0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan138 halaman

Aspek Legal dan Etik Terapi Komplementer

Diunggah oleh

rifky maulani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan138 halaman

Aspek Legal dan Etik Terapi Komplementer

Diunggah oleh

rifky maulani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Aspek Legal Etik Keperawatan

Komplementer
Outline
• Dasar hukum
• Klasifikasi pengobatan tradisional dan
terapi komplementer
• Penyelenggara pengobatan
komplementer
• Aspek etik dalam terapi komplementer
• Tren isu terapi komplementer obatan
tradisional dan terapi komplementer
Kesehatan
Proses dimana kita membentuk kembali dasar asumsi
dan pandangan dunia tentang kesejahteraan dan
melihat kematian sebagai proses alami kehidupan
(Dossey & Keegan, 2008)
Keyakinan
kesehatan
kesehatan

Nilai-nilai

Kesejahteraan, harmoni, kesatuan


Terapi di Keperawatan
Konsep diri sebagai penyembuh yang harus dipahami
dan dilakukan oleh setiap perawat sebagai
pengetahuan dan keterampilan sebagai pengiriman,
arahan atau konseling pasien dalam menggunakan
berbagai terapi.

Terapi Komplementer
Thomas Friedman (2005) bahwa saat ini dunia
kesehatan, termasuk salah satunya praktisi
keperawatan masih bingung tentang apa itu terapi
komplementer

Survey Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tentang


penggunaan pengobatan tradisional termasuk di
dalamnya pengobatan komplementer alternatif yang
meningkat dari tahun ke tahun dan digunakan oleh 40
% penduduk Indonesia (Depkes, 2010).
Surat Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan
Medik telah ditetapkan 12 (dua belas) Rumah Sakit
Pendidikan yang melaksanakan pelayanan
pengobatan komplementer tradisional - alternatif:

RS Kanker Dharmais Jakarta, RSUP Persahabatan


Jakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUP Prof.
Dr. Kandau Menado, RSUP Sanglah Denpasar,
RSUP Dr. Wahidin Sudiro Husodo Makassar, RS
TNI AL Mintoharjo Jakarta, RSUD Dr. Pringadi
Medan, RSUD Saiful Anwar Malang, RS Orthopedi
Prof. Dr. R. Soeharso Solo, RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta, RSUP Dr. Suraji Tirtonegoro Klaten.
Menteri Kesehatan telah mengarahkan bahwa RS
Pendidikan Vertikal harus ada pengobatan komplementer
tradisional alternatif yaitu ramuan jamu sedangkan herbal
yang lain bisa setelah itu (BUK DEPKES, 2010).

Perawat di rumah sakit tersebut untuk menguasai


metode pengobatan komplementer-alternatif

Memberikan asuhan keperawatan yang sesuai


Pengobatan Komplementer Tradisional Alternatif

Pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk


meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi
upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan
kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi
berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik dan belum
diterima dalam kedokteran konvensional.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Terapi adalah usaha untuk memulihkan


kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan
penyakit; perawatan penyakit. Komplementer
adalah bersifat melengkapi, bersifat
menyempurnakan
WHO (World Health Organization)

Pengobatan komplementer adalah pengobatan


non-konvensional yang bukan berasal dari
negara yang bersangkutan

untuk Indonesia jamu misalnya, bukan termasuk


pengobatan komplementer tetapi merupakan
pengobatan tradisional.
Jenis pelayanan pengobatan komplementer alternatif
(Permenkes RI, Nomor : 1109/Menkes/Per/2007)

1. Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body


interventions) : Hipnoterapi, mediasi, penyembuhan
spiritual, doa dan yoga
2. Sistem pelayanan pengobatan alternatif : akupuntur,
akupresur, naturopati, homeopati, aromaterapi, ayurveda
3. Cara penyembuhan manual : chiropractice, healing touch,
tuina, shiatsu, osteopati, pijat urut
4. Pengobatan farmakologi dan biologi : jamu, herbal, gurah
5. Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan : diet
makro nutrient, mikro nutrient
6. Cara lain dalam diagnosa dan pengobatan : terapi ozon,
hiperbarik, EECP (Depkes, 2010)
Dasar Hukum
1. Undang-Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
- Pasal 1 butir 16 Definisi
- Pasal 48 Pelayanan kesehatan tradisional
- Bab III Pasal 59 s/d 61 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisonal
1. Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. : 1076/Menkes/SK/2003
tentang pengobatan tradisional
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. : 1109/Menkes/Per/IX/2007
tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di
fasilitas pelayanan kesehatan.
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI, No. 120/Menkes/SK/II/2008
tentang standar pelayanan hiperbarik
4. Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, No.
HK.03.05/I/199/2010 tentang pedoman kriteria penetapan metode
pengobatan komplementer alternatif yang dapat diintegrasikan di
fasilitas pelayanan kesehatan
Pengobatan tradisional adalah pengobatan yang
sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan
secara turun temurun pada suatu negara.
Undang-Undang RI No. 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan pasal 1 butir 16

Pelayanan kesehatan tradisional adalah


pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan
obat yang mengacu pada pengalaman dan
keterampilan turun temurun secara empiris yang
dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan
sesuai dengan norma yang berlaku di
masyarakat.
Undang-Undang nomor 36 tahun 2009
tentang kesehatan pada pasal 59

Pelayanan kesehatan tradisional terbagi


menjadi pelayanan kesehatan tradisional
yang menggunakan keterampilan dan yang
menggunakan ramuan.
KLASIFIKASI BATTRA
(Pasal 59 ayat 1 UU 36/2009)

Dikelompokkan berdasarkan metode


yang dominan digunakan

RAMUAN KETERAMPILAN

MANUAL ALAT/TEKNOLOGI MENTAL/[Link]

Battra Battra Battra Battra


pijat urut, akupunktur, reiki, qigong,
Jamu, Gurah,
shiatsu, chiropraksi, kebatinan,
Homoeopath,
patah battra bekam, tenaga dalam,
Aromaterapi,
tulang, Pnta-kecantikan paranormal,
SPA terapi,
refleksi, Hipnoteraphi
Sinshe,
Api/sengat terapi akupressur
17
Undang-Undang nomor 36 tahun 2009
pasal 60

Setiap orang yang melakukan pelayanan


kesehatan tradisional yang menggunakan
alat dan teknologi harus dapat izin dari
lembaga kesehatan yang berwenang dan
harus dapat dipertanggungjawabkan
manfaat dan keamanannya serta tidak
bertentangan dengan norma agama dan
kebudayaan masyarakat.
Undang-Undang nomor 36 tahun 2009
pasal 61

Masyarakat diberi kesempatan yang


seluas-luasnya untuk mengembangkan,
meningkatkan, dan menggunakan pelayanan
kesehatan tradisional yang dapat
dipertanggungjawabkan manfaat dan
keamanannya.
KMK RI No 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional pasal 1 ayat 1

Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan/atau


perawatan dengan cara, obat dan pengobatnya yang
mengacu kepada pengalaman, ketrampilan turun
temurun, dan/atau pendidikan/pelatihan, dan
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam
masyarakat.
KMK RI No 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional pasal 1 ayat 2 dan 3

2. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan


yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan,
bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau
campuran bahan tersebut yang secara turun
temurun telah digunakan untuk pengobatan
berdasarkan pengalaman
3. Pengobat tradisional adalah orang yang melakukan
pengobatan tradisional/ alternative .
Pemenkes RI No 1109/ MENKES/PER/IX/2007 tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer Alternatif di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan pasal 1 ayat 1

Pengobatan komplementer alternative adalah


pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan
rehablitatifyang diperoleh melalui pendidikan
terstruktur dengan kualitas, keamanan, dan
efektifitas yang tinggi yang berlandaskan ilmu
pengetahuan biomedik, yang belum diterima dalam
kedokteran konvensional
KLASIFIKASI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN KOMPLEENTER-ALTERNATIF
Menurut KMK RI No 1076/MENKES/SK/VII/2003 pasal 3 ayat 2 pengobatan
tradisional diklasifikasikan

1. Pengobat tradisional ketrampilan terdiri dari pengobat tradisional


pijat urut, patah tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresuris,
akupunkturis, chiropractor dan pengobat tradisional lainnya yang
metodenya sejenis.
2. Pengobat tradisional ramuan terdiri dari pengobat tradisional
ramuan Indonesia (Jamu), gurah, tabib, shinshe, homoeopathy,
aromatherapist dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya
sejenis.
3. Pengobat tradisional pendekatan agama terdiri dari pengobat
radisional dengan pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu,
atau Budha.
4. Pengobat tradisional supranatural terdiri dari pengobat tradisional
tenaga dalam (prana), paranormal, reiky master, qigong, dukun
kebatinan dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
Pemenkes RI No 1109/ MENKES/PER/IX/2007 pasal 4 ayat 1
ruang lingkup pengobatan komplementer alternative
1. Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body
interventions)
2. System pelayanan pengobatan alternative (alternative
system of medical practice)
3. Cara penyembuhan manual (manual healing methods)
4. Pengobatan farmakologi dan biologi (pharmacologic
and biologic treatments)
5. Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan
(diet and nutrition the prevention and treatment of
disease)
6. Cara lain dalam diagnose dan pengobatan (unclassified
diagnostic and treatment menthod)
Keputusan menteri Kesehatan RI Nomor
HK03.01/60/I/2010 tentang Rencana Strategis
Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014

Pelayanan Kesehatan Tradisional


menyatakan luaran yang akan dicapai
adalah meningkatnya pembinaan dan
pengawasan terhadap penyelenggaraan
pelayanan kesehatan tradisional.
Alternatif, dan komplementer
PENYELENGGARAAN PENGOBATAN TRADISIONAL DI
MASYARAKAT (KMK RI No 1076/MENKES/SK/VII/2003)
Pengobat Tradisional
Daftar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat

Rekomendasi
- Pengobat tradisional supranatural : Kejaksaan
Kabupaten/Kota
- Pengobat pendekatan agama: Kantor
Departemen Agama Kabupaten/Kota (pasal 4)

Surat Terdaftar Pengobat Tradisional


(STPT) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

Penapisan:
- Faktor pemanfaatan pengobatan tradisional
- Faktor sistem/cara/ilmu pengobat tradisional
- Faktor Pengembangan

Surat Izin Pengobat Tradisional (SIPT)


PENYELENGGARAAN PENGOBATAN TRADISIONAL DI
MASYARAKAT (KMK RI No1076/MENKES/SK/VII/2003)
Pasal 4 rekomendasi Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota setempat, untuk mencegah adanya keresahan
masyarakat tentang aliran sesat

Pasal 9-11 Pengobat tradisional dilakukan uji kompetensi ( baru akupunturis) dan diikutsertakan dalam sarana pelayanan kesehatan

Pasal 12-15 Semua tindakan harus mendapat persetujuan lisan atau tertulis dari pasien/keluarga. Khusus untuk tindakan pengobatan
tradisional yang mengandung risiko tinggi bagi pasien harus dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang
berhak memberikan persetujuan

Pasal 16 Dalam melaksanakan pengobatannya, pengobat tradsional boleh menggunakan peralatan yang aman tetapi dilarang
untuk menggunakan peralatan kedokteran atau penunjang diagnostic kedokteran

Pasal 19 Pengobat tradisional harus membuat catatan status pasien dan wajib melaporkannya ke Kepala Dinkes Kabupaten/Kota
setiap 4 bulan

Pasal 22 Pengobat tradisional juga wajib merujuk pasien gawat darurat atau yang tidak mampu ditangani ke sarana pelayanan
kesehatan

Pasal 31 Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pengobatan tadisional dilakukan oleh Kadinkes Kabupaten/ Kota, Kepala
Puskesmas atau UPT yang ditugasi
PENYELENGGARAAN PENGOBATAN KOMPLEMENTER-
ALTERNATIF DI SARANA KESEHATAN
(Pemenkes RI No 1109/ MENKES/PER/IX/2007)

Pasal 5 Pengobatan komplementer alternative dapat dilaksanakan di sarana pelayanan kesehatan jika aman,
bermanfaat, bermutu dan terjangkau

Pasal 10 Praktik perorangan pengobatan komplementer alternative hanya bisa dilaksanakan oleh dokter atau
dokter gigi, sedangkan praktik berkelompok harus dipimpin oleh dokter atau dokter gigi

Pasal 14 dokter dan dokter gigi adalah pelaksana utama pengobatan komplementer alternative, sedangkan
tenaga kesehatan yang lain berfungsi membantu dokter atau dokter gigi dalam melaksanakannya
PENYELENGGARAAN PENGOBATAN
KOMPLEMENTER-ALTERNATIF DI SARANA KESEHATAN
(Pemenkes RI No 1109/ MENKES/PER/IX/2007)

RS pendidikan

RS non
Puskesmas
pendidikan

Sarana
pelayanan
praktik kesehatan
RS Khusus
berkelompok

praktik
RS swasta
perorangan
POLIKLINIK KOMPLEMENTER ALTERNATIF

PASEIN AKUPUNTUR
PENATALASANAAN

POLI
KOMPLEMENTER PIJAT
ALTERNATIF

HERBAL
DOKTER: PEMERIKSAAN
PENUNJANG
ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
DIAGNOSIS/DIAGNOSIS APOTIK
BANDING KONSUL POLI
LAIN
ASPEK ETIK DALAM TERAPI KOMPLEMENTER ALTERNATIF DAN
TRADISIONAL
(Kerry, 2003; Silva & Ludwick, 2001)

• Aspek kejujuran dan integritas

• Beneficience, non-maleficiance dan konsen

• Conflict of interest

• Justice
TREN ISU TERAPI KOMPLEMENTER ALTERNATIF DAN
TRADISIONAL
Meningkatnya akses dalam informasi kesehatan

Meningkatnya prevalensi dari penyakit kronis

Meningkatnmya rasa membutuhkan suatu kualitas hidup

Menurunnya semangat/keinginan dalam scientific breakthroughs

Meningkatnya interest tentang spiritualitas

Berkurang nya toleransi dalam paternalistik


Garis besar prinsip praktik terapi komplementer
menurut Curtis (2004)

Tingkat
Menganjurkan
sensitivitas
Berhati-hati pasien untuk
terhadap
terhadap hati-hati dalam
Menghargai pasien harus Dorong pasien
Menghargai pasien yang setiap
etnis, umur tinggi, terkait untuk lebih
otonomi tidak pernah keputusannya
dan status keinginan dan selektif dalam
pasien konsul ke dan tetap
social penolakan memilih terapi
medis terkait menjalani
terhadap
penyakitnya terapi medis
terapi
konvensional
komplementer
Daftar Pustaka
1. Breen, Kerry. Dec 2003Ethical issues in the use of complementary medicines ProQuest Research Library diakses pada 24 maret 2012
2. Curtis, P.2004. Safety Issues in Complementary & Alternative Health Care. Program on Integrative Medicine, School of
Medicine,University of North Carolina
3. Depkes RI. 2010. Pengobatan Komplementer Tradisional Alternatif. Diakses dari
[Link]
4. Hilsden and Verhoef. (1999). Complementary therapies: Evaluating their effectiveness in cancer. Patient Education and Counseling.
3892), 102
5. Jonas,W.B. (1998). In Complementary and Alternative Health Practice and Therapies-A Canadian Overview Prepared for Strategies and
Systems for Health Directorate, Health Promotion and Programs Branch,
6. Health Canada (1999). Toronto, ON:York University Centre for Health Studies
7. Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 1076/ Menkes/ SK/VII/ 2003 Tentang penyelenggaraan Pengobatan
Tradisional
8. Keputusan Menteri Kesehatan RI, No. 120/Menkes/SK/II/2008 Tentang Standar Pelayanan Hiperbarik
9. Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, No. HK.03.05/I/199/2010 Tentang Pedoman Kriteria Penetapan Metode
Pengobatan komplementer â alternatif yang dapat diintegrasikan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
10. LaValley and Verhoef. (1995) Integrating Complementary Medicine and Health Care Services into Practice Canadian Medical
Association Journal, 153(1), 45-46
11. Mary Cipriano Silva, PhD, RN, FAAN dan Ruth Ludwick, PhD, RN, C. november 2001. Ethics: Ethical Issues in Complementary/Alternative
Therapies.
[Link] diakses
pada 24 maret 2012
12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1109/Menkes/PER/IX/2007 Tentang Peneyelenggaraan Pengobatan
Komplementer alternative di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
13. Thome,S.S.(2001). Complementary and Alternative Medicine: Critical Issue of Nursing Practice and Policy. Canadian Nurse, 97 (4),27.
14. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
Bentuk Therapy Komplomenter
Biological Based Therapy
Kelompok 1
1. Windi Rismayanti (CKR0210088)
2. Melinda Indriani (CKR0210190)
3. Nuzullul Ramdhiany (CKR0210196)
4. Shalma Dwi Fitria (CKR0210203)
5. Uvi Randri (CKR0210211)
6. Widiya Pinkan (CKR0210212)
Terapi Komplementer
Terapi komplementer adalah terapi tradisional yang diberikan sebagai
pendamping pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan
terapi tradisional ke dalam pengobatan modern (Andrews et al., 2020)
Terapi komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan
holistik. Pendapat ini didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi
individu secara menyeluruh yaitu sebuah keharmonisan individu untuk
mengintegrasikan pikiran, badan, dan jiwa dalam kesatuan fungsi (Smith
et al., 2019).
Peran Perawat Dalam Teraphy Komplementer
Perawat dapat berpartisipasi dalam perawatan komplementer sebagai salah satu
tenaga kesehatan. Arah perkembangan kebutuhan masyarakat dan keilmuan
mendukung penguatan peran perawat dalam terapi komplementer, karena banyak
profesi keperawatan lanjutan yang justru berangkat dari bentuk asuhan alternatif atau
tradisional.
Adapun peran perawat dalam terapi komplementer diantaranya sebagai:
1. Cargiver 5. Advokat
2. Edukator 6. Konsultan
3. Konselor 7. kolaborator
4. Koordinator
Definisi Biological Based Therapy
Biologically based practice atau terapi biologis merupakan salah satu kategori
utama dari terapi komplementer dan alternatif. Secara umum Biologically based
practice adalah penggunaan bahan-bahan yang berasal dari alam untuk mempengaruhi
proses fisiologis tubuh dan meningkatkan kesehatan (Andrews et al., 2020).
Penggunaan paling umum terapi biologis adalah untuk obesitas,, meningkatkan
pembentukan otot dan kinerja, meningkatkan Kesehatan menyeluruh dan
kesejahteraan, mengobati dan mencegah penyakit /contohnya flu dan demam, dan
mengurangi depresi.
Jenis Terapi Komplementer
Secara Biologis

Terapi nutrisi Terapi jus

Diet mikrobiotik Suplemen makanan


Manfaat Terapi Secara Biologis
1. Membunuh sel kanker
2. Mengontrol proses yang memungkinkan tumbuh kanker.
3. Mengganggu pola pertumbuhan sel kanker
4. Menghentikan proses pembentukan sel kanker dari sel normal
5. Meningkatkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki atau mengganti sel - sel normal
yang rusak atau hancur
6. Mencegah sel kanker menyebar
7. Meningkatkan kerentanan sel kanker untuk hancur oleh sistem kekebalan tubuh
8. Meningkatkan aktivitas sel T, sel-sel pembunuh alamidan makrofag , mempromosikan
pembunuhan sel kanker
Keperawatan Komplementer Berbasis Biologis
1. Jamu
Jamu merupakan bahan obat alam yang sediaannya masih berupa simplisia
sederhana, seperti irisan rimpang, daun atau akar kering. Sedang khasiatnya dan
keamanannya baru terbukti setelah secara empiris berdasarkan pengalaman
turun-temurun.
2. Obat Herbal Terstandar (Scientific Based Herbal Medicine)/OHT
OHT adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan
khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah
distandarisasi (BPOM, 2010).
3. Fito farmaka
Kelas yang lebih tinggi dari OHT adalah fitofarmaka. Agar suatu obat bahan
alam dapat digolongkan sebagai fitofarmaka, maka obat bahan alam tersebut
harus melewati tahapan uji klinik.
4. Food suplemen
Food suplemen atau dietary suplemen adalah produk kesehatan yang
mengandung satu atau lebih zat yang bersifat nutrisi atau obat yang dikemas
dalam bentuk kapsul, kapsul lunak, tablet, bubuk atau cairan yang berfungsi
sebagai pelengkap kekurangan zat gizi dalam tubuh.
5. Tanaman Obat
Tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksi dan ekstrak tumbuhan tersebut
dipakai sebagai obat. Tanaman obat adalah obat tradisional yang terdiri dari
tanaman-tanaman yang mempunyai khasiat untuk obat atau dipercaya
mempunyai khasiat sebagai obat.
Adapun Jenis-jenis Tanaman Obat adalah Jenis tanaman yang berkhasiat obat
antara lain adalah:"gandarusa, daun ungu, kembang coklat, pegagan, tapak dara,
pepaya, greges otot, peria, cocor bebek, jarak parak, gedung hitam, kayu Aceh,
tebu hitam, iler, kumis kucing, kacar, jambu biji, kayu usin, pandan wangi,
lomba, brotoli, serei, ginseng, rimbang, kayu gambir, bangle, rimbang, jerango,
temu lawak, kunyit, lempunyang, lengkuas, dan jahe"
Penggunaan Biological Based Therapy
Adapun Penggunaan Biological Based Therapy sebagai berikut :

• Zona. Digunakan untuk menyeimbangkan insulin dan hormon lain untuki


kesehatan yang optimal.
• Diet Makribiotik. Awalnya digunakan dalam manajemen berbagai kanker.
Penekanan pada semua biji-bijian padi, sayur-sayuran, dan makanan yang
tidak diawetkan.
• Pengobatan ortomelekular (megavitamin). Diet mengobati kanker, skizofrenia,
penyakit autis, dan penyakit kronis tertentu seperti hiperkolesterolemia dan
penyakit arteri koroner.
• European phytomedicines produk yang dikembangkan di bawah kontrol
kualitas yang ketat pada pabrik farmasi yang berpengalaman, dibungkus
secara profesional dalam tablet atau kapsul. Contoh obatobatan herbal yang
telah diteliti dengan baik adalah gingko biloba, susu dari tanaman liar, dan
bilberry.
• Obat-obatan tradisional herbal China: lebih dari 50.000 jenis tabaman obat,
banyak yang telah diteliti secara luas. Herbal dipertimbangkan sebagai
tulang belakang pengobatan.
• Herbal Ayuveda sistem herbal tradisional Hindu yang telah digunakan
lebih dari 2000 tahun
Kesimpulan
Terapi komplementer merupakan terapi tambahan bersamaan dengan terapi
utama dan berfungsi sebagai terapi suportif untuk mengontrol gejala,
meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi terhadap penatalaksanaan
pasien secara keseluruhan.
Macam macam keperawatan komplementer berbasis biologis adalah jamu,
obat herbal terstandar, fito farmaka, food suplemen, dan tanaman obat yang
berfungsi sebagai terapi suportif untuk mengontrol gejala, meningkatkan
kualitas hidup, dan berkontribusi terhadap penatalaksanaan pasien, diperoleh
melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang
tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik yang ditujukan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif.
Terimakasih
TERAPI KOMPLEMENTER

MIND BODY
THERAPY
KELOMPOK 2
ANGGOTA
NAMA
Dosen Mata Kuliah : Ns. Ranto Karyanto,[Link].,[Link]

 Amanda Tri Fitria (CKR0210176)


 Nurul Dian Kartika (CKR0210195)
 Mery Siti Maryam (CKR0210191)
 Rifky Maulani (CKR0210199)
 Rizky Prananda (CKR0210202)
 Shinta Permatasari (CKR0210204)
DEFINISI
DEFINISI TERAPI KOMPLEMENTER

Terapi Komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan


sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai
pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis yang Konvensional.

Kategori terapi konmpkementer menurut NCCAM adalah sebagai berikut :


1. Terapi pikiran, tubuh ( mind – body terapies)
2. Terapi berbasis biologi ( biologokalli based terapies)
3. Terapi manipulatife dan berbasis tubuh (manipulatife and body based terapies)
4. Terapi energi yang termasuk dalam kategori energi hayati bioelektro magnetik
(energi and biofild terapies)
MIND BODY
THERAPY

Pada terapi pikiran tubuh, individu berfokus pada


penyejajaran atau penciptaan keseimbangan proses
mental guna menimbulkan penyembuhan. Advokat terapi DEFINISI
ini perlu menghindari mempromosikan gagasan Pikiran
menyembuhkan melalui “kendali” kesadaran. Fokus terapi
pikiran tubuh adalah menciptakan keseimbangan pikiran,
emosi, atau pernafasan tersebut. Karena individu adalah
satu kesatuan yang utuh hal ini dapat membantu
memulihkan kedamaian dan keseimbangan.
JENIS - JENIS MIND BODY
RELAKSASI PROGRESIF
01 Tekhnik relaksasi banyak digunakan guna menurunkan tingkat
stress dan nyeri kronis. Tekhnik relaksasi memungkinkan klien
mengendalikan respon tubuhnya terhadap ketegangan dan
kecemasan.

02 UMPAN BALIK HAYATI


Umpan balik hayati merupakan tekhnik yang mengajarkan berbagai

THERAPY
bentuk relaksasi dengan memberikan respon dari proses fisiologis.
Motivasi terapi ini untuk meningkatkan aliran darah pasien, sementara
fokusnya adalah mengajarkan klien untuk releks.

03 IMAJINASI
Imajinasi didefinisikan sebagai “ penggunaan manfaat kekuatan
imajinasi secara sadar dengan maksud mengaktifkan penyembuhan
biologis, psikologis, atau spiritual”

04 YOGA
Yoga adalah bentuk latihan fisik yang melibatkan serangkaian
gerakan tubuh, pernapasan, meditasi, dan relaksasi. Praktik
yoga menggabungkan aspek fisik, mental, dan spiritual untuk
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

05 MEDITASI
Meditasi adalah sebuah tekhnik yang digunakan untuk
menenangkan fikiran dan memfokuskan fikiran pada masa
sekarang serta untuk melepaskan rasa takut, ansietas dan
memfokuskan keraguan yang berkaitan dengan masa lalu dan
masa datang.
BERDOA

JENIS - JENIS MIND BODY


Berdoa hampir sama dengan meditasi tetapi ditujukan untuk
06 berkomunikasi dengan Tuhan, dibantu pemula agama, berdoa dapat
dilakukan secara individu atau dalam kelompok dan bahkan dapat
dilakukan dengan jarak jauh oleh individu yang tidak dikenal untuk orang
yang didoakan sembuh tersebut
THERAPY MUSIC
07 Terapi musik dapat disebut sebagai ilmu perilaku yang berkaitan
dengan pemakaian musik yang sistematik untuk menimbulkan musik

THERAPY
yang rilaksasi dan perubahan mosi, perilaku, dan fisiologis yang
diinginkan

HUMOR DAN TERTAWA


08 Humor dalam keperawatan didefinisikan sebagai membantu klien “menerima,
menghargai dan mengungkapkan sesuatu yang lucu, dapat ditertawakan, atau
menggelikan dan upaya membina hubungan, meredakan ketegangan,
melepaskan kemarahan, memfasilitasi belajar, atau mengatasi perasaan yang
menyakitkan
09 HIPNOSIS
Hipnosis adalah perubahan status kesadaran saat konsentrasi individu
terfokus dan distraksi minimal. Hipnosis dapat digunakan untuk
mengendalikan nyeri, mengubah fungsi tubuh, dan mengubah kebiasaan
gaya hidup.
AROMATHERAPY
10
Sekarang ahli aromaterapi menggunakan minyak esensial untuk
meningkatkan hasil kesehatan yang positif termasuk perbaikan
alam persaan, edema, jerawat, alergi, memar dan stress.
Beberapa manfaat fisik dari terapi pikiran tubuh:

MANFAAT THERAPY
PIKIRAN TUBUH
● Sisanya-sedalam diukur dengan tingkat ● Penurunan kadar kolesterol. Kolesterol
metabolisme menurun, denyut jantung tinggi berhubungan dengan penyakit
lebih rendah, dan mengurangi beban kardiovaskular.
kerja jantung. ● Peningkatan aliran udara ke paru-paru
● Menurunkan kadar kortisol dan laktat-dua sehingga bernapas lebih mudah. Ini telah
bahan kimia yang terkait dengan stres. sangat membantu untuk pasien asma.
● Pengurangan radikal bebas-molekul ● Biologis lebih muda usia. Pada ukuran
oksigen tidak stabil yang dapat standar penuaan jangka panjang
menyebabkan kerusakan jaringan. Meditasi Transendental (TM) praktisi
Mereka sekarang dianggap sebagai (lebih dari lima tahun) diukur 12 tahun
faktor utama dalam penuaan dan dalam lebih muda dari usia kronologis mereka.
berbagai penyakit. ● Tinggi tingkat DHEAS pada orang tua.
● Penurunan tekanan darah tinggi. Tanda tambahan kemudaan melalui
● Tinggi resistensi kulit. Resistensi kulit Meditasi Transendental (TM); tingkat
yang rendah berkorelasi dengan stres lebih rendah dari DHEAS berhubungan
tinggi dan tingkat kecemasan. dengan penuaan.
MANFAAT THERAPY
PIKIRAN TUBUH

Beberapa manfaat psikologis dari terapi pikiran tubuh:


• Peningkatan gelombang otak koherensi. Harmony
aktivitas gelombang otak di bagian berbeda dari
otak dikaitkan dengan kreativitas yang lebih besar,
peningkatan penalaran moral, dan IQ lebih tinggi.
• Penurunan kecemasan.
• Penurunan depresi.
• Penurunan iritabilitas dan kemurungan.
• Peningkatan kemampuan belajar dan memori.
• Peningkatan aktualisasi diri.
• Peningkatan perasaan vitalitas dan peremajaan.
• Peningkatan kebahagiaan.
• Peningkatan stabilitas emosi.
PIKIRAN TUBUH
INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI TERAPI
01 02 03
Psikopat dan sikopat Selalu diam dan/atau autistic Delusi yang tidak
terkontrol

04 05 06
Klien yang mudah Pasien rehabilitasi ambulatory Pasien dengan ego psiko
bosan patologi berat
STAGE 1

APLIKASI KLINIK DI INDONESIA


Perawat berperan untuk memberikan asuhan keperawatan yang
bersifat komprehensif pada klien. Oleh karena itu, perhatian perawat
tidak hanya berfokus pada perubahan-perubahan fisik yang ada pada
klien, namun juga berfokus pada aspek etik dan juga psikososial klien.

STAGE 2
Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mengurangi
kecemasan (psikososial) dianggap data mempertahankan
imunitas dan dapat memperlambat proses penyakit klien.
Intervensi yang dilakukan akan dapat mencapai hal tersebut
dengan cara mengarahkan neuroendokrin ke arah yang lebih
kondusif sehingga dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh
yang optimal.

STAGE 3
Terapi meditasi sebagai salah satu dari sekian banyak terapi
komplementer yang ada, merupakan salah satu alternatif yang dapat
dilakukan oleh perawat. Dengan memfokuskan perhatian, pikiran, emosi,
sensasi dan persepsi secara rutin maka klien dapat merasakan
ketenangan, kedamaian, Tentunya hal ini dapat menyebabkan kestabilan
pada hormon tubuh sehingga kecemasan dapat berkurang / dihindari.
— KESIMPULAN
Pada terapi pikitan tubuh, individu berfokus pada penyejajaran atau penciptaan keseimbangan proses mental
guna menimbulkan penyembuhan. Advokat terapi ini perlu menghindari mempromosikan gagasan Pikiran
menyembuhkan melalui “kendali” kesadaran. Fokus terapi pikiran tubuh adalah menciptakan keseimbangan
pikiran, emosi, atau pernafasan tersebut. Karena individu adalah satu kesatuan yang utuh hal ini dapat
membantu memulihkan kedamaian dan keseimbangan”.
TERIMAKASIH
MANIPULATIVE BASED
THERAPY
Disusun oleh :
1. Dhiva Sandra S(CKR0210108)
2. Gita Mulyati (CKR0210184)
3. Intan Nurlia(CKR0210185)
Kelompok 3
4. Maryati(CKR0210189)
5. Siti Maesyaroh (CKR0210205)
6. Sutia Haryati(CKR0210209)
PENGERTIAN

Manipulative and body based methode adalah metode


pengobatan yang menggunakan perangsangan pada tubuh untuk
mengembalikan fungsi normal tubuh. Perangsangan ini dapat
berupa sentuhan, tekanan, atau gerakan pada anggota tubuh.
Contoh terapi berbasis manipulatif meliputi massage, akupresur,
dan yoga. Terapi ini sering digunakan oleh fisioterapis dan terapis
fisik untuk mengatasi nyeri dan disabilitas muskuloskeletal.
SEJARAH

Terapi manipulatif diketahui telah berkembang di berbagai belahan dunia.


Referensi historis paling awal tentang praktik terapi manipulatif di Eropa dimulai
pada 400 SM. Terapi manipulatif pada awalnya merupakan andalan dari dua sistem
perawatan kesehatan alternatif terkemuka yaitu osteopati dan chiropractic,
keduanya didirikan pada bagian akhir abad ke-19 sebagai respons terhadap
kekurangan obat allopathic. Dokter medis dan osteopati lah yang pada awalnya
berperan dalam memperkenalkan terapi ini menjadi terapi fisik, sejak saat itu terapi
fisik memberikan kontribusi yang kuat dalam dunia kesehatan, sehingga
memperkuat klaim profesi untuk memiliki terapi manipulatif dalam lingkup
praktiknya yang diatur secara hukum.
JENIS JENIS MANIPULATIVE BASED
THERAPY
A. TERAPI RELAKSASI OTOT
PROGRESIF
Menurut Herodes (2021), teknik relaksasi otot progresif adalah
teknik relaksasi otot dalam yang tidak memerlukan imajinasi,
ketekukan atau sugesti. Berdasarkan keyakinan bahwa tubuh
manusia berespon pada kecemasan-kecemasan dan kejadian-
kejadian yang merangsang pikiran dengan ketegangan otot.
Tektik relaksasi otot progresif memusatkan perhatian pada suatu
aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang
kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik
relaksasi untuk mendapatkan relaks.
Tujuan terapi relaksasi Hal-hal yang perlu
otot progresif diperhatikan
- Menurunkan ketegangan otot • Jangan terlalu menegangkan otot
- Menurunkan tingkat kecemasan berlebihan karena dapat melukai diri
- Mengurangi nyeri leher dan sendiri
punggung punggung • Dibutuhkan waktu sekitar 20-50
- Menurunkan tekanan darah tinggi detik untuk membuat otototot
- Mengatasi frekuensi jantung yang relaksi.
abnormal • Perhatikan posisi tubuh lebih
- Mengurangi disritmia jantung nyaman dengan mata tertutup.
- Meningkatkan gelombang alfa otak Hindari dengan posisi berdiri.
Indikasi
:
- Lansia yang mengalami
Kontraindikasi
gangguan tidur/insomnia : yang
- Lansia
- Lansia yang sering mengalami keterbatasan
mengalami stres. gerak, misalnya tidak bisa
- Lansia yang mengalami menggerakkan badannya.
kecemasan. - Lansia yang menjalani
- Lansia yang mengalami perawatan tirah baring
depresi (bed rest)
B. Senam otak
Gerakan-gerakan ringan dengan permainan melalui tangan
dan kaki dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada
otak. Gerakan stimulus tersebut dapat meningkatkan
kemampuan kognitif (kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan,
persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan kreativitas),
menyelaraskan kemampuan beraktivitas, berpikir pada saat
yang bersamaan, meningkatkan keseimbangan antara kontrol
emosi dan logika, mengoptimalkan fungsi kinerja pancaindra,
serta menjaga kelenturan dan keseimbangan tubuh.
Hal hal yang perlu di
Manfaat senam otak
perhatikan
• Meningkatkan belajar dan bekerja • Jangan memberikan senam otak yang
tanpa stres terlalu sulit bagi lansia
• Meningkatkan kepercayaan diri • Untuk merelaksasikan otak dibutuhkan
waktu sekitar 30 menit
• Sangat efektif dalam penanganan
• Posisi tubuh, lebih nyaman dengan mata
seseorang yang mengalami
terbuka dan berdiri untuk memudahkan
hambatan keseimbangan lansia mengikuti gerakan instruktur
• Memandirikan seseorang dalam • Melakukan pada bagian kanan tubuh
hal belajar, mengaktifkan seluruh satu kali, kemudian bagian kiri satu kali
potensi dan keterampilan yang
dimiliki seseorang.
Indikasi senam otak: Kontra indikasi senam
otak:
• Lansia yang masih bisa
• Lansia dengan stroke
bergerak atau bekerja
• Lansia yang mengalami
• Lansia dengan gangguan
keseimbangan
tirah baring
• Lansia dengan penurunan • Lansia dengan lumpuh
konsentrasi, gangguan total
proses pikir, dan
penurunan kemampuan
daya ingat.
C. Senam kaki
diabetes militus

Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur, terarah,


serta terencana yang dilakukan secara mandiri atau
berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan
fungsional raga. Senam kaki diabetes melitus adalah kegiatan
atau latihan yang dilakukan oleh lansia yang menderita
diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan
membantu memperlancar peredaran darah bagian kaki.
Manfaat Indikasi Kontraindikasi
:
:
• Memperbaiki :
sirkulasi darah, • Lansia yang
memperkuat otot- • Sebaiknya mengalami
otot kecil kaki, dan diberikan sejak perubahan
mencegah lansia didiagnosa fungsi fisiologis
terjadinya kelainan menderita seperti dipnea
bentuk kaki diabetes melitus dan nyeri dada
• Mengatasi sebagai tindakan • Lansia yang
keterbatasan pencegahan dini mengalami
pergerakan sendi depresi,
khawatir, dan
cemas
[Link] massage

Massage adalah salah satu manipulasi sederhana


yang pertama kali ditemukan manusia untuk
mengusap bagian badan yang sakit. Meletakan
tangan dengan lurus pada daerah sakit atau
mengusap dahi yang panas dari tubuh yang sakit,
adalah permulaan sikap atau gerak spontan.
Manfaat Indikasi Kontraindikasi
:
• Menghilangkan Stres : :
• Meringankan rasa sakit & • Luka terbuka
• Melancarkan Sirkulası
kegelisahan • Luka bakar
Darah
• Mengobati kelelahan, • Adanya tumor
• Memperbaiki Postur Orang yang
nyeri, mual, dan muntah •
Tubuh memiliki jumlah
pada penderita kanker
• Menurunkan Tekanan trombosit rendah
• Membantu otak, saraf,
Darah atau kelainan
dan perilaku bayi dengan
• Melemaskan Otot darah.
bblr agar berkembang
Kaku
secara normal
• Mengurangi
• Menghilanglan sembelit
Ketegangan Kepala
kronis
• Melancarkan
• Mengontrol asma
Pernapasan
F. Teknik relaksasi nafas
dalam
Pernapasan dalam merupakan latihan pernapasan yang
melibatkan pernapasan berirama dalam dan lambat dengan
meningkatkan Panjang kontraksi diafragma, meminimalkan
frekuensi pernapasan, dan memperdalam volume inhalasi dan
ekshalasi unuk memaksimalkan jumlah oksigen yang masuk ke
aliran darah.
Teknik relaksasi nafas dalam adalah teknik yang digunakan oleh
individu untuk memberikan pengendalian diri ketika ada
ketidaknyamanan fisik atau emosional atau stress.
Tujuan dari teknik relaksasi napas dalam :
Tujuan relaksasi nafas dalam tekniknya adalah dengan meningkatkan ventilasi alveoli, menjaga
pertukaran gas, mencegah paru atelektasis, meningkatkan efisiensi batuk, mengurangi stress baik
stres fisik maupun stres emosional mengurangi intensitas nyeri dan mengurangi kecemasan.
Indikasi:
• nyeri
• kecemasan
• stress
• hipertensi

Kontraindikasi
Tidak diperkenankan diberikan kepada pasien yang sedang atau memiliki riwayat sesak
nafas.
Ha-hal yang perlu di perhatikan
: pikiran yang beristirahat, dan lingkungan yang tenang.
posisi klien yang tepat,
Kesimpula
n
Manipulative and body-based practices (Praktek
manipulatif dan berbasis tubuh) berfokus terutama pada
struktur dan sistem tubuh, termasuk tulang dan sendi,
jaringan lunak, dan peredaran darah dan sistem limfatik.
Beberapa praktek yang berasal dari sistem tradisional
obat, seperti dari China, India, atau Mesir, sementara
yang lain dikembangkan dalam 150 tahun terakhir
(misalnya, manipulasi chiropractic dan lain-lain).
ADA
PERTANYAAN?
TERIMAKASIH
BENTUK TERAPI KOMPLEMENTER SEPERTI
ENERGY AND BIOFIELD THERAPY
KELOMPOK 4

• Alya Mawarni (CKR0210175)


• Chevi Ardiana (CKR0210178)
• Dehlah Ayu Puspita (CKR0210009)
• Rihhadatul Syifa (CKR0210200)
• Rizki Agus Tio (CKR0210201)
• Siti Nurhikmah (CKR0210206)
Definisi Energy dan Therapy Biofield

● Terapi energy atau penyembuhan dengan energy adalah cabang dari


pengobatan komplementer dan penyembuhan elternatif.
● Pada praktisi di bidang ini berkeyakinan bahwa penyembuh mampu
menyalurkan energy penyembuhan ke pasien dengan berbagai metode yang
berbeda, misalnya dengan sentuhan tangan, tidak dengan sentuhan ataupun
secara jarak jauh dimana pasien dan penyembuh berada di lokasi berbeda.
o Biofield adalah energi yang mengelilingi tubuh, yang berasal dari gelombang
elektromagnetik. Biofield diyakini sebagai kesatuan dari kombinasi berbagai
medan elektromagnetik ion-ion tubuh, molekul, sel, jaringan dan organ,
membentuk gelombang yang kompleks. Gelombang ini dipercaya berperan
dalam mengintegrasikan seluruh sistem tubuh.

o Biofield energy menjadi sebagai gelombang yang sangat halus yang diterima
oleh somatosensorik sebagai stimulus bukan nyeri yang mengaktifkan
serabut syaraf sensoris berukuran besar, sehingga mengaktifkan inhibisi
interneuron yang pada akhirnya akan menutup gerbang nyeri tersebut
Jenis-jenis Terapi Biofield

01 02
Qi Gong Reiki

03
Therapeutic Dan
04
Terapi Magnet
Healing Touch
01
Qi Gong
• Qi Gong terdiri dari dua suku kata yaitu suku kata pertama adalah Qi
(dibaca Chee) yang berarti kekuatan hidup/energi vital yang mengalir
dari jagat raya melibatkan pernafasan, udara.

• Suku kata kedua adalah Gong (dibaca Gung) yang berarti pencapaian,
atau kemampuan yang disiapkan melalui latihan/usaha yang kuat.

• Qi Gong berarti pencapaian energy vital melalui latihan untuk


mempertahankan kesehatan, pengobatan dan peningkatan vitalitas.

definisi_
_Manfaat Qi Gong

1. Latihan Qi Gong menampilkan gerakan yang lembut dan diulangulang, menarik,


melenturkan dan menguatkan bagian tubuh akan meningkatkan gerakan cairan seperti
darah, limfe, synovial akan meningkatkan keseimbangan dan kesadaran bagaimana tubuh
bergerak dalam dimensi ruang.
2. Gerakan Qi Gong dapat dilakukan dengan posisi berbaring, duduk, berdiri dan dapat
dilakukan juga pada penderita cacat fisik, lansia, dan seseorang dalam proses
penyembuhan dari suatu penyakit.
3. Dengan kelembutan gerakan Qi Gong dapat menurunkan stress, membentuk stamina,
meningkatkan vitalitas dan meningkatkan sistem imun. Juga ditemukan dapat
memperbaiki fungsi sistem kardiovaskular, pernapasan, limfatik dan pencernaan.
4. Bagi orang-orang yang melakukan latihan Qi Gong akan awet muda, akan tetap sehat
sampai usia tua, dan mudah sembuh jika mengalami sakit. Dalam penelitian Qi Gong
dapat menurunkan hipertensi.
02
Reiki
Definisi Reiki

• Terapi reiki yaitu teknik untuk mengakses energi alam semesta yang bersifat
ilahi untuk dipergunakan begi kesehatan fisik, psikis, mental dan spiritual.
Mengakses reiki hanya membutuhkan niat, santai (rileks) dan tawakal
(pasrah) kepada ilahi (Bakri, Syamsul. 2021).

• Terapi reiki tidak langsung ke ditujukan pada bagian fisik tubuh melainkan
dialirkan dalam bentuk gelombang elektro magnetik melalui medan radiasi
tubuh atau aura.

• Saat melakukan penyembuhan, seorang praktisi reiki akan menyerap energi


reiki dari alam semesta dan menyalurkannya ke tubuh non fisik si pasien
melalui cakra/pintu gerbang energi yang ada dalam tubuh manusia.
Manfaat Reiki

a. Membangun harmoni dan keseimbangan tubuh


b. Terbebas dari stress dan kekhawatiran hidup
c. Menyembuhkna rasa sakit dalam tubuh
d. Meningkatkan pertumbuhan spiritual
e. Kondisi mental yang baik
f. Meningkatkan kesejahteraan emosional
03
Therapeutic Dan
Healing Touch
Definisi

• Healing touch atau terapi sentuhan adalah terapi yang diyakini dapat
mengidentifikasi dan memperbaiki ketidakseimbangan energy klien dengan
meletakkan/mengusapkan taangan diatas pasien atau tubuh yang merasa
sakit.

• Healing Touch membuka dan melancarkan aliran energi seluruh tubuh. Hal
ini membantu menyeimbangkan pikiran, tubuh, dan jiwa sehingga
membantu tubuh menyembuhkan dirinya sendiri (Departement of family
medicine, tanpa tahun).
• HT dilakukan langsung dengan mengalirkan energi melalui sentuhan
ringan tangan ke bagian tubuh tertentu. HT biasanya dilakukan oleh
perawat psikologi dan terapis biofield. HT akan mempengaruhi system
syaraf autonom, merubah frekuensi tinggi ke frekuensi rendah pada
denyut jantung, meningkatkan fungsi syaraf parasimpatik dan
menurunkan aktivasi saraf simpatis (Wardell, 2020).
• Salah satu teknik dari HT adalah Self Chakra Connection adalah teknik
menyeimbangkan seluruh bagian tubuh dengan memfasilitasi
pergerakan energi dari cakra pasien dan cakra dari terapis dengan cara
menghubungkan energi mayor dan minor pusat, dan membuka jalan
atau portal untuk mengalir bebas.
Manfaat HT

• Healing Touch memberikan beberapa manfaat diantaranya menghilangkan


stress, meredakan ansietas atau depresi, menurunkan rasa nyeri, mengobati
kondisi sakit yang baru dan yang lama, dan menumbuhkan motivasi untuk
sembuh (Departement of family medicine, tanpa tahun).

• Sedangkan menurut Fitsgerald (2005), manfaat dari terapi ini adalah


meningkatkan relaksasi, menurunkan kecemasan dan stress, meningkatkan
energi, mempercepat penyembuhan luka, menurunkan penggunaan obat
anti nyeri, mendukung proses meninggal dengan damai, dan mendukung
perlembangan kesehatan spiritual.
04
Terapi Magnet
• Terapi magnet merupakan pengobatan nonmedis dengan memanfaatkan medan
magnet secara aman dan tanpa efek samping untuk mempercepat proses
penyembuhan dengan cara menyeimbangkan dan mengembalikan arus
elektromagnetik yang ada di dalam sel-sel darah manusia.

• Terapi ini juga merupakan metode yang aman, yang menggunakan medan magnet
untuk tujuan terapi.

• Terapi magnetik mempunyai efek baik terhadap sel, jaringan dan syaraf ketika
diaplikasikan ke bagian yang terpengaruh. Terapi magnetik membuat peningkatan
sirkulasi.

definisi_
Manfaat Terapi Magnet

a. Meransang kerja saraf otonom


b. Mengurangi rasa sakit dan peradangan
c. Membantu melancarkan aliran darah
d. Melancarkan distribusi oksigen kesetiap jaringan tubuh
e. Melenturkan saraf-saraf dan otot-otot tubuh
❑ Terapi energy atau penyembuhan dengan energy adalah cabang dari
pengobatan komplementer dan penyembuhan elternatif. Pada praktisi di
bidang ini berkeyakinan bahwa penyembuh mampu menyalurkan energy
penyembuhan ke pasien dengan berbagai metode yang berbeda.
❑ Efek peningkatan biofield di otak adalah dengan merubah belombang beta
pada otak menjadi gelombang alfa. Meningkatnya gelombang alfa didalam
talamus merangsang pengeluaran beta endorfin dan dinorfin dari
hipotalamus.
❑ Jenis-jenis terapi biofeld antara lain yaitu: qqi gong, reiki, touch terapi, dan
terapi magnet.

Kesimpulan_
Thanks
Do you have any questions?
your email@[Link]
+91 620 421 838
[Link]

CREDITS: This presentation template was


created by Slidesgo, including icons by
Flaticon, infographics & images by Freepik
Please keep this slide for attribution
TERAPI KOMPLEMENTER
HIPNOTERAPI
kelompok 5
Cici Anasih (CKR0210179)
Miranda Agustin (CKR0210192)
Natania Amelia. P (CKR0210193)
Putri Ayu. W (CKR0210197)
Rifki Ahmad Muzaki (CKR0210198)
Sulistia (CKR0210208)
Tia Septiani. M (CKR0210210)
DEFINISI HIPNOTERAPI
Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang
mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah
pikiran, perasaan dan perilaku. Hipnoterapi dapat juga
dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran menggunakan
hipnotis. Hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi
sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang
yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut
“hypnotherapist”.
SEJARAH HIPNOTERAPI
Hypnosis telah dikenal sejak zaman Mesir kuno, ketika para
pendeta menggunakan sugesti untuk menyembuhkan pasien di
Kuil Tidur. Pada abad ke-18, praktik ini berkembang menjadi
hypnosis modern, dengan tokoh seperti Milton Erickson
memainkan peran penting dalam memperkenalkan hipnoterapi
efektif. Erickson memahami kompleksitas jiwa manusia dan
mengembangkan metode yang berorientasi pada pasien, diakui
oleh Asosiasi Medis Amerika pada tahun 1950-an. Metode ini
terus berkembang hingga saat ini, digunakan oleh banyak terapis
terkenal.
DASAR TEORI HIPNOTERAPI
Secara umum teori teori ini dapat dibagi menjadi dua kategori besar:
teori berdasarkan neuropsiko-fisiologis dan teori psikofisiologis. Teori-
teori tersebut menggambarkan hipnosis sebagai perubahan kondisi otak
yang memengaruhi aktivitas fisiologis, serta sebagai kondisi psikologis
yang melibatkan hubungan antarmanusia dan sugesti. Hipnosis juga
dijelaskan sebagai suatu mekanisme pertahanan untuk menghadapi
ketakutan atau bahaya, serta sebagai proses yang melibatkan berbagai
tingkat kesadaran, dari alpha hingga theta. Selain itu, terdapat teori-teori
yang menganggap hipnosis sebagai peran bermain, regresi ke tahap
perkembangan sebelumnya, atau sebagai kontrak psikologis antara
terapis dan pasien.
PROSES
HIPNOTERAPI
Proses hipnoterapi melibatkan pemahaman tentang
aktivitas pikiran manusia dalam empat wilayah
brainwave: Beta, Alpha, Theta, dan Delta. Kondisi
hipnosis mirip dengan kondisi Alpha dan Theta, di
mana seseorang berada dalam fokus atau relaksasi
yang dalam. Transisi antara wilayah-wilayah ini
terjadi secara alami saat seseorang menuju tidur,
dengan Theta menjadi wilayah di mana sugesti atau
informasi dapat diserap oleh pikiran bawah sadar
tanpa disadari oleh pikiran sadar.
SYARAT – SYARAT MELAKUKAN
HIPNOTERAPI
Secara konvensional, Hypnotherapy dapat
diterapkan kepada mereka yang
memenuhi persyaratan dasar, yaitu :
1. Bersedia dengan sukarela
2. Memiliki kemampuan untuk focus
3. Memahami komunikasi verbal.
TAHAPAN HIPNOTERAPI
Tahapan hipnoterapi meliputi:

1. Pre-Induction (Wawancara): Hipnoterapis dan klien bertemu pertama


kali, membangun kepercayaan, menghilangkan ketakutan, menjelaskan
proses, dan memahami aspek psikologis klien.

2. Uji Sugestibilitas: Menguji kemampuan klien dalam menerima sugesti,


membantu menentukan teknik induksi yang tepat, dan mengurangi
ketakutan.

3. Induksi: Hipnoterapis membawa pikiran klien dari sadar ke bawah


sadar, dengan menurunkan frekuensi gelombang otak menuju kondisi
trance, dilakukan melalui teknik induksi.
LANJUTAN...
4. Pendalaman Trance: Jika diperlukan, klien dibawa ke tingkat trance
yang lebih dalam untuk meningkatkan efektivitas terapi.

5. Sugesti: Hipnoterapis memberikan sugesti kepada klien dalam kondisi


trance, termasuk sugesti post-hipnotik yang diharapkan tertanam dalam
pikiran bawah sadar klien.

6. Pengakhiran: Hipnoterapis secara perlahan membangunkan klien dari


kondisi hipnosis dan membawanya kembali ke keadaan sadar.
MANFAAT HIPNOTERAPI
1. Masalah fisik
Ketegangan otot dan rasa nyeri yang berlebihan dapat dibantu dengan Hipnoterapi. Dengan
Hipnoterapi, dapat membuat tubuh menjadi relaks dan mengurangi intensitas nyeri yang
berlebihan secara drastic.
2. Masalah Emosi
Serangan panik, ketegangan dalam menghadapi ujian, kemarahan, rasa bersalah, cemas,
kurang percaya diri dan lain-lain adalah masalah-masalah emosi yang berhubungan dengan
rasa takut dan kegelisahan. Semua masalah di atas bisa diatasi dengan Hipnoterapi.
3. Masalah Perilaku
Masalah perilaku seperti merokok, makan berlebihan dan minum minuman keras yang
berlebihan dan berbagai macam perilaku ketagihan, dapat diatasi dengan Hipnoterapi.
Hipnoterapi juga bisa membantu insomnia dan gangguan tidur.
EFEK SAMPING HIPNOTERAPI
Seperti terapi lainnya, hipnoterapi juga dapat menimbulkan efek samping.
Seperti dikatakan dr Erwin Kusuma SpKJ, program yang ditanamkan dalam
hipnoterapi harus positif. Ini mengingat pasien tidak memiliki kemampuan
merangkum (sintesis) karena kecerdasan jasmaninya menurun. Bila hal ini tidak
diperhatikan, bukan tidak mungkin akan muncul hasil yang tidak diinginkan,
seperti timbul abreaksi (keluarnya rekaman bawah sadar secara serentak, seperti
kekesalan dan kesedihan, sehingga ungkapan dan tindakan pasien tidak
terkendali).
FAKTA HIPNOTERAPI
1. Hipnoterapi adalah suatu hal yang aman dilakukan. Hal ini hanyalah
keadaan santai di mana pikiran bawah sadar seseorang dapat diakses dan
terbuka untuk membuat perubahan positif.
2. Hipnoterapi bukan pengendalian pikiran. Karena dengan bantuan
pembimbing, orang tersebut yang memilih cara yang tepat untuk
mengkhilaskan dan mengatasi masalah seseorang.
3. Seseorang tetap sadar selama hipnoterapi. Kondisi ini hanyalah sebuah
bagian dari relaksasi, yaitu pikiran tenang dan rileks.
4. Siapapun dapat di hipnoterapi (selama yang bersangkutan tidak mengalami
paksaan, dan gangguan dalam berkomunikasi).
CONTOH KASUS YANG
DITANGANI HIPNOTERAPI
Hipnoterapi digunakan untuk berbagai kasus seperti kebutaan
histerik, kebiasaan buruk pada anak-anak seperti gigit kuku, dan
pada pasien dewasa untuk mengatasi masalah seperti
masturbasi, merokok, insomnia, phobia, trauma psikologis, dan
ketergantungan narkoba. Selain itu, hipnoterapi juga membantu
mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti asma, sinusitis,
arthritis, gangguan menstruasi, tekanan darah tinggi, dan
impotensi. Di bidang psikologi belajar, hipnotis dapat
meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas,
sementara di bidang industri, dapat meningkatkan mutu SDM
untuk menghadapi situasi kompetitif.
CONTOH MELAKUKAN
HIPNOTERAPI DIRI SENDIRI
hipnoterapi pada diri sendiri, berguna untuk membuat diri lebih reseptif
terhadap sugesti yang diberikan, dapat dilakukan dengan aman, bahkan
sebagai terapi susah tidur. Langkah-langkahnya adalah:
1. ke Ruangan Nyaman: Duduk atau berbaring di ruangan yang nyaman,
pastikan posisi tubuh dan kaki tidak terlipat untuk kenyamanan yang
lebih lama.
2. Tentukan Tujuan Hipnotis: Tentukan alasan melakukan hipnoterapi,
seperti relaksasi, meningkatkan kualitas diri, atau mengubah kebiasaan
buruk. Buat kalimat penegasan yang sesuai dengan tujuan Anda.
3. Menyingkirkan Berbagai Perasaan Buruk: Jika pikiran mengganggu,
amati dengan netral dan biarkan menghilang dengan sendirinya.
KESIMPULAN
Hipnoterapi adalah cabang ilmu psikologi yang menggunakan
sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan, dan
perilaku. Ini melibatkan teknik terapi pikiran dengan
menggunakan hipnotis, di mana hipnotis adalah ilmu memberi
sugesti kepada pikiran bawah sadar. Manfaatnya termasuk
mengatasi masalah emosi, fisik, dan perilaku. Syaratnya
adalah sukarela, fokus, dan memahami komunikasi verbal.
Namun, hipnoterapi juga dapat menimbulkan efek samping jika
program yang ditanamkan tidak positif, seperti abreaksi yang
menyebabkan perilaku tidak terkendali. Oleh karena itu,
penggunaan hipnoterapi harus cermat dan memperhatikan
kondisi pasien.
TERIMAKASIH
MAKALAH

TERAPI KOMPLEMENTER HIPNOTERAPI

“Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Terapi


Komplementer”

Dosen Pengampu: Ns. Ranto Karyanto, [Link]., [Link]

Disusun Oleh Kelompok 5 :

1. Cici Anasih (CKR0210179)


2. Miranda Agustin (CKR0210192)
3. Natania Amelia. P (CKR0210193)
4. Putri Ayu. W (CKR0210197)
5. Rifki Ahmad Muzaki (CKR0210198)
6. Sulistia (CKR0210208)
7. Tia Septiani. M (CKR0210210)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN

KAMPUS 2 RS CIREMAI

2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena atas
berkat rahmat dan hidayah-Nya kami bisa menyelesaikan makalah ini. Makalah
ini kami buat untuk memenuhi tugas dari dosen. Makalah ini membahas tentang
“TERAPI KOMPLEMENTER HIPNOTERAPI”, semoga dengan makalah yang
kami susun ini kita sebagai mahasiswa dapat menambah dan memperluas
pengetahuan kita.

Kami mengetahui makalah yang kami susun ini masih sangat jauh dari
sempurna, maka dari itu kami masih mengharapkan kritik dan saran dari
bapak/ibu selaku dosen pembimbing kami serta teman-teman sekalian, karena
kritik dan saran itu dapat membangun kami dari yang salah menjadi benar.

Semoga makalah yang kami susun ini dapat berguna dan bermanfaat bagi
kita, akhir kata kami mengucapkan terimakasih.

Cirebon, 03 Mei 2024

Kelompok 5

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan ........................................................................................ 3
BAB II .................................................................................................................... 4
TINJAUAN TEORI .............................................................................................. 4
A. Definisi Hipnoterapi ..................................................................................... 4
B. Sejarah Hipnoterapi ...................................................................................... 4
C. Hipnoterapi Modern ..................................................................................... 6
D. Dasar Teoro Hipnoterapi .............................................................................. 7
E. Proses Hipnoterapi ..................................................................................... 12
F. Syarat-Syarat Melakukan Terapi Hipnoterapi ........................................... 13
G. Tahapan Hipnoterapi ................................................................................. 13
H. Manfaat Hipnoterapi .................................................................................. 15
I. Efek Samping Hipnoterapi ......................................................................... 15
J. Fakta Hipnoterapi ....................................................................................... 16
K. Contoh Kasus Yang Ditangani Dengan Hipnoterapi ................................. 16
L. Contoh Melakukan Hipnoterapi Pada Diri Sendiri .................................... 17
BAB III ................................................................................................................. 19
PENUTUP ............................................................................................................ 19
A. Kesimpulan ................................................................................................ 19
B. Saran ........................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 20

ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di tengah-tengah psikolog yang memprioritaskan penelitiannya pada
kesadaran dan memandang kesadaran sebagai aspek utama dari kehidupan
mental, muncul seorang dokter muda dari kota Wina yang bernama Sigmund
Freud (1856 – 1939), dengan gagasan yang radikal dimana ia mengatakan
bahwa kesadaran itu hanyalah sebagian kecil saja dari kehidupan mental
sedangkan bagian yang terbesar justru alam tidak sadar atau alam
ketidaksadaran. Istilah ketidaksadaran yang lebih dikenal dengan sebutan
psikoanalisa ini walaupun diciptakan oleh Freud tetapi ide-idenya campur
tangan dari Josep Breuer. Psikoanalisa itu sendiri secara umum dapat
dikatakan sebagai suatu pandangan tentang manusia dimana ketidaksadaran
memainkan perananan sentral. Dalam teori psikoanalaisa ini terdapat tiga
aspek penting yang meliputi psikoanalisa sebagai aspek kepribadian, sebagai
aspek teknik evaluasi kepribadian dan sebagai teknik terapi.
Hipnoterapi sampai saat ini masih terus berkembang yang dimulai
sejak abad ke-18, mulai dari konsep hypnosis konvensional yang
dikembangkan oleh Dr. James Braid sampai dengan hipnoterapi klinis modern
yang dikembangkan oleh Dr. Milton H. Erickson sampai terakhir-terakhir
yang dikembangkan oleh Dr. Dave Elman, Gill Boyne maupun DR. Calvin
Banyan.
Pada awalnya hipnoterapi, itu digunakan terutama untuk membantu
mengatasi emosi, masalah psikologis, dan sebagai alternatif anestesi, untuk
operasi lapangan. Pada titik tertentu, Pada tahun 1900-an hipnoterapi mulai
menjadi populer untuk menggunakan hipnosis untuk membantu orang berhenti
merokok, dan menurunkan berat badan.
Seseorang yang mempelajari Hipnoterapi disebut [Link]
Hipnosis, seorang Hipnoterapis membantu klien untuk menyelesaikan
masalahnya. Waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah klien, seorang
Hipnoterapis mungkin hanya dibutuhkan satu sesi atau beberapa sesi, tergantu

1
permasalahan yang di hadapai klien. Setelah melakukan sesi hipnoterapi,
masalah yang dihadapi klien akan teratasi, meberikan lebih banyak kontrol
terhadap pikiran dan perasaanya sehingan terjadi perubahan perilaku.
Seorang Hipnoterapis akan mengantarkan klien masuk ke dalanm
kondisi relaks atau trans dengan Hipnosis. Dalam kondisi relaks atau trans,
pikiran seseorang akan lebih mudah menerima sugesti sehingga mengubah
cara seseorang berpikir, berperilaku dan merasa. Trans bukanlah tidur tetapi
relaks dan menyenangkan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi hipnoterapi ?
2. Bagaimana sejarah hipnoterapi ?
3. Apa hipnoterapi modern ?
4. Apa saja dasar teori hipnoterapi ?
5. Apa proses hipnoterapi ?
6. Apa syarat-syarat melakukan terapi hipnoterapi ?
7. Apa saja tahapan hipnoterapi ?
8. Apa manfaat hipnoterapi ?
9. Apa saja efek samping hipnoterapi ?
10. Apa fakta hipnoterapi ?
11. Bagaimana contoh kasus yang ditangani dengan hipnoterapi ?
12. Bagaimana contoh melakukan hipnoterapi pada diri sendiri ?

C. Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui tentang definisi hipnoterapi
b. Untuk mengetahui tentang sejarah hipnoterapi
c. Untuk mengetahui tentang hipnoterapi modern
d. Untuk mengetahui tentang dasar teori hipnoterapi
e. Untuk mengetahui tentang proses hipnoterapi
f. Untuk mengetahui tentang syarat-syarat melakukan terapi hipnoterapi
g. Untuk mengetahui tentang tahapan hipnoterapi

2
h. Untuk mengetahui tentang manfaat hipnoterapi
i. Untuk mengetahui tentang efek samping hipnoterapi
j. Untuk mengetahui tentang fakta hipnoterapi
k. Untuk mengetahui tentang contoh kasus yang ditangani dengan
hipnoterapi
l. Untuk mengetahui tentang contoh melakukan hipnoterapi pada diri sendiri

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan pada kasus tersebut diatas adalah
1. Manfaat Institusi
Sebagai sumber bacaan dan bahan pembelajaran bagi pembaca
diperpustakaan mengenai Terapi Komplementer Hipnoterapi.
2. Manfaat Ilmiah
Diharapkan hasil penulisan ini dapat menjadi sumber informasi dan
mampu menambah pengetahuan serta sebagai bahan acuan bagi penulis
selanjutnya.
3. Manfaat bagi penulis
Penulisan ini merupakan pengalaman ilmiah yang sangat berharga
bagi penulis karena meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan
baru tentang Terapi Komplementer Hipnoterapi.

3
BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Definisi Hipnoterapi
Hipnoterapi adalah suatu rangakain proses yang digunakan seorang
hipnoterapis untuk menyelesaikan masalah klien dengan ilmu hipnosis.
Hypnotherapy adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk
melakukan relaksasi, dimana setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai maka
secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar sesesorang akan terbuka lebar,
sehingga yang bersangkutan cenderung lebih mudah untuk menerima sugesti
penyembuhan yang diberikan.
Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari
manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku.
Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran
menggunakan hipnotis. Hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi
sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam
menggunakan hipnotis untuk terapi disebut “hypnotherapist”.
Hipnoterapi menggunakan sugesti atau pengaruh kata - kata yang
disampaikan dengan teknik - teknik tertentu. Satu - satunya kekuatan dalam
hipnoterapi adalah komunikasi. Setiap perawat sudah cukup akrab dengan
namanya komunikasi karena pekerjaannya adalah langsung berinteraksi
dengan orang banyak, termasuk klien dan keluarga. Oleh karena itu tak akan
banyak makan waktu jika dibutuhkan latihan, sebab hampir setiap hari kita
berkomunikasi dengan orang asing. Perawat mampu menghipnotis pasien jika
dia memahami bahasa yang perawat gunakan.

B. Sejarah Hipnoterapi
Pada jaman dahulu, hypnosis ini sering sekali dikaitkan dengan klenik-
klenik, supranatural, ritual keagamaan, kepercayaan, dll. Banyak "orang
pintar" di jaman mesir kuno dan yunani menggunakan metode hypnosis untuk
mengobati orang-orang pada waktu itu, walaupun waktu itu belum ada istilah
hypnosis.

4
Menurut yang ditulis pada catatan dokumen medis Ebers Papyrus, Catatan
sejarah tentang sejarah hipnosis, berawal dari jaman mesir kuno 1550 SM.
Menurut Ebers papyrus, dituliskan bahwa pada jaman mesir kuno ada kuil
pengobatan yang bernama kuil tidur. Cara pengobatan pada waktu itu, para
pendeta menyembuhkan pasiennya dengan menyentuhkan tangannya pada
dahi pasien sambil mengucapkan mantra atau sugesti untuk menyembuhkan
pasiennya. Kemudian para warga sekitar pada waktu itu mempercayai bahwa
pendeta itu memiliki kekuatan magis.
Pada abad 18 adalah titik awal untuk sejarah hypnosis modern, yang
dimulai dari pendeta yang bernama gassner. Gassner meyakini bahwa orang
sakit itu kerasukan setan, maka dengan membuat pasien masuk ke kondisi
hypnosa (hypnosa adalah kondisi dimana manusia menjadi rileks dan
terfokus) kemudian beliau melakukan ritual tertentu untuk mengusir setan
yang ada dalam tubuh pasiennya.
Setelah Gassner, barulah muncul beberapa tenaga kesehatan dari para
dokter dan psikolog yang meneliti tentang hypnosis ini, dimulai dari :
1. Franz Anton Mesmer (1735-1815),
2. Marquis de Puysegur (1751-1825),
3. John Elliotson (1791-1868),
4. James Braid, Penulis dan dokter terkenal di Inggris (1795-1860),
5. Para psikiater Jean Martin Charcot (1825-1893) dan Sigmund Freud
(1856-1939)
6. Milton Erickson (1901-1980)
7. Dave Elman (1900-1967)
8. Ommond Mcgill (1913-2005)
Dari para tokoh diatas, yang paling berperan adalah Milton Erickson,
karena jasanya hypnosis bisa di terima oleh Asosiasi Medis Amerika dan
Asosiasi Psikiatris Amerika yang bisa digunakan dalam pengobatan sejak
tahun 1958.
Dr. Milton H. Erickson pertama kali memperkenalkan bahwa jiwa manusia
sangat unik. Tidaklah mudah meminta orang untuk secara langsung

5
menghilangkan kebiasaan buruk yang ingin dia tinggalkan. Seperti kita
menyampaikan nasihat kepada seseorang yang mengeluh karena dia
mempunyai masalah, “Sekarang kamu dapat menyelesaikannya”, atau
seseorang yang mempunyai masalah perilaku lalu kita berikan nasihat,
“Sekarang perilaku anda sudah berubah menjadi baik”. Belum tentu dia akan
merubah perilakunya dengan segera. Mungkin hanya, untuk sementara, tetapi
biasanya kebiasaan itu akan kembali lagi. Apalagi jika kita tidak mengetahui
akar permasalahannya mengapa dia berperilaku demikian, tidak mengetahui
nilai dasar dan keinginan sebenarnya yang dimiliki orang tersebut. Ingat, jiwa
manusia sangat kompleks, setiap orang mempunyai jiwa dan nilai yang unik.
Perilaku atau respons seseorang tidak sama dalam menghadapi peristiwa yang
berbeda. Bahkan sangat mungkin sekali untuk peristiwa yang sama, perilaku
atau respons seseorang yang sama dapat berbeda.
Hal inilah yang dikembangkan Erickson menuju metode hipnoterapi yang
lebih efektif. Berkat jasanya dalam mengembangkan metode-metode dalam
melakukan terapi klinis dengan metode hipnoterapi, maka pada tahun 1950-an
hipnoterapi diakui oleh Asosiasi Medis Amerika sebagai metode terapi.
Paska Milton H. Erickson, metode ini berkembang terus sampai dengan
metode yang berorientasi kepada pasien. Saat ini, metode ini lebih efektif
digunakan apalagi digabungkan dengan pola komunikasi yang telah
dikembangkan Erickson. Metode ini telah banyak dipergunakan oleh para
terapist terkenal seperti Gill Boyne, Mary Lee LaBay, maupun Calvin Banyan
dan lain-lain.

C. Hipnoterapi Modern
Hipnoterpi di masa lalu indentik dengan kondisi tidur, terbaring, atau tidak
bergerak. Pada masa kini, hipnotis lebih ditekankan pada kondisi relaksasi
yang dalam, baik secara fisik maupun mental. Saat ini dikenal beberapa
keadaan hipnotis seperti moving meditation, hypnoidal state, serta automatic
writing, dimana pasien melakukan aktivitas bawah sadar dalam bentuk
gerakan atau tindakan yang dikendalikan oleh niat.

6
Psikolog pada Pusat hipnoterpi Kedokteran RSPAD Gatot Subroto (pusat
hipnotis kedokteran pertama di Indoneisa) Dra Psi Adjeng Lasmini
mengatakan, pada hipnoterpi, pasien diajak untuk relaks secara fisik dan
mental dengan memusatkan perhatian melalui sarana fiksasi berupa suara,
tatapan, dan sentuhan secara berulang dan monoton. Ini membuat pasien
merasa semakin santai. Dalam kondisi hipnoterapi, lanjutnya, sugesti positif
yang ditanamkan disusun dalam kalimat yang sederhana. Karena pada kondisi
ini kemampuan seseorang untuk merangkum kalimat demi kalimat mengalami
penurunan.

D. Dasar Teoro Hipnoterapi


Telah banyak penulis yang mencoba memberi keterangan mengenai
fenomena hipnosis dan banyak sekali teori yang diungkapkan. Teori-teori
yang diajukan, antara lain: teori imobilisasi, teori hipnosis sebagai suatu status
histeria, teori yang didasari perubahan fisiologis serebral, teori hipnosis
sebagai suatu proses menuju tidur yang dikondisikan, teori aktifitas dan
inhibisi ideomotor, teori disosial, teori memainkan peran ( Role-Playing), teori
regresi, teori hipersugestibilitas (hypersuggestibility), serta teori
psikosomatik.
Secara umum, teori-teori mengenai hipnosis tersebut dibagi dalam dua
kategori besar, yaitu :
1. Teori berdasarkan Neuropsiko-fisiologis
Teori berdasarkan neuropsiko-fisiologis menerangkan hipnosis
sebagai suatu keadaan dimana kondisi otak berubah dan oleh karena itu,
faal otakpun juga berubah. Teori berdasarkan psikologis yang memandang
sebagai hubungan antarmanusia yang khas (termasuk teori sugesti,
disosiasi, psikoanalitik, psychic relative exclusion, dan lain-lain). (Kaplan
& Sadock, 2004).

7
2. Teori Psikofisiologis
Beberapa peneliti menerapkan formasi retikulare, hipokampus, dan
struktur subkortikal yang memerantarai komunikasi. Teori-teori lain
termasuk inhibisi sel ganglion otak, eksitasi dan inhibisi dari neuron-
neuron, fokus eksitasi sentral yang mengelilingi area non eksitasi, anemia
serebral, pergeseran energi saraf dari sistem saraf pusat menuju system
vasomotor, perlambatan vasomotor mengakibatkan anemia lobus frontal
“synaptic ablation” dimana impuls-impuls saraf langsung masuk ke dalam
sejumlah bagian yang lebih kecil (perhatian selektif) juga
dipertimbangkan.
3. Teori Imobilisasi
Hipnosis suatu waktu mungkin diperlukan oleh manusia sebagai
mekanisme pertahanan untuk menghadapi ketakutan atau bahaya. Teori
ini berdasarkan pada pengamatan Pavlov bahwa satu-satunya kesempatan
seekor hewan bertahan hidup adalah untuk tetap imobile (tidak bergerak)
agar terlepas dari pengamatan. (Kroger, 2008). Walaupun diinduksi
berbeda-beda pada hewan, RI (Reaksi Imobilisasi) ditimbulkan terutama
oleh faktor fisik dan insting. Pada manusia diakibatkan dari interaksi
faktor-faktor ini dengan pengalaman arti dari simbul dan kata-kata.
Hipnosis manusia dan hewan tidak mirip. Induksi berulang pada hewan
dengan penurunan kerentanan hipnotik, sedangkan pada manusia
meningkatkannya. (Kroger, 2008).
Pada umumnya, stimulus sekuat apapun seperti ketakutan,
menyebabkan hewan dan manusia tertentu ”membeku”. Konsep ini
berlanjut pada teori hipnosis “pingsan-mati”. Akan tetapi, teori ini tidak
menjelaskan bagaimana hipnosis terjadi pada manusia. Bersamaan dengan
itu, hipnosis dijelaskan sebagai suatu keadaan kesiapan tindakan emosi
yang makin bertambah menghubungkan ke bawah pada pengaruh korteks
sebagai satu filogeni ke atas, namun demikian secara konsisten muncul
pada organisme hewan dalam berbagai bentuk. (Kroger, 2008).

8
4. Hipnosis sebagai suatu Status Histeria
Pada suatu waktu, hipnosis dianggap sebagai suatu gejala histeria.
Hanya individu histeris yang diyakini dapat dihipnosis. Kesimpulan ini
diambil oleh Charcot dengan dasar hanya beberapa kasus dalam keadaan
patologis. Hipotesis seperti ini tidak dapat dipertahankan, seberapa besar
kerentanan terhadap hipnosis adalah tidak patognomonik pada neurosis.
Individu normal nyatanya dengan mudah dihipnosis. (Kroger, 2008).
5. Teori Tidur yang Dikondisikan
Teori Keadaan Alpha dan Theta
Melalui data yang dikumpulkan dari Electroencephalography
(EEG), diidentifikasikan dari impuls elektrik yang dipancarkan oleh otak
ada empat macam frekuensi pola gelombang otak yang pokok. Keadaan
Beta (waspada/bekerja) didefinisikan sebagai 14- 32 putaran per detik /
cycles per second (CPS), keadaan Alpha (santai/relax) sebagai 7-14 CPS,
keadaan Theta (mengantuk) sebagai 4-7 CPS, dan keadaan Delta
(tidur/bermimpi/tidur pulas) kira-kira 3-5 CPS. (Kroger, 2008).
Satu definisi fisiologis dari keadaan hipnosis adalah bahwa tingkat
gelombang otak yang diperlukan untuk mengatasi masalah, seperti
berhenti merokok, penanganan masalah berat badan, pengurangan fobia,
peningkatan kemampuan olahraga, dan lain-lain adalah keadaan alpha.
Keadaan alpha pada umumnya diasosiasikan dengan menutup mata,
relaksasi, dan melamun. (Kroger, 2008).
Definisi fisiologis lain menyebutkan bahwa keadaan theta
diperlukan untuk perubahan therapeutic (berhubungan dengan
pengobatan). Keadaan theta dikaitkan dengan hipnosis untuk
pembedahan, hipnoanestesia (penggunaan hipnosis untuk mematirasakan
rasa sakit) dan hipnoanalgesia (penggunaan hipnosis untuk mengurangi
kepekaan terhadap rasa sakit), dimana pembedahan lebih siap dilakukan
dalam keadaan theta dan delta. Obat bius (anestetik), zat penenang
(sedatif), dan hipnosis mengacaukan keselarasan saraf yang dianggap

9
mendasari terjadinya gelombang theta, baik pada manusia maupun
binatang. (Kroger, 2008).
6. Teori Inhibisi dan Aktivitas Ideomotor
Hal itu dianggap oleh beberapa penulis bahwa efek sugestibilitas
adalah hasil dari inhibisi dan tindakan ideomotor, dan sugestibilitas hanya
sebuah pengalaman dari imaginasi yang diaktualisasikan hingga aktivitas
ideomotor. (Kroger, 2008).
7. Teori Neodisosiasi dan Disosiasi
Selama beberapa tahun diduga bahwa seseorang yang dihipnosis
berada dalam kondisi disosiasi, area-area tertentu dari perilaku terbelah
dari aliran utama kesadaran. Oleh karena itu, hipnosis menghapus kontrol
kehendak dan sebagai hasilnya seseorang merespon hanya dengan
perilaku otonomik pada tingkat refleks. Jika teori disosiasi adalah valid,
maka amnesia dapat dihilangkan oleh sugesti dari pelaksana. Selain itu,
amnesia akan selalu terjadi secara spontan. Hipnosis telah dijelaskan
sebagai disosiasi kesadaran dari sebagian besar sensori meski dengan
tegas peristiwa yang berhubungan dengan saraf disimpan. Golongan
disosiasi tidak hanya hipnosis tetapi juga banyak kondisi siaga/waspada
lain dari kesadaran seperti mimpi-mimpi, kondisi hipnagogik, “highway
hypnosis”, kondisi melamun, pemisahan atau depersonalisasi dilihat pada
beberapa tipe pemujaan agama/ ritual agama dan banyak fenomena
mental lainnya. (Kroger, 2008).
8. Teori Disosiasi
Teori lama ini tidak mempunyai nama baik lagi ketika diperagakan
lebih sering sebagai ganti dari amnesia atau disosiasi. Di sana ada
hyperacuity dan pengaturan yang lebih baik dari seluruh makna selama
hipnosis. Oleh karena itu, meskipun beberapa tingkat dari disosiasi terjadi
ketika amnesia muncul, itu bukan berarti indikasi bahwa disosiasi
menghasilkan hipnosis atau serupa untuknya. Meskipun teori ini tidak
diselesaikan, Hilgard menunjukkan bahwa kontrol ego normal adalah
memperhatikan kebutuhan, memperbolehkan perilaku yang dapat diterima

10
masyarakat dan pilihan yang masuk akal. Namun demikian, dia mencatat
bahwa proses lain dibawa di sisi luar kontrol normal dimana pada saatnya
dapat berfungsi simultan dengan mereka. (Kroger, 2008).
9. Teori Memainkan Peran (Role Playing)
Teori ini beranggapan bahwa individu yang dihipnosis memainkan
peran dan membiarkan penghipnosis menciptakan realitas untuk mereka.
Umumnya, selama proses hipnosis orang menjadi lebih reseptif (mudah
menerima) sugesti, menyebabkan mereka berubah dalam cara merasakan,
berpikir, dan berperilaku. Beberapa psikolog, seperti Robert Baker
mengklaim bahwa apa yang kita sebut dengan hipnosis sebenarnya adalah
bentuk dari perilaku sosial yang dipelajari. Sementara psikolog seperti
Sarbin dan Spanos beranggapan bahwa subjek bermain peran dengan
pengharapan sosial yang kuat, subjek percaya bahwa mereka dalam
keadaan terhipnosis, kemudian mereka berperilaku dengan cara yang
mereka bayangkan bagaimana seorang yang dihipnosis akan berperilaku.
(Kroger, 2008).
10. Teori Regresi
Konsep Psikoanalisis
Sebuah tiruan di antara psikoanalisis dan teori fisiologi Pavlov
dicoba oleh Kubic dan Margolin. Peneliti-peneliti ini merasa bahwa
subyek menuju sebuah regresi infantile dengan hipnosis penuh berisi
sebuah peran permainan dahulu oleh orangtua. Gill dan Brenman
beranggapan bahwa hipnosis adalah sebuah regresi pelayanan dari ego,
transferensi (sebuah transfer/pemindahan oleh pasien kepada pelaksana
dari perasaan emosi terhadap orang lain) adalah sebuah elemen penting
dari hipnosis. Kubic percaya motivasi lebih bermakna daripada konsep
regresi dalam memahami respon hipnosis. Hodge menekankan konsep
kontraktual dari hipnosis. Sebagai sebuah ilustrasi dari konsep
ketidakpatuhan yang lebih besar. (Kroger, 2008).

11
E. Proses Hipnoterapi
Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar,
sebelumnya kita harus memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara
sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang dikenal dengan istilah
Brainwave, yaitu : Beta, Alpha, Theta, dan Delta
1. Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada.
Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas
normal. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 14 – 24 Cps (diukur
dengan perangkat EEG)
2. Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal
(belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada
saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekwensi pikiran pada kondisi ini
sekitar 7 – 14 Cps.
3. Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan
yang bersangkutan merasa “tertidur”, kondisi ini seperti halnya pada saat
seseorang melakukan meditasi yang sangat dalam. Theta juga gelombang
pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi, atau kondisi REM
(Rapid Eye Movement). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 3.5 – 7
Cps.
4. Delta adalah kondisi tidur normal (tanpa mimpi). Frekwensi pikiran pada
kondisi ini sekitar 0.5 – 3.5 Cps.
Kondisi Hypnosis sangat mirip dengan kondisi gelombang pikiran Alpha
dan Theta. Yang sangat menarik, bahwa kondisi Beta, Alpha, dan Theta,
merupakan kondisi umum yang berlangsung secara bergantian dalam diri kita.
Suatu saat kita di kondisi Beta, kemudian sekian detik kita berpindah ke
Alpha, sekian detik berpindah ke Theta, dan kembali lagi ke Beta, dan
seterusnya.
Pada saat setiap orang menuju proses tidur alami, maka yang terjadi adalah
gelombang pikiran ini secara perlahan-lahan akan menurun mulai dari Beta,
Alpha, Theta, kemudian Delta dimana kita benar-benar mulai tertidur.
Perpindahan wilayah ini tidak berlangsung dengan cepat, sehingga sebetulnya

12
walaupun seakan-akan seseorang sudah tampak tertidur, mungkin saja ia
masih berada di wilayah Theta. Pada wilayah Theta seseorang akan merasa
tertidur, suara-suara luar tidak dapat didengarkan dengan baik, tetapi justru
suara-suara ini didengar dengan sngat baik oleh pikiran bawah sadarnya, dan
cenderung menjadi nilai yang permanen, karena tidak disadari oleh “pikiran
sadar” yang bersangkutan.

F. Syarat-Syarat Melakukan Terapi Hipnoterapi


Secara konvensional, Hypnotherapy dapat diterapkan kepada mereka yang
memenuhi persyaratan dasar, yaitu :
1. Bersedia dengan sukarela
2. Memiliki kemampuan untuk focus
3. Memahami komunikasi verbal.

G. Tahapan Hipnoterapi
Pada saat proses hipnoterapi berlangsung, klien hanya diam. Duduk atau
berbaring, yang sibuk justru terapisnya, yang bertindak sebagai fasilitator.
Akan tetapi, pada proses selanjutnya, klien lah yang menghipnosis dirinya
sendiri (Otohipnotis), berikut proses sebuah tahapan hipnoterapi :
1. Pre - Induction (Interview)
Pada tahap awal ini hipnoterapis dan klien untuk pertama kalinya
bertemu. Setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya,
hipnoterapis membuka percakapan untuk membangun kepercayaan klien,
menghilangkan rasa takut terhadap hipnotis / hipnoterapi dan menjelaskan
mengenai hipnoterapi dan menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya
hipnoterapis harus dapat mengenali aspek - aspek psikologis dari klien,
antara lain hal yang diminati dan tidak diminati, apa yang diketahui klien
terhadap hipnotis, dan seterusnya. Pre - Induction merupakan tahapan yang
sangat penting. Seringkali kegagalan proses hipnoterapi diawali dari
proses Pre - Induction yang tidak tepat.

13
2. Suggestibility Test
Maksud dari uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah
klien masuk ke dalam orang yang mudah menerima sugesti atau tidak.
Selain itu, uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan juga
untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi. Uji
sugestibilitas juga membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik
induksi yang terbaik bagi sang klien.
3. Induction
Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis
untuk membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar (conscious) ke
pikiran bawah sadar (sub conscious), dengan menembus apa yang dikenal
dengan Critical Area.
Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks. maka frekuensi
gelombang otak dari klien akan turun dari Beta, Alfa, kemudian Theta.
Semakin turun gelombang otak, klien akan semakin rileks, sehingga
berada dalam kondisi trance. Inilah yang dinamakan dengan kondisi
terhipnotis. Hipnoterapis akan mengetahui kedalaman trance klien dengan
melakukan Depth Level Test (tingkat kedalaman trance klien).
4. Deepening (Pendalaman Trance)
Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ke trance
yang lebih dalam Proses ini dinamakan deepening.
5. Suggestions / Sugesti
Pada saat klien masih berada dalam trance, hipnoterapis juga akan
memberi Post Hypnotic Suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien
pada saat proses hipnotis masih berlangsung dan diharapkan terekam terus
oleh pikiran bawah sadar klien meskipun klien telah keluar dari proses
hipnotis. Post Hypnotic Suggestion adalah salah satu unsur terpenting
dalam proses hipnoterapi.

14
6. Termination
Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahan –
lahan akan membangunkan klien dari “tidur” hipnotisnya dan
membawanya ke keadaan yang sepenuhnya sadar.

H. Manfaat Hipnoterapi
Saat ini hipnoterapi dapat digunakan untuk mengatasi masalah – masalah
sebagai berikut:
1. Masalah fisik
Ketegangan otot dan rasa nyeri yang berlebihan dapat dibantu
dengan Hipnoterapi. Dengan Hipnoterapi, dapat membuat tubuh menjadi
relaks dan mengurangi intensitas nyeri yang berlebihan secara drastic.
2. Masalah Emosi
Serangan panik, ketegangan dalam menghadapi ujian, kemarahan,
rasa bersalah, cemas, kurang percaya diri dan lain-lain adalah masalah-
masalah emosi yang berhubungan dengan rasa takut dan kegelisahan.
Semua masalah di atas bisa diatasi dengan Hipnoterapi.
3. Masalah Perilaku
Masalah perilaku seperti merokok, makan berlebihan dan minum
minuman keras yang berlebihan dan berbagai macam perilaku ketagihan,
dapat diatasi dengan Hipnoterapi. Hipnoterapi juga bisa membantu
insomnia dan gangguan tidur.

I. Efek Samping Hipnoterapi


Seperti terapi lainnya, hipnoterapi juga dapat menimbulkan efek samping.
Seperti dikatakan dr Erwin Kusuma SpKJ, program yang ditanamkan dalam
hipnoterapi harus positif. Ini mengingat pasien tidak memiliki kemampuan
merangkum (sintesis) karena kecerdasan jasmaninya menurun. Bila hal ini
tidak diperhatikan, bukan tidak mungkin akan muncul hasil yang tidak
diinginkan, seperti timbul abreaksi (keluarnya rekaman bawah sadar secara

15
serentak, seperti kekesalan dan kesedihan, sehingga ungkapan dan tindakan
pasien tidak terkendali).

J. Fakta Hipnoterapi
1. Hipnoterapi adalah suatu hal yang aman dilakukan. Hal ini hanyalah
keadaan santai di mana pikiran bawah sadar seseorang dapat diakses dan
terbuka untuk membuat perubahan positif.
2. Hipnoterapi bukan pengendalian pikiran. Karena dengan bantuan
pembimbing, orang tersebut yang memilih cara yang tepat untuk
mengkhilaskan dan mengatasi masalah seseorang.
3. Seseorang tetap sadar selama hipnoterapi. Kondisi ini hanyalah sebuah
bagian dari relaksasi, yaitu pikiran tenang dan rileks.
4. Siapapun dapat di hipnoterapi (selama yang bersangkutan tidak mengalami
paksaan, dan gangguan dalam berkomunikasi).

K. Contoh Kasus Yang Ditangani Dengan Hipnoterapi


Kasus kebutaan histerik, yakni kebutaan yang timbul setelah mengalami
trauma psikis, juga dapat diobati dengan hipnoterapi. Seperti halnya jenis
terapi lainnya, harus ada indikasi (alasan) untuk menggunakan hipnoterapi.
Selain itu, terapi jenis ini digunakan bila manfaatnya lebih besar dari pada
kerugian yang mungkin timbul. Lebih lanjut, hipnoterapi mempunyai manfaat
sebagai berikut: Pada anak-anak, hipnoterapi dapat menghilangkan kebiasaan
buruk seperti gigit kuku, menghisap jari, gagap, ngompol, alergi/kulit merah-
merah. Hipnoterapi juga diterapkan pada pasien autisme.
Pada pasien dewasa, hipnoterapi dapat menghilangkan kebiasaan buruk
seperti masturbasi, merokok, judi, insomnia, penyakit kulit, kleptomania,
phobia, trauma pskologis (kekerasan, perkosaan), serta dapat mempercepat
penyembuhan ketergantungan narkoba. Di samping itu juga dapat membantu
mengatasi luka bakar, melenyapkan timbulnya kutil, serta mampu
menyembuhkan penyakit seperti asma, sinusitis, arthritis, mabuk laut,
gangguan menstruasi, tekanan dfarah yinggi, stroke, impotensi, mengatasi rasa

16
sakit (kasus kanker, persalinan, dan cabut gigi). Hipnotis juga digunakan
untuk mengatasi kecemasan bawah sadar sehingga pasien mampu untuk
menghadapi realitas, seperti pada kasus phobia, cemas, gangguan psikomatik,
ataupun kebiasaan buruk (bad habits).
Di bidang psikologi belajar, hipnotis dapat diarahkan untuk
mengingkatkan konsentrasi, daya ingat, kreatifitas, ataupun kesiapan
menghadapi ujian. Sementara di bidang industri, hipnotis bermanfaat untuk
meningkatkan mutu SDM sehingga diharapkan mampu menghadapi situasi
kompetitif dan efektif dalam menjalani tugas.

L. Contoh Melakukan Hipnoterapi Pada Diri Sendiri


Self hypnosis atau hipnoterapi pada diri sendiri berguna untuk membuat
diri kita sendiri lebih reseptif pada sugesti yang akan kita berikan untuk diri
sendiri. Selama prosesnya, kita akan sadar secara penuh dan terbilang aman
untuk dilakukan dan bahkan bisa dijadikan terapi susah tidur bagi Anda yang
memiliki masalah ini.
1. Masuk ke Ruangan Nyaman
Awali dengan masuk ke ruangan yang nyaman dan duduk di
sebuah kursi atau tempat tidur yang juga nyaman. Pastikan jika bagian
tubuh dan juga kaki tidak terlipat sehingga anda bisa berada dalam posisi
ini dalam waktu lama namun tetap merasa nyaman.
2. Tentukan Tujuan Hipnotis
Langkah berikutnya adalah menentukan alasan mengapa anda
melakukan hipnoterapi tersebut, apakah supaya rileks, meningkatkan
kualitas diri sendiri, melatih otak, menurunkan berat badan, berhenti
merokok dan lain sebagainya.
Hipnoterapi sendiri memang digunakan untuk meningkatkan
relaksasi, akan tetapi juga sering digunakan untuk mencapai tujuan
tertentu, mengubah pola pikir, memberikan motivasi positif dan
sebagainya. Sebagai contoh, jika anda melakukan hipnoterapi supaya bisa
berhenti kebiasaan buruk seperti rokok, maka anda bisa memikirkan

17
kalimat penegasan yang tepat sasaran seperti, "aku tidak ingin merokok,
rokok tidak menarik bagiku".
3. Menyingkirkan Berbagai Perasaan Buruk
Saat akan memulai hipnoterapi ini, kemungkinan anda akan sulit
untuk menjauhkan berbagai pikiran yang terus mengganggu. Apabila ini
terjadi, jangan memaksakan diri dan amati pikiran tersebut dengan netral
lalu biarkan menghilang dengan sendirinya.
4. Kenali Ketegangan Tubuh
Langkah selanjutnya adalah mengenali ketegangan pada bagian
tubuh yang dimulai dari jari kaki. Bayangkan ketegangan tersebut lepas
dari tubuh dan kemudian hilang. Bayangkan ketegangan tersebut terlepas
dari tubuh satu per satu sehingga bisa semakin ringan.
Buat jari kaki anda rileks kemudian lanjutkan ke kaki dan teruskan
ke bagian tubuh lain hingga mencapai kepala. Pakailah teknik
membayangkan sesuatu yang menurut anda nyaman seperti contohnya
membayangkan air mengalir di kaki untuk menghilangkan ketegangan
tersebut.
5. Masuki Keadaan Hipnotis
Mulailah menceritakan yang sedang anda lakukan dan juga
beberapa sugesti positif untuk diri sendiri dengan memakai kata saya dan
bukan orang kedua. Pakailah sugesti yang lebih spesifik dan gunakan
rumus sugesti yang singkat. Dalam tahap ini, masing masing individu akan
memiliki metode yang berbeda beda dalam menanamkan sugesti tersebut.
Apabila tidak berhasil, maka anda bisa mencari metode lain yang lebih
efektif dan disesuaikan dengan anda.
6. Penyelesaian Hipnoterapi
Tahap penyelesain hipnoterapi mengartikan jika anda sudah
menyelesaikan program hipnoterapi dan berikan batasan yang sangat jelas
antara sadar dan hipnotik yang dilakukan supaya anda tidak tertidur. Akhir
proses ini dengan cara memikirkan bagaimana anda terbangun seperti
hitungan dan sebagainya.

18
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari
manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku.
Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran
menggunakan hipnotis. Hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi
sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam
menggunakan hipnotis untuk terapi disebut “hypnotherapist”.
Manfaat dari hynoterapi itu sendiri adalah untuk mengatasi maslah
emosi, fisik dan perilaku. Sedankan syarat hipnoterapi itu sendiri adalah
bersedia dengan sukarela, memiliki kemampuan untuk focus, dan memahami
komunikasi verbal.
Hipnoterapi juga dapat menimbulkan efek samping. Seperti dikatakan
dr Erwin Kusuma SpKJ, program yang ditanamkan dalam hipnoterapi harus
positif. Ini mengingat pasien tidak memiliki kemampuan merangkum
(sintesis) karena kecerdasan jasmaninya menurun. Bila hal ini tidak
diperhatikan, bukan tidak mungkin akan muncul hasil yang tidak diinginkan,
seperti timbul abreaksi (keluarnya rekaman bawah sadar secara serentak,
seperti kekesalan dan kesedihan, sehingga ungkapan dan tindakan pasien tidak
terkendali).

B. Saran
Penulis berharap dengan penulisan makalah ini dapat menambah ilmu
pengetahuan kepada pembaca. Namun, dalam uraiannya penulis sadar bahwa
masih banyak hal yang dirasa kurang, oleh karena itu harapan penulis kepada
pembaca semua dapat memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun.

19
DAFTAR PUSTAKA
Anggi Aprillia Putri Anitya Wulandari, Dexkri Alwaref Elvi Zora, Hirsa Nursuari
Salfera, Dkk (2018). Makalah Terapi Komplementer Hipnoterapi. Diakses
pada 03 Mei 2024.
[Link]
Komplementer-Hipnoterapi

Chamber, Bradford. 2005. How to hypnotize. Stravon Publisher : New York

Diah Niken Pratiwi, (2021). Tugas Makalah Holistik Care Hipnoterapi. Diakses
pada 03 Mei 2024.
[Link]
HIPNOTERAPI

McDonald F., 2006, Hypnotherapy Applications in Pain Management.


[Link] McDonald F. 2006 Hypnotherapy in Substance Use
Treatment. [Link]

Murphy, Joseph. 1997. The power of Your Subconscious Mind (terjemahan)


spektrum : Jakarta

Purwanto, S. 2007 Hipnoterapi (Suplemen Kuliah. Tidak diterbitkan Labels:


psikoterapy Adiyanto. 2007, Hipnosis penurunan rasa nyeri Pengamatan
Efek Hypnosis Pada Otak Melalui Brain Imaging. [Link]

20

Anda mungkin juga menyukai