CAPAIAN PEMBELAJARAN UNTUK SD/MI/PROGRAM PAKET A
CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA
A. Rasional
Mata pelajaran Seni Budaya merupakan wahana untuk menumbuhkan kepekaan peserta didik
terhadap keindahan. Kepekaan terhadap keindahan membantu seseorang untuk dapat memaknai
hidupnya dan menjalani hidupnya dengan optimal. Pembelajaran seni sangat penting untuk
membangun kemampuan olah rasa peserta didik, sehingga mereka mampu meregulasi dirinya,
memiliki sifat mencintai keindahan, menghargai keberagaman, dan menjunjung perdamaian. Mata
pelajaran Seni Budaya berfokus pada kemampuan seseorang untuk merespon sebuah situasi atau
konflik melalui visual (seni rupa), bunyi (seni musik), pola dan gerak (seni tari), dan kesatuan gerak,
ekspresi, dan suara (seni teater).
Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya Profil Pelajar Pancasila, dengan
membiasakan berpikir terbuka, kreatif, apresiatif, empatik, serta menghargai kearifan lokal dan
kebinnekaan global, mengolah rasa dan mengembangkan nilai-nilai estetika, logika, dan etika.
Pembelajaran seni rupa juga memberikan pengalaman mengamati, menikmati keindahan dan
mengalami proses perenungan diri untuk diekspresikan menjadi karya seni rupa yang berdampak pada
diri, lingkungan maupun masyarakat.
B. Tujuan
Pembelajaran Seni Rupa bertujuan:
1. menunjukkan kepekaan, terhadap persoalan diri dan lingkungan, dan menemukan solusi kreatif
untuk menanggapi dan mengatasi masalah.
2. mengekspresikan diri dan mengasah kreativitas melalui penciptaan karya seni rupa.
3. memberdayakan sumber daya (alat dan bahan) yang tersedia di sekitarnya untuk menciptakan
sebuah karya seni.
4. menemukan jawaban terhadap suatu masalah atau mendapatkan gagasan untuk menciptakan
karya seni melihat suatu hal melalui beberapa sudut pandang sehingga dapat
5. peserta didik mampu menciptakan karya seni yang berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.
C. Karakteristik
1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik kemampuan menemukan gagasan, cara berkarya, dan
kreativitas sesuai dengan minat, bakat, dan kecepatan belajarnya masing-masing.
2. Pembelajaran berfokus pada pengalaman mengamati, bermain, menguji coba, merenungkan,
bersimpati, berempati, mencipta, peduli, dan toleransi terhadap beragam nilai, budaya, proses dan
karya.
3. Pembelajaran dalam suasana menyenangkan, bermakna, relevan, untuk mengembangkan
keterampilan bekerja dan berpikir artistik.
4. Pembelajaran seni rupa memperhatikan keunikan individu dan bersifat khas/kontekstual.
5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni maupun bidang ilmu lainnya yang
mendorong kolaborasi interdisipliner.
6. Pembelajaran seni rupa mendorong sikap bertanggung jawab dengan menyadari bahwa karya
berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.
Gambar di bawah ini adalah lima elemen/domain landasan pembelajaran seni rupa
Capaian Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri dan berjalan
beriringan sebagai kesatuan yang saling mempengaruhi dan mendukung untuk mencapai
kompetensi yang dituju. Elemen ini berlaku untuk seluruh fase. Setiap elemen memiliki gradasi
kompetensi dan ruang lingkup yang semakin meningkat di setiap fasenya. Setiap elemen bukan
sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya karena bukan merupakan taksonomi.
Pembelajaran seni sangat memungkinkan terjadinya proses lintas elemen. Dengan mengalami
proses kreatif dan olah rasa, peserta didik akan merefleksikan pengalamannya tersebut sehingga
terbiasa berpikir dan bekerja artistik, di mana peserta didik dapat melihat peluang untuk
memberdayakan sumber daya yang dimilikinya untuk menciptakan karya yang memiliki dampak
positif bagi dirinya dan orang lain.
Elemen Deskripsi
Mengalami Peserta didik mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan membandingkan unsur
(Experiencing) rupa, prinsip desain, dan gaya seni rupa dalam kehidupan sehari-hari (diri
sendiri, lingkungan sekitarnya) atau karya seni rupa orang lain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan, memberi dan menerima umpan balik secara
(Reflecting) kritis mengenai suatu karya dan penciptaan karya seni rupa secara runtut dan
terperinci dengan menggunakan kosa kata yang tepat.
Berpikir dan Peserta didik membuat konsep dan perencanaan untuk menciptakan karya seni
Bekerja Artistik rupa, dengan menggunakan berbagai pengetahuan dan keterampilan seni rupa
(Thinking and yang dimiliki. Peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan yang
Working tersedia di lingkungan sekitar.
Artistically)
Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau
(Making/ mengambil inspirasi dari luar dirinya, dengan menggunakan unsur rupa, prinsip
Creating) desain, gaya seni rupa, dan teknik yang telah dipelajari
Berdampak Peserta didik merespon dan mengaitkan dirinya terhadap lingkungan sekitar
(Impacting) untuk menghasilkan sebuah karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi
dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya
D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi
sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya dengan menggunakan
bahasa sehari-sehari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Pada akhir fase A, peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan
sekitarnya dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua unsur
rupa.
Merefleksikan (Reflecting) Pada akhir fase A, peserta didik menilai karya dan penciptaan karya
seni rupa dengan menggunakan kosa kata sehari-hari.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase A, peserta didik menggunakan pengalaman visualnya
Artistik (Thinking and sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik
Working Artistically) mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan
sekitar.
Menciptakan (Making/ Pada akhir fase A, peserta didik membuat karya seni rupa
Creating) menggunakan hasil pengamatannya terhadap lingkungan sekitar,
menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.
Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari dan
keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi
dampak positif bagi dirinya.
2. Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir fase B, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya, dengan mengaplikasikan unsur-unsur
rupa dan prinsip desain, serta menggunakan alat dan bahan dasar yang tersedia secara mandiri.
Peserta didik juga mampu menjelaskan suatu karya seni dan proses penciptaannya dengan
menggunakan kosakata seni rupa yang telah dipelajari.
Fase B Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Pada akhir fase B, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip
desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman dua atau lebih
unsur rupa dan satu prinsip desain.
Merefleksikan (Reflecting) Pada akhir fase B, peserta didik menilai karya dan penciptaan karya
seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang telah
dipelajari.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase B, peserta didik menerapkan pengalamannya
Artistik (Thinking and sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu
Working Artistically) mengenali karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar yang
tersedia di lingkungan sekitar, kemudian secara mandiri
menggunakan alat dan bahan tersebut.
Menciptakan (Making/ Pada akhir fase B, peserta didik mampu membuat karya rupa
Creating) berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan unsur garis, warna, bentuk dan
bangun. Peserta didik menerapkan prinsip keseimbangan dalam
menyusun unsur-unsur rupa yang digunakan.
Berdampak (Impacting) Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian sehari-hari dan
keadaan lingkungan sekitar melalui karya seni rupa yang memberi
dampak positif bagi dirinya dan lingkungan terkecilnya.
3. Fase C (Umumnya untuk Kelas V dan VI SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan
hasil pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, dan bangun, serta menerapkan prinsip desain dan perspektif dalam
membuat karya 2 dimensi.
Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik juga mampu
menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta pengetahuan interdisipliner. Peserta didik
mampu mempresentasikan karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
seni rupa yang telah dipelajari.
Fase C Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa dan prinsip
desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip
desain.
Merefleksikan (Reflecting) Pada akhir fase C, peserta didik mempresentasikan penilaian karya
dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase C, peserta didik mampu menggunakan pengalaman,
Artistik (Thinking and keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata
Working Artistically) pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan
dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan
variasi teknik dasar berkarya rupa.
Menciptakan (Making/ Pada akhir fase C, peserta didik mampu membuat karya rupa
Creating) berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk dan bangun. Peserta didik mampu
menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi.
Berdampak (Impacting) Peserta didik mampu memberikan respon terhadap kejadian sehari-
hari, keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau emosinya
melalui karya seni rupa yang memberi dampak positif bagi diri dan
lingkungan terkecilnya.