Surat Keterangan Pendamping Ijazah SM
Surat Keterangan Pendamping Ijazah SM
Halaman 1 dari 6
9. Sistem Penilaian : Skala 1-4; A=4, B=3, C=2, D=1
Grading System : Scale 1-4: A=4, B=3, C=2, D=1
10. Lama Studi Reguler : 8.50 Semester
Length of Regular Study : 8.50 Semesters
11. Jenis dan Jenjang Pendidikan Lanjutan : Program Magister
Type and Level of Further Education : Master Degree
A. Capaian Pembelajaran
Learning Outcomes
1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan Being able to apply logical thinking, critical thinking,
inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi systematic and innovative in the context of the
ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan development or implementation of science and
menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang technology that observe and apply the value of the
keahliannya. humanities in accordance with their expertise.
2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan Being able to demonstrate the performance of being
terukur. independent, qualified, and measurable.
3. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau Being able to review the implication of the development
implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang or implementation of science technology by considering
memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai the values of the humanities in accordance with his/her
dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika expertise based on rules, procedures and scientific ethics
ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain in order to generate solutions, ideas, design or art
atau kritik seni. criticism.
4. Mampu menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di Being able to write a report based on the review
atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mentioned above into the final project/skripsi and to
mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi. upload it into the university website.
5. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks Being able to make a appropriate decision toward the
penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan problems of his/her expertise based on the result of
hasil analisis informasi dan data. analyzing the information and data.
6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja Being able to maintain and develop a network with
dengan pembimbing, kolega, dan sejawat baik di dalam mentors, colleagues, and peers both inside and outside
maupun di luar lembaganya. the institution.
7. Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja Being able to be responsible for the achievement of group
kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap work and to conduct a supervision and evaluation toward
penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja the completion of the tasks assigned to workers who are
yang berada di bawah tanggung jawabnya. under his/her coordination.
8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok Being able to perform self-evaluation process of the
kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu working groups under his/her coordination, and able to
mengelola pembelajaran secara mandiri. manage self-learning.
9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, Being able to record, to store, to secure, and to prevent
dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan plagiarism of documents.
dan mencegah plagiasi.
10. Mampu menyelesaikan masalah rutin fungsi manajemen Being able to solve the problems of management
(perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, functions (planning, organizing, directing, controlling) and
pengendalian) dan fungsi organisasi (pemasaran, sumber organizational functions (marketing, human resources,
daya manusia, operasi dan keuangan) dengan kaidah yang operations and finance) appropriately.
berlaku.
11. Mampu merumuskan dan mengimplementasikan rencana Being able to formulate and implement strategic plans to
stratejik ke dalam rencana operasional. operational plans.
12. Mampu melakukan kajian teori dan empirik dalam bidang Being able to conduct theoretical and empirical studies in
manajemen berdasarkan metode ilmiah. the field of management based on the scientific method.
B. Penguasaan Pengetahuan
Knowledge Competencies
1. Menguasai konsep teori dalam ilmu manajemen dan Mastering the theoretical concept in management science
Halaman 2 dari 6
menerapkannya dalam berbagai tipe organisasi baik bisnis and applying them in any types of organizations both
maupun non bisnis pada tingkat local, nasional dan global. business and non-business at the level of local, national
and global.
2. Mastering the methodology of research in management
Menguasai metodologi penelitian dalam ilmu manajemen.
sciences.
3. Menguasai prinsip kepemimpinan dan kewirausahaan Mastering the principles of leadership and
dalam berbagai tipe organisasi. entrepreneurship in various types of organizations.
4. Menguasai prinsip kepemimpinan dan kewirausahaan Mastering the principles of leadership and
dalam berbagai sektor bisnis. entrepreneurship in various business sectors.
5. Menguasai konsep tentang metode penelitian yang Mastering the concepts of research methods that include
mencakup studi kasus, kesejarahan, survei, simulasi, dan case studies, historical, surveys, simulation, and
eksperimen pada lingkup kualitatif dan kuantitatif, secara experimentation on the scope of qualitative and
eksporatif, deskriptif dan verifikatif. quantitative, through explorative, descriptive and
verification.
6. Menguasai minimal satu metode penelitian (studi kasus, Mastering at least one research method (case study,
kesejarahan, survei, simulasi, dan eksperimen pada lingkup historical, survey, simulation, and experimentation on the
kualitatif dan kuantitatif, secara eksporatif, deskriptif dan scope of qualitative and quantitative, through explorative,
verifikatif). descriptive and verification).
7. Menguasai etika bisnis, profesi , nilai-nilai kemanusiaan dan Mastering the ethics of business, profession, humanitarian
Nilai-Nilai Ke-Islaman. values and Islamic merits.
8. Menguasai kaidah, prinsip dan teknik komunikasi lintas Mastering the rules, principles and techniques of
fungsi, level organisasi, dan budaya. communication across functions, organizational level, and
culture.
9. Menguasai pengetahuan tentang jenis dan regulasi bisnis Mastering the knowledge of the types and the regulation
lokal, nasional, regional dan global. of local, national, regional and global business.
10. Menguasai minimal salah satu bahasa internasional. Mastering at least one international language.
C. Sikap Khusus
Special Attitudes
1. Terbiasa bersikap Adil, Moderat, Toleran, Harmoni dan Being accustomed to be fair, moderate, tolerant,
Kooperatif dalam kehidupan sehari-hari. harmony, and cooperative in everyday life
2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu Devouting toward the God almighty and being able to
menunjukkan sikap reliji. behave religious attitudes.
3. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan Respecting the human values in running a duty based on
tugas berdasarkan Agama, Moral, dan Etika. religion, moral, and ethics.
4. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan Contributing to improve the quality of life of society,
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan nation, state, and the progress of civilization based on
peradaban berdasarkan Pancasila Pancasila
5. Berperan sebagai Warga Negara yang bangga dan cinta Acting as a citizen who is conceited and devoted to the
tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab homeland and having sense of nationalism and
pada Negara dan Bangsa. responsibility to the state and nation.
6. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, Respecting a value on cultural diversity, perspective,
dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinial religion, and beliefs as well as conception or genuine
orang lain. findings of other people.
7. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian Working together, having social sensitivity, and caring
terhadap masyarakat dan lingkungan. about the community and environment.
8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat Adhering to the law and have discipline in the life of
dan bernegara. society and of state.
9. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik. Internalizing the values, norms, and academic ethics.
10. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di Demonstrating a responsible attitude toward (her/his)
bidang keahliannya secara mandiri. expertise independently.
11. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan Internalizing the spirit of self-reliant, effort, and
kewirausahaan. entrepreneurship.
Halaman 3 dari 6
2. Peserta Halaqoh Diniyah (Setara 24 jam) As a Participant of Halaqoh Diniyah (Focus Group
Discussion in Religion) (Equal to 24 hours)
3. Peserta Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (Setara 32 jam) As a Participant of Student Leadership Training (Equal to
32 hours)
4. Peserta Ujian Pendalaman Agama Islam (Setara 8 jam) As a Participant of In-depth Examination of Islamic
Religion (Equal to 8 hours)
5. Peserta Masa Transformasi dan Pengembangan Karakter As a Participant of transformation and development
Bagi Mahasiswa Baru (Master Maba) period for new students
6. Peserta Program Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran As a Participant of Social Internship Program - Learning
Pemberdayaan Masyarakat (KKN - PPM) (Setara 360 jam) Commmunity Empowerment (Equal to 360 hours)
7. Peserta Ujian TOEFL As a Participant of TOEFL Exam
8. Peserta Ujian Laboratorium Komputerisasi Akuntansi As a Participant of Computerized Accounting Laboratory
Menggunakan Zahir Accounting yang diselenggarakan di Exam Using Zahir Accounting held at the Islamic
Universitas Islam Malang University of Malang
9. Peserta Test Etika Pengembangan Diri (EPD) di Universitas As a Participant of Self-development Ethics (EPD) test at
Islam Malang the Islamic University of Malang
10. Peserta Magang (praktik kerja) An Internship (work practice)
11. Peserta pelatihan digital marketing Asosiasi Digital As a Participant of digital marketing training Indonesian
Marketing Indonesia (DIGIMIND) Digital Marketing Association (DIGIMIND)
12. Peserta Ujian Sertifikasi BNSP Digital Maketing As a Participant of Fundamentals of BNSP Digital
Marketing Certification Exam
13. Peserta Ujian Sertifikasi Microsoft Office Specialist As a Participant of Microsoft Office Specialist Certification
Exam
14. Peserta Lembaga psikologi & jasa psikologi Pesona As a Participant of Institute psychology & psychological
sanubari. services Pesona heartstrings.
15.
16.
17.
18.
Halaman 4 dari 6
menyelenggarakan pendidikan profesi.
Akademi merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Academies are higher education institutions that conduct
pendidikan vokasi dalam satu atau beberapa cabang Ilmu vocational education in one discipline of science and/or certain
Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu. technology.
Akademi Komunitas merupakan Perguruan Tinggi yang Community Colleges are higher education institutions that
menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu conduct vocational education in the level of diploma one and/or
dan/atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang Ilmu diploma two of one or several disciplines of sciences and/or
Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu yang berbasis certain technology based on local competitiveness or to meet
keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. special demands.
Jenjang Pendidikan dan Syarat Belajar. Institusi pendidikan tinggi Levels of Education and Conditions of Learning. Higher education
menawarkan berbagai jenjang pendidikan baik berupa institutions offer several levels of education either in the field of
pendidikan akademis maupun pendidikan vokasi. Perguruan academic or vocational education. Higher education institutions
tinggi yang memberikan pendidikan akademis dapat that offer academic education can offer the bachelor degree
menawarkan jenjang pendidikan Sarjana (S1), Program Profesi, (Sarjana-S1), Professional Programs, Master Degree (Magister-
Magister (S2), Program Spesialis (SP) dan Program Doktoral (S3). S2), Specialist Programs and Doctoral Programs (S3). On the
Sedangkan pendidikan vokasi menawarkan program Diploma I, II, other hand, vocational education offers Diploma I, II, III and IV
II dan IV. programs.
SKS dan Lama Studi Semester Credit Unit and Duration of Study
SKS adalah singkatan dari satuan kredit semester. Dengan sistem SCU stands for Semester Credit Units. This system allows students
ini, mahasiswa dimungkinkan untuk memilih sendiri mata kuliah to choose their subjects for the semester. Semester Credit Units
yang akan ia ambil dalam satu semester. SKS digunakan sebagai measure:
ukuran: The amount of student’s study load.
Besarnya beban studi mahasiswa. the recognition of student’s study success in their study
Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar The amount of time and effort needed by the student to
mahasiswa. accomplish a program, either in terms of semester program
Besarnya usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk or the overall programs.
menyelesaikan suatu program, baik program semesteran The amount of time and effort for faculty members to conduct
maupun program lengkap. the education.
Besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga
pengajar.
Nilai 1 SKS untuk kegiatan kuliah setara dengan beban studi tiap
minggu selama satu semester, terdiri dari: The value of 1 (one) SCU for a course is comparable to the load of
study per week during one semester, which includes:
1 jam kegiatan terjadwal (termasuk 5-10 menit istirahat).
1-2 jam tugas terstruktur yang direncanakan oleh tenaga 1 hour of scheduled classroom activity (including 5- 10 minute
pengasuh mata kuliah bersangkutan, misalnya breaks).
menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas pembuatan referat, 1-2 hours of structured assignment planned by the faculty
menerjemahkan suatu artikel dan sebagainya. member, for example to do homework, referencing
1-2 jam tugas mandiri, misalnya membaca buku rujukan, assignments, article translations and so on
memperdalam materi, menyiapkan tugas dan sebagainya. 1-2 hours of assignments, for example reading reference
books, further study of material, preparing assignments and
so on.
Seorang mahasiswa dapat dinyatakan lulus apabila telah A student graduates from a level of education only if he or she
menyelesaikan jumlah SKS tertentu. Untuk menyelesaikan passes certain number of SCUs. To graduate from a bachelor
pendidikan Sarjana (S1), seorang mahasiswa diwajibkan untuk degree (S1) education, a student has to pass a minimum of 144
menyelesaikan beban studi program sarjana sekurang-kurangnya (one hundred and forty-four) SCU and a maximum of 160 (one
144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya hundred and sixty) SCU scheduled in 8 (eight) semesters and
160 (seratus enam puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 8 accomplishable in a minimum of 8 (eight) semesters and a
(delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang maximum of 14 (fourteen) semesters after their high school
dari 8 (delapan) semester dan selama-lamanya 14 (empat belas) education. In the Master level, a student has to pass a minimum
semester setelah pendidikan menengah. Pada jenjang Magister of 36 (thirty-six) SCU and a maximum of 50 (fifty) SCU scheduled
(S2), seorang mahasiswa harus menyelesaikan beban studi for 4 (four) semesters and accomplishable between 4 (four) to a
sekurang-kurangnya 36 (tiga puluh enam) SKS dan sebanyak- maximum of 10 (ten) semesters which includes the time for thesis
banyaknya 50 (lima puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 4 (empat) writing, after their S1 degree. There are several types of study
semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dan 4 loads for Doctoral Degree (S3) depending on the history of their
(empat) semester dan selama-lamanya 10 (sepuluh) semester bachelor (S1) and master (S2) degrees: the load of study for
termasuk penyusunan tesis, setelah program sarjana, atau yang students with similar field of study in S1 is 76 (seventy-six) SCU
sederajat. Sedang untuk jenjang doktoral (S3) ada beberapa jenis scheduled for 8 (eight) semesters and accomplishable in a
beban, disesuaikan dengan riwayat pendidikan sarjana (S1) dan minimum of 8 (eight) semesters and a maximum of 12 (twelve)
magister (S2)-nya. (a) Beban studi program doktor bagi peserta semesters; (b) the study load for students whose bachelor degree
yang berpendidikan sarjana (S1) sebidang sekurang-kurangnya 76 is not of the same field of the doctoral degree is 88 (eighty-eight)
(tujuh puluh enam) SKS yang dijadwalkan untuk sekurang- SCU scheduled for 8(eight) semesters and accomplishable in a
kurangnya 8 (delapan) semester dengan lama studi selama- minimum of 9 (nine) semesters and a maximum of 13 (thirteen)
lamanya 12 (dua belas) semester. (b) Beban studi program semesters. The study load for students whose master degree is
doktor bagi peserta yang berpendidikan sarjana (S1) tidak similar with the doctoral degree is minimum 40 (forty) SCU
sebidang sekurang-kurangnya 88 (delapan puluh delapan) SKS scheduled for 4 (four) semesters and accomplishable in a
yang dijadwalkan untuk 9 (sembilan) semester dan dapat minimum of 4 (four) semesters and a maximum of 10 (ten)
ditempuh kurang dan 9 (sembilan) semester dengan lama studi semesters. The study load for students whose master degree is
selama-lamanya 13 (tiga belas) semester. (c) Beban studi not similar with the doctoral degree is 52 (fifty-two) SCU
program doktor bagi peserta yang berpendidikan magister (S2) scheduled for 5 (five) semesters and accomplishable in a
Halaman 5 dari 6
sebidang sekurang-kurangnva 40 (empat puluh) SKS yang minimum of 5 (five) semesters to a maximum of 11 (eleven)
dijadwalkan untuk 4 (empat) semester dan dapat ditempuh semesters.
kurang dari 4 (empat) semester dengan lama studi selama-
lamanya 10 (sepuluh) semester. (d) Beban studi program doktor
bagi peserta yang berpendidikan magister (S2) tidak sebidang
sekurang-kurangnya 52 (lima puluh dua) SKS yang dijadwalkan
untuk 5 (lima) semester dan dapat ditempuh kurang dari 5 (lima)
semester dengan lama studi selama-lamanya 11 (sebelas)
semester.
Calon mahasiswa D1, D2, D3, D4 dan S1 harus menamatkan Candidates of D1, D2, D3, D4 and S1 programs have to graduate
pendidikan menengah atas atau yang sederajat dan lulus pada from their high school or similar level of education and pass the
ujian masuk masing-masing perguruan tinggi. Kandidat admission tests of the respective higher education. Candidates
mahasiswa S2 harus memiliki ijazah Sarjana (S1) atau yang for master degree education have to have S1 or similar degree
sederajat dan lulus ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Untuk diploma and pass the admission tests to the higher education
S3, Mahasiswa harus memiliki Ijazah S2 atau yang sederajat dan institutions. The doctoral degree candidates have to have a
lulus seleksi masuk. master degree diploma and pass the entrance examinations.
V. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
Indonesian Qualification Framework (IQF)
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka The Indonesian National Qualification Framework (IQF) is a
penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia framework denoting levels of Indonesian workforce qualifications
yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan and competence, that compares, equalizes, and integrates the
sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja education and training sectors and work experience in a scheme
dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang recognizing work competence based on the structures of various
disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. KKNI work sectors. The Framework is the manifestation of the quality
merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia and identity of the Indonesian people in relations to the national
terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja education system, national workforce training system and
nasional serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran national learning outcomes equality evaluation system that
(learning outcomes) nasional, yang dimiliki Indonesia untuk Indonesia has in order to produce qualified and productive
menghasilkan sumberdaya manusia yang bermutu dan produktif. human resources.
KKNI merupakan sistem yang berdiri sendiri dan merupakan The IQF is an independent system which bridges the education
jembatan antara sektor pendidikan dan pelatihan untuk and training sectors to produce certified and qualified national
membentuk SDM nasional berkualitas dan bersertifikat melalui human resources through schemes of formal, non formal,
skema pendidikan formal, non formal, informal, pelatihan kerja informal, job training and work- experiences education
atau pengalaman kerja. Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian programs. Qualification levels are the learning outcomes which
pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun are nationally agreed upon, arranged an the basis of the
berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang measures of the results of education and/or training obtained
diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau through formal, non formal, informal education and work
pengalaman kerja seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. KKNI experience programs as is shown in fig 1. IQF comprises 9 levels
terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifikasi of qualification, starting levels 1, which is the lowest level, up to
1 sebagai kualifikasi terendah hingga kualifikasi 9 sebagai levels 9 as the highest.
kualifikasi tertinggi.
U 8
MD 7
M 6
OPERATOR ANALISIS A
H
Halaman 6 dari 6
Nur Diana, SE.,[Link].
Nomor Pokok Pegawai : 197.02.00007
Employee Identification Number: 197.02.00007
Halaman 7 dari 6