0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan8 halaman

Pengujian Deep Drawability Logam

Diunggah oleh

Rizky Ardyansyach
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan8 halaman

Pengujian Deep Drawability Logam

Diunggah oleh

Rizky Ardyansyach
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM

Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4


Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

Tujuan – Mengetahui proses pengujian deep drawability, Mengetahui faktor yang mempengaruhi proses pengujian deep
drawability, Mengetahui material yang digunakan pada proses pengujian deep drawability, Mengetahui fungsi pelumas
pada pengujian deep drawability, dan Mengetahui hasil diameter akhir proses pengujian deep drawability.

I. PENDAHULUAN 1.2. Perumusan Masalah


1.1. Latar Belakang 1. Bagaimana proses pengujian deep drawability?
Perkembangan teknologi manufactur memiliki 2. Bagaimana faktor yang mempengaruhi proses
peran sangat penting dalam peningkatan hasil produksi pengujian deep drawability?
yang berkualitas dalam dunia industri, hampir di semua 3. Bagaimana material yang digunakan pada proses
proses produksi memanfaatkan kemajuan teknologi ini. pengujian deep drawability?
Terobosan untuk selalu memakai teknologi yang 4. Bagaimana fungsi pelumas pada proses deep
terdepan menjadi suatu keharusan bagi setiap drawability?
perusahaan yang ingin keberlangsungan hidup dan 5. Bagaimana hasil diameter akhir proses pengujian
eksistensinya tetap terjaga[1]. deep drawability?
Dalam dunia manufacturing dikenal berbagai
macam proses, salah satunya adalah sheet metal
1.3. Batasan Masalah
forming. Sheet metal forming dalam manufacturing
1. Proses yang dilakukan yaitu pengujian deep
adalah proses pemberian tekanan pada plat datar
drawability
menurut permukaan design die sampai pada titik
2. Material yang digunakan yaitu aluminium,
deformasi plastis plat tersebut, sehingga terbentuklah
galvanis, dan ST-37.
komponen yang baru sesuai dengan design permukaan
3. Mesin yang digunakan yaitu UTM (Universal
die. Namun pada proses ini juga masih banyak ditemui
Testing Machine)
fenomena cacat (forming defect) akibat deformasi[1].
Proses deep drawing merupakan salah satu
proses sheet metal forming yang banyak digunakan pada 1.4. Keterangan Praktikum
industri manufaktur, terutama untuk menghasilkan 1. Dosen Mata Kuliah : Dr. Ir. Iskandar Muda [Link].
komponen-komponen produk otomotif dan alat-alat
rumah tangga, seperti pada pembuatan produk penutup 2. Kepala Laboratorium : Ressy Noor Rafiq, S.T., [Link].
saringan oli dan shock absorber, yang biasanya 3. Laboran : Joko Purwanto
dilakukan secara masal. Pembuatan komponen dengan 4. Asisten Wali : Naufal Dhiya‘Ulhaq
deep drawing dapat menimbulkan beberapa cacat pecah,
5. Hari/Tanggal : Minggu, 21 Mei 2023
kerut, dan penipisan pelat akibat kontak dengan die. Hal
ini harus dicegah atau bahkan dihindari semaksimal 6. Waktu : 08.00 WIB – Selesai
mungkin agar dapat menekan biaya produksi. 7. Tempat : Laboratorium Teknik Produksi
Sebelumnya pencegahan ini menggunakan langkah trial
8. Program Studi : Teknik Metalurgi
and error yang menelan biaya yang cukup besar[1].
Pada proses deep drawing, kualitas produk 9. Fakultas : Teknologi Manufaktur
sangat dipengaruhi oleh pola aliran material yang 10. Universitas : Jenderal Achmad Yani
mengalir melalui die. Aliran yang berlebihan dapat
menimbulkan cacat kerut (wrinkling) sedangkan
kekurangan aliran material dapat menimbulkan cacat 1.5 Gambaran Hasil Yang Ingin Dicapai
pecah (fracture). Jadi pemilihan material sangat Gambaran hasil yang ingin dicapai oleh praktikan
berpengaruh untuk menghindari cacat-cacat tersebut. pada praktikum pengujian deep drawability yaitu hasil
Blank holder juga memegang peranan yang sangat besar pengujian deep drawability menggunakan material
dalam mengatur pola aliran material ini. Jika jumlah aluminium, galvanis, dan ST-37 yang sesuai dengan
aliran material dapat dipilih yang sesuai, maka cacat- proses pengujian deep drawability.
cacat tersebut dapat dihindari[1].

16
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

E. Forming by Shearing
Proses pembentukan sebuah benda dimana gaya-
gaya yang bekerja pada daerah pembentukan berupa
gaya gunting/puntir (shearing load).
Deep Drawing atau biasa disebut drawing adalah
salah satu jenis proses pembentukan logam, dimana
bentuk pada umumnya berupa silinder dan selalu
mempunyai kedalaman tertentu, sedangkan definisi
menurut [Link] Sharma seorang professor production
technology drawing adalah Proses drawing adalah
proses pembentukan logam dari lembaran logam ke
dalam bentuk tabung (hallow shape)[3].
Gambar 3.1 Deep Drawability Deep drawing dan drawing pada intinya
merupakan satu jenis proses produksi namun terdapat
beberapa ahli yang membedakan dengan indek
II. TEORI DASAR
ketinggian, proses deep drawing mempunyai indek
Metal forming adalah suatu proses pembentukan
metal berbentuk suatu benda padat menjadi sebuah ketinggian yang lebih besar dibandingkan dengan
benda dengan bentuk lainnya yang dikehendaki dcngan [Link] itu terdapat proses produksi yang
berbeda dengan proses drawing tetapi juga diberi istilah
tidak merusak keuluhan ikatan materi maupun massa
drawing, proses tersebut berupa penarikan, seperti pada
benda tersebut. Agar proses metal forming dapat
pembuatan beberapa jenis bentuk kawat, untuk
berlangsung maka benda yang dikerjakan harus
membedakan kedua proses tersebut (penarikan dan
mempunyai sifat-sifat/persyaratan yang diperlukan,
pembuatan bentuk silinder) beberapa ahli memberikan
yaitu:[2]
istilah yang lebih khusus, yaitu rod drawing atau wire
A. Bahan yang diproses haruslah dapat memberikan
drawing untuk proses pembentukan kawat. Artikel ini
perubahan plastis tanpa berakibat terlepasnya ikatan
akan mengenalkan lebih lanjut tentang proses drawing,
materi bahan tersebut (rusak/pecah) apabila
proses drawing yang dimaksudkan dalam artikel ini
mendapat gaya/tekanan dari luar.
adalah proses drawing yang mempunyai kesamaan arti
B. Kemampuan perubahan bentuk plastis dari bahan
dengan deep drawing bahan dasar dari proses drawing
merupakan suatu karakteristik yang sangat
adalah lembaran logam (sheet metal) yang disebut
menentukan hasil.
dengan blank, sedangkan produk dari hasil proses
Proses metal forming dibagi menjadi beberapa jenis
sebagai berikut[2]. drawing disebut dengan draw piece[3].
A. Compressive Forming Proses drawing dilakukan dengan menekan
material benda kerja yang berupa lembaran logam yang
Proses perubahan bentuk sebuah logam (raw
disebut dengan blank sehingga terjadi peregangan
material) ke bentuk benda jadi dimana gaya-gaya yang
mengikuti bentuk dies, bentuk akhir ditentukan oleh
bekerja dalam daerah pembentukannya merupakan gaya
punch sebagai penekan dan die sebagai penahan benda
tekan.
kerja saat di tekan oleh punch. pengertian dari sheet
B. Combined Tensile and Compressive Forming
metal adalah lembaran logam dengan ketebalan
Proses pembentukan dimana gaya-gaya yang bekerja
maksimal 6 mm, lembaran logam (sheet metal) di
pada daerah pembentukannya adalah gaya tarik dan
pasaran dijual dalam bentuk lembaran dan gulungan.
gaya tekan dan bekerja pada benda pada waktu yang
Terdapat berbagai tipe dari lembaran logam yang
bersamaan.
digunakan, pemilihan dari jenis lembaran tersebut
C. Tensile Forming
tergantung dari:[3]
Proses perubahan bentuk dimana gaya-gaya yang
A. Strain rate yang diperlukan.
bekerja pada daerah pembentukannya merupakan gaya
B. Benda yang akan dibuat.
tarik.
C. Material yang diinginkan.
D. Forming by Bending
D. Ketebalan benda yang dibuat.
Proses pada teknik pembentukan dimana perubahan
E. Kedalaman benda.
logam pada daerah pembentukannya disebabkan olch
beban tekuk (bending load).
17
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

Pada umumnya berbebagai jenis material logam berada pada blankholder akan mengalami compression
dalam bentuk lembaran dapat digunakan untuk proses arah radial mengikuti bentuk dari die.
drawing seperti stainless steel, aluminium, tembaga, E. Tension
perak, emas, baja, maupun titanium[3]. Tegangan tarik terbesar terjadi pada bagian bawah
cup produk hasil drawing, bagian ini adalah bagian yang
paling mudah mengalami cacat sobek (tore),
pembentukan bagian bawah cup merupakan proses
terakhir pada proses drawing.
Terdapat beberapa komponen utama pada satu unit
die set, yaitu:[3]
A. Blankholder
Blankholder berfungsi memegang blank atau benda
kerja berupa lembaran logam, blankholder berada diatas
benda kerja, walaupun berfungsi untuk memegang
Gambar 3.2 Proses Deep Drawing
benda kerja, benda kerja harus tetap dapat bergerak saat
Source: D. Eugene Ostergaard ;1967 :128
proses drawing dilakukan sebab saat proses drawing
Proses deep drawing dijelaskan sebagai berikut [3].
berlangsung benda kerja yang dijepit oleh blankholder
A. Kontak Awal
akan bergerak ke arah pusat sesuai dengan bentuk dari
Pada gambar A, punch bergerak dari atas ke bawah,
die drawing. Sebagian jenis blankholder diganti dengan
blank dipegang oleh nest agar tidak bergeser ke
nest yang mempunyai fungsi hampir sama, bentuk nest
samping, kontak awal terjadi ketika bagian-bagian dari
berupa lingkaran yang terdapat lubang didalamnya,
die set saling menyentuh lembaran logam (blank) saat
lubang tersebut sebagai tempat peletakan dari benda
kontak awal terjadi belum terjadi gaya-gaya dan gesekan
kerja agar tidak bergeser ke samping.
dalam proses drawing.
B. Die
B. Bending
Die merupakan komponen utama yang berperan
Selanjutnya lembaran logam mengalami proses
dalam menentukan bentuk akhir dari benda kerja
bending seperti pada gambar B, punch terus menekan
drawing (draw piece), bentuk dan ukuran die bervariasi
kebawah sehingga posisi punch lebih dalam melebihi
sesuai dengan bentuk akhir yang diinginkan, kontruksi
jari-jari (R) dari die, sedangkan posisi die tetap tidak
die harus mampu menahan gerakan, gaya geser serta
bergerak ataupun berpindah tempat, kombinasi gaya
gaya punch. Pada die terdapat radius tertentu yang
tekan dari punch dan gaya penahan dari die
berfungsi mempermudah reduksi benda saat proses
menyebabkan material mengalami peregangan
berlangsung, lebih jauh lagi dengan adanya jari-jari
sepanjang jari-jari die, sedangkan daerah terluar dari
diharapakan tidak terjadi sobek pada material yang akan
blank mengalami kompresi arah radial. Bending
di drawing.
merupakan proses pertama yang terjadi pada rangkaian
C. Punch
pembentukan proses drawing, keberhasilan proses
Punch merupakan bagian yang bergerak ke bawah
bending ditentukan oleh aliran material saat proses
untuk meneruskan gaya dari sumber tenaga sehingga
terjadi.
blank tertekan ke bawah, bentuk punch disesuaikan
C. Straightening
dengan bentuk akhir yang diinginkan dari proses
Saat punch sudah melewati radius die, gerakan
drawing. Punch berada di atas blank, posisi dari punch
punch ke bawah akan menghasilkan pelurusan
sebenarnya tidak selalu diatas tergantung dari jenis die
sepanjang dinding die (gambar C), lembaran logam akan
drawing yang digunakan.
mengalami peregangan sepanjang dinding die. Dari
Dalam proses pembentukan logam deep drawing,
proses pelurusan sepanjang dinding die diharapkan
terdapat dua klasifikasi pembentukan, yaitu
mampu menghasilkan bentuk silinder sesuai dengan
konvensional dan non-konvensional[4].
bentuk die dan punch.
A. Deep Drawing Konvensional
D. Compression
Deep drawing konvensional adalah proses
Proses compression terjadi ketika punch
pembentukan logam dengan bentuk dan cara sederhana,
bergerak kebawah, akibatnya blank tertarik untuk
dengan komponen utama punch, blank holder, dan die.
mengikuti gerakan dari punch, daerah blank yang masih

18
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

Biasanya benda kerja yang dihasilkan berbentuk tabung,


A
mangkok, dan lain-lain seperti panci, rantang dan mug
B. Deep Drawing Non-Konvensional
Deep drawing non-konvensional adalah
pembentukan yang memiliki tujuan utama untuk
Catat beban yang tertera pada dial
memperpanjang batas mampu bentuk dari proses
pembentukan deep drawing, sehingga hasil benda kerja
yang didapatkan dari proses ini memiliki variasi bentuk Matikan mesin UTM
yang rumit, seperti intake manifold yang memilki
lekukan-lekukan Gambar 3.3 Skema Proses Pengujian Deep
Drawability

III. METODOLOGI PENELITIAN


3.1. Prosedur Kerja 3.1.2. Penjelasan Skema Proses
3.1.1. Skema Proses 1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Dimensi material aluminium, galvanis, dan ST-
Siapkan alat dan bahan 37 diukur menggunakan vernier caliper.
3. Material aluminum, galvanis, dan ST-37
dimasukkan pada dies yang berada pada mesin
Ukur dimensi material aluminium, galvanis, dan ST-
UTM secara bergantian.
37
4. Mesin UTM dinyalakan untuk proses pengujian
deep drawability.
5. Beban diberikan sampai menyentuh material.
Masukkan material aluminum, galvanis, dan ST-37
6. Skala awal yang tertera dicatat pada lembar
pada dies secara bergantian.
kerja.
7. Dial beban pada mesin UTM dikalibrasi.
8. Pembebanan kembali dilakukan pada material.
Nyalakan mesin UTM
9. Skala akhir yang tertera dicatat pada lembar
kerja.
10. Tuas pembebanan dilepaskan.
Berikan beban sampai menyentuh material
11. Beban yang tertera pada dial dicatat pada
lembar kerja
12. Mesin UTM dimatikan.
Catat skala awal

3.2. Peralatan dan Bahan


Kalibrasi dial beban pada mesin UTM
3.2.1. Peralatan
1. Vernier caliper : 1 buah
2. Mesin UTM : 1 buah
Lakukan pembebanan kembali pada material
3. Dies : 1 buah
4. Kursi : 2 buah
5. Sarung tangan : 1 pasang
Catat skala akhir

3.2.2. Bahan
Lepaskan tuas pembebanan 1. Aluminium : 3 buah
2. Galvanis : 3 buah
3. ST-37 : 3 buah

19
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN a. LDR Al1-3


D
4.1. Pengumpulan Data 1. LDR Al1 = D0
1
Tabel 3.1 Data Diameter Material Proses Pengujian 6,05
= 5,9
Deep Drawability
= 1,025
Aluminium Galvanis ST - 37 D
2. LDR Al2 = D0
1
No Dawal Dakhir Dawal Dakhir Dawal Dakhir 6
=6
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
=1
D
1. 6,05 5,9 6 5,85 6,05 5,9 3. LDR Al3 = D0
1
5,95
2. 6 6 6,05 5,85 6,05 5,9 = 5,9
= 1,0084
3. 5,95 5,9 6 6 6 5,9

Tabel 3.2 Data Proses Pengujian Deep Drawability


b. LDR Gal1-3
D
1. LDR Gal1 = D0
1
6
= 5,85
= 1,025
D
2. LDR Gal2 = D0
1
6,05
= 5,85
= 1,034
D
3. LDR Gal3 = D0
1
6
=6
4.2. Pengolahan Data =1
A. Perhitungan LDR
c. LDR ST-371-3
D
Dik : D0 Al1 = 6,05 D1 Al1 = 5,9 1. LDR ST-371 = D0
1
D0 Al2 = 6, D1 Al2 = 6 6
= 5,85
D0 Al3 = 5,95 D1 Al3 = 5,9 = 1,025
D0
D0 Gal1 = 6 D1 Gal1 = 5,85 2. LDR ST-372 =
D1
6
D0 Gal2 = 6,05 D1 Gal2 = 5,85 =
5,85

D0 Gal3 = 6 D1 Gal3 = 6 = 1,025


D
3. LDR ST-373 = D0
D0 ST-371 = 6,05 D1 ST-371 = 5,9 1
6
= 5,9
D0 ST-372 = 6,05 D1 ST-372 = 5,9
= 1,016
D0 ST-373 = 6 D1 ST-373 = 5,9 B. Perhitungan R
Dit : a. LDR Al1-3 =? Dik : t0 Al1 = 2 mm t1 Al1 = 10 mm
t0 Al2 = 2 mm t1 Al2 = 11 mm
b. LDR Gal1-3 =?
t0 Al3 = 2 mm t1 Al3 = 11 mm
c. LDR ST-371-3 =? t0 Gal1 = 2 mm t1 Gal1 = 9 mm
t0 Gal2 = 2 mm t1 Gal2 = 8 mm
Jawab :
t0 Gal3 = 1 mm t1 Gal3 = 8 mm
t0 ST-371 = 2 mm t1 ST-371 = 8 mm

20
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

t0 ST-372 = 2 mm t1 ST-372 = 9 mm (880


= 𝑙𝑛 (7)
t0 ST-373 = 1,5 mm t1 ST-373 = 8 mm
= 3,48
W1 Al1 = 1060 (W1 − 𝑊0
W1 Al2 = 1040 3. R ST-373 = 𝑙𝑛 (t1 −𝑡0 )
W1 Al3 = 1020 (960
= 𝑙𝑛 (6,5)
W1 Gal1 = 1040
W1 Gal2 = 960 = 3,66
W1 Gal3 = 800
W1 ST-371 = 880 C. Grafik
W1 ST-372 = 880 a. Grafik Alumnium
W1 ST-373 = 960
Grafik Aluminium
Dit : a. R Al1-3 =? 1,025
1,03
b. R Gal1-3 =? 1,02 1,0084
1

LDR
1,01
c. R ST-371-3 =? 1
0,99
Jawab : 0,98
a. R Al1-3 1 2 3
(W1 − 𝑊0
1. R Al1 = 𝑙𝑛 (t1 −𝑡0 ) R. AVERAGE
(1060
= 𝑙𝑛
(8) Gambar 3.4 Grafik Aluminium
= 3,34 b. Grafik Galvanis
(W1 − 𝑊0
2. R Al2 = 𝑙𝑛 (t1 −𝑡0 )
(1040
Grafik Galvanis
= 𝑙𝑛 1,034
(9) 1,04 1,025
= 3,16 1,02
LDR

(W1 − 𝑊0 1
3. R Al3 = 𝑙𝑛 1
(t1 −𝑡0 )
(1020
= 𝑙𝑛 0,98
(9)
1 2 3
= 4,15
R. AVERAGE
b. R Gal1-3
(W1 − 𝑊0
1. R Gal1 = 𝑙𝑛 Gambar 3.5 Grafik Galvanis
(t1 −𝑡0 )
(1040 c. Grafik ST-37
= 𝑙𝑛 (7)
= 3,57 Grafik ST-37
(W1 − 𝑊0
2. R Gal2 = 𝑙𝑛 (t1 −𝑡0 ) 1,03 1,025 1,025
(960 1,025
= 𝑙𝑛
LDR

(6) 1,016
1,02
= 3,83 1,015
(W1 − 𝑊0
3. R Gal3 = 𝑙𝑛 1,01
(t1 −𝑡0 )
(800 1 2 3
= 𝑙𝑛 (7) R. AVERAGE
= 3,43
c. R ST-371-3 Gambar 3.6 Grafik ST-37
(W1 − 𝑊0
1. R ST-371 = 𝑙𝑛 (t1 −𝑡0 )
(880
= 𝑙𝑛 (6)
= 3,78
(W1 − 𝑊0
2. R ST-372 = 𝑙𝑛 (t1 −𝑡0 )

21
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

4.3. Pembahasan material, dan skala akhir yang tertera dicatat pada
lembar kerja. Selanjutnya tuas pembebanan dilepaskan,
Pada praktikum modul III tentang pengujian
dan beban yang tertera pada dial dicatat pada lembar
deep drawability terdapat pembahasan yaitu:
kerja. Terakhir mesin UTM dimatikan.
Pengujian deep drawability merupakan suatu
Proses deep drawability biasa digunakan dalam
pengujian pada material logam yang mempunyai sifat
berbagai aplikasi pada bidang industri, pada industri
mampu bentuk yang baik, sedangkan deep drawing
otomotif digunakan untuk membuat bodi, rangka,
merupakan suatu proses pembentukan logam dari
knalpot kendaraan, pada industri kaleng digunakan
lembaran logam (sheet metal) 2 dimensi menjadi bentuk
untuk membuat kaleng susu, kaleng sarden, kaleng
3 dimensi. Proses drawing dilakukan dengan menekan
biskuit, kaleng minuman, dan lainnya, pada industri
material benda kerja yang berupa lembaran logam yang
rumah tangga digunakan untuk membuat piring,
disebut dengan blank sehingga terjadi peregangan
mangkok, rantang, dan lainnya, pada industri elektronik
mengikuti bentuk dies, bentuk akhir ditentukan oleh
digunakan untuk membuat case handphone, dan
punch sebagai penekan dan die sebagai penahan benda
lainnya.
kerja saat di tekan oleh punch. pengertian dari sheet
metal adalah lembaran logam dengan ketebalan
V. KESIMPULAN
maksimal 6 mm, lembaran logam (sheet metal) di
1. Proses deep drawability adalah proses
pasaran dijual dalam bentuk lembaran dan gulungan.
pembentukan logam menggunakan lembaran
Pada praktikum ini digunakan material plat
logam dengan cara penekanan pada suatu
aluminium, plat galvanis, dan plat ST-37, yang
cetakan.
bertujuan untuk membandingkan hasil pada masing-
2. Material yang digunakan pada pengujian deep
masing material yang memiliki sifat yang berbeda-beda.
drawability adalah plat aluminium, plat galvanis,
Mesin yang digunakan pada pengujian deep drawability
dan plat ST-37
adalah mesin UTM (Universal Testing Machine).
3. Faktor yang mempengaruhi pengujian deep
Mesin UTM (Universal Testing Machine)
drawability adalah material yang digunakan,
merupakan mesin uji gaya sumbu tunggal tarik atau
ketebalan material, dan pembebanan.
tekan yang sering digunakan dalam pengujian material
4. Fungsi pelumas pada pengujian deep drawability
logam maupun material lainnya yang memiliki
yaitu untuk meminimalisir terjadinya gesekan
karakteristik yang dipengaruhi oleh gaya yang diberikan
pada permukaan material yang mengalami
pada material tersebut. Mesin Universal Testing
penekanan.
Machine ini dapat melakukan pengujian bahan atau
5. Diameter akhir hasil pengujian deep drawability
material seperti karet, beton, besi, logam, dan baja baik
yaitu Alumnium 5,9 dan 5,95; Galvanis 6; dan
itu dengan uji tarik (Tensile test) maupun dengan uji
ST-37 5,9 dan 6.
tekan (Compression test). Mesin Universal Testing
Machine akan memberikan informasi mengenai
seberapa besar pengukuran yang akan diuji terhadap VI. SARAN
bahan, sehingga standarisasi yang diinginkan dapat 1. Perhatikan perihal K3.
tercapai dengan sempurna. Data yang langsung
diperoleh dari mesini Universal Testing Machine ini
VII. DAFTAR PUSTAKA
adalah perubahan panjang sampel terhadap setiap besar
[1]. Burhani, I. (2007). Study Pengaruh Sifat
gaya yang diberikan. Hasil ini akan dikonversikan ke
Plastisitas Material Terhadap Kualitas Produk
dalam bentuk grafik.
Deep Drawing Cylinder Cup (Doctoral
Pertama dimensi material aluminium, galvanis,
dissertation, Universitas Muhammadiyah
dan ST-37 diukur menggunakan vernier caliper, lalu
Surakarta).
material aluminum, galvanis, dan ST-37 dimasukkan
[2]. Wuisan, R. (1994). Analisa Regangan Pada
pada dies yang berada pada mesin UTM secara
Pembuatan Hopper Dengan Proses Deep
bergantian. Mesin UTM dinyalakan untuk proses
Drawing Dengan Ketergantungan Pada Arah
pengujian deep drawability, lalu beban diberikan sampai
Pengerolan (Doctoral dissertation, Petra
menyentuh material, dan skala awal yang tertera dicatat
Christian University).
pada lembar kerja. Dial beban pada mesin UTM
dikalibrasi, lalu pembebanan kembali dilakukan pada
22
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PEMBENTUKAN LOGAM
Mochamad Rizky Ardyansyach_2613201035_Kelompok 4
Asisten: Naufal Dhiya‘Ulhaq_2613201011
Laboratorium Teknik Produksi
Minggu, 21 Mei 2023
Progam Studi Teknik Metalurgi Modul 3 PENGUJIAN DEEP DRAWABILITY
Fakultas Teknologi Manufaktur

[3]. Abdillah, F. (2008). Mengatasi Gejala Earing


pada Proses Deep Drawing. TRAKSI, 7(2).
[4]. Manullang, H. (2020). Analisa Gaya Tekan
Mesin Pembentukan Logam Pada Pembuatan
Tutup Mangkok Dengan Bahan Aluminium
Menggunakan Instrumen Load Cell (Doctoral
dissertation).

23

Anda mungkin juga menyukai