Rindu
Kulalui siang dan malam hanya dengan bayang-bayang wajahmu
Dengan rasa sepi dan terdiam di sudut kamar sang jiwapun menjadi rindu
Rindu yang menghimpit hati di antara rintihan sang kalbu
Sehingga terus tenggelam dalam kubangan pilu menjadi kalut tak menentu
Aku tidak mampu mencegah setiap rasa rindu yang datang
Kucoba untuk menahan kerinduan ini tapi aku tak sanggup
Rindu itu tetap selalu ada
Namun kuterus mencoba untuk kuatkan diri
Dengan menghibur diri mengusir rindu yang menghujat hati
Ternyata membuatku tidak memiliki semangat hidup
Karena tak ada lagi batasan antara khayalan dan kenyataan
Rasanya ingin kuteriakkan “Aku rindu kamu”
Tapi aku takut kalau rasa itu tidak terdengarkan
Dan yang tersisa hanyalah air mata
Sehingga hati ini bergetar oleh sebab menahan kerinduan
Haruskah aku menang dari rindu?
Atau memilih berdamai dengannya?
Walaupun rindu ini datang tanpa memberitahuku peringatan terlebih dahulu
Ah.. perkara rindu, biarkanlah hati ini berdamai dengan perasaan
Dari pada lelah yang kurasa, bila harus berperang melawan rindu
Wahai jiwa yang kurindukan
Dengarkanlah dendang hati ini menyanyikan nada-nada cinta
Bercumbu dalam melodi dengan segudang rindu.
Jiwa ini sedang melayang sambil menikmati rasa rindu yang tak tau betapa besarnya.
Entah itu sebanyak derasnya air hujan
Entah itu sebanyak debu yang beterbangan
Atau entah mungkin sebanyak bintang yang menghiasi langit malam.
Wahai jiwa berwajah ayu yang mengagumkan
aku merindukanmu, bahkan sangat rindu
Setulus bintang-bintang pada malam
Seikhlas bulan yang bercahaya
dan sedalam lautan yang menyimpan mutiara
Dalam hening malamku
Kucoba mengumpulkan cahaya bulan yang menempel di kaca jendela kamarku
Seakan orang yang kurindukan ada di sampingku
Sehingga jantungku pun bergetar
Di setiap pagi bayang-bayang wajahmu
Selalu saja menjelma dalam ingatanku
Kicauan burung di atas pohon yang rindang
Menandakan seakan itu kamu menyapa aku
“Hai, apa kabar”
Lalu kulari mencari jiwa yang kurindukan
Kutelusuri setiap lorong rindu rumahku tapi tak kutemukan ujungnya
Yang ada hanyalah gerimis di mata
Mengintip asa tak jadi nyata
Membujuk diri melepaskan rindu
Semoga esok tak lagi bersemi kala rindu menyala kembali
Namun biarlah kusimpan rindu ini untukmu
Aku tak tahu pasti mengapa Allah hadirkan rindu
Apakah ini sebagai amanah yang harus kuperjuangkan
Atau sebagai ujian yang harus kulewati.
Hari ini aku ingin melepaskan setiap rindu yang tersimpan untukmu
Berdamai dengan diriku sendiri
Berhenti melukai hati yang terus mendustai diri
Yaa Allah… hanya kepada-Mu lah kutitipkan rinduku
Sampaikanlah salam rinduku kepadanya
dan katakan padanya “Aku rindu”