NAMA : AKHMAD FADLI GUNARSO
NIM : 1402040429
PRODI : TEKNIK INFORMATIKA B
1.) Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Citra
sebagai suatu keluaran dari sistem perekaman data yang dapat bersifat optik, bersifat analog
ataupun bersifat digital
Citra digital merupakan representatif dari citra yang diambil oleh mesin dengan bentuk
pendekatan berdasarkan sampling dan kuantisasi. Sampling menyatakan besarnya kotak-
kotak yang disusun dalam baris dan kolom. Dengan kata lain, sampling pada citra
menyatakan besar kecilnya ukuran pixel (titik) pada citra, dan kuantisasi menyatakan
besarnya nilai tingkat kecerahan yang dinyatakan dalam nilai tingkat keabuan (grayscale)
sesuai dengan jurnlah bit biner yang digunakan oleh mesin, dengan kata lain kuantisasi pada
citra menyatakan jumlah warna yang ada pada citra.
2.) Tujuannya adalah :
- memperbaiki kualitas citra dengan memanipulasi parameter-parameter citra.
- menghilangkan cacat pada citra.
- citra direpresentasikan dalam bentuk lebih kompak, sehingga keperluan memori lebih sedikit
namun dengan tetap mempertahankan kualitas gambar (misal dari .BMP menjadi .JPG)
- memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Berkaitan
erat dengan pengenalan pola.
- menghitung besaran kuantitatif dari citra untuk menghasilkan deskripsinya.
- membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil proyeksi.
3.) Pengolahan Tingkat Rendah (Low-Level Processing). Pengolahan ini merupakan
operasional-operasional dasar dalam pengolahan citra, seperti pengurangan noise (noise
reduction), perbaikan citra (image enhancement) dan restorasi citra (image restoration).
Pengolahan Tingkat Menengah (Mid-Level Processing). Pengolahan ini meliputi segmentasi
pada citra, deskripsi objek, dan klasifikasi objek secara terpisah.
Pengolahan Tingkat Tinggi (High-Level Processing). Pengolahan ini meliputi analisis Citra.
4.) Bidang pendidikan
di bidang pendidikan sendiri, dimana grafika komputer sangat dibutuhkan sekali dlama
penerapannya dibisang ini. Misalnya saja jika seorang dosen atau mahasiswa yang ingin
mempresentasikan sebuah data dalam bentuk grafik atau sebuah diagram dalam
presentasinya tersebut. Dan biasanya mereka menggunakan aplikasi khusus seperti
microsoft powerpoint dalam membantu presentasi mereka dalam menyajikan data
berbentuk grafik atau diagram tadi. Nahh contoh diatas merupakan salah satu contoh
penerapan dari grafika komputer didunia pendidikan. Dan masih banyak lagi penerapan
grafika komputer yang diterapkan dalam dunia pendidikan.
Bidang Hiburan
Suka dengan sebuah film bergenre Animasi? Ya animasi merupakan salah satu penerapan
ilmu dari grafika komputer untuk bidang hiburan, selain itu Games juga turut andil dalam
penerapan ilmu grafika komputer ini, dimana sebah game yang mempunyai karakter,
bentuk permainan dan effect yang ada pada game tersebut yakni menerapkan ilu grafika
komputer.
Bidang Photografi
Bagi anda pecinta dunia fotografi, tentu anda sudah hapal akan aplikasi pembantu dalam
pengeditan sebuat foto bidikan anda. Nahh aplikasi yan anda gunakan dalam proses
pengeditan tersebut juga menerapkan ilmu dari grafika komputer. Bagaimana sebuah
algorotma dalam pembuatan sebuah garis, polygon, atau objek 2 dimensi lainya diciptakan
pada paket software pengeditan tersebut. Konsep yang ada pada paket software tersebut
merupakan penerapan dari ilmu grafika komputer tadi.
Bidang kedokteran
apakah anda pernah melakukan foto rontgen dengan menggunakan sinar x ? foto rontgen
tersebut merupakan pemanfaatan dari ilmu pengolahan citra. Mengapa penerapan dari
rontgen tadi merupakan pengolah citra bukan grafika komputer? Karena dalam foto
rontgen tersebut, diambil dari atas sebuah capture/gambar atas dasar tersebut foto
rontgen masuk dalam penerapan ilmu pengolahan citra. nantinya hasil dari foto rontgen
tersebut akan digunakan oleh dokter untuk melakuakn diagnosa penyakit yang dialami
pasien.
Bidang penginderaan jarak jauh
pernah memakai aplikasi mapping yang disediakan oleh pihak google, atau lebih dikenal
sebagai aplikasi google mapping. Nahh aplikasi tersebut juga merupakan penerapan dari
ilmu pengolahan citra, masuk dalam kategori ilmu pengolahan citra karena pihak google
sendiri menggnakan metode pemotretan sebuah capture/gambar atas kondisi yang akan
ditampilakan pada aplikasi google mapping miliknya, atas dasar pengambilan sebuah
captute/gambar tersebut maka google mapping tersebut telah menerapkan sebuah ilmu
pengolahan citra.
5.) Suatu citra digital direpresentasikan dengan format f(x,y) = f(N,M), dimana:
N menunjukkan angka pada baris, dengan ketentuan nilai N (ditunjukkan dengan x) = 0 ≤ x ≤
N – 1 M menunjukkan angka pada kolom, dengan ketentuan nilai M (ditunjukkan dengan y) =
0 ≤ y ≤ M – 1. Kemudian kedua faktor diatas dinyatakan dengan nilai L, yaitu nilai maksimal
warna intensitas, dengan ketentuan nilai L = 0 ≤ f(x,y) ≤ L – 1
Catatan: Koordinat Matriks dan koordinat piksel pada tidak memiliki perbedaan dalam operasi
matematisnya. Perbedaan dari koordinat matriks dan koordinat piksel adalah koordinat matriks
menunjukkan letak suatu titik pada citra asli, dan koordinat piksel menunjukkan letak suatu titik
pada citra di layar monitor.
Berdasarkan format representasi citra diatas, maka dapat disimpulkan bahwa suatu citra
dinyatakan dalam bentuk lebar x tinggi. Citra digital memiliki satuan berupa piksel, ataupun
dalam satuan panjang (mm atau inci).
Suatu citra pada komputer umumnya direpresentasikan kedalam bentuk sebuah file. Adapun
mekanisme representasi citra oleh komputer memiliki sistem yang sama dengan halnya
melukis, dimana keberadaan palet warna dan kanvas merupakan hal yang utama. Dalam
representasi citra digital, keberadaan kanvas digantikan oleh matriks, dan palet warna dalam
citra digital berupa angka yang merepresentasikan tingkat kecerahan dari suatu warna.
Adapun mekanisme representasi citra digital adalah suatu elemen matriks diisi oleh angka –
angka yang mewakilkan warna – warna yang tampak pada mata. Kumpulan angka yang
mewakilkan warna pada matriks tersebut kemudian disimpan dalam komputer dengan
berbagai format citra yang ada, dan memerlukan program khusus untuk membukanya (seperti
Ms. Paint, Photoshop, dll). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebuah data citra digital
menyimpan informasi berupa kumpulan angka yang mewakilkan warna yang ada.
Suatu citra digital dapat ditampilkan dalam tiga format tampilan, diantaranya:
Citra Biner
Citra biner merupakan salah satu cara dalam merepresentasikan citra digital dimana citra ini
menggunakan dua jenis warna saja, yakni hitam dan putih. Kedua warna ini masing – masing
diwakili oleh angka – angka biner (0 dan 1).
Dalam mewakili warna hitam dan putih, angka biner memiliki ketentuan sebagai berikut:
Model citra cahaya : angka 1 mewakili warna putih, dan angka 0 mewakili warna hitam (warna
putih menyatakan adanya cahaya, warna hitam menyatakan tidak ada cahaya)
Model citra tinta / cat : angka 1 mewakilli warna hitam, dan angka 0 mewakili warna putih
(warna hitam menandakan adanya cat, warna putih menandakan tidak ada cat)
Contoh:
Citra biner dengan model citra cahaya
Citra Grayscale
Citra grayscale merupakan suatu cara dalam merepresentasikan citra digital dengan
menggunakan skala derajat keabuan, dimana derajat keabuan yang ada merupakan hasil
pemangkatan nilai bit yang ada terhadap angka 2 (2n).
Misalkan skala keabuan 4 bit memiliki rentang skala keabuan sebanyak 24 warna = 16 warna,
yang diwakili dengan angka 0 hingga 15. (angka 0 / minimal mewakili warna hitam, dan angka
15 / maksimal mewakili warna putih). Adapun angka diantara 0 hingga 15 merepresentasikan
warna abu dalam skala kecerahan yang berbeda.
Citra warna
Citra warna merupakan metode dalam merepresentasikan suatu citra secara digital, dimana
metode ini menggunakan kombinasi dari tiga warna primer (merah, hijau dan biru = RGB) untuk
membentuk suatu citra. Adapun setiap titik pada citra mewakili kombinasi dari ketiga warna ini.
Setiap warna ini masing masing memiliki intensitas tersendiri dengan rentang nilai 0 hingga 255
(8 bit)
Red : warna minimal putih, warna maksimal merah
Green : warna minimal putih, warna maksimal hijau
Blue : warna minimal putih, warna maksimal biru
Misalkan warna ungu = merupakan kombinasi warna merah dan biru, sehingga nilai RGBnya:
255 0 255
Catatan:
jika ketiga warna pada suatu piksel memiliki angka minimal, maka warna yang ditunjukkan pada
piksel tersebut adalah warna hitam.
jika ketiga warna pada suatu piksel menunjukkan angka maksimal, maka warna yang
ditunjukkan adalah warna putih.
Jika salah satu dari ketiga angka pada piksel memiliki nilai minimal, maka warna tersebut tidak
terkandung pada warna yang ditampilkan. Contoh: pada kombinasi warna ungu diatas, dapat
disimpulkan bahwa warna ungu tidak mengandung warna hijau, karena nilai skala warna hijau
pada warna tersebut adalah 0.
Mengingat bahwa setiap piksel merupakan kombinasi dari ketiga warna ini, maka satu piksel
memerlukan memori sebanyak 3 bit.
Adapun jumlah total dari kombinasi warna yang mungkin adalah sebagai berikut:
Warna dasar terdiri atas 3 warna
Masing – masing warna dasar memiliki nilai maksimum 8 bit
Sehingga: kemungkinan jumlah warna yang ada = 28×3 = 224 = 16.777.216 warna.
Catatan : warna dasar pad konteks ini memiliki perbedaan, yakni warna dasar untuk cahaya /
diplay pada monitor dan warna dasar untuk cat atau tinta / display cetakan diatas kertas.
Citra cahaya menggunakan warna dasar RGB (Red, Green, Blue)
Citra cat menggunakan warna dasar CMY (Cyan, Magenta, Yellow)
Berikut merupakan perbandingan ketiga citra yang dibahas pada bahasan ini: