150.860 11.804 11.850 198.259

33
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

23. SEGMEN OPERASI (lanjutan)


Informasi segmen berikut ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja
setiap segmen dan menentukan alokasi sumber daya. (lanjutan)

Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019


Jawa, Bali dan Sulawesi dan
Sumatera Nusa Tenggara Kalimantan Papua Total Segmen
Total pendapatan 1.007.439 3.650.897 473.085 464.977 5.596.398
Hasil
Hasil segmen 445.557 1.270.460 225.785 259.929 2.201.731
Beban usaha yang tidak
dapat dialokasikan (1.620.179)
Laba usaha 581.552
Pendapatan keuangan 186.900
Pajak terkait pendapatan keuangan (35.291)
Laba sebelum pajak penghasilan 733.161
Beban pajak penghasilan - neto (85.263)
Laba tahun berjalan 647.898

Aset segmen 402.262 1.673.193 167.731 171.054 2.414.240


Aset yang tidak dapat
dialokasikan 3.235.583
Total aset 5.649.823

Liabilitas segmen 466 3.104 187 23 3.780


Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 1.477.113
Total liabilitas 1.480.893

Pengeluaran barang modal 25.506 100.298 3.067 4.405 133.276


Penyusutan dan amortisasi 35.328 234.835 14.005 17.651 301.819

34
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

23. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

Perusahaan menetapkan segmen usaha berdasarkan produk yang dijual, yaitu pakaian dan aksesoris dan barang
swalayan, sebagai berikut:

Periode yang Berakhir pada Pakaian Barang


Tanggal 30 Juni 2020 dan Aksesoris Swalayan Total Segmen
Penjualan barang beli putus 768.169 457.975 1.226.144
Komisi penjualan konsinyasi 244.817 2.847 247.664
Beban pokok penjualan barang beli putus (445.650) (414.427) (860.077)
Laba bruto 567.336 46.395 613.731

Beban penjualan (113.388) (3.666) (117.054)


Beban umum dan administrasi (477.844) (75.404) (553.248)
Beban keuangan (2.428) (270) (2.698)
Pendapatan lainnya 5.393 273 5.666
Laba usaha (20.931) (32.672) (53.603)
Pendapatan keuangan 57.984 12.468 70.452
Pajak terkait pendapatan keuangan (10.616) (2.395) (13.011)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 26.437 (22.599) 3.838

Tahun yang Berakhir pada Pakaian Barang


Tanggal 31 Desember 2019 dan Aksesoris Swalayan Total Segmen
Penjualan barang beli putus 3.117.111 1.461.840 4.578.951
Komisi penjualan konsinyasi 1.007.174 10.273 1.017.447
Beban pokok penjualan barang beli putus (1.851.042) (1.251.275) (3.102.317)
Laba bruto 2.273.243 220.838 2.494.081

Beban penjualan (391.103) (14.022) (405.125)


Beban umum dan administrasi (1.310.908) (206.566) (1.517.474)
Pendapatan lainnya 15.639 1.747 17.386
Beban lainnya (7.311) (5) (7.316)
Laba usaha 579.560 1.992 581.552
Pendapatan keuangan 159.325 27.575 186.900
Pajak terkait pendapatan keuangan (29.928) (5.363) (35.291)
Laba sebelum pajak penghasilan 708.957 24.204 733.161

35
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING


Pada tanggal 30 Juni 2020, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai
berikut:
Setara dalam
Rupiah
Aset
Kas dan setara kas
Dolar Amerika Serikat ($AS214.049) 3.061
Deposito berjangka
Dolar Amerika Serikat ($AS12.449.812) 178.057
Piutang lain-lain
Dolar Amerika Serikat ($AS7.273) 104

Total 181.222
Liabilitas
Utang lain-lain
Dolar Amerika Serikat ($AS92.663) 1.325
Dolar Singapura ($Sin4.808) 49

Total 1.374
Aset moneter - neto 179.848

Pada tanggal 27 Juli 2020, kurs yang berlaku adalah sebesar Rp14.605 (Rupiah penuh) terhadap $AS1 dan
Rp10.580 (Rupiah penuh) terhadap $Sin1.

Jika aset moneter neto dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2020 dijabarkan ke dalam Rupiah
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal 27 Juli 2020, maka aset moneter neto akan naik sebesar
Rp3.810.

25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN

Instrumen keuangan pokok Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka, investasi jangka
pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, uang jaminan tertentu, aset tidak lancar lainnya, utang usaha, utang
lain-lain dan beban akrual.

a. Manajemen Risiko

Perusahaan terpengaruh terhadap risiko pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kepentingan untuk
mengelola risiko-risiko tersebut telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan volatilitas
pasar keuangan di Indonesia maupun internasional. Manajemen senior Perusahaan mengawasi
manajemen risiko atas risiko-risiko tersebut.

Risiko pasar

Risiko pasar adalah risiko nilai wajar arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi
karena perubahan harga pasar. Harga pasar mengandung dua tipe risiko: risiko tingkat suku bunga dan
risiko nilai tukar mata uang asing. Instrumen keuangan yang terpengaruh oleh risiko pasar termasuk kas
dan setara kas, deposito berjangka, investasi jangka pendek, piutang lain-lain danutang lain-lain.

Risiko mata uang asing

Risiko mata uang asing adalah risiko nilai wajar arus kas di masa depan yang berfluktuasi karena
perubahan kurs pertukaran mata uang asing. Perusahaan terpengaruh atas risiko perubahan mata uang
asing terutama berkaitan dengan kas dan setara kas, deposito berjangka, investasi jangka pendek, piutang
lain-lain, dan utang lain-lain dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan Dolar Singapura.

36
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan)

a. Manajemen Risiko (lanjutan)

Risiko mata uang asing (lanjutan)

Perusahaan mengelola risiko ini dengan melakukan penempatan investasi secara selektif pada instrumen
keuangan yang memberikan tingkat pengembalian investasi yang cukup tinggi, sehingga risiko fluktuasi
mata uang asing dapat dikompensasikan dengan pengembalian investasi dalam beberapa mata uang
asing yang dimiliki.

Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran Rupiah terhadap
mata uang asing, dengan asumsi variabel lain konstan, dampak terhadap laba sebelum beban pajak
penghasilan sebagai berikut:

30 Juni 2020 31 Desember 2019


Dampak Dampak
Terhadap Terhadap
Perubahan Laba Sebelum Perubahan Laba Sebelum
Tingkat Rupiah Beban Pajak Tingkat Rupiah Beban Pajak

Dolar Amerika Serikat +2% 3.598 +2% 3.477


Dolar Singapura +2% (1 ) +2% (1)
Dolar Amerika Serikat -2% (3.598) -2% (3.477)
Dolar Singapura -2% 1 -2% 1

Risiko kredit

Risiko kredit adalah risiko dimana lawan transaksi tidak akan memenuhi liabilitasnya berdasarkan
instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Instrumen keuangan
Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka,
piutang usaha, piutang lain-lain, uang jaminan tertentu dan investasi jangka pendek. Selain dari
pengungkapan di bawah ini, Perusahaan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit yang signifikan.

Risiko kredit atas penempatan rekening koran dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai dengan
kebijakan Perusahaan. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiap-tiap bank atau institusi keuangan
dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko
konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.

Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai
tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.

Risiko likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi jika posisi arus kas menunjukkan pendapatan jangka pendek
tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.

Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan surat berharga yang mencukupi
untuk memungkinkan Perusahaan dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal
Perusahaan. Selain itu Perusahaan juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara
terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

37
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN (lanjutan)

a. Manajemen Risiko (lanjutan)

Risiko likuiditas (lanjutan)

Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu pembayaran liabilitas Perusahaan berdasarkan
pembayaran dalam kontrak pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019:
< 1 tahun 1 - 2 tahun 2 - 3 tahun > 3 tahun Total

Pada tanggal 30 Juni 2020


Utang - pihak ketiga
Usaha 689.375 - - - 689.375
Lain-lain 64.584 - - - 64.584
Beban akrual 18.981 - - - 18.981

Total 772.940 - - - 772.940

< 1 tahun 1 - 2 tahun 2 - 3 tahun > 3 tahun Total

Pada tanggal 31 Desember 2019


Utang - pihak ketiga
Usaha 970.449 - - - 970.449
Lain-lain 79.595 - - - 79.595
Beban akrual 54.846 - - - 54.846

Total 1.104.890 - - - 1.104.890

b. Manajemen Modal

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang
sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

Selain itu, Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas efektif tanggal 16 Agustus
2007 untuk mengkontribusikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh
kedalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut
dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”).

Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan
melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses pada tahun yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019.

Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.

26. INSTRUMEN KEUANGAN

Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai
wajarnya sebagai berikut:

1. Kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha dan piutang lain-lain.
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam
waktu dua belas (12) bulan, sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut kurang lebih telah
mencerminkan nilai wajarnya.

38
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

26. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai
wajarnya sebagai berikut: (lanjutan)

2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual.


Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu
dua belas(12) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan
nilai wajarnya.

3. Uang jaminan dan pinjaman karyawan, termasuk bagian jatuh tempo dalam waktu satu (1) tahun.
Aset jangka panjang yang tidak dikenakan bunga disajikan pada nilai kini dari estimasi penerimaan atau
pembayaran kas di masa mendatang dengan menggunakan bunga pasar yang tersedia untuk instrumen
yang kurang lebih sejenis.

Investasi jangka pendek

Nilai wajar dari aset keuangan ini diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian yang wajar dengan nilai
input pasar yang dapat diobservasi.

Hirarki Nilai Wajar

Aset dan liabilitas keuangan diklasifikasikan secara keseluruhan berdasarkan tingkat terendah dari masukan
(input) yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar. Penilaian dampak signifikan dari suatu input tertentu
terhadap pengukuran nilai wajar membutuhkan pertimbangan dan dapat mempengaruhi penilaian dari aset dan
liabilitas yang diukur dan penempatannya dalam hirarki nilai wajar.

Bukti terbaik dari nilai wajar adalah harga yang dikuotasikan (quoted prices) dalam sebuah pasar yang aktif.
Jika pasar untuk sebuah instrumen keuangan tidak aktif, entitas menetapkan nilai wajar dengan menggunakan
metode penilaian. Tujuan dari penggunaan metode penilaian adalah untuk menetapkan harga transaksi yang
terbentuk pada tanggal pengukuran dalam sebuah transaksi pertukaran yang wajar dengan pertimbangan
bisnis normal.

Metode penilaian termasuk penggunaan harga dalam transaksi pasar yang wajar (arm’s length) terakhir antara
pihak-pihak yang memahami dan berkeinginan, jika tersedia, referensi kepada nilai wajar terkini dari instrumen
lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskontokan.

Jika terdapat metode penilaian yang biasa digunakan oleh para peserta pasar untuk menentukan harga dari
instrumen dan metode tersebut telah didemonstrasikan untuk menyediakan estimasi yang andal atas harga
yang diperoleh dari transaksi pasar yang aktual, entitas harus menggunakan metode tersebut. Metode
penilaian yang dipilih membuat penggunaan maksimum dari input pasar dan bergantung sedikit mungkin atas
input yang spesifik untuk entitas (entity-specific input). Metode tersebut memperhitungkan semua faktor yang
akan dipertimbangkan oleh peserta pasar dalam menentukan sebuah harga dan selaras dengan metode
ekonomis untuk penilaian sebuah instrumen keuangan. Secara berkala, Perusahaan menelaah metode
penilaian dan mengujinya untuk validitas dengan menggunakan harga dari transaksi pasar terkini yang dapat
diobservasi untuk instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi dan pengemasan kembali) atau berdasarkan
data pasar yang tersedia dan dapat diobservasi.

39
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

26. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

Investasi jangka pendek (lanjutan)

Hirarki Nilai Wajar (lanjutan)

Hirarki nilai wajar Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2020

Total Level 1 Level 2 Level 3

Aset lancar
Investasi jangka pendek 103.933 103.933 - -

31 Desember 2019

Total Level 1 Level 2 Level 3

Aset lancar
Investasi jangka pendek 110.093 110.093 - -

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, tidak terdapat pengalihan antar
level atas pengukuran nilai wajar.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan pada
tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019:

30 Juni 2020 31 Desember 2019


Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 2.243.339 2.243.339 2.208.119 2.208.119
Deposito berjangka 398.557 398.557 714.600 714.600
Piutang
Usaha
Pihak ketiga 1.940 1.940 12.523 12.523
Lain-lain
Pihak berelasi 8.986 8.986 1.961 1.961
Pihak ketiga 34.235 34.235 21.003 21.003
Investasi jangka pendek 103.933 103.933 110.093 110.093
Uang jaminan 1.209 1.209 1.209 1.209
Aset tidak lancar lainnya 13.179 11.954 12.327 11.182
Total 2.805.378 2.804.153 3.081.835 3.080.690

Liabilitas Keuangan
Utang - pihak ketiga
Usaha 689.375 689.375 970.449 970.449
Lain-lain 64.584 64.584 79.595 79.595
Beban akrual 18.981 18.981 54.846 54.846
Total 772.940 772.940 1.104.890 1.104.890

40
PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2020 dan 2019
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali dinyatakan Lain)

27. PERISTIWA SETELAH TANGGAL PELAPORAN

Pada saat penyusunan laporan keuangan ini, pandemi wabah Covid-19 masih berlangsung sejak akhir bulan
Maret 2020 sampai dengan saat penyusunan laporan keuangan ini.

Akibat dari pandemi wabah Covid-19, Perusahaan telah menghentikan operasional sebagian besar toko-toko
yang ada dan sampai dengan penyusunan laporan keuangan ini, masih terdapat beberapa toko yang belum
beroperasi dan terus berdampak terhadap pendapatan Perusahaan yang sudah turun lebih dari 50%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang pada akhirnya berdampak pada penurunan laba bersih lebih
dari 75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pandemi wabah Covid-19 tidak berdampak terhadap pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek
Perusahaan maupun kelangsungan (going concern) Perusahaan.

41

Anda mungkin juga menyukai