0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan6 halaman

Rencana Layanan Bimbingan Problem Solving

Diunggah oleh

Social Media
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan6 halaman

Rencana Layanan Bimbingan Problem Solving

Diunggah oleh

Social Media
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KOTA BANDUNG

DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 5 BANDUNG
Jalan Sumatera No. 40 Tlp. 022-4207121 Fax: 022-4213930 Bandung 40113
e-mail : [Link]@[Link]

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Pribadi
C Topik Layanan Problem Solving
D Fungsi Layanan Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik mampu mencari alternatif pemecahan
masalah yang tepat sesuai kemampuan
F Tujuan Khusus 1. Peserta didik/konseli memahami cara – cara
pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah
2. Peserta didik/konseli dapat membuat berbagai alternatif
pemecahan masalah
G Sasaran Layanan Kelas VII Semester Genap
H Materi Layanan 1. Pengertian pemecahan masalah (problem solving)
2. Langkah – langkah pemecahan masalah
I Waktu 1 x 40 Menit
J Sumber 1. Slamet, dkk (2016). Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs kelas 7.
Yogyakarta: Paramitra Publishing
2. Triyono, Mastur.(2014). Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling bidang sosial. Yogyakarta:
Paramitra
3. Ekrut Official. (2021). 5 Tahap Pemecahan Masalah
yang Efektif. Diakses pada 18 Maret 2022
[Link]
pemecahan-masalah-yang-efektif
K Metode/Teknik Diskusi, Game
L Media/Alat Tali Rapia
M Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
Pernyataan Tujuan 1) Guru bimbingan dan konseling membuka kegiatan
dengan mengucapkan salam
2) Guru bimbingan dan konseling menyapa peserta didik
dengan kalimat bersemangat dan menanyakan kabar
peserta didik
3) Guru bimbingan dan konseling meminta perwakilan
peserta didik untuk memimpin doa sebelum memulai
kegiatan.
4) Guru bimbingan dan konseling menjelaskan tentang
materi yang akan disampaikan pada bimbingan kali ini.
5) Guru bimbingan dan konseling menyampaikan tujuan
yang ingin dicapai dalam sesi bimbingan ini.
Penjelasan tentang Guru Bimbingan dan Konseling menjelaskan langkah –
langkah-langkah langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab peserta didik
Kegiatan
Mengarahkan kegiatan Guru bimbingan dan konseling memberikan penjelasan
(Konsolidasi) tentang topik yang akan dibicarakan, yaitu mencakup
materi:
1) Pengertian Problem Solving
2) Langkah – langkah dalam pemecahan masalah
Tahap Peralihan Guru bimbingan dan konseling menanyakan kesiapan
(Transisi) peserta didik untuk memulai layanan dan mempersilakan
peserta didik untuk bertanya jika terdapat teknis layanan
yang kurang dipahami.
2. Tahap Inti
Eksperiensial 1) Guru BK membagi peserta didik menjadi berpasang –
pasangan.
2) Guru BK memberikan sepasang tali rapia
3) Guru BK menjelaskan tentang permainan “Tangan
Terikat”
4) Peserta didik bermaian permainan “Tangan Terikat”
mereka diharuskan melepaskan tali tersebut
5) Guru BK bertanya pelajaran yang dapat diambil dari
games tersebut
6) Guru BK menjelaskan langkah-langkah dalam
pemecahan masalah
7) Guru BK memberi kesempatkan peserta didik untuk
bertanya jika ada yang belum dipahami
Identifikasi 1) Bagaimana perasaan peserta didik setelah mendapatkan
(kognitif/what happened) layanan hari ini?
2) Apakah terdapat materi yang kurang dipahami? Ada
yang ingin ditanyakan?
Analisis Apakah setelah mengikuti layanan peserta didik mampu
(afektif/so what) mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?
Generalisasi 1) Apa langkah terdekat yang dilakukan untuk
(psikomotorik/now what) mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?
2) Kapan akan dimulai?
3. Tahap Pengakhiran (Terminasi)
Refleksi Guru BK memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
menyimpulkan layanan hari ini
Tindak Lanjut Guru BK memberikan worksheet yang harus diisi oleh
peserta didik setelah layanan selesai.
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor melakukan
evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi :
1) Mengadakan Refleksi
2) Sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan (contoh:
semangat/kurang semangat/tidak semangat)
3) Cara peserta didik menyampaikan pendapat atau
bertanya (sesuai dengan topik/kurang sesuai dengan
topik/tidak sesuai dengan topik)
4) Cara peserta didik memberikan penjelasan terhadap
pernyataan Guru Bimbingan dan Konseling (mudah
dipahami/tidak mudah/sulit dipahami)
2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :
1) Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak menyenangkan.
2) Topik yang dibahas : sangat penting/kurang
penting/tidak penting
3) Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4) Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak
menarik untuk diikuti
Lampiran :
1. Uraian materi
2. Lembar kerja siswa

Bandung, Maret 2022


Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa PPLSP

Kusmara, [Link]., M.M. Giskha Oktaviani Khairun Nisa


NIP. 1966 0401 1997 02 1004 NIM. 1802144

Lampiran 1. Uraian Materi


PROBLEM SOLVING
Pengertian Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah dapat diartikan sebagai upaya untuk memahami masalah dan
faktor- faktor penyebabnya, serta menemukan alternative pemecahannya yang
paling tepat, agar terhindar dari kondisi yang merugikan.
Langkah – langkah Pemecahan Masalah
1. Identifikasi masalah
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah yang sebenarnya
terjadi. Lihatlah masalah dari berbagai sudut pandang dan jangan terlalu cepat dalam
membuat keputusan.
Misalkan jika kinerja tim kamu terlihat menurun, kamu mungkin akan langsung berasumsi
bahwa masalahnya adalah anggota tim yang tidak bekerja dengan maksimal. Padahal, jika
kamu mengidentifikasi lebih dalam, bisa saja hal tersebut terjadi karena kurangnya pelatihan,
deadline yang terlalu mepet, ataupun workload yang terlalu besar.
2. Analisis masalah
Untuk dapat memecahkan sebuah masalah, tentunya kamu harus bisa menemukan apa yang
menjadi penyebab masalah tersebut terjadi. Maka dari itu, kamu perlu mengumpulkan data-
data dan mengevaluasinya. Setelahnya, pisahkan hal yang mungkin berkontribusi dan
tentukan apa yang harus kamu tangani. Adapun kemampuan yang perlu digunakan untuk
menganalisis masalah adalah:
a. Mengumpulkan data
b. Menganalisis data
c. Menemukan fakta
d. Menganalisis faktor yang berkontribusi sebelum masalah terjadi
3. Brainstorming berbagai macam solusi
Setelah mengetahui penyebab masalah, kamu dapat melakukan brainstorming untuk
menemukan solusi untuk masalah tersebut. Agar lebih efektif, ada baiknya kamu melakukan
kerjasama tim dalam melakukan brainstorming.
Untuk memerlukan tahapan ini, kamu memerlukan:
a. Pemikiran kreatif
b. Prediksi
c. Membuat kemungkinan
d. Merancang proyek
e. Merencanakan proyek
4. Mengambil keputusan terkait solusi yang tepat
Tahapan selanjutnya setelah brainstorming adalah memutuskan solusi yang tepat untuk
permasalahan yang kamu alami. Jangan lupa untuk mengevaluasi solusi yang terbaik.
Setelah itu, pembuat keputusan juga perlu untuk mengevaluasi potensi risiko, sumber daya
yang diperlukan, dan kemungkinan hambatan saat meingimplementasikan solusi.
Dalam proses menemukan solusi terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu analisis,
diskusi, kerjasama, pengembangan tes, mediasi, dan memprioritaskan.
5. Mengambil tindakan
Setelah mendapatkan solusi, hal selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk menerapkan
solusi tersebut adalah merencanakan aapa yang akan terjadi selanjutnya jika solusi yang
kamu terapkan tidak berjalan dengan baik atau dianggap kurang efektif
Lampiran 2. Permainan Tangan Terikat

Alat : Tali rafia


Pemain : Berpasangan
Tujuan : Memberi penekanan tentang pentingnya mencari berbagai alternatif
pemecahan masalah
Tata Cara Permainan:
 Setiap pemain diberikan tali rafia
 Peserta didik secara berpasangan mengikatn tali rafia pada pergelangan tangan
masing-masing, hingga saling bertaut
 Tugas pemain adalah melepaskan tautan tali tersebut tanpa membuka ikatan di
pergelangan tangannya.

Makna dari permainan ini adalah:


Kadang kala sebuah permasalahan dapat diselesaikan dengan cara sederhana.
Syaratnya, dengan mengamati persoalan dengan tenang kemudian berpikir jalan keluarnya
harus bagaimana. Jangan terburu – buru mengambil tindakan. Kita juga perlu melihat suatu
masalah dari berbagai prespektif, karena akan terdapat banyak sekali alternatif jalan keluar
yang dapat kita ambil. Dari berbagai alternatif tersebut, pilih jalan keluar/pemecahan masalah
yang paling tepat.

Anda mungkin juga menyukai