Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Journal homepage: [Link]
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh
(Averrhoa bilimbi L.)
Antioxidant Activity Test of Ethanol of Belimbing Wuluh Fruits
(Averrhoa bilimbi L.)
Elsa Akbar Wati, Fajar Prasetya, Juniza Firdha Suparningtyas*
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian “Farmaka Tropis”,
Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur
*Email korespondensi: junizafirdha@[Link]
Abstrak
Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) termasuk dalam famili oxalidaceae. Tanaman buah Belimbing
Wuluh memiliki kandungan golongan senyawa oksalat, fenol, dan flavonoid yang bersifat sebagai
antioksidan dan antibakteri. Pada penelitian sebelumnya Belimbing Wuluh memiliki nilai aktivitas
antioksidan sebesar 91,89%. Hasil penelitian ini bertujuan menentukan rendemen dan aktivitas
antioksidan ekstrak etanol buah Belimbing Wuluh ekstrak tanaman buah Belimbing Wuluh diperoleh
dengan cara metode maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil penelitian ini menghasilkan rendemen
sebesar 12%. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl)
menggunakan variasi konsentrasi 100 ppm ,150 ppm ,200 ppm, 250 ppm, dan 300 ppm masing-
masing 5 replikasi yang absorbansinya diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan
panjang gelombang maksimum 516 nm. Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan didapatkan nilai
IC50 ekstrak etanol buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebesar 78,313 µg/mL. Hal ini
menunjukkan bahwa ekstrak buah Belimbing Wuluh tersebut mempunyai aktivitas antioksidan yang
kuat karena mempunyai nilai IC50 dari 50 – 100 µg/mL.
Kata Kunci: Averrhoa bilimbi L., antioksidan, DPPH
Abstract
Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) belongs to the Oxalidaceae family. The Bilimbi plant contains
oxalate, phenol, flavonoid compounds which act as antioxidants and antibaterials. In previous studies
Belimbing Wuluh has an antioxidant activity value of 91.89%. The fructus Bilimbi extracted by
maceration method using 96% ethanol. The fructus Bilimbi purpose of this study was to determine
Proc. Mul. Pharm. Conf. 2022. 21
e-ISSN: 2614-4778
Samarinda, 15-17 November 2022
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
the yield and the antioxidant activity of the ethanol extract from Bilimbi fructus this study resulted in
a yield of 12% antioxidant activity tested by DPPH method (1,1 -diphenyl-2-picrylhydrazyl) from the
extract various concentrations five replications of 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, and 300
ppm. Then absorbance was measuring by UV-Vis spectrophotometry with maximum wavelength 516
nm. The antioxidant activity result showed that the IC50 value was 78,313 µg/mL. this indicaticates
that the fructus Bilimbi exctract has strong antioxidant activity because it has an IC 50 value less than
50 – 100 µg/mL.
Keywords: Averrhoa bilimbi L., antioxidant, DPPH
DOI: [Link]
1 Pendahuluan 2 Metode Penelitian
Antioksidan merupakan zat yang dapat
melawan berbagai pengaruh bahaya dari 2.1 Alat dan Bahan
radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil
Alat yang digunakan dalam penelitian ini
metabolisme oksidatif [1]. Fungsi utama
adalah plastik wrap, batang pengaduk, cawan
antioksidan yaitu untuk menghentikan atau
buchner, timbangan analitik, aluminium foil,
memutus reaksi berantai radikal bebas
kertas saring, pisau, blender, toples, tabung
sehingga dapat melindungi sistem biologi tubuh
reaksi, botol coklat, pipet ukur, kuvet, kaca
dari efek merugikan yang timbul dari proses
arloji, corong kaca, gelas kimia, labu ukur, spatel
maupun reaksi yang menyebabkan oksidasi
besi, mikropipet, pipet tetes dan
berlebihan [2]. Penggunaan antioksidan secara
spektrofotometri Uv-Vis. Bahan yang digunakan
topikal dapat menurunkan radiasi sinar UV A,
dalam penelitian ini adalah buah belimbing
radiasi tersebut menyebabkan kulit menjadi
wuluh, etanol, DPPH dan etanol p.a.
gelap dan menyebabkan kerusakan kulit yang
lainnya. Untuk mencegah radiasi sinar UV A 2.2 Pembuatan Simplisia Buah Belimbing
diperlukan perawatan yang dapat melindungi
Wuluh
secara langsung seperti sediaan masker.
Salah satu bahan alam yang memiliki Disiapkan buah belimbing wuluh yang
antioksidan adalah belimbing wuluh. diambil didaerah Balikpapan, Kalimantan
Berdasarkan penelitian terdahulu, pada buah Timur. Dikumpulkan buah belimbing wuluh
belimbing wuluh diyakini memiliki aktivitas berwarna hijau segar sebanyak 5 kg, kemudian
antioksidan alami seperti vitamin a,c, beta disortasi basah, dipotong kecil-kecil dan
karoten dan sebagainya [3]. Diketahui vitamin c dikeringkan. Dilakukan pembuatan simplisia
pada buah belimbing wuluh hampir sama dan dihaluskan dengan blender.
dengan buah jeruk [4]. Tujuan dari penelitian ini
antara lain untuk mengetahui aktivitas 2.3 Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh
antioksidan dari ekstrak etanol buah belimbing 200 gram simplisia buah belimbing wuluh
wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) dengan dimaserasi dengan 2 liter pelarut etanol 96%.
menggunakan metode 1,1-diphenyl-2- Maserasi dilakukan selama 3 hari dengan
picrylhydrazyl (DPPH). merendam serbuk simplisia buah belimbing
wuluh. Setelah perendaman dilakukan
penyaringan menggunakan kertas saring,
digabungkan filtrat yang didapat dengan rotary
evaporator pada suhu 50 ̊C sampai diperoleh
ekstrak kental yang diperoleh diuapkan dengan
Proc. Mul. Pharm. Conf. 2022. 22
e-ISSN: 2614-4778
Samarinda, 15-17 November 2022
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
cara dimasukkan ke dalam toples kecil dan polar, maupun non polar. Selain itu, etanol juga
ditutup dengan plastik wrapping yang diberi memiliki ketoksikan yang paling rendah [5].
lubang-lubang kemudian didapatkan ekstrak Berat ekstrak yang diperoleh dari 200 gram
dihitung rendemennya dengan rumus simplisia yaitu 24 gram, didapatkan hasil
persamaan 1. perhitungan rendemen sebesar 12%.
Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan
menggunakan metode DPPH dengan mengukur
berat ekstrak etanol buah belimbing wuluh absorbansi pada alat spektrofotometer UV-Vis.
%Rendemen = × 100%
berat awal simplisia kering Metode DPPH adalah metode absorpsi radikal
(persamaan 1) DPPH yang sederhana dan mudah serta
menggunakan sampel yang sedikit dalam waktu
yang singkat. Paramater untuk mengukur
aktivitas antioksidan menggunakan DPPH
2.4 Uji antioksidan adalah IC50. IC50 (Inbitory Concentration) adalah
kosentrasi yang menghambat radikal bebas
2.4.1 Pembuatan Larutan Induk 40 ppm (DPPH) sebesar 50%. Semakin kecil nilai IC50
Serbuk DPPH ditimbang sebanyak 4 mg, maka semakin baik aktivitas antioksidan dari
kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 senyawa atau ekstrak tersebut [6].
ml dan ditambahkan etanol p.a sampai tanda Tingkat kekuatan antioksidan dapat
batas garis labu ukur dihomogenkan. ditentukan berdasarkan nilai IC50.
2.4.2 Penentuan panjang gelombang
maksimum
Tabel 1. Klasifikasi antioksidan
Larutan DPPH 40 ppm diambil sebanyak 2 Tingkat Aktivitas Antioksidan IC50
Sangat kuat < 50 µg/mL
ml, diukur panjang gelombang maksimum pada Kuat 50 – 100 µg/mL
rentang 515-520 nm. Sedang 101 – 150 µg/mL
Lemah > 150 µg/mL
2.4.3 Pembuatan larutan induk sampel
1000 ppm
Ekstrak etanol buah belimbing wuluh Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah
ditimbang 10 mg dimasukkan ke dalam labu belimbing wuluh diukur dengan
ukur 10 ml ditambahkan etanol sampai tanda spektrofotometri Uv Vis untuk mendapatkan
batas garis labu ukur lalu dihomogenkan. nilai absorbansi. Dari nilai tersebut dapat
2.4.4 Pembuatan larutan seri kosentrasi dihitung aktivitas penghambatan (% inhibisi)
dan larutan uji
sehingga dapat diperoleh nilai IC50 dari ekstrak
etanol buah belimbing wuluh. Aktivitas
Pembuatan larutan seri kosentrasi dibuat antioksidan dari ekstrak buah belimbing wuluh
dengan kosentrasi 100,150, 200, 250, 300 ppm ditunjukkan pada Tabel 2.
dalam labu ukur 10 ml. Diambil 2 ml masing-
masing larutan seri kosentrasi kemudian
ditambahkan 2 ml larutan DPPH. Larutan uji Tabel 2. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah
diinkubasi selama 30 menit pada suhu kamar. belimbing wuluh
Diukur absorbansi pada panjang gelombang Konsentrasi
Absorbansi %Inhibisi
Persamaan IC50
maksimum yang telah diukur. (ppm) y= ax+b (µg/mL)
Blanko 0,6086 0 y=0.1169x + 13.165 78,313
100 0, 456 25,082 R² = 0.9617
3 Hasil dan Pembahasan 150 0,431 29,135
200 0,383 37,076
Pada penelitian ini dilakukan pembuatan 250 0,334 45,071
ekstrak etanol buah belimbing yang di uji 300 0,327 46,331
aktivitas antioksidannya. Pelarut yang
digunakan dalam penelitian ini yakni 96%.
Etanol memiliki sifat yang dapat melarutkan
seluruh bahan aktif baik bersifat polar, semi
Proc. Mul. Pharm. Conf. 2022. 23
e-ISSN: 2614-4778
Samarinda, 15-17 November 2022
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Berdasarkan hasil penelitian yang 4 Kesimpulan
diperoleh dapat dilihat pada kosentrasi 100,
150, 200, 250, dan 300 ppm secara berturut- Berdasarkan hasil penelitian yang dapat
turut menghasilkan nilai persentase hambatan disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah
terhadap DPPH sebesar 25,082%; 29,1355; belimbing wuluh memiliki nilai rendemen
37,076%; 45,071% dan 46,33% artinya nilai sebesar 12% dan mengandung senyawa
persentase hambatan termasuk baik karena antioksidan dengan IC50 78.313 μg/ml dengan
kurang 50%. Persen inhibisi (%inhibisi) metode DPPH. Hal ini menunjukkan bahwa
menggambarkan kemampuan senyawa ekstrak etanol buah belimbing memiliki
antioksidan dalam sampel untuk menangkap senyawa antioksidan yang kuat karena IC50
radikal bebas pada kosentrasi larutan uji. 78.313 μg/ml kurang dari 100 μg/ml.
Kenaikan persen inhibisi dipengaruhi oleh
5 Kontribusi Penulis
penurunan nilai absorbansi DPPH yang
dihasilkan sampel. Hal ini menghasilkan Kontribusi penulis yaitu Elsa Akbar Wati
kosentrasi sampel yang lebih tinggi dan nilai sebagai peneliti utama sedangkan Fajar
absorbansi yang lebih rendah, menghasilkan Prasetya dan Juniza Firdha Suparningtyas
peningkatan persen penghambatan [7]. sebagai peneliti pendamping.
6 Konflik Kepentingan
50 Tidak ada konflik kepentingan pada
y = 0.1169 x + 13.165 penelitian ini.
45 R2= 0.9617
7 Daftar Pustaka
% Inhibisi
40
[1] Amrun dkk, 2007. Uji Aktivitas Antioksidan
35
Ekstrak Air Dan Ekstrak Metanol Beberapa
30 Varian Buah Kenitu (Chrysophylum Cainito L.)
Dari Daerah Jember. [Link] :45-50.
25 [2] Berdanier et al, 2008. Handbook Nutrition and
Food. Ajcn
20 [3] Zakaria et al, 2007. In vitro antibacterial activity
50 100 150 200 250 300 350 Averrhoa bilimbi L. leaves and fruit extract.
Konsentrasi (ppm) International journal of tropical medicine,2(3) :
Gambar 1 Persamaan regresi linier aktivitas antioksidan 96-100.
ekstrak etanol buah belimbing wuluh [4] Ikram et al, 2009. Antioxidant Capacity And
Total Phenolic Content Of Malaysian
Underutilizies Fruits. Journal Of Food
Composition And Analysis. 22(5): 388-393.
Pada gambar 1 untuk mendapatkan [5] Puluh, E. A., Edy, H. J., & Siampa, J. P. 2019. Uji
persamaan regresi linier dibuat kurva kalibrasi Antibakteri Sediaan Masker Peel Off Ekstrak
untuk mengetahui hubungan konsentrasi Etanol Daun Alpukat (Persea ameicana Mill.)
dengan persentase hambatan, kemudian terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis
didapatkan persamaan regresi. Dilakukan sebagai Antijerawat. Jurnal MIPA, 8(3), 101-
104.
pengukuran dengan hasil persamaan regresi
[6] [Link], “Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil
linier y=0.1169x+13.165 dengan koefisien Asetat dan Fraksi Air Ekstrak Etanol Daun Salam
determinasi R2 =0.9617. Nilai IC50 diperoleh dari ( Syzygium polyanthum ( Wight .) Walp .) dengan
regresi linier antara konsentrasi yang diperoleh Metode DPPH ( 1 , 1 Difenil- Antioxidant Activity
dan absorbansi. Dari penelitian yang telah of ethyl acetate and water fraction from
dilakukan diperoleh nilai IC50 dari ekstrak Syzygium polyanthum leaves ethanol extract
etanol buah belimbing wuluh sebesar 78.313 with 1 , 1 Diphenyl- 2 picrylhydrazyl method,”
μg/ml artinya pada konsentrasi 78.313 μg/ml vol. 6, no. 2, hal. 39–44, 2019.
sampel ekstrak etanol buah belimbing wuluh
dapat menghambat 50% radikal bebas.
Proc. Mul. Pharm. Conf. 2022. 24
e-ISSN: 2614-4778
Samarinda, 15-17 November 2022