0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus untuk Pasien

Diunggah oleh

Yoga Ekaprakoso
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus untuk Pasien

Diunggah oleh

Yoga Ekaprakoso
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DIABETES MELITUS
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan dan Promosi Kesehatan
Dosen Pengampuh: Eti Wati, [Link], Ners.

Disusun Oleh:
Yoga Eka Prakoso (23142011070)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


UNIVERSITAS YAYASAN PENDIDIKAN IMAM BONJOL

Jl. Gerakan Koperasi No. 003 MAJALENGKA

2023 - 2024
SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik : DIABETES MELITUS


B. Sasaran : Pasien Tn. A
1. Program : Tn. A diruang Kencana kamar 4B
2. Penyuluhan : Tn. A diruang Kencana kamar 4B
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan saya mengenai tentang
penyakit Diabetes Melitus, diharapkan Tn. A dapat mengerti mengenai
penyakit Diabetes Melitus.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan Tn. A memahami
dan mampu menjelaskan tentang:
a. Dapat menjelaskan pengertian Diabetes Melitus
b. Dapat menyebutkan tanda dan gejala Diabetes Melitus
c. Dapat menyebutkan dan memahami cara mengurangi risiko
terkena penyakit Diabetes Melitus
D. Materi
a. Pengertian Diabetes Melitus
b. Komplikasi Diabetes Melitus
c. Pencegahan Diabetes Melitus
d. Cara Mengurangi risiko terkena Diabetes Melitus
E. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah dan diskusi
dan sedikit tanya jawab.
F. Media

2
Media yang digunakan adalah leaflet tentang Diabetes Melitus yang
mencakup informasi tentang pengertian , tanda, gejala dan pencegahan
Diabetes Melitus, dan cara mengurangi risiko terkena Diabetes Melitus.
G. Waktu Pelaksanaan
Hari/tanggal : Rabu, 17 juli 2024
Pukul : 10.00 wib
Lokasi/Tempat : RS Ciremai (Ruangan Kencana 4B)

No Materi dan Waktu Kegiatan

1. Pembukaan (2 Menit) 1. Membuka pertemuan dengan


mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. mengucapkan terimakasih atas
waktu yang telah diberikan
4. Menjelaskan tujuan penyuluhan
5. Menyampakan kontrak waktu
6. Memberikan sedikit gambaran
mengenai informasi yang akan
disampaikan pada penyuluhan ini.

2. Proses (6 Menit) Penyampaian materi

1. Menjelaskan pengertian Diabetes


Melitus
2. Menjelaskan tanda dan gejala
Diabetes Melitus
3. Menjelaskan Cara mengurangi
risiko dan dampak apa saja yang
dapat menyerang Diabetes Melitus
4. Memberikan kesempatan kepada
pasien Ny. S untuk bertanya
5. Merangkum materi

3
6. Melakukan evaluasi
7. Menyampaikan kesimpulan materi
yang telah disampaikan

3. Penutup (3 Menit) 1. Penyuluh mengucapkan terimakasih


atas segala perhatian
2. Mengucakan salam penutup

H. Tempat
Tempat : Bertempat di ruang Kencana kamar 4B RS Ciremai
I. Evaluasi

Evalusi dilakukan oleh penyuluh dan dilaksanakan segera setelah


penyuluhan selesai. Metode yang digunakan dalam evaluasi ini adalah
tanya jawab dan leaflet. Berikut ini merupakan pertanyaan evaluasi:

1. Menanyakan kepahaman tentang materi yang disampaikan


2. Saling mengobrol mengenai penyakit Diabetes Melitus ini

Majalengka, 17 Juli 2024

Yoga Eka Prakoso

4
MATERI PENYULUHAN

DIABETES MELITUS

A. Definisi DM
Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau
gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai
dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi
fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh
gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans
kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel
tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).
B. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
Meningkatnya frekuensi buang air kecil
Karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba
mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Akibatnya, penderita jadi lebih
sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter
air kencing sehari. Ini berlanjut bahkan di malam hari. Penderita
terbangun beberapa kali untuk buang air kecil. Itu pertanda ginjal
berusaha singkirkan semua glukosa ekstra dalam darah.
Rasa haus berlebihan
Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil,
penderita merasa haus dan butuhkan banyak air. Rasa haus yang
berlebihan berarti tubuh Anda mencoba mengisi kembali cairan yang
hilang itu. Sering ‘pipis‘ dan rasa haus berlebihan merupakan beberapa
"cara tubuh Anda untuk mencoba mengelola gula darah tinggi," jelas Dr.
Collazo-Clavell seperti dikutip dari [Link].

5
Penurunan berat badan
Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan
berat badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mendapatkan
glukosa untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah
protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

Kelaparan
Rasa lapar yang berlebihan, merupakan tanda diabetes lainnya. Ketika
kadar gula darah merosot, tubuh mengira belum diberi makan dan lebih
menginginkan glukosa yang dibutuhkan sel.
Kulit jadi bermasalah
Kulit gatal, mungkin akibat kulit kering seringkali bisa menjadi tanda
peringatan diabetes, seperti juga kondisi kulit lainnya, misalnya kulit jadi
gelap di sekitar daerah leher atau ketiak.
Penyembuhan lambat
Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat merupakan
tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah
mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang
mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Diabetes mengurangi efisiensi
sel progenitor endotel atau EPC, yang melakukan perjalanan ke lokasi
cedera dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.
Infeksi jamur
"Diabetes dianggap sebagai keadaan imunosupresi," demikian Dr.
Collazo-Clavell menjelaskan. Hal itu berarti meningkatkan kerentanan
terhadap berbagai infeksi, meskipun yang paling umum adalah candida
dan infeksi jamur lainnya. Jamur dan bakteri tumbuh subur di lingkungan
yang kaya akan gula.
Iritasi genital
Kandungan glukosa yang tinggi dalam urin membuat daerah genital
jadi seperti sariawan dan akibatnya menyebabkan pembengkakan dan
gatal.
Keletihan dan mudah tersinggung
"Ketika orang memiliki kadar gula darah tinggi, tergantung berapa
lama sudah merasakannya, mereka kerap merasa tak enak badan," kata
Dr. Collazo-Clavell. Bangun untuk pergi ke kamar mandi beberapa kali
di malam hari membuat orang lelah. Akibatnya, bila lelah orang
cenderung mudah tersinggung.
Pandangan yang kabur
Penglihatan kabur atau atau sesekali melihat kilatan cahaya
merupakan akibat langsung kadar gula darah tinggi. Membiarkan gula
darah Anda tidak terkendali dalam waktu lama bisa menyebabkan
kerusakan permanen, bahkan mungkin kebutaan. Pembuluh darah di
retina menjadi lemah setelah bertahun-tahun mengalami hiperglikemia
dan mikro-aneurisma, yang melepaskan protein berlemak yang disebut
eksudat.

6
Kesemutan atau mati rasa
Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa
sakit yang membakar atau bengkak, adalah tanda bahwa saraf sedang
dirusak oleh diabetes. Masih seperti penglihatan, jika kadar gula darah
dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi
permanen.

C. Cara Mengurangi Risiko Diabetes Melitus


1. Makan dengan Bijak: Pilihlah makanan dengan indeks glikemik
rendah, seperti buah-buahan, sayuran, dan sereal whole grain. Batasi
konsumsi gula tambahan dan makanan olahan yang tinggi gula.
2. Pertahankan Berat Badan yang Sehat: jaga berat badan dalam
kisaran yang sehat. Kehilangan bahkan sedikit berat badan dapat
membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
3. Aktivitas Fisik Teratur: rutin melakukan olahraga aerobik, seperti
berjalan cepat, bersepeda, atau berenang, dapat membantu
meningkatkan sensitivitas insulin atau sesuai rekomendasi dokter.
4. Hindari Gaya Hidup Yang Tidak Sehat: jauhi rokok dan batasi
konsumsi alkohol, karena dapat meningkatkan risiko diabetes dan
komplikasi lainnya.
5. Periksa Kadar Gula Darah Secara Berkala: jika kita memiliki faktor
risiko diabetes, seperti riwayat keluarga atau kelebihan berat badan,
pencegahan terbaik dimulai dengan pemahaman lebih awal tentang
status gula darah Anda.
6. Minum Air Secukupnya: Minum air cukup sepanjang hari dapat
menjaga hidrasi tubuh menjadi lebih baik. Hindari minuman bersoda
dan minuman manis lainnya, karena dapat meningkatkan risiko
resistensi insulin.
7. Kelola Stres dengan baik: Praktikkan teknik pengelolaan stres,
seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam. Stres yang tidak
terkendali dapat memengaruhi kadar gula darah.
Nah, Sobat sehat. Tetap terapkan perilkau hidup sehat dengan
memakan makanan yang bergizi, berolahraga atau aktivitas fisik
ringan minimal 30 menit sehari, menjaga berat badan normal,
menghindari penggunaan tembakau dan rutin melakukan cek gula
darah ke fasilitas kesehatan terdekat.

7
DAFTAR PUSTAKA

World Health Organization (WHO)


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
[Link]

8
Media Penkes(Pendidikan Kesehatan)

9
10

Anda mungkin juga menyukai