0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan7 halaman

Keterampilan Pengembangan Diri Tunagrahita

Diunggah oleh

muhamadalifrizki02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan7 halaman

Keterampilan Pengembangan Diri Tunagrahita

Diunggah oleh

muhamadalifrizki02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI

Program pengembangan diri bagi peserta didik tunagrahita dimaksudkan


untuk memberikan keterampilan perilaku adaptif. Melalui penguasaan
keterampilan perilaku adaptif diharapkan mereka dapat berperilaku sesuai
dengan usianya, pada konteks soial dan budaya dimana peserta didik
tunagrahita tersebut tinggal. Pengembangan diri bagi peserta didik tunagrahita
mencakup keterampilan merawat diri, keterampilan menjaga keselamatan dan
kesehatan, keterampilan bekomunikasi, keterampilan bersosialisasi,
keterampilan bekerja dan keterampilan menggunakan waktu luang.

A. Keterampilan Merawat Diri


Keterampilan merawat diri merupakan keterampilan dasar
seseorang dalam merawat dirinya sendiri. Contoh keterampilan merawat
diri adalah keterampilan mandi, menggosok gigi, mencuci tangan,
membersihkan telinga, dan lain-lain. Keterampilan merawat diri
berkembang seiring kematangan dan perkembangan anak. Pada
perkembangan yang normal, misalnya anak usia antara 3-4 tahun dapat
menuang air ke dalam gelas, mencuci tangan, melepas dan memakai baju.
Bagi peserta didik tunagrahita perkembangan keterampilan
merawat diri mengalami keterlambatan. Sehingga pada usia 5 atau 6 tahun
peserta didik tunagrahita misalnya belum mampu melepas dan memakai
sepatu atau memakai dan melepas baju. Keterlambatan dalam
perkembangan keterampilan merawat diri bagi peserta didik tunagrahita
memerlukan pendidikan dan pelatihan secara terprogram agar memiliki
keterampilan merawat diri sesuai usianya.
Keterampilan merawat diri juga mencakup kemampuan mengurus
diri sehingga dua ranah ini menjadi satu kesatuan namun secara spesifik
kemampuan mengurus diri meliputi:
1. Cara berpakaian yang benar sesuai dengan kondisi dan situasi seperti
cara memasukkan pakaian, menggunakan ikat pinggang,
2. Cara berhias meliputi mengenal alat kecantikan bagi wanita dan
mampi menggunakan sesuai kebutuhan

Mengurus diri mencakup berhias sering kali sulit dikuasai oleh anak
tunagrahita, mereka cenderung cuek dengan penampilan, dari rambut
hingga alas kaki. Seringkali anak tunagrahita terlihat tidak rapi, kumal,
berantakan dam nampak tidak mau mengurus dirinya sendiri. Sebagai
contoh, rambut yang berantakan, pakaian yang tidak rapi saat berada di
sekolah, warna baju dan celana yang tidak cocok, dll sedangkan dalam
pergaulan sehari-hari diharapkan dapat berpenampilan yang baik agar
dapat diterima lingkungan
B. Keterampilan Menjaga Keselamatan dan Kesehatan
Keterampilan menjaga keselamatan dan kesehatan dibutuhkan untuk
menjaga dan melindungi individu yang bersangkutan dari penyakit dan
bahaya. Keterampilan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan
mencakup kemampuan mengikuti petunjuk atau prosedur keselamatan,
penggunaan atau pemakaian obat dan kemampuan mengikuti peringatan
akan bahaya. Termasuk di dalamnya keterampilan menggunakan alat-alat
elektronika, keterampilan dalam menggunakan benda tajam seperti pisau,
gunting, sabit dan lain-lain, dan keterampilan mengikuti rambu lalu lintas,
misalnya saat menyeberang jalan.
C. Keterampilan Berkomunikasi
Keterampilan berkomunikasi bagi peserta didik tunagrahita merujuk
pada keterampilan berbahasa baik secara verbal maupun tertulis dalam
konteks komunikasi. Termasuk di dalamnya keterampilan dalam
menyampaikan pesan, keinginan atau perasaan baik secara verbal maupun
menggunakan alat bantu komunikasi misalnya Picture Ecchange
Communication System (PECS).

D. Keterampilan Bersosialisasi
Keterampilan bersosialisasi merujuk pada keterampilan-keterampilan
yang dibutuhkan peserta didik tunagrahita dalam menjalin interaksi
dengan orang lain. Termasuk di dalamnya keterampilan menjalin
pertemanan, mengungkapkan emosi atau perasaan, mengenali atau
membaca emosi orang lain, keterampilan membantu orang lain, dan
mentaati norma sosial.

E. Keterampilan Kerja
Keterampilan kerja berbeda dengan keterampilan vokasional.
Keterampilan bekerja merujuk pada keterampilan yang mendukung
kesuksesan peserta didik tunagrahita dalam pekerjaannya. Sedangkan
keterampilan vokasional merujuk pada penguasaan individu pada satu
jenis pekerjaan, misalnya keterampilan untuk pekerjaan mencuci sepeda
motor.
Keterampilan kerja dibutuhkan bagi peserta didik tunagrahita pada
jenjang pendidikan menengah. Termasuk di dalam keterampilan bekerja
adalah keterampilan mencari pekerjaan yang sesuai, memilih dan
merencanakan pekerjaan, menunjukkan perilaku yang sesuai di
lingkungan pekerjaan, dan kemampuan mempertahankan pekerjaan.
Termasuk di dalamnya kemampuan mengikuti jadwal kerja, keterampilan
bekerja sama dengan supervisi atau atasan, komitmen dalam
menyelesaikan tugas dan kerjasama dengan teman sejawat.

F. Keterampilan Menggunakan Waktu Luang


Keterampilan menggunakan waktu luang merujuk pada keterampilan
peserta didik menggunakan waktu luang untuk kegiatan rekreatif sesuai
usia perkembangan anak. Termasuk di dalamnya keterampilan bermain,
baik sendiri maupun bersama teman yang lain, di lingkungan sekolah dan
di lingkungan rumah.
Jenis permainan dan pilihan kegiatan pada waktu luang bagi peserta
didik tunagrahita mengikuti perkembangan usia anak. Pada usia di atau di
kelas awal sekolah dasar peserta didik tunagrahita memerlukan permainan
dengan aktivitas motorik, misalnya bermain puzel atau boneka. Pada usia
sekolah menengah pertama maka permainan dan aktivitas waktu luang
berorientasi pada permainan sosial dan bergabung dalam kelompok usia,
misalnya kelompok renang atau kelompok sepak bola.

G. Kompetensi dan Indikator


Untuk memberikan arah atau tujuan yang akan dicapai dalam
melaksanakan program pengembangan diri maka ditetapkan kemampuan,
dan indikator yang dapat dijadikan acuan oleh guru dalam merencanakan,
melaksanakan, dan menilai kegiatan pengembangan diri bagi peserta didik
tunagrahita.
Kemampuan, dan indikator pengembangan diri untuk peserta didik
tunagrahita menurut Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus
(2014, hlm. 10) sebagai berikut.
Tabel 1 Tabel Kompetensi dan Indikator Program Pengembangan
Diri

KOMPETENSI INDIKATOR
A. Merawat Diri  Mengenal alat makan dan minum
1. Mampu makan dan  Menggunakan alat makan dan minum
minum dalam  Makan menggunakan tangan
kehidupan sehari-hari  Makan menggunakan alat (sendok, dan garpu)
dengan cara yang benar  Makan makanan berkuah
 Makan makanan kemasan
 Minum menggunakan gelas atau cangkir
 Minum menggunakan sedotan
 Minum minuman dalam kemasan
 Makan di restoran atau resepsi
 Melakukan tatacara makan dan minum dengan
sopan
2. Mampu membersihkan  Memelihara kebersihan tangan dan kaki
dan menjaga kesehatan  Menggunakan toilet
badan dengan cara  Membersihkan diri setelah buang air kecil dan
yang benar besar
 Mencuci wajah
 Melakukan kegiatan mandi
 Menggosok gigi
 Melakukan cuci rambut
 Memelihara kebersihan telinga dan hidung
 Menggunakan pembalut wanita(wanita)
 Memelihara kuku
 Mencukur kumis dan jenggot
3. Mampu menanggalkan  Menanggalkan pakaian dalam
dan mengenakan  Mengenakan pakaian dalam
pakaian dengan cara  Menanggalkan pakaian luar
yang benar  Mengenakan pakaian luar
 Melepas sepatu dan kaus kaki
 Memakai sepatu dan kaus kaki
 Mengenakan asesoris pakaian
 Memilih pakaian sesuai kebutuhan
 Mengenakan pakaian sesuai kebutuhan
4. Mampu merias diri  Menyisir rambut
dengan cara yang
KOMPETENSI INDIKATOR
benar  Menata rambut
 Merias wajah
 Mengenakan asesoris
B. Menjaga Keselamatan  Mengenal benda-benda berbahaya
dan Kesehatan  Mengenal binatang buas dan jinak
1. Mampu menjaga  Menghindarkan diri dari benda-benda berbahaya
keselamatan diri (tajam,runcing,licin,panas)
dengan baik  Menghindarkan diri dari binatang berbahaya
 Menghindarkan diri dari bencana alam
 Menjaga keselamatan dari dalam penggunaan
ruangan, naik turun tangga atau eskalator,
menggunakan lift
2. Mampu mengobati luka  Mengobati luka dari benda-benda berbahaya
dengan cara yang benar  Mengobati luka dari binatang berbahaya
C. Berkomunikasi  Berkomunikasi secara verbal atau lisan (tatap
1. Mampu muka)
berkomunikasi  Berkomunikasi secara audio-visual (dengan
dengan orang lain media)
secara verbal, dan  Menggunakan bahasa sesuai etika
tulisan dengan cara
yang benar
D. Bersosialisasi  Beradaptasi dengan teman
1. Mampu beradaptasi  Melakukan orientasi dan adaptasi dengan
di lingkungan lingkungan
keluarga, sekolah, dan  Melakukan kerjasama di lingkungan keluarga,
masyarakat dengan sekolah dan masyarakat
baik
E. Keterampilan Kerja  Mengenal alat masak
1. Mampu  Membuat minuman dingin
melaksanakan  Membuat minuman panas
kesibukan, dan  Memasak masakan sederhana
keterampilan  Merapikan tempat tidur
sederhana dalam  Menjaga kebersihan sekolah dan rumah
kehidupan sehari-hari
 Menjaga kebersihan pakaian
 Menjaga kerapihan pakaian
 Memelihara pakaian (memasang kancing, dll)
 Memelihara kebersihan perabot rumah tangga
 Menghemat penggunaan energi (listrik, air
bersih)
KOMPETENSI INDIKATOR
2. Mampu mengenal  Mengenal nilai uang
uang dengan baik  Mengenal fungsi uang
3. Mampu berbelanja  Membelanjakan uang sesuai dengan harga
dengan cara yang barang
benar

F. Menggunakan Waktu  Menggunakan waktu istirahat


Luang  Menggunakan waktu libur
1. Mampu  Berpartisipasi dalam pekerjaan di rumah
menggunakan waktu
luang dengan baik

Anda mungkin juga menyukai