Laporan PKL
Proses Retur Barang
[Link] PRATAMA
By: Risma Devi Siptiani
PROFIL PENULIS
Nama: Risma Devi Siptiani
Alamat: Tri Tunggal Jaya (BNIL)
T.T.L: Bandar Lampung, 02 September 2006
Kelas: XI OTKP 2
NIS: 0066006408
Jurusan: Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
LATAR BELAKANG
Pada dasarnya Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu model
penyelenggaraan pendidikan yang memadukan secara utuh dan terintegrasi
ketepatan belajar siswa di sekolah dengan keahlian kejuruan melalui bekerja
langsung di lapangan kerja. Harapan utama dalam kegiatan PKL ini adalah
meningkatkan keahlian
profesioal siswa agar sesuai dengan tuntunan kebutuhan tenaga kerja serta ini-
siatif, kreatif, pekerjaan yang berkualitas, disiplin waktu dan kerajinan dalam
bekerja.
TUJUAN DAN FUNGSI
Tujuan dan Fungsi CV. NAJMA PRATAMA (JNE) Unit II Banjar Agung Tulang
Bawang adalah:
Tujuan:
1. Menjadi logistik terdepan di negara sendiri yang berdaya saing global.
2. Untuk menjadi perusahaan rantai pasok global terdepan di dunia.
Fungsi CV. NAJMA PRATAMA (JNE) Unit II Banjar Agung Tulang bawang
untuk memberi pengalaman terbaik kepada pelanggan secara konsisten.
RUMUSAN MASALAH
Saya memilih melakukan praktik kerja lapangan di CV. NAJMA PRATAMA
(JNE) Unit 2 Banjar Agung karna tertarik dengan bagaimana paket-paket dapat
sampai ke tempat tujuan dengan benar dan bagaimana caranya menanggapi
customer yang mengembalikan atau menolak paket yang tidak sesuai dengan
syarat pengembalian paket.
Banyak sekali customer yang mengembalikan peket dengan tidak mematuhi
persyaratan yang telah ada, maka dari itu penulis memutuskan untuk
mengambil judul Proses Retur Barang.
Dengan adanya persyaratan pengembalian barang atau penolakan barang
penulis bisa melihat mana yang sudah sesuai dengan syarat pengembalian
atau penolakan barang agar customer lebih berhati-hati saat belanja melalui
situs website atau e-commerce online.
PENGERTIAN RETUR
Retur penjualan Menurut Duwi Priyanto dalam buku
Langkah Cepat
Menguasai MYOB Accounting (2009), retur penjualan
adalah pengembalian
barang yang telah dibeli pelanggan, karena barangnya rusak
atau karna hal lain.
Dalam pengertian lain, retur adalah pembatalan atas
transaksi penjualan. Bagi
perusahaan, transaksi retur ini bisa mengakibatkan
berkurangnya pendapatan
penjualan oleh kas atau piutang dagang perusahaan.
PROSES RETUR
Cara Melakukan Proses Retur dapat diketahui sebagai berikut:
1. Mengkonfirmasi dengan Penjual atau Toko
Sebelum melakukan retur barang, sebaiknya mengkonfirmasi terlebih
dahulu
kepada penjual atau toko. Namun, tidak lupa membawa kwitansi
pembelian
produk agar menambah kepercayaan penjual atau pihak toko.
2. Membawa Barang ke Toko atau Penjual
Dalam melakukan retur, sebaiknya membawa dokumen penjualan atau
barang
yang telah dibeli karena tidak sesuai dengan pesanan.
3. Mengirimkan Barang dengan Jasa Pengiriman
Jika membeli secara online dan terdapat kesalahan dalam pembelianya.
Pembeli bisa mengirimkan barang yang akan diretur ke jasa pengiriman
untuk
dikemas dan dikembalikan kepada pihak toko atau penjual.
4. Pertukaran Barang
Jika ingin melakukan retur dengan menukarkan barang sesuai dengan
keinginannya. Terlebih dahulu menanyakan kepada pihak toko atau
pembeli
apakah mereka mengizinkan layanan penukaran barang. Demikianlah retur
adalah pengembalian barang dalam transaksi jual beli.
JENIS PENGEMBALIAN BARANG
Retur Pembelian
Retur pembelian adalah pengembalian barang dari pembeli kepada penjual
karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dipesan atau barang
yang dikirim rusak. Dengan adanya retur pembelian maka hutang pembeli
kepada penjual akan berkurang. Retur pembelian dicatat dibagian kredit
jurnal
keuangan, sedangkan hutang usaha dicatat dibagian debit. Dengan kata
lain,
retur pembelian akan berpengaruh pada pencatatan laporan arus kas.
Retur pembelian terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Retur Pembelian Kredit
Pengembalian barang dagangan yang diperjual belikan antara
penjual dan
pembeli secara kredit dengan perkiraan waktu dan bulan sesuai
dengan
jatuh tempo yang disepakati antara pembeli dan penjual.
2. Retur Pembelian Tunai
Pengembalian barang dagangan yang telah dibeli oleh pembeli secara
tunai kepada penjual dan dicatat dalam arus kas dengan catatan
bahwa
barang tersebut dapat dikembalikan jika rusak.
Retur Penjualan
Retur penjualan adalah penerima barang oleh penjual yang dikembalikan
dari
pembeli. Pengembalian ini biasanya terjadi jika barang yang dikirim oleh
penjual tidak sesuai dengan keinginan pembeli atau rusak. Retur penjualan
menyebabkan piutang atau tagihan dari penjual kepada pembeli berkurang.
Pada saat pencatatan retur penjualan dalam jurnal, kolom debet akan diisi
dengan piutang Retur penjualan dan akan dicatat pada isi kredit.
Dalam transaksi jual beli, penjual biasanya membagi retur penjualan
menjadi
3 jenis:
1. Retur penjualan yang mengembalikan uang pembeli.
2. Retur penjualan yang mengurangi piutang pembeli.
3. Retur penjualan untuk mengganti barang rusak dari pembeli dengan
barang baru.
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
Selain melakukan retur barang saya juga membantu menyelesaikan kegiatan-
kegiatan yang ada di sana, sebagai berikut:
a. Runsheet agen adalah kegiatan memproses paket untuk dikirim ke cabang
yang berada di daerah jauh.
b. Runsheet kurir adalah kegiatan mengirim paket untuk dikirim oleh kurir
yang akan dikirim ke daerah-daerah yang masih terjangkau.
c. Missrote adalah keadaan ketika paket yang dikirim diantarkan ke alamat
yang salah.
d. AU (Antar Ulang) paket anda sedang diproses untuk antar ulang karena
tidak terkirim dihari sebelumnya.
e. Box delay adalah saat dimana paket anda masih sidisimpan JNE tetapi tidak
dikirimkan karena alamat tidak dapat ditemukan.
f. Box undel (Box undelivered) adalah paket anda sudah diantarkan kurir ke
tempat tujuan tetapi tidak ada orang di tempat.
g. CC (Criss Cross) adalah suatu keadaan dimana nama dan alamat yang
tertera pada nomor kiriman ternyata tidak sama dengan nama dan alamat
yang tertulis dipaket. Kemungkinan besar paket anda telah tertukar dengan
paket orang lain.
h. ON-transit adalah keadaan saat paket anda sedang dalam proses transit,
biasanya untuk pengiriman antar pulau.
i. Menyusun laporan ketersediaan barang, yaitu berkewajiban untuk
menyusun dan merekap laporan data penjualan yang sebelumnya telah
dilaporkan oleh staff.
j. Mengumpulkan dan mengangkut barang tugas ini melibatkan
mengumpulkan barang dagangan dari pusat distribusi atau area
penyimpanan lainnya dalam gudang.
k. Cnee unknow (Consigne unknow) yaitu dimana paket anda sudah diantar
kan ke alamat tujuan tetapi tidak ditemukan nama yang sama dengan nama
penerima yang tertera dipaket tersebut.
l. Memilah paket agen adalah kegiatan memilah paket dari area jauh yang
mengirim melalui agen dan di antarkan ke JNE untuk di input.
KESIMPULAN
Setelah melakukan kegiatan praktik kerja lapangan ini, saya mendapatkan banyak
pengalaman dan ilmu baru yang tidak diajarkan teori di sekolah. Kita biasanya
diajarkan teori di sekolah, dan di tempat praktik kerja lapangan kita akan
mempraktikkan nya.
Pada intinya, kegiatan praktik kerja lapangan sangat berguna untuk
mengembangkan apa yang sudah diajarkan di sekolah. Praktik kerja lapangan bisa
dikatakan sebagai pelengkap serta proses pematangan agar siap ketika sudah
berkecimpung di dunia kerja.
SARAN-SARAN
Karena di tempat praktik kerja lapangan kita berhubungan langsung dengan
pekerjaan, maka alangkah baiknya kita mempersiapkan secara matang materi-
materi yang diajarkan di sekolah. Hal ini bertujuan agar kita tidak bingung ketika
disuruh melakukan sesuatu.
Untuk adik kelas yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan, usahakan tetap
menjaga nama baik sekolah. Karena jika nama sekolah sudah jelek, maka akan
susah untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut dalam menerima sisa
praktik kerja lapangan.
TERIMA
KASIH
By: Risma Devi Siptiani