Pengaruh Kualitas Terhadap Kepuasan Pelanggan
Pengaruh Kualitas Terhadap Kepuasan Pelanggan
PENDAHULUAN
Pada era saat ini kuliner sangat diminati bagi kalangan milenial atau kalangan muda,
sehingga meningkatnya kebutuhan akan makanan kuliner dalam hal memenuhi kebutuhan
makanannya. Karena dampak hal ini akan menyebabkan ketatnya persaingan kuliner, maka setiap
pengusaha kuliner harus meningkatkan keunggulan disetiap produknya maupun pelayanan yang
tidak kalah penting tentang lokasi. Bisnis restoran pada saat ini merupakan bisnis yang sangat tepat
dibangun oleh pengusaha-pengusaha yang ingin bersaing dibidang kuliner.
Asia Restoran merupakan restoran yang menyuguhkan serta menyajikan makanan kuliner
asia yang sangat beragam disetiap stand-stand yang disediakan dan dapat menggugah selera para
pecinta kuliner diseluruh dunia yang melihatnya. Hidangan yang disajikan di restorant ini adalah
hidangan-hidangan yang terfavorit yang ada disetiap negara di Asia, seperti hidangan sushi rolls
dan sashimi khas Jepang yang segar, seafood on ice, banh-mi khas Vietnam, dan nasi keraton khas
Indonesia yang dilengkapi dengan beragam sambal, dan masih banyak lagi makanan khas terfavorit
disetiap negara di Asia yang telah disuguhkan. Tentunya, dalam mengelola bisnis restoran, penting
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
501
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
untuk memperhatikan berbagai faktor, seperti menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan,
menyajikan produk dengan standar kualitas yang tinggi, serta dapat memberikan kepuasan kepada
pelanggan. Dari ketiga faktor tersebut dapat mempengaruhi kepuasan konsumen untuk membeli
kembali sebuah produk yang ada. Kepuasan pelanggan adalah kompenen-komponen yang sangat
penting dalam memberikan pelayanan yang lebih baik, dan tepat terhadap pelanggan (Arianto,
2022).
Menurut Idrus (2019) kualitas pelayanan adalah suatu penilaian yang dilakukan konsumen
atas jasa yang diterimanya sesuai dengan yang diharapkan dan diinginkan konsumen. Dengan kata
lain, keberhasilan suatu operasional restoran dapat diukur dari seberapa baiknya kualitas pelayanan
yang diberikan kepada pelanggannya. Oleh karena itu, hal ini didukung oleh studi sebelumnya
menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang penting terhadap kepuasan
pelanggan (Setyawati, 2023).
Faktor selanjutnya adalah kualitas produk. Kotler & Armstrong (2008) mengatakan kualitas
produk merupakan sarana yang dimanfaatkan oleh pemasar untuk mencapai tingkat kepuasan
pelanggan. Jadi, tingkat kepuasan pelanggan dapat dilihat dari kualitas produk yang diberikan oleh
restoran melalui hidangan yang disajikan kepada pelanggan, sehingga pelanggan dapat merasakan
kepuasan dengan produk yang diterima. Didukung oleh studi terdahulu menyatakan bahwa kualitas
produk memberikan pengaruh yang penting terhadap kepuasan pelanggan (Prasetio & Cyasmoro,
2022).
Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah suasana toko.
Menurut Philip Kotler (1973) suasana atau store atmosphere adalah suatu usaha dalam merancang
lingkungan pembelian dengan tujuan menciptakan efek emosional tertentu pada pembeli, sehingga
dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian. Tata letak interior yang menarik dapat
mempengaruhi emosi konsumen dan memicu minat untuk membeli. Melalui penggunaan panca
indera konsumen seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan, dan rasa, citra positif
dapat terbentuk dalam benak konsumen. Oleh karena itu, setiap perusahaan berusaha menciptakan
suasana toko yang menarik untuk menarik sebanyak mungkin pelanggan. Hal ini di dukung oleh
penelitian terdahulu menyatakan bahwa suasana (store atmosphere) berpengaruh positif terhadap
kepuasan pelanggan (Putra & Wimba, 2021). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya
pengaruh dari kualitas pelayanan, kualitas produk, dan suasana terhadap tingkat kepuasan
pelanggan di Asia Restoran.
LANDASAN TEORI
Kualitas Produk
Menurut Kotler & Armstrong (2008) kualitas merupakan segala sesuatu yang terhindar dari
kecacatan sehingga membuat pelanggan puas. Sedangkan produk adalah wujud suatu barang yang
ditawarkan dan dijual di pasar guna memuaskan kebutuhan pelanggannya (Kotler & Keller, 2007).
Rangkuti (2009) mengatakan bahwa kualitas produk menjadi salah satu faktor penentu yang kerap
dimanfaatkan oleh penjual untuk menciptakan kepuasan pelanggan terhadap barang yang diterima.
Menurut Vaclavik & Christian (2008) indikator dari kualitas produk yaitu Appearance meliputi
warna, bentuk, dan ukuran. Texture mengacu pada kualitas makanan yang dapat dirasakan oleh
lidah. Flavor kombinasi rasa dan bau dan pada dasarnya bersifat subjektif.
Menurut Kotler & Keller (2009) kepuasan pelanggan merupakan kondisi senang atau
ketidakpuasan seseorang disebabkan oleh kesesuaian hasil produk dengan harapan mereka. Oleh
karena itu, produkff yang memiliki mutu yang unggul akan mendorong pelanggan untuk
mengunjungi restoran tersebut kembali, semakin ditingkatkan kualitas produknya, maka semakin
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
502
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
meningkat pula kepuasan pelanggan dalam membeli produk di restoran tersebut. Hal ini dibuktikan
melalui penelitian sebelumnya menyatakan adanya pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan
pelanggan (Suri & Nainggolan, 2022). Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
H1 : Adanya pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan.
Kualitas Pelayanan
Menurut Kotler & Keller (2009) kualitas merupakan suatu atribut dari sebuah jasa yang
diberikan terkait pada ruang lingkupnya untuk menjalankan suatu tuntutan yang disampaikan.
Adapula yang mengatakan bahwa kualitas adalah hasil yang dirasakan konsumen terhadap suatu
jasa yang telah diberikan dengan sangat baik (Wijaya, 2019). Menurut Simamora (2017) pelayanan
adalah suatu hal yang harus dilakukan di dalam memberikan suatu layanan. Sedangkan menurutkan
Kasmir (2017) pelayanan adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang di dalam memberikan
suatu layanan kepada pelanggan yang telah berkunjung.
Mardo (2016) mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan merupakan suatu gambaran untuk
sebuah perusahaan dalam mengukur tingkat keberhasilan dalam memberikan suatu layanan kepada
pelanggan. Menurut Parasuraman et al., (1985) ada empat indikator yang perlu digunakan dalam
menilai kualitas pelayanan, yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dapat dipercaya dan
akurat (Reliability), memberikan pelayanan yang cepat, tanggap dan tepat kepada pelanggan
(Responsiveness), kebaikan dan kesopanan pegawai terhadap pelanggan (Assurance), lebih tegas
dan penuh perhatian dalam hubungan dengan konsumen (Empathy).
Kepuasan pelanggan merupakan suatu perhatian utama yang digunakan perusahaan dalam
melihat seberapa puasnya pelanggan dalam menerima jasa yang diberikan (Firmansyah, 2018).
Kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting di dalam kembalinya pelanggan ke restoran
tersebut, jika pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut semakin baik, maka pelanggan pun
akan kembali membeli di restoran tersebut. Hal ini diperkuat oleh studi sebelumnya yang
menyatakan kualitas layanan berdampak signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Skawanti &
Suhendar, 2022). Dengan ini ditarik kesimpulan sebagai berikut :
H2 : Adanya pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Suasana
Suasana adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perasaan kita terhadap
pengalaman berbelanja yang tidak terlihat (Milliman, 1986). Menurut utami (2010) suasana toko
adalah perpaduan dari berbagai karakteristik fisik toko, seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan,
pemajangan, warna, suhu, musik, dan aroma yang bersama-sama membentuk citra dalam pikiran
konsumen. Suasana toko yang nyaman dan menarik dapat membuat konsumen merasa senang
berdiam lebih lama ditempat tersebut. Suasana (store atmosphere) juga dapat menjadi alternatif
atau pembeda dari restoran sejenisnya. Kesan yang diperoleh konsumen terhadap merek
perusahaan dapat dipengaruhi oleh suasana toko yang baik. Menurut Berman et al., (2018) suasana
(store atmosphere) memiliki empat elemen sebagai berikut: Exterior karakteristik merupakan
tampilan luar suatu toko atau restoran yang menjadi ciri khas dari tempat tersebut seperti papan
nama atau simbol, General interior terdiri dari pencahayaan ruangan, musik, serta aroma dari
ruangan tersebut, store layout meliputi tata letak meja dan kursi serta jarak ruang gerak konsumen,
selanjutnya Interior display meliputi pajangan atau dekorasi serta tampilan dinding pada bagian
dalam toko atau restoran tersebut.
Kepuasan adalah perasaan yang dirasakan seseorang saat membandingkan kinerja suatu
barang atau jasa dengan apa yang diharapkannya (Philip & Keller, Lane, 2016). Hal ini diperkuat
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
503
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sholihah (2020) menyatakan bahwa store
atmosphere (suasana) berpengaruh positif terhadap kepuasaan pelanggan. Oleh karena itu, dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut:
H3 : Adanya pengaruh suasana terhadap kepuasan pelanggan.
Kepuasan Pelanggan
Menurut Firmansyah (2018) Kepuasan pelanggan merupakan suatu proses penindakkan
guna memenuhi kebutuhan pelanggan serta memberikan rasa memuaskan bagi pelanggan yang
menggunakan. Kepuasan pelanggan menjadi fokus penting dalam suatu bisnis ang akan berdampak
kepada keberlanjutan suatu perusahaan. Kepuasan pelanggan muncul ketika konsumen merasakan
hal yang lebih dari suatu perusahaan. Menurut Souki & Filho (2008) faktor yang menentukan
kepuasan pelanggan ada tiga, yaitu : (perceived quality) kualitas yang dirasakan oleh pelanggan,
cost (perceived value) harga yang diberikan sesuai dengan kualitasnya dan (expectations) harapan
pelanggan terhadap produk tersebut.
Hal ini dibuktikan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kualitas produk, kualitas
pelayanan, dan suasana memiliki dampak positif secara bersamaan terhadap kepuasan pelanggan
(Adawiyyah et al., 2022). Dengan ini ditarik kesimpulan sebagai berikut :
H4 : Adanya pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, dan suasana terhadap kepuasan
pelanggan.
Kerangka Berpikir
Kualitas Produk
(X1) H1
H2 Kepuasan Pelanggan
Kualitas Pelayanan
(X2) (Y)
H3
Suasana
(X3)
H4
METODE PENELITIAN
Studi ini menerapkan metode penelitian berbasis kuantitatif. Dengan menggunakan metode
purposive sampling dan data yang diperoleh secara langsung dari pelanggan Asia Restoran melalui
penyebaran kuesioner. Penelitian ini memanfaatkan Skala Likert dengan rentang 1 hingga 5, yang
terdiri dari: 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (netral), 4 (setuju), dan 5 (sangat setuju).
Populasi dan Sampel
Objek atau orang dengan jumlah dan ciri tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk diteliti guna
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
504
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
menarik kesimpulan dikatakan berada dalam populasi, yaitu wilayah generalisasi (Sugiono, 2019).
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah para konsumen Asia Restoran Mega kuningan.
Sampel adalah jumlah individu dan karakteristik kelompok yang akan diambil harus benar-
benar representatif (mewakili) ketika memilih sampel penelitian kuantitatif (Sugiono, 2019).
Metode sampel yang digunakan dalam analisis ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel pada
penelitian ini yaitu 100 orang yang sudah berkunjung minimal 2 kali pada Asia Restoran Mega
Kuningan.
Jenis kelamin
Laki-laki 51 51,4%
Perempuan 49 48,6%
Usia
20-25 tahun 60 60,2%
26-30 tahun 21 21%
31-35 tahun 13 12,7%
>36 tahun 6 6,1%
Pekerjaan
Pelajar/ Mahasiswa 30 30,4%
Karyawan 48 47,6%
Wiraswasta 13 13,3%
PNS/ASN 7 7,2%
Lainnya 2 1,8%
Berapa kali berkunjung
2 kali 45 45,3%
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
505
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
3 kali 23 23,2%
>4 kali 32 31,5%
Yang disukai dari Asia restoran
Produk 59 32,6%
Pelayanan 86 47,5%
Promosi dan diskon 40 22,1%
Variasi menu 69 38,1%
Suasana 46 25.,4%
Berkunjung ke Asia restoran dengan siapa
Pacar 61 33,7%
Orang tua 37 20,4%
Rekan kerja 52 28,7%
Saudara 32 17,7%
Teman 76 42%
Total 100 100%
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil data yang diperoleh menggunakan bantuan
software SPSS versi 24 sebesar 0.085. Berdasarkan pengujian dapat diketahui bahwa nilai 0,085
lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut dapat dianggap normal sehingga
memenuhi asumsi normalitas.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan untuk melihat apakah pada model regresi ini terdapat gejala
multikolinearitas atau tidak, dengan melihat nilai VIF dan Tolerance.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
506
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
Dapat dilihat pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil dari uji multikolinearitas
ditemukan nilai VIF pada variabel kualitas produk sebesar 2.973, kualitas pelayanan sebesar 4.044,
dan store atmospher sebesar 4.307. Selanjutnya variabel kualitas produk memperoleh nilai
tolerance sebesar 0.336, kualitas pelayanan sebesar 0.247, dan suasana sebesar 0.232. Dari data di
atas semua variabel independen menunjukkan nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0.10. Dapat
disimpulkan bahwa dari data tersebut tidak terjadi multikolinearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Pada uji heteroskedastisitas ini dilakukan untuk melihat apakah model regresi ini terjadi
ketidaksamaan varian dari residual satu dengan residual lainnya.
Dapat dilihat pada gambar di atas bahwa hasil uji heteroskedastisitas tidak terdapat pola
yang jelas, kemudian titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu X dan sumbu
Y, maka data tersebut menunjukkan tidak terjadi heteroskedastisitas atau terjadinya ketidaksamaan
variant.
Uji Linearitas
Uji linearitas dilakukan untuk melihat apakah pada model regresi ini linearitas terpenuhi
atau tidak.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
507
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
Dengan menggunakan metode linearity, nilai signifikan harus lebih kecil dari 0.05. Dilihat
dari tabel di atas bahwa nilai signifikan dari setiap tabelnya adalah 0.000, karena nilai signifikan
linearity 0.000 < 0.05, dapat disimpulkan bahwa asumsi linearitas terpenuhi.
Dilihat pada tabel di atas dapat diketahui bahwa model regresi berganda pada penelitian ini
yaitu, kepuasan pelanggan = 0.948+ 0.293 kualitas produk + 0.274 kualitas pelayanan + 0.149
store atmospher + ε.
Uji F
Uji F ini dilakukan untuk menganalisis dan melihat pada penelitian ini apakah ada pengaruh
antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau tidak.
Berdasarkan tabel 6, terlihat bahwa nilai p-value adalah 0,000, lebih kecil dari tingkat
signifikansi 0,05. Bedasarkan ini menunjukan kualitas produk, kualitas pelayanan, dan suasana
(atsmosfer) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kepuasan
pelanggan (Y) pada restoran Asia Mega Kuningan.
Uji t
Uji T ini dilakukan untuk mengetahui apakah pada penelitian ini terdapat pengaruh secara
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
508
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
parsial antara variabel independen yang terdiri dari kualitas produk, kualitas pelayanan, dan
suasana (store atmosphere) dengan variabel dependen yaitu kepuasan pelanggan.
Tabel di atas merupakan hasil olah data dari uji t menggunakan software SPSS versi 24,
dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk memperoleh nilai signifikan sebesar 0.003 <
0.05 yang artinya H1 diterima. Oleh karena itu, secara parsial variabel kualitas produk berpengaruh
positif terhadap variabel kepuasan pelanggan. Selanjutnya yaitu variabel kualitas pelayanan
memperoleh nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05 yang artinya H2 diterima. Maka dapat
disimpulkan, bahwa secara parsial variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap
variabel kepuasan pelanggan. Terakhir, yaitu variabel store atmosphere memperoleh nilai
signifikan sebesar 0.054 > 0.05 yang artinya H3 ditolak dan dapat dikatakan bahwa secara parsial
variabel store atmosphere tidak memiliki pengaruh terhadap variabel kepuasan pelanggan.
Diskusi
Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, dan
suasana (store atmosphere) terhadap kepuasan pelanggan di Asia Restoran. Hasil temuan pada
penelitian ini yaitu kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan
nilai signifikan 0.003 < 0.05. Oleh karena itu, hipotesis pertama dapat diterima dengan kata lain
bahwa kualitas produk memberikan dampak positif terhadap kepuasan pelanggan secara parsial.
Rangkuti (2009) menyatakan bahwa kualitas produk merupakan salah satu faktor penentu yang
sering digunakan oleh penjual untuk menciptakan kepuasan pelanggan terhadap barang yang
mereka terima. Kualitas produk Asia restoran merupakan salah satu komponen penting yang dapat
menentukan persepsi pelanggan tidak hanya makanannya saja yang lezat, tetapi variasi menu juga
dapat membuat konsumen merasa puas karena dengan banyaknya menu itu dapat membuat
konsumen mempunyai pengalaman makan yang berbeda. Hasil dari temuan ini didukung oleh
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suri & Nainggolan (2022) mengatakan bahwa adanya
pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan.
Hipotesis kedua yaitu adanya pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di
Asia Restoran dapat diterima dengan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05, artinya secara parsial
variabel kualitas pelayanan memberikan dampak positif terhadap kepuasan pelanggan. Menurut
Mardo (2016) mengatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan tingkat keberhasilan suatu
perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan yang berkualitas tinggi
meliputi berbagai aspek salah satunya yaitu ketika pelanggan mendapatkan pelayanan yang baik,
pelanggan cenderung merasa dihargai dan dihormati, ini dapat menciptakan pengalaman yang
positif untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Hasil dari penelitian sebelumnya mengatakan
bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan (Skawanti & Suhendar,
2022).
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
509
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
Hipotesis ketiga yaitu adanya pengaruh suasana (store atmosphere) terhadap kepuasan
pelanggan di Asia Restoran tidak dapat diterima atau ditolak karena nilai signifikan sebesar 0.054
> 0.05, artinya secara parsial variabel store atmosphere tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan
pelanggan di Asia Restoran. Ini dapat dikarenakan faktor lain yang lebih dominan dalam
menentukan pengalaman pelanggan. Misalnya, kualitas produk dan pelayanan sering kali memiliki
pengaruh yang lebih besar terhadap kepuasan pelanggan. Menurut utami (2010) Suasana toko
adalah gabungan dari berbagai karakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan,
penataan, warna, suhu, musik, dan aroma yang secara keseluruhan membentuk citra di benak
konsumen. Walaupun pada penelitian ini variabel suasana tidak berpengaruh terhadap kepuasan
pelanggan kemungkinan pelanggan Asia restoran ini menilai bahwa kepuasan yang mereka
dapatkan sudah tidak lagi melihat dari tampilan suasana pada Asia restoran, mereka menilai
kepuasan yang harus diutamakan yaitu kualitas produknya serta pelayanannya.
Selanjutnya, hipotesis yang terakhir yaitu adanya pengaruh kualitas produk, kualitas
pelayanan, dan suasana terhadap kepuasan pelanggan Asia restoran dapat diterima dengan nilai
signifikan sebesar 0.000 < 0.05, artinya secara simultan atau bersama-sama variabel kualitas prod
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian ini dengan uji linear berganda terdapat hasil y = 0.948, +0.293
x1+0.274 x2 + 0.149 x3. Dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas produk berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan pelanggan. Variabel suasana tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
pelanggan. Ini dapat disebabkan karena restoran lebih mengutamakan kualitas produk serta
pelayanannya dibandingkan suasana resto. Begitu juga pelanggannya beberapa ada yang
menganggap bahwa suasana (store atmosphere) itu penting dan ada juga yang tidak
mempermasalahkan jika sebanding dengan rasa produk dan pelayanannya. Selanjutnya pada
variabel bebas seperti kualitas produk, kualitas pelayanan, dan suasana (store atmosphere)
berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pelanggan. Secara keseluruhan ketiga elemen di
atas dapat menciptakan pengalaman makan yang memuaskan dan akan membangun loyalitas
pelanggan.
Oleh sebab itu kualitas produk dan kualitas pelayanan pada asia restorant perlu
dipertahankan sedangkan untuk penelitian selanjutnya menggunakan variabel lain selain variabel
diatas.
DAFTAR REFERENSI
Adawiyyah, R., Rachman, M. M., & Sulistiyawan, E. (2022). Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas
Pelayanan, Dan Suasana Terhadap Kepuasan Pelanggan Di Kedai Gubog Kopi. 3.
Arianto, N. (2022). Manajemen Pemasaran. Cipta Media Nusantara.
Berman, B., Evans, J. R., & Chatterjee, P. (2018). Retail Management (13th ed.). Pearson
Education Limited.
Firmansyah, M. A. (2018). Perilaku Konsumen (1st ed.). Deepublish.
Idrus, S. Al. (2019). Kualitas Pelayanan dan Keputusan Pembelian (1st ed.). Media Nusa Creative.
Kasmir. (2017). Customer Services Excellent (1st ed.). PT RajaGrafindo Persada.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2008). Prinsip-Prinsip Pemasaran (12th ed.). Erlangga.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2007). Manajemen Pemasaran (12th ed.). Indeks.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran (13th ed.). Erlangga.
Mardo, S. A. (2016). Manajemen Pemasaran Jasa (1st ed.). Deepublish.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)
510
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Vol.3, No.4, Juli 2024
Milliman, R. E. (1986). The influence of background music on the behavior of brain injured
children. Israel Annals of Psychiatry and Related Disciplines, 14(3), 275–279.
Parasuraman, A. P., Berry, L. L., & Zeithaml, V. A. (1985). SERVQUAL: A multiple item scale
for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 62(1), 12–40.
Philip, K. (1973). Kotler - Atmospherics as a marketing tool (cité 171) - [Link]. In Journal of
Retailing (pp. 48–64).
Philip, K., & Keller, Lane, K. (2016). A Framework For Marketing Management (Sixth). pearson.
Prasetio, H., & Cyasmoro, V. (2022). Pengaruh Persepsi Harga, Kualitas Produk, Promosi,
Terhadap Kepuasan pelanggan Martabak Mertua di Bogor. Jurnal Panorama Nusantara,
17(2), 1–13.
Putra, I. M. B. P., & Wimba, I. G. A. (2021). Pengaruh Store Atmosphere, Kualitas Produk dan
Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen Pizza Hut Cabang Gatot Subroto
Denpasar. Jurnal Manajemen, Kewirausahaan Dan Pariwisata, 1(2), 744–756.
Rangkuti, F. (2009). Strategi Promosi Yang Kreatif dana Analisis Kasus (2nd ed.). Gramedia
Pustaka Utama.
Setyawati, R. (2023). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen.
Sholihah, I. A. (2020). Pengaruh Suasana Cafe dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan
Konsumen di Merdeka Cafe Nganjuk. Jurnal Pendidikan Tata Niaga, 8(1), 750–756.
Simamora, B. (2017). Pemasaran Strategik (1st ed.). Universitas Terbuka.
Skawanti, J. R., & Suhendar, R. (2022). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Konsumen Di Restoran Raisha Butik Hotel Bogor. Jurnal Industri Pariwisata, 5(1), 111–
121. [Link]
Souki, G. Q., & Filho, C. G. (2008). Perceived quality, satisfaction and customer loyalty: an
empirical study in the mobile phones sector in Brazil. International Journal of Internet and
Enterprise Management, 5(4), 298. [Link]
Sugiono. (2019). metode penelitian kuantitaf kualittif.
Suri, H., & Nainggolan, B. M. (2022). Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Citra
Merek Terhadap Kepuasan Pelanggan di Pippo Italian Senayan Restaurant. Jurnal Ilimiah
Core IT, 8(1), 43–52.
Utami, C. W. (2010). Manajemen ritel. In manajemen ritel: Strategi dsn implementsi operasional
bisnis ritel modern (2nd ed.).
Vaclavik, V. A., & Christian, E. W. (2008). Essentials of food science. In Choice Reviews Online
(Vol. 45, Issue 11). [Link]
Wijaya, T. (2019). Manajemen Kualitas Jasa. Indeks.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2828-5298 (online)