Analisa Beban Kerja FTE Apotek Askia
Analisa Beban Kerja FTE Apotek Askia
HASIL PENELITIAN
Oleh
MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM: 20012017
HASIL PENELITIAN
Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi Program
Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Teknologi Industri
dan Farmasi Bogor
Oleh
MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM: 20012017
Oleh
MARTHA AIDA SANTIYANI
NIM: 20012017
Menyetujui,
Pembimbing 1 Pembimbing 2
Pembantu Ketua I
LEMBAR PERNYATAAN
ABSTRAK
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu komponen penting dalam
organisasi sehingga keberadaannya perlu dikelola dengan [Link] Pelayanan
Kefarmasian adalah indikator yang dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan
pelayanan kefarmasian bagi tenaga kefarmasian diatur dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73. Shift kerja mempunyai berbagai definisi
tetapi biasanya shift kerja disamakan dengan pekerjaan yang dibentuk di luar jam
kerja biasa (08.00-17.00). Analisis beban kerja merupakan metode yang dapat
digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja yang optimal dalam
menyelesaikan semua tugas di bagian atau departemen pada perusahaan. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui jam kerja efektif serta beban kerja tenaga
kefarmasian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini,
menggunakan jenis penelitian deskritptis kuantitatif dengan 4 bagian kerja.
Metode pengambilan data dengan metode work sampling. Hasil aktivitas shift 1
memiliki 18 jenis kegiatan dengan total waktu kerja 10 jam, hasil aktivitas shift 2
memiliki 14 jenis kegiatan dengan total jam kerja 13,8 jam. Hasil aktivitas shift 3
memiliki 22 jenis kegiatan dengan total jam kerja 10 jam dan hasil aktivitas
pengadaan memiliki 9 kegiatan dengan total waktu kerja 8 jam. Secara
keseluruahn mendapatkan nitai FTE overload yang dimana apotek askia
membutuhkan tambahan tenaga kefarmasian.
i
MARTHA AIDA SANTIYANI. 20012017. Analisa Beban Kerja Tenaga
Kefarmasian Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) Di Apotek Askia
Bogor. Pembimbing : apt. Karuma Barza Afida, [Link]. dan apt. Dian
Puspaningrum, [Link].
ABSTRACK
Human Resources (HR) is an important component in an organization so its
existence needs to be managed well. Pharmaceutical Service Standards are
indicators used as a reference for the implementation of pharmaceutical services
for pharmaceutical personnel regulated in the Regulation of the Minister of
Health of the Republic of Indonesia Number 73. Work shifts have various
definitions but usually shift work is equated with work that is formed outside
normal working hours (08.00-17.00). Workload analysis is a method that can be
used to calculate optimal labor requirements to complete all tasks in a section or
department of the company. The aim of this research is to determine the effective
working hours and workload of pharmaceutical personnel. The research design
used in this research uses a quantitative descriptive research type with 4 working
parts. The data collection method is work sampling method. The results of shift 1
activities have 18 types of activities with a total working time of 10 hours, the
results of shift 2 activities have 14 types of activities with a total working time of
13.8 hours. The results of shift 3 activities have 22 types of activities with a total
working time of 10 hours and the results of procurement activities have 9
activities with a total working time of 8 hours. Overall, there is an FTE overload,
which means the Askia pharmacy needs additional pharmaceutical staff.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rakhmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Hasil Penelitian ini. Adapun judul Hasil Penelitian ini adalah “ Analisa Beban
Kerja Tenaga Kefarmasian Dengan Metode Full Time Equivalent (FTE) Di
Apotek Askia Bogor ”.
Hasil Penelitian ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk
memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan
Farmasi Bogor Program Studi Strata 1 Farmasi.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga tersusunnya Hasil Penelitian ini. Ucapan terima kasih
penulissampaikan terutama kepada:
1. Ibu apt. Siti Mariam, [Link]. selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi
Industri dan Farmasi Bogor.
2. Bapak Nanang Hermawan, S.T., M.K.M. selaku Wakil Ketua 1 Sekolah
Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor.
3. Bapak apt. Eem Masaenah, [Link]. selaku Kepala Program Studi S1 Farmasi
Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor.
4. Bapak apt. Karuma Barza A., [Link]. selaku Pembimbing 1 yang telah
banyak meluangkan waktu, tenaga dan perhatiannya dalam memberikan
arahan, bimbingan dan saran selama penyusunan Hasil Penelitian ini.
5. Ibu apt. Dian Puspaningrum, [Link]. selaku Pembimbing 2 yang telah
memberi bimbingan dan arahan selama saya menyusun Hasil Penelitian ini.
6. Ibu apt. Febi Ishfahani, [Link]. selaku Dosen wali yang telah memberi
bimbingan dan arahan selama saya menyusun Hasil Penelitian ini.
7. Seluruh dosen dan staf di Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi
Bogor juga seluruh karyawan dan staf di Apotek Askia yang telah membantu
penulis sampai tersusunnya Hasil Penelitian ini.
8. Kedua orang tua,bapak Jakaria Jhon Djawa dan ibu Mut’ah Sri Chaeria,
Abang saya Sandi dan adik-adik saya Ferdi, Karina dan Aurasaya yang
senantiasa tiada henti mendoakan saya, memberikan saya motivasi, semangat,
serta segala dukungan untuk keberhasilan penulis.
iii
9. Suami saya Heru Siswanto yang selalu memberikan dukungan, waktu, ide,
motivasi dan dengan sabar membantu menemani penyelesaian proposal ini.
10. Anak-anak saya [Link] Kanawa, [Link] Kanawa dan [Link] Kanawa
yang selalu menjadi penyemangat dan keceriaan kepada penulis.
11. Keluarga Besar Apotek Askia yang selalu menemani, memberi semangat dan
juga motivasi kepada penulis.
12. Serta semua pihak yang telah ikut serta membantu saya dalam penulisan dan
penyusunan Hasil Penelitian ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Hasil Penelitian ini masih banyak
kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.
Akhir kata Penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penulis
maupun rekan-rekan lainnya.
Penulis
iv
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ........................................................................................................ i
ABSTRACK .................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... vii
DAFTAR TABEL......................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... ix
BAB 1 PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ....................................................................... 3
1.3 Batasan Masalah ............................................................................ 3
1.4 Kerangka Pemikiran ....................................................................... 3
1.5 Hipotesis ........................................................................................ 4
1.6 Tujuan Penelitian ........................................................................... 4
1.7 Manfaat Penelitian.......................................................................... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... 5
2.1 Sumber daya manusia ..................................................................... 5
2.1.1 Perencanaan Sumber Daya Manusia ...................................... 5
2.1.2 Tujuan Perencanaan Sumber Daya Manusia........................... 5
2.1.3 Manfaat Perencana Sumber Daya Manusia ............................ 5
2.2 Beban Kerja ................................................................................... 6
2.2.1 Perhitungan Beban Kerja....................................................... 6
2.3 Analisis Beban Kerja ...................................................................... 9
2.4 Metode Analisis Beban Kerja menggunakan Metode (FTE) ........... 10
2.5 Apotek ......................................................................................... 10
2.5.1 Tujuan Apotek .................................................................... 11
2.5.2 Tugas dan fungsi apotek ...................................................... 11
2.6 Farmasi ........................................................................................ 11
2.6.1 Pelayanan Kefarmasian ....................................................... 12
BAB 3 METODE PENELITIAN................................................................. 13
v
3.1 Desain Penelitian.......................................................................... 13
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................... 13
3.3 Populasi dan Sampel .................................................................... 13
3.3.1 Populasi.............................................................................. 13
3.3.2 Sampel ............................................................................... 13
3.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ......................................................... 14
3.4.1 Kriteria Inklusi ................................................................... 14
3.4.2 Kriteria Eksklusi ................................................................. 14
3.5 Landasan Teori............................................................................. 14
3.6 Kerangka Konsep ......................................................................... 15
3.7 Definisi Operasional ..................................................................... 16
3.8 Prosedur Pengumpulan Data ......................................................... 17
3.8.1 Tahan Perizinan .................................................................. 17
3.8.2 Tahap Penelusuran Data ...................................................... 17
3.8.3 Tahap Pengolahan Data ....................................................... 17
3.9 Analisis Data ................................................................................ 18
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................... 19
4.1 Proses Penelitian .......................................................................... 19
4.2 Karakteristik Tenaga Kefarmasian di Apotek Askia Bogor ............ 19
4.3 Sejarah Umum Perusahaan ........................................................... 19
4.4 Activity dan Performance Sampling .............................................. 20
4.5 Waktu Kerja Efektif ..................................................................... 27
4.6 Perhitungan FTE .......................................................................... 28
BAB 5 PENUTUP ........................................................................................ 30
5.1 Simpulan...................................................................................... 30
5.2 Saran ........................................................................................... 30
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 31
LAMPIRAN .................................................................................................. 33
vi
DAFTAR GAMBAR
vii
DAFTAR TABEL
viii
DAFTAR LAMPIRAN
ix
BAB 1
PENDAHULUAN
1
2
Shift kerja mempunyai berbagai definisi tetapi biasanya shift kerja disamakan
dengan pekerjaan yang dibentuk di luar jam kerja biasa (08.00-17.00). Ciri khas
tersebut adalah kontinuitas, pergantian dan jadwal kerja khusus. Secara umum
yang dimaksud dengan Shift kerja adalah semua pengaturan jam kerja, sebagai
pengganti atau tambahan kerja siang hari sebagaimana yang biasa dilakukan.
Namun demikian adapula definisi yang lebih operasional dengan menyebutkan
jenis Shift kerja tersebut. Shift kerja disebutkan sebagai pekerjaan yang secara
permanen atau sering pada jam kerja yang tidak teratur (Kuswadji, 2007).
Menurut Munandar (2011) beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan pada
tenaga kerja atau karyawan untuk diselesaikan pada waktu tertentu dengan
menggunakan keterampilan dan potensi dari tenaga kerja. Sedangkan menurut
Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus
dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil kali antara
volume kerja dan norma waktu.
Analisis beban kerja merupakan metode yang dapat digunakan untuk
menghitung kebutuhan tenaga kerja yang optimal dalam menyelesaikan semua
tugas di bagian atau departemen pada perusahaan (Madiun, 2017). Menurut
Sugiono and Palit (2016) metode Full Time Equivalent merupakan salah satu
metode untuk menganalisis beban kerja yang berbasis waktu dengan cara
mengukur lama waktu penyelesaian pekerjaan kemudian dikonversikan ke dalam
indeks nilai FTE. Metode FTE ini memiliki tujuan yaitu menyederhanakan
pengukuran kerja dengan mengonversi jam beban kerja menjadi jumlah orang
yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu (Sari, Hardiansa and
Suryoputro, 2018). Selain itu, metode FTE akan memberikan informasi tentang
alokasi sumber daya manusia yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dan
waktu disetiap aktivitas kerja yang dapat dilihat melalui hasil pengukuran waktu
kerja yang diamati secara langsung dengan stopwatch.
Apotek Askia telah berdiri kurang lebih 5 tahun, berdasarkan hasil observasi
yang dilakukan di Apotek Askia Bogor bahwa rata-rata transaksi sekitar 312
perhari, dengan 9 tenaga kefarmasian dengan 3 shift kerja. Berdasarkan uraian di
atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di
3
1.5 Hipotesis
Terdapat ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kefarmasian dengan kebutuhan
tenaga kefarmasian.
d. Untuk mengetahui Analisa beban kerja disetiap bagian kerja di Apotek Askia
Bogor periode tahun 2023.
Dapat menjadi acuan dan bahan pembelajaran serta referensi bagi penulis lainnya
yang akan melakukan tugas akhir dengan materi yang sama.
c. Bagi penulis
Untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan penerapan ilmu yang telah
dipelajari selama perkuliahan.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Manfaat perencanaan sumber saya manusia yaitu akan membawa nilai positif
5
6
c. Proporsi waktu kerja yang digunakan untuk aktivitas yang produktif atau
tidak produktif.
d. Pola beban kerja personel dikaitkan dengan waktu, dan Schedule jam
kerja.
2) Time and Motion Study Teknik ini adalah suatu studi mengenai aktivita-
aktivitas yang dilakukan oleh pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Time and Motion Study digunakan untuk mengamati dan mengikuti
dengan cermat tentang kegiatan yang dilakukan oleh personel yang
sedang diamati. Pada teknik ini, tidak hanya akan mendapatkan beban
kerja dari personel, tetapi juga dapat mengetahui kualitas kerja dari
9
Tujuan dari perhitungan beban kerja menggunakan Teknik Time and Motion
Study antara lain:
a. Mengembangkan sistem dan metode yang lebih baik.
3) Daily log merupakan bentuk sederhana dari work sampling, dimana orang-
orang yang diteliti menuliskan sendiri kegiatan dan waktu yang digunakan
untuk kegiatan tersebut. Penggunaan tehnik ini sangat bergantung pada
kerja sama kejujuran dari personel yang diteliti. Dengan meggunakan
formulir kegiatan dapat dicatat jenis kegiatan, waktu, dan lamanya
kegiatan dilakukan.
analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang
digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan beban kerja dalam waktu
tertentu.
Menurut Dewi dan Satrya (2012) terdapat 5 (lima) langkah dalam melakukan
analisis beban kerja tersebut, yaitu:
2) Menetapkan waktu kerja yang tersedia selama satu tahun. Data yang
dibutuhkan untuk menetapkan waktu kerja dalam setahun adalah :
2.5 Apotek
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 tahun
2017, Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian oleh apoteker dan tenaga kefarmasian lainnya. Praktek kefarmasian
yang dimaksud adalah sarana pembuatan dan pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluran obat,
11
pengelolaan obat, pelayanan obat obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat,
sertapengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.
2.6 Farmasi
Menurut Undang-undang No. 36 tahun 2009 pasal 108 disebutkan bahwa
praktek kefarmasian yang pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan
farmasi, pengamanan pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau
penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan
informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan
sesuai dengan perautan perundang-undangan.
12
3.3.1 Populasi
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu
yang karakteristiknya hendak diteliti (Djarwanto,1994). Populasi penelitian ini
adalah seluruh bagian kerja tenaga kefarmasian di Apotek Askia Bogor yang
berjumlah 4 bagian kerja.
3.3.2 Sampel
sampel adalah sebagian dari populasi keseluruhan yang dipilih secara cermat
agar mewakili populasi (Sugiyono, 2013). Pada penelitian ini penentuan sampel
dilakukan dengan metode Purposive Sampling penentuan dilakukan atas
pertimbangan tertentu.
13
14
(Zimmerman, 2002). FTE adalah rasio yang menggambarkan jumlah jam dimana
seorang karyawan bekerja selama 40 jam. Dengan kata lain, jumlah jam kerja
karyawan per 40 jam tersebut diasumsikan selama 1 minggu. Dewi dan Satrya
(2012) mengungkapkan implikasi dari nilai FTE terbagi menjadi 3 jenis yaitu
overload, normal, dan underload. Berdasarkan pedoman analisis beban kerja yang
dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara pada tahun 2010, total nilai indeks
FTE yang berada di atas nilai 1,28 dianggap overload, berada diantara nilai 1
sampai dengan 1,28 dianggap normal sedangkan jika nilai indeks FTE berada
diantara nilai 0 sampai dengan 0,99 dianggap underload atau beban kerjanya
masih kurang.
Variabel bebas
Variabel terikat
1. Jam kerja efektif
Analisa beban kerja
2. Total waktu pada berdasarkan metode
setiap bagian kerja FTE
Jam kerja hari kerja selama Kalender a. Jumlah hari kerja Nominal
efektif kerja
setahun dikurangi b. Cuti tahunan
dengan jumlah
c. Hari libur nasional
hari menurut
kalender, jumlah d. Jam kerja efektif
19
20
Total
Waktu waktu
Jenis
No Satuan Frekuensi kerja kerja
kegiatan
(menit) harian
(menit)
Menghitung
8 Harian 1 3 3
kas kecil
Menghitung
laporan
9 Harian 1 8 8
penjualan
shift
Mencatat
laporan
10 Harian 1 2 2
penjualan
bulanan
Membuat
rekapitulasi
11 Harian 1 10 10
resep dokter
umum
Membuat
rekapitulasi
12 Harian 1 15 15
resep dokter
rekanan
Membuat
13 rekapitulasi
Mingguan 1 12 1,7
pembayaran
dokter umum
Membuat
rekapitulasi
14 pembayaran Mingguan 1 20 2,8
dokter
rekanan
Membalas
pesan
15 Harian 5 2 10
whatsApp
dan chat
16 Buka kasir Harian 1 1,5 1,5
Daily Review
17 Harian 1 15 15
Meeting
Cek darah
18 Harian 1 5 5
dan tensi
Total waktu
Menit 594
kerja shift 1
Jam 10
Menurut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2015) waktu kerja adalah waktu
yang dicadangkan untuk peralatan yang digunakan atau waktu kerja pegawai atau
22
pekerja. Jam kerja operasional shift 1 di Apotek Askia yaitu 420 menit atau 7 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 2. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia shift 1 menunjukan bahwa dari 18 jenis kegiatan memiliki
total waktu kerja 594 menit atau 10 jam. Kegiatan yang menjadi beban paling
tinggi yaitu pelayanan transaksi non resep total waktu kerja 259 menit, sesuai
dengan visi apotek askia dimana apotek askia ingin mencerdaskan masyarakat
indonesia dalam melakukan pengobatan mandiri dan maka dari itu target
pelanggan swamedikasi atau pelayanan transaksi non resep pada shift 1 memiliki
angka yang tinggi.
Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Membuat
rekapitulasi
10 Bulanan 1 30 1
resep
prekursor
Membuat
rekapitulasi
11 resep Bulanan 1 30 1
psikotropik
dan narkotik
12 Buka kasir Harian 1 1,5 1,5
Daily Review
13 Harian 1 15 15
Meeting
Cek darah
14 Harian 1 5 5
dan tensi
Total waktu
Menit 827
kerja shift 2
jam 13,8
Jam kerja operasional shift 2 di Apotek Askia yaitu 420 menit atau 7 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 3. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia shift 2 menunjukan bahwa dari 14 jenis kegiatan memiliki
total waktu kerja 827 menit atau 13,8 jam. Untuk kegiatan yang menjadi beban
paling tinggi pada shift 2 sama dengan seperti kegiatan pada shift 1 yaitu
pelayanan transaksi non resep dengan waktu kerja 15,1 menit. Kegiatan dengan
nilai tinggi selanjutnya yaitu pelayanan transaksi resep racikan dengan total waktu
kerja 151 menit yang dimana dihari tertentu khususnya shift 2 di apotek askia
terdapat prakter dokter spesialis dan dokter umum.
Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Pelayanan
3 transaksi resep Harian 1 15,1 15,1
racik
Pelayanan
4 transaksi e- Harian 8 3,1 24,8
commerce
Menyiapkan
5 Harian 1 1,5 1,5
modal kerja
Menghitung
6 Harian 1 2,5 2,5
kas kecil
Merapihkan
7 barang Harian 1 43 43
digudang
Membuat
catatan
8 Harian 1 4 4
penjualan
online shop
Penginputan
penjualan
9 Harian 1 15 15
barang online
shop
Menghitung
10 Harian 1 2 2
kas besar
11 Stock opname Harian 1 30 30
Membuat
rekaspitulasi
12 Harian 1 23,5 23,5
pembayaran e-
commerce
Mengecek
13 Mingguan 1 10 1,4
buffer ATK
Membuat
14 rekapitulasi Mingguan 1 20 2,8
buffer ATK
Mencetak
15 resep e- Harian 1 3 3
commerce
Update stock
16 Mingguan 2 15 4,2
onlien shop
Pengemasan
17 pesanan online Harian 10 2,8 28
shop
25
Total
Waktu
Jenis waktu
No Satuan Frekuensi kerja
kegiatan kerja
(menit)
harian
Membalas
pesan
18 Harian 5 2 10
whatsApp dan
chat
Merapihkan
19 dan merekap Mingguan 2 30 8,5
faktur
Cek darah dan
20 Harian 1 5 5
tensi
Merekapitulasi
21 Mingguan 1 92 13,1
hasil survei
Mendisplay
22 Harian\ 1 40 40
barang
Total waktu
Menit 596
kerja shift 3
Jam 10
Jam kerja operasional shift 3 di Apotek Askia yaitu 630 menit atau 10,5 jam.
Dengan jumlah pegawai yaitu 1. Sedangkan hasil observasi pada aktivitas
pekerjaan apotek askia shift 3 menunjukan bahwa dari 22 jenis kegiatan memiliki
total waktu kerja 596 menit atau 10 jam. Saat ini, masyarakat Indonesia cenderung
memilih untuk berbelanja kesehatan melalui e-commerce. Di era persaingan yang
semakin ketat di dunia perdagangan online, kepercayaan menjadi faktor utama
yang memengaruhi pilihan konsumen terhadap platform e-commerce yang mereka
gunakan. Hasil data yang didapatkan bahwa e-commerce mendapatkan total waktu
kerja 24,8 menit. E-commerce menjadi pilihan mayoritas masyarakat Pada malam
hari khususnya tengah malam. Beberapa alasan yang mendorong mereka untuk
memilih berbelanja barang tersebut melalui platform e-commerce, yakni hemat
waktu dan tenaga.
26
Setelah penentuan hari kerja efektif kemudian ditentukan jam kerja efektif
Rumus yang digunakan untuk menghitung jam kerja efektif adalah sebagai
berikut:
Sehingga dapat diketahui Jam Kerja Efektif dari masing-masing kategori adalah
sebagai berikut:
a. Shift 1
Jam Kerja Efektif = = 4,5 jam/hari
b. Shift 2
Jam Kerja Efektif = = 4,5 jam/hari
28
c. Shift 3
Jam Kerja Efektif = = 6,7 jam/hari
d. Pengadaan
Jam Kerja Efektif = = 4,5 jam/hari
Berikut adalah hasil dari perhitungan jam kerja efektif di apotek askia dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 7. Jam kerja efektif
Kategori Jam/Hari Jam/Tahun
Shift 1 4,5 1.048
Shift 2 4,5 1.048
Shift 3 6,7 1,561
Pengadaan 4,5 1.048
Waktu kerja efektif merupakan satuan waktu kerja yang digunakan dalam
setahun setelah dikurangi dengan potongan akhir kerja dan disesuaikan dengan
persen efisiensi kerja. Apotek Askia memiliki waktu kerja setiap harinya
sebanyak 7 jam untuk shift 1 yang dimulai dari pukul 07.00 – 14.00, sebanyak 7
jam untuk shift 2 yang dimulai dari pukul 14.00-21.00, sebanyak 10,5 jam untuk
shift 3 yang dimulai dari 21.00-07.30 dan sebanyak 7 jam untuk pengadaan yang
dimulai dari 09.00-16.00 memiliki waktu kerja sebanyak 6 hari dalam sepekan.
Sehingga dapat diketahui rata-rata hari kerja perbulan adalah sebanyak 25 hari
[Link] penentuan hari kerja efektif kemudian ditentukan jam kerja efektif
yaitu, Jam kerja efektif didapatkan dari nilai Total waktu Jam kerja perusahaan
yang ditetapkan sebelumnya di setiap kategori dikali total hari kerja setahun.
Berdasarkan dari perhitungan jam kerja efektif didapatkan shift 1 dengan total
waktu 1.048 jam/tahun, shift 2 dengan total waktu 1.048 jam/tahun, shift 3 dengan
total waktu 1.561 jam/tahun dan pengadaan dengan total waktui 1.048 jam/tahun.
Jam kerja
No Divisi Beban kerja FTE People
efektif
1 Shift 1 10 4,5 2,2 2
2 Shift 2 13,8 4,5 3 3
3 Shift 3 10 6,7 1,5 1
4 Pengadaan 8,0 4,5 1,7 1
Total 8,4 7
Apabila dilihat dari pembagian divisi, maka dapat diketahui bahwa shift
1,2,3 dan pengadaan memiliki kategori nilai FTE Overload, sehingga dapat
diartikan bahwa keempat divisi tersebut memiliki beban kerja yang dirasakan oleh
pekerja terlalu besar oleh karena itu apotek askia membutuhkan penambahan 1
(satu) pegawai untuk memenuhi kualitas dan pelayanan kefarmasian.
BAB 5
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil dari pengumpulan, pengolahan, dan analisis data yang telah
dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut.
1. Hasil observasi pada aktivitas pekerjaan Apotek Askia shift 1 menunjukan
bahwa dari 18 kegiatan memiliki waktu kerja 594 menit / 10 jam, shift 2 dari
14 kegiatan memiliki waktu kerja 827 menit / 13,8 jam, shift 3 dari 22
kegiatan memiliki waktu kerja 596 menit / 10 jam dan pengadaan dari 9
kegiatan memiliki waktu kerja 482,1 menit / 8,0 jam.
2. Hasil perhitungan waktu kerja efektif mendapatkan hasil atau total hari kerja
efektif tahun 2023 sebanyak 233 hari. Lalu mendapatkan jam kerja efektif yg
diantaranya shift 1 yaitu 4,5 jam/hari, shift 2 yaitu 4,5 jam/hari, shift 3 yaitu
6,7 jam/hari dan pengadaan 4,5 jam/hari.
3. Hasil perhitungan FTE mendapatkan nilai untuk shift 1 dengan FTE 2,2 untuk
shift 2 dengan FTE 3 untuk shift 3 dengan FTE 1,5 dan pengadaan dengan
FTE 1,7 dimana hasil keseluruhan masuk kedalam kategori Overload,
sehingga dapat diartikan bahwa keempat divisi tersebut memiliki beban kerja
yang dirasakan oleh pekerja terlalu besar. Hal ini ditunjukan dengan nilai
indeks FTE lebih besar dari 1,28.
5.2 Saran
1. Melakukan analisa beban kerja dengan menggunakan quisioner yang
dibagikan kepada pekerja.
30
DAFTAR PUSTAKA
31
32
33
34
11.
02:44 02:32 03:25
00:25 546 9,1
12. 00:13 02:18 03:12 03:18 541 9,0
13. 00:12 02:05 04:26 02:22 545 9,1
14. 00:23 02:33 03:42 02:32 550 9,2
15. 00:18 02:42 03:25 03:24 589 9,8
38
2.
06:58 02:17 00:43
3.
01:45 03:43 02:02
4.
10:18 12:36 04:19
5.
05:26 02:49 01:49
6.
02:13 01:27 01:51
7.
02:01 01:57 00:33
8.
01:55 10:11 07:02
RIWAYAT HIDUP