BEST PRACTICE IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED
LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
KELAS XI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK TAMANSISWA
TELUKBETUNG PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI
JARINGAN BERBASIS LUAS TAHUN PELAJARAN
2023/2024
DISUSUN OLEH:
AGUS SUHENDRA, [Link]
SMK TAMANSISWA TELUKBETUNG
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN KATEGORI I
GELOMBANG II UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2023
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan
Peserta didik Dalam Pembelajaran
Lokasi SMK Tamansiswa Telukbetung
Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Penulis Agus Suhendra, [Link]
Tanggal PPL 1 Kamis, 12 Oktober 2023
Tujuan yang ingin dicapai Tujuan yang ingin dicapai pada pembelajaran di kelas XI
pada mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas :
1. Dengan menggunakan model pembelajaran Project
Based Learning (PJBL) dan metode pembelajaran yang
bervariasi diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
peserta didik untuk merancang desain jaringan nirkabel
tepat sesuai prosedur kriteria penilaian.
2. Dengan menggunakan media dan alat/bahan
pembelajaran yang inovatif (slide presentasi dan
tayangan video materi jaringan nirkabel ) serta google
form diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar
peserta didik untuk membangun instalasi/konfigurasi
jaringan nirkabel dengan benar sesuai prosedur kriteria
penilaian.
Situasi : Latar belakang masalah dari praktek pembelajaran ini
Kondisi yang menjadi latar adalah :
belakang masalah, mengapa 1. Pembelajaran guru monoton dan tidak memanfaatkan
praktik ini penting untuk media pembelajaran dengan maksimal
dibagikan, apa yang menjadi 2. Guru kurang memahami bagaimana penerapan sintaks
peran dan tanggung jawab anda model pembelajaran inovatif dalam proses
dalam praktik ini. pembelajaran
3. Guru kurang mencoba menggunakan berbagai
teknologi dalam pembelajaran
Praktik ini penting untuk dibagikan karena dapat
menimbulkan dampak yang sangat besar dan luar biasa
dalam proses pembelajaran yaitu :
1. Sebagian guru mengalami permasalahan yang sama
dengan permasalahan yang dihadapi saat ini, sehingga
kurang lebih bisa menjadikan acuan atau solusi bagi
guru yang masih menggunakan cara mengajar
konvensional
2. Dengan menerapkan model dan metode pembelajaran
yang bervariasi, peserta didik sangat antusias dalam
mengikuti proses pembelajaran mulai dari
pendahuluan, inti, simpulan sampai dengan refleksi
serta penutup.
3. Model dan metode pembelajaran lebih bervariasi.
4. Media dan alat dan bahan pembelajaran lebih inovatif
dan tidak monoton sehingga menarik perhatian peserta
didik
5. Proses pembelajaran lebih terstruktur dan berpusat pada
peserta didik
6. Tercapainya tujuan pembelajaran sesuai dengan yang
direncanakan.
Selain dari pada itu terkait model pembelajaran PJBL
(Project Based Learning) yang dimplementasikan dalam
proses pembelajaran di kelas penting untuk dibagikan
kepada orang lain karena beberapa alasan sebagai berikut :
1. Dapat memberikan inspirasi dan ide-ide baru bagi guru
lain dalam mengelola pembelajaran administrasi sistem
jaringan di kelasnya.
2. Dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang
manfaat dan kelebihan dari model pembelajaran PJBL
dalam pembelajaran administrasi sistem jaringan
sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di
sekolah lain.
3. Dapat memberikan masukan dan dukungan dari pihak
lain seperti orang tua, masyarakat, dan institusi lain
yang dibutuhkan dalam proses implementasi model
pembelajaran PJBL.
4. Dapat meningkatkan kerja sama antar guru dalam
mengelola pembelajaran Tekonologi Jaringan Berbasis
Luas di sekolah.
5. Dapat memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk
mengetahui kondisi pembelajaran administrasi sistem
jaringan di sekolah dan memberikan dukungan yang
diperlukan.
6. Dapat memberikan kesempatan bagi guru dan siswa
untuk belajar dari pengalaman dan kesalahan yang
dilakukan dalam proses implementasi model
pembelajaran PJBL, sehingga dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran di masa yang akan datang.
7. Dapat memberikan kesempatan bagi guru, siswa, dan
orang lain untuk berpartisipasi dalam proses
pembelajaran administrasi sistem jaringan dengan
model pembelajaran PJBL
Adapun peran dan tanggung jawab dalam praktek
pembelajaran ini adalah sebagai guru yang bertanggung
jawab dalam mendesain pembelajaran serta menjadi
fasilitator dalam proses pembelajaran kreatif, inovatif,
menantang, menyenangkan dengan menggunakan model,
metode dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif
sehingga tujuan pembelajaran diharapkan dapat tercapai
secara efektif dan bisa meningkatkan hasil belajar peserta
didik pada pelajaran administrasi sistem jaringan.
Tanggung jawab dan peran terkait model pembelajaran
yang telah diterapkan yaitu :
1. Memberikan informasi dan pengetahuan tentang model
pembelajaran PJBL dan cara mengaplikasikannya
dalam pembelajaran administrasi sistem jaringan.
2. Memberikan contoh proyek yang dapat digunakan
dalam pembelajaran administrasi sistem jaringan
dengan model pembelajaran PJBL.
3. Membuat Rancangan Perangkat Pembelajaran (RPP),
media pembelajaran, lembar kerja kelompok, dan
instrument penilaian.
4. Melaksanakan pembelajaran sesuai RPP,
5. Melaksanakan evaluasi dan refleksi. Proses
pembelajaran ini dapat terealisasi karena adanya
pengetahuan dan informasi terbaru yang didapat saat
PPG.
Tantangan : Setelah dilakukan identifikasi masalah dan hasil kajian
Apa saja yang menjadi literatur serta wawancara maka beberapa tantangan yang
tantangan untuk mencapai dihadapi yaitu :
tujuan tersebut ? Siapa saja yang 1. Kurangnya penggunaan media pembelajaran yang tepat
terlibat untuk mengilustrasikan materi pelajaran yang bersifat
abstrak.
2. Metode-metode pembelajaran yang digunakan oleh
guru bersifat membosankan dan tidak menarik
perhatian peserta didik.
3. Model pembelajaran yang digunakan belum inovatif.
Dari penyebab diatas tantangan yang dihadapi oleh guru
adalah :
1. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dan menarik
bagi peserta didik.
2. Pemilihan metode pembelajaran yang variatif,
kontekstual dan inovatif sehingga peserta didik merasa
tertarik dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.
3. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan sesuai
dengan karakteristik materi pelajaran dan karakteristik
peserta didik.
Adapun yang terlibat pada PPL 1 yaitu :
1. Peserta didik kelas XI sebagai sentral dalam proses
pembelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas.
2. Kepala Jurusan TKJ
3. Guru sebagai fasilitator
4. Dosen dan guru pamong sebagai pembimbing dalam
proses melaksanakan pembelajaran PPL1.
Aksi : Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru
Langkah-langkah apa yang sesuai permasalahan yang dihadapi adalah :
dilakukan untuk menghadapi 1. Pemilihan Media Pembelajaran
tantangan tersebut/ strategi apa a. Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan media
yang digunakan/ bagaimana pembelajaran adalah media pembelajaran yang tepat
prosesnya, siapa saja yang dan sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik
terlibat / Apa saja sumber daya peserta didik. Sehingga dalam hal ini guru memilih
atau materi yang diperlukan media pembelajaran berupa slide presentasi, video
untuk melaksanakan strategi ini pembelajaran, aplikasi Cisko Packet Tracert,
Aplikasi Winbox, google form
b. Proses pembuatan media ini bermula dari
mempelajari materi jaringan nirkabel, kemudian
guru merancang bagian - bagian apa saja yang perlu
ditampilkan di media pembelajaran. Setelah itu guru
mencari referensi slide presentasi, video
pembelajaran, googleform dan LKPD yang tepat dan
sesuai untuk materi jaringan nirkabel.
c. Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media
pembelajaran ini adalah pengetahuan guru dalam
menggunakan slide presentasi, video pembelajaran,
google form, aplikasi Cisco Packet Tracert, aplikasi
Winbox.
d. Proses pembuatan media ini bermula dari
mempelajari materi jaringan nirkabel, kemudian
guru merancang bagian bagian apa saja yang perlu
ditampilkan di media pembelajaran. Setelah itu guru
mencari referensi slide presentasi, video
pembelajaran, googleform dan LKPD yang tepat dan
sesuai untuk materi jaringan nirkabel.
e. Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media
pembelajaran ini adalah pengetahuan guru dalam
menggunakan slide presentasi, video pembelajaran,
google form.
2. Pemilihan Metode dan Model Pembelajaran
a. Strategi yang dilakukan oleh guru dalam pemilihan
model pembelajaran adalah dengan memahami
karakteristik peserta didik dan karakteristik materi
pelajaran. Dalam hal ini guru memilih model
pembelajaran Project Based Learning (PjBL).
b. Strategi yang dilakukan oleh guru dalam pemilihan
metode pembelajaran adalah dengan memahami
karakteristik peserta didik dan karakteristik materi
pelajaran. Dalam hal ini guru memilih metode
pembelajaran berupa saintifik Mengamati, Menanya,
Menalar, Mencoba, dan Mengkomunikasikan (5M)
diskusi,tanya jawab, presentasi dan penugasan
c. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan
metode dan model ini adalah pemahaman atau
kompetensi guru akan metode dan model
pembelajaran Project Based Learning (PjBL) serta
pemahaman guru akan materi pembelajaran yaitu
jaringan nirkabel.
3. Meningkatkan Hasil Belajar
Strategi yang dilakukan guru dalam meningkatkan hasil
belajar peserta didik adalah merancang pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik menggunakan media,
metode dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif
dan menyenangkan sehingga peserta didik menjadi aktif
didalam proses pembelajaran.
Bagaimana prosesnya ?
Proses implementasi model pembelajaran Project Based
Learning (PJBL) dapat dilakukan dengan beberapa tahap
sebagai berikut :
1. Melakukan pertanyaan mendasar.
2. Mendesain perencanaan produk.
3. Menyusun jadwal pembuatan.
4. Memonitoring keaktifan dan perkembangan proyek.
5. Menguji hasil.
6. Melakukan evaluasi pengalaman belajar.
Siapa saja yang terlibat ?
Dalam proses implementasi model pembelajaran Project
Based Learning (PjBL), beberapa pihak yang terlibat
diantaranya :
1. Sekolah : Sekolah dapat berperan dalam menyediakan
fasilitas yang diperlukan dan menciptakan lingkungan
belajar yang kondusif bagi siswa.
2. Guru : Guru adalah pihak yang bertanggung jawab
dalam mengelola dan mengarahkan siswa dalam proses
pembelajaran, serta membuat proyek yang sesuai
dengan kondisi dan kebutuhan siswa.
3. Siswa : Siswa adalah pihak yang aktif dalam proses
pembelajaran, dengan berperan sebagai pelaku dalam
proses pembelajaran dan mengerjakan proyek yang
diberikan.
4. Orang tua : Orang tua adalah pihak yang berperan
dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
bagi siswa, serta dapat memberikan dukungan dan
masukan dalam proses pembelajaran. Semua pihak
tersebut harus bekerja.
5. Peserta didik dari himpunan TKJ bagian dokumentasi
sekolah yang menjadi team pengambilan gambar sama
dan saling mendukung dalam proses implementasi
model pembelajaran PJBL agar dapat berjalan dengan
baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Refleksi Hasil dan dampak Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan:
Bagaimana dampak dari aksi 1. Pemilihan model project based learning terbukti mampu
dari Langkah-langkah yang membuat pembelajaran berpusat pada peserta didik
dilakukan ? Apakah hasilnya sehingga dapat menumbuhkan sikap berpikir kritis serta
efektif ? Atau tidak efektif ? mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam
Mengapa? Bagaimana respon situasi nyata. Pembelajaran berbasis proyek juga dapat
orang lain terkait dengan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bekerja
strategi yang dilakukan, Apa sama hal ini terlihat dari pengerjaan hasil proyek
yang menjadi faktor karena dikerjakan secara kelompok peserta didik lebih
keberhasilan atau ketidak cepat dan terlihat lebih efektif dalam pengerjaannya.
berhasilan dari strategi yang Dengan demikian, dampak positif dari menggunakan
dilakukan ? Apa pembelajaran metode pembelajaran PjBL dapat dilihat pada
dari keseluruhan proses tersebut peningkatan kemampuan siswa dalam mengevaluasi
dan mengkonfigurasi DHCP server dengan benar, hasil
akhirnya dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa
dalam belajar.
Respon orang lain terkait dengan strategi yang
dilakukan :
1. Respon kepala program dan wakasek sangat positif dan
mendukung penuh atas kegiatan pembelajaran yang
telah dilaksanakan.
2. Rekan sejawat sangat positif dan antusias, sehingga
mereka juga ingin melaksanakan model pembelajaran
yang telah dilaksanakan. Karena berdampak besar
terhadap motivasi dan minat belajar peserta didik.
3. Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran
ini sangat baik. Hal ini dapat dilihat pada saat proses
kegiatan pembelajaran peserta didik menginginkan
untuk kembali meenggunakan quis online pada
pertemuan selanjutnya.
Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan
oleh penguasaan guru terhadap model, media dan metode
pembelajaran serta Langkah Langkah dalam rencana
pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun. Dan
dukungan kepala sekolah,Wakasek, Kepala program, dan
rekan sejawat dan peserta didik dari himpunan TKJ yang
turut membantu mempersiapkan alat dalam proses
perekaman kegiatan pembelajaran
Adapun ketidak berhasilan dari pembelajaran kali ini
adalah dari masalah teknis yaitu pada saat pengambilan
video pada pelaksanaan proses pembelajaran PPL 1 belum
optimal karena keterbatasan dan kesalahan teknis sehingga
hasil rekaman video ada bagian yang gelap karena kurang
dalam pencahayaan.
Dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan, dapat
diambil pelajaran bahwa guru menggunakan metode, model
dan media pembelajaran yang inovatif dan bervariasi sesuai
dengan konten pembelajaran dapat membuat peserta didik
kreatif, mendapatkan pengalaman belajar sepanjang hayat,
menjadikan belajar sebagai hal yang menarik dan
menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan keaktifan,
motivasi dan hasil belajar peserta didik.