PEMERINTAH KABUPATEN GORONTALO
DINAS KESEHATAN
BLUD PUSKESMAS TELAGA
Jl. Ahmad A. Wahab No. 11 Desa Mongolato Kec. Telaga
E-mail : puskesmas.telaga2@[Link]
KERANGKA ACUAN KERJA
PELAKSANAAN PENYEMPROTAN/PENGASAPAN (FOGGING) DAN PSN
A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3273);
b. Bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 5 ayat (6) Peraturan Presiden Nomor
113 Tahun 2020 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
2021, perlu menetapkan Peraturan Menteri kesehatan tentang Petunjuk Teknis
Pengguanaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran
2021.
c. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah
Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 49,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3447);
d. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis
Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya
Penanggulangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 503);
e. Kepmenkes No.581/MENKES/SK/VII/1992 Tentang Pemberantasan Penyakit
Demam Berdarah Dengue
f. Kepmenkes No 92 Tahun 1994 Tentang Perubahan Atas Lampiran Keputusan
Menteri Kesehatan RI No 581/MENKES/SK/VII/1992 Tentang Pemberantasan
Penyakit Demam Berdarah Dengue
2. Gambaran Umum
Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang
kerap terjadi di kala musim hujan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, salah
satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya adalah dengan
penyemprotan atau fogging. Fogging merupakan salah satu cara pengendalian vektor
penyebab kasus DBD secara kimiawi yang menggunakan bahan insektisida untuk
membunuh nyamuk dewasa. Insektisida adalah bahan kimia yang bersifat racun maka
penggunaanya harus mempertimbangkan dampaknya pada lingkungan dan organisme
bukan sasaran termasuk mamalia. Penggunaan insektisida tanpa memperhatikan
konsentrasi yang tepat dan penggunaan yang berulang dalam jangka waktu lama di
satuan ekosistem akan menimbulkan kekebalan pada nyamuk.
Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai salah metode pengendalian faktor
penyebab penyakit Demam Berdarah, yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Biasanya kegiatan
ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat mengeluarkan asap berisi
insektisida. Insektisida inilah yang kemudian akan bekerja membunuh nyamuk dewasa
penyebab menyebarnya penyakit Demam Berdarah. Biasanya, insektisida yang
digunakan ada beberapa jenis, meliputi : malathion, cypermetrin, alfacypermetrin,
pirimiphos-methyl, temephos, dan pyriproxyfen.
Prosedur Pelaksanaan Fogging :
1. Adanya laporan penderita DBD dari Rumah Sakit/Puskesmas.
2. Petugas puskesmas melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lingkungan
penderita DBD untuk mengetahui adakah penderita DBD lainnya dan penderita
demam dalam kurun waktu 1 minggu sebelumnya.
3. Bila ditemukan penderita demam tanpa sebab yang jelas pada saat itu ditemukan
pemeriksaan di kulit dan dilakukan uji Tourniquet.
4. Melakukan pemeriksaan jentik pada tempat penampungan air (TPA) dan tempat-
tempat lain yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypty baik
didalam maupun di luar rumah/bangunan pada radius 100 meter dari lokasi tempat
tinggal penderita.
5. Hasil pemeriksan adanya penderita DBD lainnya dan hasil pemeriksaan terhadap
penderita demam (tersangka DBD) dan pemeriksaan jentik dicatat dalam formulir PE.
6. Hasil PE dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
7. Berdasarkan hasil PE dilakukan penanggulangan focus, sebagai berikut :
8. Bila ditemukan penderita DBD lainnya (1 atau lebih) atau ditemukan 3 atau lebih
tersangka DBD dan ditemukan jentik (≥5%) dari rumah/bangunan yang diperiksa,
maka dilakukan penggerakan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN) DBD, larvasidasi, penyuluhan dan pengasapan dengan insektisida di rumah
penderita DBD dan rumah/bangunan sekitarnya dalam radius 200 meter.
9. Bila tidak ditemukan penderita lainnya tetapi ditemukan jentik, maka dilakukan
penggerakan masyarakat dalam PSN DBD, larvasidasi dan penyuluhan.
10. Bila tidak ditemukan penderita lainnya dan tidak ditemukan jentik, maka dilakukan
penyuluhan kepada masyarakat.
RINCIAN
KOMPONEN SUB KOMPONEN
MENU
Upaya deteksi
dini, preventif Survei dan Pengendalian Vektor
dan respon Penyakit Menular di Masyarakat Penyemprotan/Pengasapan
penyakit (Fogging)
3. Tujuan
3.1. Tujuan Umum
Untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Demam Berdarah
3.2. Tujuan Khusus
1. Untuk memberantas nyamuk dewasa
2. Untuk menekan pertumbuhan nyamuk
3. Untuk mencegah penularan Demam Berdarah
B. PENERIMA MANFAAT
Penerima
No Nama Kegiatan Jumlah
Manfaat
1 Penyemprotan/pengasapan (Fogging) Sesuai kasus Masyarakat
C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN
Rincian Menu/ Output Metode Tahapan
No Sub Komponen
Komponen Satuan Volume pelaksanaan Pelaksana
1 Upaya Deteksi Dini, Preventif dan Respon Penyakit
Survei dan Penyemprotan/ Dokumen Sesuai Swakelola 1. Persiapan
Pengendalian Pengasapan laporan kasus administrasi
Vektor (Fogging) 2. Pelaksanaan
Penyakit kegiatan
a. Menular di 3. Waktu
Masyarakat Pelaksanaan
sesuai kasus
4. Pembuatan
laporan akhir
D. KURUN WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN
Kurun waktu pencapaian pelaksanaan kegiatan adalah satu tahun
E. BIAYA YANG DIPERLUKAN
Biaya yang diperlukan untuk pencapaian keluaran DAK Non Fisik Bidang Kesehatan
Puskesmas Telaga dengan total pagu sebesar Rp. 14.400.000.- (Empat Belas Juta empat
ratus rupiah) dengan kebutuhan rincian sebagai berikut :
No Rincian Menu Kegiatan Sub Komponen Kebutuhan Biaya (Rp)
Upaya Deteksi Dini, Penyemprotan/
1 Preventif dan Respon Pengasapan (Fogging) dan 14.400.000
Penyakit PSN
Mengetahui, Penanggung Jawab
Kepala BLUD Puskesmas Telaga Puskesmas Telaga
Dr. Meliyana Panther Novan Harun, SKM
Nip. 19810326 200908 2 001 Nip. 19830530 200604 2 010