0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Komitmen Keselamatan Konstruksi PT Aulia

Diunggah oleh

Andry Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Komitmen Keselamatan Konstruksi PT Aulia

Diunggah oleh

Andry Harahap
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : DIDI ISKANDAR AULIA, SH
Jabatan : Direktur
Bertindak untuk : PT. AULIA MULTI SARANA
dan atas nama
Dalam rangka pengadaan Pembangunan Rumah Susun Yayasan Pelayanan Kasih Fatima Kab.
Ketapang pada Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan 4.P BP2JK Kalimantan Barat, berkomitmen
melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan
bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

Jakarta, 10 Juli 2023

PT. AULIA MULTI SARANA

DIDI ISKANDAR AULIA, SH


Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN YAYASAN


PELAYANAN KASIH FATIMA KAB. KETAPANG
PT. AULIA MULTI SARANA

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi


A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
A.3. Kebijakan K3

B. Perencanaan keselamatan konstruksi


B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi


C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi

D Operasi Keselamatan Konstruksi


D.1. Perencanaan Operasi dan Pendendalian Operasi
D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat

E Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
PT. AULIA MULTI SARANA sangat peduli dengan keselamatan kerja dengan menyediakan perlengkapan RK3 dan BPJS
ketenagakerjan.
Berikut ini contoh hasil identifikasi isu internal dan isu eksternal organisasi:
1. Isu Internal : Kompetensi karyawan
Pengaruh isu :
- Terhadap perusahan : Dapat mendukung tercapainya Visi-Misi Perusahaan
- Terhadap pelanggan : Menghasilkan pekerjaan yang baik dan sesuai dengan persyaratan pelanggan

Tindakan Antisipasi :
- Memetakan kompetensi SDM
- Memberikan pelatihan-pelatihan
- Melakukan evaluasi kinerja SDM

2. Isu Internal : Kedisiplinan Karyawan


Pengaruh isu :
- Terhadap perusahan : Mendorong gairah atau semangat kerja untuk terwujudnya kinerja Perusahaan
- Terhadap pelanggan : Meningkatkan moral kerja karyawan agar kepercayaan pelanggan mengingat

Tindakan Antisipasi :
- Penetapan peraturan dan kebijakan Perusahaan
- Pengawasan terhadap karyawan
- Penetapan punish & reward yang adil

3. Isu Eksternal: Tingkat Kepuasan Pelanggan


Pengaruh isu :
- Terhadap perusahan : Mendukung Visi-Misi Perusahaan
- Terhadap pelanggan : Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan

Tindakan Antisipasi :
- Melakukan pengawasan pekerjaan
- Fast response terhadap permintaan pelanggan
- Melakukan survey kepuasan pelanggan

4. Isu Eksternal : Kompetisi Pasar


Pengaruh isu :
- Terhadap perusahan : Mendorong perusahaan lebih inovatif dan kreatif untuk bersaing dalam rangka
- Terhadap pelanggan : Memberikan alternative pilihan untuk mendapatkan jasa yang lebih kompetitif

Tindakan Antisipasi :
- Identifikasi kebutuhan pelanggan
- Melakukan inovasi layanan
- Melakukan efisiensi keja
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
- PT. AULIA MULTI SARANA sangat mengutamakan keselamatan kerja dengan menyediakan perlengkapan RK3 dan
BPJS ketenagakerjan.
- Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan/pekerja, subkontraktor dan pengunjung.
- Mengeliminir pekerjaan yang bisa berakibat kecelakaan kerja.
Untuk mencapai hal tersebut kita akan:
- Membangun dan menjaga Kesehatan Kerja dan Sistem Manajemen Keselamatan sesuai dengan Peraturan
Perundangan yang berlaku.
- Memberikan induksi dan pelatihan bagi karyawan dan pekerja.
- Menetapkan dan memantau tujuan keselamatan di lokasi dan melaksanakan tindakan korektif untuk meningkatkan
kinerja.
- Mematuhi Keselamatan dan Kesehatan Perundang-undangan yang relevan, Standar dan Kode Praktek.
- Memacu perilaku karyawan dan pekerja bahwa mereka bertanggung jawab untuk kesehatan dan keselamatan
mereka sendiri.
- Mempromosikan kebugaran untuk bekerja.
- Menyediakan program efektif untuk rehabilitasi yang terluka.
Untuk memastikan komunikasi yang efektif dari keselamatan dan kesehatan kerja kebijakan PT. AULIA MULTI SARANA
akan berkonsultasi dengan orang-orang kami yang berkompeten dibidang keselamatan dan kesehatan kerja.
A.3. Kebijakan K3
Sudah menjadi kebijakaan Owner agar setiap karyawan dan pekerja mendapatkan tempat yang aman dan sehat dalam
melaksanakan tugas sehari-hari. Pada prinsipnya semua pihak harus berupaya serta mengambil langkah-langkah positif
sehingga seluruh karyawan dan pekerja terjamin dan bekerja dengan aman dan sehat. Secara garis besar, kebijakan ini
adalah :
1 Mematuhi seluruh peraturan perundangan dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang merupakan
persyaratan minimum kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.
2 Selalu memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan, tamu, pihak ke tiga dan asset perusahaan dengan
mencegah dan mengendalikan kejadian yang dapat merugikan asset perusahaan.
3 Melakukan komunikasi yang efektif kepada seluruh karyawan, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan.
4 Mempertimbangkan setiap aspek Keselamatan dan kesehatan kerja pada setip tahap penyelenggaraan kegiatan serta
mengendalikan resiko yang ada seminimal mungkin
5 Meningkatkan kesadaran dan memberikan pengertian bahwah kecelakaan itu dapat dicegah.
6 Memberikan pengertian bahwa target utama Owner adalah “zero accident”
7 Mengutamakan keselamatan karyawan dan pekerja dari penggunaan peralatan dan bahan dilokasi proyek.
8 Menjamin bahwah semua karyawan dan pekerja telah mengetahui dan melaksanakan pekerjaannya secara produktif
yaitu dengan cara yang aman melalui petunjuk yang benar, instuksi pekerjaan yang tepat, instuksi pemakaian peralatan
yang tepat, instuksi pemakaian bahan yang tepat melalui pengawasan yang tepat.
9 Menyediaakan fasilitas, peralatan,perlengkapan keselamatan kerja yang layak dan memadai serta menjamin akan
digunakan secara tepat.
10 Mengendalikan resiko K3 dari Jasa yang dilaksanakan Perusahaan.
11 Mencegah setiap kerugian, kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
12 Menyediakan kerangka kerja untuk mencapai dan meninjau tujuan dan sasaran K3 secara berkala dan kesesuaiannya
dengan Visi dan Misi Perusahaan
13 Menerapkan K3 dengan Benar, Tepat dan Konsisten
14 Meningkatkan perlindindungan dan pelestarian lingkungan dalam segalah aktivitas dan meminimumkan kerusakan yang
mungkin terjadi akibat aktivitas tersebut.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN YAYASAN PELAYANAN KASIH FATIMA KAB. KETAPANG

B. Perencanaan keselamatan konstruksi

B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

Tabel. 1. IDENTIFIKASI BAHAYA , PENILAIAN RESIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3


1. Nama Perusahaan : PT. AULIA MULTI SARANA
2. Kegiatan : Pembangunan Rumah Susun Yayasan Pelayanan Kasih Fatima Kab. Ketapang
3. Lokasi : Kabupaten Ketapang
4. Tanggal Dibuat : 10 Juli 2023

DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO PENILAIAN SISA RISIKO


PERSYARATAN
JENIS BAHAYA NILAI TINGKAT PENGENDALIAN NILAI KETERANGA
NO IDENTIFIKASI BAHAYA (Skenario PEMENUHAN PENGENDALIAN AWAL KEMUNGKI KEPARAHA KEMUNGKI KEPARAHA TINGKAT
URAIAN PEKERJAAN (Tipe RISIKO RISIKO LANJUTAN RISIKO N
Bahaya) PERATURAN NAN (F) N (A) NAN (F) N (A) RISIKO (TR)
Kecelakaan) (FxA) (TR) (FxA)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1 Pekerjaan Atap 1 Pekerja Jatuh dari luka ringan/ - UU Nomor 1 Tahun 1970 - Melakukan Pelatihan Kepada Pekerja/ Menggunakan Rambu 2 4 8 Risiko Akan diberikan panduan n/a n/a n/a n/a n/a
ketinggian pada saat sedang / berat / Tentang Keselamatan peringatan dan Barikade/Menggunakan APD. Sedang keselamatan, helm,
pelaksanaan pemasangan Meninggal Kerja. sarung tangan, sepatu
atap - Mebuat instruksi kerja. safety, masker, dan
- UU Nomor 2 Tahun 2017 penempatan rambu yang
Tentang Jasa Konstruksi - Memasang Barikade dan Rambu peringatan serta semboyan K3-L dapat terlihat dengan
sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedure) yang sesuai. jelas serta peralatan K3
- PERMEN PUPR NO. 21 dilapangan yang sesuai
TAHUN 2019 - Sediakan kotak P3K, obat anti bisa, obat pelindung kulit & dengan SOP
perlengkapan darurat.

- Pekerja memakai APD sesuai bahaya yang dihadapi (Safety


helmet, masker, safety shoes, sarung tangan, kacamata, full body
harness/safety belt, rompi, dll)

Dibuat oleh,
PT. AULIA MULTI SARANA

M. MUZIONO
Kepala Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
TABEL 2. PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3
Nama Perusahaan : PT. AULIA MULTI SARANA
Kegiatan : Pembangunan Rumah Susun Yayasan Pelayanan Kasih Fatima Kab. Ketapang
Lokasi : Kabupaten Ketapang
Tanggal dibuat : 10 Juli 2023

SASARAN PROGRAM

NO URAIAN PEKERJAAN PENGENDALIAN RESIKO K3 JADWAL


URAIAN
URAIAN TOLOK UKUR SUMBER DAYA PELAKSANAA INDIKATOR PENCAPAIAN MONITORING PENANGGUNG JAWAB
KEGIATAN
N
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 Pekerjaan Atap - Melakukan Pelatihan Kepada Pekerja/ - Tersedianya Instruksi Kerja / Tersedia - Lulus Test dan - Melaksanakan - Meeting dan Selama masa - Pekerja sudah memahami dan - Cheklist - Kepala Pelaksanaan
Menggunakan Rambu peringatan dan Metodenya / Seluruh Lokasi diberikan rambu Paham mengenai pelatihan (induksi) penjelasan mengenai pelaksanaan menggunakan APD yang sesuai Pekerjaan
Barikade/Menggunakan APD. peringatan dan barikade sesuai standard system kepada pekerja K3 Konstruksi proyek - Komunikasi Konstruksi/Manajer Proyek
barikade standar dan spanduk semboyan K3-L keselamatan kerja - Menyediakan - Rambu Peringatan, - Rambu-rambu terpasang, verbal dan
- Menyusun instruksi kerja - Rambu-rambu barikade dan SDM dan bahan sesuai pekerja menggunakan alat K3 disesuaikan -Ahli K3/ Petugas K3
- Seluruh lokasi pekerjaan diberikan rambu dan dipasang dan alat rambu peringatan dengan kebutuhan sebelum, saat dan sampai dengan SOP
- Memasang Barikade dan Rambu peringatan barikade standar dan spanduk semboyan K3-L K3 dipakai pekerja - Menyediakan - Perlengkapan darurat selesai kerja
serta semboyan K3-L sesuai dengan SOP - Tersedianya Kotak P3K dan dan Obat yang sesuai
(Standard Operational Prosedure) yang - Tersedianya kotak P3K dll kotak P3K dll obat-obatan dan kebutuhan - Peralatan K3 100% sesuai
sesuai. sesuai standar perlengkapan - Masker, sepatu standar
- Seluruh pekerja menggunakan APD standar - SNI helm, darurat keselamatan, pelindung
- Sediakan kotak P3K, obat anti bisa, obat masker & sepatu - Menyiapkan SOP kepala/ helm, sarung - Tertib melaksanakan sesuai
pelindung kulit & perlengkapan darurat. - Tersedianya tempat cuci tangan (Dicari) dalam pemakaian tangan, masker, dll. metode dan instruksi kerja
- Jumlah pekerja APD
- Pekerja memakai APD sesuai bahaya yang - Tersedianya hand sanitizer
dihadapi (Safety helmet, masker, safety
shoes, sarung tangan, kacamata, rompi, life - Dilakukannya penyemprotan disinfektan secara
jacket/pelampung, dll) rutin

Dibuat Oleh
PT. AULIA MULTI SARANA

M. MUZIONO
Kepala Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
B.3. Standar dan peraturan perundangan

Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah :

a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 09/PER/M/2008 Tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
b. Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;
c. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
d. Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
e. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
f. Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi
g. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
h. Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi
i. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional
j. Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah
k. Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian negara Republik
Indonesia
l Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 174/MEN/1986 & 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi
m. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.02/MEN/1992 tentang Tata Cara Penunjukkan, Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
n. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja

o. Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor 384/KPTS/M/2004 tentang Pedoman Teknis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Tempat Kegiatan
Konstruksi Bendungan
p. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2007 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi

q. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum

r. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen K3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum

B.4. Sasaran K3 dan Program


1. Sasaran K3
a. Tidak ada kecelakaan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Acident).
b. Tingkat penerapan elemen SMK3 Minimal 80%.
c. Semua pekerja wajib mengenakan APD yang sesuai bahaya dan resiko pekerjaannya masing-masing.
d. Menjamin agar dalam pelaksanaan proyek tidak terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

2. Program K3
a. Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 yaitu APD, Rambu-rambu, Spanduk Poster, Pagar Pengaman, Jaring
Pengaman, sesuai kebutuhan dilapangan secara konsisten.
b. Melakukan Inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja yang berpotensi bahaya.
c. Memastikan semua pekerja untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan.

3. Organisasi K3

PENANGGUNG JAWAB K3

EMERGENCY/
KEDARURATAN P3K KEBAKARAN
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
PT. AULIA MULTI SARANA menyiapkan Tenaga Ahli K3 dan petugas K3 yang bersertifikat
C.2. Kompetensi
Tenaga Ahli K3 dalam periode tertentu mengikuti pelatihan keahlian K3
C.3. Kepedulian
Kita, Segenap jajaran PT. AULIA MULTI SARANA selalu peduli K3 dengan :
» Meningkatkan cara kerja K3 sesuai peraturan perundang-undangan
» Melaksanakan pengendalian risiko K3 sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
» Melaksanakan norma-norma perlindungan kerja dan lingkungan serta menciptakan tempat kerja yang aman,sehat dan bebas resiko
kecelakaan,
» Melakukan perbaikan kinerja K3 secara berkelanjutan
C.4. Komunikasi
Dalam kaitannya dengan bahaya K3, perusahaan / penyedia jasa akan membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk komunikasi internal
antara berbagai tingkat dan fungsi penyedia jasa melalui forum P2K3, maupun komunikasi dengan pemasok, sub kontraktor dan pengunjung /
tamu lainnya yang datang ke proyek. Selain itu sebagai sarana komunikasi lainnya, perusahaan / penyedia jasa akan membuat, menerapkan dan
memeliharan prosedur untuk menerima, mendokumentasikan dan menanggapi kritik dan saran dari pihak luar yang terkait.

C.5. Informasi Terdokumentasi


Perusahaan / penyedia jasa harus membuat dan memelihara informasi (dokumen) yang berkaitan dengan K3 baik dalam bentuk cetak (kertas)
maupun elektronik (komputer). Agar proses dokumentasi dapat berjalan dengan baik, maka perusahaan / penyedia jasa akan menempatkan
personil dengan tugas khusus untuk menangani masalah dokumentasi.
Dokumen-dokumen disusun sepraktis mungkin sehingga bisa mewujudkan efektifitas dan efisiensi dalam bekerja, khususnya dalam proses
pencarian kembali dokumen ataupun dalam proses penyimpanan dokumen.

JADWAL PROGRAM KOMUNIKASI

NO JENIS KOMUNIKASI PIC (PERSON IN CHARGE) WAKTU PELAKSANAAN


Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi,
1 Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
Induction) Kepala Pelaksanaan Konstruksi

Pertemuan pagi hari Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi, Setiap pagi hari sebelum memulai bekerja dan dilakukan selama pekerjaan
2
(safety morning) Kepala Pelaksanaan Konstruksi konstruksi berlangsung

Pertemuan Kelompok Kerja (toolbox Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi,


3 Setiap 1 (satu) minggu sekali selama pekerjaan konstruksi berlangsung
meeting) Kepala Pelaksanaan Konstruksi

Rapat Keselamatan Konstruksi Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi,


4 Setiap 1 (satu) bulan sekali selama pekerjaan konstruksi berlangsung
(construction safety meeting) Kepala Pelaksanaan Konstruksi

D. Operasi Keselamatan Konstruksi


D.1. Perencanaan Operasi dan Pendendalian Operasi
Perencanaan operasi berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh upaya
pengendalian risiko ditetapkan berdasarkan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko :
Yang diidentifikasi meliputi :
a. Bahaya yang timbul dari jenis pekerjaan
» Pekerjaan di ketinggian menimbulkan bahaya jatuh
» Pekerjaan galian tanah menimbulkan bahaya longsor, tertimbun
» Pekerjaan di sungai terancam bahaya hanyut
b. Bahaya yang timbul dari cara, metode dan prosedur kerja
» Prosedur pengangkatan secara manual menimbulkan cedera terkilir
» Penggunaan perkakas mekanik tanpa pelindung menimbulkan bahaya terpotong
c. Bahaya yang timbul dari kondisi lingkungan tempat pekerjaan
» Bekerja di lingkungan sungai menimbilkan bahaya tenggelam dan hanyut
d. Bahaya yang timbul dari jenis dan mekanisme peralatan penunjang yang digunakan
» Bekerja dengan alat berat bisa terguling, terlindas
e. Bahaya yang timbul dari jenis dan sifat material yang digunakan
Material bahan kimia, BBM, tinner, cat dsb bisa menimbulkan sakit

D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat


Terkait dengan perencanaan tanggap darurat (Emergency Plan) untuk pengelolaan operasi K3, beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
- Identifikasi potensial kecelakaan dan kejadian darurat.
- Identifikasi personel yang melakukan penanggulangan selama kejadiandarurat.
- Tanggung jawab, wewenang dan tugas-tugas dengan tanggung jawab khusus selama kejadian darurat.
- Prosedur evakuasi termasuk denah evakuasi.
- Identifikasi dan lokasi material berbahaya dan tindakan darurat yangdipersyaratkan.
- Hubungan dengan jasa pihak eksternal terkait dengan kejadian darurat.
- Komunikasi dengan badan pemerintah.
- Komunikasi dengan publik.
- Proteksi/perlindungan rekaman dan peralatan penting
- Informasi yang dibutuhkan selama kejadian darurat seperti gambar denahlokasi perusahaan, data material berbahaya, prosedur, instruksi kerja
dan nomor telepon penting.
- Keterlibatan pihak eksternal dalam emergency plan harus secara jelas diaturdan didokumentasikan
CONTOH ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN (JOB SAFETY ANALYSIS)

Nama Pekerja : …………………………………….


Nama Paket Pekerjaan : Pekerjaan Balok Beton K.300
Tanggal Pekerjaan : ……………… s/d …………………..

Alat Pelindung Diri (APD) yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan :


1. Helm/Safety Helmet √ 4. Rompi Keselamatan/Safety Vest √ 7. Kacamata √
2. Sepatu/Safety Shoes √ 5. Masker Pernafasan/Respiratory √ 8. …………… Dst √
3. Sarung Tangan/Safety Gloves √ 6. Safety Belt/ Body harness √ 9. …………… Dst √

URUTAN LANGKAH
NO IDENTIFIKASI BAHAYA PENGENDALIAN PENANGGUNG JAWAB
PEKERJAAN
1 Memasang bekisting - Tertusuk paku - Melakukan Pelatihan Kepada Pekerja/ Menggunakan Rambu peringatan dan - Ahli K3/Petugas K3 Konstruksi
Barikade/Menggunakan APD.
- Mebuat instruksi kerja. - Kepala Pelaksanaan Pekerjaan
- Memasang Barikade dan Rambu peringatan serta semboyan K3-L sesuai dengan SOP Konstruksi
(Standard Operational Prosedure) yang sesuai.
- Sediakan kotak P3K, obat anti bisa, obat pelindung kulit & perlengkapan darurat.
- Pekerja memakai APD sesuai bahaya yang dihadapi (Safety helmet, masker, safety shoes,
sarung tangan, kacamata, full body harness/safety belt, dll)

2 Merangkai besi tulangan - Tangan terjepit besi - Melakukan Pelatihan Kepada Pekerja/ Menggunakan Rambu peringatan dan - Ahli K3/Petugas K3 Konstruksi
Barikade/Menggunakan APD.
- Mebuat instruksi kerja. - Kepala Pelaksanaan Pekerjaan
- Memasang Barikade dan Rambu peringatan serta semboyan K3-L sesuai dengan SOP Konstruksi
(Standard Operational Prosedure) yang sesuai.
- Sediakan kotak P3K, obat anti bisa, obat pelindung kulit & perlengkapan darurat.
- Pekerja memakai APD sesuai bahaya yang dihadapi (Safety helmet, masker, safety shoes,
sarung tangan, kacamata, full body harness/safety belt, dll)

3 Membuat adukan semen / - Kaki terkena sekop - Melakukan Pelatihan Kepada Pekerja/ Menggunakan Rambu peringatan dan - Ahli K3/Petugas K3 Konstruksi
beton Ready Mix K.300 - Tertimpa Material Barikade/Menggunakan APD.
- Iritasi mata akibat terkena cairan - Mebuat instruksi kerja. - Kepala Pelaksanaan Pekerjaan
beton - Memasang Barikade dan Rambu peringatan serta semboyan K3-L sesuai dengan SOP Konstruksi
(Standard Operational Prosedure) yang sesuai.
- Sediakan kotak P3K, obat anti bisa, obat pelindung kulit & perlengkapan darurat.
- Pekerja memakai APD sesuai bahaya yang dihadapi (Safety helmet, masker, safety shoes,
sarung tangan, kacamata, full body harness/safety belt, dll)

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


E.1. Pemantauan dan evaluasi
Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kinerja K3
JADWAL INSPEKSI DAN AUDIT

No Kegiatan PIC
Bulan Ke -
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Inspeksi Keselamatan Konstruksi Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi, Kepala Pelaksana
Konstruksi
2. Patroli Keselamatan Konstruksi Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi, Kepala Pelaksana
Konstruksi
3. Audit internal Ahli K3/Petugas Keselamatan Konstruksi, Kepala Pelaksana
Konstruksi

E.2. Tinjauan manajemen


- Pimpinan puncak harus menetapkan mekanisme tinjauan sistem manajemen K3 secara berkala, untuk menjamin kesesuaian, kecukupan, dan
keefektifan. Informasi dalam tinjauan manajemen digunakan untuk evaluasi, pembahasan mengenai kebijakan K3, pencapaian tujuan/sasaran
K3, serta peningkatan berkelanjutan.
- Tinjauan ulang membahas hasil evaluasi/inspeksi dan kesesuaiannya terhadap :
» Kebijakan K3;
» Sasaran dan Program K3;
» Hasil temuan inspeksi penerapan K3;
» Efektifitas penerapan SMK3 Konstruksi
» Keselamatan Kerja/terjadi kecelakaan kerja

E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi


Untuk meningkatkan kinerja keselamatan kostruksi perlu SDM yang dilatih secara berkala dan material yang berkualitas
serta menerapkan aturan RK3 dengan benar dan dipantau secara berkala

Dibuat Oleh
PT. AULIA MULTI SARANA

DIDI ISKANDAR AULIA, SH


Direktur

Anda mungkin juga menyukai