0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Keluarga Kristen: Nilai dan Peran Allah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Keluarga Kristen: Nilai dan Peran Allah

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN PENDIDIKAN,

KEBUDAYAAN, RISET, DAN

Bab 7
TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA,
2021
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
untuk SMA/SMK Kelas XI
Penulis: Mulyadi
ISBN 978-602-244-708-5 (jil.2)

Kucinta Keluarga Tuhan


Bahan Alkitab: Ulangan 6:4–9
Nama : DEBORA BR SITEPU, [Link]
Unit Kerja : SMA NEGERI 1 STM HILIR
Tahun disusun : 2024
Jenjang : Sekolah Menengah Atas
Mata Pelajaran : Pendidikam Agama Kristen
Kelas/Semester : XI/semester 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

TUJUAN

Tujuan Pembelajaran
1. Mendeskripsikan kehidupan keluarga Kristen.
2. Membuat gambar karikatur tentang keluarga Kristen.
3. Memperjelas arti keluarga dalam perspektif kristiani.
Capaian Pembelajaran : Peserta didik memahami nilai-nilai iman kristen dalam
keluarga serta menjabarkan peran keluarga dan orang tua
sebagai Pendidik utama.
Peserta didik mengakui bahwa Allah membarui hidup
orang beriman.
Fase : Fase F
Elemen : Manusia dan Nilai-Nilai Kristiani
Sub Elemen : Nilai-Nilai Kristiani

Capaian Pembelajaran Per Tahun : Memahami nilai-nilai iman Kristen sebagai landasan bagi
keluarga Kristen menghadapi gaya hidup masa kini.
Alur Konten • Hakikat Keluarga
• Nilai-Nilai iman Kristen sebagai landasan hidup keluarga
• Keluarga dan gaya hidup masa kini

Pertanyaan Pemantik : 1. Apakah arti keluarga dalam hidupmu?


2. Bagaimana peran Allah dalm Keluargamu?
3. Bagaimanakah peran Allah dalam membaharui hidup
manusia?
Kata Kunci : 1. Keluarga Inti
2. Keluarga Batih
3. Keluarga Besar

Profil Pelajar Pancasila :

Pelajar menjadi pribadi yang mandiri (menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas,
yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan).
bernalar kritis (mampu menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri)
dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan
solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka), meneladani ajaran Yesus
Kristus dalam menyukuri anugerah dan pemeliharaan serta pertolongan Allah dalam kehidupan
keluarga, masyarakat dan bangsa.

Target Siswa:
Kategori siswa dalam proses pembelajaran ini adalah siswa regular/tipikal.
Ketersediaan Materi :
Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk siswa yang sulit
1. Alternatif kegiatan untuk diimplementasikan pada lingkungan sekolah yang berbeda: Proses
pembelajaran dapat dilakukan dengan cara melibatkan peserta didik sebagai mana biasanya
dalam keseharian di rumah.
2. Pesrta didik yang berkebutuhan kusus (jika ada) diposisikan sebagaimana biasanya ditengah
tengah keluarga setiap hari. Sehingga tidak ada diskriminasi tetapi dapat porsi perlakuan
yang sama dengan peserta didik pada umumnya. Misalnya dapat melibatkan orang tua yang
bersangkutan (jika dimungkinkan)
3. Pesrta didik menuliskan aturan aturan dalam keluarga yang berlaku didaerah asalnya.

Metode
Tatap muka, Metode Ceramah, Tanya Jawab, Diskusi

Materi Ajar, Alat dan Bahan :


1. Materi :
a. Dasar pembentukan keluarga Kristen:
1) Rencana Allah sejak penciptaan (Kejadian 1:26-28), Allah menciptakan manusia laki-laki
dan perempuan agar mereka mampu menguasai dan memelihara alam dan ciptaan lainnya.
Untuk mewujudkan rencana tersebut Allah terlebih dulu memberkati mereka (Kejadian
1:28) menjadi suami istri, lalu memberi perintah untuk beranak cucu
2) Kejadian 2:24-25, dewasa jasmani dan rohani, mandiri, mampu hidup saling terbuka dan
seperasaan dengan suami atau istrinya
3) Matius 19:6, Pernikahan adalah satu kali untuk seumur hidup. Dalam pernikahan Kristen
tidak mengenal perceraian kecuali oleh kematian
b. Nilai – nilai kristiani: yaitu terdapat dalam Galatia 5:22-23, yaitu: kasih, sukacita, damai
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri
c. Hidup baru atau bertobat, perbuatan yang di kerjakan setelah kita percaya dan dibaptis dalam
Kristus Yesus. Yang dapat diwujudkan dengan semakin mencerminkan sebagai gambar Allah
dalam kehidupan sehari hari

2. Sumber pembelajaran yang utama:


- Alkitab
- Buku Teks Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti
- Kelas X terbitan KEMDIKBUD, 2021
3. Alat dan bahan yang diperlukan : Papan Tulis, Spidol, Alat Tulis, Laptop/Hp
Kegiatan Pembelajaran
Utama :

Pengaturan siswa :
- Individu
- Berkelompok
Metode :
- Bercerita
- Tanya-jawab
- Kerja individu dan kelompok.
Model pembelajaran :
- Pembelajaran berbasis langsung (direct instruction)
- Pembelajaran saintifik (scientific learning)
- Pembelajaran kontekstual (contextual learning)

Assesmen
:
- Penilaian individu dan kelompok dalam tatap muka
- Penilaian individual dalam pembelajaran daring dan luring
- Jenis asesmen: Observasi dan Performa (Praktik)

Persiapan Pembelajaran :
1. Guru memahami materi yang akan diajarkan.
2. Guru mempersiapkan perlengkapan yang akan dipergunakan dalam proses pembelajaran.
3. Guru menginformasikan kepada peserta didik mempersiapkan perlengkapan individu untuk
pembelajaran di kelas atau di rumah

Urutan Kegiatan Pembelajaran :

Kegiatan Pembuka
1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam serta menyapa peserta didik dan
mengkondisikan kelas sebelum memulai pelajaran.
2. Guru memastikan kehadiran peserta didik.
3. Guru memilih dua orang peserta didik memimpin pujian dan doa pembukaan.
4. Guru melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik menyanyikan pujian
Kegiatan Inti
1. Salah seorang peserta didik membacakan Nats Alkitab: Kejadian 1:26-28, tentang
penciptaan manusia laki-laki dan perempuan kemudian menjelaskan secaara singkat
hubungan nats yang dibaca dengan dasar pembentukan keluarga.
2. Sebelum memulai pembelajaran guru bertanya tetntang
1. Apakah arti keluarga dalam hidupmu?
2. Bagaimana peran Allah dalm Keluargamu?
3. Bagaimanakah peran Allah dalam membaharui hidup manusia?
3. Guru menjelaskan materi materi Kucinta Keluarga Tuhan
4. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok minimal 3 orang satu kelompok, bagi
peserta didik dalam kondisi tertentu dapat juga membuat tulisan, uraian atau pengakuan pribadi
(tergantung jumlah peserta didik dalam satu kelas atau kondisi tertentu peserta didik ) untuk
menjawab pertanyaan berikut:
a. Apakah pekerjaan orang tuanya
b. Apakah kegiatan rutin anaknya
c. Bagaimanakah sikap anak kepada orang tuanya
d. Bagaimanakah perjuangan orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan
kebutuhan anaknya
5. Masing-masing individu/kelompok mempersiapkan hasil karyanya dengan memilih tempat
yang aman, nyaman dan kondusif
6. Guru menginstruksikan semua peserta didik untuk aktif terlibat dalam tugas kelompoknya
7. Masing-masing kelompok menentukan struktur pengurusan
8. Masing-masing individu/kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dalam kelas
9. Guru berserta peserta didik merumuskan nilai niai kehidupan yang dapat diteladani sebagai
acuan peserta didik dalam keluarga.

Kegiatan Penutup
1. Peserta didik secara bergantian mendeskripsikan pengalaman belajar hari ini baik tentang
metode, materi yang dipelajari
2. Guru beserta peserta didik menyimpulkan pembelajaran.
3. Peserta didik melakukan kegiatan refleksi dengan meneguskan setiap peserta didik untuk
mendapatkan informasi dari orang tuanya bagaimana proses awal ketika mau berumah
tangga, kehidupan rumah tangga (suka duka dari awal menjalani kehidupan rumah tangga
sampai pada saat dimintai informasi) informasi yang didapat ditulis dalam buku tulis atau
word, dan divideokan.
4. Doa penutup.
PERAN ALLAH DALAM KELURRGA
Sebagaimana telah disampaikan di awal, keluarga terbagi dalam dua
kategori besar, yakni keluarga inti atau batih dan keluarga besar.
Keluarga inti yang terdiri dari ibu, ayah, anak, dan/atau salah satu orang
tua dengan anak. Mengingat keluarga inti hanyalah orang tua dan anak,
maka kerangka berpikir dan bertindak semata-mata hanya berada dalam
keluarga tersebut. Seluruh tanggung jawab kehidupan hanya ada dalam
keluarga tersebut. Cara kelola dan cara berpikir demikian adalah model
atau cara berkeluarga versi Barat. Di dunia modern, keluarga adalah
keluarga inti sehingga setelah anak menikah, mereka harus keluar dari
rumah orang tua dan membangun sebuah kehidupan sendiri. Boleh jadi
semangat ini diinspirasi oleh pola berpikir Alkitab yang menegaskan
bahwa “laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu
dengan isterinya” (Mat. 19:5).
Lalu, bagaimana dengan keluarga besar? Bagi dunia Timur, pemahaman
tentang keluarga agak berbeda. Di samping keluarga inti, di dunia Timur,
khususnya Indonesia, dikenal juga keluarga besar. Keluarga besar bisa
melibatkan kakek, nenek, paman, bibi, keponakan, sepupu. Dalam ikatan
gerejawi, bahkan biasa juga dikenal orang tua baptis atau orang tua
serani yang memiliki fungsi pembinaan iman bagi anak seraninya. Ikatan ini
terjalin dengan sangat kuat, bahkan tidak jarang orang tua serani
melakukan peran yang sangat besar bagi anak-anak seraninya. Dapatkah
kalian bayangkan jika satu orang tua memiliki banyak anak serani?
Apa yang harus dilakukan keluarga Kristen dalam kehidupannya? Ini
yang sangat penting untuk kalian perhatikan. Sesuai dengan panggilannya,
keluarga kristiani berkewajiban untuk merawat keluarga bukan hanya
secara fisik dan mental, melainkan juga secara spiritual, menunjukkan nilai-
nilai kristiani.
Secara umum, nilai-nilai kristiani adalah sikap hidup yang menunjukkan
kebenaran, yang ditampakkan dalam kejujuran dan integritas. Dalam
hidup kristiani, sikap hidup seseorang harus menampakkan keselarasan
antara perkataan dan tindakan. Hal lainnya yang juga harus diperhatikan
dalam perwujudan nilai-nilai kristiani adalah kesalehan hidup. Kesalehan
hidup dilakukan bukan hanya dalam ibadah, melainkan juga terlihat dari
tata krama kehidupan. Sikap ini berkait erat juga dengan kekudusan
hidup, yakni bersedia untuk hidup dalam anugerah Allah, menolak segala
bentuk pencemaran seperti berkata dusta, mempercakapkan kehidupan
orang lain (gosip),dansejenis.
Sikap hidup dalam nilai-nilai kristiani lainnya adalah kesetiaan. Apa yang
dimaksudkan dengan kesetiaan adalah hidup yang berpadanan dengan
panggilan Allah sehingga setiap langkah hidup kalian didasarkan pada
aturan atau norma kehidupan yang Allah kehendaki. Inilah hal-hal yang
harus kalian perhatikan dalam kehidupan keluarga Kristen dengan landasan
nilai-nilai kristiani.
Itulah sebabnya Ulangan 6:4–9 menegaskan tentang panggilan para
orang tua untuk mengajarkan teladan iman kepada anak-anaknya (lihat
penjelasan teks Alkitab di bawah). Ini harus menjadi spirit hidup beriman
keluarga Kristen.
Perjalanan iman selalu membutuhkan kesempatan untuk saling
menguatkan sehingga ikatan kasih dalam kehidupan keluarga menjadi
makin kuat.

KESIMPULAN
Keluarga terbagi sedikitnya dalam dua kategori yakni keluarga inti (atau
keluarga batih) dan keluarga besar. Dalam ikatan keluarga (khususnya
keluarga Kristen), nilai-nilai kristiani menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Di dalamnya, seluruh anggota keluarga dipanggil untuk mewujudkannya
dengan cara menyambut panggilan Allah dan memperlihatkan dalam hidup
sehari-hari melalui pengajaran setiap hari dalam berbagai kesempatan yang
tersedia.

DOA
Ya Allah, kami bersyukur atas kehidupan yang telah Engkau anugerahkan.
Kami memiliki keluarga, kami dianugerahi cinta,
bahkan kami mendapat kehidupan yang indah dalam keluarga.
Mampukan kami untuk membangun relasi dan interaksi berkualitas
agar keluarga kami makin menampakkan nilai-nilai kristiani.
Kepada Bapa di surga, kami bersyukur di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Amin.

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Tuntunlah peserta didik untuk mengerjakan bersama-sama untuk lebih mendalami tentang
Kucinta Keluarga Tuhan. Dalam laporan hasil observasi Guru menuntun peserta didik untuk
mengerjakan diskusi yang telah Guru berikan dalam kelompok diskusi kecil beranggotakan tiga
sampai lima orang.

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 STM Hilir


Kelas/Semester : XI / Genap
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Topik : Kucinta Keluarga Tuhan

SOAL DISKUSI KELOMPOK

a. Apakah pekerjaan orang tuanya


b. Apakah kegiatan rutin anaknya
c. Bagaimanakah sikap anak kepada orang tuanya
d. Bagaimanakah perjuangan orang tua untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan
kebutuhan anaknya

DAFTAR PUTAKA
1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
2. ALKITAB
3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Disusun Oleh:

Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 STM Hilir, Guru Mata Pelajaran,

Dra. Elvia Nasda, [Link]. Debora Br Sitepu, [Link]


NIP. 19640727 200012 2 004 NIP. 199501222023212018

Anda mungkin juga menyukai