Program Supervisi SMK AL-KHAERIYAH 2023
Program Supervisi SMK AL-KHAERIYAH 2023
MUSLIM, [Link].I
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Definisi Supervisi
Menurut keputusan Menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977,
termasuk kategori supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penilik
sekolah, dan para pengawas ditingkat kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor
bidang yang ada di tiap provinsi.
2
alat perlengkapan dan penilaian agar sesuai dengan ketentuan dan peraturan
perundangan yang berlaku.”
Pada rambu-rambu penilaian kinerja kepala sekolah, Dirjen Dikdasmen Tahun
2000 sebagai berikut :
1. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan
2. Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan
3. Kemampuan memanfaatkan hasil supervise
Pada dasarnya tugas pokok kepala sekolah adalah menilai dan membina
penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Dengan kata lain salah satu tugas kepala
sekolah sebagai pembinaan yang dilakukan memberikan arahan, bimbingan, contoh
dalam proses pembelajaran di sekolah. Berarti bahwa kepala sekolah merupakan
supervisor yang bertugas melaksanakan supervisi pembelajaran. Willes (1975),
mengatakan di atas bertujuan untuk memelihara atau mengadakan perubahan
operasional sekolah, dengan cara mempengaruhi tenaga pengajar secara langsung
demi mempertinggi kegiatan belajar siswa.
Supervisi hanya berhubungan langsung dengan guru, tetapi berkaitan dengan
siswa dalam proses belajar. Ross L.(1980), mendefinisikan bahwa supervisi adalah
pelayanan kepada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran,
pembelajaran dan kurikulum. Purwanto (1987), supervisi ialah suatu aktivitas
pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam
melakukan pekerjaan secara efektif. Sesuai dengan rumusan di atas maka kegiatan
yang dapat disimpulkan dalam supervisi pembelajaran sebagai berikut:
1. Membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru menjalankan tugasnya
terutama dalam pembelajaran.
2. Mengembangkan kegiatan belajar mengajar.
3. Upaya pembinaan dalam pembelajaran.
3
B. Prinsip Supervisi
1. Supervisi harus konstruktif.
Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung
pada kepala sekolah.
2. Supervisi harus realistis.
Supervisi tidak usah muluk-muluk dan didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya
pada guru-guru.
3. Supervisi harus demokrat.
Hakikat pengembangan mutu sekolah adalah usaha bersama berdasarkan
musyawarah.
4. Supervisi harus obyektif.
Kegiatan tidak boleh diwarnai oleh prasangka kepala sekolah, diperlukan data
konkret tentang keadaan sebenarnya dan kepala sekolah juga harus mengakui
keterbatasannya.
C. Jenis-Jenis Supervisi
Beberapa jenis supervisi antara lain observasi kelas, saling kunjung,
demonstrasi mengajar, supervisi klinis dan kaji tindak (action research).
4
BAB II
PELAKSANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN
A. Observasi Kelas
Observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi
pembelajaran karena dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.
1. Perencanaan
Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu
semester atau tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru
yang perlu di observasi. Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan,
tanpa pemberitahuan, dan atas undangan.
2. Mekanisme Observasi
a. Persiapan yang diperhatikan:
1) Guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan mengadakan
observasi .
2) Kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa yang
diobservasi.
b. Sikap observer di dalam kelas
1) Memberi salam kepada guru yang mengajar.
2) Mencari tempat duduk yang tidak mencolok.
3) Tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas.
4) Mencatat setiap kegiatan.
5) Bila ada memakai alat elektronika: tape recorder, kamera.
6) Mempersiapakan isian berupa check list.
c. Membicarakan hasil observasi
Hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, ada beberapa hal yang perlu
dikemukakan:
1) Kepala sekolah mempersiapkan( bisa bertanya pada nara sumber atau
perpustakaan).
2) Waktu percakapan.
3) Tempat percakapan.
4) Sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan.
5) Percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi.
6) Guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat.
5
7) Kelemahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki
kelemahan.
8) Saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis.
9) Kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.
d. Laporan percakapan
1) Hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang telah
diobservasi.
2) Isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh, catatan diskusi,
pemecahan masalah dan saran-saran.
B. Saling Mengunjungi
Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru
antara lain :
1. Untuk tingkat SMP dan SMK adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
2. Untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat Kegiatan Guru (PKG).
C. Demonstrasi Mengajar
Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar
dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997), sebagai seni dan
filsuf. Menurut pendapat di atas mengajar dalam pekerjaan di sekolah bukan pekerjaan
yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu
mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran
tentang pembelajaran yang baik.
Selain itu dapat juga menggunakan kamera yang sederhana dan hasilnya
dapat dilihat dengan TV Multi media. Yang perlu dipersiapkan:
1. Guru yang mengajar harus memberikan persiapan.
2. Kamera diletakkan di tempat strategis sehingga aktivitas guru siswa terlihat dan
tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran.
3. Kepala sekolah dan guru melihat proses pembelajaran.
4. Hasil rekaman dapat dilihat dengan TV Multi media dan ditonton bersama kepala
sekolah maupun guru-guru yang lain.
5. Guru-guru dan kepala sekolah memberikan komentar.
6. Hasil diskusi-diskusi tersebut untuk perbaikan mengajar guru ysng bersangkutan.
6
D. Supervisi Klinis
Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya
dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada
mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan
kemudian langsung diusahan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.
Menurut Made Pidarta(1992),supervisi klinis diberlakukan bagi guru-guru
yang sangat lemah dalam melaksanakan tugasnya. Untuk memperbaikinya tidak cukup
dilakukan satu atau dua kali supervisi, melainkan dibutuhkan serentetan supervisi
untuk memperbaiki satu persatu kelemahannya.
Pelaksanaan supervisi klinis menurut La Sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri
supervisi sebagai berikut:
1. Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
2. Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis
3. ketrampilan yang paling penting (diskusi guru dengan supervisor).
4. Instrumen dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor.
5. Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan
diperbaiki. Bila perlu berlatih di luar sekolah.
6. Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas.
7. Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif.
8. Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya.
9. Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau
mengarahkan.
10. Supervisor dan guru dalam keadaan suasana intim dan terbuka.
11. Supervisi dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan
ketrampilan pembelajaran.
E. Kaji Tindak
Sebagaimana namanya, penelitian aksi atau action research, merupakan paduan
antara aksi (tindakan, action) dan penelitian (research). Aksi yang sekaligus penelitian
yang mengandung aksi. Jenis metode penelitian ini dapat dilaksanakan di sekolah
untuk memecahkan permasalahan pendidikan antara lain bagaimana siswa rajin
mengerjakan pekerjaan rumahnya.
7
Fokus utama kaji tindak adalah mendorong para praktisi untuk meneliti dan
terlibat dalam praktek penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh
peneliti dan orang lain yang membutuhkan.
Kaji tindak bersifat partisipatif, karena melibatkan guru dalam penelitiannya
sendiri dan kolaborator, karena kaji tindak melibatkan orang-orang lain sebagai bagian
dari suatu penelitian dan hasilnya dapat dinikmati bersama. Sehingga peran kepala
sekolah dapat mendorong guru-guru dalam memperbaiki pembelajaran.
Menurut Sungkowo (2004), kaji tindak (action research) dapat digunakan
untuk guru-guru dalam membantu pembelajaran dan menolong membantu dalam
penulisan karya ilmiah.
Pada umumnya pelaksanaan Kaji tindak ditujukan untuk :
1. Meningkatkan kualitas, seperti kualitas pembelajaran, kualitas siswa, kualitas
kerjasama, kualitas bertanya.
2. Meningkatkan efektivitas, seperti siswa memahami apa yang diterangkan guru,
siswa malaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan.
3. Meningkatkan efisiensi guru, seperti dapat memanfaatkan metode, stategi dan
penilaian pembelajaran.
Menurut Kemmi (1995), Kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu:
tahap perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap
evaluasi dan refleksi/umpan balik.
a. Tahap Perencanaan :
Yang dimaksud tahap perencanaan adalah penelitian rencana kegiatan yang
akan dilakukan. Untuk dapat menyusun rencana tersebut, ada beberapa kegiatan
yang harus dilalui:
1) Menemukan problem.
2) Rencana pertemuan selama satu semester (32 pertemuan).
3) Kegiatan yang belum dilaksanakan sebelumnya.
4) Mengembangkan hipotesis.
Untuk menemukan dan merumuskan problem kegiatan yang perlu
dilaksanakan, antara lain :
1) Meningkatkan kemampuan siswa bertanya.
2) Meningkatkan gemar membaca.
3) Meningkatkan nilai rapor dalam pembelajaran tertentu.
4) Memanfaatkan buku-buku perpustakaan.
8
Kegiatan hipotesis dirumuskan antara lain :
1) Pokok bahasan yang akan dilakukan.
2) Rencana bagaimana aksi akan dilakukan ( urutan kegiatan, waktu pelaksanaan,
bahan yang diperlukan).
Syarat Kolaborator dirumuskan antara lain :
1) Teman guru-guru (kalau bisa sejenis).
2) Yang sudah memiliki pengalaman mengajar.
b. Tahap Pelaksanaan
Peneliti memulai melaksanakan apa yang direncanakan sebelumnya dan
kolabulator yang duduk di bangku belakang mengamati dan mencatat dengan sikap
netral. Hasil catatan tersebut berupa catatan lapangan dan sebaiknya dengan
dokumen tape recorder atau yang lainnya.
c. Tahap Refleksi
Hasil dari diskusi bersama kolabulator untuk mengadakan refleksi tindakan-
tindakan yang telah dilakukan guru tentang upaya kesungguhan guru atau
kelemahan-kelemahan selama pelaksanaan tindakan akan dijadikan dasar dalam
membuat perbaikan perencanaan siklus kedua. Kemungkinan siklus kedua muncul
permasalahan yang harus dipecahkan. Permasalahan pertama diperbaiki bersama
sehingga fokus penelitian akan bertambah
d. Laporan Penelitian
Agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pihak lain baik guru, pejabat
pendidikan dan yang lain, maka hasil penelitian harus dikomunikasikan lewat
pelaporan. Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :
1) Gagasan umum.
2) Perumusan masalah.
3) Perencanaan penelitian kaji tindak
4) Pelaksanaan penelitian kaji tindak.
5) Monitoring.
6) Evaluasi dan refleksi.
7) Saran dan rekomendasi.
9
BAB III
PERANGKAT DAN JADWAL SUPERVISI
A. Perangkat Supervisi
Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksanakan supervisi ialah
instrumen observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi
klinis, dengan demikian diharapkan indikator yang diamati untuk setiap unsur yang
diamati, antara lain :
a. Persiapan dan apersepsi.
b. Relevansi materi dengan tujuan instruksional.
c. Penguasaan materi.
d. Strategi.
e. Metode.
f. Manajemen kelas.
g. Pemberian motivasi kepada siswa.
h. Nada dan suara.
i. Penggunaan bahasa.
j. Gaya dan sikap perilaku.
10
JADWAL SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS
SEMESTER GANJIL 2023/2024
SUPERVI
NO NAMA MATA PELAJARAN KELAS TANGGAL
SOR
1 Asnawati, SE Produktif X/.XI/.XII
.XI/.XII
4 Heni Kuswianti, [Link] MTK
MUSLIM [Link].I
11
SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SKALA PENILAIAN
Ket.
No Komponen Yang Dinilai
A PERSIAPAN MENGAJAR 1 2 3 4 5
Tersedianya Analisis Minggu Efektif, Prota,
1 Prosem
Tersedianya
2 Silabus
Tersedianya RPP (Rencana Pelaksanaan
3 Pembelajaran)
Tersedianya alat peraga / media pembelajaran
4 yang relevan
Tersedianya daftar nilai siswa dan diisi sesuai
5 dengan aspek
Tersedianya daftar hadir siswa dan diisi bukti
6 kehadirannya
B KEGIATAN PENDAHULUAN
Memeriksa kehadiran, kebersihan, dan kesiapan
7 siswa
8 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
Menyampaikan indikator pencapaian
9 kompetensi dan
pengembangannya
10 Melakukan apersepsi dan motivasi
11 Melakukan pretes
C KEGIATAN INTI
Menyampaikan materi secara
12 kontekstual
Menggunakan media peraga sesuai
13 materi
Menguasai materi pelajaran dan
14 pengembangannya
15 Memberi contoh-contoh secara kontekstual
16 Menggunakan media peraga sesuai
12
materi
Menggunakan strategi / metodologi secara
17 kontekstual
Mengatur penggunaan waktu secara
18 tepat
19 Mengatur dan memanfaatkan fasilitas yang ada
secara maksimal
Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif
20 bertanya
dan menjawab
21 Memonitor (menilai) tingkat pemahaman siswa
22 Memberi penguatan terhadap jawaban siswa
D KEGIATAN PENUTUP
23 Menyimpulkan pelajaran
24 Melaksanakan postes
25 Memberikan tindak lanjut (tugas)
JUMLAH SKOR
............................................. .............................................
Mengtahui,
Kepala Sekolah
MUSLIM, [Link].I
13
SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH
JAWABAN
NO KEGIATAN NILAI KETERANGAN
YA/ADA TIDAK
1 Program Kerja Sekolah
2 Kalender Pendidikan
3 Jadwal Kegiatan
Pertahun
Administrasi Umum/
Surat menyurat
a. Agenda
b. Buku Ekspedisi
4 c. Pengarsipan (Filing)
d. Buku Tamu umum
e. Buku Tamu
Pembinaan
f. Notula Rapat
5 Struktur Organisasi
6 Pembagian Tugas dan
Uraiannya
Papan Data Ketenagaan
7
dan Kesiswaan
Program
8 Pengembangan dan
PKG/ SPKG
9 Rapat Kerja Awal
Tahun Ajaran
Laporan Bulanan,
10 Tengah Tahunan, dan
Tahunan
11 Nomor Induk Sekolah
(NIS)
12 Ijin Operasional
1 Kelembagaan
3 a. Akte Notaris
14
Yayasan
b. Struktur Organisasi
Yayasan
c. Program Kerja
Yayasan
d. Susunan Pengurus
Yayasan
JUMLAH/ RATA-RATA
KESIMPULAN :
……………………………………………………………………
SARAN :
……………………………………………………………………
Kota Serang, ………..
Mengetahui Petugas,
Kepala Sekolah,
15
SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH
JAWABAN
NO KEGIATAN NILAI KETERANGAN
YA/ADA TIDAK
1 Kepala Sekolah
a. Biodata
b. Program Kerja Kepala
Sekolah
c. Buku Agenda Kepala
Sekolah
d. Jadwal Supervisi Kelas
e. Pelaksanaan Supervisi
Kelas
f. DP-3 Guru dan Pegawai
g. D U K
h. Catatan kenaikan berkala
pangkat
2 Guru
a. Biodata
b. Buku Agenda Guru
c. Presensi Guru
d. Kesesuain Tugas dan SK
e. Kelebihan Guru per Mata
Pelajaran
f. Kekurangan
3 Tata Usaha
a. Daftar Presensi
b. Pembagian Tugas
c. Rincian Tugas
d. Catatan Hasil Pekerjaan/
Jurnal
4 Buku Induk Pegawai
5 File
a. Kepala Sekolah
b. Guru
16
c. Pegawai
Jumlah/ Rata-rata
KESIMPULAN: ……………….
……………………………………………………………………………
SARAN:
……………………………………………………………………………………………
18
MUSLIM, [Link].I ………………………………………………
JAWABAN
NO KEGIATAN NILAI KETERANGAN
YA/ADA TIDAK
1 Ruang Perpustakaan
2 Pengelola
3 Program Kerja
4 Perlengkapan
a. Buku Induk
Perpustakaan
b. Klasifikasi Buku
c. Katalog
d. Kartu Peminjam
e. Buku Peminjam
f. Daftar Pengunjung
g. Kartu Buku
5 Tempat Penyimpanan
a. Lemari
b. Rak
c. Meja Baca + Kursi
6 Pemeliharaan
a. Ruang
b. Buku
c. Kebersihan
7 Tata Tertib
8 Laporan
Jumlah/ Rata-rata
KESIMPULAN : …………………………………………………………
SARAN :…………………………………………………………
19
Mengetahui Kota Serang,
Kepala Sekolah, Petugas,
JAWABAN
NO KEGIATAN NILAI KETERANGAN
YA/ADA TIDAK
1 Ruang Laboratorium
Pengelola
2 Laboratorium
(Laboran)
3 Jadwal Penggunaan
4 Tata Tertib
5 Daftar Bahan
6 Daftar Alat
Daftar Hasil
7
Praktikum
Penempatan Alat dan
8
Bahan
Pemeliharaan Lab
9
dan alat
Alat Pemadam
10
Kebakaran
Tersedianya Alat
11
PPPK
JUMLAH/ Rata-rata
KESIMPULAN :……………………………………………………………………
SARAN :……………………………………………………………………
Kota Serang, .
Mengetahui Petugas,
Kepala Sekolah,
20
………………………………
MUSLIM, [Link].I
SUPERVISI EKSTAKURIKULER
1. Nama Sekolah : SMK AL-KHAERIYAH Pengampelan
2. Alamat Sekolah : Jl. Ciwaka Km 03 Walantaka Kota Serang
3. Kecamatan : Walantaka
4. Kabupaten : Kota Serang
5. Hari/ Tanggal :............................................
N PENILAIAN
ASPEK YANG DIAMATI
O B C K T
PERSIA Pembuatan Program Kegiatan
1 Konsep Perencanaan dan pelaksanaan
PAN
Pendahuluan
Apersepsi
Motivasi
Menyampaikan tujuan/ target
Pelaksanaan Lapangan/ Penyampaian Materi
Presensi kehadiran Siswa
Kemampuan menyampaikan materi
Kemampuan Pembimbingan
Kemampuan Pengelolaan lapangan/ kelompok
PELAKS Rewarding
2
ANAAN Penutup
Pemberian penguatan motivasi
Pemberian pemantapan dan evaluasi
Sesuai skenario/ konsep YA TIDAK
Sesuai alokasi waktu yang tersedia YA TIDAK
Menggunakan media/ permodelan/ aplikasi YA TIDAK
Guru Antusias YA TIDAK
Siswa Antusias YA TIDAK
Cenderung terpusat pada siswa YA TIDAK
Cenderung Terpusat pada Guru YA TIDAK
B C K T
INDIKA Konstruktivisme
3 Inquiry
TOR
22
Bertanya
Permodelan
Masyarakat Belajar
CTL
Refleksi
Penilaian Otentik
4 CATAT
AN
*KETERANG B = BAIK ; C = CUKUP ; K = KURANG ; T = TIDAK ADA/ TIDAK
AN MELAKUKAN
23
BAB IV
PENUTUP
MUSLIM, [Link].I
24