0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan22 halaman

Rencana Sistem Penyediaan Air Minum

Diunggah oleh

regabaraconsultan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan22 halaman

Rencana Sistem Penyediaan Air Minum

Diunggah oleh

regabaraconsultan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perencanaan Jaringan Air Bersih

Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN

BAB IV DASAR PERENCANAAN

4.1 DEFINISI

1. Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku
adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah
dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku
untuk air minum.
2. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan
atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat
langsung diminum.
3. Air limbah adalah air buangan yang berasal dari rumah tangga termasuk
tinja manusia dari lingkungan permukiman.
4. Sampah adalah limbah padat yang berasal dari lingkungan permukiman,
bukan bahan berbahaya dan beracun, yang dianggap tidak berguna lagi.
5. Penyediaan air minum adalah kegiatan menyediakan air minum untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat,
bersih, dan produktif.
6. Sistem penyediaan air minum yang selanjutnya disebut SPAM merupakan
satu kesatuan sistem fisik (teknik) dan non fisik dari prasarana dan sarana air
minum.
7. Pengembangan SPAM adalah kegiatan yang bertujuan membangun,
memperluas dan/atau meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik
(kelembagaan, manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam
kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada
masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.
8. Penyelenggaraan pengembangan SPAM adalah kegiatan merencanakan,
melaksanakan konstruksi, mengelola, memelihara, merehabilitasi,
memantau, dan/atau mengevaluasi sistem fisik (teknik) dan non fisik
penyediaan air minum.

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-1
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
9. Penyelenggara pengembangan SPAM yang selanjutnya disebut
Penyelenggara adalah badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah,
koperasi, badan usaha swasta, dan/atau kelompok masyarakat yang
melakukan penyelenggaraan pengembangan sistem penyediaan air minum.
10. Pelanggan adalah orang perseorangan, kelompok masyarakat, atau instansi
yang mendapatkan layanan air minum dari Penyelenggara.
11. Back wash adalah sistem pencucian media filter dengan aliran air yang
berlawanan arah dengan aliran air pada saat penyaringan.
12. Clarifier adalah gabungan pengaduk lambat (flokulator) dan pengendap.
13. Commissioning adalah proses penilaian kinerja IPA oleh suatu tim yang
dibentuk khusus setelah selesai dibangun dan sebelum diserahterimakan dari
penyedia jasa kepada pengguna jasa.
14. Contoh uji adalah unit IPA yang dipilih dapat mengolah air dengan kondisi
air baku yang mempunyai kuantitas dan kualitas, sesuai ketentuan untuk
diuji
15. Desinfeksi adalah proses pembubuhan bahan kimia untuk mengurangi zat
organik pada air baku dan mematikan kuman/organisme.
16. Desinfektan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk mematikan bakteri
pathogen dan memperlambat pertumbuhan lumut.
17. Ekspansi adalah penambahan panjang lapisan media berbutir/penyaring (Le)
yang terangkat ke atas pada waktu pencucian media karena penambahan
tekanan.
18. Filtrasi adalah proses memisahkan padatan dari supernatran melalui media
penyaring.
19. Flok adalah gumpalan lumpur yang dihasilkan dari proses koagulasi dan
flokulasi.
20. Flokulasi adalah proses pembentukan partikel flok yang besar dan padat agar
dapat diendapkan.
21. Flotasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan
berat jenis dengan cara diapungkan.
22. Instalasi pengolahan air yang selanjutnya disebut IPA adalah suatu IPA yang
dapat mengolah air baku melalui proses tertentu dalam bentuk yang

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-2
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
kompaksehingga menghasilkan air minum yang memenuhi baku mutu yang
berlaku.

23. Kapasitas produksi adalah volume air hasil olahan persatuan waktu.
24. Koagulasi adalah proses pencampuran bahan kimia (koagulan) dengan air
baku sehingga membentuk campuran yang homogen.
25. Koagulan adalah bahan (kimia) yang digunakan untuk pembentukan flok
pada proses pencampuran.
26. Netralisasi adalah proses untuk menyesuaikan derajat keasaman (pH) pada
air.
27. Netralisan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menyesuaikan derajat
keasaman (pH) pada suatu proses tertentu.
28. Nilai gradien kecepatan ,G laju penurunan kecepatan persatuan waktu
(/detik).
29. Profil hidrolis adalah gambaran yang menunjukkan garis ketinggian muka
air bebas dalam tiap unit paket IPA ketika proses berlangsung
30. Sedimentasi adalah proses pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan
berat jenis dengan cara pengendapan.
31. Surface wash adalah sistem pencucian dengan menyemprotkan air pada
permukaan media saringan.
32. Waktu tinggal, td adalah waktu yang diperlukan oleh air selama proses
tertentu berlangsung.

4.2 PERUSAHAAN AIR MINUM


Dalam PJP I penambahan kapasitas air bersih dengan system perpipaan
untuk daerah perkotaan telah meningkat dan 9.000 l/dtk dalam Pelita I meningkat
menjadi 66.000 l/dtk pada akhir Pelita V. Usaha tersebut telah meningkatkan
pelayanan air bersih di daerah perkotaan dari jumlah 4 juta penduduk yang
dilayani dalam Pelita I menjadi 27,6 juta penduduk terlayani dalam Pelita V (40
%).
Di daerah perdesaan, kegiatan penyediaan dan pengelolaan air bersih
dalam PJPT I masih menekankan pada penyuluhan dan pengembangan motivasi
untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengadaan air bersih yang

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-3
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
sesuai dengan keadaan lingkungan dan tingkat social ekonomi penduduk
setempat. Kegiatan penyuluhan tersebut juga didukung dengan penyediaan
bantuan saran air bersih berupa sistem perpipaan terbatas, sumur pompa tangan,
sumur gali, penampung air hujan dan perlindungan mata air. Dalam Pelita V
kebijaksanaan pembangunan sarana air bersih perdesaan lebih ditekankan pada
kegiatan rehabilitasi sarana yang sudah terpasang dan masih dapat difungsikan.
Pada akhir Pelita V penduduk perdesaan yang telah dilayani air bersih menacpai
hamper 50 persen.

Contoh Pengolahan Lengkap, yaitu :


 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Paket dan Pengolahan Air Konvensional (IPA
Konvensional).
Secara skematis sistem penyediaan air bersih dengan pengolahan lengkap adalah
sebagai berikut :

Gambar 4.1 Instalasi Pengolahan Air Minum

Unit Perpipaan
Unit perpipaan terdiri dari jaringan pipa transmisi dan distribusi termasuk

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-4
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
perlengkapannya antara lain katup, jembatan pipa dan sambungan pelayanan (SR,
HU, TA), meteran distribusi termasuk perpompaannya.

Sistem Penyediaan Air Bersih Sederhana (SIPAS)


 Memacu percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat perdesaan,
khususnya bagi desa-desa rawan air, melalui penggunaan teknologi tepat guna
dan pendekatan kemitraan dengan masyarakat (a.l jalur pramuka, PKK/ LKMD)
 Membantu upaya masyarakat mendapatkan kemudahan air bersih melalui upaya-
upaya pemberdayaan masyarakat
 Merupakan program khusus pembangunan penyediaan dan pengelolaan air bersih
perdesaan sebagai percontohan dengan teknologi tepat guna yaitu :
- Mudah dalam pelaksanaan
- Murah dalam pembiayaan
- Mudah dan murah dalam pengoperasian dan pemeliharaan
- Unit pengelolaan air tidak menggunakan bahan kimia
- Memanfaatkan bahan-bahan bangunan setempat

Persyaratan kualitas air bersih/ air minum


Hasil olahan harus memenuhi persyaratan standar kualitas air (Permen Kesehatan
No. 416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990)

Pembangunan penyediaan Air Bersih


Pembangunan system penyediaan air bersih mengacu pada proses kegiatan
SIDCOM yaitu survey, Investigasi, designs, construction, operation dan
maintenance
A. Persiapan pembangunan yaitu: survey, investigasi dam desing (SID) perlu
melalui beberapa tahapan kegiatan yaitu :
1. Rencana induk (Master Plan) Air bersih adalah suatu rencana yang
menggambarkan arah pembangunan air bersih untuk jangka panjang 20-25
tahun dengan usulan tahapan 5-10 tahun
2. Study kelayakan adalah kegitan kajian teknis, ekonomi keuangan dan
lingkungan suatu proyek berdasarkan rencana induk dalam jangka waktu
menengah (5-7) tahun

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-5
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
3. Rencana teknis, berdasarkan rencana induk dan kelayakan proyek yang
telah dikaji selanjutnya dibuat rencana rinci meliputi perencanaan system
dan konstruksi mencakup pembiayaan, jadwal pelaksanaan serta dokumen
pelelangan dan gambar-gambar pelaksanaan

B. Pembangunan dan pemanfaatan proyek meliputi kegiatan Construction dan O


& M (COM) yaitu pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta
pengembnagan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
C. Perencanaan
Sesuai dengan kebijaksanaan pembangunan air bersih, maka kebutuhan air
pada suatu kota dan kawasan dan perdesaan didasarkan pada besarnya jumlah
penduduk yang akan dilayani dikali dengan tingkat kebutuhan air perkapita.
Pada daerah perkotaan/ kawasan tertentu perlu dipertimbangkan kebutuhan
untuk non domestic seperti social, komersial, industri dan sector lainnya serta
kehilangan air.
1. Perhitungan kebutuhan air suatu kota/ kawasan yaitu :
Kebutuhan air domestic …………A l/dtk
Kebutuhan air non domestic 20% x A l/dtk
Kehilangan air 20% x Kebutuhan air domestic + non
domestik
Kebutuhan air rata-rata yang perlu disiapkan pada suatu kota/kawasan
adalah total kebutuhan air domestic + non domestic + kehilangan air
2. Kehilangan air
Secara umum kehilangan air atau kebocoran air dibagi dalam dua bagian :
- Kehilangan/ kebocoran teknis
Kebocoran teknis adalah perbedaan angka pemakaian air (volume)
yang diukur dari meter air pelanggan dalam system tertutup secara
keseluruhan, ditambah volume air yang dipakai untuk kepentingan
umum dengan angka volume air yang diukur pada meter induk
distribusi pada kurun waktu tertentu, dan beroperasi 24 jam/hari serta
bertekan minimal 5 mka pada titik kritis.
- Kehilangan/ kebocoran non teknis

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-6
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Kebocoran non teknis adalah kebocoran yang diakibatkan oleh
administrasi antara lain :
a) kesalahan pembacaan meter air
b) Adanya kerjasama antra konsumen dan petugas
c) Penyambungan air secara ilegal
3. Kebutuhan dasar (Basic need approach) merupakan suatu
kebijaksanaan pemerintah untuk dapat memberikan pelayan dasar kepada
masyarkat khususnya dibidang air bersih ditetapkan dengan konsumsi air
perkapita per hari agar layak dari aspek kesehatan
kebutuhan dasar meliputi: mandi, masak/ minum, cuci sebesar 60
l/orang/hari
4. Penentuan tarif air minum
Pedoman penentuan tarif air minum mengacu pada Peraturan Menteri
Dalam Negeri No. 690-536 tahun 1988 dan Kepmen Dagri No. 690-069
tahun 1992 tentang pedoman penetapan tariff air minum pada Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM)
Perhitungan Harga Pokok Air (HP)
HP = A/ B
HP = Harga Pokok Air (RP/ m3)
A = Jumlah seluruh biaya (Rp)
B = Jumlah air yang didistribusikan ke pada pelanggan (m 3)
sesuai catatan meter induk
Jumlah seluruh biaya adalah seluruh jumlah biaya yang dikeluarkan
PDAM meliputi :
a. Biaya operasi dan pemeliharaan sumber air
b. Biaya operasi dan pemeliharaan Pengolahan air
c. Biaya operasi dan pemeliharaan transmisi dan distribusi
d. Biaya umum dan administrasi
e. Biaya penyusutan dan amortasi instaslasi
Biaya operasi dan pemeliharaan terdiri dari :
- Biaya bahan bakar
- Biaya bahan kimia
- Biaya listrik PLN

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-7
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
- Biaya pegawai (operator)
Biaya administrasi dan umum terdiri dari :
- Biaya kantor
- Biaya pegawai (kantor)
- Biaya hubungan langganan
- Biaya penelitian dan pengembangan
- Biaya keuangan (bungan pinjaman)
- Biaya promosi
Biaya Penyusutan dan Amortasi terdiri dari :
- Biaya Bank
- Biaya kerugian
- Biaya penyusutan instalasi
5. Pengelolaan system penyediaan air bersih yang telah berfungsi menjadi
tanggung jawab pemerintah setempat. Pada umumnya Badan yang
mengelola berbentuk perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Gambar 4.2 Pengolahan Air Sederhana

Saringan Pipa Resapan (SPR)


Memanfaatkan pasokan air dari sungai/ saluran irigasi dengan debit air minimal 10
lt/dtk pada musim kemarau. Air yang diolah tidak menunggu peruntukan air sebelumnya

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-8
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN

SR
Su n g a i

Su m u r
Sa rin g a n p a sir
p e ng um p ul
la m b a t Po m p a

Pip a Ae ra si HU

Pa sir
Ke rikil

Gambar 4.3 Saringan Pipa Resapan

SIPAS Saringan Pasir Lambat (SIPAS SPL)


Memanfaatkan air sungai (gunung) dengan radius 1Km dari permukiman dengan debit air
minimal 1 lt/ dtk pada musim kemarau biasanya digunakan untuk kualitas air yang kurang
baik/ agak keruh (kekeruhan < 50 NTU)

SIPAS Pelindung Mata Air (SIPAS PMA)


Memanfaatkan Sumber Mata Air dengan bangunan penyadap yang mengalirkan air
secara gravitasi melalui pipa transmisi dan 2 unti hidran umum kepada perumahan
penduduk yang terletak pda radius 2 Km dari mata air. Debit mata air minimum 1 lt/dtk
pada musim kemarau.

4.3 PERENCANAAN DAN PEMELIHARAAN


Langkah-langkah perencanaan dan pemeliharaan :
1. Identifikasi dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai :

 Jenis dan karakteristik unit sarana penyediaan air bersih yang akan menentukan
bagaimana penanganan pemeliharaan dan unit sarana tersebut serta sumber daya
yang diperlukan.
 Informasi tersebut harus lengkap dan actual (benar) mulai dari unit pengambilan
air baku sampai dengan meter air di langgganan.
 Informasi minimal yang diperlukan untuk perawatan meliputi :

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4-9
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
a. Bangunan sipil :
Gambar konstruksi bangunan (as built drawing) lengkap dengan
ukuran/dimensi meliputi :
 Denah
 Potongan melintang/memanjang
 Elevasi
 Konstruksi detail pada bagian tertentu yang dianggap penting.
b. Perpipaan :
 Gambar jaringan perpipaan (denah dan profil)
 Gambar detail letak valve pada masing - masing
percabangan/crossing/wash out
 Ukuran dan jenis pipa
 Gambar sambungan langganan
c. Peralatan mesin/listrik
 Spesifikasi teknik peralatan meliputi antara lain :
 Type dan jenis
 Kapasitas
 Tahun pembuatan
 Pabrik pembuatan
 Daftar suku cadang (pokok) dari peralatan yang bersangkutan
 Gambar diagram listrik (wearing diagram)
 Tenaga
 Kontrol
2. Penyusunan program
Berdasarkan informasi tersebut disusun suatu program pemeliharaan yang terdiri
dari:
a. Rencana kegiatan pemeliharaan
b. Rencana kebutuhan bahan/suku cadang
c. Rencana peralatan
d. Rencana kebutuhan tenaga
e. Rencana biaya

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 10
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN

3. Pengorganisasian
Unsur pemeliharaan dapat berupa :
 Bagian
 Seksi
 Di bawah seksi (produksi)
Hal diatas bukan merupakan suatu kendala yang penting adalah pengaturan dan
mekanisme kerja harus dibuat sejelas mungkin mencakup antara lain :
 Tugas, tanggung jawab dan kewargaan
 Prosedur pengawasan pemeliharaan
 Prosedur pelayanan

4. Pelaksanaan
Pelaksanaan pemeliharaan meliputi kegiatan :
 Persiapan sebelum kerja :
 Penerbitan surat perintah kerja
 Pengaturan suku cadang
 Pengaturan step pelaksanaan/mobilisasi
 Penyiapan manual/gambar (software)
 Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan

5. Pengawasan/Kontrol
Kegiatan pengawasan/kontrol pada dasarnya adalah berupa kegiatan :

 Pemantauan (monitoring)
Pemantauan pemeliharaan dilakukan langsung pada saat kegiatan atau tidak
langsung melalui kegiatan.
 Evaluasi
Evaluasi dilakukan atas pemeliharaan meliputi :
 Pelaksanaan program dibandingkan dengan rencana
 Hasil kegiatan program sejauh mana pengaruhnya terhadap operasi
 Pembiayaan

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 11
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Hasil evaluasi adalah merupakan masukan untuk penyusunan program serta
kebijakan pemeliharaan di masa datang.

4.4 STANDAR PERENCANAAN


Dalam perencanaan sistem air bersih untuk tingkat pedesaan, pada umumnya
dipergunakan sistem standar. Melihat kondisi lapangan dimana sistem penyediaan air
bersih di Desa Turiskain memungkinkan untuk dilaksanakan secara gravitasi, maka dalam
pengembangan terhadap sistem yang ada sesuai dengan hasil evaluasi dan analisa, maka
kriteria yang akan dipakai adalah kriteria Perencanaan Sistem Aliran Konstan (SAK)
Kriteria Perencanaan yang dimaksudkan dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Kriteria Perencanaan

Sumber: Petunjuk Survey dan Perancangan Sistem Penyediaan Air Bersih

Tabel 4.2 Kriteria Perencanaan


Kebutuhan Air
Jumlah Penduduk
Kategori Kota Keterangan Bersih
(Jiwa)
(ltr/orang/hari)
I Kota Metropolitan Diatas 1 juta 190
II Kota Besar 500.000 - 1.000.000 170
III Kota Sedang 100.000 - 500.000 150
IV Kota Kecil 20.000 - 100.000 130
V Desa 10.000 - 20.000 100
VI Desa Kecil 3.000 - 10.000 60
Sumber: Pedoman Kebijakan Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT)

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 12
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
4.5 PERPIPAAN
4.5.1. Umum
Dalam kriteria perencanaan untuk perpipaan dibedakan dalam 2 (dua) bagian,
yaitu:
- Jaringan Pipa transmisi yang berfungsi untuk mengalirkan air dari sumber
ke reservoir distribusi
- Jaringan pipa distribusi yang berfungsi untuk mengalirkan air dari
reservoir distribusi sampai ke konsumen / sambungan
4.5.2. Bahan pipa
Bahan pipa yang akan dipergunakan dipilih dengan beberapa faktor pertimbangan,
antara lain:
- Diameter yang tersedia di pasaran, yaitu ketersediaan jenis pipa dengan
tekanan kerja yang disyaratkan
- Kualitas air yang dialirkan
- Karakteristik tanah/air tanah
- Kondisi lingkungan tempat pipa diletakkan
- Sistem pengaliran
- Kemudahan dalam pemasangan
Di samping itu faktor harga, ketahanan/umur ekonomis pipa serta kemudahan
untuk mendapatkan pipa tersebut akan dipertimbangkan dalam perencanaan

4.5.3. Perlengkapan Pipa


 Air Valve (katup udara)
Air valve berfungsi untuk melepaskan/mengeluarkan udara dari dalam pipa,
biasa dipasang di titik tertinggi pada jalur pipa. Untuk jalur pipa yang relatif
datar, dimana dipasang 2 buah air valve, maka perlengkapan ini diletakkan
dekat gate valve yang lebih tinggi.
Type air valve yang digunakan dapat berupa single orifice atau double orifice.
Air valve tipe double orifice, biasa digunakan untuk pipa dengan diameter ≥
400 mm. Selain itu hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa air
valve harus dipasang pada tempat yang lebih tinggi dari elevasi muka air
tertinggi untuk mencegah kemungkinan masuknya air tanah ke dalam pipa.

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 13
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Pemasangan air valve dilengkapi dengan gate valve yang diperlukan pada saat
pemeliharaan / perbaikan.
 Valve
Berfungsi untuk membuka dan menutup aliran dalam pipa
Dipasang pada:
- Lokasi ujung pipa tempat aliran air masuk dan keluar
- Pipa penguras
- Persimpangan/percabangan pipa
- Pipa oulet pompa
- Bagian awal jembatan pipa
 Check Valve
Berfungsi untuk mencegah terjadinya aliran balik.
Dipasang pada:
- Pipa oulet pompa
- Tempat-tempat lain, dimana diharapkan tidak terjadi aliran balik.
Dimensi sesuai dengan dimensi pipa.
 Penguras
Penguras dipasang untuk menguras/ mengeluarkan kotoran atau endapan yang
terjadi di dalam pipa. Biasa dipasang pada jalur pipa ditempatkan/titik paling
rendah dan di jembatan pipa.
Selain itu pada pipa yang relatif datar, penguras perlu dipasang pada setiap
jarak 1.000 m.
Dimensi pipa penguras tergantung dari kemungkinan banyaknya endapan
yang harus dikeluarkan, umumnya ½ atau ¼ dari diameter pipanya.
 Fitting dan Trust Block
Fitting-fitting pipa (bend. Tee dan lain lain) disediakan dan dipasang pada
jalur pipa transmisi sesuai dengan kebutuhan, juga suatu penahan dari blok
beton yang diperlukan pada setiap perubahan arah jalur dan percabangan jalur
pipa transmisi.
Bila terjadi perubahan arah pada pipa transmisi yang tidak memerlukan
bend/belokan dapat dilakukan sesuai dengan pembelokan maksimum yang
diizinkan untuk pipa tersebut.

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 14
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
 Galian Pipa
Pipa distribusi sedapat mungkin akan dipasang di bawah tanah. Kedalaman
tanah penutup pipa sesuai dengan ukuran diameter pipa. Pada tanah yang
lembek kedalaman galiannya harus 75 cm dibawah elevasi dasar pipa.
Panjang maksimum jalur penggalian yang diijinkan pada satu lokasi
penggalian adalah 100 meter. Untuk galian pipa dapat dilihat pada tabel
berikut.
W

Urugan Tanah
Tanah Kembali H
Asli

Pasir h
Urug
Dia.
Pipa 

w  w

Gambar 4.4 Kriteria Galian dan Penanaman Pipa

Tabel 4.3 Kriteria Galian Pipa


 (Dia. Pipa) W w H H

Inch (mm) Cm cm cm Cm
½ 15 16,3 7,5 25 7,5
¾ 20 17 7,5 30 7,5
1 25 22,5 10 30 7,5
1½ 40 24 10 30 7,5
2 50 25 10 30 7,5
3 75 32,5 12,5 35 8
4 100 40 15 40 10
6 150 55 20 40 10
8 200 60 20 40 10
10 250 65 20 50 15

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 15
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Tabel 4.4 Karakteristik Pipa GIP

Sumber: Final Report Identifikasi sistem Penyediaan Air Bersih Di 5 Lokasi


Resettlement

4.5.4. Perhitungan Dimensi Pipa


Dimensi pipa transmisi akan dihitung berdasarkan Rumus Hazen Williams sebagai
berikut:

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 16
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
V = 0. 85 . C. D. 0.63 . S 0.54
S = h / L
h = { Q/(0. 85 . C . D0.63)}1.85 x L
Rumus lain yang digunakan adalah:
Q = V.A
A = 0.25 .  D2
Dimana:
Q = debit aliran (m3/det)
C = koefisien kekasaran pipa
D = diameter pipa (m)
S = slope/kemiringan dari Hydraulic Grade Line (HGL) (m/1.000m)
h = kehilangan tekanan/head loss (m)
L = panjang pipa (m)
V = kecepatan aliran dalam pipa (m/det)
A = luas penampang pipa (m2)

Tabel 4.5 Koefisien Kekasaran Pipa Hazen Williams

 Kecepatan Aliran
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan dimensi pipa adalah
kecepatan aliran.
Dalam perencanaan ditentukan sebagai berikut:
- Kecepatan maksimum : 2-3 m/det
- Kecepatan minimum : 0.3 m/det

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 17
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
 Tekanan kerja pipa
Tekanan kerja maksimum yang terjadi pada perpipaan transmisi ditentukan
berdasarkan tekanan kerja maksimum yang diizinkan untuk pipa tersebut.

4.6 RESERVOIR DISTRIBUSI


4.6.1. Kapasitas reservoir
Reservoir distribusi diperlukan untuk menyimpan air akibat adanya variasi
pemakaian selama 24 jam.
Pada umumnya kapasitas reservoir distribusi sebesar 15 – 20 % dari kebutuhan
maksimum harian.
4.6.2. Penempatan reservoir
Reservoir distribusi ditempatkan di lokasi yang relatif paling tinggi di daerah
perencanaan dan sedapat mungkin di pusat atau dekat dengan daerah pelayanan
4.6.3. Konstruksi reservoir
Konstruksi reservoir distribusi dapat dibuat dari konstruksi beton atau baja.
Karena reservoir baru selesai dibangun maka tidak direncanakan lagi reservoir
baru.

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 18
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Tabel 4.6 Kriteria Perencanaan Untuk Reservoir

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 19
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
4.7 SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH
Sistem penyediaan air bersih Desa Turiskain, yaitu dengan sistem perpipaan dari
Mata Air Waekiik dan Salawa dengan daerah pelayanan permukiman desa
Sistem pengalirannya direncanakan secara gravitasi.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema jaringan pada gambar di bawah
4.7.1. Skema Sistem
Untuk menggambarkan secara umum sistem penyediaan air bersih yang ada
diDesa Turiskain dapat dilihat pada gambar terlampir skema sistem dari sumber
air ke Bak Penampungan Air hingga ke Hidran Umum.
4.7.2. Sumber Air
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk ini menggunakan mata air –
mata air besar maupun kecil. Debit pada musim kemarau berdasarkan pengamatan
lapangan berbeda dengan debit musim hujan. Dalam pemanfaatan sumber air ini
selain melihat kualitas, perlu ada pertimbangan faktor lain yaitu Kuantitas dan
kontinuitas.
4.7.3. Jaringan Pipa Transmisi
Pipa transmisi yang baru dibangun (dari captering sampai dengan bak
penampungan air) masih tetap digunakan yakni Pipa GIP diameter 4” (100 mm)
sepanjang 90 meter.
4.7.4. Bak Penampungan Air
Bak Penampungan Air yang baru dibangun dengan ukuran 1 x 2 x 1 meter atau ±
2 m3 tetap dimanfaatkan.
4.7.5. Sistem Pelayanan
Pelayanan air bersih direncanakan dengan Hidran Umum sebanyak 19 unit HU.
Bak Hidran Umum terbuat dari fiber glass kapasitas 3 m3.

4.8 JARINGAN PIPA DISTRIBUSI


Pipa untuk sistem distribusi ini disarankan menggunakan pipa GIP.
a. Perencanaan Jaringan Air Bersih
Perhitungan pipa akan menggunakan persamaan Darcy-Weisbach untuk
jaringan terbuka dan dengan pendekatan Hardy Cross atau cara Loop untuk
jaringan pipa tertutup.

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 20
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Persamaan Darcy-Weisbach sebagai berikut :
H = f. (L.v2)/(d.2g),
dengan :
H = head turun
L = panjang pipa
d = diameter pipa
v = kecepatan aliran
g = kecepatan gravitasi
Untuk menghitung dimensi pipa digunakan persamaan Hazen Williams
sebagai berikut :
V = 0, 85 x C x D0,63 x S0,54
Q = V.A
A = 0.25 .  D2
S = h / L
h = { Q/(0. 85 . C . D0.63)}1.85 x L
Dimana :
V = kecepatan aliran dalam pipa (m/det)
C = Koef. Hazen Wiliam (110 – 130)
D = Diameter pipa, m
S = Kemiringan
h = kehilangan tekanan/head loss (m)
L = panjang pipa (m)
A = luas penampang pipa (m2)

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 21
Perencanaan Jaringan Air Bersih
Kabupaten Belu

LAPORAN PENDAHULUAN
Tabel 4.7 Kriteria Perencanaan Untuk Reservoir
Kondisi Kehilangan Energi
Dari tangki ke pipa
- sambungan sama tinggi 0,50.v2/(2.g)
- sambungan proyeksi 1,00.v2/(2.g)
- sambungan dibulatkan 0,05.v2/(2.g)
Dari pipa ke tangki 1,00. v2/(2.g)
Pembesaran tiba-tiba (v1-v2)2/(2.g)
Pembesaran perlahan K. (v1-v2)2/(2.g)
Venturi meter, nosel & mulut sempit (1/CV2)-1. v22/(2.g)
Penyusutan tiba-tiba Kc. v22/(2.g)
Siku-siku, sambungan, keran K.v22/(2.g)
- belokan 45 0,35 – 0,45
- belokan 90 0,50 – 0,75
- sambungan T 1,50 – 2,00
- keran pintu 0,25
- keran uji 3,00

4.9 ANALISA KELAYAKAN EKONOMI SOLUSI

Analisa kelayakan ekonomi bertujuan mengetahui kelayakan solusi jaringan air


bersih. Adapun analisa tersebut meliputi estimasi biaya pengembangan jaringan air
bersih, membuat aliran dana pengembangan serta analisa kelayakan ekonomi solusi
pengembangan jaringan air bersih hingga tahun 2018.

4.10 ESTIMASI BIAYA SOLUSI JARINGAN AIR BERSIH

Estimasi biaya solusi jaringan air bersih untuk memperkirakan biaya yang
dibutuhkan pembangunan solusi jaringan air bersih.

CV. HATARI GESIT MANDIRI


4 - 22

Anda mungkin juga menyukai