SEMINAR PENDIDIKAN PROFESI GURU
“REFLEKSI PENGALAMAN BELAJAR”
IKRIMA HAYATI
23300623
PGSD 006
DOSEN PENGAMPU :
FARIDA S, M. Si
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASARPENDIDIKAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2024
Format Refleksi Pengalaman Belajar Setiap Mata kuliah (LK 2)
Indikator Pertanyaan Identifikasi Diri
Nama mata kuliah Literasi Dasar
Reviu pengalaman 1. Pengalaman belajar apa yang berguna dan menarik?
belajar Topik-topik tersebut penting untuk dipelajari sebagai upaya guru
merencanakan kegiatan literasi yang runtut serta dapat
meningkatakan literasi peserta didik di Indonesia karena Indonesia
merupakan negara yang tingkat literasinya masih rendah. Selain itu
topik diatas penting dipelajari dalam ikut serta mengembangkan
sistem Pendidikan di Indonesia yang melakukan Gerakan literasi
melalui ANBK. ANBK adalah bukti kecapakan literasi dari peserta
didik. Topik-topik diatas penting dipelajari juga sebagai langkah
mewujudkan sistem Pendidikan yang menyiapkan peserta didik
mampu bersaing dengan negara lain, juga peserta didik yang
memiliki budaya membaca dan gemar menulis.
2. Pengalaman belajar apa yang berguna tetapi kurang menarik?
Saya mempelajari topik pada mata kuliah tersebut dengan
memelajari teori-teori yang telah disediakan di LMS, media
sosial serta adanya pembahasan secara diskusi dengan teman-
teman sejawat dan diberikan penguatan oleh dosen pembimbing
mata kuliah. Dosen juga memberikan umpan balik dari hasil
diskusi di kelas sehingga terjadi saling tukar informasi,
pengalaman, dan pengetahuan mengenai topik-topik yang ada pada
mata kuliah Literasi dasar. Selain itu tak lupa saya juga belajar
berdasarkan pengalaman.
3. Pengalaman belajar apa yang menarik tapi kurang berguna?
Strategi yang diimplementasikan dalam mempelajari topik-topik
tersebut sangat penting bagi saya. Karena dengan strategi pada
topik-topik tersebut menjadikan saya sebagai pembelajar yang
mandiri. Saya juga sering mengamati lingkungan sekitar saya yang
berguna untuk membantu saya dalam mengkonstruk pengetahuan
saya. Dengan topik-topik diatas juga menambah pengetahuan dan
wawasan tentang sistem Pendidikan saat ini dan menjadikan saya
menjadi pendidik yang professional.
4. Pengalaman belajar apa yang tidak menarik dan tidak berguna
dalam konteks sebagai calon guru?
Menurut saya setelah mempelajari mata kuliah ini, dalam kont eks
saya sebagai guru saya tidak menemukan adanya pengalaman
belajar yang tidak menarik dan tidak berguna, karena semua yang
sudah dipelajari sangat berguna dan menarik bagi saya untuk
menjadi refleksi dan pedoman dalam menciptakan pembelajaran
yang memerdekan peserta didik dan menghasilkan peserta didik
dengan berkarakter profil pelajar Pancasila
Refleksi 1. Apa yang telah terjadi?
pengalaman Saya mempelajari tentang :
belajar 1. Topik 1
Pada topik 1 saya mendapatkan pengalaman belajar mengenal
Konsep Literasi Dasar dimana saya mendapatkan pengalaman belajar
mengidentifikasi aspek literasi dasar serta menganalisis aspek literasi
dasar. Saya dapat menganalisis konten artikel ilmiah dan surat kabar
terkait identifikasi aspek literasi dasar. Saya dapat memahami bahwa
budaya membaca 15 menit merupakan hal yang sangat penting dan
dapat mempengaruhi perilaku peserta didik. Disini saya baru sadar
akan pentingnya menyajikan bahan bacaan diluar materi
pembelajaran yang dapat membentuk karakter peserta didik melalui
tokoh-tokoh yang terdapat dalam bacaan. Sehingga peserta didik
tersebut secara tidak langsung dapat memahami dan mengetahui
mana sikap yang baik dan mana sikap yang buruk sebelum ada
seseorang yang memberitahunya.
2. Topik 2
Pada topik 2 saya mendapatkan banyak sekali pengalaman belajar
tentang strategi pengembangan keterampilan literasi. Saya mampu
mengidentifikasi pembelajaran keterampilan literasi di SD, juga
mampu menganalaisis strategi pengembangan keterampilan literasi
dan mampu menyusun rancangan strategi pengembangan
keterampilan literasi. Dari rancangan pembelajaran literasi yang telah
saya susun, saya mendapatkan banyak hal baru mengenai beragam
strategi yang dapat saya terapkan. Ternyata banyak strategi literasi
bukan hanya strategi pembelajaran saja, seperti strategi mengaktifkan
pengetahuan, strategi menulis mandiri, dan strategi menyimpulkan.
Didalam strategi mengaktifkan terdapat langkah-langkah yang perlu
diterapkan seperti preview, question, read, reflect, recite, dan review.
Tentu hal-hal seperti inilah yang benar-benar baru saya pelajari dan
menambah wawasan sebagai calon pendidik.
3. Topik 3
Pada topik 3 saya mempelajari mengenai asesmen literasi AKM.
Saya mendapatkan pengalaman belajar memahami asesmen lierasi
AKM, menganalisis penggunaan asesmen literasi AKM dan mampu
menyusun asesmen literasi AKM. Disini saya belajar membuat soal
literasi dan mengelompokannya kedalam konten, konteks dan
kognitif. Membuat soal literasi bagi saya tidaklah mudah karena soal
literasi berbeda dengan soal biasa. Perbedaan yang saya rasakan pada
tipe soal yang beragam seperti pilihan ganda, esay, benar saah, dll.
Selain itu tipe soal literasi terkadang memiliki jawaban yang lebih
dari satu. Inilah sebuah pengalaman baru yang saya dapatkan di topik
3 ini.
4. Topik 4
Pada topik 4 ini saya belajar mengenai lingkungan kaya literasi. Saya
mendapatkan pengalaman belajar tentang menganalisis lingkungan
kaya literasi dan menyusun rancangan lingkungan kaya literasi.
Rancangan lingkungan kaya literasi yang saya buat adalah
pengembangan budaya literasi di sekolah. Disini saya belajar
membuat rancangan guna membangun lingkungan yang literat
dengan menggunakan pohon literasi. Sebelum menentukan pohon
literasi sebagai langkah untuk menciptakan lingkungan yang literat
saya belajar mengobservasi kondisi nyata juga mendeskripsikan
manfaat dan asesmen yang akan digunakan.
5. Topik 5
Dalam topik 5 mempelajari tentang pengembangan kecakapan
literasi diri. Saya mendapatkan pengalaman belajar mengidentifikasi
aspek dan bentuk pengembangan literasi diri dan menyusun
pengembangan literasi diri. Saya merefleksikan pemahaman baru
yang telah saya pelajari dan hal yang ingin saya lakukan setelah
mempelajari topik ini. Saya juga menyusun pengkondisian
lingkungan fisik ramah literasi seperti mengenalkan buku bacaan
yang menarik untuk anak-anak di sekitar lingkungan saya dan akan
memajang hasil karya peserta didik agar dapat memotivasi peserta
didik untuk gemar membaca. Saya juga belajar mengingat Kembali
pembelajaran literasi yang telah saya lakukan selama hidup saya dan
tanpa saya sadari ternyata cukup banyak pembelajaran literasi yang
telah saya pelajari.
2. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Hal tersebut terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan saya
sebagai guru yang professional nantinya agar saya tahu literasi
dasar apa yang cocok untuk saya terapkan di sekolah nantinya.
Analisis artefak 1. Artefak-artefak pembelajaran mana yang dapat saya jadikan
pembelajaran bukti dukung hasil refleksi pengalaman belajar?
Artefak yang saya pakai adalah sebuah infografis
2. Mengapa artefak ini yang saya pilih?
Hal ini karena mengingatkan saya kesimpulan dari semua pelajaran
bagaimana peran saya sebagai seorang dalam menyusun literasi
belajar di sekolah.
3. Bagian mana dari artefak ini yang mendukung hasil refleksi
saya?
Saya rasa semuanya karena infografis ini merupakan kesimpulan
dari semua yang menajadi dasar dari pemelajaran literasi dasar
untuk menciptakan lingkungan yang berliterasi di sekolah.
Rumusan hasil Apabila saya mengajar atau membahas topik ini, dengan
refleksi berupa mempertimbangkan prinsip pembelajaran bermakna yang berpusat
pembelajaran kepada siswa, perubahan apa yang akan saya lakukan?
bermakna Pembelajaran bermakna yang dapat saya terapkan setelah
mempelajari topik-topik di mata kuliah pembelajaran
berdiferensiasi adalah langkah awal sebagai guru sebelum
merencanakan pembelajaran yaitu memahami tentang teori yang
mendasari. Selain itu sebelum melakukan perencanaan perlu
memetakan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan gaya
belajar. Setiap peserta didik memiliki kebutuhan dan gaya belajar
berbeda satu sama lain sehingga kurang efektif jika guru hanya
menyediakan 1 jenis media pembelajaran saja. Pembelajaran
berdiferensiasi ini juga penting diterapkan untuk menyokong
kurikulum merdeka yang memberikan kebebasan peserta didik
untuk belajar sesuai dengan hal yang diinginkan, Peran guru disini
hanya memfasilitasi dan menjadi tentor dalam kegiatan mereka
belajar. Pada mata kuliah pembelajaran berdiferensiasi ini juga
terintegrasi dengan kegiatan PPL 1 yang mana menjadikan
pengalaman berharga Ketika saya menjumpai sebuah masalah
dalam kegiatan PPL 1 namun juga bertepatan dengan tugas dan
topik diferensiasi sehingga saya merasa mudah memecahkan dan
mengambil solusi terkait dengan permasalahan yang saya hadapi.