Tragedi Cinta Romeo dan Juliet
Tragedi Cinta Romeo dan Juliet
A. TIM PRODUKSI
1. Pimpinan produksi : Rebekha Yuniati Manurung
2. Wapimpro : Sara
3. Sekretaris 1 : Febrina Maha Rani
4. Sekretaris 2 : Naila Izzati belladiva
5. Bendahara 1 : Mutia Hasim
6. Bendahara 2 : Martha Enike Siallagan
7. Sutradara :
Nurfadhillah Annisaputri
Sekar Asiyah Belva A.
8. Penulisan naskah :
Rebekha Yuniati Manurung
Sekar Asiyah Belva
Nurfadhillah Annisaputri
Teresa Tay Yan Yan
9. Koreografer : Teresa Tay Yan Yan
10. Penanggung jawab music : Naila Izati
11. Penaggung jawab theather : Biancha Diah Ayu M.
12. Stage manager : Teresa Tay Yan Yan
13. Penata panggung : Tanto Winata Sibarani
14. Penata rias :
Sekar Asiyah Belva A.
Natashia
15. Penata kostum :
Nayla Keisha Fathia
Regita Suci Juliani
16. Dokumentasi & Publikasi :
Tri Andika Susanto
Shinta Nur Wulandari
17. Penaggung jawab properti : Ricky Sadeo Simangunsong
18. Kru panggung :
Alfat Harissaputra
Rifo Safara Dwi Setiawan
Rinaldi Afriadie
Radithya Wisanggeni R.
Armada Bintan Sukmana W.
B. JADWAL LATIHAN
TEMPAT : SMAN 1 BATAM
C. ABSENSI
Alpha lebih dari 2x di keluarkan dari tugas ini
Telat lebih dari 10 menit denda 5.000
Izin wajib ke pimpro dan sekretaris
PROPERTI BERJUALAN
Di sebuah perbelanjaan
(pagi hari)
Armada: "Apa yang kau lakukan?"
Radithya: "Seharusnya aku yang bertanya itu! Apa yang kau lakukan?"
Regita: "Hahaha, bertanggung jawab? Mereka bahkan tidak punya uang sepeser pun!"
(OK datang)
OK: "Apa yang sedang terjadi? Apa yang terjadi?!! Apakah kau tidak malu bertengkar di
tempat umum seperti ini?" (ok menunjuk gea)
Febrina : "Apakah aku salah dengar? Kau yang merendahkan kami terlebih dahulu."
Cahyo: "Teman-teman, lebih baik pergi daripada memperpanjang masalah dengan orang
seperti mereka."
(Mereka pergi, dengan keluarga Capulet mengejek kepergian keluarga Montague.)
SCENE 2
Paris (Frans) : " Tuan anda memiliki seorang putri yang memesona. Saya ingin meminta
restu untuk menjadikannya istri."
(Dengan bahasa yang sopan dan penuh keanggunan, Paris menyatakan niatnya.)
Ayah Julliet (Tri andika) : "Menikahi Juliet? Namun, saya pikir dia masih terlalu muda
untuk melangkah ke jenjang pernikahan." (Ayah Juliet dengan bijaksana menanggapi.)
Paris (Frans) : “Aku akan menunggu nya hingga genap umurnya 19 tahun tuan.”
Ayah Juliet : “Baik, jika kau bersungguh sungguh, pekan depan, putriku Juliet akan
berulang tahun. Aku harap kau datang dan tunjukkan keseriusanmu terhadapnya.”
Benvolio (Mulia): "Aku tahu kau merindukan Rosaline, kekasihmu. Aku yakin dia akan
ada di pesta itu. Lagipula, itu adalah acara besar!"
Mercutio (Ricky): "Aku telah mencuri undangan ke pesta itu, dan kita akan berhasil
menyelinap masuk. Kita akan menemukan Rosaline, orang yang kau rindukan. Lihat apa
yang kupunya. " (sambil menunjukkan undangan kepada Romeo)
Romeo (Farel): "Apakah kau yakin itu akan berhasil? Jika kita tertangkap, kita akan
diusir."
Romeo (Farel): "Benvolio, apakah dia Rosaline? Dia terlihat sangat cantik malam
ini."
Benvolio (Mulia): "Lihat sekali lagi, bukan Rosaline, itu sepupu Rosaline bernama
Juliet."
Romeo (Farel): "Gadis itu sungguh mencuri hatiku. Aku rasa aku menyukai Juliet."
Benvolio (Ricky): "Hey, tunggu, aku harus memberitahumu ini, hey, Romeo!"
(Romeo sudah pergi, meninggalkan Benvolio yang ingin berbicara lebih banyak.
Romeo mendekati Juliet yang sedang berbincang dengan teman-temannya.)
Romeo (Farel): "Halo, nona. Izinkan aku memperkenalkan diriku, aku Romeo.
Maukah kau menari denganku?" (Membungkuk dan mengulurkan tangan untuk
menari.)
Teman Juliet (Siti Qyara) : ”Juliet, Ayo sudah saatnya. Cepat bergegas!”
Paris (Frans) : ” Tarian yang sangat memukau Juliet, Tak salah aku ingin
menjadikanmu pendampingku. Tadi sangat luar biasa”
Ayah Julliet (Tri Andika) : “Wahai rakyatku, saatnya kita mencapai titik tengah acara
yang dinanti-nantikan ini, marilah kita bersiap-siap untuk menyaksikan momen yang
paling dinantikan: pertemuan antara Paris dan Juliet, pasangan yang dipandang
sebagai pewaris terbaik dari keluarga Capulet!"
Tybalt (Benget) : ” Kau harus keluar dari istana ini, atau akan ku bunuh kau”
(Mengucapkan sambil bertengkar)
SCENE 3
Di Kamar Juliet
PROPERTI PAGAR BALKON
(Romeo datang menyusup dibawah balkon)
Julliet : "Romeo? Apa yang kau lakukan di sini? Kau akan tertangkap!"
(Julliet, terkejut, menyahut dengan cemas)
Romeo : "Tak perlu khawatir Julliet, dari pada itu maukah kau pergi mengunjungi suatu tempat
bersamaku?” ( sahut Romeo sambil tersenyum.)
Julliet : "Tempat apa yang kau maksud? Aku tidak bisa meninggalkan istana ini, aku akan
dihukum jika tertangkap!" (ragu Julliet.)
Romeo : “Tak perlu takut, Julliet. Aku akan menjagamu." (Romeo meyakinkan.)
Juliet : ”Baiklah Romeo, aku percaya padamu”
(ucap juliet sambil turun dari balkon dengan hati hati dengan bantuan romeo”
PROPERTI LAMPION HIASAN
- Dance Maples On Beat
PROPERTI STAND JUALAN DAN KURSI PANJANG
(Romeo Juliet berjalan kearah kursi yang dekat dengan stand makanan)
Figuran : Ok, Cahyo, Radithya
(tatapan romeo berganti ke salah satu stand yang menjual makanan yang terlihat enak)
Romeo (Farel) : ”Tunggu disini aku akan segera kembali”
(ucap romeo sambil menyuruh juliet duduk di kursi tersebut)
(Terdapat stand jualan dengan penjual nya yang genit dan juliet merasa cemburu)
Pedagang (Febrina) : ” Halo pria tampan, Apa kau mau membeli popcorn spesial ini? Kau
terlihat sangat manis dan mempesona. Kau mau berapa akan ku beri secara Cuma cuma” (ujar
pedagang sambil tersipu melihat ketampanan romeo)
Romeo (Farel) : ” Terimakasih atas pujianmu itu, Maaf tetapi Aku membeli ini untuk dia, Sangat
cantik bukan?” (Romeo sambil menunjuk juliet pada pedagang tersebut)
Pedagang (Febrina) : ”Tetapi, aku seperti melihat perbedaan antara kalian berdua, dia memang
begitu cantik. Baiklah kau mau berapa?”
Romeo (Farel) : ” Aku beli dua, untukku dan dia”
(pedagang memberikan popcorn tersebut pada romeo, dan romeo menuju juliet)
Juliet (Teresa) : ” Sepertinya dia begitu menyukaimu” (ujar juliet dengan penuh kecemburuan)
Romeo (Farel) : ” Dia menyukaiku tapi aku hanya lah menyukai orang yang dihadapanku.”
(Romeo menatap Juliet dengan penuh cinta)
- Dance That Man
Di Kamar Juliet
PROPERTI KURSI
Narrator (Maysha) : Romeo telah pergi meninggalkan Juliet yang sudah sampai di kamarnya,
Orangtua Juliet pun tiba tiba datang dengan amarah.
(ibu Juliet menampar Juliet)
Ibu Juliet (Nurfadhilla) : “Apa yang telah kau lakukan Juliet?! , Aku tidak percaya aku telah
membesarkan gadis nakal yang tidak bisa patuh! Apa kau masih waras Juliet?” (ucap ibu Juliet
dengan tegas dan nada tinggi sambil menggelengkan kepala nya)
Juliet (Teresa) : “Dia bukanlah seorang penjahat atau bahkan menyakitiku. Aku tidak mau
dijodohkan dengan Paris. Tolong mengerti padaku ibuu…”
(Ayah Juliet mendengar keributan dikamar Juliet dan menghampiri)
Ayah Juliet (Tri Andika) : “Apa! Berani nya kau menolak paris yang begitu pantas untukmu
demi anak montague yang menjijikkan itu. Keluarga ini tidak akan pernah bersatu dengan
mereka! Sekarang aku akan mendesak paris untuk menikah denganmu.”
Ibu Juliet: “Mulai sekarang jauhi dia dan jangan pernah bertemu dengannya”
(Orangtua Juliet pergi meninggalkan kamar)
PROPERTI BALKON
*music secret love song dari lirik ‘when u hold me in the street’
- Dance secret love song – Live Music
SCENE 4
KEESOKAN HARINYA…
Narrator (Maysha) : Romeo dan Juliet percaya bahwa cinta mereka dapat menyatukan keluarga
mereka. Mengetahui Ayah Juliet mendesak Paris untuk menikahi Juliet, Romeo merencanakan
pernikahan mereka secara diam diam dibantu dengan perawat Juliet dan Friar Laurence.
[Juliet ganti Busana]
Di Kediaman Friar
Romeo (Farel) : “Friar, bantu aku. Aku akan menikahi nya.”
(sambil berjalan kesana kemari, Friar berusaha menolak)
Friar (Tanto) : “ Kau serius? Aku tau dia seorang capulet. Sangat beresiko besar bagiku jika aku
menikahkan kalian. Keluarga Capulet bukan keluarga biasa, Mereka punya begitu banyak
kekuasaan. ” (Sambil merrenggus untuk menolak)
Romeo (Farel) : “ Percaya padaku, Kami akan baik baik saja.”
Friar Laurence (Tanto) : “ Satu hal jika kau mau pernikahan itu terjadi. Kau butuh seorang saksi
untuk pernikahan ini. Aku tak bisa secara sacral menikahkan kalian jika tidak ada satupun saksi.”
Romeo (Farel) : “ Baik, Juliet akan segera datang bersama saksinya”
[Romeo berganti busana]
Narrator (Maysha): Waktu pun berlalu, Romeo dan Juliet pun mulai mempersiapkan pernikahan
tersembunyi mereka dengan cepat, Di satu sisi kerajaan Capulet pun juga sedang mempersiapkan
suatu hal
PROPERTI KURSI DAN MEJA
Ayah Juliet: “Wahai istri ku, kurasa kita harus segera menikahkan Paris dan Juliet”
Ibu Juliet : “Tentu saja, aku tidak akan membiarkannya berhubungan dengan seorang montague
rendahan itu, lagi pula Paris adalah sosok pria yang di idam idamkan seluruh wanita negeri ini”
Ayah Juliet: “Tenang saja istriku, aku akan segera menghubungi keluarga Paris dan menikahi
mereka”
Ibu Juliet : “Aku tidak sabar menyaksikan hari bahagia putri ku dengan pria se sempurna itu,
betapa bahagia nya seluruh negeri ini bukan suami ku?”
Ibu Juliet: “Ahh aku senang sekali”
(ibu julliet keluar panggung dengan wajah gembira diikuti dengan suaminya)
(Juliet pun datang bersama perawatnya, dan Pernikahan dimulai)
*Alunan instrumen music sacral
PROPERTI ALTAR DAN BUKU
Friar Laurance (Tanto) : “Dengan penuh kehormatan yang mulia, Aku menyatukan dua cinta
yang bertemu kini bukan lagi dua melainkan menjadi satu cinta yang luar biasa. Biarlah mereka
berdampingan satu dengan yang lain. Tak ada yang sanggup memisahkan selain maut dan
kematian.”
Romeo (Farel) : “Terimakasih Friar, Aku sangat menghargai semua yang kau lakukan”
(Romeo mengulurkan tangan pada Juliet untuk berdansa)
- Dansa Love Story – Live Music
SCENE 5
Di tempat Tybalt
PROPERTI KURSI
Narrator (Maysha) : Teman dekat Tybalt, Memberitahu bahwa sepupu perempuannya itu telah
menikah dengan seorang Montague.
(Tybalt yang sedang duduk dihampiri temannya)
Alfat : “Kau tau, sepupumu Juliet. Aku melihat dia pergi ke Altar dan menikah disana dengan
seorang Montague yang mengacaukan pesta kerajaan hari lalu….”
Tybalt (Benget) : “APA?! Aku yakin Juliet pasti dipaksa oleh anak montague itu. Temani aku
menemui dia. Akan ku beri dia pelajaran.”
PROPERTI PEDANG
(Tybalt dan temannya ricky datang menemui romeo dan mercutio)
Tybalt (Benget): “ Hei kau, aku tau kau mempunyai hubungan dengan sepupuku Juliet.
Kau sungguh tak pantas. Kau pasti memaksa nya kan! Jika kau kuat dan sanggup lawan
aku sekarang” (Tybalt dengan gaya merendahkan romeo)
Romeo (Farel) : ”Aku senang kita keluarga. Aku tidak mau melakukan yang tidak baik
untuk keluargaku”
Alfat : ”Bilang saja kau tidak berani melawan kami, dasar pengecut!” (ucap alfat sambil
menunjuk romeo dan menertawakannya)
Mercutio (Ricky) : ” Jaga omonganmu, kau tak pantas berbicara seperti itu.”
(Mercutio berlari ke arah alfat untuk memberikan pukulan, Dihadang oleh tybalt dan
tybalt tak sengaja membunuh mercutio. Terjadi perkelahian sengit menggunakan pedang
Romeo marah dan melawan tybalt karena membunuh sahabat kesayangannya itu)
(Melihat hal itu tybalt tertawa)
Romeo (Farel) : ”MERCUTIOOO, Aku tak akan membiarkanmu pergi dengan penuh
kehinaan!” (sambil memeluk mercutio, romeo penuh kemarahan menyusul tybalt dan
membunuhnya dihadang oleh alfat)
KEESOKAN HARINYA...
Narrator (Maysha): Perkelahian yang menewaskan Tybalt, terdengar sampai pada pangeran
kota itu dan memerintahkan agar Romeo diusir ke desa terpencil jauh dari kota.
Di istana Capulet
(Perawat menghampiri Juliet yang sedih mengetahui bahwa Tybalt sepupunya terbunuh
ditangan suaminya sendiri)
PROPERTI KURSI
(Ayah dan Ibu Juliet memasuki kamar karena melihat anaknya itu bersedih)
Ibu Juliet (Nurfadhillah) : ” Kau tampak bersedih kehilangan saudaramu, kini saatnya kau
menemukan kebahagiaanmu dengan Paris. Besok ia akan mempersiapkan pernikahanmu
dengannya.”
Ayah Juliet (Tri Andika) : ”Kalian akan menikah besok agar kau tak larut dalam
kesedihan Putriku...”
Perawat (Naila Izati) : ”Nona, Tenang. Sebaiknya kau menemui Friar. Aku yakin dia
mengetahui dimana Romeo dan mintalah pendapat darinya.” (Sambil menenangkan juliet
yang cemas)
Juliet (Teresa) : ”Bantu aku, Ayah ibu mendesak agar aku menikah dengan Paris. Aku tak
mau. Tolong bantu aku Friar.”
Friar (Tanto) : ”Aku akan memalsukan kematianmu, Aku akan memberimu obat tidur
sehingga besok pagi kau akan terlihat seolah olah tidak bernyawa. Nanti aku akan
mengirimkan surat pada Romeo agar dia tak khawatir tentang keadaanmu. Sekarang
tulislah rencana kita pada kertas ini.”
(Juliet menuliskan suratnya di secarik kertas)
Friar Laurence: “Baik, pastikan itu sampai dan dibaca oleh Romeo”
(Pembawa berita pun bergegas sambil membawa surat, dan tak sengaja menabrak shinta yang
berjalan sehingga surat tersebut jatuh dan hilang.)
Figuran : Callysta, Berliana, Shinta, Regita, Gea jalan bertabrakan dengan Pembawa Berita
Shinta : ”Hei, perhatikan langkahmu”
Pembawa Berita (Rifo ) : ”Maafkan aku, aku harus segera pergi”
(Shinta melihat sebuah amplop dan mengabaikannya, hingga membuang amplop tersebut ke
sembarang tempat)
SCENE 6
Di pagi hari menjelang pernikahan Paris dan Juliet
PROPERTI ALA KASUR
Narrator (Maysha) : Di hari menjelang pernikahannya dengan paris, mereka
memercayai kematian Juliet, Juliet meminum racun yang diberikan friar pada Juliet dan
membuat Juliet seolah tak sadarkan diri. Perawat yang mengetahui rencana Juliet seolah
olah tidak tau apapun.
(Juliet terbaring di kasur nya dan orang tuanya datang menemuinya dengan maksud
untuk membangunkan)
(Ibu juliet datang ke kamar Juliet bersama perawat Juliet)
Ibu Juliet (Nurfadhillah) : ”Juliet, Bangun lah sayang. Ini adalah hari istimewa mu. Juliet,
Juliet...” (Sambil menyentuh tubuh anaknya tersebut)
Perawat (Naila Izati) : ”Nyonya, wajah dan tubuhnya terlihat sangat pucat. Dan nadi nya
tak terasa.” (ucap nya sambil memeriksa keadaan Juliet)
Ibu Juliet (Nurfadhillah) : ”Juliettt, Apa yang terjadi padamu sayang.... Maafkan ibu mu
Juliet....” (Sambil memeluk Juliet yang tak berdaya)
(Ayah Juliet mendengar tangisan histeris dari isterinya dan memeriksa ke kamar juliet)
Ayah Juliet (Tri andika) : ”Apa yang terjadi? Putriku... Juliet bangun lah, Kenapa dengan
putriku...”
Benvolio (Mulia) : ”APA?! APA BENAR ITU JULIET? Juliet sudah tidak ada lagi?
Betapa hancur Romeo mengetahui ini” (Dengan penuh kesedihan ia langsung bergegas
ke desa menemui Romeo)
PROPERTI KURSI, MEJA,RACUN
(Romeo yang sedang duduk dan melihat Benvolio datang memercayai bahwa benvolio
akan membawa kabar bahagia dan surat dari isterinya. Tetapi berujung kabar buruk)
Romeo (Farel) : ”Apa yang terjadi padamu? Kau membawa kabar apa tentang isteriku.
Ayo katakan, aku sangat merindukannya” (Dengan bersemangat menanti kabar dari
isterinya sambil berdiri )
Benvolio (Mulia) : ” Romeo, Aku tak percaya ini bahkan ku rasa kau lebih tak
memercayai nya. Isterimu, aku melihat dia tak berdaya di Monument Capulet. Dia sudah
tidak ada Romeo...” (Dengan nada kesedihan)
Di kediaman Friar
(Pembawa berita, Mengecek tas nya dan kembali mendatangi Friar)
Pembawa Berita (Rifo) : ”Pak, saya gagal menyampaikan pesan itu.” (Dengan lesu)
Pembawa Berita (Rifo) : ”Amplop itu hilang saat saya di perjalanan, Maafkan saya pak.”
Friar (Tanto) : ”APA KAU SUDAH GILA?! Pesan itu terdapat nyawa seseorang yang
terancam. Dasar kau!” (Friar pergi meninggalkan Pembawa berita tersebut ergegas
menuju romeo)
(Malam Hari)
Di Monumen Capulet
PROPERTI KASUR ALTAR
Romeo (Farel) : ”Juliet, Kau terlihat cantik. Bagaimana mungkin aku hidup tanpamu
Juliet? Mungkin hanya ini yang dapat aku lakukan untuk terus bersamamu. Aku
mencintaimu, Juliet.”
(Romeo meminum racun yang ia bawa di sakunya dan menggenggam)
- A Thousand Years (Piano + Saxophone)
(Juliet yang baru saja tersadar dari komanya, melihat suaminya terbaring
disampingnya.)
Juliet (Teresa) : “Oh tidak, tidak harusnya seperti ini. Romeo, ku mohon bangun. Aku
disini, tolong bangun.” (Juliet menggoyang-goyangkan tubuh Romeo sambil menangis)
(Juliet mengambil botol racun)
Juliet (Teresa): “Mungkin memang ini takdirnya, Romeo. Mungkin memang hanya
dengan cara ini kita dapat bersama selamanya.”
(Juliet meminum sisa racun, dan terjatuh di samping Romeo. Tubuh keduanya saling
berhadapan)
(Friar datang ke tempat dimana sepasang kekasih itu menghembuskan nafas terakhirnya)
Friar (Tanto) : (Langkah lesu merasa bersalah, melihat sepasang kekasih yang
dipersatukannya kini sudah tak bernyawa)
”Ohhhuhh, Aku tak sanggup melihat ini....”
Tiba di tempat tragis itu, merasa bersalah dan tak sanggup melihat nasib mereka. Dia
berlutut di hadapan kedua mayat itu, membiarkan penyesalan menghantamnya dengan
keras.
Narrator : Itulah akhir tragis dari cerita Romeo dan Juliet, sepasang kekasih yang amat
saling mencintai, yang akan terus berjuang demi cinta mereka yang takkan pernah hilang
oleh waktu. Pesan moral yang dapat diambil dari kisah Romeo dan Juliet ini adalah
dampak negatif dari kebencian, permusuhan, dan fanatisme keluarga. Kehancuran akhir
yang dialami oleh Romeo & Juliet adalah akibat dari ketidakmampuan keluarga mereka
untuk meredakan konflik dan saling mencintai.