0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan20 halaman

Program Bimbingan Konseling SDIT 2024/2025

Program bimbingan konseling

Diunggah oleh

Resti Rahmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan20 halaman

Program Bimbingan Konseling SDIT 2024/2025

Program bimbingan konseling

Diunggah oleh

Resti Rahmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

BIMBINGAN DAN KONSELING


TAHUN PELAJARAN 2024/2025

[Link]
LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling SDIT Al-Hikmah tahun pelajaran 2024/2025 ini telah
disetujui dan di sahkan pada :

Hari : .................................................................................

Tanggal : .................................................................................

Ketua Komite Kepala sekolah

Iin Rosmawati, [Link] Tajudin Nur, [Link].I

Mengetahui,
Pengawas Sekolah

……………………………….

[Link]
DAFTAR ISI

Halaman Judul...........................................................................................................................................
Lembar Pengesahan.................................................................................................................................
Daftar Isi..................................................................................................................................................

PROGRAM TAHUNAN..........................................................................................................................
A. Rasional.........................................................................................................................................
B. Dasar Hukum................................................................................................................................
C. Visi dan Misi.................................................................................................................................
D. Deskripsi Kebutuhan.....................................................................................................................
E. Tujuan...........................................................................................................................................
F. Komponen Program......................................................................................................................
G. Bidang Layanan..........................................................................................................................
H. Rencana Kegiatan / Operasional (Action Plan)..........................................................................
I. Pengembangan Tema atau Topik................................................................................................
J. Rencana Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut........................................................................
K. Anggaran Biaya...........................................................................................................................
L. Program Semester.......................................................................................................................

[Link]
PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada
pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan
kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan
pelayanan bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal
dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar
pemikiran tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen
pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada
mengenali kebutuhan peserta didik, orang tua, dan sekolah.
Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam
membantu peserta didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana
tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi
Dasar (SKKPD). Dalam upaya mendukung pencapaian tugas perkembangan
tersebut, program bimbingan dan konseling dilaksanakan secara utuh dan
kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah.
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh
SDN 3 Mediaeducations memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun
eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta
didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian
akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah,
ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia
anak persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan
cepat yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang
begitu cepat dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan
pribadi-sosial peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam
dunia maya seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas,
maraknya pornografi, dan problem lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan
untuk menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali
peserta didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan
[Link]
yang besar terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik.
Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya,
aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di
samping itu, daya dukung yang tersedia di SDN 3 Mediaeducations dapat dikatakan
berlimpah. Hal ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta
didik memiliki profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut
berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing-masing. Kondisi ini
merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan
bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan
prasarana yang dimiliki, SDN 3 Mediaeducations memiliki kecukupan fasilitas
untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui
berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler

B. DASAR HUKUM
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang
harus diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan
Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah.

2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-


Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Pada Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah
tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain
yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam
penyelenggaraan pendidikan”.

3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri


telah termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006
tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah.
[Link]
4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat
(6) Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang
Guru yang menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau
Konselor yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah
mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh)
peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut
dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan
bimbingan dan konseling” adalah pemberian perhatian, pengarahan,
pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima
puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap
muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang
dianggap perlu dan memerlukan.

5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22
ayat (5) Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru bimbingan dan konseling atau
konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban kerja wajib paling
kurang 150 (seratus lima puluh) orang Konseli dan paling banyak 250 dua ratus
lima puluh) orang Konseli per tahun.

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun


2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang
menyatakan bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan
pada jalur pendidikan formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1)
dalam bidang bimbingan dan konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor.
Kompetensi konselor meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang berjumlah 17 kompetensi
dan 76 sub kompetensi.

[Link]
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68
Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs,
Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan kesempatan kepada peserta didik
belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta
didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, lintas
minat atau pendalaman minat.

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang


bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut
menyebutkan bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4
(empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan
perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan
system. Bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup : (a) bidang
layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c) bidang layanan sosial, (d)
bidang layanan karir

C. VISI DAN MISI

1. Visi dan Misi SDIT Al-Hikmah


a. Visi
“Berprestasi dalam Iptek yang Berlandaskan Imtaq dan Akhlaq Mulia”.

b. Misi
1.) Melaksanakan pengembangan kurikulum
2.) Melaksanakan pengembangan profesional guru dan tenaga
kependidikan
3.) Meningkatkan perolehan nilai rata-rata UN dari 6.0 menjadi 7.0
4.) Melaksanakan pengembangan media pembelajaran untuk semua mata
pelajaran
5.) Mewujudkan warga sekolah yang sehat, beriman, dan bertaqwa
6.) Melaksanakan pengembangan sarana prasarana pendidikan
[Link]
7.) Mewujudkan lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif
8.) Meningkatkan prestasi di bidang akademik dan non akademik
9.) Melaksanakan pengembangan otonomi sekolah (kemandirian,
penggalangan partisipasi dan kerjasama)
10.) Melaksanakan pengembangan pembiayaan sekolah.

2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling


a. Visi
”Mewujudkan kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui
tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan
dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal,
mandiri dan bahagia sesuai dengan nilai religius dan nilai normatif yang
ada di masyarakat.”
b. Misi
1.) Mendidik peserta didik melalui pengembangan perilaku efektif
normatif, religius dalam kehidupan keseharian dan yang terkait
dengan masa depan.
2.) Memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di
dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat; atau
menfasilitasi perkembangan individu peserta didik dalam satuan
pendidikan formal dan non formal, keluarga, instansi, dunia usaha
dan industri serta lembaga masyarakat lain kearah perkembangan
optimal melalui strategi upaya pengembangan individu, serta kondisi
tertentu sesuai dinamika perkembangan masyarakat.
3.) Membantu dan memfasilitasi pengentasan masalah individu peserta
didik mengacu kepada kehidupan sehari-hari secara efektif.

D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi
teoretik dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya,
guru Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need
Assesment). Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan
permasalahan Konseli.
[Link]
Berdasarkan hasil catatan guru kelas yang sekaligus sebagai pemberi lananan
bimbingan konseling, yang dicatat dalam bentuk jurnal dan laporan persentase
permasalahan pada masing-masing kelas hasilnya tergambar dalam table berikut :

Tabel Persentase Permasalahan Konselin Pada Tahun Pelajaran 2020/2021


Bidang Jumlah siswa yang Memperoleh Layanan BK Jumla
No Persentase
Layanan 1 2 3 4 5 6 h
1 Peribadi 1 0 0 2 0 0 3 4.17%
2 Sosial 0 2 2 0 1 3 8 11.11%
3 Belajar 1 2 1 2 1 2 9 12.50%
4 Karil 1 1 2 0 2 0 6 8.33%

Berdasarkan profil kelas dari hasil rekap masalah dalam tahun pelajran
2020/2021 di atas, permasalahan tertinggi terdapat pada bidang bealajar sebesar
12,5%, diikuti oleh bidang sosial sebesar 11,11%, ,Adapun butir masalah yang
paling tinggi adalah belajar. Kesemua bidang layanan tersebut masih butuh
mendaptkan layanan bimbingan dan konseling. Adapun kebutuhan dari hasil asemen
tersebut tertuang dalam table berikut:k
Tabel Deskripsi Kebutuhan dari Hasil Asesmen
Hasil Rumusan Kebutuhan dalam Bentuk
Bidang Layanan Asesmen Perilaku
Keb
Pribadi Tidak memahami Peserta didik memahami potensi diri dengan
potensi diri baik

Tidak percaya diri Peserta didik perlu memiliki


kepercayaan diri yang positif

Lainnya

[Link]
Sosial Interaksi dengan Interaksi dengan teman sebaya sesuai dengan
teman sebaya etika dan norma yang berlaku.

Konflik dengan teman Mengelola emosi dengan baik

Lainnya

Belajar Sulit memahami Keterampilan belajar yang efektif


mata pelajaran

Malas belajar Motivasi belajar yang tinggi

Lainnya

Karier Bingung dengan ragam Pemahaman ragam kegiatan dan


kegiatan dan pekerjaan pekerjaan di sekitar
di sekitar

Pemahaman terhadap Pemahaman sikap positif terhadap jenis


keterkaitan belajar pekerjaan
dengan sukses masa
depan
Lainnya

E. TUJUAN
Berdasarkan hasil rumusan perilaku dirumuskan tujuan layanan
bimbingan dan konseling yang diklasifikasikan dalam aspek tugas perkembangan
berdasarkan SKKPD. Berikut ditampilkan perumusan tujuan layanan
Tabel Rumusan Tujuan
Bidang
Layanan Rumusan Rumusan Tujuan
Kebutuhan

Pribadi Kemampuan Peserta didik/konseli memiliki


memahami potensi diri kemampuan memahami potensi diri

[Link]
Kepercayaan diri yang Peserta didik/konseli memiliki
tinggi kepercayaan diri yang tinggi

Sosial Interaksi dengan lawan Peserta didik/konseli mampu berinteraksi


jenis sesuai dengan dengan lawan jenis sesuai dengan etika dan
etika dan norma yang norma yang berlaku.
berlaku.

Mengelola emosi Peserta didik/konseli memiliki kemampuan


dengan baik mengelola emosi dengan baik

Belajar Keterampilan belajar Peserta didik menguasai keterampilan belajar


yang efektif yang efektif

Motivasi belajar yang Peserta didik/ konseli memiliki


tinggi motivasi belajar yang tinggi

Karir Pemahaman ragam Peserta didik/ konseli memiliki Pemahaman


kegiatan dan pekerjaan ragam kegiatan dan pekerjaan di sekitar
di sekitar

Pemahaman keterkaitan Peserta didik/ konseli memiliki pemahaman


belajar dengan sukses keterkaitan belajar dengan sukses masa depan
masa depan

F. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program meliputi adalah layanan dasar, layanan responsif,
layanan peminatan dan perencanaan individual dan dukungan sistem yang
disesuai dengan hasil asesmen kebutuhan peserta didik.
Bagi guru bimbingan dan konseling atau konselor yang bertugas di satu
sekolah, maka pada umumnya semua komponen dan bidang layanan dapat
dilaksanakan. Untuk guru bimbingan dan konseling atau konselor yang bertugas
di gugus, komponen dan bidang layanan dipilih sesuai prioritas kebutuhan
peserta didik/konseli. Guru kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru

[Link]
bimbingan dan konseling, maka komponen program disesuaikan dengan
pembelajaran pada kelas masing-masing. Berikut penjelasan mengenai masing-
masing komponen

a . Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai
pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan
inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan
pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta
perencanaan dan eksplorasi karir.
Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang
langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok,
bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui
media adalah papan bimbingan, leaflet dan media inovatif bimbingan dan
konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan
dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam
kegiatan pembelajaran tematik.
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai
pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan
inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan
pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan
dan eksplorasi karir. Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam
aktivitas yang langsung diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan
kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang
dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan, leaflet dan media inovatif
bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan fungsi sebagai guru
bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam
kegiatan pembelajaran tematik.

[Link]
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang
bersumber dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan
terdiri atas konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus,
referal dan advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah
konseling melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di
Sekolah Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi
secara singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang
menitikberatkan pada membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan
yang sama dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta didik
yang disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi
seksual, status sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar
semua peserta didik/konseli mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh
pendidikan di Sekolah Dasar.

3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik


Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian
bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan
mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama
layanan ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami
pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara
proaktif terhadap informasi tersebut Layanan peminatan dan perencanaan
individual berisi aktivitas membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan
dan meninjau minat dan perencanaan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas
dimulai sejak peserta didik masih di sekolah dasar dan berlanjut terus sampai di
sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh peserta didik ditinjau dan
diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam profil peserta didik,
misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan perencanaan
individual yang langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa kegiatan
[Link]
bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelas
besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Aktivitas
peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan
kegiatan ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat
menggambarkan minat peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor dap at memberikan informasi tentang perencanaan pribadi,
akademik dan karir dalam pemilihan kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen,
tata kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara
berkelanjutan yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta
didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang
dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya
termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah,
menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat evaluasi,
dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2)
kegiatan tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang
berfungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan profesi
dilaksanakan sesuai dengan tugasnya sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh
kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan dan konseling untuk
memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling atau konselor. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (guru sebagai
pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling dapat dilakukan
dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap muka dan daring.

G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang
layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial,
belajar, dan karir yang merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap
diri individu peserta didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling
atau konselor kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima,
[Link]
mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara
bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat
mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai kebahagiaan,
kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik
kondisi fisik maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan
mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli
untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara
positif, terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial
yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan
dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan
kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial
budaya, (3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan
nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6)
bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi
konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali
potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil
merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki
kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga
dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam
kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai
hambatan belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
[Link]
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang
hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan
kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan
karir
(4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja
yang baik dan kesempatan karir
(7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di
masyarakat
(8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki -
perempuan.

H. RENCANA KEGIATAN/OPERASIOAL (ACTION PLAN)


Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan
yang menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang
didapat dari hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar
kompetensi kemandirian Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling
terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b) Tujuan Layanan
[Link]
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai yang berbasis hasil asesmen, tugas
perkembangan atau standar kompetensi kemandirian Konseli
(c) Komponen layanan
Terdiri dari empat komponen yaitu (1) layanan dasar, (2) layanan responsif,
(3) peminatan dan perencanaan individual, (4) dukungan system
(d) Strategi layanan
Merupakan kegiatan/strategi layanan yang dilakukan dan disesuaikan dengan
komponen layanan. Contohnya, untuk komponen layanan dasar, strategi
layanan yang dapat dilaksanakan adalah bimbingan
(e) Kelas
Berisi kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
(f) Materi,
Berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
(g) Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan
dilakukan.
(h) Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point
presentation, kertas kerja dan sebagainya.
(i) Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian
tujuan layanan.
(j) Ekuivalensi,
Berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan
dengan jumlah jam. (secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Permendikbud
No.111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan
Dasar dan Menengah).

I. Pengembangan Tema / Topik Layanan Bimbingan dan Konseling


Tema/topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan
peserta didik/konseli dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karier
yang dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling

[Link]
(RPL bimbingan dan konseling). Tema/topik layanan diseleksi, dipetakan dan
ditetapkan atas dasar:

a. Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD): berdasarkan hasil


assesmen tugas perkembangan dan standar kompetensi kemandirian peserta
didik/konseli yang diterbitkan oleh ABKIN.

b. Masalah: assesmen masalah, kelompok masalah, item masalah, bidang


layanan dan tingkatan kelas.

c. Bidang layanan bimbingan dan konseling: kelompok bidang layanan,


tujuan layanan pada kelompok bidang layanan, ruang lingkup bidang layanan,
tingkatan kelas.

Setelah tema atau topik dikembangkan, kegiatan berikutnya adalah menyusun RPL
bimbingan dan konseling. Materi yang dituangkan dalam RPL disajikan
dengan menggunakan beragam metode, teknik dan media bimbingan. Materi dapat
bersifat informatif dan orientatif yang membuat peserta didik mengetahui dan
memahami bagaimana cara berperilaku, mengembangkan pemikiran positif,
membuat pilihan dan mengambil keputusan bukan materi tentang suatu perilaku.

Pada SDIT Al-Hikmah dikarenakan tidak memiliki konselor atau guru


bimbingan dan konseling, tema atau topik diintegrasikan oleh guru kelas dalam
proses pembelajaran.

J. RENCANA EVALUASI. PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT


1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan
bimbingan dan konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk
mengetahui tingkat keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program
yang telah ditetapkan. Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling
terdapat 2 (dua) jenis evaluasi, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui
analisis hasil penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan

[Link]
konseling brlangsung. Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam
pelaksanaan kegitan bimbingan dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk
memperoleh informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling
dilihat dari hasilnya. Evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling
ditujukan pada hasil yang diacapi oleh peserta didik yang menjalin pelayanan
bimbingan dan konseling. Fokus penilaian dapat diaragakan pada
berkembangnya :
2. PELAPORAN
Sebagai wujud pertanggungjawaban tugas yang diberikan dari
kepala sekolah. Disamping itu laporan juga bisa dijadikan bukti
keterlaksanaan suatu program, selain itu juga bisa dijadikan dasar
guna perencanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Komponen Laporan
3.

Komponen yang harus dijelaskan daam laporan pelaksanaan


program pencapaian pelayanan BK dalam Bentuk catatan atau jurnal yang
berisikan komponen, waktu, bidang layanan, sasaran, tidak lanjut, hasil tindak
lanjut. Serta persentase masing-bidang pertahun guna bahan evaluasi tahun
selanjutnya.

4. TINDAK LANJUT
Kegiatan yang dilakukan setelah pelaksana layanan
bimbingan dan konseling melakukan evaluasi program, kemudian
menindaklanjuti berjalannya kegiatan pelayann yang diberikan tersebut.
Kegiatan tindak lanjut ini sebagai upaya menuntaskan bantuan, perbaikan
dan atau pengembangan program BK pada tahun pelajaran berikutnya.
Kegiatan tindak lanjut dilakukan berdasarkan temuan yang diperoleh dalam
evaluasi program, maka guru BK: (1) memperbaiki hal-hal yang masih
lemah, kurang tepat atau kurang relevan dengan tujuan yang akan dicapai;
(2) mengembangkan program dengan menambah atau merubah beberapa hal
yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan atau efektifitas program.

[Link]
K. ANGGARAN DAN BIAYA
Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang
dialokasikan untuk kegiatan bimbingan dan Konseling yang sudah menjadi satu
kedalam anggaran pelaksanaan proses pembelajaran (PBM)

L. PROGRAM SEMESTERAN
SDIT Al-Hikmah dikarenakan Guru kelas yang menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling, maka komponen program semester
disesuaikan dengan pembelajaran pada kelas masing-masing

[Link]

Anda mungkin juga menyukai