ANALISIS STABILITAS GALIAN DAN TIMBUNAN BERDASARKAN
DATA SEKUNDER DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM
PLAXIS 2D PADA JALAN TOL BENGKULU –
TABA PENANJUNG STA 0+000 – 12+000
PROPOSAL SKRIPSI
DIKERJAKAN OLEH :
Aditya Pratama Putra
NIM :1810212079
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PANCA BHAKTI
PONTIANAK
2024
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman di Indonesia saat ini pembangunan demi
pembangunan, khususnya pembangunan di bidang transportasi terus dilaksanakan
demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. Hal ini disebabkan karena
transportasi memegang peranan penting dalam kehidupan perekonomian di negara
kita. Pembangunan di bidang transportasi lebih ditujukan pada terciptanya suatu
transportasi nasional yang handal dan diselenggarakan secara terpadu, tertib, lancar,
aman dan efisien. Sedangkan sistem transportasi nasional itu sendiri berperan untuk
menunjang dan menggerakkan dinamika pembangunan serta mendukung mobilitas
manusia, barang dan jasa.
Kondisi Indonesia terletak pada empat lempeng aktif tektonik yaitu lempeng
Pasifik, lempeng Filipina, lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia. Maka
perencanaan struktur tahan gempa sangat perlu dilakukan berdasarkan standar,
pedoman dan peraturan yang sudah ditentukan. Perencanaan estimasi dari resiko
yang ditimbulkan gempa pada bangunan memerlukan suatu kurun waktu kejadian
peristiwa gempa indipenden dalam rentan magnitude yang lengkap pada suatu
katalog gempa.
Kondisi tersebut menuntut tersedianya fasilitas yang semakin baik, terutama
menyangkut sarana dan prasarana transportasi yang dapat mendukung pertumbuhan
yang terjadi. Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah,
1
akan diikuti pula dengan meningkatnya arus lalu lintas kendaraan yang melewati
jaringan jalan daerah tersebut, sehingga akan menimbulkan permasalahan lalu
lintas. Penanganan permasalahan lalu lintas erat kaitannya dengan kondisi jalan
yang tersedia. Hal ini terjadi karena kondisi jalan akan mengalami penurunan
kelayakan, baik dari segi kapasitas maupun dari segi kekuatan struktur perkerasan
jalan tersebut.
Jalan raya sebagai prasarana transportasi darat membentuk jaringan transportasi
yang menghubungkan daerah-daerah, sehingga menunjang perkembangan ekonomi
dan pembangunan. Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung merupakan jalan tol yang
menjadi bagian dari jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau yang menghubungkan
Bengkulu dengan Kabupaten Bengkulu Tengah dengan total panjang 17,6 km.
Pembangunan konstruksi yang mulai dilakukan pada bulan September 2019 yang
akhirnya selesai 100% pada April 2022 tol tersebut dapat digunakan dengan
kecepatan 80 km/jam dan memiliki waktu tempuh lebih kurang 15 meit dari
Bengkulu ke Taba Penanjung yang sebelumnya memakan waktu sekitar satu jam,
jalan tol ini resmi difungsionalkan mulai 23 Desember 2022.
Potensi gempa yang tinggi di Indonesia dan beberapa peristiwa gempa yang
pernah terjadi dilokasi proyek jalan tol ini menjadikannya sebagai salah satu faktor
penting dalam perencanaan jalan tol, jika struktur pada jalan tol ini tidak mampu
menahan gempa, maka kerusakan yang terjadi akan berdampak besar pada
Kawasan lain yang dilewati. Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis
displacement struktur, membuat permodelan dan mengetahui bidang longsor yang
2
di timbulkan pada proses pekerjaan, setelah proses pengerjaan dan saat terjadi
gempa.
Upaya untuk mewujudkan prasarana yang mendukung peningkatan pergerakan
lalu lintas sebagai dampak dari pertumbuhan suatu daerah harus diimbangi dengan
perencanaan yang matang dan mengacu pada kondisi topografi dan geografi
setempat, kondisi lalu lintas, tersedianya biaya, aspek geoteknik yang ada, maupun
berkaitan dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK). Dengan demikian
prasarana yang akan dibangun tersebut dapat berfungsi dengan optimal.
Dalam bangunan infrastruktur yang harus diperhatikan selain dari kekuatan
struktur adalah daya dukung tanah. Tanah menjadi bagian penting dari bangunan
infrastruktur karena kekuatan bangunan tergantung pada daya dukung tanah.
Indonesia memiliki banyak jenis tanah, dari tanah yang memiliki daya dukung
rendah hingga yang memiliki daya dukung tinggi. Tanah lunak memiliki
permeabilitas rendah dan kompresibilitas tinggi. Selain dari kedua hal tersebut,
tanah lunak juga disebabkan memiliki rongga udara dan memiliki kadar air yang
tinggi. Rongga udara dan kadar air dapat keluar jika diberi beban diatasnya, maka
tanah akan mengalami penurunan. Penurunan tersebut dapat menjadi kerugian bagi
bangunan-bangunan diatasnya. Resiko lain yang terjadi pada pembangunan jalan
tol ini adalah konstruksi yang rawan longsor, maka harus dilakukan penanganan
untuk menemukan tingkat keamanan pada saat konstruksi, setelah konstruksi dan
jika terjadi gempa pasca konstruksi. Ada beberapa penanganan yang dapat
dilakukan, yaitu replacement, pemancangan pancang, penunggunaan cerucuk
3
maupun cara lainnya. Setelah mendapatkan data sekunder dari PT. Hutama Karya
(Persero) maka penulis menganalisis menggunakan program plaxis 2D.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan wilayah studi di atas, maka permasalahan yang
dapat ditarik dari penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana kondisi tanah dasar pada Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung
STA 0+000 – 12+000?
2. Bagaimana stabilitas timbunan dan galian pada Jalan Tol Bengkulu – Taba
Penanjung STA 0+000 – 12+000?
3. Apakah pada akhir konstruksi, setelah konsolidasi, setelah analisis gempa
memiliki nilai keamanan yang sesuai dengan aturan?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu:
1. Mengetahui kondisi tanah dasar pada Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung
STA 0+000 – 12+000.
2. Mengetahui stabilitas timbunan dan galian pada Jalan Tol Bengkulu – Taba
Penanjung STA 0+000 – 12+000.
3. Mengetahui apakah pada akhir konstruksi, setelah konsolidasi, setelah
analisis gempa memiliki nilai keamanan yang sesuai dengan aturan.
4
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Sebagai bahan referensi atau evaluasi terkait permasalahan longsor pada
pekerjaan timbunan dan desain perkuatan yang cocok pada pekerjaan jalan
tol khususnya.
2. Mengetahui validitas rumusan empiris dengan data instrument geoteknik
yang ada di lapangan.
1.5 Batasan-Batasan Penelitian
Karena luasnya cakupan yang dihadapi serta waktu yang tidak mencukup, maka
penulis membatasi permasalahan yang akan di ambil, yaitu penulis akan mengambil
masalah pada:
1. Lokasi penelitian yaitu Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung STA 0+000
– 12+000.
2. Tidak melihat kondisi geologis dari peta geologi tanah.
3. Data yang dipakai dalam proposal skripsi ini adalah data sekunder dari PT.
Hutama Karya (Persero).
4. Tidak menghitung RAB.
1.6 Hipotesis Penelitian
Adapun hipotesis dari penelitian diperoleh untuk asumsi awal yang akan
dibuktikan dalam penelitian. Hipotesis sementara dari penelitian ini adalah kondisi
tanah pada Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung STA 0+000 – 12+000 bervariasi
5
sehingga perlunya analisis yang berhubungan dengan kekuatan tanah agar dapat
mendukung perkuatan keamanan jalan tol.