0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan56 halaman

Analisa Beban Kerja FTE Apotek Askia

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan56 halaman

Analisa Beban Kerja FTE Apotek Askia

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA BEBAN KERJA TENAGA KEFARMASIAN DENGAN

METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) DI APOTEK ASKIA


BOGOR

HASIL PENELITIAN

Oleh
MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM: 20012017

PROGRAM STUDI STRATA 1 (S1) FARMASI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI
BOGOR
2024
ANALISA BEBAN KERJA TENAGA KEFARMASIAN DENGAN
METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) DI APOTEK ASKIA
BOGOR

HASIL PENELITIAN

Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi Program
Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Teknologi Industri
dan Farmasi Bogor

Oleh
MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM: 20012017

PROGRAM STUDI STRATA 1 (S1) FARMASI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI
BOGOR
2024
ANALISA BEBAN KERJA TENAGA KEFARMASIAN
DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE)
DI APOTEK ASKIA BOGOR

Oleh
MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM: 20012017

Hasil Penelitian ini telah diperiksa dan disetujui,


Bogor, Juni 2024

Menyetujui,

Pembimbing 1 Pembimbing 2

(apt. Karuma Barza A., [Link].) (apt. Dian Puspaningrum, [Link].)

Pembantu Ketua I
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama : MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM : 20012017
Judul Skripsi : Analisa Beban Kerja Tenaga Kefarmasian Dengan Metode Full
Time Equivalent (FTE) Di Apotek Askia Bogor
Menyatakan :
1. Bahwa demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyerahkan karya
ilmiah berupa Skripsi dan menyetujui memberikan kepada STTIF Bogor
Hak Bebas Royalti Non-eksklusif (Non-exclusive Royalty Free Right) atas
seluruh isi/sebagian karya ilmiah saya tersebut di atas. Dengan Hak Bebas
Royalti Non-eksklusif ini STTIF Bogor berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, dan
menampilkan/mempublikasikannya di internet atau media lain untuk
kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap
mencantumkan nama saya sebagai penulis dan sebagai pemilik Hak Cipta,
dengan menerapkan prinsip-prinsip, etika dan aturan hukum yang berlaku
tentang penggunaan informasi.
2. Bahwa Laporan Tugas Akhir saya adalah hasil karya sendiri dan bukan
plagiat. Apabila ternyata ditemukan didalam Laporan Tugas Akhir saya
terdapat unsur plagiat, maka saya siap untuk mendapatkan sanksi akademik
yang terkait dengan hal tersebut.

Bogor, Juni 2024

(Martha Aida Santiyani)


MARTHA AIDA SANTIYANI. 20012017. Analisa Beban Kerja Tenaga
Kefarmasian Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) Di Apotek Askia
Bogor. Pembimbing : apt. Karuma Barza Afida, [Link]. dan apt. Dian
Puspaningrum, [Link].

ABSTRAK
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu komponen penting dalam
organisasi sehingga keberadaannya perlu dikelola dengan [Link] Pelayanan
Kefarmasian adalah indikator yang dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan
pelayanan kefarmasian bagi tenaga kefarmasian diatur dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73. Shift kerja mempunyai berbagai definisi
tetapi biasanya shift kerja disamakan dengan pekerjaan yang dibentuk di luar jam
kerja biasa (08.00-17.00). Analisis beban kerja merupakan metode yang dapat
digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang optimal dalam
menyelesaikan semua tugas di bagian atau departemen pada perusahaan. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui jam kerja efektif serta beban kerja tenaga
kefarmasian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini,
menggunakan jenis penelitian deskritptis kuantitatif dengan 4 bagian kerja.
Metode pengambilan data dengan metode work sampling. Hasil aktivitas shift 1
memiliki 18 jenis kegiatan dengan total waktu kerja 10 jam, hasil aktivitas shift 2
memiliki 14 jenis kegiatan dengan total jam kerja 13,8 jam. Hasil aktivitas shift 3
memiliki 22 jenis kegiatan dengan total jam kerja 10 jam dan hasil aktivitas
pengadaan memiliki 9 kegiatan dengan total waktu kerja 8 jam. Secara
keseluruahn mendapatkan nitai FTE overload yang dimana apotek askia
membutuhkan tambahan tenaga kefarmasian.

Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Pelayanan Kefarmasian, Shift kerja

i
MARTHA AIDA SANTIYANI. 20012017. Analisa Beban Kerja Tenaga
Kefarmasian Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) Di Apotek Askia
Bogor. Pembimbing : apt. Karuma Barza Afida, [Link]. dan apt. Dian
Puspaningrum, [Link].

ABSTRACK
Human Resources (HR) is an important component in an organization so its
existence needs to be managed well. Pharmaceutical Service Standards are
indicators used as a reference for the implementation of pharmaceutical services
for pharmaceutical personnel regulated in the Regulation of the Minister of
Health of the Republic of Indonesia Number 73. Work shifts have various
definitions but usually shift work is equated with work that is formed outside
normal working hours (08.00-17.00). Workload analysis is a method that can be
used to calculate optimal labor requirements to complete all tasks in a section or
department of the company. The aim of this research is to determine the effective
working hours and workload of pharmaceutical personnel. The research design
used in this research uses a quantitative descriptive research type with 4 working
parts. The data collection method is work sampling method. The results of shift 1
activities have 18 types of activities with a total working time of 10 hours, the
results of shift 2 activities have 14 types of activities with a total working time of
13.8 hours. The results of shift 3 activities have 22 types of activities with a total
working time of 10 hours and the results of procurement activities have 9
activities with a total working time of 8 hours. Overall, there is an FTE overload,
which means the Askia pharmacy needs additional pharmaceutical staff.

Keywords: Human Resources, Pharmaceutical Services, Work Shifts

ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Hasil Penelitian ini. Adapun judul Hasil Penelitian ini adalah “ Analisa Beban
Kerja Tenaga Kefarmasian Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) Di
Apotek Askia Bogor ”.
Hasil Penelitian ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk
memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan
Farmasi Bogor Program Studi Strata 1 Farmasi.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga tersusunnya Hasil Penelitian ini. Ucapan terima kasih
penulissampaikan terutama kepada:
1. Ibu apt. Siti Mariam, [Link]. selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi
Industri dan Farmasi Bogor.
2. Bapak Nanang Hermawan, S.T., M.K.M. selaku Wakil Ketua 1 Sekolah
Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor.
3. Bapak apt. Eem Masaenah, [Link]. selaku Kepala Program Studi S1 Farmasi
Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor.
4. Bapak apt. Karuma Barza A., [Link]. selaku Pembimbing 1 yang telah
banyak meluangkan waktu, tenaga dan perhatiannya dalam memberikan
arahan, bimbingan dan saran selama penyusunan Hasil Penelitian ini.
5. Ibu apt. Dian Puspaningrum, [Link]. selaku Pembimbing 2 yang telah
memberi bimbingan dan arahan selama saya menyusun Hasil Penelitian ini.
6. Ibu apt. Febi Ishfahani, [Link]. selaku Dosen wali yang telah memberi
bimbingan dan arahan selama saya menyusun Hasil Penelitian ini.
7. Seluruh dosen dan staf di Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi
Bogor juga seluruh karyawan dan staf di Apotek Askia yang telah membantu
penulis sampai tersusunnya Hasil Penelitian ini.
8. Kedua orang tua,bapak Jakaria Jhon Djawa dan ibu Mut’ah Sri Chaeria,
Abang saya Sandi dan adik-adik saya Ferdi, Karina dan Aurasaya yang
senantiasa tiada henti mendoakan saya, memberikan saya motivasi, semangat,
serta segala dukungan untuk keberhasilan penulis.

iii
9. Suami saya Heru Siswanto yang selalu memberikan dukungan, waktu, ide,
motivasi dan dengan sabar membantu menemani penyelesaian proposal ini.
10. Anak-anak saya [Link] Kanawa, [Link] Kanawa dan [Link] Kanawa
yang selalu menjadi penyemangat dan keceriaan kepada penulis.
11. Keluarga Besar Apotek Askia yang selalu menemani, memberi semangat dan
juga motivasi kepada penulis.
12. Serta semua pihak yang telah ikut serta membantu saya dalam penulisan dan
penyusunan Hasil Penelitian ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Hasil Penelitian ini masih banyak
kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.
Akhir kata Penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis
maupun rekan-rekan lainnya.

Bogor, Juni 2024

Penulis

iv
DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ........................................................................................................ i
ABSTRACK .................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... vii
DAFTAR TABEL......................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... ix
BAB 1 PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ....................................................................... 3
1.3 Batasan Masalah ............................................................................ 3
1.4 Kerangka Pemikiran ....................................................................... 3
1.5 Hipotesis ........................................................................................ 4
1.6 Tujuan Penelitian ........................................................................... 4
1.7 Manfaat Penelitian.......................................................................... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... 5
2.1 Sumber daya manusia ..................................................................... 5
2.1.1 Perencanaan Sumber Daya Manusia ...................................... 5
2.1.2 Tujuan Perencanaan Sumber Daya Manusia........................... 5
2.1.3 Manfaat Perencana Sumber Daya Manusia ............................ 5
2.2 Beban Kerja ................................................................................... 6
2.2.1 Perhitungan Beban Kerja....................................................... 6
2.3 Analisis Beban Kerja ...................................................................... 9
2.4 Metode Analisis Beban Kerja menggunakan Metode (FTE) ........... 10
2.5 Apotek ......................................................................................... 10
2.5.1 Tujuan Apotek .................................................................... 11
2.5.2 Tugas dan fungsi apotek ...................................................... 11
2.6 Farmasi ........................................................................................ 11
2.6.1 Pelayanan Kefarmasian ....................................................... 12
BAB 3 METODE PENELITIAN................................................................. 13

v
3.1 Desain Penelitian.......................................................................... 13
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................... 13
3.3 Populasi dan Sampel .................................................................... 13
3.3.1 Populasi.............................................................................. 13
3.3.2 Sampel ............................................................................... 13
3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ......................................................... 14
3.4.1 Kriteria Inklusi ................................................................... 14
3.4.2 Kriteria Eksklusi ................................................................. 14
3.5 Landasan Teori............................................................................. 14
3.6 Kerangka Konsep ......................................................................... 15
3.7 Definisi Operasional ..................................................................... 16
3.8 Prosedur Pengumpulan Data ......................................................... 17
3.8.1 Tahan Perizinan .................................................................. 17
3.8.2 Tahap Penelusuran Data ...................................................... 17
3.8.3 Tahap Pengolahan Data ....................................................... 17
3.9 Analisis Data ................................................................................ 18
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 19
4.1 Proses Penelitian .......................................................................... 19
4.2 Karakteristik Tenaga Kefarmasian di Apotek Askia Bogor ............ 19
4.3 Sejarah Umum Perusahaan ........................................................... 19
4.4 Activity dan Performance Sampling .............................................. 20
4.5 Waktu Kerja Efektif ..................................................................... 27
4.6 Perhitungan FTE .......................................................................... 28
BAB 5 PENUTUP ........................................................................................ 30
5.1 Simpulan...................................................................................... 30
5.2 Saran ........................................................................................... 30
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 31
LAMPIRAN .................................................................................................. 33

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kerangka Konsep ................................................................................. 15

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Definisi Operasional................................................................................. 16


Tabel 2. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Shift 1 ................................................. 20
Tabel 3. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Shift 2 ................................................. 22
Tabel 4. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Shift 3 ................................................. 23
Tabel 5. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Pengadaan ........................................... 26
Tabel 6. Waktu Kerja Efektif ................................................................................. 27
Tabel 7. Jam kerja efektif ...................................................................................... 28
Tabel 8. Nilai FTE................................................................................................. 29

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Izin Penelitian di Apotek Askia Bogor ....................................... 33


Lampiran 2. Lembar Observasi .............................................................................. 34
Lampiran 3. Observasi Transaksi Non Resep.......................................................... 35
Lampiran 4. Observasi Transaksi Resep Non Racik ................................................ 36
Lampiran 5. Observasi Transaksi Resep Racik ....................................................... 38
Lampiran 6. Observasi Transaksi E-commerce ....................................................... 39
Lampiran 7. Observasi Penyiapan Permintaan Cabang............................................ 40
Lampiran 8. Observasi Pengadaan ......................................................................... 41
Lampiran 9. Pengemasan Online Shop ................................................................... 42

ix
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu komponen penting
dalam organisasi sehingga keberadaannya perlu dikelola dengan baik. Fungsi
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Griffith & White (2010)
antara lain perencanaan, pengembangan, pemeliharaan dan pemberdayaan tenaga
kerja, kompensasi serta penilaian kinerja organisasi. Menurut Marlina (2015)
proses perencanaan SDM merupakan cara atau kegiatan yang dilakukan untuk
menetapkan tujuan dan pedoman pelaksanaan serta menjadi dasar kontrol atau
pengendalian pegawai. Tujuan perencanaan SDM meliputi menentukan kualitas
dan kuantitas pegawai yang akan mengisi jabatan dalam organisasi, menjamin
ketersediaan tenaga kerja masa kini maupun masa depan, menghindari adanya
tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas, menghindari adanya kelebihan pegawai
meningkatkan produktivitas dan menjadi pedoman dalam menetapkan program
seleksi, pengembangan, pemeliharaan, kompensasi, pengintegrasian dan
pemberhentian pegawai. Dalam praktiknya diapotek produktivitas SDM berkaitan
erat dengan kualitas pelayanan kefarmasian (Dannies, et al., 2015).
Standar Pelayanan Kefarmasian adalah indikator yang dipergunakan sebagai
acuan pelaksanaan pelayanan kefarmasian bagi tenaga kefarmasian diatur dalam
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun Pelayanan
kefarmasian adalah pelayanan langsung yang dapat dipertanggungjawabkan yang
diberikan kepada pasien dan melibatkan penggunaan sediaan farmasi untuk
mencapai hasil yang tepat dan meningkatkan kualitas hidup pasien (Kementrian
Kesehatan RI, 2017). Penataan Standar Pelayanan kefarmasian di Apotek
bertujuan agar mengoptimalkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian
hukum kepada tenaga kefarmasian, dan melindungi pasien dan masyarakat dari
penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient
safety).

1
2

Shift kerja mempunyai berbagai definisi tetapi biasanya shift kerja disamakan
dengan pekerjaan yang dibentuk di luar jam kerja biasa (08.00-17.00). Ciri khas
tersebut adalah kontinuitas, pergantian dan jadwal kerja khusus. Secara umum
yang dimaksud dengan Shift kerja adalah semua pengaturan jam kerja, sebagai
pengganti atau tambahan kerja siang hari sebagaimana yang biasa dilakukan.
Namun demikian adapula definisi yang lebih operasional dengan menyebutkan
jenis Shift kerja tersebut. Shift kerja disebutkan sebagai pekerjaan yang secara
permanen atau sering pada jam kerja yang tidak teratur (Kuswadji, 2007).
Menurut Munandar (2011) beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan pada
tenaga kerja atau karyawan untuk diselesaikan pada waktu tertentu dengan
menggunakan keterampilan dan potensi dari tenaga kerja. Sedangkan menurut
Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus
dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil kali antara
volume kerja dan norma waktu.
Analisis beban kerja merupakan metode yang dapat digunakan untuk
menghitung kebutuhan tenaga kerja yang optimal dalam menyelesaikan semua
tugas di bagian atau departemen pada perusahaan (Madiun, 2017). Menurut
Sugiono and Palit (2016) metode Full Time Equivalent merupakan salah satu
metode untuk menganalisis beban kerja yang berbasis waktu dengan cara
mengukur lama waktu penyelesaian pekerjaan kemudian dikonversikan ke dalam
indeks nilai FTE. Metode FTE ini memiliki tujuan yaitu menyederhanakan
pengukuran kerja dengan mengonversi jam beban kerja menjadi jumlah orang
yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu (Sari, Hardiansa and
Suryoputro, 2018). Selain itu, metode FTE akan memberikan informasi tentang
alokasi sumber daya manusia yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dan
waktu disetiap aktivitas kerja yang dapat dilihat melalui hasil pengukuran waktu
kerja yang diamati secara langsung dengan stopwatch.
Apotek Askia telah berdiri kurang lebih 5 tahun, berdasarkan hasil observasi
yang dilakukan di Apotek Askia Bogor bahwa rata-rata transaksi sekitar 312
perhari, dengan 9 tenaga kefarmasian dengan 3 shift kerja. Berdasarkan uraian di
atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di
3

Apotek Askia Bogor dengan judul “Analisa Beban Kerja Tenaga


Kefarmasian Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) Di Apotek Askia
Bogor”.

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah pada
penelitian ini adalah:
a. Bagaimana gambaran jam kerja efektif di Apotek Askia Bogor?
b. Bagaimana gambaran aktifitas pekerjaan kefarmasian pada setiap bagian
kerja di Apotek Askia Bogor?
c. Bagaimana gambaran total waktu pekerjaan kefarmasian harian yang
dibutuhkan pada setiap bagian kerja di Apotek Askia Bogor?
d. Bagaimana analisa beban kerja disetiap bagian kerja di Apotek Askia
Bogor?

1.3 Batasan Masalah


Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi
penelitian ini pada:
a. Gambaran jam kerja efektif di Apotek Askia Bogor periode tahun 2023.

b. Gambaran aktifitas pekerjaan kefarmasian pada setiap bagian kerja di


Apotek Askia Bogor periode tahun 2023.

c. Gambaran total waktu pekerjaan kefarmasian harian yang dibutuhkan pada


setiap bagian kerja di Apotek Askia Bogor periode tahun 2023.

d. Gambaran analisa beban kerja disetiap bagian kerja di Apotek Askia


Bogor periode tahun 2023.

1.4 Kerangka Pemikiran


Penelitian ini merupakan jenis penelitian campuran dengan analisa data
kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis beban kerja dan memperoleh
jumlah tenaga teknis kefarmasian berdasarkan metode FTE. Data yang dilakukan
4

terdiri dari pengisian lembar work sampling berdasarkan pengamatan dalam


kegiatan produktif secara langsung. Analisis data dilakukan dengan melakukan
gambaran besar beban kerja tenaga kefarmasian. Data yang diambil dilihat dari
activity dan performance sampling kemudian dihitung beban kerja, waktu
kerjaefektif, jam kerja efektif dan nilai FTE.

1.5 Hipotesis
Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kefarmasian dengan kebutuhan
tenaga kefarmasian.

1.6 Tujuan Penelitian


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui gambaran jam kerja efektif di Apotek Askia Bogor periode
tahun 2023.

b. Untuk mengetahui gambaran aktifitas pekerjaan kefarmasian pada setiap


bagian kerja di Apotek Askia Bogor periode tahun 2023.

c. Untuk mengetahui gambaran total waktu pekerjaan kefarmasian harian yang


dibutuhkan pada setiap bagian kerja di Apotek Askia Bogor periode tahun
2023.

d. Untuk mengetahui Analisa beban kerja disetiap bagian kerja di Apotek Askia
Bogor periode tahun 2023.

1.7 Manfaat Penelitian


a. Bagi perusahaan

Membantu perusahaan dalam mengoptimalkan jumlah tenaga kerja berdasarkan


analisa beban kerja diatas.

b. Bagi Intitusi Perguruaan Tinggi

Dapat menjadi acuan dan bahan pembelajaran serta referensi bagi penulis lainnya
yang akan melakukan tugas akhir dengan materi yang sama.

c. Bagi penulis

Untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan penerapan ilmu yang telah
dipelajari selama perkuliahan.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sumber daya manusia


Sumber daya manusia (SDM) adalah sumber daya yang terdapat dalam suatu
organisasi, termasuk semua personel yang terlibat dalam pelaksaana kegiatan
(Melfita, 2012). Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu komponen
penting dalam organisasi sehingga keberadaannya perlu dikelola dengan baik.
Fungsi manajemen sumber daya manusia (MSDM) menurut Griffith & White
(2010) antara lain perencanaan, pengembangan, pemeliharaan dan pemberdayaan
tenaga kerja, kompensasi serta penilaian kinerja organisasi.

2.1.1 Perencanaan Sumber Daya Manusia

Jonatha Rice (2011) menyatakan bahwa Perencanaan Sumber daya manusia


adalah proses jangaka panjang yang diselenggarakan dengan cara yang benar
mempekerjakan sumber daya manusia organisasi. Untuk meciptakan dan
mempertahankan kesesuaian terbaik anatara pekerja dan pegawai, perencanaan
diberikan perhatian khusus. Tiga elemen kunci dari proses perencanaan SDM
adalah meramalkan permintaan tenaga kerja, menganalisis penawaran tenaga kerja
saat ini dan menyeimbangkan permintaan dan penawaran tenaga kerja yang
diproyeksikan.

2.1.2 Tujuan Perencanaan Sumber Daya Manusia

Tujuan utama dari Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah untuk


memastikan bahwa pegawai memiliki tingkat interaksi terbaik dengan pekerjaan
mereka. Juga, proses perencanaan ini menegaskan bahwa pegawai dalam jumlah
yang tepat seperti yang dibutuhkan yaitu tidak ada kelebihan atau kekurangan
tenaga kerja.

2.1.3 Manfaat Perencana Sumber Daya Manusia

Manfaat perencanaan sumber saya manusia yaitu akan membawa nilai positif

5
6

bagi organisasi dan pihak manajemen harus menyeimbangkan antara fungsi


perencanaan sumber saya manusia dengan fungsi yang lainnya agar tujuan suatu
organisasi dapat tercapai dengan optimis. Kebutuhan perencanaan sumber saya
manusia tidak lagi merupakan kebutuhan sekunder, tetapi diterapkan oleh banyak
organisasi persyaratan mutlak bagi perkembangan organisasi secara keseluruhan.
Dari perubahan aspek lingkungan ini menyadarkan bahwa organisasi perlu
meningkatkan kearah dinamika global.

2.2 Beban Kerja


Sunarso dalam jeky, Sofia Wehelmina (2018) beban kerja adalah sekumpulan
atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau
pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Pemendagri
No.12/2008 menyatakan bahwa beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus
dipikul oleh suatu jabatan/unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume
kerja dan norma waktu. Jika kemampuan pekerja lebih tinggi dari pada tuntutan
pekerjaan akan muncul perasaan bosan. Namun sebaliknya, jika kemampuan
pekerja lebih rendah dari pada tuntutan pekerjaan maka akan muncul kelelahan
yang lebih. Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan dapat dikategorikan
kedalam tiga kondisi, yaitu beban kerja yang sesuai standar, beban kerja yang
terlalu tinggi (over capacity) dan beban kerja yang terlalu rendah (under
capacity).

2.2.1 Perhitungan Beban Kerja


Untuk menghitung beban kerja personel ada 3 cara yang dapat digunakan,
yaitu:

1) Works Sampling Teknik ini dikembangkan pada dunia industri untuk


melihat beban kerja yang dipangku oleh personel pada datu unit, bidang,
ataupun jenis tenaga tertentu. Pada Works sampling, kita dapat mengamati
hal-hal yang spesifik tentang pekerjaan, seperti:
a. Aktivitas apa yang sedang dilakukan personel pada waktu jam kerja

b. Apakah aktivitas personel berkaitan dengan fungsi dan tugasnya pada


waktu jam kerja
7

c. Proporsi waktu kerja yang digunakan untuk aktivitas yang produktif atau
tidak produktif.

d. Pola beban kerja personel dikaitkan dengan waktu, dan Schedule jam
kerja.

Pada Works sampling yang menjadi pengamatan adalah aktivitas atau


kegiatan tenaga kerja personel tertentu. Terdapat beberapa tahapan yang harus
dilaksanakan dalam melakukan perhitungan beban kerja menggunakan teknik
Works sampling, antara lain:
a. Tentukan jenis personel yang akan diteliti.

b. Jika personel berjumlah banyak, perlu dilakukan pemilihan sampel.

c. Membuat formulir daftar kegiatan perawat yang dapat diklasifikasikan


sebagai kegiatan produktif dan tidak produktif atau kegiatan langsung
dan tidak langsung.

d. Melatih pelaksana peneliti tentang cara pengamatan kerja dengan


menggunakan Works sampling. Setiap pelaksanaan dapat mengamati
beberapa sampel yang bertugas saat itu.

e. Pengamatan kegiatan dilakukan dengan interval 2-15 menit tergantung


dari karakteristik pekerjaan. Semakin tinggi tingkat mobilitas pekerjaan
yang diamati, maka semakin pendek waktu pengamatan yang dilakukan.
Semakin pendek jarak waktu pengamatan makin banyak sampel
pengamatan yang diamati oleh peneliti agar akurasi penelitian menjadi
lebih akurat. Pengamatan dilakukan selama jam kerja,bila jenis tenaga
yang diamati berfungsi 24 jam atau 3 shift kerja, maka pengamatan
dilakukan sepanjang hari selama 7 hari.

Pada teknik Works sampling ini kita akan mendapatkan ribuan


pengamatan kegiatan dari sejumlah personel yang kita amati. Apabila
menggunakan teknik Works Sampling sebagai bentuk perhitungan beban
kerja, terdapat beberapa manfaat di antaranya:
8

a. Activity and Delay Sampling Manfaat yang didapat adalah dapat


mengukur proporsi kegiatan kerja dan tidak bekerja dari tenaga manusia
atau mesin.

b. Performance Sampling Dapat mengukur penggunaan waktu bekerja dan


waktu tidak bekerja dari karyawan berdasarkan uraian tugasnya,
sekaligus mengukur produktivitasnya.

c. Works Measurement Dapat mengukur efektivitas uraian pekerja tertentu


sehingga dapat menetapkan waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilaksanakan dalam melakukan


perhitungan beban kerja menggunakan teknik Works sampling, antara lain:
a. Menentukan sampel yang akan dilakukan penelitian, bisa hanya 1 saja
sepanjang subjek penelitian dapat mewakili klasifikasi atau kompetensi
pekerjaan tersebut.

b. Membuat formulir daftar kegiatan yang dapat diklasifikasi menjadi


kegiatan profesional dan non profesional. Untuk melihat beban kerja juga
dapat diamati kegiatan langsung dan tidak langsung.

c. Pelaksana yang mengambil data harus orang yang mengetahui dengan


benar kompetensi dan fungsi pekerjaan tersebut.

d. Pelaksaan dapat dilakukan selama jam kerja.

e. Penelitian dapat diberhentikan apabila pengamatan telah memenuhi


standar kompetensi pekerjaan terkait.

2) Time and Motion Study Teknik ini adalah suatu studi mengenai aktivita-
aktivitas yang dilakukan oleh pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Time and Motion Study digunakan untuk mengamati dan mengikuti
dengan cermat tentang kegiatan yang dilakukan oleh personel yang
sedang diamati. Pada teknik ini, tidak hanya akan mendapatkan beban
kerja dari personel, tetapi juga dapat mengetahui kualitas kerja dari
9

3) personel tersebut. Dengan ini kita dapat menentukan kompetensi atau


keahlian dimiliki oleh personel. Penelitian sampel dalam teknik ini dapat
dilakukan secara purposive sampling untuk mendapatkan tenaga yang
mahir.

Tujuan dari perhitungan beban kerja menggunakan Teknik Time and Motion
Study antara lain:
a. Mengembangkan sistem dan metode yang lebih baik.

b. Standarisasi sistem dan metode.

c. Menetapkan waktu yang dibutuhkan dalam suatu persyaratan dan melatih


pegawai agar mampu bekerja dengan baik pada keadaan normal untuk
suatu tugas khusus.

d. Membantu dalam pelatihan bekerja dengan metode yang disukai.

3) Daily log merupakan bentuk sederhana dari work sampling, dimana orang-
orang yang diteliti menuliskan sendiri kegiatan dan waktu yang digunakan
untuk kegiatan tersebut. Penggunaan tehnik ini sangat bergantung pada
kerja sama kejujuran dari personel yang diteliti. Dengan meggunakan
formulir kegiatan dapat dicatat jenis kegiatan, waktu, dan lamanya
kegiatan dilakukan.

2.3 Analisis Beban Kerja


Menurut Marwansyah (2010), beban kerja adalah proses untuk menetapkan
jumlah jam kerja-orang (man-hours) yang dibutuhkan untuk menyelesaikan beban
kerja dalam waktu tertentu. Analisis beban kerja menjadi penting dilakukan untuk
menghitung tepatnya berapa karyawan optimal yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan semua tugas dibagian atau unit kerja perusahaan. Analisis beban
kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan dan berapa beban yang tepat diberikan kepada satu
orang pekerja (Marwansyah, 2010). Tujuan Analisa beban kerja adalah untuk
menentukan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu
pekerjaan dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat
dilimpahkan kepada seorang pegawai, atau dapat pula dikemukakan bahwa
10

analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang
digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan beban kerja dalam waktu
tertentu.

2.4 Metode Analisis Beban Kerja menggunakan Metode (FTE)


Metode perhitungan beban kerja dengan Full Time Equivalent (FTE) adalah
metode dimana waktu yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan
dibandingkan terhadap waktu kerja efektif yang tersedia. FTE bertujuan
menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jam beban kerja ke jumlah
orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu (Adawiyah,
2013).

Menurut Dewi dan Satrya (2012) terdapat 5 (lima) langkah dalam melakukan
analisis beban kerja tersebut, yaitu:

1) Menetapkan unit kerja beserta kategori tenaganya.

2) Menetapkan waktu kerja yang tersedia selama satu tahun. Data yang
dibutuhkan untuk menetapkan waktu kerja dalam setahun adalah :

a. Jumlah hari menurut kalender

b. jumlah hari sabtu dan minggu dalam setahun

c. Jumlah hari libur dalam setahun

d. jumlah cuti tahunan

3) Menyusun Standar Kelonggaran

4) Menetapkan standar beban kerja

5) Menghitung kebutuhan tenaga kerja

2.5 Apotek
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 tahun
2017, Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian oleh apoteker dan tenaga kefarmasian lainnya. Praktek kefarmasian
yang dimaksud adalah sarana pembuatan dan pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluran obat,
11

pengelolaan obat, pelayanan obat obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat,
sertapengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

2.5.1 Tujuan Apotek


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 tahun
2017, tujuan apotek adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian di apotek
b. Memberikan perlindungan pasien dan masyarakat dalam
c. memperoleh pelayanan kefarmasian di apotek.
d. Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian dalam memberikan
pelayanan kefarmasian di apotek.

2.5.2 Tugas dan fungsi apotek


Menurut Permenkes RI Nomor 9 Tahun 2017 adalah meliputi:
a. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan
sumpah jabatan Apoteker.
b. Sarana yang digunakan untuk melakukan pekerjaan kefarmasian.
c. Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan distribusi sediaan farmasi
antara lain obat, bahan baku obat, obat tradisional, dan kosmetika.

Sarana pembuatan dan pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan,


pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluran obat, pengelolaan
obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta
pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

2.6 Farmasi
Menurut Undang-undang No. 36 tahun 2009 pasal 108 disebutkan bahwa
praktek kefarmasian yang pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan
farmasi, pengamanan pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau
penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan
informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan
sesuai dengan perautan perundang-undangan.
12

2.6.1 Pelayanan Kefarmasian


Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 tahun 2016 tentang pelayanan
kefarmasian di Apotek, Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung
dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi
dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan
pasien. Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di Apotek harus menjamin
ketersediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang aman,
bermutu, bermanfaat, dan terjangkau. Penyelenggarakan Pelayanan Kefarmasian
di Apotek wajib mengikuti Standar Pelayanan Kefarmasian sebagaimana diatur
dalam Peraturan Menteri ini.
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitaf.
Menambahakan data primer yaitu dengan mengukur waktu kerja menggunakan
stopwatch. Menggunakan perhitungan beban kerja dengan metode FTE untuk
memperoleh informasi mengenai kegiatan pekerjaan yang mengacu pada analisis
bagian kerja.

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 - Mei 2024 di Apotek
Askia Bogor yang berlokasi di Ruko Samoraya Residence, Jl. Brigjen Saptadji
Hadiprawira, Cilendek, kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu
yang karakteristiknya hendak diteliti (Djarwanto,1994). Populasi penelitian ini
adalah seluruh bagian kerja tenaga kefarmasian di Apotek Askia Bogor yang
berjumlah 4 bagian kerja.

3.3.2 Sampel
sampel adalah sebagian dari populasi keseluruhan yang dipilih secara cermat
agar mewakili populasi (Sugiyono, 2013). Pada penelitian ini penentuan sampel
dilakukan dengan metode Purposive Sampling penentuan dilakukan atas
pertimbangan tertentu.

13
14

3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi

3.4.1 Kriteria Inklusi


Kriteria inklusi yaitu kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi oleh setiap
anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel Notoatmodjo (2010).
Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu:
a. Tenaga kefarmasian yang bekerja di Apotek Askia Bogor.
b. Tenaga kefarmasian yang bersedia menjadi subjek penelitian dan responden.

3.4.2 Kriteria Eksklusi


Kriteria eksklusi merupakan keadaan yang menyebabkan subjek yang
memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian Nursalam
(2008). Kriteria eksklusi dalam penelitian ini yaitu:
Tenaga kefarmasian yang masih dalam masa percobaan kerja.

3.5 Landasan Teori


Menurut Rivai dan Sagala (2009) Manajemen sumber daya manusia (MSDM)
merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini terdapat
dalam fungsi /bidang produksi, pemasaran, keuangan, maupun kepegawaian.
Karena sumber daya manusia (SDM) dianggap semakin penting perannya dalam
pencapaian tujuan perusahaan, maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian
dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang disebut
manajemen sumber daya manusia. Istilah “manajemen” mempunyai arti sebagai
kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola)
sumber daya manusia.
Metode perhitungan beban kerja dengan Full Time Equivalent (FTE) adalah
metode dimana waktu yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan
dibandingkan. terhadap waktu kerja efektif yang tersedia. FTE bertujuan
menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jam beban kerja ke jumlah
orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu (Adawiyah, 2013).
Pada intinya FTE adalah jumlah orang yang dibutuhkan untuk melakukan semua
transaksi dari suatu proses pada periode waktu tertentu
15

(Zimmerman, 2002). FTE adalah rasio yang menggambarkan jumlah jam dimana
seorang karyawan bekerja selama 40 jam. Dengan kata lain, jumlah jam kerja
karyawan per 40 jam tersebut diasumsikan selama 1 minggu. Dewi dan Satrya
(2012) mengungkapkan implikasi dari nilai FTE terbagi menjadi 3 jenis yaitu
overload, normal, dan underload. Berdasarkan pedoman analisis beban kerja yang
dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara pada tahun 2010, total nilai indeks
FTE yang berada di atas nilai 1,28 dianggap overload, berada diantara nilai 1
sampai dengan 1,28 dianggap normal sedangkan jika nilai indeks FTE berada
diantara nilai 0 sampai dengan 0,99 dianggap underload atau beban kerjanya
masih kurang.

3.6 Kerangka Konsep

Variabel bebas
Variabel terikat
1. Jam kerja efektif
Analisa beban kerja
2. Total waktu pada berdasarkan metode
setiap bagian kerja FTE

Gambar 1. Kerangka Konsep


16

3.7 Definisi Operasional


Tabel 1. Definisi Operasional

Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala


Operasional

Jam kerja hari kerja selama Kalender a. Jumlah hari kerja Nominal
efektif kerja
setahun dikurangi b. Cuti tahunan
dengan jumlah
c. Hari libur nasional
hari menurut
kalender, jumlah d. Jam kerja efektif

hari sabtu dan


minggu dalam
setahun, jumlah
hari libur dalam
setahun dan
jumlah cuti
tahunan.

Total waktu waktu yang Stopwatch a. Shift 1 (07.00-14.00) Nominal


kerja disetiap
bagian dibutuhkan untuk b. Shift 2 (14.00-21.00)
menyelesaikan
c. Shift 3 (20.30-07.00)
seluruh pekerjaan
pada suatu bagian. d. Pengadaan (09.00-
16.00)

Full Time Waktu yang Kalender a. Nilai FTE 0-0,99 Ordinal


Equivalent kerja
digunakan untuk underload
(FTE)
menyelesaikan b. Nilai FTE 1-1,28
pekerjaan normal
terhadap waktu c. Nilai FTE > 1,28
kerja efektif yang overload
tersedia
17

3.8 Prosedur Pengumpulan Data

3.8.1 Tahan Perizinan


Sebelum penelitian, peneliti harus mengurus surat perizinan di Apotek Askia
Bogor. Penelitian bisa dilaksanakan setelah pihak Apotek memberikan
persetujuan penelitian.

3.8.2 Tahap Penelusuran Data


Metode yang digunakan dengan melakukan kegiatan pengamatan secara
langsung di lapangan lalu mencatat setiap aktvitas pekerjaan yang akan dijadikan
sebagai dasar perhitungan beban kerja melalui metode Full Time Equivalent
(FTE). Kemudian mencari keterkaitan antara beban kerja dengan kinerja melalui
kegiatan wawancara kepada sembilan (9) tenaga kefarmasian.

3.8.3 Tahap Pengolahan Data


Setelah data terkumpul, kemudian data diolah melaui tahapan-tahapan sebagai
berikut:
a. Menetapkan Unit Kerja Beserta Kategori Tenaganya.
b. Unit kerja yang diteliti adalah posisi kerja pada level administrator dengan
jumlah tenaga kerja sebanyak 9 tenaga kefarmasian.
c. Penentuan Waktu Kerja Efektif.
Pada tahap ini akan ditentukan waktu kerja efektif berdasarkan
KEP/75/[Link]/7/2004 yaitu jumlah hari dalam kalender dikurangi hari libur dan
cuti. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Hari Kerja Efektif = (A-(B+C+D))
Keterangan:
A = Jumlah hari menurut kalender
B = Jumlah hari sabtu dan minggu dalam setahun
C = Jumlah hari libur dalam setahun
D = Jumlah cuti tahunan Setelah penentuan hari kerja efektif kemudian
ditentukan jam kerja efektif.
Pada tahap ini dilakukan pengukuran beban kerja setiap karyawan dengan
menggunakan metode Full Time Equivalent. Dewi dan Satrya (2012)
mengungkapkan implikasi dari nilai FTE terbagi menjadi 3 jenis yaitu overload,
18

normal, dan underload. Berdasarkan pedoman analisis beban kerja yang


dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara pada tahun 2010, total nilai indeks
FTE yang berada di atas nilai 1,28 dianggap overload, berada diantara nilai 1
sampai dengan 1,28 dianggap normal/fit sedangkan jika nilai indeks FTE berada
diantara nilai 0 sampai dengan 0,99 dianggap underload atau beban kerjanya
masih kurang. Untuk mendapatkan nilai FTE dari suatu proses kerja sesuai
dengan persamaan 1. Hasil dari perhitungan beban kerja karyawan kemudian
diverifikasi oleh pihak manajemen untuk melihat kelogisannya. Setelah dilakukan
verifikasi maka dapat dilanjutkan dengan perhitungan kebutuhan tenaga kerja.
d. Perhitungan Kebutuhan Tenaga Kerja
Pada tahap ini dihitung kebutuhan tenaga kerja yang optimal untuk posisi
tertentu dengan pendekatan tugas pertugas jabatan yang diperoleh dari
perhitungan jumlah waktu penyelesaian tugas selama satu tahun dibagi dengan
jumlah jam kerja efektif selama satu tahun. Pendekatan ini merupakan hasil dari
perhitungan FTE untuk mengukur beban kerja. Menurut Taylor (1911) FTE
menyederhanakan pengukuran kerja dengan mengubah jumlah jam beban kerja ke
jumlah orang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

3.9 Analisis Data


Analisi data dilakukan dengan melakukan gambaran besar beban kerja asisten
tenaga teknis kefarmasian di Apotek Askia Bogor. Data yang diambil dilihat dari
data activity dan performance sampling kemudian dihitung beban kerjanya.
Kemudian beban kerja akan di golongkan dan akan di analisis menjadi 3 golongan
yaitu:
a. Nilai FTE 0 - 0,99 = underload
b. Nilai FTE 1 - 1,28 = normal
c. Nilai FTE > 1,28 = overload.
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Proses Penelitian


Penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui kebutuhan tenaga
kefarmasian terhadap beban kerjanya. Analisis beban kerja ini dihitung secara
nyata sesuai dengan pekerjaan atau kegitan yang hanya dilakukan oleh tenaga
teknis kefarmasian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan
langsung terhadap kegiatan yang dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian selama
jam kerja, dimana hasil pengamatan akan dicatat pada lembar work sampling
dengan mengamati kegiatan dari tenaga teknis kefarmasian dalam melakukan
pelayanan yang akan dibagi dalam kategori kegiatan shift 1, kategori kegiatan
shift 2, kategori kegiatan shift 3 dan kategori kegiatan pengadaan, serta kegiatan
pribadi. Dari data-data tersebut lalu dimasukkan kedalam rumus perhitungan
jumlah tenaga menggunakan rumus FULL TIME EQUIVALEN.

4.2 Karakteristik Tenaga Kefarmasian di Apotek Askia Bogor


Dalam suatu organisasi setiap karyawan atau personel memiliki perbedaan
antara satu dengan yang lainnya. Tujuan suatu organisasi dapat tercapai secara
efektif dan efisien apabila kualitas dan kuantitas karyawan atau personel yang ada
saat ini sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut.
4.3 Sejarah Umum Perusahaan
Apotek Askia merupakan salah satu apotek yang beroperasi di kota Bogor
yang beralamat di Ruko Samoraya, Jl. Brigjen Saptadji Hadiprawira,
RT.01/R.W.09, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, bertekad untuk
menyajikan layanan yang optimal kepada para Pelanggan. Tujuan utama adalah
menciptakan rasa aman terkait dengan obat-obatan yang disediakan dan
kenyamanan dalam menerima pelayanan. Dengan dipercayakannya Apotek Askia
Bogor oleh pelanggan, yang terbukti dari peningkatan pendapatan, dapat

19
20

disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh apotek ini memberikan


dampak positif bagi para Pelanggan.
4.4 Activity dan Performance Sampling
Activity dan Performance Sampling dilakukan sebelum penelitian
dilaksanakan agar diperoleh data yang valid dan konsisten. Activity dan
Performance Sampling dilakukan pada 9 tenaga kefarmasian Apotek Askia Bogor.
Activity dan Performance Sampling adalah teknik dimana pengamatan dilakukan
selama periode waktu terhadap satu atau sekelompok mesin, proses, atau pekerja.
Setiap observasi mencatat apa yang terjadi pada saat itu dan presentase observasi
yang dicatat untuk aktivitas atau penundaan tertentu adalah ukuran presentase
waktu terjadinya aktivitas atau penundaan tersebut. Dengan mencatat jam kerja
dan jumlah unit yang diproduksi, waktu observasi untuk suatu aktivitas dapat
diperoleh. Berikut adalah pelaksanaan kegiatan rata-rata yang dilakukan dalam
satuan menit pada setiap aktivitas Apotek Askia dapat dilihat pada tabel dibawah
ini:
Tabel 2. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Shift 1
Total
Waktu waktu
Jenis
No Satuan Frekuensi kerja kerja
kegiatan
(menit) harian
(menit)
Pelayanan
1 transaksi non Harian 70 3,7 259
resep
Pelayanan
transaksi
2 Harian 9 9,7 87,3
resep non
racik
Pelayanan
3 transaksi Harian 10 15,1 151
resep racik
Pelayanan
4 transaksi e- Harian 8 3,1 24,8
commerce
Menyiapkan
5 Harian 1 1,5 1,5
modal kerja
6 Merapihkan
Harian 1 4,5 4,5
barang datang
Pengemasan
7 pesanan Harian 10 2,8 28
online shop
21

Total
Waktu waktu
Jenis
No Satuan Frekuensi kerja kerja
kegiatan
(menit) harian
(menit)
Menghitung
8 Harian 1 3 3
kas kecil
Menghitung
laporan
9 Harian 1 8 8
penjualan
shift
Mencatat
laporan
10 Harian 1 2 2
penjualan
bulanan
Membuat
rekapitulasi
11 Harian 1 10 10
resep dokter
umum
Membuat
rekapitulasi
12 Harian 1 15 15
resep dokter
rekanan
Membuat
13 rekapitulasi
Mingguan 1 12 1,7
pembayaran
dokter umum
Membuat
rekapitulasi
14 pembayaran Mingguan 1 20 2,8
dokter
rekanan
Membalas
pesan
15 Harian 5 2 10
whatsApp
dan chat
16 Buka kasir Harian 1 1,5 1,5
Daily Review
17 Harian 1 15 15
Meeting
Cek darah
18 Harian 1 5 5
dan tensi
Total waktu
Menit 594
kerja shift 1
Jam 10

Menurut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2015) waktu kerja adalah waktu
yang dicadangkan untuk peralatan yang digunakan atau waktu kerja pegawai atau
22

pekerja. Jam kerja operasional shift 1 di Apotek Askia yaitu 420 menit atau 7 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 2. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia shift 1 menunjukan bahwa dari 18 jenis kegiatan memiliki
total waktu kerja 594 menit atau 10 jam. Kegiatan yang menjadi beban paling
tinggi yaitu pelayanan transaksi non resep total waktu kerja 259 menit, sesuai
dengan visi apotek askia dimana apotek askia ingin mencerdaskan masyarakat
indonesia dalam melakukan pengobatan mandiri dan maka dari itu target
pelanggan swamedikasi atau pelayanan transaksi non resep pada shift 1 memiliki
angka yang tinggi.

Tabel 3. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Shift 2


Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Pelayanan
1 transaksi non Harian 127 3,7 467
resep
Pelayanan
transaksi
2 Harian 9 9,7 87,3
resep non
racik
Pelayanan
3 transaksi Harian 10 15,1 151
resep racik
Pelayanan
4 transaksi e- Harian 8 3,1 24,8
commerce
Menyiapkan
5 Harian 1 2 2
modal kerja
Merapihkan
6 Harian 1 30 30
barang datang
Menghitung
7 Harian 1 3 3
kas kecil
Menghitung
laporan
8 Harian 1 8 8
penjualan
shift
Membalas
pesan
9 Harian 15 2 30
whatsApp dan
chat
23

Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Membuat
rekapitulasi
10 Bulanan 1 30 1
resep
prekursor
Membuat
rekapitulasi
11 resep Bulanan 1 30 1
psikotropik
dan narkotik
12 Buka kasir Harian 1 1,5 1,5
Daily Review
13 Harian 1 15 15
Meeting
Cek darah
14 Harian 1 5 5
dan tensi
Total waktu
Menit 827
kerja shift 2
jam 13,8

Jam kerja operasional shift 2 di Apotek Askia yaitu 420 menit atau 7 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 3. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia shift 2 menunjukan bahwa dari 14 jenis kegiatan memiliki
total waktu kerja 827 menit atau 13,8 jam. Untuk kegiatan yang menjadi beban
paling tinggi pada shift 2 sama dengan seperti kegiatan pada shift 1 yaitu
pelayanan transaksi non resep dengan waktu kerja 15,1 menit. Kegiatan dengan
nilai tinggi selanjutnya yaitu pelayanan transaksi resep racikan dengan total waktu
kerja 151 menit yang dimana dihari tertentu khususnya shift 2 di apotek askia
terdapat prakter dokter spesialis dan dokter umum.

Tabel 4. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Shift 3


Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Pelayanan
1 transaksi non Harian 81 3,7 299
resep
Pelayanan
2 transaksi resep Harian 2 9,7 19,4
non racik
24

Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Pelayanan
3 transaksi resep Harian 1 15,1 15,1
racik
Pelayanan
4 transaksi e- Harian 8 3,1 24,8
commerce
Menyiapkan
5 Harian 1 1,5 1,5
modal kerja
Menghitung
6 Harian 1 2,5 2,5
kas kecil
Merapihkan
7 barang Harian 1 43 43
digudang
Membuat
catatan
8 Harian 1 4 4
penjualan
online shop
Penginputan
penjualan
9 Harian 1 15 15
barang online
shop
Menghitung
10 Harian 1 2 2
kas besar
11 Stock opname Harian 1 30 30
Membuat
rekaspitulasi
12 Harian 1 23,5 23,5
pembayaran e-
commerce
Mengecek
13 Mingguan 1 10 1,4
buffer ATK
Membuat
14 rekapitulasi Mingguan 1 20 2,8
buffer ATK
Mencetak
15 resep e- Harian 1 3 3
commerce
Update stock
16 Mingguan 2 15 4,2
onlien shop
Pengemasan
17 pesanan online Harian 10 2,8 28
shop
25

Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian

Membalas
pesan
18 Harian 5 2 10
whatsApp dan
chat
Merapihkan
19 dan merekap Mingguan 2 30 8,5
faktur
Cek darah dan
20 Harian 1 5 5
tensi
Merekapitulasi
21 Mingguan 1 92 13,1
hasil survei
Mendisplay
22 Harian\ 1 40 40
barang
Total waktu
Menit 596
kerja shift 3
Jam 10

Jam kerja operasional shift 3 di Apotek Askia yaitu 630 menit atau 10,5 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 1. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia shift 3 menunjukan bahwa dari 22 jenis kegiatan memiliki
total waktu kerja 596 menit atau 10 jam. Saat ini, masyarakat Indonesia cenderung
memilih untuk berbelanja kesehatan melalui e-commerce. Di era persaingan yang
semakin ketat di dunia perdagangan online, kepercayaan menjadi faktor utama
yang memengaruhi pilihan konsumen terhadap platform e-commerce yang mereka
gunakan. Hasil data yang didapatkan bahwa e-commerce mendapatkan total waktu
kerja 24,8 menit. E-commerce menjadi pilihan mayoritas masyarakat Pada malam
hari khususnya tengah malam. Beberapa alasan yang mendorong mereka untuk
memilih berbelanja barang tersebut melalui platform e-commerce, yakni hemat
waktu dan tenaga.
26

Tabel 5. Aktivitas Pekerjaan Apotek Askia Pengadaan


Total
Waktu
waktu
No Jenis kegiatan Satuan Frekuensi kerja
kerja
(menit)
harian
Penyiapan
1 permitaan untuk Harian 8 10,1 58,5
cabang
Penerimaan
2 barang dari Mingguan 6 105 70,6
suplier
Penginputan
3 barang dari Mingguan 6 2 16
suplier
Pembaruan stok
4 Harian 8 2 16
e-commerce
Penyusunan
rencana
5 Harian 6 45 38,5
pemesanan
barang
Pembuatan surat
6 Harian 1 90 90
pesanan barang
Pembuatan
pesanan barang
7 Mingguan 2 20 5,7
prekursor,OOT,
psikotropika
Pengiriman Surat
8 pesanan via Harian 1 45 45
aplikasi
9 Lost sales review Bulanan 1 90 3
Total waktu
kerja Menit 482,1
pengadaan
Jam 8,0

Pengadaan merupakan kegiatan yang berkesinambungan dimulai dari


pemilihan, penetuan jumlah yang dibutuhkan, penyesuaian antara kebutuhan dan
Pemilihan metode pengadaan, pemilihan pemasok, penentuan spefisikasi kontrak,
pemantauan proses pengadaan dan pembayaran (Keputusan Menteri Kesehatan
2014). Jam kerja bagian pengadaan di Apotek Askia yaitu 420 menit atau 7 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 1. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia bagian pengadaan menunjukan bahwa dari 9 jenis kegiatan
memiliki total waktu kerja 482,1 menit atau 8 jam. Penerimaan barang dari suplier
memiliki total waktu kerja harian yang tinggi yaitu 70,6 menit yang dimana
27

pengadaan apotek askia memiliki nilai inventory yang tinggi yg menyebabkan


frekuensi pemesanan barangpun tinggi.

4.5 Waktu Kerja Efektif


Dalam perhitungan FTE juga diperlukan waktu kerja efektif yang diketahui
dari waktu kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berikut merupakan
perhitungan waktu kerja efektif yang telah dihitung.
Hari Kerja Efektif = (A-(B+C+D))
Keterangan:
A = Jumlah hari menurut kalender
B = Jumlah hari sabtu dan minggu dalam setahun
C = Jumlah hari libur dalam setahun
D = Jumlah cuti tahunan
Tabel 6. Waktu Kerja Efektif
Keterangan Hari
Jumlah hari pada tahun 2023 365
Jumlah hari sabtu dan minggu pada tahun
105
2023
Jumlah hari libur nasional pada tahun 2023 16
Jumlah cuti tahunan perusahaan 12
Total Hari Kerja Pada Tahun 2023 233

Setelah penentuan hari kerja efektif kemudian ditentukan jam kerja efektif
Rumus yang digunakan untuk menghitung jam kerja efektif adalah sebagai
berikut:

Sehingga dapat diketahui Jam Kerja Efektif dari masing-masing kategori adalah
sebagai berikut:
a. Shift 1
Jam Kerja Efektif = = 4,5 jam/hari

b. Shift 2
Jam Kerja Efektif = = 4,5 jam/hari
28

c. Shift 3
Jam Kerja Efektif = = 6,7 jam/hari

d. Pengadaan
Jam Kerja Efektif = = 4,5 jam/hari

Berikut adalah hasil dari perhitungan jam kerja efektif di apotek askia dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 7. Jam kerja efektif
Kategori Jam/Hari Jam/Tahun
Shift 1 4,5 1.048
Shift 2 4,5 1.048
Shift 3 6,7 1,561
Pengadaan 4,5 1.048

Waktu kerja efektif merupakan satuan waktu kerja yang digunakan dalam
setahun setelah dikurangi dengan potongan akhir kerja dan disesuaikan dengan
persen efisiensi kerja. Apotek Askia memiliki waktu kerja setiap harinya
sebanyak 7 jam untuk shift 1 yang dimulai dari pukul 07.00 – 14.00, sebanyak 7
jam untuk shift 2 yang dimulai dari pukul 14.00-21.00, sebanyak 10,5 jam untuk
shift 3 yang dimulai dari 21.00-07.30 dan sebanyak 7 jam untuk pengadaan yang
dimulai dari 09.00-16.00 memiliki waktu kerja sebanyak 6 hari dalam sepekan.
Sehingga dapat diketahui rata-rata hari kerja perbulan adalah sebanyak 25 hari
[Link] penentuan hari kerja efektif kemudian ditentukan jam kerja efektif
yaitu, Jam kerja efektif didapatkan dari nilai Total waktu Jam kerja perusahaan
yang ditetapkan sebelumnya di setiap kategori dikali total hari kerja setahun.
Berdasarkan dari perhitungan jam kerja efektif didapatkan shift 1 dengan total
waktu 1.048 jam/tahun, shift 2 dengan total waktu 1.048 jam/tahun, shift 3 dengan
total waktu 1.561 jam/tahun dan pengadaan dengan total waktui 1.048 jam/tahun.

4.6 Perhitungan FTE


Nilai FTE didapatkan dari perhitungan jam kerja efektif dibagi dengan
waktu kerja setiap kategori. Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai FTE
adalah sebagai berikut:
Berikut adalah hasil dari perhitungan FTE di apotek askia dapat dilihat pada
29

tabel dibawah ini.


Tabel 8. Nilai FTE

Jam kerja
No Divisi Beban kerja FTE People
efektif
1 Shift 1 10 4,5 2,2 2
2 Shift 2 13,8 4,5 3 3
3 Shift 3 10 6,7 1,5 1
4 Pengadaan 8,0 4,5 1,7 1
Total 8,4 7

Berdasarkan dari perhitungan nilai FTE yang dilakukan, didapatkan hasil


untuk keempat divisi bagian kerja. Dapat diketahui dari tabel diatas bahwa shift 1
memiliki nilai FTE 2,2 shift 2 memiliki nilai FTE 3 shift 3 memiliki nilai FTE 1,5
dan pengadaan memiliki nilai FTE 1,7. Dari data keseluruhan mendapatkan nilai
total yaitu 8,4. jika dilihat dari rata-rata jam kerja operasional yaitu 8 jam maka
apotek askia membutuhkan penambahan 1 (satu) pegawai untuk menjamin
kualitas dan pelayanan kefarmasian.
Pembagian kategori dari nilai FTE terbagi menjadi tiga kategori diantaranya.
a) Underload, yang berarti bahwa beban kerja yang dirasakan oleh pekerja
masih dirasa kurang. Hal ini ditunjukkan dengan nilai indeks FTE pada
rentang antara 0 – 0,99.
b) Normal, yang berarti bahwa beban kerja yang dirasakan oleh pekerja telah
sesuai. Hal ini ditunjukkan dengan nilai indeks FTE pada rentang antara 1 –
1,28.
c) Overload, yang berarti bahwa beban kerja yang dirasakan oleh pekerja terlalu
besar. Hal ini ditunjukkan dengan nilai indeks FTE lebih besar dari 1,28.

Apabila dilihat dari pembagian divisi, maka dapat diketahui bahwa shift
1,2,3 dan pengadaan memiliki kategori nilai FTE Overload, sehingga dapat
diartikan bahwa keempat divisi tersebut memiliki beban kerja yang dirasakan oleh
pekerja terlalu besar oleh karena itu apotek askia membutuhkan penambahan 1
(satu) pegawai untuk memenuhi kualitas dan pelayanan kefarmasian.
BAB 5
PENUTUP

5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil dari pengumpulan, pengolahan, dan analisis data yang telah
dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut.
1. Hasil observasi pada aktivitas pekerjaan Apotek Askia shift 1 menunjukan
bahwa dari 18 kegiatan memiliki waktu kerja 594 menit / 10 jam, shift 2 dari
14 kegiatan memiliki waktu kerja 827 menit / 13,8 jam, shift 3 dari 22
kegiatan memiliki waktu kerja 596 menit / 10 jam dan pengadaan dari 9
kegiatan memiliki waktu kerja 482,1 menit / 8,0 jam.
2. Hasil perhitungan waktu kerja efektif mendapatkan hasil atau total hari kerja
efektif tahun 2023 sebanyak 233 hari. Lalu mendapatkan jam kerja efektif yg
diantaranya shift 1 yaitu 4,5 jam/hari, shift 2 yaitu 4,5 jam/hari, shift 3 yaitu
6,7 jam/hari dan pengadaan 4,5 jam/hari.
3. Hasil perhitungan FTE mendapatkan nilai untuk shift 1 dengan FTE 2,2 untuk
shift 2 dengan FTE 3 untuk shift 3 dengan FTE 1,5 dan pengadaan dengan
FTE 1,7 dimana hasil keseluruhan masuk kedalam kategori Overload,
sehingga dapat diartikan bahwa keempat divisi tersebut memiliki beban kerja
yang dirasakan oleh pekerja terlalu besar. Hal ini ditunjukan dengan nilai
indeks FTE lebih besar dari 1,28.

5.2 Saran
1. Melakukan analisa beban kerja dengan menggunakan quisioner yang
dibagikan kepada pekerja.

30
DAFTAR PUSTAKA

Damayanti, M. K. (2023). an Pegawai Berdasarkan Analisis Beban Kerja Melalui


Metode FTE Pada Instansi X. Civil Service, 1-14.
Departemen Kesehatan RI, 2. (n.d.).
Herawati, a. (2017). Pengaruh LingkunganKkerja dan Disiplin Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan. agora, 5.
Herfalian, y. (2020). Pengaruh Shift Kerja Terhadap Beban Kerja dan Kinerja
Karyawan Pada Perusahaan Farmasi [Link] Medica Palembang. Bina
Darma Conference On Engineering Science, 2.
Krisna, m. (2012). Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga di Instalansi
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. tesis fakultas kesehatan
masyarakat universitan indonesia.
Kusmindari Y. H. (2020). Pengaruh Shift Kerja Terhadap Beban Kerja dan
Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Farmasi [Link] Medica Palembang.
Bina Darma Conference On Engineering Science.
Sriyanto, T. (2014). Analisis Beban Kerja Dengan Metode Full Time Equivalent
Untuk Mengoptimalkan Kinerja Karyawan Pada [Link] Internasional
TBK-Honda Sales Operation Region Semarang. Industrial Engineering
Online .
Tedy Roberto, L. N. (2022). Perencanaan Sumber Daya Manusia. Pendidikan
Tambusai, 11232-11240.
Vania sally nabila, w. s. (2022). Analisis Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV Medan . Kewarganegaraan,
2788-2797.
Wardanis, D. T. (2018). Analisis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Rumah Sakit
Bedah Surabaya Menggunakan Metode FTE.
Widharto, H. M. (2017). Workload Analysis Dengan Metode Full Time
Equivalent Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Dept.
Produksi Unit Betalactam [Link]. Industrial Engineering Online
Journal.

31
32

Zakhiya Risma, J. A. (2023). Pelaksaan Standar Pelayanan Kefarmasian di


Apotek Tegar berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesi np. 73 tahun 2016. jurnal ilmiah multidisiplin.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Izin Penelitian di Apotek Askia Bogor

33
34

Lampiran 2. Lembar Observasi

Detail Kegiatan (Detik)


Observasi Total Total
Salam & Penginputan (Detik) (Menit)
tanya data ke Penyiapan Penyerahan
jawab sistem
35

Lampiran 3. Observasi Transaksi Non Resep

Nama petugas : Maulida


Tanggal : 16 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Transaksi Non Resep

Detail Kegiatan (Detik)


Observasi Total Total
Salam & Penginputan (Detik) (Menit)
tanya data ke Penyiapan Penyerahan
jawab sistem
1.
01:23 0:15 01:36 00:21 214 3,6
2.
01:04 0:18 01:58 00:25 225 3,8
3.
01:08 0:51 01:24 00:28 231 4
4.
01:22 0:21 01:42 00:10 215 3,6
5.
01:18 0:15 01:18 00:15 186 3,1
6.
02:04 0:32 01:34 00:18 268 4,5
7.
01:10 0:50 02:23 00:32 235 3,9
8.
02:43 0:31 01:09 00:40 312 5,2
9.
01:40 0:32 00:23 00:14 169 2,8
10.
02:11 0:18 00:13 00:18 180 3,0
36

Lampiran 4. Observasi Transaksi Resep Non Racik

Nama petugas : Maulida


Tanggal : 18 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Transaksi Resep Non Racik

Detail Kegiatan (Detik)


Observa Salam & Penginput Total Total
si tanya an data ke Penyiapan Penyeraha (Detik) (Menit)
jawab sistem n
1.
02:05 04:37 03:58
00:20 660 11,0
2.
01:58 03:28 03:25
00:30 561 9,4
3.
02:53 03:22 03:12
00:25 592 9,9
4.
02:23 04:14 02:48
00:15 580 9,7
5.
02:22 04:25 02:05
00:14 546 9,1
6.
04:25 04:35 03:18
00:11 749 12,5
7.
02:00 03:52 02:03
00:22 497 8,3
8.
02:54 04:27 02:58
00:17 636 10,6
9.
02:14 03:33 02:45
00:10 522 8,7
10.
01:48 04:22 03:54
00:18 622 10,4
37

11.
02:44 02:32 03:25
00:25 546 9,1
12. 00:13 02:18 03:12 03:18 541 9,0
13. 00:12 02:05 04:26 02:22 545 9,1
14. 00:23 02:33 03:42 02:32 550 9,2
15. 00:18 02:42 03:25 03:24 589 9,8
38

Lampiran 5. Observasi Transaksi Resep Racik

Nama petugas : Maulida


Tanggal : 19 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Transaksi Resep Racik

Detail Kegiatan (Detik)


Observa Total Total
Salam & Penginputa
si (Detik) (Menit)
tanya n data ke Penyiapan Peracikan Penyeraha
jawab sistem n
1. 00:40 05:54 03:04 06:03 01:30
1031 17,2
2. 01:47 04:38 01:58 05:43 01:55
955 15,9
3. 01:21 01:05 02:57 04:55 01:45
723 12,1
4. 01:01 01:14 03:12 05:53 01:06
806 13,4
5. 00:23 01:40 03:08 03:05 01:05
611 10,2
6. 00:15 01:59 03:20 06:09 03:16
899 15,0
7. 00:52 01:40 04:20 05:13 02:29
874 14,6
8. 00:38 01:08 04:16 07:34 01:53
929 15,5
9. 00:03 02:50 00:20 12:42 00:33 989 16,5

10. 00:03 03:10 00:15 05:41 00:38 587 9,8


39

Lampiran 6. Observasi Transaksi E-commerce

Nama petugas : Maulida


Tanggal : 20 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Transaksi E-commerce

Detail Kegiatan (Detik)


Observa Total Total
si Penginputa (Detik) (Menit)
n data ke Penyiapan Packing Penyerahan
sistem
1. 01:25 00:26 00:43 00:17 161 2,7

2. 02:03 00:48 00:47 00:23 241 4,0

3. 02:00 00:44 00:57 00:16 237 4,0

4. 00:58 00:53 00:32 00:17 160 2,7

5. 01:48 00:32 00:77 00:20 237 4,0

6. 00:50 00:20 00:37 00:19 126 2,1

7. 01:04 01:16 00:36 00:08 184 3,1

8. 00:43 00:18 00:54 00:11 126 2,1


40

Lampiran 7. Observasi Penyiapan Permintaan Cabang

Nama petugas : Deva


Tanggal : 22 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Penyiapan Permintaan Cabang

Detail Kegiatan (Detik)


Observasi Total (Menit)
Penginputan Total (Detik)
data ke sistem Penyiapan Validasi

1. 02:17 05:15 02:02 574 9,6

2. 02:20 06:18 04:50 808 13,5

3. 02:22 06:12 06:04 878 14,6

4. 01:35 04:18 01:50 463 7,7

5. 00:40 02:24 00:58 242 4,0

6. 01:55 03:45 02:05 465 7,8

7. 02:59 06:43 03:40 802 13,4

8. 02:15 06:10 01:53 618 10,3


41

Lampiran 8. Observasi Pengadaan

Nama petugas : Deva


Tanggal : 19 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Pengadaan

Detail Kegiatan (Detik)


Observasi
Penerimaan barang
datang dari suplier Penginputan data ke Penginputan data ke
sistem system E-commerce
1.
01:58 00:53 00:27

2.
06:58 02:17 00:43

3.
01:45 03:43 02:02

4.
10:18 12:36 04:19
5.
05:26 02:49 01:49

6.
02:13 01:27 01:51

7.
02:01 01:57 00:33

8.
01:55 10:11 07:02

9. 01:29 01:27 02:03


42

Lampiran 9. Pengemasan Online Shop

Nama petugas : Dea


Tanggal : 22 Januari 2024
Kegiatan Observasi : Pengemasan online shop

Detail Kegiatan (Detik)


Observasi Total (Menit)
Mencetak resi Total (Detik)
pesanan Penyiapan Packing
barang

1 00:35 00:38 01:54 187 3,1

2 00:23 00:23 01:13 119 2,0

3 00:12 00:16 01:17 105 1,8

4 00:10 01:42 01:22 194 3,2

5 00:23 00:25 01:40 148 2,5

6 00:10 01:20 02:14 228 3,8

7 00:14 00:54 00:56 124 2,1

8 00:12 00:34 02:41 207 3,5

9 00:17 00:56 01:51 184 3,1

10 00:21 01:00 01:35 176 2,9


43

RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama lengkap Martha Aida Ssantiyani, dilahirkan di Bogor


pada 14 Maret 1996. Penulis merupakan anak kedua dari lima bersaudara
dari orang tua Jakaria Jhon Djawa dan Mut’ah Sri Chaeriah. Penulis pernah
melewati tahap sekolah dasar di SDN Cibinong 04. Lalu melanjutkan
sekolah menengah pertama di SMP Putra Pakuan Bogor. Lalu melanjutkan
sekolah menengah atas di SMK Kesehatan Triple “J”. Penulis
berpengalaman kerja di [Link] selamat 4 Tahun. Lalu bekerja di
Apotek Askia Bogor hingga saat ini

Anda mungkin juga menyukai