0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
375 tayangan35 halaman

Pelatihan Pengendalian Hama Dasar

Diunggah oleh

Agnesnesssong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
375 tayangan35 halaman

Pelatihan Pengendalian Hama Dasar

Diunggah oleh

Agnesnesssong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

BSR Indonesia

PEST CONTROL

Gedung SINDO Lantai 3,


Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 38, Jakarta Pusat, DKI Jakarta,
.[Link],
marketing@[Link], (021) 80864722
PENGENALAN HAMA

HAMA :
organisme yg dapat menganggu
kehidupan manusia.

1. Menularkan, memindahkan dan/


menjadi vector penyakit
2. Merusak material (lapuk, korosif)
3. Merusak estetika: jorok & kumuh
Cara hama dapat masuk ke lingkungan
Faktor yg mempengaruhi masa hidup hama

MUSUH ALAMI Masa hidup hama KONDISI


LINGKUNGAN
Apa yang dicari hama?
BIOEKOLOGI
LALAT
Musca domestica
(lalat rumah)
• Habitat: pasar, tempat sampah,
tempat pengolahan limbah,
peternakan
• Memiliki kebiasaan memakan kotoran
hewan
Chrysomya megacephala
(lalat hijau)
• Habitat: tempat pemotongan
hewan, peternakan, mayat,
tempat sampah
• Tertarik dgn darah, luka

Sarcophaga (lalat daging)


• Digunakan dalam bidang
forensik u/ mengidentifikasi
waktu kematian
• Metamorfosis sempurna
• Suhu optimal 25-28 C
LIPAS
• Aktif pada malam hari
• Habitat: tempat yg gelap & lembab
• Melalui metamorphosis tidak
sempurna (telur  nimfa 
dewasa)
• Lama waktu hidup kecoa dewasa
1-2 thn
• Penyakit yg ditularkan: diare,
kolera, disentri, demam tifoid
Jenis-Jenis Lipas
Blattella germanica (kecoa jerman)
• Habitat : di dapur, restaurant, ruang bawa
tanah
• Suhu lingkungan 30ºC

Periplaneta Australasia (kecoa australia)


• Habitat di lingkungan yang lembap &
hangat (kamar mandi, tumpukan kayu)
• Penyebarannya diseluruh dunia
Blattella germanica (kecoa jerman)
• Habitat : di dapur, restaurant, ruang
bawa tanah
• Suhu lingkungan 30ºC

Blatta orientalis
• Habitat hidup di ruang bawah tanah, pipa
saluran pembuangan, dibawah wastafel,
lantai saluran air
• Kecoa ini memakan kotoran/bahan
organik yg membusuk
NYAMUK
• Tersebar diseluruh dunia
• Dari 3450 jenis nyamuk di dunia, 457 jenis
terdapat di Indonesia
• Metamorfosis nyamuk: telur  jentik  pupa 
nyamuk dewasa
• Sebagai pengganggu dan penyebar penyakit
Malaria, Demam Dengue, Chikungunya, Zika,
Radang otak, Kaki gajah
[Link]
• Habitat di lokasi yang lembab dan minim
cahaya: bak mandi, talang air, kolong tempat
tidur
• ukuran nyamuk betina lebih besar daripada
nyamuk jantan
• Aktif pada pagi (08.00-12) & sore (15.00-17.00)

[Link]
• Tempat tinggal area kebun, dipinggir hutan
• Ukurannya lebih kecil dr Ae. Aegypti
• Aktif pada pagi (08.00-12) dan sore (15.00-
17.00)hari
Culex
• Merupakan vektor filariasis/kaki gajah
• Tempat perindukannya di air kotor
• Aktif menghisap darah pada malam hari hingga dini
hari

Anopheles
• Merupakan vektor malaria
• yg bertindak menjadi vector adalah nyamuk
betina
• Hidup di genangan air tawar & payau
• Aktif pada sore hari
TIKUS
• Pemakan segala (omnivora)

• Hewan yg mampu beradaptasi dgn cepat dgn


lingkungan yg beragam

• Memiliki penglihatan yg kurang

• Memiliki penciuman, perasa & pendengaran yg


tajam

• Penyakit yg disebabkan: leptospirosis, PES


REPRODUKSI
• Matang seksual (2-3 bln)
• Masa bunting (21-33 hari)
• Masa menyusui (1bln)
• Birahi pasca melahirkan (24-48 jam)
• Melahirkan sepanjang tahun
• Jumlah anak (6-12 ekor)
RESISTENSI PERILAKU
Tikus tdk mau mengkonsumsi rodentisida/tdk mau masuk perangkap
karena basic instinc yg dimiliki. Penyebabnya :

● Tikus lain yg mati keracunan setelah mengkonsumsi racun tsb


● Ada tikus yg masuk perangkap&mengeluarkan alarm feromon
● Tikus mencicipi rodentisida & merasakan tanda bahaya karena tdk
bisa muntah
● Banyak tersedia makanan disekitar rodentisida/perangkap
TANDA-TANDA KEBERADAAN TIKUS

• Ditemukan tikus hidup/bangkai tikus


• Kotoran tikus
• Bau urine
• Jejak tikus
• Sarang tikus
• Suara tikus
RAYAP
• Termasuk serangga sosial
• Hidup dlm kelompok yg disebut dengan koloni
• Didalam satu koloni terdapat beberapa kasta yg
morfologi dan perannya berbeda.
• Rayap terbagi dalam kasta: pekerja, prajurit,
kasta reproduktif dgn bentuk yg berbeda
PRAJURIT
• Melindungi koloni terhadap musuh-musuh
terutama semut

• Memiliki kepala yg besar dengan rahang yg kuat

• Diberi makan oleh rayap pekerja dengan


stomodeal dan proctodeal

• Populasinya <16% dari seluruh koloni


PEKERJA
• Mengumpulkan makanan

• Memberi makan prajurit serta raja dan ratu

• Memperbaiki dan memperluas sistem sarang

• Menjaga telur-telur dan rayap muda

• Kasta mayoritas >80% dalam satu koloni


PENGELOLAAN HAMA

Kegiatan/tindakan yg ditujukan untuk mencegah &


menekan populasi hama serendah mungkin sehingga
keberadaannya tidak lagi mengganggu kehidupan
manusia.
PROGRAM PENGELOLAAN HAMA

P  PREVENTION : mencegah agar hama tidak masuk kedalam


area gedung

E  EXCLUTION : menangkal agar hama yg sudah terlanjur


masuk tdk dapat bersarang & berkembang
biak

S  SANITATION : Menjaga agar lingkungan selalu bersih

T  TREATMENT : Melakukan intervensi/treatment dgn


berbagai teknik perlakuan
PREVENTION

Penggunaan air
Penggunaan insect screen
curtain di restaurant

Penggunaan door
close
Penggunaan plastic curtain
EXCLUTION

Menambal celah & retakan Penempatan barang


pada tembok secara teratur

Penerangan yg cukup di
area gelap
Sirkulasi udara
dalam ruangan yg
baik
SANITATION

• Selalu membersihkan tempat sampah

• Menutup tempat sampah

• Rutin membersihkan drainase yg menggenang

• Membuang tumpukan barang yg tidak terpakai

• Membersihkan tanaman/rumput yg rimbun


TREATMENT

● Non Kimia
Menggunakan trapping dan umpan

livetrap Snaptrap

Glue trap
Electric trap
 Umpan yg digunakan harus bahan menarik & disukai hama
sasaran

 Perangkap dipasang di jalur hama/ sering ditemukannya hama

 Pemeriksaan dan rotasi perangkap secara berkala


● Secara Kimia

• Pengendalian hama secara


kimia merupakan alternatif
terakhir.

• Metode kimia harus dilakukan


secara hati-hati & tidak
mencemari lingkungan

• Harus menggunakan chemical


yang direkomendasikan untuk
kesehatan lingkungan
Pengendalian hama secara kimia wajib menerapkan:

● Tepat sasaran

● Tepat metode aplikasi

● Tepat jenis pestisida

● Tepat dosis & konsentrasi

● Berwawasan lingkungan
PESTISIDA YG DIGUNAKAN
● Berdasarkan jenis sasaran

 Insektisida : u/ serangga
 Herbisida : u/ tanaman
 Fungsida : u/ cendawan
 Akarisida :u/caplak &tunga
 Algisida : u/ algae
 Moluscida : u/ siput/keong
 Avisida : u/ burung pengganggu
 Ovisida : u/ membunuh telur
 Larvasida : u/membunuh larva
Beberapa contoh pestisida yg digunakan
6 PRINSIP PENGGUNAAN PESTISIDA

• TEPAT SASARAN

• TEPAT MUTU

• TEPAT JENIS

• TEPAT WAKTU PENGGUNAAN

• TEPAT DOSIS

• TEPAT CARA
PENGGUNAAN APD

• Petugas pest control wajib


menggunakan APD lengkap sesuai
SPO yg berlaku

• Penggunaan APD yg lengkap & sesuai


SOP, petugas dapat menjamin
keamanan diri selama bekerja

• Memberikan layanan pest control yg


efektif dan aman bagi pelanggan
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai