0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan5 halaman

Aliran dan Gaya Seni Lukis Kelas 9

Diunggah oleh

sripilomonu47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan5 halaman

Aliran dan Gaya Seni Lukis Kelas 9

Diunggah oleh

sripilomonu47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) 1

Nama peserta didik :

Kelas/Semester : IX /Ganjil

Mata Pelajaran : Seni Budaya

Materi Pokok : Seni Lukis

Tanggal :

A. Tujuan pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan :

 Menjelaskan konsep seni lukis


 Menjelaskan corak seni lukis
 Menjelaskan media seni lukis
 Menjelaskan prosedur membuat karya seni lukis
 Memahami fungsi tari

B. Ringkasan materi

A. Pengertian Seni Lukis


 Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa yang berfokus pada kegiatan melukis. Dengan
dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh
dari menggambar.
 Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi
untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja,
seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media
lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa
memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.
 Lukisan adalah karya seni lukis yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat
dengan alat kuas lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan berbagai warna dan
nuansa gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga komposisi warna tertentu dari
bahan warna pigmen warna dalam pelarut (atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer
air, gen pengikat berupa minyak linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada
permukaan (penyangga) seperti kertas, kanvas, atau dinding. Ini dilakukan oleh seorang pelukis;
dengan kedalaman warna dan cita rasa pelukis, definisi ini digunakan terutama jika ia merupakan
pencipta suatu karya lukisan.
B. Aliran gaya lukisan
Berdasarkan cara pengungkapannya, aliran, gaya lukisan dapat dibedakan/ digolongkan menjadi 3,
yaitu representatif, deformatif dan nonrepresentatif. Berikut penjabaran aliran dan gaya lukisan.

1. Representatif
adalah perwujudan gaya seni rupa yang menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat
dan gaya alam. Gaya seni rupa yang termasuk dalam representatif adalah :

2. Naturalisme, yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan
alam. Naturalisme melukiskan dengan alam nyata, sehingga perbandingan perspektif, tekstur,
atau warna serta gelap terang dibuat seteliti mungkin. Pelukis beraliran Naturalisme adalah
Basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Mas Pringadi, Wakidi Claude, Rubens, Constabel

Lukisan Naturalisme

3. Realisme, yaitu aliran yang memandang dunia ini tanpa ilusi, apa adanya tanpa menambah atau
mengurangi objek, penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa beraliran realisme
adalah Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S. Sudjojono dan Dullah.

Lukisan Realisme karya Wardoyo

4. Romantisme, yaitu aliran seni lukis yang lebih bersifat imajiner. Menceritakan cerita dashyat
atau kejadian yang dramatis. Pelukis bergaya romantisme adalah Raden Saleh, Fransisco Goya
dan Turner
5. Deformatif
Yaitu, perubahan bentuk dari aslinya sehingga menghasilkan bentuk baru namun tidak
meninggalkan bentuk dasar aslinya. Aliran yang tergolong dalam gaya deformatif adalah :

6. Ekspresionisme, yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa sang
perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya. Perupa aliran ini adalah Vincent Van
Gogh dan Affandi
Lukisan bergaya ekspresionisme

7. Impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek
tersebut dilukis. Perupa aliran ini adalah Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul
Gauguin dan S. Sudjojono
8. Surialisme, yaitu aliran seni lukis yang menyerupai bentuk- bentuk yang sering didalam mimpi.
Pelukis mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah sedemikian rupa bagian
tertentu objek untuk menghasilkan kesan tertentu. Perupa aliran ini adalah Salvador Dali.

Lukisan bergaya Surialisme

9. Kubisme, yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk
dasarnya kubus. Pelukis yang beraliran surialisme adalah Pablo Picasso, But Mochar, Srihadi,
Fajar Sidik, dan Mochtar Apin.

Lukisan bergaya Kubisme

10. Nonrepresentatifadalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenal. Bentuk dasar gaya ini sudah
meninggalkan bentuk aslinya . Berupa susunan dari garis, bentuk, bidang dan warna yang
terbebas dari bentuk alam. Gaya ini menonjolkan bidang yang diisi oleh warna dan dipilah
dengan garis-garis tegas. Gaya ini dipelopori oleh Amry Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar dan
Sadali.
C. Tema Seni Rupa Murni

1. Hubungan antara Manusia dengan Dirinya ( diungkapkan dengan potret dirinya sendiri sebagai
objek lukisannya)
2. Hubungan antara Manusia dengan Manusia lain ( menggunakan objek disekitarnya, seperti
istrinya, anak-anaknya, orang tua, saudaranya, temannya, tetangganya atau orang dalam
pikirannya)
3. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya ( Pemandangan gunung, laut, sungai, sawah,
hutan, perkampungan, perkotaan, binatang dijadikan objek alam yang dijadikan lukisan)
4. Hubungan antara Manusia dengan Benda ( Benda yang berbentuk silindris, kubistis organis atau
berbentuk bebas, seperti gelas, guci, botol, meja kursi, buah buahan, bunga
5. Hubungan antara Manusia dengan Aktivitasnya ( aktivitas manusia seperti, kegiatan menari,
membajak sawah, berburu, jual beli dipasar, menggembala ternak, dan aktivitas lainnya)
6. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal ( sering disebut karya seni Surialisme)

D. Alat dan Bahan Berkarya Seni Lukis

Pensil, Pensil arang (contee), Pastel dan Krayon, Pena/pulpen, tinta bak, Cat (pewarna), kuas,
pisau palet, palet

E. Jenis Lukisan Berdasarkan Teknik dan Bahan yang digunakan

1. Mozaik, yaitu teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna warni di
dinding sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang digunakan antara lain, pecahan keramik,
porselen, potongan kertas, atau batu yang berwarna warni ( intersia : Mozaik yang memakai
potongan potongan kayu sebagai bahan lukisan)
2. Lukisan kaca, dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitekstur
3. Lukisan cat minyak (plakat), medianya adalah kanvas. Dalam pemakaiannya, cat terlebih dahulu
dicampur dengan lijn-olie
4. Lukisan cat air (aquarel) bahan yang digunakan adalah cat air berbentuk pasta yang dicampur
dengan air. Aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis.
5. Acrylic, adalah lukisan dengan bahan yang bahan acrylic, yang menghasilkan warna warna yang
cerah
6. Lukisan batik, menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik.

F. Teknik Berkarya Seni Melukis

1. Memunculkan gagasan
2. Membuat sketsa
3. Menentukan media berkarya
4. Menentukan teknik Mewarnai dan menyempurnakan lukisan

C. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran

1. Peserta didik menyiapkan perlengkapan belajar.


2. Bacalah materi “Seni Lukis” buku paket seni budaya kelas 9.
3. Kerjakan dan tulis hasil pekerjaanmu dengan jelan dan rapi.
D. Tugas/penilaian

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan seni lukis.


2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan corak seni lukis.
3. Sebutkan bahan dan alat yang digunakan untuk melukis.
4. Jelaskan prosedur yang harus dilakukan saat melukis.

Anda mungkin juga menyukai