0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Pupuk Organik Cair untuk Tomat Rampai

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Pupuk Organik Cair untuk Tomat Rampai

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Agrotek Tropika, November 2022, Vol 10, No. 4, pp.

593 - 599
DOI : [Link]
ISSN:Hendarto
2337-4993et (Print),
al. : Aplikasi Pupuk
2620-3138 Organik Cair terhadap Tomat Rampai
(Online) 593

APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN


DAN PRODUKSI TOMAT RAMPAI (Lycopersicon pimpinellifolium)

APPLICATION OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER TO THE


GROWTH AND PRODUCTION OF TOMATOES
(Lycopersicon pimpinellifolium)

Fitri Yelli, Ria Maizal*, Kus Hendarto, dan Sri Ramadiana


Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
Bandarlampung, Indonesia
*Email : riamaizal33@[Link]

* Corresponding Author, Diterima: 22 Apr. 2022, Direvisi: 7 Jun 2022, Disetujui: 6 Sept. 2022

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of types and concentrations of POC and to determine the effect of POC
types on the growth and production of rampai tomatoes depending on the addition of POC concentrations.
This study used a factorial randomized completely block design (2 x 4) with three replications as a group.
The first factor is the type of POC and the second factor is the concentration of POC. This study was tested
with the Bartlett test (homogeneity) and Tukey test (additivity), which was then carried out by analysis of
variance (F test), followed by separation of the mean using BNT (the smallest real difference) with a real
level of 5%. The results showed that banana peel POC type was better than goat manure POC on the
observation variables of the number, fruit diameter, and dry weight of stover. The higher the POC
concentration up to 120 ml / l of water will increase the growth and production of rampai tomatoes on the
observation variables of plant height, number of leaves, productive branches, fruit weight, number of fruits,
fruit diameter, fresh weight of stover, and dry weight of stover. The effect of the type of POC depending on the
provision of POC concentration occurred in the observation variable of plant height.

Keywords: POC concentration, POC type, rampai tomato.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi POC serta mengatahui pengaruh
jenis POC terhadap pertumbuhan dan produksi tomat rampai bergantung pada penambahan konsentrasi POC.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (2 x 4) dengan tiga ulangan sebagai
kelompok. Faktor pertama yaitu jenis POC dan faktor kedua yaitu konsentrasi POC. Penelitian ini diuji dengan
uji Bartlett (homogenitas) dan uji Tukey (additivitas) yang kemudian dilakukan analisis ragam (uji F), dilanjutkan
pemisahan nilai tengah menggunakan BNT dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis POC
kulit pisang lebih baik daripada POC kotoran kambing pada variabel pengamatan jumlah, diameter buah, dan
berat kering brangkasan. Semakin tinggi konsentrasi POC hingga 120 ml/l air akan meningkatkan pertumbuhan
dan produksi tomat rampai pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, cabang produktif, berat
buah, jumlah buah, diameter buah, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan. Pengaruh jenis POC
bergantung terhadap pemberian konsentrasi POC terjadi pada variabel pengamatan tinggi tanaman.

Kata kunci : Jenis POC, konsentrasi POC, tomat rampai.


594 Jurnal Agrotek Tropika 10(4): 593-599, 2022

1. PENDAHULUAN 3,06% dan pH 4,5. Selain kulit pisang, kotoran


kambing juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk
Tomat rampai (Lycopersicon pimpinellifolium) organik cair, dibandingkan kotoran ternak lainnya
merupakan salah satu produk hortikultura yang kotoran kambing mengandungan Kalium lebih tinggi,
sangat bermanfaat bagi tubuh. Dalam 100 g buah hingga 519,07 ppm. Kandungan kalium yang tinggi
tomat rampai terdapat komposisi zat gizi yaitu 93,2 mampu membantu merangsang tumbuhnya bunga
% air, 22 kalori, 1 g protein, 0,2 g lemak, 0,4 g serat, dan buah. Unsur kalium sangat berperan untuk
2000 mg vitamin A, 50 mg vitamin C, 0,05 mg pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu
vitamin B1, 0,04 mg vitamin B2, dan 29 mg kalsium. kalium juga berperan dalam pembentukan antibodi
Dibandingkan jenis tomat lainnya, tomat rampai sehingga lebih resisten terhadap penyakit (Suryono
memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi & Sudadi, 2015).
(Wulandari, 2017). Masyarakat Sumatera Hasil penelitian sebelumnya pada pemberian
khususnya Lampung banyak memanfaatkan tomat pupuk organik dari kulit pisang kepok terhadap
rampai sebagai pelengkap bumbu masakan. tanaman sawi oleh Nasution et al. (2013), yang
Di Lampung produktivitas tomat pada tahun menunjukkan hasil terbaik pada kombinasi perlakuan
2017 sebesar 13,40 Ton/Ha dan menurun menjadi pupuk organik padat 30 g/tanaman dengan tanpa
10,59 Ton/Ha pada tahun 2018. Pemupukan yang pemberian pupuk organik cair. Selain itu, hasil penelitian
belum optimal menjadi salah satu faktor penyebab sebelumya oleh Saut (2018) menunjukan pemberian
menurunnya produktivitas tomat. Untuk mencapai pupuk organik cair kotoran kambing terhadap
produktivitas yang optimum, sebagai salah satu pertumbuhan dan produksi tomat cherry berpengaruh
tanaman hortikultura tomat membutuhkan media yang baik yaitu meningkatkan produksi tanaman pada
tanah gembur, cukup bahan organik dan perlakuan pupuk organik cair 4ml/400ml air dan
kemasaman tanah pada pH 6,5-7,0 dalam menurun apabila konsentrasi ditingkatkan.
budidayanya (Kementan, 2019). Selain itu pemupukan Tujuan penelitian ini yaitu, mengetahui pengaruh
dengan pupuk kimia yang dilakukan secara terus jenis dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap
menerus akan mengurangi keragaman dan populasi pertumbuhan dan produksi tanaman tomat rampai,
mikroorganisme pada tanah, sehingga kesuburan dan mengetahui pengaruh jenis POC terhadap
biologi tanah semakin rendah. pertumbuhan dan produksi tomat rampai
Pupuk organik dapat dalam bentuk padat dan bergantung pada penambahan konsentrasi POC.
cair. Pupuk organik padat biasa dijumpai sebagai
kompos, pupuk hijau dan pupuk kandang, sedangkan 2. BAHAN DAN METODE
pupuk organik cair biasa dijumpai dalam bentuk
pupuk organik hayati, selain itu juga dapat dari pupuk Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium
organik padat yang telah melalui proses Lapangan Terpadu Universitas Lampung pada
perendaman (Imelda et al., 2014). Pupuk organik bulan Desember 2019 – Maret 2020. Alat yang
cair lebih mudah tersedia bagi tanaman digunakan dalam penelitian ini yaitu ember, cangkul,
dibandingkan dengan pupuk organik padat. polybag ukuran 35x40 cm, kertas label, centong
Salah satu limbah yang dapat digunakan kecil, daun pisang, ember ukuran 20 liter, gunting,
sebagai pupuk organik cair adalah limbah kulit gelas ukur 100 ml, botol kecil, gelasplastik, selang,
pisang. Pemanfaatan limbah kulit pisang hanya blender, talenan, tali raffia, penggaris, oven, kamera,
digunakan untuk pakan ternak bahkan ada yang neraca analitik, dan catatan. Bahan yang digunakan
tidak memanfaatkannya sama sekali, melainkan yaitu benih tomat rampai varietas SL 973, kulit
hanya dibuang di kotak sampah dan menyebabkan pisang kepok yang telah menguning, tanah, pupuk
bau tidak sedap. Kulit pisang mengandung unsur kandang kambing, air, gula pasir, Grikulan plus, dan
hara yang banyak dibutuhkan tanaman, salah pupuk NPK mutiara 16-16-16.
satunya yaitu unsur nitrogen (Hadi, 2018). Penelitian ini disusun secara faktorial (2x4)
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).
oleh Nasution et al. (2013) pupuk organik padat Faktor pertama yaitu jenis pupuk organik cair (J),
dari kulit pisang kepok terdapat kandungan seperti pupuk organik cair dari kotoran kambing (J1) dan
C-organik 6,19%, N total 1,34%, P2O5 0,05%, K2O kulit pisang kepok (J2). Faktor kedua yaitu
1,478%, C/N 4,62% dan pH 4,8 sedangkan pupuk konsentrasi pupuk organik cair (P) yang meliputi 0
cair kulit pisang kepok yaitu C-organik 0,55%, ml/l (Po), 20 ml/l (P1), 40 ml/l (P2), dan 80 ml/l
N-total 0,18%, P2O5 0,043%, K2O 1,137%, C/N (P3).Penelitian ini diuji dengan uji Bartlett
Hendarto et al. : Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Tomat Rampai 595

(homogenitas) dan uji Tukey (additivitas) yang (2017) pembuatan pupuk organik cair akan optimum
kemudian dilakukan analisis ragam (uji F), setelah melalui 20-21 hari pengomposan.
dilanjutkan pemisahan nilai tengah menggunakan Aplikasi POC dengan cara kocor pada media
BNT (beda nyata terkecil) dengan taraf nyata 5%. tanam sebanyak 400 ml/tanaman sesuai konsenrasi
Berikut cara pembuatan pupuk organik cair yang relah ditentukan, secara interval setiap
kotoran kambing merujuk pada penelitian Safitri & minggunya. Pengamatan yang dilakukan adalah
Linda (2017) dan dilakukan beberapa modifikasi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun, cabang produktif,
(1) disiapkan 10 kg kulit pisang kepok yang telah berat buah per tanaman (g), jumlah buah per
menguning, dipotong bagian pangkal dan ujungnya tanaman, diameter buah, berat basah brangkasan
sehingga menyisakan kulit pisang. (2) dipotong kecil- (g), dan berat kering brangkasan (g).
kecil dan dihaluskan menggunakan blender untuk
mempermudah aktivitas mikroorganisme sebagai 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
dekomposer. (3) disiapkan juga bahan organik dari
kotoran kambing sebanyak 10 kg dan dihaluskan. Analisis unsur hara POC kulit pisang dan POC
(4) kemudian masing-masing bahan organik yang kotoran kambing sudah memenuhi syarat standar
telah halus dimasukkan ke dalam drum plastik mutu pupuk organik, namun tidak untuk C/N rasio
ukuran 20 liter, lalu ditambahkan juga 10 liter air, 1 POC kotoran kambing yang lebih randah hampir
kg gula pasir, dan 200 ml larutan Grikulan plus ke 1% dari syarat mutu. Unsur hara POC kulit pisang
dalam drum plastik tersebut. Penambahan gula pasir yaitu N 0,4%, P 0,05%, K 0,38%, dan C-organik
berperan sebagai penyedia nutrisi mikroorganisme 9,13% maka diketahui C/N rasio sebesar 22,82%.
selama proses dekomposisi. (5) diaduk rata, Unsur hara POC kotoran kambing yaitu N 0,6%, P
kemudian drum plastik tersebut ditutup dengan 0,12%, K 0,25%, dan C-organik 8,45% maka
plastik dan dilubangi dengan selang yang diketahui C/N rasio sebesar 14,08% (Tabel 1).
disambungkan dengan botol berisi air untuk Syarat standar mutu pupuk oranik cair Permentan
menjaga suhu dan mencegah terjadinya (2009) yaitu C-organik e” 4%, N d” 2%, P d” 2%,
kontaminasi. (6) didiamkan selama 20 hari dan K d” 2%, dan C/N rasio 15-25%. Namun C/N
dilakukan pengamatan apabila tidak berbau rasio pada POC kotoran kambing belum memenuhi
menyengat maka pupuk kompos cair siap standar mutu, yaitu kurang dari 15%. Hal ini
digunakan, setelah disaring untuk memisahkan membuktikan bahwa aktivitas mikroorganisme
ampasnya (Gambar 1). Menurut Linda & Pradhana pada POC kotoran kambing belum dapat

a. b.

d. c.
Gambar 1. Pembuatan POC Kotoran Kambing dan Kulit Pisang a. Semua Bahan Dicampur dan Diaduk
dalam Satu Wadah, b. Proses Fermentasi Selama 20 Hari, c. Proses Penyaringan, dan d.
POC Siap Digunakan.
596 Jurnal Agrotek Tropika 10(4): 593-599, 2022

Tabel 1. Hasil Analisis Tanah dan POC


K-dd
Kode sampel No. Lab N (%) P2O5 (ppm) C-org (%)
(me/100g)
Tanah 1373 0,19 36,98 0,71 1,63
N (%) P (%) K (%) C (%)
POC Kulit Pisang 1374 0,4 0,05 0,38 9,13

POC Kotoran Kambing 1375 0,6 0,12 0,25 8,45


Hasil Analisis Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Tabel 2. Pengaruh Pemberian POC Kotoran Kambing dan Kulit Pisang pada Tinggi Tanaman Tomat
Rampai 6 MSPT (cm)
Perlakuan Konsentrasi POC (ml/l)
Jenis 0 40 80 120
Kotoran Kambing 29,08 A 35,74 A 35,69 A 39,52 A
c b b a
Kulit Pisang 30,78 A 32,63 B 32,46 B 38,91 A
b b b a
BNT 5% 2,65
Keterangan : Huruf yang sama menunjukan tidak berbeda nyata terhadap BNT taraf 5%. Huruf yang berbeda
menunjukan berbeda nyata terhadap BNT taraf 5%. Huruf kapital untuk membandingkan nilai tengah
secara vertikal. Huruf kecil untuk membandingkan nilai tengah secara horizontal.

menyeimbangi kandungan unsur hara N sehingga Pengaruh konsentrasi POC pada jumlah daun tidak
tidak dapat diasimilasi (Krismawati & Asnita, 2011). berkaitan dengan jenis POC (Tabel 3). Jenis POC
Pengamatan tinggi tanaman 6 MSPT perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel
jenis POC kotoran kambing memberikan hasil yang pengamatan cabang produktif. Konsentrasi POC
lebih tinggi tidak berbeda nyata dengan POC kulit berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif
pisang, namun pada konsentrasi 80 ml /l dan 40 ml/ dengan hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 120
l perlakuan POC kotoran kambing berbeda nyata ml/l air yaitu 8,17 cabang tidak berbeda nyata dengan
lebih baik daripada perlakuan POC kulit pisang. perlakuan 80 ml/l dan 40 ml/l dengan jumlah cabang
Perlakuan POC konsentrasi 120 ml/l air memberikan yaitu 7,83 cabang dan 7,17 cabang, dan berbeda
hasil tertinggi dan berbeda nyata lebih baik daripada nyata lebih baik daripada konsentrasi 0 ml/l yaitu
perlakuan kosentrasi 80 ml/l, 40 ml/l dan 0 ml/l. Hasil 6,33 cabang. Pengaruh konsentrasi POC tidak
tertinggi diperoleh dari perlakuan POC kotoran berkaitan dengan jenis POC terhadap variabel
kambing konsentrasi 120 ml/l yaitu 39,52 cm tidak cabang produktif (Tabel 3).
berbeda nyata dengan POC kulit pisang konsentrasi Dari variabel pengamatan berat buah per
120 ml/l yaitu 38,91 cm, namun berbeda nyata lebih tanaman, perlakuan jenis POC tidak berpengaruh
baik daripada perlakuan konsentrasi POC lainnya nyata terhadapnya. Konsentrasi POC berpengaruh
(Tabel 2). Berdasarkan hasil pengamatan, nyata dengan perlakuan konsentrasi 120 ml/l
perlakuan jenis POC tidak mempengaruhi jumlah memberikan hasil terbaik dengan berat buah per
daun. Perlakuan konsentrasi POC mempengaruhi tanaman mencapai 445,66 g tidak berbeda nyata
jumlah daun dengan hasil terbanyak dari perlakuan dengan perlakuan 80 ml/l dan 40 ml/l yaitu 360,65 g
120 ml/l air yaitu 16,62 helai tidak berbeda nyata dan 338,98 g, namun berbeda nyata lebih baik
dengan konsentrasi 80 ml/l yaitu 16,24 helai, namun daripada perlakuan 0 ml/l air dengan hasil 212,38 g.
berbeda nyata lebih baik daripada perlakuan 40 ml/ Perlakuan jenis POC tidak saling berkaitan dengan
l dan 0 ml/l yaitu 14,61 helai dan 13,56 helai. konsentrasi POC pengaruhnya terhadap berat buah
Perlakuan konsentrasi 80 ml/l tidak berbeda nyata per tanaman (Tabel 3).
dengan perlakuan konsentrasi 40 ml/l dan berbeda Perlakuan jenis POC berpengaruh nyata
nyata dengan perlakuan 120 ml/l dan 0 ml/l. terhadap parameter pengamatan jumlah buah per
Hendarto et al. : Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Tomat Rampai 597

Tabel 3. Pengaruh Pemberian POC Kotoran Kambing dan Kulit Pisang pada Jumlah Daun, Cabang
Produktif, Berat Buah per Tanaman, Jumlah Buah per Tanaman, dan Diameter Buah Tanaman
Tomat Rampai 6 MSPT (Helai)
Variabel pengamatan
Perlakuan Jumlah Cabang Berat Buah Jumlah Buah Diameter
Daun Produktif per Tanaman per Tanaman Buah
POC Kotoran Kambing 15,22 a 7,42 a 298,01 a 34,11 b 21,76 b
POC Kulit Pisang 15,29 a 7,33 a 382,82 a 41,29 a 23,23 a
BNT 5% 1,33 0,77 92,08 6,62 1,29
0 ml/l 13,56 c 6,33 b 212,38 b 28,72 b 21,38 b
40 ml/l 14,61 bc 7,17 ab 338,98 a 35,53 b 21,73 b
80 ml/l 16,24 ab 7,83 a 360,65 a 37,61 b 23,10 ab
120 ml/l 16,62 a 8,17 a 449,66 a 48,94 a 23,76 a
BNT 5% 1,88 1,09 130,22 9,37 1,83
Keterangan : Huruf yang sama menunjukan tidak berbeda nyata terhadap BNT taraf 5%, huruf yang berbeda
menunjukan berbeda nyata terhadap BNT taraf 5%.

tanaman diperoleh hasil yaitu 41,29 buah dari dan diameter buah) dan berat kering brangkasan.
perlakuan POC kulit pisang lebih baik daripada Aplikasi POC mampu menghasilkan pertumbuhan
perlakuan POC kotoran kambing dengan hasil yaitu yang lebih baik hal ini ditunjukan oleh variabel tinggi
34,11 buah. Konsentrasi POC berpengaruh tanaman, jumlah daun, cabang produktif, berat
terhadap jumlah buah per tanaman dengan hasil basah, dan berat kering. POC dapat meningkatkan
terbaik diperoleh dari perlakuan POC konsentrasi aktivitas kimia, biologi, dan fisik tanah sehingga
120 ml/l air yaitu 48,94 buah berbeda nyata lebih tanah menjadi subur dan baik untuk mendukung
baik daripada perlakuan konsentrasi lainnya. pertumbuhan tanaman (Hadi, 2018).
Perlakuan konsentrasi 0 ml/l memberikan hasil Berdasarkan variabel pengamatan jumlah buah,
jumlah buah terendah yaitu 28,72 buah tidak dan diameter buah POC kulit pisang memberikan
berbeda nyata dengan perlakuan 40 ml/l dan 80 pengaruh yang lebih baik daripada POC kotoran
ml/l yang menghasilkan buah sebanyak 35,53 buah kambing. Hal ini dikarenakan C/N rasio pada POC
dan 37,61 buah, namun berbeda nyata lebih rendah lebih tinggi yaitu 22,82% dibandingkan pada POC
daripada perlakuan konsentrasi POC 120 ml/l air. kotoran kambing yaitu 14,08%. C/N rasio yang
Pengaruh jenis dan konsentrasi POC terhadap tinggi menunjukan lebih banyak aktivitas
jumlah cabang produktif masih saling bebas atau mikoorganisme sehingga unsur hara lebih banyak
tidak terjadi interaksi diantaranya (Tabel 3). terpakai, sedangkan C/N rasio yang rendah
Berdasarkan variabel pengamatan diameter menujukan aktivitas mikroorganisme yang rendah
buah jenis dan konsentrasi POC berpengaruh nyata. sehingga unsur hara mudah tercuci (Krismawati
Diameter buah tomat rampai sebesar 23,23 mm & Asnita, 2011).
dihasilkan dari perlakuan jenis POC kulit pisang Jenis POC tidak berpengaruh terhadap berat
berbeda nyata lebih baik daripada pelakuan POC basah brangkasan. Konsentrasi POC berpengaruh
kotoran kambing yang mengahsilkan diameter buah terhadap berat basah brangkasan dengan hasil
yaitu 21,76 mm. Diameter tomat rampai terbesar terberat diperolah dari perlakuan konsentrasi POC
diperoleh dari perlakuan konsentrasi POC 120 ml/l 120 ml/l yaitu 173,59 g berbeda nyata lebih baik
yaitu 23,76 mm tidak berbeda nyata dengan daripada perlakuan lainnya. Hasil berat terendah
perlakuan konsentrasi 80 ml/l yaitu 23,10 mm, namun diperoleh dari perlakuan 0 ml/l yaitu 97,45 g tidak
berbeda nyata lebih baik daripada perlakuan berbeda nyata dengan perlakuan 40 ml/l yaitu 114,81
konsentrasi 40 ml/l dan 0 ml/l air dengan diameter g, namun berbeda nyata lebih rendah daripada
sebesar 21,73 mm dan 21,38 mm. Kedua Perlakuan perlakuan konsentrasi 80 ml/l dengan hasil berat yaitu
berpengaruh secara bebas terhadap variabel 129,99 g dan konsentrasi 120 ml/l air. Tidak terjadi
pengamatan diameter buah (Tabel 3). interaksi antara perlakuan terhadap pengamatan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah berat basah brangkasan (Tabel 4).
dilakukan, aplikasi POC kotoran kambing dan Berat kering brangkasan tanaman dipengaruhi
aplikasi POC kulit pisang memberikan pengaruh oleh jenis POC dengan hasil 34,87 g dari perlakuan
nyata terhadap hasil produksi tanaman (jumlah buah POC kulit pisang berbeda nyata lebih baik daripada
598 Jurnal Agrotek Tropika 10(4): 593-599, 2022

Tabel 4. Pengaruh Pemberian POC Kotoran Kambing dan Kulit Pisang pada Berat Basah dan Berat
Kering Brangkasan (g)

Berat Basah Brangkasan Berat Kering Brangkasan


Perlakuan
Transformasi SQRT Transformasi
Asli Asli
(x) SQRT (x)
POC Kotoran Kambing 128,06 11,21 a 28,85 5,35 b
POC Kulit Pisang 129,86 11,31 a 34,87 5,86 a
BNT 5% 0,89 0,47
0 ml/l 97,45 9,84 c 26,84 5,17 b
40 ml/l 114,81 10,67 bc 29,28 5,39 b
80 ml/l 129,99 11,37 b 33,09 5,74 ab
120 ml/l 173,59 13,14 a 38,22 6,12 a
BNT 5% 1,25 0,67
Keterangan : Huruf yang sama menunjukan tidak berbeda nyata terhadap BNT taraf 5%. Huruf yang berbeda
menunjukan berbeda nyata terhadap BNT taraf 5%.

perlakuan POC kotoran kambing yang menghasilkan tinggi tanaman mencapai 60 cm dan produktivitas
berat kering brangkasan yaitu 28,85 g. Konsentrasi mencapai 2-3 kg per tanaman. Hal ini diduga
POC 120 ml/l memberikan hasil terberat yaitu 38, disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penggunaan
22 g tidak berbeda nyata dengan perlakuan 80 ml/l pupuk organik dan pupuk NPK dasar yang kurang,
dengan berat kering brangkasan yaitu 33,09 g, namun sehingga kebutuhan tomat rampai belum terpenuhi.
berbeda nyata lebih baik daripada perlakuan Pemupukan dasar dengan bahan organik juga
konsentrasi 40 ml/l dan 0 ml/l yang mengahasilkan perlu dilakukan dalam budidaya, namun dalam
berat kering brangkasan yaitu 29,28 g dan 26,84 g. penelitian ini pupuk organik tidak digunakan. Hal ini
Kedua perlakuan berpengaruh secara bebas menjadi salah satu penyebab POC belum dapat
terhadap variabel pengamatan berat kering memberikan pengaruh yang optimal terhadap
brangkasan (Tabel 4). tanaman, terutama pada fase generatif. Bahan
Dari penelitian diketahui jenis POC kulit pisang organik berfungsi untuk sumber energi bagi mikroba
menghasilkan berat kering brangkasan lebih tinggi tanah sebagai pengurai, sehingga tanpa pupuk
dengan rata-rata berat kering yaitu 34,87 g, organik dasar penggunaan POC menjadi kurang
sedangkan jenis POC kotoran kambing efesien (Susetya, 2020). Selain itu media tanam
menghasilkan rata-rata berat kering brangkasan kurang subur sehingga menghambat pertumbuhan.
yaitu 28,85g (Tabel 4). Hal ini didukung dengan
pernyataan Suryono & Sudadi (2015) bahwa berat 4. KESIMPULAN
brangkasan kering merupakan bahan organik yang
menunjukan proses penangkapan energi saat Perlakuan POC kulit pisang memberikan hasil
fotosintesis. Maka berat kering brangkasan lebih baik dibandingkan POC kotoran kambing pada
tanaman juga dipengaruhi oleh unsur hara K yang fase generatif, berdasarkan variabel pengamatan
berperan dalam proses metabolisme seperti jumlah buah per tanaman, diameter buah per
fotosintesis dan respirasi. Tersedianya unsur hara tanaman, [Link] tinggi
N, P, dan K akan membantu proses fotosintesis. konsentrasi POC sampai dengan 120 ml/l air akan
Unsur hara N dan P akan membentuk protein, meningkatkan pertumbuhan dan produksi tomat
karbohidrat, dan asam nukleat yang kemudian akan rampai berdasarkan variabel pengamatan tinggi
ditranslokasikan oleh unsur hara K sehingga berat tanaman, jumlah daun, cabang produktif, berat buah
kering akan meningkat. per tanaman, jumlah buah per tanaman, diameter
Penggunaan POC pada penelitian ini, belum buah per tanaman, berat basah brangkasan, dan
dapat memberikan pengaruh yang optimal, dapat berat kering brangkasan. Pengaruh jenis POC
dilihat dari pengamatan tinggi tanaman yang hanya bergantung pada penambahan konsentrasi POC
mencapai 39,52 cm (Tabel 1) dan berat buah yang hanya terjadi pada variabel pengamatan tinggi
hanya mencapai 449,66 g per tanaman (Tabel 4). tanaman, dengan hasil terbaik dari perlakuan POC
Hal ini lebih rendah dari potensi tomat rampai yaitu kotoran kambing konsentrasi 120 ml/l air.
Hendarto et al. : Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Tomat Rampai 599

5. DAFTAR PUSTAKA Agroekoteknologi Universitas Sumatera


Utara. 2 (3): 99570.
Hadi, I. 2018. Aplikasi POC Limbah Kulit Pisang Permentan. 2009. Permentan No.28/Permentan/
Kepok dan Pupuk Bokashi Jerami Padi SR.130/5/2009 Tentang Persyaratan
terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Teknis Minimal Pupuk Organik.
Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Departemen Pertanian. Jakarta.
PhD diss. Universitas Muhamadiyah Safitri, A. D. & R. R. Linda. 2017. Aplikasi Pupuk
Sumatera Utara. Medan. Organik Cair (POC) Kotoran Kambing
Imelda, A., Munifatul, I., dan Agung , S. R.W. 2014. Difermentasikan dengan EM4 terhadap
Pengaruh PemberianKombinasi Pupuk Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman
Padat dan Cair Terhadap Porositas Tanah Cabai Rawit (Capsicum frutescents L.) Var.
dan pertumbuhan Tanaman Bayam Bara. Protobiont. 6 (3): 182-187.
(Amarintus tricolor L.). Jurnal Biologi. 3 Saut, M. B. 2018. Pengaruh Penggunaan Pupuk
(2): 1-10. Organik Cair (POC) Kotoran Kambing
Kementrian Pertanian Republik Indonesia. 2019. Terhadap Pertumbuhan dan Produksi
Data Lima Tahun Terakhir. Tanaman Tomat Cherry (Lycopersicon
h t t p s : w w w. p e r t a n i a n . g o . i d / h o m e / lycopersicum Var. Cerasiforme). Majalah
?show=page&act=view&id=61. Diakses Ilmiah Politeknik Mandiri Bina Prestasi.
Pada 6 Oktober 2019 Pukul 13:45 WIB. 7(1): 8-12.
Krismawati, A. & R. Asnita. 2011. Ragam Inovasi Suryono & Sudadi. 2015. Efek dari Kombinasi
Pendukung Pertanian Daerah. Balai Pupuk N, P dan K terhadap Pertumbuhan
Pengkajian Teknologi Pertanian. Malang. dan Hasil Kacang Tanah pada Lahan Kering
Linda, T. & A. Y. Pradhana. 2017. Optimalisasi Alfisol. Agrosains: Jurnal Penelitian
Waktu Pengomposan dan Kualitas Pupuk Agronomi. 17 (2): 49–52.
Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Susetya, D. 2020. Panduan Lengkap Membuat
Sabut Kelapa dengan Bioaktivator PROMI Pupuk Organik. Pustaka Baru Press.
dan Orgadec. Jurnal Sain Veteriner. 35 (1): Yogyakarta. 193 hlm.
136–144. Wulandari, D. S. 2017. Pengaruh Pupuk Kotoran
Nasution, F. J., L. Mawarni, & Meiriani. 2013. Kambing Terhadap Produksi Tanaman
Aplikasi Pupuk Organik Padat dan Cair dari Tomat (Solanum licopersicum Mill).
Kulit Pisang Kepok untuk Pertumbuhan dan Skripsi. Universitas Jember. Jember
Produksi Sawi (Brassica juncea L.). Jurnal

Anda mungkin juga menyukai