0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan27 halaman

Panduan Lengkap Support Vector Machine

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan27 halaman

Panduan Lengkap Support Vector Machine

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengenalan Pola/

Pattern Recognition

Support Vector Machine (SVM)


Pokok Pembahasan
1. Support Vector Machine (SVM)
✔ Pengertian SVM
✔ Model SVM
✔ Visualisasi SVM
✔ Karakteristik SVM
2. Case Study
3. Latihan Individu & Diskusi Kelompok
Support Vector Machine
• Konsep Klasifikasi dengan Support Vector Machine (SVM) adalah
mencari hyperplane terbaik yang berfungsi sebagai pemisah dua
kelas data.
• Ide sederhana dari SVM adalah memaksimalkan margin, yang
merupakan jarak pemisah antara kelas data.
• SVM mampu bekerja pada dataset yang berdimensi tinggi dengan
menggunakan kernel trik.
• SVM hanya menggunakan beberapa titik data terpilih yang
berkontribusi (Support Vector) untuk membentuk model yang akan
digunakan dalam proses klasifikasi.
• Macam-Macam Training untuk SVM :
• Chunking (Quadratic Programming).
• Osuna (Dekomposisi).
• Sequential Minimum Optimation (SMO).
• Least Square (LS) dan lainnya.
Model SVM
• Titik data : xi = {x1,x2,….,xn} ϵ Rn
• Kelas data : yi ϵ {-1,+1}
• Pasangan data dan kelas :
• Maksimalkan fungsi berikut :

• Hitung nilai w dan b :

• Fungsi keputusan klasifikasi sign(f(x)) :

Keterangan :
N (banyaknya data), n (dimensi data atau banyaknya fitur), Ld (Dualitas
Lagrange Multipier), αi (nilai bobot setiap titik data), C (nilai konstanta), m
(jumlah support vector/titik data yang memiliki αi > 0), K(x,xi) (fungsi kernel).
Model SVM (Cont.)
• Beberapa Macam Fungsi Kernel Support Vector Machine (SVM) :
No Nama Kernel Definisi Fungsi
1 Linier K(x,y) = x.y
2 Polinomial of degree d K(x,y) = (x.y)d
3 Polinomial of degree up to d K(x,y) = (x.y + c)d
4 Gaussian RBF

5 Sigmoid (Tangen Hiperbolik)


6 Invers Multi Kuadratik

7 Additive
• Kernel Linier digunakan ketika data yang akan diklasifikasi dapat terpisah
dengan sebuah garis/hyperplane.
• Kernel non-Linier digunakan ketika data hanya dapat dipisahkan dengan
garis lengkung atau sebuah bidang pada ruang dimensi tinggi (Kernel Trik,
No.2 sampai 6).
Visualisasi SVM
• Linier Kernel :
rgin (w.x) + b = +1
ma

Hyp
(w.x) + b = -1

erp
lane
y = +1 Support Vector kelas -1
Support Vector kelas +1
y = -1 w
Jarak titik (xi) ke Hyperplane :

(w.x) + b = 0
• Non-Linier Kernel :
Karakteristik SVM
• Karakteristik SVM :
– SVM memerlukan proses pelatihan dengan menyimpan hasil
support vektor yang didapatkan untuk digunakan kembali pada
saat proses prediksi/testing.
– SVM selalu memberikan model yang sama dan solusi yang
sama dengan margin maksimal.
– SVM dapat memisahkan data yang distribusi kelasnya bersifat
linier maupun non linier.
– SVM tidak dipengaruhi oleh dimensi data yang tinggi, sehingga
tidak ada proses reduksi dimensi didalamnya.
– Memori yang digunakan dalam SVM dipengaruhi oleh
banyaknya data, bukan besarnya dimensi data.
Contoh Studi Kasus
• Contoh SVM Linier pada dataset berikut :
Tentukan Hyperplanenya !
x1 x2 Kelas (y) Support Vector (SV)
1 1 1 1
1 -1 -1 1
-1 1 -1 1
-1 -1 -1 0

• Bentuk Visualisasi data :


Contoh Studi Kasus 1 (Cont.)
• Contoh SVM Linier :
x1 x2 Kelas (y)
1 1 1
1 -1 -1
-1 1 -1
-1 -1 -1

– Karena ada dua fitur (x1 dan x2), maka w juga akan memiliki 2 fitur (w1 dan w2).
– Formulasi yang digunakan adalah sebagai berikut :
• Meminimalkan nilai :

• Syarat :
Contoh Studi Kasus 1 (Cont.)
– Karena ada dua fitur (x1 dan x2), maka w juga akan memiliki 2 fitur (w1 dan w2).
– Formulasi yang digunakan adalah sebagai berikut :
• Meminimalkan nilai margin :

• Syarat :

Sehingga didapatkan beberapa persamaan berikut :


Contoh Studi Kasus 1 (Cont.)
Didapatkan beberapa persamaan berikut :
• Menjumlahkan persamaan (1) dan (3) :

• Menjumlahkan persamaan (1) dan (2) :


• Menjumlahkan persamaan (2) dan (3) :

Sehingga didapatkan persamaan hyperplane :


w1x1 + w2x2 + b = 0
x1 + x2 - 1 = 0
x2 = 1 - x1
Contoh Studi Kasus 1 (Cont.)
Visualisasi garis hyperplane (sebagai fungsi klasifikasi) :
w1x1 + w2x2 + b = 0
x1 + x2 - 1 = 0 x2 = 1 - x1
x2 = 1 - x1

x1 x2 = 1 – x 1
-2 3
-1 2
0 1
1 0
2 -1
Contoh Studi Kasus 1 (Cont.)
Misalkan diketahui data uji/ data testing berikut :
Diketahui : f(x) = x1 + x2 – 1
Kelas = sign(f(x)) x2 = 1 - x1

Data Uji Hasil Klasifikasi


No
x1 x2 Kelas = sign(x1 + x2 - 1)

1 1 5 sign (1 + 5 - 1) = +1
2 -1 4 sign (-1 + 4 - 1) = +1
3 0 7 sign (0 + 7 - 1) = +1
4 -9 0 sign (-9 + 0 - 1) = -1
5 2 -2 sign (2 - 2 - 1) = -1
Contoh Studi Kasus 2
• Contoh SVM Non Linier pada dataset berikut :
x1 x2 Kelas (y) Support Vector (SP)
1 1 -1 1
1 -1 1 1
-1 1 1 1
-1 -1 -1 1

• Bentuk Visualisasi data :


Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
• Contoh SVM Non Linier :
x1 x2 Kelas (y)
1 1 -1
1 -1 1
-1 1 1
-1 -1 -1

– Karena ada dua fitur (x1 dan x2), dan kelompok datanya tidak linear, maka
digunakan fungsi kernel. Misal menggunakan fungsi kernel polynomial ordo 2,
yaitu :
K(x,y) = (x.y + c)d dengan c = 1 dan d = 2.
– Fungsi kernel dituliskan kembali menjadi berikut :
K(x,xi) = ([Link] + 1)2 dengan
– Menghitung matrik kernel K :
K(x,xi) = ᶲ(x).ᶲ(xi)
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Fungsi kernel dituliskan kembali menjadi berikut :
K(x,xi) = ([Link] + 1)2 dengan

– Menghitung matrik kernel K(x,xi) = ᶲ(x).ᶲ(xi)


– Misal, Menghitung K(u,z) : dengan u=(1,1) dan z=(1,-1)
k(U=(1,1),Z=(1,-1)) = (((U1.Z1)+(U2.Z2))+1)2 = ((U1.Z1)+(U2.Z2))2+2((U1.Z1)+(U2.Z2)).1 + 12
= (U1.Z1)2 + 2(U1.Z1)(U2.Z2) + (U2.Z2)2 + 2(U1.Z1) + 2(U2.Z2) + 1
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Fungsi kernel dituliskan kembali menjadi berikut :
K(x,xi) = ([Link] + 1)2 dengan

– Menghitung matrik kernel K(x,xi) = ᶲ(x).ᶲ(xi)


– Misal, Menghitung K(u,z) : dengan u=(1,1) dan z=(1,-1)
k(U=(1,1),Z=(1,-1)) = (((U1.Z1)+(U2.Z2))+1)2 = ((U1.Z1)+(U2.Z2))2+2((U1.Z1)+(U2.Z2)).1 + 12
= (U1.Z1)2 + 2(U1.Z1)(U2.Z2) + (U2.Z2)2 + 2(U1.Z1) + 2(U2.Z2) + 1
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Misal, Menghitung K(u,z) : dengan u=(1,1) dan z=(1,-1)
k(U=(1,1),Z=(1,-1)) = (((1.1)+(1.(-1)))+1)2 = ((1.1)+(1.(-1)))2+2((1.1)+(1.(-1))).1 + 12
= (1.1)2 + 2(1.1)(1.(-1)) + (1.(-1))2 + 2(1.1) + 2(1.(-1)) + 1
=1-2+1+2-2+1=1
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Menghitung matrik kernel K(x,xi) = ᶲ(x).ᶲ(x ) i
x1 K(1,1) = (x1.x1 + 1)2 = (1.1 + 1.1 +1)2 = 32 = 9
x2 K(1,2) = (x1.x2 + 1)2 = (1.1 + 1.(-1) +1)2 = 12 = 1
x1
x3 K(1,3) = (x1.x3 + 1)2 = (1.(-1) + 1.1 +1)2 = 12 = 1
x4 K(1,4) = (x1.x4 + 1)2 = (1.(-1) + 1.(-1) +1)2 = (-1)2 = 1
x1 K(2,1) = (x2.x1 + 1)2 = (1.1 + (-1).1 +1)2 = 12 = 1
x2 K(2,2) = (x2.x2 + 1)2 = (1.1 + (-1).(-1) +1)2 = 32 = 9
x2
x3 K(2,3) = (x2.x3 + 1)2 = (1.(-1) + (-1).1 +1)2 = 12 = 1
x4 K(2,4) = (x2.x4 + 1)2 = (1.(-1) + (-1).(-1) +1)2 = 12 = 1
x1 K(3,1) = (x3.x1 + 1)2 = ((-1).1 + 1.1 +1)2 = 12 = 1
x2 K(3,2) = (x3.x2 + 1)2 = ((-1).1 + 1.(-1) +1)2 = 12 = 1
X3
x3 K(3,3) = (x3.x3 + 1)2 = ((-1).(-1) + 1.1 +1)2 = 32 = 9
x4 K(3,4) = (x3.x4 + 1)2 = ((-1).(-1) + 1.(-1) +1)2 = 12 = 1
x1 K(4,1) = (x4.x1 + 1)2 = ((-1).1 + (-1).1 +1)2 = 12 = 1
x2 K(4,2) = (x4.x2 + 1)2 = ((-1).1 + (-1).(-1) +1)2 = 12 = 1
x4
x3 K(4,3) = (x4.x3 + 1)2 = ((-1).(-1) + (-1).1 +1)2 = 12 = 1
X4 K(4,4) = (x4.x4 + 1)2 = ((-1).(-1) + (-1).(-1) +1)2 = 32 = 9
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)

9 1 1 1
1 9 1 1
1 1 9 1
1 1 1 9
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)

dimana adalah nilai pada dimensi ke-1 pada data ke-i.


Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
- Hitung nilai w dan b :

dimana adalah nilai pada dimensi ke-1 pada data ke-i.


Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Misalkan didapatkan nilai Max Ld dengan α1 = α2 = α3 = α4 = 0.125.
Sehingga nilai Ld = 0.25.
– Hitung nilai w dan b :

Pilih salah satu Support Vector dari Kelas “+1” dan “-1” untuk menghitung nilai b.
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Misalkan didapatkan nilai Max Ld dengan α1 = α2 = α3 = α4 = 0.125.
Sehingga nilai Ld = 0.25.
– Hitung nilai w dan b :

Pilih salah satu Support Vector dari Kelas “+1” dan “-1” untuk menghitung nilai b.
Contoh Studi Kasus 2 (Cont.)
– Setelah didapatkan nilai w dan b :

Maka model SVM siap digunakan untuk proses klasifikasi.

Misalkan data uji/ data test xt = (1,5) maka K(xi,xt) = ᶲ(xi).ᶲ(xt)

x1 K(1,t) = ([Link] + 1)2 = (1.1 + 5.1 +1)2 = 72 = 49 (-0.125)(49)


x2 K(2,t) = ([Link] + 1)2 = (1.1 + 5.(-1) +1)2 = 32 = 9 (0.125)(9)
xt=(1,5)
x3 K(3,t) = ([Link] + 1)2 = (1.(-1) + 5.1 +1)2 = 52 = 25 (0.125)(25)
x4 K(4,t) = ([Link] + 1)2 = (1.(-1) + 5.(-1) +1)2 = (-5)2 = 25 (-0.125)(25)
-5
+

Jadi data xt = (1,5) tersebut masuk ke kelas negatif.


Latihan Individu
1. Perhatikan dataset SVM Linier berikut :
x1 x2 Kelas (y) Support Vector (SV) x1 x2 Kelas (y) SV1 SV2
1 1 +1 1 2 3 -1 1 0
1 -1 -1 1 3 4 -1 1 1
0 2 -1 1 5 2 +1 1 1
-1 -1 -1 0 6 3 +1 0 0
dataset 1 dataset 2
Tentukan Visualisasi Hyperplane masing-masing dataset di atas !
2. Perhatikan dataset SVM non-Linier berikut :
x1 x2 Kelas (y) SV
0.5 0 -1 1
1 -1 +1 1
-1 1 +1 1
Tentukan persamaan Hyperplanenya,
-0.5 -0.5 -1 1 lalu uji kelas data xt = (1,1) !
Selesai

Anda mungkin juga menyukai