0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Pengaruh Pijat Oksitosin pada Produksi ASI

Diunggah oleh

Gali Kesuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Pengaruh Pijat Oksitosin pada Produksi ASI

Diunggah oleh

Gali Kesuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah Kebidanan & Kespro Vol. 2 No.

2 Edition: November 2019 – April 2020


[Link]
Received: 15 Maret 2020 Revised: 16 April 2020 Accepted: 30 April 2020

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI


ASI PADA IBU POSTPARTUM

Gf. Gustina Siregar, Tetty Junita Purba, Stefani Anatasya,


Ribka Ayu Putri Gulo
Institut Kesehatan Deli Husada Delitua
e-mail: gfgustinas@[Link]

Abstract
The massage performed on the spine or back is called a massage of
oxytocin meaning massage along the spine (vertebrae) and is an attempt to
stimulate the hormone oxytocin after childbirth. The purpose of this
research is to analyse many influences of oxytocin massage towards
increased breast milk production in the clinic of 2019 Indonesia The
research methods used are research methods of pseudo experiments (Quasi
experiment) with the design of case control group Pretests and posttest
design. This research was conducted in Menta Clinic from April to June 2019
with a sample number of 20 mothers with the provisions of 10 mothers in
the control group and 10 mothers in the intervention group. From statistical
test results conducted using the Chi-Square test It is known that there was
a significant influence between the Ococysine massage on the increase in
breast milk production in Ibu Postpartum. Postpartum mothers are expected
to do the massage of oxytocin in order to increase the production of breast
milk in the mother whose production is slightly.
Keywords: massage oxytocin, Postpartum, breast milk production

PENDAHULUAN Pada dasarnya Bayi baru lahir


perlu mendapatkan perawatan yang
Angka Kematian Bayi (AKB)
maksimal sejak lahir termasuk
adalah jumlah kematian bayi dalam
pemberian makanan yang ideal. Tidak
usia 28 hari pertama kehidupan per
ada satupun makanan yang ideal bagi
1000 kelahiran hidup. Angka kematian
bayi baru lahir selain ASI. World Health
bayi menurut WHO (World Health
Organization (WHO) dan United Nation
Organization) (2015) pada Negara
International Children’s Emergency
ASEAN (Association of South East Asia
Fund (UNICEF) menganjurkan
Nations) seperti di Singapura 3 per
pemberian ASI saja sampai bayi
1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5 per
berusia 6 bulan, tanpa pemberian ciran
1000 kelahiran hidup, Thailand 17 per
tanpa makanan selain ASI (IDAI,
1000 kelahiran hidup, Vietnam 18 per
2015).
1000 kelahiran hidup, dan Indonesia 27
per 1000 kelahiran hidup. Angka Dalam menanggulangi hal ini,
kematian bayi di Indonesia masih tinggi pemerintah telah menetapkan
dari Negara ASEAN lainnya, jika Peraturan Pemerintah No. 33 tahun
dibandingkan dengan target dari MDGs 2012 Tentang Pemberian ASI ekslusif,
(Millenium Development Goals) tahun Peraturan Pemerintah tersebut
2015 yaitu 23 per 1000 kelahiran menyatakan bahwa setiap bayi harus
hidup. mendapatkan asi ekslusif yaitu ASI
yang diberikan kepada bayi sejak

53
Siregar, Purba, Anatasya, Gulo, Pengaruh Pijat Oksitosin …

dilahirkan selama 6 bulan, tanpa hormon oksitosin, mempertahankan


menambahkan dan/atau mengganti produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit
dengan makanan atau minuman lain (Depkes RI, 2014).
(Kemenkes, 2014).
Penelitian ini pernah dilakukan
Beberapa masalah yang muncul oleh Mariatul Kiftia (2015) yang
akibat kegagalan ASI eklusif itu sendiri meneliti tentang pengaruh pijat
salah satu masalah dari ibu yang timbul oksitosin pada ibu nifas terhadap
selama menyusui seperti dimulai sejak produksi ASI di Wilayah Kerja
sebelum persalinan (periode antenatal), Puskesmas Kecamatan Darussalam
pada masa post partum dini dan masa mendapatkan bahwa ada pengaruh
post partum lanjut dan lain-lain. pijat oksitosin terhadap produksi ASI
Beberapa keluhan yang ibu ungkapkan pada ibu post partum. Hasil penelitian
seperti ibu sering mengeluh bayinya menunjukkan bahwa ada peningkatan
sering menangis atau menolak produksi ASI dimana sebelum dipijat
menyusu. Sering diartikan bahwa jumlah ASI 5-25 ml dan setelah dipijat
ASInya tidak cukup, sehingga sering menjadi 5-40 ml. Beberapa Penelitian
menyebabkan diambilnya keputusan lainnya juga dilakukan oleh Mera
untuk menghentikan menyusui (Astutik, Delima dkk, yang meneliti tentang
2017). pengaruh pijat oksitosin terhadap
peningkatan produksi ASI ibu menyusui
ASI ekslusif dapat dipengaruhi
di Puskesmas Plus Mandiangin. Hasil
beberapa faktor antara lain ASI tidak
penelitian menyatakan bahwa ASI ibu
dapat keluar pada hari pertama pasca
sebelum dilakukan pemijatan adalah 6-
melahirkan, pengaruh promosi susu
8 ml akan tetapi, setelah dilakukan
pengganti ASI, kesulitan bayi dalam
pemijatan ASI ibu mengalami
menghisap, keadaan puting susu ibu
peningkatan yaitu 6-10 ml.
dan ibu merasa ASI yang dikeluarkan
sedikit jadi tidak cukup untuk menyusui Berdasarkan uraian diatas maka
bayinya (Siregar, 2013). ASI yang peneliti berminat untuk melakukan
dikeluarkan sangat dipengaruhi oleh 2 penelitian yang dituangkan dalam
faktor yaitu produksi dan pengeluaran. skripsi dengan judul “Pengaruh Pijat
Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon Oksitosin Terhadap Peningkatan
prolaktin sedangkan pengeluaran Produksi ASI pada Ibu Postpartum di
dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Klinik Menta Jalan Pertahanan
Pemijatan pada tulang belakang atau Patumbak Pasar V Kabupaten Deli
oksitosin adalah pemijatan pada Serdang Tahun 2019.
sepanjang tulang belakang (vertebra)
METODE
dan merupakan usaha untuk
merangsang hormon oksitosin setelah Desain penelitian ini merupakan
melahirkan (Mardiyaningsih, 2016). rencana penelitian yang disusun
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk sedemikian rupa sehingga peneliti
merangsang reflek let down. Dengan dapat memperoleh jawaban terhadap
dilakukan pemijatan ini ibu akan pertanyaan penelitian (Setiadi, 2014).
merasa rileks, kelelahan setelah Metode yang akan digunakan dalam
melahirkan akan hilang, sehingga penelitian ini adalah metode penelitian
dengan begitu hormon oksitosin keluar eksperimen semu (Quasi experiment).
dan ASIpun cepat keluar Jenis desain yang digunakan
(Mardiyaningsih, 2016). Selain untuk adalah Quasi Experiment dengan desain
merangsang reflek let down manfaat case control group pretest and posttest
pijat oksitosin adalah memberikan design dengan subyek penelitiaPn yang
kenyamanan pada ibu, mengurangi dipilih adalah semua populasi yang
bengkak (engorgement), mengurangi memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
sumbatan ASI, merangsang pelepasan Penelitian ini dilakukan pada bulan April
54
Siregar, Purba, Anatasya, Gulo, Pengaruh Pijat Oksitosin …

2019. Pengambilan data dilaksanakan Tabel 1. Karakteristik Responden


pada bulan Mei - Juni 2019 dengan
Populasi dalam penelitian adalah Sampel Jumlah
Karakteristik
seluruh ibu post partum yang menyusui A B
selama 1 bulan setelah melahirkan di Umur (tahun)
Klinik Menta Jalan Pertahanan 15-20 5 2 7
Patumbak Pasar V Kabupaten Deli 21-25 3 3 6
26-30 1 4 5
Serdang sebanyak 25 orang.
≥ 31 1 1 2
Pada penelitian tehnik Pendidikan
Pengambilan sampel dalam penelitian SMP 6 2 8
ini menggunakan metode incidental SMA 4 1 5
sampling yaitu siapa saja yang secara Diploma 0 5 5
kebetulan bertemu dengan peneliti Sarjana 0 2 2
Pekerjaan
dapat digunakan sebagai sampel, bila
PNS 1 3 4
dipandang orang yang kebetulan
Peg. Swasta 1 4 5
ditemui itu cocok sebagai sumber data. IRT 8 3 11
Sampel kasus ini adalah (Ibu Keterangan:
Sampel A : Intervensi
Potpartum yang diberikan Intervensi) Sampel B : Kontrol
berjumlah 10 orang dan sampel kontrol
Berdasarkan tabel di atas dapat
(Ibu postpartum yang tidak diberikan
dilihat bahwa dari 10 orang ibu pada
Intervensi) berjumlah 10 orang Ibu
kelompok intervensi (diberikan pijatan
postpartum. Instrumen penelitian yang
Oksitosin) mayoritas ibu bersalin
digunakan pada variabel pijat oksitosin
berumur 15-20 tahun adalah 5 orang
adalah melakukan pijat oksitosin.
(25%), berumur 21-25 tahun adalah 3
Instrumen penelitian yang digunakan
orang (15%), berumur 26-30 tahun
pada variabel peningkatan produksi ASI
adalah 1 orang (5%) dan 1 orang ibu
adalah menggunakan observasi.
bersalin berumur >31 tahun (5%).
Observasi dalam penelitian ini adalah
tentang peningkatan produksi ASI. Diketahui juga bahwa dari 10
orang ibu pada kelompok kontrol (tidak
Analisis bivariat dilakukan untuk
diberikan pijatan Oksitosin) mayoritas
membuktikan hipotetis penelitian yaitu
ibu bersalin berumur 26-30 tahun
melihat Pengaruh pijatan Oksitosin
adalah 4 orang (20%), berumur 21-25
terhadap peningkatan produksi ASI
tahun adalah 3 orang (15%), berumur
pada ibu Postpartum di Klinik Menta.
15-20 tahun adalah 2 orang (10%) dan
Variabel dependen dalam penelitian ini
1 orang ibu bersalin berumur >31
adalah peningkatan prodksi ASI pada
tahun (5%).
Ibu Postpartum dan variabel
independen adalah pijatan Oksitosin. Berdasarkan tabel di atas dapat
Hasilpenelitianakandianalisisdenganmen dilihat bahwa dari 10 orang ibu pada
ggunakan uji Chi-square. kelompok intervensi (diberikan pijatan
Oksitosin) mayoritas ibu bersalin
HASIL DAN PEMBAHASAN
berpendidikan SMP yaitu sebanyak 6
Berdasarkan hasil penelitian ini, orang (30%) dan berpendidikan SMA
dapat dilihat bahwa dari 10 orang ibu sebanyak 4 orang (20%). Diketahui
pada kelompok intervensi (diberikan juga bahwa dari 10 orang ibu pada
pijatan Oksitosin) memiliki karakteristik kelompok kontrol (tidak diberikan
sebagai berikut. pijatan Oksitosin) mayoritas ibu
bersalin berpendidikan Diploma yaitu
sebanyak 5 orang (25%),
berpendidikan Sarjana sebanyak 2
orang (10%), berpendidikan SMP

55
Siregar, Purba, Anatasya, Gulo, Pengaruh Pijat Oksitosin …

sebanyak 2 orang (10%) dan 1 orang yang artinya ada pengaruh yang
ibu (5%) berpendidikan SMA. signifikan antara Pijat Oksitosin
terhadap peningkatan produksi ASI
Berdasarkan tabel di atas dapat
pada Ibu Postpartum di Klinik Menta
dilihat bahwa dari 10 orang ibu pada
jalan Pertahanan Patumbak Pasar V
kelompok intervensi (diberikan pijatan
Kab. Deli Serdang Tahun 2019.
Oksitosin) mayoritas ibu bersalin tidak
bekerja dan hanya sebagai IRT yaitu Hasil penelitian diketahui bahwa
sebanyak 8 orang (40%), bekerja dari 10 orang ibu pada kelompok
sebagai PNS sebanyak 1 orang (10%), intervensi (diberikan pijatan Oksitosin)
dan bekerja di bidang swasta sebanyak mayoritas ibu sebanyak 8 orang (40%)
1 orang ibu (5%). Diketahui juga mengalami peningkatan produksi ASI
bahwa dari 10 orang ibu pada dan 2 orang ibu (10%) yang tidak
kelompok kontrol (tidak diberikan mengalami peningkatan produksi ASI
pijatan Oksitosin) mayoritas ibu dan dari 10 orang ibu pada kelompok
bersalin bekerja di bidang Swasta yaitu kontrol (tidak diberikan pijatan
sebanyak 4 orang (20%), bekerja Oksitosin) mayoritas ibu bersalin tidak
sebagai PNS sebanyak 3 orang (15%), mengalami peningkatan produksi ASI
dan tidak bekerja atau hanya IRT sebanyak 9 orang (45%) dan hanya
sebanyak 3 orang ibu (15%). ada 1 orang ibu (5%) yang mengalami
peningkatan produksi ASI.
Berdasarkan hasil analisis Statistik
dengan uji Chi-square Pengaruh pijatan Hasil uji statistik yang dilakukan
Oksitosin terhadap peningkatan dengan menggunakan uji chi-Square
produksi ASI pada ibu Postpartum diperoleh nilai p = 0,007 < 0,05 yang
dapat dilihat sebagai berikut : artinya ada pengaruh yang signifikan
antara Pijat Oksitosin terhadap
Tabel 2. Pengaruh pijatan Oksitosin
peningkatan produksi ASI pada Ibu
terhadap Peningkatan Produksi ASI
Postpartum di Klinik Menta jalan
Peningkatan Pertahanan Patumbak Pasar V Kab. Deli
p-
Pijatan Produksi ASI Serdang Tahun 2019.
value
Ya Tidak
Sampel Pijat oksitosin merupakan
8 2 pemijatan yang dilakukan untuk
Intervensi
0,07 merangsang refleks oksitosin atau
Sampel
1 9
Kontrol refleks let down. Pijat oksitosin ini
dilakukan dengan cara memijat pada
Berdasarkan tabel di atas dapat
daerah pungung sepanjang kedua sisi
dilihat bahwa dari 10 orang ibu pada
tulang belakang, sehingga diharapkan
kelompok intervensi (diberikan pijatan
dengan dilakukannya pemijatan tulang
Oksitosin) mayoritas ibu sebanyak 8
belakang ini, ibu akan merasa rileks
orang (40%) mengalami peningkatan
dan kelelahan setelah melahirkan akan
produksi ASI dan 2 orang ibu (10%)
segera hilang. Jika ibu rileks dan tidak
yang tidak mengalami peningkatan
kelelahan dapat membantu
produksi ASI. Diketahui juga bahwa
pengeluaran hormon oksitosin.
dari 10 orang ibu pada kelompok
kontrol (tidak diberikan pijatan Pijatan ini tidak harus dilakukan
Oksitosin) mayoritas ibu bersalin tidak langsung oleh petugas kesehatan tetapi
mengalami peningkatan produksi ASI dapat dilakukan oleh suami atau
sebanyak 9 orang (45%) dan hanya anggota keluarga yang lain. Petugas
ada 1 orang ibu (5%) yang mengalami kesehatan mengajarkan kepada
peningkatan produksi ASI. keluarga agar dapat membantu ibu
melakukan pijat oksitosin karena teknik
Dari hasil uji statistik yang
pijatan ini cukup mudah dilakukan dan
dilakukan dengan menggunakan uji chi-
tidak menggunakan alat tertentu. pijat
Square diperoleh nilai p = 0,007 < 0,05

56
Siregar, Purba, Anatasya, Gulo, Pengaruh Pijat Oksitosin …

oksitosin sangat mempengaruhi ASI ASI semakin banyak maka dapat


karena efek dari fisiologis pijat oksitosin digunakan terapi pijat oksitosin dimana
untuk merangsang hipofisis anterior terapi ini merangsang hipothalamus
dan posterior untuk mengeluarkan yaitu pada bagian hipofisisposterior dan
hormon oksitosin ( Pillitery, 2003). anteriorsehingga dapat memberikan
kenyaman dan merileksasikan tubuh,
Pijat atau massage merupakan
selain terapi pijat oksitosin jumlah ASI
salah satu intervensi atau
juga dipengaruhi oleh hisapan dan
penatalaksanaan non farmakologis
frekwensi menyusui hal ini diperkuat
untuk mengurangi ketidaknyaman pada
oleh pendapat Lawrence, 1994 bahwa
pasien dan membantu pasien relaksasi,
menjelaskan bahwajumlah ASI yang
relaksasi ini bertujuan menurunkan
diproduksi atau jumlah prolaktin yang
kadar epinefrin dan non epinefrin dalam
disekresi berkaitan besarnya dengan
darah sehingga adanya keseimbangan
stimulus isapan, frekuensi, intensitas,
(equilibrium), selain itu pemijatan pada
dan lama bayi menghisap.
bagian punggung dapat merangsang
pengeluaran hormon endorphin KESIMPULAN
menurut Guyton & Hall (2008),
Dapat disimpulkan berdasarkan
sedangkan endorphin sendiri berfungsi
hasil penelitian dan pembahasan
sebagai ejektor dan rasa rileks dan
mengenai pengaruh yang signifikan
menimbulkan ketenangan, sehingga
antara Pijat Oksitosin terhadap
pemijatan atau massage dapat
peningkatan produksi ASI pada Ibu
menurunkan ketegangan otot, dalam
Postpartum dapat diambil kesimpulan
penelitian ini pemijatan dilakukan
bahwa dari hasil uji statistik yang
sepanjang tulang belakang yang mana
dilakukan dengan menggunakan uji chi-
merupakan daerah yang mudah terjadi
Square diperoleh nilai p = 0,007 < 0,05
penegangan otot ketika kelelahan
yang artinya ada pengaruh yang
sehingga pemijatan ini dapat
signifikan antara Pijat Oksitosin
meningkatkan produksi ASI.
terhadap peningkatan produksi ASI
Hal ini diperkuat oleh penelitian pada Ibu Postpartum di Klinik Menta
(Mardiyaningsih dkk, tahun 2011) jalan Pertahanan Patumbak Pasar V
bahwa intervensi pijat oksitosin dengan Kab. Deli Serdang Tahun 2019.
kombinasi tehnik marmet terhadap
DAFTAR PUSTAKA
produksi ASI pada ibu post partum
dengan post sectio sesarea, bahwa Astutik, Reni Yuli. (2017). Payudara
adanya perbedaan proporsi kelancaran dan Laktasi. Jakarta: Salemba
produksi ASI antara kelompok yang Medika.
diberi intervensi memiliki peluang 11,5 IDAI 2015.
kali lebih besar produksi ASInya lebih [Link]
lancar dengan p-value 0,000 di [Link] (diakses April
bandingkan dengan kelompok kontrol, 2019).
hal ini dapat diasumsi bahwa perlu
adanya rangsangan untuk dapat Kementerian kesehatan R.I. 2014.
meningkatkan jumlah ASI itu sendiri [Link]
menurut perinasia (2010) bahwa perlu [Link].
dilakukan stimulasi reflek oksitosin (diakses April 2019).
sebelum ASI dikeluarkan atau diperah, Depkes RI., (2014). Profil Kesehatan
selain itu dapat disimpulkan bahwa Indonesia. Jakarta.
beberapa terapi juga dapat dikombinasi
dan dimodifikasi sehingga terapi yang Mardiyaningsih, Mariatul. (2016).
dilakukan dapat lebih efektif. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap
Produksi ASI pada Ibu
Untuk itu terapi yang dapat Postpartum.
digunakan untuk merangsang produksi

57
Siregar, Purba, Anatasya, Gulo, Pengaruh Pijat Oksitosin …

Setiadi. (2016). Konsep dan Penulisan


Riset Keperawatan. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Kiftia, Mariatul. (2015). Pengaruh Pijat
Oksitosin Terhadap Produksi ASI
pada Ibu Postpartum
Lawrence. R. (2004). Breastfeeding A
Guide for Medical Profession
[Link]. MO. CV. Mosby
Lestari, Lieni, dkk. (2018). Peningkatan
Pengeluaran ASI Dengan
Kombinasi Pijat Oksitosin dan
Teknik Marmet pada Ibu Post
Partum (Literatur Riview).
Mardiyaningsih, [Link] al, (2011),
Efektifitas Kombinasi Teknik
Marmet dan Pijat Oksitosin
Terhadap Produksi ASI, FIK
UniversitasIndonesia, Jakarta

58

Anda mungkin juga menyukai