MODUL AJAR
TEKS PACELATHON
Nama Sekolah : SMP ISLAM MALANGNEGERI 1TANGEN
Mata Pelajaran : Bahasa Jawa
Fase/Kelas/Semester : D/7/1
Materi : Teks Pacelathon
Pokok Bahasan : Menyajikan teks dialog dengan unggah-ungguh basa
Alokasi Waktu : 6JP @40 menit
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi peserta didik mampu memahami isi teks
2. Peserta didik mampu menganalisis unsur intrinsik yang terdapat dalam teks dialog dengan baik dan
benar.
3. Peserta didik mampu menyajikan dialog atau percakapan dengan bahasa yang baik dan benar sesuai
dengan unggah-ungguh
B. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pendahuluan
Persiapan
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk
memulai pembelajaran
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
PA
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik
dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-
hari.
Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka
peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
Memberitahukan tentang Alur Tujuan Pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
Pembagian kelompok belajar
Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
2. Kegiatan Inti
KEGIATAN LITERASI
Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi dengan cara :
Melihat (tanpa atau dengan Alat)
Menayangkan gambar/foto/video yang relevan.
Mengamati
Lembar kerja materi
Pemberian contoh-contoh materi untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb
Membaca.
Kegiatan literasi ini dilakukan di rumah dan di sekolah dengan membaca materi dari buku paket atau buku-
buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan materi
Menulis
Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait materi
Mendengar
Pemberian materi oleh guru.
Menyimak
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi
untuk melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari informasi.
PA
CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)
Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :
Mengajukan pertanyaan tentang materi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar
sepanjang hayat.
KEGIATAN LITERASI
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi
melalui kegiatan:
Mengamati obyek/kejadian
Mengamati dengan seksama materi yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang
disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.
Membaca sumber lain selain buku teks
Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai
sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang sedang dipelajari.
Aktivitas
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengamati dan
membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.
Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber
Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.
COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:
Mendiskusikan
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi
Mengumpulkan informasi
Mencatat semua informasi tentang materi yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi
dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi dengan rasa percaya diri
sesuai dengan pemahamannya.
Saling tukar informasi tentang materi dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya
sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok
kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)
Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
Menyampaikan hasil diskusi tentang materi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan,
tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir
sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi
Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag materi dan ditanggapi oleh kelompok
yang mempresentasikan.
Bertanya atas presentasi tentang materi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk
menjawabnya.
PA
CREATIVITY (KREATIVITAS)
Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan
berupa Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi
Menjawab pertanyaan tentang materi yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja
yang telah disediakan.
Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa
berkaitan dengan materi yang akan selesai dipelajari
Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran.
3. Kegiatan Penutup
Peserta didik :
Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran tentang materi yang baru dilakukan.
Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran yang baru diselesaikan.
Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada
pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :
Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran
Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi
paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada
materi Pelajaran
Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama
yang baik.
C. Asesmen
1. Formatif Awal
Lembar kerja aktivitas pembelajaran teks dialog atau percakapan
Untuk melaksanakan lembar kerja ini, silahkan kamu mengikuti beberapa langkah berikut:
1. Pastikan anda sehat, bertanggungjawab, berkomunikasi dan bekerjasama dalam kelompok. Kelompok terdiri dari
4 orang.
2. Perhatikan teks dialog atau percakapan
3. Catat unsur intrinsik dialog tersebut.
4. Analisis pokok pikiran yang terkandung dalam teks dialog tersebut
5. Sajikan kembali dialog tersebut menggunakan bahasamu sendiri
PA
Lembar Kerja Peserta Didik 1
Widya : Kula nuwun, assalamualaikum
Bu Rani : Wallaikumsalam, nggih mangga mbak Widya mlebu omah kene!
Widya : Nggih Bu Rani, maturnuwun.
Bu Rani : E e e cah ayu iki, ana apa prelu ndhuk karepmu dolan kene mau?
Widya : Pangapunten Bu Rani, kula badhe ngaturaken pesen saking Ningsih, bilih Ningsih minggu menika boten
saged wangsul amargi wonten kagiyatan gebyar bazar ing sekolahan.
Bu Rani : Oalah, kamangka minggu iki nang omah ana acara arisan kaluarga. yawis ora dadi ngapa sing penting
olehe sekolah.
Widya : Pangapunten malih bu, Ningsih titip bilih nyuwn tambahan sangu kaliyan arta kangge mbayar kos-kosan
wulan samenika.
Bu Rani : Oh iya ndhuk, kepenaran mengko daktitike awakmu ya?
Widya : Nggih Bu
No. Unsur Intrinsik
1 Latar papan panggon Omahe Bu Rani
2 ...................................... ......................................
3 ...................................... ......................................
Ringkasan isi dialog utawa percakapan ......................................
......................................
2. Formatif Tengah/Proses
Untuk melaksanakan lembar kerja ini, silahkan kamu mengikuti beberapa langkah berikut:
1. Pastikan anda sehat, bertanggungjawab, berkomunikasi dan bekerjasama dalam kelompok. Kelompok
terdiri dari 4 orang.
2. Perhatikan teks dialog atau percakapan yang terdapat pada link di bawah ini
[Link]
3. Catat unsur intrinsik dialog tersebut.
4. Analisis isi yang terkandung dalam teks dialog tersebut
5. Sajikan kembali dialog tersebut menggunakan unggah-ungguh basa yang baik dan benar. Hasil akhir dapat
disajikan melalui tulisan poster, infografis, PPT, canva, video, maupuun audio yang diunggah melalui media
sosial bisa youtobe, tiktok, maupun Instagram.
3. Sumatif
PETUNJUK UMUM :
1. Tulis nama dan nomor peserta anda pada lembar jawaban yang tersedia
2. Teliti lembar soal, jika kurang lengkap atau tulisan yang tidak terbaca
3. Bacalah soal dengan seksama sebelum anda membaca
4. Kerjakanlah soal-soal yang anda anggap paling mudah terlebih dahulu
PA
5. Selamat bekerja
Pilihan Ganda
1. Kang diarani pacelathon,yaiku…
A. Guneman ing sajroning ati
B. Aweh informasi ing sangarepe wong akeh
C. Guneman utawa omong-omongan kang ditindakake wong loro utawa luwih
D. Nitipaken pesen marang wong liya
Teks pacelathon iki kanggo no. 2-4
Sarah : “Mbak Rani, Aku ditimbali Pak Slamet supaya menyang kantor sesuk esuk.” Rani : “Aku
sisan titip atur ya, matura menawa laporan keuangan kantor wis beres.”
Sarah : “Ya, dak aturne, wingi Pancen Pak Slamet ngendika marang Tini menawa laporan keuangan
kuwi kudu dirampungna.”
Rani : “Sesuk sore bae arep dakcaosake dhewe menyang Pak Slamet.”
2. Kang arep titip pesen miturut pethikan teks pacelathon ing dhuwur, yaiku…
A. Sarah
B. Pak Slamet
C. Tini
D. Rani
3. Paraga kang ditimbali pimpinane, yaiku…
A. Sarah
B. Pak Slamet
C. Tini
D. Rani
4. Wosing teks pacelathon ing dhuwur, yaiku…
A. Rani titip pesen
B. Laporan keuangan kang kudu rampung
C. Rani arep nyaosake laporan keuangan
D. Sarah ditimbali Pak Slamet menyang kantor sesuk esuk
5. Pesene Rani kang kudu diaturaken Pak Salmet lumantar Sarah, yaiku…
A. Laporan keuangan kantor wis beres
B. Kudu ngadhep Pak Slamet ngesuk esuk
C. Tini dikonrampungake laporan keuangan
D. Laporan keuangan arep diaturake Rani
Teks pacelathon ing ngisor iki kanggo no. 6-8
Pak Munir : “Don, Don…mrenea Ben, Bapak arep prelu karo kowe!”
Doni : “Inggih, Pak. Wonten perkawis punapa?”
Pak Munir : “sawise tampa rapot, kowe prei pirang dina, Don?”
Doni :“Kirang langkung antawis tigang minggu, Pak.”
6. Ragam basa kang digunakake dening Doni, yaiku…
A. Krama alus
B. Krama lugu
C. Ngoko alus
D. Ngoko lugu
7. Pak Munir nggunakake ragam basa ngoko amarga…
PA
A. Wong enom marang wong tua
B. Pak guru marang muride
C. Murid marang gurune
D. Pak Munir wis kenal Doni
8. Ukara ing ngisor iki kang nganggo basa krama lugu, yaiku…
A. Sampeyan mau wis sare durung?
B. Sampeyan kala wau sampun tilem dereng?
C. Panjenengan mau wis dhahar durung?
D. Kowe mau wis dhahar durung?
9. Pak Lurah ora sida lunga, amarga sikile lara. Ukara iku yen didadekna krama alus, yaiku…
A. Pak Lurah ora sida tindak, amarga sukune sakit.
B. Pak Lurah mboten sida tindak, amargi sukunipun sakit.
C. Pak Lurah mboten siyos tindak, amarga sukunipun gerah.
D. Pak Lurah mboten siyos tindak, amargi samparanipun gerah.
10. Menawi panjengan badhe tindak dhateng Jakarta, kula dherek. Ukara kasebut yen didadekake ngoko alus,
yaiku…
A. Menawa panjenengan arep tindak menyang Jakarta, aku melu.
B. Menawa sampeyan arep tindak dhateng Jakarata, kula dherek.
C. Menawa sampeyan badhe kesah dhateng Jakarta, kula dherek.
D. Menawi sampeyan badhe kesah menyang Jakarta, aku melu.
Pengayaan dan Remidial
a. Materi Pembelajaran Remedial
⮚ Bagi peserta didik yang sudah mencapai indikator pembelajaran, dapat melanjutkan ke bagian
pengayaan. Pada kegiatan remidial guru ditantang untuk memberikan pemahaman kepada peserta
didik yang belum mencapai kompetensi dasar. Berikut ini alternatif cara untuk memberikan remidi:
1. Meminta peserta didik untuk mempelajari kembali bagian yang belum tercapai capaian
pembelajarannya.
2. Meminta peserta didik untuk membuat rangkuman materi yang belum tercapai capaian
pembelajarannya.
PA
3. Meminta peserta didik untuk bertanya kepada teman yang sudah tuntas tentang materi yang belum
tercapai capaian pembelajarannya.
4. Memberikan lembar kerja untuk dikerjakan oleh peserta didik yang belum tercapai capaian
pembelajarannya.
b. Materi Pembelajaran Pengayaan
Pengayaan biasanya diberikan segera setelah peserta didik diketahui telah mencapai KKTP
berdasarkan hasil formatif. Mereka yang telah mencapai KKTP berdasarkan hasil Sumatif umumnya
tidak diberi pengayaan. Pembelajaran pengayaan biasanya hanya diberikan sekali, tidak berulangkali
sebagaimana pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan umumnya tidak diakhiri dengan
penilaian.
PA
Materi Pembelajaran
MATERI
TEKS PACELATHON
1. Pacelathon
a. Pangertene Pachelathon
Pacelathon yaiku omong-omongan wong loro utawa luwih kang duweni ancas tartamtu. Pacelathon iku uga
kalebu kasusastran Jawa. Pacelathon iku asale saka tembung lingga, yaiku celathu. Celathu duwe teges
omongan utawa guneman.
b. Budi Pakartine Pacelathon
Nalika celathu, supaya mranani saben wong kudu nggatekake budi pakerti. Budi pakartine wong kang
nindakake pacelathon iku kudu nganggo waton (tata cara), yaiku:
1) Guneman ora waton guneman
2) Ngadege, lungguhe lan obahe badan
3) Banter lirihe swara
4) Polatane
5) Intonasine
c. Nyemak Pacelathon
Dene wong kang nyemak/ngrungokake pacelathon kudu nggatekake paugeran-paugeran yaiku:
a) Topik utawa bab kang diomongake ana ing pacelathon iku.
b) Wong kang nindakake pacelathon
c) Papan anggone nindakake pacelathon
d. Basa kang Digunakake ing Pacelathon
Basa kang digunakake kudu empan papan nyocokaken sing omong-omongan lan sing diajak omong-
omongan, dadi kudu nggatekake unggah-ungguh basa. Unggah-ungguh basa Jawa, yaiku adat sopan-santun,
tata krama, tata susila, nggunakake basa Jawa. Wujude unggah-ungguh basa Jawa kaperang dadi papat, yaiku
ngoko lugu, ngoko alus, krama, lan krama alus.
1) Basa ngoko lugu
Basa ngoko lugu, yaiku basa kang digunakake tanpa oleh kecampuran tembung krama. Tembung-tembung
kang ndhapuk ukara kabeh tembung ngoko. Basa ngoko lugu digunakake kanggo guneman karo wong sing
wis padha rakete, kayata:
a) Kanca padha kanca
PA
b) Wong tua marang anak
c) Guru marang muride
d) Bapak/ibu (tuan) marang rewang (abdine)
Rumuse ragam basa ngoko lugu: ngoko+ afiks (imbuhan+akhiran) ngoko Tuladhane:
a) Dita tuku gula.
b) Aku kepengin mangan bakso.
2) Basa Ngoko alus
Basa ngoko alus, yaiku ragam basa Jawa kang tembung-tembunge dumadi saka tembung ngoko lan
kecampuran krama inggil kanggo ngajeni sing diajak guneman. Basa ngoko alus iki biasane dienggo marang
wong sing raket, nanging esih ngajeni, yaiku:
a) Adhik marang kakange.
b) Kanca sing suwe ora tau ketemu/urung akrab.
c) Guru marang kepala sekolah sing sepantaran.
Rumuse ragam basa ngoko lugu: tembung ngoko + krama inggil+ krama andhap + afiks (awalan + imbuhan)
ngoko.
Konsep gawe basa ragam ngoko alus, yaiku:
a) Tembung ngoko sing arep dienggo ngurmati wong liya diganti dadi krama inggil, yen ora ana tetep
nganggo tembung ngoko.
b) Tembung ngoko sing kanggo awak dhewe senadjan ana tembung krama inggile ora kena diganti karo
krama inggil tetep nganggo tembung ngoko.
c) Ukarane kadhapuk saka tembung ngoko + krama inggil + krama andhap+ afiks (awalan + imbuhan)
ngoko.
d) Afiks (awalan, akhiran) tetep ngoko, kejaba ater-ater kok lan panambang –mu, diganti dadi panjenengan.
e) Padatane basa ngoko alus iku digunakake kanggo gunem karo wong sing wis akrab nanging esih tetep
kepengin ngurmati.
Tuladhane:
a) Aja padha brisik, Bapakku lagi sare!
b) Budhe engko arep kondur karo sapa?
3) Basa krama
Basa krama, yaiku ragam basa Jawa kang kabeh tembunge sing dienggo iku nganggo tembung krama.
Rumuse: tembung krama + afiks (awalan, akhiran) krama.
Krama lugu digunakake kanggo:
PA
a) Wong sing nembe kenal
b) Dhokter menyang pasien
c) Pedagang menyang pembeli
Tuladha:
a) Samenika kula taksih wonten ing kantor.
b) Sampeyan badhe tindak pundi?
4) Basa krama alus
Basa krama alus, yaiku ragam basa kang kabeh tetembungane krama kabeh. Krama alus digunakake kanggo
wong nom menawa matur marang wong tuwa, anak buah marang pimpinan, lan wong sing durung kenal.
2. Nulis lan Ngandharake Pacelathon
a. Nulis Pacelathon
Sadurunge bisa ngandharake pacelathon kanthi cetha, para peserta didik digladhi nulis pacelathon. Dene
nalika nulis pacelathon iku mesthine ana paugerane. Paugeran kanggo nulis pacelathon iku kaya ing ngisor
iki.
1) Cara nulis pacelathon
a. Wujude guneman
b. Jeneng paraga ditulis
c. Gunakake tandha wacan titik loro (:) sawise jeneng paraga
d. Guneman ditulis ing jeri tandha kutip (“….”)
e. Katrangan panggonan, wektu lan swasana ditulis ing jero tandha kurung ( )
2) Ancer-ancer pacelathon
Anggone nyemak pacelathon, kudu nggatekake bab-bab kang wigati kaya ing ngisor iki.
a) Catheten bab-bab kang wigati, yaiku topik kang diomongake, sapa kang celathu, lan papan dumadine
pacelathon.
b) Nulis isine pacelathon, yaiku owahana saben bab kang wigati saka pacelathon mau dadi ukara banjur
ukara-ukara iku disusun kanthi urut.
b. Ngandharake Pacelathon
Ing pasinaon bab iki, nalika para peserta didik wis gladhi nulis teks pacelathon, pramila para peserta didik
kudu gladhi ngandharake teks pacelathon. Perkara kang kudu digatekake nalika ngandharake teks
pacelathon, yaiku kudu paham marang isine teks pacelathon iku, lafal lan intonasine kudu trep,
mimik/ekpresi (polatan praen) kudu trep, lan solah bawa kang ora digawe- gawe.
PA
Glosarium
Pacelathon omong-omongan wong loro utawa luwih kang duweni ancas tartamtu
Unggah-ungguh adat sopan-santun, tata krama, tata susila, nggunakake basa
basa
Daftar Pustaka
Harjawiyana, Haryana & Supriya. 2009. Kamus Unggah-Ungguh Basa Jawa. Kanisius: Yogyakarta
Suyono. 2013. Wursita Basa Kelas VII. Sahabat: Jawa Tengah
[Link] (diakses 11 Desember 2023)
Mengetahui, Malang, 11 Juli 2024
Kepala SMP ISLAM MALANG, Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa
................................................................... SITI CHOLILAH, [Link].
NIP. NIP. -
PA