Struktur dan Fungsi Menu dalam Tata Hidang
Struktur dan Fungsi Menu dalam Tata Hidang
MODUL
MATA PELAJARAN : TATA HIDANG
SEMESTER : 1 (GANJIL)
PERTEMUAN : 1-4
KOMPETENSI DASAR : MENU
Tujuan Pembelajaran :
Uraian Materi
Di suatu rumah makan, menu adalah daftar hidangan yang tersedia untuk dipilih bagi
orang yang akan makan, dan terbagi menjadi beberapa kategori tergantung pada waktu atau
peristiwa. Menu merupakan bagian terpenting dari pekerjaan juru masak yang dihormati
sebagai suatu seni, dan diperoleh melalui pengalaman dan studi. Sebagai suatu daya tarik
bagi tamu, menu haruslah direncanakan secara hati-hati oleh para profesional, yakni kepala
juru masak, manajer, dan pengawas/pengontrol makanan dan minuman.
A. Pengertian
Istilah “Menu” mempunyai dua arti yang berbeda:
1. Menu, berarti daftar makanan, yang dihubungkan dengan kartu, kertas atau media lain
dimana daftar makanan itu tertulis.
2. Menu, berarti makanan yang tersedia untuk pelanggan (customer) yang dapat mereka
pilih dan nikmati.
Mulia Wijaya Putra, [Link]. ---SMK Negeri 1 Kasreman---Tata Hidang 2021
2
Dalam hubungan ini, kata menu diartikan: “as a list of the dishes which are
available to a customer” atau sebagai daftar makanan yang tersedia untuk pelanggan atau
tamu. Menu juga berarti “a bill of fare” atau daftar makanan. Daftar/menu dapat ditulis
pada sehelai kertas, sebidang karton ataupun diatas selembar kain.
B. Fungsi
Pada usaha jasa-boga (catering) saat ini, menu memegang peranan penting, karena
merupakan jembatan yang menghubungkan hotel/restoran dengan pelanggan/tamu.
berkualitas baik. Cara ini lebih menguntungkan dari pada menu yang disusun dengan
menampilkan banyak jenis makanan.
Menu modern pada dasarnya adalah penyederhanaan dari struktur menu klasik.
Beberapa makanan digabungkan dan muncul dalam satu kelompok (courses). Contoh
penyederhanaan tersebut misalnya pada menu klasik: poison, grosse piece, entrée froid
dan entrée chaud dijadikan sebagai menu pilihan dan dikategorikan sebagai main course
pada menu modern. Walaupun jenis makanan disederhanakan, namun susunan menu
masih tetap mengikuti pola kerangka menu klasik.
Dengan penyederhanaan ini akan memungkinkan penampilan jenis makanan yang
lebih banyak dalam satu kelompok hidangan (course). Ini berarti ada kesempatan yang
lebih luas bagi tamu untuk memilih makanan yang sesuai dengan selera mereka. Pada
susunan menu singkat untuk hidangan makan siang (luncheon) maka entrée yang
dihidangkan bersama sayuran (vegetable) dan kentang (potato dishes) dapat dihidangkan
sebagai main course. Sherbets atau disebut juga frozen drinks dan savouries pada menu
klasik tidak muncul pada kerangka menu modern yang disederhanakan. Sherbets yang
hampir sama dengan ice cream digabung dalam kelompok ice cream dan dihidangkan
sebagai dessert. Savoury karena bentuk dan penampilannya mendekati “hors d’ceuvre”
maka “hot savoury” digabung dengan “hot hors d’ceuvre” dan “cold savoury” dengan
cold Hors d’ceuvre”.
Contoh struktur menu modern (table d’hote):
Menu dengan 5 kelompok hidangan (courses)
a. Cold appetizer
b. Soup
c. Hot appetizer
d. Main course: vegetables & potatoes
e. Sweet/dessert
Susunan Menu Contoh Menu
1 Cold Appetizer Chicken Salad Hawaian
1. Jenis-jenis
Pada umumnya jenis menu dibagi menjadi dua jenis, yaitu menu table d’hote dan
a la carte. Menu tersebut mempunyai ciri-ciri:
1. Menu table d’hote cirinya jenis makan sudah ditetapkan, menyajikan beberapa bagian
menu, pilihan untuk setiap makanan terbatas, satu harga ditetapkan untuk satu
kumpulan makanan, disajikan dalam kumpulan waktu tertentu. Jenis menu ini
biasanya dapat disajikan untuk makan pagi, makan siang, makan malam dan
umumnya dengan tehnik penyajian:
a. Banquets; menu yang disajikan telah ditetapkan dengan set harga tertentu dan
penyajian makanan dengan pilihan yang terbatas.
b. Buffets; jenis makanan ini biasanya disesuaikan dengan suasana atau acara yang
sedang berlangsung, makanan yang disajikan jenis makanan dingin dan panas
yang ditempatkan di atas meja.
c. Coffee shop; menu coffee shop karakteristiknya adalah satu kumpulan jenis
makanan disajikan pada waktu dimulainya jam makan seperti makan siang.
Menu table d’hote adalah suatu susunan hidangan lengkap (complete meal) dengan
suatu harga yang pasti. Jumlah hidangan biasanya terbatas dan terdiri dari beberapa
kelompok hidangan (courses) misalnya, 3, 4, 5, kelompok dan seterusnya. Untuk tetap
menjaga kepuasan tamu, maka hotel biasanya mencantumkan beberapa makanan
untuk masing-masing kelompok. Tamu dapat memilih satu makanan diantara
Mulia Wijaya Putra, [Link]. ---SMK Negeri 1 Kasreman---Tata Hidang 2021
5
GALA DINNER
SHRIMPS COCKTAIL
MELON FRAPE
HORS D’OEUVRE VARIE
*
CONSOMME ROYALE
CREAM OF VEGETABLES SOUP
MINESTRONE
*
RAVIOLI AU JUS
OMELETTE ESPAGNOLE
CHICKEN A LA KING
*
ROAST BEEF PRINTAINIERE
EMINCE OF CHICKEN DUSCHESSE
EPAULE D’AGNEAU BOULANGERE
*
CHOUX VERTS
BUTTERED GREEN PEAS
VICHY CARROTES
PASRSLEY POTATOES
SAUTED POTATOES
FRENCH FRIED POTATOES
*
SALAD IN SEASON
TOMATO AND CUCUMBER SALAD
MIMOSA SALAD
*
GATEAUX PRALIN
ASSORTED FRUIT COMPOTES
MIXED ICE CREAM
*
ASSORTED CHEESE
Mulia Wijaya Putra, [Link]. ---SMK Negeri 1 Kasreman---Tata Hidang 2021
6
*
BALI COFFEE
JAWA TENGAH
2. Menu a la carte adalah menu yang telah disertai daftar harga fix per item. Menu “a’la
carte” adalah suatu susunan menu dimana setiap makanan yang dicantumkan pada
daftar makanan tersebut disertai dengan harga tersendiri. Banyaknya jumlah serta
jenis makanan yang tercantum pada menu tergantung pada besar kecilnya restoran
(jumlah tempa duduk) dan tigkat atau golongan dari hotel/restoran tersebut. Suatu
hotel yang tergolong mewah (first class restaurant) akan menghidangkan makanan
yang lebih mahal harganya dan ditata lebih mewah daripada restoran kelas menengah
atau kelas biasa saja. Walaupun ada perbedaan harga makanan pada kedua jenis
restoran tadi, namun kualitas makanan harus tetap terjamin baik.
A’la Carte menu mempunyai karakter atau ciri-ciri sebagai berikut:
HORS D’OEUVRES
SOUPS
FISH
CUKE DISHES, ROASTS AND GRILLS
COLD BUFFETS AND SALADS
VEGETABLES AND POTATOES
SWEETS
E. Sifat
Berdasarkan sifatnya, menu terbagi menjadi:
11. Static menu, yaitu menu tetap yang selalu tersedia di restoran.
12. Circle menu, yaitu menu yang disusun berubah-ubah dengan waktu yang ditentukan.
Biasanya disusun untuk per sepuluh hari, per satu bulan, atau per tiga bulan.
F. Menu menurut waktu penyajian
Kata meal diartikan sebagai susunan hidangan lengkap yang biasanya disuguhkan
pada suatu waktu makan tertentu. Menu dapat pula dikelompokkan berdasarkan pada
jenis hidangan (meal) seperti:
1. Breakfast menu (menu hidangan makan pagi)
2. Luncheon menu (menu hidangan makan siang)
3. Tea time menu (menu hidangan ringan penggiring minum teh sore hari)
Mulia Wijaya Putra, [Link]. ---SMK Negeri 1 Kasreman---Tata Hidang 2021
8
b. English Breakfast
Menu untuk english breakfast biasanya terdiri dari:
1) Bread and Butter
2) Preserves: jam, marmalade, honey
3) Cereals or Porridge
4) Fruit slices or fruit juices
5) Eggs
6) Fish or meat
7) Beverages: coffee atau tea.
c. American Breakfast
Menu american breakfast ini disebut juga “Full Breakfast” atau menu makan pagi
yang paling lengkap dan paling berat (banyak kalori). Menu ini terdiri dari:
1) Bread and Butter
2) Preserves
3) Cereals or Porridge
4) Fruits or fruit juices
5) Eggs
6) Fish or meat
7) Beverages: coffee atau tea.
d. Indonesian Breakfast
Hidangan makan pagi di Indonesia sebenarnya belum mempunyai pola seperti
jenis breakfast lainnya. Untuk menampilkan Indonesian Breakfast kedalam
gastronomi international, maka polanya perlu mengikuti pola breakfast
pagastronomi Eropa. Hidangan makan pagi di Inedonesia saat ini sudah beraneka
ragam dari yang paling sederhana hingga yang paling lengkap. Contoh Indonesian
Breakfast:
1) Fresh fruit and fruit juices: sliced banana, papaya, pineapple, manggo,
rambutan, tomato juice, orange juice, peneapple juice, markisa juice dsb.
2) Cereals: steamed rice, nasi goreng, bubur ayam dsb.
3) Eggs: telor dadar, telor mata sapi, telor rebus, telor orak-arik dsb.
4) Meat and poultry: sate, ayam goreng dsb.
5) Beverage: coffee dan tea.
2. Luncheon menu
Menu luncheon atau menu makan siang dapat berbentuk ‘a la carte’ atau ‘table d
hote’. Pada kedua jenis menu ini perlu dicantumkan cukup banyak jenis hidangan
sehingga tamu mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk memilih makanan.
Jumlah jenis hidangan yang tercantum tergantung pada jenis dan besar kecilnya
perusahaan/restaurant tersebut. Menu table d hote untuk makan siang biasanya
mencantumkan tiga atau empat kelompok hidangan (courses): appetizer(misalnya
paysane soup), main courses (misalnya fillet of kakap meuniere, boiled potatoes,
buttered spinach) dan dessert (misalnya vanilla ice cream). Menu makan siang dapat
juga disusun dengan susunan hidangan lebih dari empat courses. Jumlah courses ini
biasanya disesuaikan dengan tema dan tujuan menu tersebut, misalnya untuk
perjamuan khusus, perjamuan kenegaraan dsb.
3. Tea time menu
Tea time adalah waktu makan selingan yang diadakan dalam kurun waktu antara
makan siang (lunch) dan makan malam (dinner). Dengan demikian menu untuk tea
time ini biasanya terdiri dari makanan-makanan ringan (light meal). Misalnya:
1) Sandwiches
2) Canapes (makanan kecil yang menyertai minuman)
3) Small pastries (biskuit atau kue kecil)
4) Fruit salad and cream
5) Gateaux (kue bermutu tinggi) atau Pastries.
6) Ice cream
7) Tea or coffee
4. Dinner menu
Menu dinner atau menu makan malam biasanya mencantumkan hidangan yang lebih
banyak dari pada menu makan siang sehingga tamu mempunyai kesempatan lebih
dalam memilih makanan. Banyak orang beranggapan bahwa makan malam adalah
makan yang paling lengkap dalam sehari. Dengan demikian dalam penyusunan menu
makan malam perlu mencantumkan pilihan yang lebih banyak, dengan komposisi
yang lebih berat dalam kalori. Jumlah jenis dan variasi makanan tercantum dalam
menu tergantung pula pada jenis dan besar kecilnya perusahaan/restaurant. Pada
pesta-pesta perjamuan makan malam tertentu (specical dinner party) dapat
a. Light Buffet (buffet sederhana) dimana makanan yang dihidangkan tidak banyak
mengandung kalori. Jenis makanan yang disuguhkan misalnya: hot/cold savories,
hot sausages, canapes, sandwiches, sweets, beverages.
b. Full Buffet (buffet dengan hidangan yang lebih lengkap). Jenis makanan yang
disuguhkan adalah: large variety of cold dishes, warm dishes (entrée): meat, fish
or poultry, vegetables and potatoes, sweet/dessert, beverages.
8. Special party menu
Special Party Menu atau menu untuk pesta perjamuan khusus ini pada hekekatnya
adalah “table d’hote menu”. Perbedaannya hanyalah pada tujuan menu tersebut.
Special Party Menu ini dipergunakan hanya untuk perjamuan atau pesta khusus saja.
Sifat ke-khusus-an ini ditandai oleh hidangan khusus pula.
Pesta-pesta khusus tersebut misalnya:
a. Pesta Perkawinan (Wedding Party)
b. Pesta Natal (Christmas Eve Dinner)
c. Pesta Hari Raya Lebaran (Lebaran Party)
d. Perjamuan Kenegaraan (State Banquet)
e. Pesta Ulang Tahun (Birthday Party)
Masing-masing pesta tersebut ditandai dengan hidangan khusus, misalnya pada
wedding party ditandai dengan hidangan kue perkawinan (wedding cake) yang dihias
indah. Biaya yang akan dibayar oleh pemesan atau orang yang mengadakan pesta
tersebut adalah biaya makanan ditambah biaya-biaya tambahan lainnya misalnya
untuk:
a. Musik dan pertunjukan lainnya.
b. Karangan bunga.
c. Kartu undangan.
d. Spanduk
e. Kartu menu yang dicetak khusus.
b. Dasar menyusun menu
negara asal mereka. Dalam penyusunan menu kedua jenis makanan ini yaitu makanan
khas suatu daerah dan makanan negara asal wisatawan perlu ditampilkan bersama.
4. Musim dalam setahun (season of the year)
Di negara-negara yang mengenal 4 musim seperti Eropa, Amerika, Australia, dan
lain sebagainya mengenal hubungan yang erat anatara jenis makanan yang sebaiknya
dihidangkan dengan musim pada saat itu. Di daerah ini perencanaan menu perlu peka
terhadap hubungan makanan dengan musim. Musim perlu dipertimbangkan karena:
a. Musim berhubungan dengan keadaan cuaca. Keadaan cuaca mungkin panas,
sejuk dan dingin. Adakalanya makanan yang populer dan sangat digemari pada
cuaca (musim) dingin, tidak digemari sama sekali pada cuaca (musim) panas dan
sebaliknya. Untuk negara yang memiliki 4 musim:
1) Musim dingin (winter): yang biasanya disuguhkan adalah makanan yang
berkalori banyak (heavy foods) seperti chowisr, roast dan rich pastries.
2) Musim panas (summer): biasanya ditampilkan bermacam-macam cold soup,
cold hars d’oeuvre, cold salad chilled dan frozen dessert dan cold buffet.
Untuk negara yang memiliki 2 musim:
1) Musim kemarau perlu ditampilkan makanan dingin dan segar.
2) Musim penghujan disarankan menjual makanan panas baik yang dibakar
maupun dipanggang.
b. Musim berhubungan dengan bahan makanan. Musim sangat erat hubungannya
dengan musim atau masa panen suatu bahan makanan. Bahan makanan yang
sedang musim panen perlu dipergunakan dalam penyusunan menu karena:
1) Bahan makanan tersebut mudah didapat dipasaran
2) Bahan makanan yang sedang dipasarkan berkualitas baik
3) Harga bahan makanan tersebut cukup memadai dan murah
c. Musim berhubungan dengan hari raya. Pada hari raya tertentu biasanya
dihidangkan pula makanan-makanan tertentu. Misalnya:
1) Christmas (natal) – kalkun (Turkey)
2) Shrove Tuesday – Pancake
3) Thank’s giving – Kalkun/ayam
4) Paster (paskah) – Telor warna-warni
5. Kemampuan juru masak (the capability of kitchen staff)
6. Luas area peralatan dapur (size and equipment of kitchen)