Program Remedial Matematika Kelas XI
Program Remedial Matematika Kelas XI
Kompetensi Dasar
3.1 Menjelaskan metode pembuktian pernyataan matematis berupa barisan,
ketidaksamaan, keterbagiaan dengan induksi matematika (C2)
4.1 Menggunakan metode pembuktian induksi matematika untuk menguji pernyataan
matematis berupa barisan, ketidaksamaan, keterbagiaan (P2)
Indikator
3.1.1 Membandingkan penalaran induktif dan deduktif (C2)
3.1.2 Menjelaskan prinsip induksi matematika (C2)
3.1.3 Mempelajari prinsip induksi matematika dan menerapkannya dalam rumus jumlah
deret persegi dan kubik (C1)
3.1.4 Mempelajari prinsip induksi matematika kuat dan menerapkannya dalam rumus
jumlah deret persegi dan kubik (C1)
3.1.5 Mengidentifikasi masalah induktif dan deduktif (C1)
4.1.1 Menggunakan prosedur untuk menguji kesahihan pernyataan matematis dengan
metode pembuktian langsung, tidak langsung, kontradiksi, dan induksi matematis
(P2)
4.1.2 Menerapkan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi
matematika dalam pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik (P2)
4.1.3 Menerapkan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi
matematika kuat dalam pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik (P2)
4.1.4 Menerapkan prinsip induksi matematika untuk membuktikan barisan,
ketidaksamaan, keterbagiaan (P2)
[ ]
2
3 3 3 n ( n+1 )
3
1 +2 +3 +…+ n = .
2
4. Buktikan n3 −n habis dibagi 6 untuk setiap bilangan asli n.
∑ ( 2 m−1 )=n2
m=1
4. Buktikan bahwa salah satu faktor dari n3 +3 n 2+2 n adalah 3, untuk setiap bilangan asli n.
PROGRAM REMEDIAL
Kompetensi Dasar
3.2 Menjelaskan program linear dua variabel dan metode penyelesaiannya dengan
menggunakan masalah kontekstual (C2)
4.2 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua
variabel (P5)
Indikator
3.2.1 Mengidentifikasi persamaan dan pertidaksamaan dua variabel (C1)
3.2.2 Mengidentifikasi fungsi tujuan dan kendala pada masalah program linear (C1)
3.2.3 Menguraikan model matematika dari permasalahan program linear (C2)
3.2.4 Menghitung model matematika dari masalah yang berkaitan dengan
pertidaksamaan linear dua variabel (C2)
3.2.5 Menggambar grafik dari kendala yang terdapat dalam permasalahan program linear
(C1)
3.2.6 Menguraikan kebenaran langkah-langkah penyelesaian masalah program linear
(C2)
3.2.7 Mengidentifikasi kendala pada permasalahan program linear (C1)
4.2.1 Merancang dan mengajukan masalah nyata berupa masalah program linier (P2)
4.2.2 Menerapkan berbagai konsep dan aturan yang terdapat pada sistem pertidaksamaan
linear (P2)
4.2.3 Menyelesaikan masalah pertidaksamaan linear dua variabel (P5)
4.2.4 Menentukan nilai optimum dengan menggunakan fungsi selidik (P5)
4
3
0 2 3 X
Nilai minimum fungsi objektif f(x,y) = 3x + 2y dari daerah yang diarsir pada gambar
adalah....
0 3 8 X
Nilai maksimum f(x,y) 60x + 30y untuk (x,y) pada daerah yang diarsir adalah....
5.
PROGRAM REMEDIAL
Kompetensi Dasar
3.3 Menjelaskan matriks dan kesamaan matriks dengan menggunakan masalah
kontekstual dan melakukan operasi pada matriks yang meliputi penjumlahan,
pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian, serta transpose (C2)
4.3 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan matriks dan operasinya
(P5)
3.4 Menganalisis sifat-sifat determinan dan invers matriks berordo 2×2 dan 3×3 (C4)
4.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan determinan dan invers matriks
berordo 2×2 dan 3×3 (P5)
Indikator
3.3.1 Menuliskan informasi ke dalam bentuk matriks (C1)
3.3.2 Menyebutkan unsur matriks yang terletak pada baris ke-i dan kolom ke-j (C1)
3.3.3 Mengemukakan ordo sebuah matriks (C2)
3.3.4 Mengemukakan transpose matriks (C2)
3.3.5 Menjabarkan masalah kesamaan dua matriks (C2)
3.3.6 Menghitung penjumlahan dua matriks (C2)
3.3.7 Menghitung pengurangan dua matriks (C2)
3.3.8 Menghitung hasil kali skalar dengan matriks (C2)
4.3.1 Mencari model matematika dari suatu masalah nyata dan menuliskan dalam bentuk
matriks (P3)
4.3.2 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi
penjumlahan dan pengurangan matriks (P5)
4.3.3 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi perkalian
skalar dan perkalian dua matriks (P5)
4.3.4 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi hitung
campuran pada matriks (P5)
3.4.1 Menjelaskan pengertian determinan suatu matriks (C2)
3.4.2 Menentukan determinan matriks ordo 2 dengan benar (C3)
3.4.3 Menentukan adjoin matriks-matriks ordo 2 (C3)
3.4.4 Menentukan invers matriks ordo 2 (C3)
3.4.5 Menentukan minor matriks ordo 3 (C3)
3.4.6 Menentukan kofaktor matriks ordo 3 (C3)
3.4.7 Menghitung adjoin matriks ordo 3 (C3)
3.4.8 Menghitung invers matriks ordo 3 (C3)
3.4.9 Memahami hubungan matriks identitas dengan invers matriks (C2)
4.4.1 Menyelesaikan determinan matriks ordo 3 secara langsung (P5)
4.4.2 Menyelesaikan determinan matriks ordo 3 secara aturan Sorrus (P5)
4.4.3 Menyelesaikan determinan matriks ordo 3 secara aturan Cramer (P5)
4.4.4 Menentukan bentuk persamaan matriks (P5)
4.4.5 Menggunakan sistem persamaan linear 2 peubah dengan matriks (P5)
4.4.6 Menggunakan sistem persamaan linear 3 berubah dengan matriks (P5)
4.4.7 Mengerjakan sistem persamaan linear dengan determinan matriks (P5)
1. Diketahui matriks–matriks X =
(53 4
) ( −1 3
)
3 −2
−6 , Y = 4 5 , dan Z = 1 −4 ( )
Hasil dari X + Y – Z = …
2. Diketahui matriks A =
(56 −2
) ( ) 2 1 0 1
( )
0 , B = 4 3 , dan C = 5 4 . Hasil dari (A + C) – (A
+ B) adalah …
(
2 −2 3
) (
−1 1 0 0 −1 1
)
3. Diketahui matriks A = 0 −3 3 , B = 2 −1 3 , dan C = 2 1 0 .
( )
Hasil dari A – C + 2B = …
( ) (
4 2 −x −1
4. Diketahui matriks A = x 1 ,B = 3
)
10 7
y , dan C = −9 2 . ( )
Jika 3A – B = C, maka nilai x + y = …
1. Diketahui matriks–matriks X =
(63 −12 ) dan Y =
(−25 63 )
Hasil dari X + Y = …
(
1 3
) ( )
2 1 −1 1
( )
2. Diketahui matriks A = −2 7 , B = 6 3 , dan C = 3 0 . Hasil dari (A + C) – (A
+ B) adalah …
3. Diketahui matriks A =
(20 −1 4
) (
−1 3 0
)
2 3 1
2 3 , B = 2 −1 4 , dan C = 2 −2 0 . ( )
Hasil dari A – C + 2B = …
4. Diketahui:
( 2 x−1
9
4
x+ y ) (
+2
3 −1 1 2
−2 x
=
5 3 . )( )
Nilai y – x = ...
PROGRAM REMEDIAL
Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis dan membandingkan transformasi dan komposisi transformasi dengan
menggunakan matriks (C4)
4.5 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matriks transformasi geometri
(translasi, refleksi, dilatasi dan rotasi) (P5)
Indikator
3.5.1 Menyebutkan contoh translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi dalam kehidupan (C1)
3.5.2 Menemukan sifat-sifat translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi berdasarkan
pengamatan pada masalah kontekstual dalam pengamatan objek pada bidang
koordinat (C4)
3.5.3 Menentukan bayangan suatu objek setelah direfleksi/dicerminkan (C3)
3.5.4 Menentukan bayangan suatu objek setelah ditranslasi/digeser (C3)
3.5.5 Menentukan bayangan suatu objek setelah dirotasi/diputar (C3)
3.5.6 Menentukan bayangan suatu objek setelah dikenai dilatasi (C3)
4.5.1 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan transformasi geometri
(refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) (P5)
4.5.2 Menemukan matriks transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) dengan
pengamatan terhadap titik-titik dan bayangannya (P5)
4.5.3 Menggunakan konsep transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) dan
kaitannya dengan konsep matriks dalam menemukan koordinat titik atau fungsi
setelah ditransformasi (P2)
4.5.4 Membandingkan proses transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) (P4)
1. Titik A (2, -3) ditransformasikan oleh T = (−13 ). Tentukan koordinat bayangan titik A’!
2. Tentukan bayangan titik (3, -5) jika dicerminkan terhadap sumbu Y!
3. Tentukan bayangan titik C (6, -5) oleh rotasi R (0, 180 ° )!
(
4. Tentukan bayangan titik (-4, 6) oleh dilatasi 0 ,−
1
2)!
Kompetensi Dasar
3.1 Menjelaskan metode pembuktian pernyataan matematis berupa barisan,
ketidaksamaan, keterbagiaan dengan induksi matematika (C2)
4.1 Menggunakan metode pembuktian induksi matematika untuk menguji pernyataan
matematis berupa barisan, ketidaksamaan, keterbagiaan (P2)
Indikator
3.1.1 Membandingkan penalaran induktif dan deduktif (C2)
3.1.2 Menjelaskan prinsip induksi matematika (C2)
3.1.3 Mempelajari prinsip induksi matematika dan menerapkannya dalam rumus jumlah
deret persegi dan kubik (C1)
3.1.4 Mempelajari prinsip induksi matematika kuat dan menerapkannya dalam rumus
jumlah deret persegi dan kubik (C1)
3.1.5 Mengidentifikasi masalah induktif dan deduktif (C1)
4.1.1 Menggunakan prosedur untuk menguji kesahihan pernyataan matematis dengan
metode pembuktian langsung, tidak langsung, kontradiksi, dan induksi matematis
(P2)
4.1.2 Menerapkan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi
matematika dalam pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik (P2)
4.1.3 Menerapkan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi
matematika kuat dalam pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik (P2)
4.1.4 Menerapkan prinsip induksi matematika untuk membuktikan barisan,
ketidaksamaan, keterbagiaan (P2)
Kompetensi Dasar
3.2 Menjelaskan program linear dua variabel dan metode penyelesaiannya dengan
menggunakan masalah kontekstual (C2)
4.2 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua
variabel (P5)
Indikator
3.2.1 Mengidentifikasi persamaan dan pertidaksamaan dua variabel (C1)
3.2.2 Mengidentifikasi fungsi tujuan dan kendala pada masalah program linear (C1)
3.2.3 Menguraikan model matematika dari permasalahan program linear (C2)
3.2.4 Menghitung model matematika dari masalah yang berkaitan dengan
pertidaksamaan linear dua variabel (C2)
3.2.5 Menggambar grafik dari kendala yang terdapat dalam permasalahan program linear
(C1)
3.2.6 Menguraikan kebenaran langkah-langkah penyelesaian masalah program linear
(C2)
3.2.7 Mengidentifikasi kendala pada permasalahan program linear (C1)
4.2.1 Merancang dan mengajukan masalah nyata berupa masalah program linier (P2)
4.2.2 Menerapkan berbagai konsep dan aturan yang terdapat pada sistem pertidaksamaan
linear (P2)
4.2.3 Menyelesaikan masalah pertidaksamaan linear dua variabel (P5)
4.2.4 Menentukan nilai optimum dengan menggunakan fungsi selidik (P5)
12
-8 0 8 X
Nilai maksimum fungsi objektif f(x,y) = 2x + 3y dari daerah yang diarsir pada gambar
adalah....
2. Perhatikan gambar berikut
(0,4)
(0,3)
(-2,0) (6,0)
0 X
Sistem pertidaksamaan untuk daerah yang diarsir pada gambar tersebut adalah....
3. Himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan
4x + y ≥ 8, x + y ≤ 5, 2x + 9y ≥ 18, x ≥ 0, y ≥ 0
I
2 III
II IV V
0 2 5 9 X
PROGRAM PENGAYAAN
Kompetensi Dasar
3.3 Menjelaskan matriks dan kesamaan matriks dengan menggunakan masalah
kontekstual dan melakukan operasi pada matriks yang meliputi penjumlahan,
pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian, serta transpose (C2)
4.3 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan matriks dan operasinya
(P5)
3.4 Menganalisis sifat-sifat determinan dan invers matriks berordo 2×2 dan 3×3 (C4)
4.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan determinan dan invers matriks
berordo 2×2 dan 3×3 (P5)
Indikator
3.3.1 Menuliskan informasi ke dalam bentuk matriks (C1)
3.3.2 Menyebutkan unsur matriks yang terletak pada baris ke-i dan kolom ke-j (C1)
3.3.3 Mengemukakan ordo sebuah matriks (C2)
3.3.4 Mengemukakan transpose matriks (C2)
3.3.5 Menjabarkan masalah kesamaan dua matriks (C2)
3.3.6 Menghitung penjumlahan dua matriks (C2)
3.3.7 Menghitung pengurangan dua matriks (C2)
3.3.8 Menghitung hasil kali skalar dengan matriks (C2)
4.3.1 Mencari model matematika dari suatu masalah nyata dan menuliskan dalam bentuk
matriks (P3)
4.3.2 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi
penjumlahan dan pengurangan matriks (P5)
4.3.3 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi perkalian
skalar dan perkalian dua matriks (P5)
4.3.4 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan operasi hitung
campuran pada matriks (P5)
3.4.1 Menjelaskan pengertian determinan suatu matriks (C2)
3.4.2 Menentukan determinan matriks ordo 2 dengan benar (C3)
3.4.3 Menentukan adjoin matriks-matriks ordo 2 (C3)
3.4.4 Menentukan invers matriks ordo 2 (C3)
3.4.5 Menentukan minor matriks ordo 3 (C3)
3.4.6 Menentukan kofaktor matriks ordo 3 (C3)
3.4.7 Menghitung adjoin matriks ordo 3 (C3)
3.4.8 Menghitung invers matriks ordo 3 (C3)
3.4.9 Memahami hubungan matriks identitas dengan invers matriks (C2)
4.4.1 Menyelesaikan determinan matriks ordo 3 secara langsung (P5)
4.4.2 Menyelesaikan determinan matriks ordo 3 secara aturan Sorrus (P5)
4.4.3 Menyelesaikan determinan matriks ordo 3 secara aturan Cramer (P5)
4.4.4 Menentukan bentuk persamaan matriks (P5)
4.4.5 Menggunakan sistem persamaan linear 2 peubah dengan matriks (P5)
4.4.6 Menggunakan sistem persamaan linear 3 berubah dengan matriks (P5)
4.4.7 Mengerjakan sistem persamaan linear dengan determinan matriks (P5)
(
x+ y
A= 4
5
)
5 5
( )
x− y dan B= 4 1 . Tentukan x!
(
−3 2
4. Jika A = 1
) (
4 −1
)
−2 −2
0 , B = 2 5 dan C = 3 3 ( )
a. Tentukan A + B
b. Tentukan A – C
c. Tentukan A . B
PROGRAM PENGAYAAN
Indikator
3.5.1 Menyebutkan contoh translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi dalam kehidupan (C1)
3.5.2 Menemukan sifat-sifat translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi berdasarkan
pengamatan pada masalah kontekstual dalam pengamatan objek pada bidang
koordinat (C4)
3.5.3 Menentukan bayangan suatu objek setelah direfleksi/dicerminkan (C3)
3.5.4 Menentukan bayangan suatu objek setelah ditranslasi/digeser (C3)
3.5.5 Menentukan bayangan suatu objek setelah dirotasi/diputar (C3)
3.5.6 Menentukan bayangan suatu objek setelah dikenai dilatasi (C3)
4.5.1 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan transformasi geometri
(refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) (P5)
4.5.2 Menemukan matriks transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) dengan
pengamatan terhadap titik-titik dan bayangannya (P5)
4.5.3 Menggunakan konsep transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) dan
kaitannya dengan konsep matriks dalam menemukan koordinat titik atau fungsi
setelah ditransformasi (P2)
4.5.4 Membandingkan proses transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) (P4)
1. Tentukan persamaan bayangan garis y=5 x +2 oleh pencerminan terhadap garis y=x !
2. Diketahui persamaan garis g : x− y +5=0. Tentukan bayangan titik-titik dan garis berikut
oleh pencerminan terhadap garis g!
a) P (3, -2) dan Q (2, 5)
b) Garis x +2 y−3=0
3. Tentukan bayangan garis y=2 x +1 oleh R (0, 90 ° )!
4. Tentukan bayangan titik A (-3, 4) oleh transformasi dilatasi (0, -2) dilanjutkan rotasi R(0,
270 ° )!
5. Tentukan bayangan garis y=3 x +7 dengan transformasi refleksi terhadap garis y=− x,
dilanjutkan dengan rotasi R (P, 180 ° ) dengan P (2, 1)!
PROGRAM OLIMPIADE
Sekolah : MAN 1 Kota Payakumbuh
Bidang Olimpiade : Matematika
Waktu Pelaksanaan : Jum’at, 14:00 – 15:30 WIB
Kelas : XI (Sebelas)
Guru Pembina : Nurul Hasanah Annisa, Putra Samuel, dan Zelfida
Pembina/
Materi Pokok Indikator Contoh Soal Waktu Metode Sumber Nara
Sumber
Aljabar Sistem Bilangan 1 2 3 Pertemuan 1 Diskusi, 1. Thohir, Ahmad. Nurul
Real 1+ + + Latihan 2013. Materi: Hasanah
1. Hitunglah 1 1 1 !
Himpunan Soal, dan Contoh Soal dan Annisa
bilangan real 2 3 Presentas Pembahasan
dilengkapi Jawab : i Olimpiade
dengan operasi 1 2 3 Matematika
1+ + + =1+1+ 4+ 9=15
tambah dan kali 1 1 1 MA/SMA. Jakarta:
berserta sifat- MA Futuhiyah.
2 3
sifatnya 2. Wirodikromo,
Bambang. 2006.
2. Tentukan bilangan pecahan dari 0,4444 … Olimpiade
Jawab : Matematika dengan
Misalkan x=0,4444 … , maka Proses Berfikir:
10 x=4,444 … Aljabar dan
Sehingga Bilangan. Jakarta:
10 x=4,444 … Grasindo.
x=0,444 … 3. Yong, Benny. 2009.
9 x=4 Strategi
9 Menyelesaikan Soal-
x= Soal Olimpiade
4 Matematika:
Aljabar dan Teori
3. Hitunglah 222 ×999 Bilangan. Bandung:
Jawab : Pakar Raya.
222 ×999=222× ( 1000−1 )
¿ 222000−222
¿ 221778
4. √ √ √
Tentukan nilai dari A= x x x √ …
Jawab :
Kuadratkan masing-masing ruas sehingga
2
√
A =x x √ x √ x √ … ⇒ A =xA ⇒ A −xA=0
2 2
x
4 ( 3 x−1 ) 8
5. Jika 2 + =2. Tentukan nilai x !
5 10
Jawab :
( )
x 3x 3x
4 ( 3 x−1 ) 8 8 2 2 1 3x
2 + =2 ⇔ + =2⇔ ( 2 )=2
5 10 10 2 10 2
3x 2 2
⇔ 2 =4=2 ⇔ x=
3
2
Jadi, nilai x=
3
()
2
a+b 1 1 1
≥ √ ab ⇔ ≥ √ ab ⇔ ≥ ab ⇔ ≥ ab
2 2 2 4
1 1
⇔ > ≥ ab
2 4
1
Sehingga jelas pula bahwa ab ≤ (terbukti)
2
2013
1007 ≥ 2013
Jadi, terbukti bahwa 10072013 ≥ 2013
2
a +2
4. Jika a ∈ R , tunjukkan bahwa ≥2
√ a2 +1
Jawab :
2
a +1+1 ( 2 ) ( ) sehingga akan
Perhatikan bahwa ≥ √ a +1 1
2
2
a +2
diperoleh bentuk ≥2
√ a2 +1
5. Jika a , b , c ∈ R bilangan real positif, buktikan bahwa
a b c
+ + ≥3
b c a
Jawab :
a b c
+ +
b c a 3 a b c
3
≥
b c a
a b c
√( )( )( )
Sehingga terbukti bahwa + + ≥3
b c a
Barisan dan Deret 1. Tentukan suku ke-delapan dari barisan berikut: Pertemuan 2 Diskusi, 1. Mujiyati. 2015. Siap Putra
Menentukan suku 3 , 7 , 11,15 , … Latihan Jadi Juara OSN Samuel
ke-n suatu Jawab : Soal, dan (Olimpiade Sains
barisan U n =a+ ( n−1 ) b Presentas Nasional)
i Matematika SMA
U 8 =3+ ( 8−1 ) 4 Sederajat. Malang:
¿ 3+7 ∙ 4 Pustaka Baru Press.
¿ 3+28=31 2. Wirodikromo,
Bambang. 2006.
2 4 4 8 4 Olimpiade
2. Jumlah dari −4 + − + − + … Matematika dengan
3 9 7 27 49 Proses Berfikir:
Jawab : Aljabar dan
2 4 4 8 4 Bilangan. Jakarta:
−4 + − + − + …
Perhatikan bahwa
3 9 7 27 49 Grasindo.
( )( )
2 4 8 4 4 3. Yong, Benny. 2009.
¿ + + +… + −4− − −… Strategi
3 9 27 7 49 Menyelesaikan Soal-
Dari penguraian di atas diperoleh 2 deret geometri sekaligus Soal Olimpiade
Sehingga ( S ∞ )1+ ( S ∞ )2=2+ ( −143 )= 6−14
3
=
−8
3
Matematika:
Aljabar dan Teori
Bilangan. Bandung:
Pakar Raya.
3. Tentukan banyak suku dari barisan berikut:
20 , 27 , 34 , 41 , … , 125
Jawab :
U n =a+ ( n−1 ) b
125=20+ ( n−1 ) 7
125=20+7 n−7
112
7 n=112 →n= =16
7
Jadi, banyak sukunya adalah 16.
Komposisi fungsi 1. Jika diketahui g ( x )=x+ 1 dan ( gοf ) ( x ) =3 x 2 + 4, maka Pertemuan 3 Diskusi, 1. Thohir, Ahmad. Zelfida
Latihan 2013. Materi:
f (x) adalah … Soal, dan Contoh Soal dan
Jawab : Presentas Pembahasan
−1
f ( x )=(g ο g ο f )(x ) i Olimpiade
Dengan g−1 ( x )=¿ adalah invers dari g(x )dan Matematika
MA/SMA. Jakarta:
g ( x )=x−1, sehingga f ( x )=( 3 x 2 + 4 ) −1=3 x 2+ 4
−1
MA Futuhiyah.
2. Wirodikromo,
2. Diketahui fungsi f(x) = 3x + 4 dan g(x) = x2 + 6. Nilai x Bambang. 2006.
yang memenuhi (f o g)(x) = 49 adalah … Olimpiade
Jawab : Matematika dengan
Mencari nilai x yang memenuhi persamaan ( fog )( x )=49. Proses Berfikir:
( f o g )( x )=49 f ( g ( x ) )=49 f ( x 2 +6 )=49 Aljabar dan
Bilangan. Jakarta:
3 ( x 2+ 6 ) + 4=49 3 x 2+18+ 4=49 3 x 2=49 – 22 Grasindo.
2 27 2 3. Yong, Benny. 2009.
3 x =27 x =
2
x =9 x=± 3 Strategi
3
Menyelesaikan Soal-
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan (fog)(x )=49
Soal Olimpiade
adalah – 3 dan 3. Matematika:
Aljabar dan Teori
3. Diketahui f (x)=x2 + 4 x dan g ( x )=−2+ √ x+ 4 dengan Bilangan. Bandung:
x ≥−4 dan x ∈ R. Fungsi komposisi (gof )(x) adalah … Pakar Raya.
Jawab :
Mencari fungsi komposisi (gof )(x):
( gof ) ( x ) =g ( f ( x ) )
( gof ) ( x ) =g ( x2 + 4 x )
( gof ) ( x ) =−2+ √ x2 + 4 x+ 4
( gof ) ( x ) =−2+ √ ( x+2 ) =−2+ x+ 2=x
2
x−2011
5. Jika f (x)= , maka (f ∘ f ∘ f ∘ f ∘ f )(x )adalah
x−1
…
Jawab :
x−2011
f ( x )=
x−1
f ( x )−2011 −2010 x
( f ∘ f ¿( x)=f (f (x))= = =x
f ( x )−1 −2010
Dari hasil di atas yaitu (f∘f)(x)=x maka:
(f ∘ f ∘ f )(x)=f (x )
(f ∘ f ∘ f ∘ f )(x)=x
(f ∘ f ∘ f ∘ f ∘ f )(x )=f (x)
Geometri Dalil menelaus 1. Diberikan segitiga KLM dan N , O , P terletak pada satu Pertemuan 4 Diskusi, 1. Aziz, Abdul, Putra
Dalil ceva garis lurus, memotong sisi LM dan KM . Latihan Muhammad Son Samuel
Dalil stewart M Soal, dan Muslimin. 2011.
2 Presentas Kupas Tuntas
N O
2 i Olimpiade
3
K P Matematika SMA.
x L 8 M
Yogyakarta: ANDI.
Nilai x yang memenuhi sebagai panjang sisi KL pada 2. Bintari, Nikenasih.
2009. Master Juara
gambar adalah ...
Jawab : Olimpiade
Dari gambar tersebut, diketahui Matematika SMA:
KN 3 MO 1 Nasional dan
= dan = (sama panjang). Dengan Internasional.
NM 2 OL 1
Yogyakarta: Pustaka
menggunakan teorema Menelaus, diperoleh
Widyatama.
KN MO LP 3. Sobirin. 2006.
· · =1
NM OL PK Kompas
3 1 8 Matematika:
· · =1 Strategi Praktis
2 1 8+ x
Menguasai Tes
8 2
= Matematika (SMA
8+ x 3 Kelas 2 IPA).
3 ( 8 ) =2 ( 8+ x ) Jakarta: Kawan
12=8+ x Pustaka.
x=4
8
Jadi, nilai =1 yang memenuhi sebagai panjang K L
8+ x
adalah 4.
Relasi lingkaran 1. Perhatikan gambar berikut, jika ada lingkaran dalam segitiga Pertemuan 5 Diskusi, 1. Budi, Wono setya. Nurul
dalam segitiga dan lingkaran luas segitiga serta segitiganya adalah segitiga Latihan 2010. Bahan Ajar Hasanah
(lingkaran dalam, sama sisi, maka tentukan perbandingan ketiga luas bangun Soal, dan Persiapan Menuju Annisa
lingkaran luar) tersebut. A
Presentas Olimpiade Sains
i Nasional/Internasi
onal SMA:
Matematika 5.
Jakarta : CV
Zamrud Kemala.
B C 2. Wiworo. 2009.
Diklat Instruktur
Pengembang
Jawab : Matematika SMA
2 Jenjang Lanjut:
Untuk luas lingkaran dalam segitiga Lo=π r , luas segitiga
OSN Matematika
1 2 1 2 1 2
sama sisinya adalah L∆ = a √ 3= b √ 3= c √ 3 SMA. Yogyakarta:
4 4 4 Pustaka.
2
dan luas lingkaran luar segitiga adalah L0=π R 3. Thohir, Ahmad.
2013. Materi:
2. Pada gambar di soal no.1 perbandingkan luas lingkaran Contoh Soal dan
dalam dan luar segitiga tersebut Pembahasan
Jawab : Olimpiade
Perhatikan bahwa luas lingkaran dalam segitiga Matematika
MA/SMA. Jakarta:
( )
2 MA Futuhiyah.
1 2
a √3
4
( )
2
( )
2
L 3 1 1
2
Lo=π r =π ∆
=π a =π a √ 3 = a2 π
s 2 6 12
dan luas lingkaran luar segitiga adalah
( ) ( )
2
a3 a 2 1 2
L0=π R2=π =π = a π
1 2
4 ∙ a √3 √ 3 3 ,
4
sehingga
1 2
a π
Lo 12 1
Perbandingan luasnya adalah = =
L0 1 2 4
a π
3
3. Pada gambar, tentukan luas ABCD!
Jawab :
Luas ABCD ¿ √ ( s−a ) ( s−b )( s−c ) (s−d) dengan,
a=3 , b=4 , c=5 , d =6 dan
1 1
s= ( a+b+ c+ d )= ( 3+ 4+5+6 )=9
2 2
Sehingga luas ABCD
¿ √ ( 9−3 )( 9−4 ) ( 9−5 )( 9−6 )=√ 6 ∙5 ∙ 4 ∙ 3=6 √ 10
satuan luas
4. Suatu segitiga memiliki lingkaran dalam. Keliling lingkaran
8
tersebut adalah π cm . Jika luas segitiga tersebut adalah
3
2
12 c m maka keliling segitiga sama dengan ...
Jawab :
8
Karena keliling lingkarannya π , kita peroleh
3
k =2 πr
8
π=2 πr
3
r =4 /3
Karena lingkaran tersebut merupakan lingkaran dalam
segitiga, maka berlaku hubungan berikut.
LΔ
r=
s
2
Diketahui L Δ=12 c m Kita akan mencari nilai dari 2 s
sebagaimana bahwa s adalah setengah keliling segitiga.
4 12 3
= → s=12 · → s=9 →2 s=18
3 s 4
Jadi, keliling segitiga tersebut adalah 18 cm.
Trigonometri 1
(perbandingan, 1. Tentukan nilai dari a+ b dari cos 15 °=
2
√a+ √ b
fungsi persamaan,
Jawab :
identitas)
cos 15 °=cos ( 45 °−30 ° )
¿ cos 45 ° cos 30° +sin 45 ° sin 30 °
1 1 1 1 1 1 1
¿ √ 2∙ √ 3+ √ 2 ∙ = √ 6+ √ 2= ( √ 6+ √ 2 )
2 2 2 2 4 4 4
Perhatikan bahwa untuk
2
( √ 6+ √2 ) =6+2+2 √12=8+4 √3
2
→ ( √ 6+ √ 2 ) =4 ( 2+ √ 3 )
( )
2
→
√ 6+ √ 2 =2+ √3
2
→ √ √ =√ 2+ √ 3→ √ √ = √ 2+ √ 3
6+ 2 6+ 2 1
2 4 2
1
Sehingga cos 15 °= √ 2+ √ 3 dan a+ b=2+ 3=5
2
( 1 1
¿ 1− −
2 3 )√ 3= 16 √ 3
4. Tentukan nilai sin 2013 °
Jawab :
sin 2013 °=sin ( 5 ∙ 360° +213 ° )
¿ sin 213 °
¿−sin ( 180 °+33 ° )
¿−sin 33 °
( )
2 2 2 2 2 2
b b +c −a a +c −b
Sehingga =
a 2 bc 2 ac
2 2 2 2 2 2
⇒ b + c −a =a +c −b ⇒ a=b
Teori Bilangan Keterbagian 1. Tunjukkan bahwa 6 │(a 3−a) untuk a ∈ Z Pertemuan 6 Diskusi, 1. Bintari, Nikenasih. Zelfida
(pengertian, sifat- Jawab : Latihan 2009. Master Juara
sifat, elementer, Perhatikan bahwa Soal, dan Olimpiade
algoritma 3 2 Presentas Matematika SMA:
pembagian) 6 │(a −a)=6 │ 6 │ a(a −1)=6 │(a−1)a( a+1), i Nasional dan
karena Internasional.
(a−1)a(a+1) adalah tiga bilangan berurutan maka akan Yogyakarta:
habis dibagi 3 !=6. Jadi terbukti. Pustaka
Widyatama.
2. Tentukan banyaknya pasangan bulat positif (x,y) yang 2. Sobirin. 2006.
1 1 1 Kompas
memenuhi + = . Matematika:
x y 6 Strategi Praktis
Jawab : Menguasai Tes
1 1 1 Matematika (SMA
Persamaan + = ekuivalen dengan
x y 6 Kelas 2 IPA).
6 x +6 y=xy ⟹ xy−6 x−6 y +36=¿ 36⟺ (x−6) Jakarta: Kawan
(y−6)=36 Pustaka.
36=( 1.36 )= (36.1 )=( 2.18 )= ( 18.2 )=( 3.12 ) 3. Tung, Khoe Yao.
2008. Memahami
¿(12.3)=(4.9)=(9.4)=(6.6) Teori bilangan
Jadi ada sembilan pasangan yang memenuhi syarat. dengan Mudah dan
Menarik. Jakarta:
3. Carilah bilangan prima terkecil yang membagi habis Grasindo.
2004 2005
19 +45
Jawab :
2004 2004 2005 2005
19 −1 + 45 +1 =18 m+46 n
¿ 2(9 m+23 n)
Jadi, bilangan prima terkecil yang habis membagi
2004 2005
19 +45 adalah 2.
Menentukan 1. Tentukan FPB dari 32 dan 2012! Pertemuan 7 Diskusi, 1. Budhi, Wono Nurul
faktor Jawab : Latihan Setya. 2003. Hasanah
persekutuan Baik 4 | 32 atau 4 x 8 = 32 dan Soal, dan Langkah Awal Annisa
terbesar dan 4 | 2012 atau 4 x 503 = 2012dan 503 adalah prima. Presentas Menuju ke
kelipatan Jadi, FPB dari 32 dan 2012 adalah 4. i Olimpiade
persekutuan Matematika.
terkecil, relative 2. Jika ada 12 pisang goreng, 24 tahu baksao goreng dan 18 Jakarta: Ricardo.
prima, algoritma mendoan, maka berapa banyak piring harus disiapkan agar 2. Tung, Khoe Yao.
Euclid dalam penyajian tiap satu piring berisi maksimum dan 2008. Memahami
jumlahnya sama? Catatan : setiap piring boleh diisi makanan Teori bilangan
berbeda. dengan Mudah dan
Jawab : Menarik. Jakarta:
Diketahui, tersedia jenis makanan Grasindo.
- 12 pisang goring 3. Wirodikromo,
- 24 bakso isi goring Bambang. 2006.
- 18 mendoan Olimpiade
FPB dari (12, 24,18) = 6, jadi piring yang perlu disiapkan Matematika
ada sebanyak 6 buah. dengan Proses
Berfikir: Aljabar
3. Tentukan KPK dari 213 dan 2013! dan Bilangan.
Jawab : Jakarta: Grasindo.
428769
KPK (213, 2013) ¿ =142923
3
Jadi, KPK dari 213 dan 2013 adalah 142923.
Bilangan prima 1. Bilangan prima yang terdiri 2 digit terbesar yang merupakan
jumlah dari 2 bilangan prima lainnya adalah …
Jawab :
Dari soal jelas jumlah 2 bilangan prima yang berbeda
menghasilkan bilangan prima yang lain, pastilah salah satu
dari 2 bilangan itu genap, yaitu 2. Dan supaya 2 kalau
dijumlahkan ke suatu bilangan prima menghasilkan bilangan
prima yang lain maka bilangan itu adalah 73, karena
2+71=73 .
2. Tentukan apakah bilangan 2003 majemuk atau prima.
Jawab :
Banyaknya bilangan prima yang ≤ √ 2003 adalah 2, 3, 5 , 7,
11, 13, 17, 19, 23, 29,31, 37, 41, 43. Lihat materi
keterbagian, maka tidak ada bilangan prima tersebut yang
dapat membagi 2003, sehingga 2003 merupakan bilangan
prima.
Teorema dasar 1. Carilah banyaknya faktor positif dari 5! Pertemuan 8 Diskusi, 1. Aziz, Abdul, Zelfida
arimetika Jawab : Latihan Muhammad Son
(faktorisasi Perhatikan bahwa Soal, dan Muslimin. 2011.
prima) 3 1 1 Presentas Kupas Tuntas
5 !=1.2.3 .4 .5=120=2 . 3 . 5 ,
maka banyaknya faktor positif adalah i Olimpiade
Matematika SMA.
( 3+1 ) ( 1+1 ) (1+1 )=16
Yogyakarta: ANDI.
2. Bintari, Nikenasih.
2. Untuk soal no.1, berapakah banyaknya cara berbeda 2009. Master Juara
memfaktorkannya dan tunjukkan! Olimpiade
Jawab : Matematika SMA:
5! = 120 , kalau banyaknya faktor positif ada 16, maka Nasional dan
banyaknya cara mefaktorkannya ada sebanyak Internasional.
banyak faktor positif 16 Yogyakarta:
¿ = =8
2 2 Pustaka
Yaitu, Widyatama.
1 ∙120 , 2 ∙60 , 3 ∙ 40 , 4 ∙ 30 ,5 ∙ 24 , 6 ∙ 20 ,8 ∙ 15 , 10∙ 12 3. Sobirin. 2006.
. Kompas
Matematika:
3. Tentukan apakah bilangan 2013 majemuk atau prima. Strategi Praktis
Jawab : Menguasai Tes
Banyaknya bilangan prima yang ≤ √ 2013 adalah 2, 3, 5 , 7, Matematika (SMA
11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43. Karena ada salah satu Kelas 2 IPA).
dari bilangan prima yang membagi 2013, misal 3│2013, Jakarta: Kawan
11│2013 maka 2013 bukan bilangan prima. Pustaka.
Fungsi tangga 1. Bila k adalah bilangan asli sehingga 3k adalah faktor dari
33 !, tentukan nilai terbesar dari k .
Jawab :
Untuk k terbesar
33 33 33 33 33
¿⌊ 1
⌋+ ⌊ 2 ⌋ + ⌊ 3 ⌋ + ⌊ 4 ⌋ + ⌊ 5 ⌋ +…
3 3 3 3 3
¿ 11+3+ 1+ 0+0+...=15
2. Berapa banyak nol di bagian paling kanan pada representasi
100!
Jawab :
100 100 100
Banyak nol ¿ ⌊ ⌋+ ⌊ 2 ⌋ + ⌊ 3 ⌋ +…
5 5 5
¿ 20+ 4+0=24
Kombinatorik Prinsip 1. Dalam suatu kartu brige lengkap, berapa macam cara untuk Pertemuan 9 Diskusi, 1. Bintari, Nikenasih. Putra
pencacahan mengambil kartu hati atau kartu As? Latihan 2009. Master Juara Samuel
Prinsip Jawab : Soal, dan Olimpiade
perhitungan Hati : 13 kartu Presentas Matematika SMA:
As : 3 kartu (karena 1 kartu As sudah masuk di Hati) i Nasional dan
Internasional.
Hati + As = 13 + 3 = 16 cara.
Yogyakarta:
2. Misalkan dua buah dadu yang berbeda warnanya (merah dan Pustaka
putih) dilontarkan. Ada berapa macam cara untuk Widyatama.
mendapatkan jumlah angka 4 atau 8?
Jawab : 2. Budhi, Wono
Angka 4 : {1,3}, {2,2}, {3,1} Setya. 2003.
Langkah Awal
Pada angka 4 ada 3 cara.
Menuju ke
Angka 8 : {2,6}, {3,5}, {4,4}, {5,3}, {6,2} Olimpiade
Pada angka 8 ada 5 cara. Matematika.
Jadi, banyak cara untuk mendapatkan jumlah angka 4 atau 8, Jakarta: Ricardo.
yaitu 3 + 5 = 8 cara. 3. Thohir, Ahmad.
2013. Materi:
3. Berapkah banyak cara menyusun huruf-huruf S, E, R, U, P Contoh Soal dan
Pembahasan
dan A
Olimpiade
a) Jika huruf pertama vokal (huruf hidup) Matematika
b) Jika huruf pertama konsonan (huruf mati) MA/SMA. Jakarta:
Jawab : MA Futuhiyah.
a) Banyak cara meletakkan dengan huruf pertama vokal
adalah 3 ∙5 ∙ 4 ∙ 3 ∙ 2∙ 1=360 cara
b) Banyak cara meletakkan dengan huruf pertama konsonan
adalah 3 ∙5 ∙ 4 ∙ 3 ∙ 2∙ 1=360 cara
Penggunaan 1. Banyak susunan berfoto berjajar untuk 3 pasang pemain Pertemuan Diskusi, 1. Aziz, Abdul, Nurul
prinsip bulutangkis ganda dengan tidak ada setiap pemain dan 10 Latihan Muhammad Son Hasanah
pencacahan untuk pasangannya berdekatan adalah ... Soal, dan Muslimin. 2011. Annisa
menghitung Jawab : Presentas Kupas Tuntas dan
peluang suatu Posisi berfoto tanda syarat : 6 ∙ 5∙ 4 ∙ …∙ 1=6 !=720 i Olimpiade Zelfida
kejadian. Posisi berfoto setiap pasangan ganda harus berdekatan. Matematika SMA.
Dengan menganggap satu pasangan adalah "satu" unsur Yogyakarta: ANDI.
maka unsur yang akan disusun adalah "tiga" dan setiap 2. Bintari, Nikenasih.
pasangan berdekatan ada 2! posisi yang mungkin terjadi 2009. Master Juara
sehingga banyak posisi berfoto adalah : Olimpiade
3 ∙2 ∙ 1∙ 2 ! ∙2 ! ∙ 2!=48 Matematika SMA:
Banyak susunan ¿ 720−48=672 Nasional dan
Internasional.
Yogyakarta:
2. Andri mempunyai 4 celana panjang, 5 kemeja, dan 4 pasang
Pustaka
sepatu. Berapa banyak cara berpakaian yang bisa dicoba
Widyatama.
Andri dengan tampilan yang berbeda?
Jawab : 3. Sobirin. 2006.
Banyak cara = 4 x 5 x 4 Kompas
Banyak cara = 80 cara Matematika:
Strategi Praktis
3. Ani diminta ibunya untuk menyusun piring secara melingkar Menguasai Tes
untuk makan malam keluarganya. Jika jumlah anggota Matematika (SMA
keluarga Ani adalah 6 orang, maka berapa banyak cara yang Kelas 2 IPA).
bisa digunakan Ani untuk menyusun piring tersebut? Jakarta: Kawan
Jawab : Pustaka.
Jika anggota keluarga Ani berjumlah 6, maka piring yang
dibutuhkan juga 6. Gunakan permutasi.
Banyak cara = (6 - 1)!
Banyak cara = 5!
Banyak cara = 5 x 4 x 3 x 2 x 1
Banyak cara = 120 cara